Anda di halaman 1dari 55

Buku ini sepenuhnya disusun oleh :

Khairunnisa Maharani (1710121220011)


Anggita Nur Hidayah (1710121320001)
Eka Rosanti (1710121320005)
Sri Rizky (1710121220025)
Dika Lestari Jouharwati (1710121220003)
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya kepada kami sehingga buku ajar ini dapat kami selesaikan pada waktunya. Ucapan
terima kasih juga kami sampaikan kepada Ibu Misbah, M.Pd. selaku dosen pengampu mata
kuliah Telaah Fisika Menengah II yang telah membimbing selama pembuatan buku ajar ini.
Buku ajar ini, kami susun dalam rangka memenuhi salah satu tugas yang bersifat
kelompok, pada Mata kuliah Telaah Sekolah Menengah Fisika II, yang mengulas tentang
“Kalor dan Perpindahan”.
Tentunya buku ajar ini tak lepas dari berbagai kekurangan. Kami mohon untuk saran dan
kritiknya sehingga ke depan bisa lebih baik lagi.

Banjarmasin, 21 Maret 2019

Tim Penulis
Analisis Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara
efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar
1.1. Menyadari kebesaran Tuhan yang mengatur karakteristik kalor atau panas dan
perpindahannya
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu : objektif, jujur, teliti, cermat,
tekun, skeptis, bertanggung jawab, terbuka, kritis, inovatif, kreatif, dan peduli
lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam
melakukan percobaan dan diskusi.
3.5 Menganalisis pengaruh kalor dan perpindahan kalor yang meliputi karakteristik termal
suatu bahan, kapasitas, dan konduktivitas kalor pada kehidupan sehari-hari.
4.5 Merancang dan melakukan percobaan tentang karakteristik termal suatu bahan, terutama
terkait dengan kapasitas dan konduktivitas kalor, beserta presentasi hasil percobaan dan
pemanfaatannya.
Pengembangan Indikator

A. Indikator Pencapaian Kompetensi


3.5.1 Mendeskripsikan pengertian suhu
3.5.2 Menjelaskan alasan mengapa indera peraba tidak dapat digunakan sebagai alat
pengukur derajat perubahan suhu zat
3.5.3 Membandingkan skala pengukuran temometer celcius dengan skala pengukuran
termometer yang lain
3.5.4 Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan suhu benda
3.5.5 Menganalisis pengaruh perubahan suhu benda terhadap ukuran benda (pemuaian)
3.5.6 Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda
3.5.7 Menentukan besaran-besaran yang mempengaruhi suhu akhir campuran dua benda
3.5.8 Membandingkan massa masing-masing benda yang dicampur
3.5.9 Menerapkan azas Black untuk menentukan kalor jenis bahan
3.5.10 Menganalisis perpindahan kalor dengan cara konduksi, konveksi dan radiasi
3.5.11 Mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perpindahan kalor secara
konduksi, konveksi dan radiasi
3.5.12 Menerapkan aplikasi perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari
4.5.1 Melakukan percobaan prinsip kerja termometer
4.5.2 Mengolah dan menyajikan data percobaan prinsip kerja termometer
4.5.3 Menyajikan hasil percobaan prinsip kerja termometer
4.5.4 Melakukan percobaan pemuaian gas
4.5.5 Mengolah dan menyajikan data percobaan pemuaian gas
4.5.6 Menyajikan hasil percobaan pemuaian gas
4.5.7 Melakukan percobaan besaran-besaran kalor
4.5.8 Mengolah dan menyajikan data percobaan besaran-besaran kalor
4.5.9 Menyajikan hasil percobaan besaran-besaran kalor
4.5.10 Melakukan percobaan azaz Black
4.5.11 Mengolah dan menyajikan data percobaan azaz Black
4.5.12 Menyajikan hasil percobaan azaz Black
4.5.13 Melakukan percobaan perpindahan kalor
4.5.14 Mengolah dan menyajikan data percobaan perpindahan kalor
4.5.15 Menyajikan hasil percobaan perpindahan kalor
B. Karakter yang Dikembangkan
 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian
dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
Konsep-konsep Essensial Materi Ajar

A. Konsep
 Suhu merupakan derajat panas atau dinginnya suatu benda.

 Kalor adalah energi yang berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang
suhunya lebih rendah ketika kedua benda bersentuhan.

 Perpindahan kalor adalah berpindahnya kalor dari benda yang suhunya tinggi ke benda
yang suhunya rendah.

 Energi dalam adalah ukuran energi seluruh molekul dalam zat.

 Emisivitas adalah suatu ukuran seberapa besar pemancaran radiasi kalor suatu benda
dibandingkan benda hitam sempurna.
B. Prinsip
 Koefisien muai panjang (𝛼) suatu bahan adalah perbandingan antara pertambahan
panjang (∆𝐿) terhadap panjang awal benda (𝐿0 ) per satuan waktu (∆𝑇).

 Kalor jenis zat dapat didefinisikan sebagai kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu
1 kg suatu zat sebesar 1 K atau 1 °𝐶.

 Kapasitas kalor adalah banyak kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu suatu benda
sebesar 1 °𝐶.

 Kalor yang dilepaskan oleh air panas sama dengan kalor yang diterima air dingin
(𝑄𝑙𝑒𝑝𝑎𝑠 = 𝑄𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎 ).

C. Hukum
 Hukum Stefan-Boltzman, yang berbunyi: energi yang dipancarkan oleh suatu permukaan
𝑄
hitam dalam bentuk radiasi kalor tiap satuan waktu ( 𝑡 ) sebanding dengan luas

permukaan (A) dan sebanding dengan pangkat empat suhu mutlak permukaan itu (𝑇 4 ).
D. Teori
 Teori kalorik menyatakan bahwa benda yang suhunya tinggi mengandung lebih banyak
kalorik daripada benda yang suhunya rendah. Ketika kedua benda disentuhkan, benda
kaya kalorik kehilangan sebagian kaloriknya yang diberikan kepada benda miskin kalorik
sampai kedua benda mencapai suhu yang sama (tercapai keseimbangan termal).
 Teori kinetik berdasarkan pada anggapan bahwa zat disusun oleh partikel-partikel sangat
kecil yang selalu bergerak. Dalam benda yang panas, partikel-partikel bergerak lebih
cepat, dan karena itu memiliki energi yang lebih besar daripada partikel-partikel dalam
benda yang lebih dingin.
Kompetensi Dasar dan Indikator :

1.1. Menyadari kebesaran Tuhan yang mengatur karakteristik kalor atau panas dan
perpindahannya
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu : objektif, jujur, teliti, cermat,
tekun, skeptis, bertanggung jawab, terbuka, kritis, inovatif, kreatif, dan peduli lingkungan)
dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan
dan diskusi.
3.5 Menganalisis pengaruh kalor dan perpindahan kalor yang meliputi karakteristik termal
suatu bahan, kapasitas, dan konduktivitas kalor pada kehidupan sehari-hari.
3.5.1 Mendeskripsikan pengertian suhu
3.5.2 Menjelaskan alasan mengapa indera peraba tidak dapat digunakan sebagai alat
pengukur derajat perubahan suhu zat
3.5.3 Membandingkan skala pengukuran temometer celcius dengan skala pengukuran
termometer yang lain
3.5.4 Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan suhu benda
3.5.5 Menganalisis pengaruh perubahan suhu benda terhadap ukuran benda (pemuaian)
3.5.6 Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda
3.5.7 Menentukan besaran-besaran yang mempengaruhi suhu akhir campuran dua
benda
3.5.8 Membandingkan massa masing-masing benda yang dicampur
3.5.9 Menerapkan azas Black untuk menentukan kalor jenis bahan
3.5.10 Menganalisis perpindahan kalor dengan cara konduksi, konveksi dan radiasi
3.5.11 Mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perpindahan kalor
secara konduksi, konveksi dan radiasi
3.5.12 Menerapkan aplikasi perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari

4.5 Merancang dan melakukan percobaan tentang karakteristik termal suatu bahan, terutama
terkait dengan kapasitas dan konduktivitas kalor, beserta presentasi hasil percobaan dan
pemanfaatannya.
4.5.1 Melakukan percobaan prinsip kerja termometer
4.5.2 Mengolah dan menyajikan data percobaan prinsip kerja termometer
4.5.3 Menyajikan hasil percobaan prinsip kerja termometer
4.5.4 Melakukan percobaan pemuaian gas
4.5.5 Mengolah dan menyajikan data percobaan pemuaian gas
4.5.6 Menyajikan hasil percobaan pemuaian gas
4.5.7 Melakukan percobaan besaran-besaran kalor
4.5.8 Mengolah dan menyajikan data percobaan besaran-besaran kalor
4.5.9 Menyajikan hasil percobaan besaran-besaran kalor
4.5.10 Melakukan percobaan azaz Black
4.5.11 Mengolah dan menyajikan data percobaan azaz Black
4.5.12 Menyajikan hasil percobaan azaz Black
4.5.13 Melakukan percobaan perpindahan kalor
4.5.14 Mengolah dan menyajikan data percobaan perpindahan kalor
4.5.15 Menyajikan hasil percobaan perpindahan kalor
PETA KONSEP

KALOR DAN PERPINDAHAN


KALOR

terbagi atas:

SUHU KALOR PEMUAIAN Perpindahan


Kalor
meliputi meliputi meliputi
meliputi

suhu & Pengertian Kalor Pemuaian Pada


Konduksi
termometer Zat Padat

skala Kalor Jenis dan Pemuaian Pada Konveksi


termometer Kapasitas Kalor Zat Cair

Zat pengisi Asas Black Radiasi


Pemuaian Pada
Termometer Zat Gas
Perubahan Wujud
Zat
A. Suhu dan Pemuaian
1. Termometer
Alat untuk mengukur suhu adalah Termometer. Di SMP sudah diketahui bahwa
termometer memanfaatkan sifat termometrik zat untuk mengukur suhu. Sifat termometrik
zat adalah sifat fisis zat yang berubah jika dipanaskan, misalnya volume zat cair, panjang
logam, hambatan listrik seutas kawat platina, tekanan gas pada volume tetap, dan warna
pijar kawat (filamen) lampu.
a. Ada Berapa Jenis Termometer?
Termometer yang paling umum digunakan untuk mengukur suhu dalam keseharian
adalah termometer yang terbuat dari kaca dan diisi dengan zat cair.Selain termometer zat
cair, jenis-jenis termometer lainnya adalah termometer bimetal, termometer hambatan,
termokopel, termometer gas, dan pirometer.
b. Kalibrasi Termometer
Kalibrasi termometer adalah kegiatan menetapkan skala sebuah termometer yang
belum memiliki skala.Suhu termasuk besaran pokok dalam fisika. Oleh karena itu, seperti
besaran-besaran pokok yang lain, suhu mempunyai standar. Standar untuk suhu disebut
titik tetap. Ada dua titik tetap, yaitu titik tetap bawah dan titik tetap atas.
Pada kenyataannya, suhu yang diketahui tetap adalah suhu pada waktu benda
mengalami perubahan wujud. Menurut termometer yang banyak digunakan saat ini , titik
tetap bawah adalah titik lebur es murni dan ditandai dengan angka 0. Alasan menyebut es
murni adalah karena ketidakmurnian es (misalnya, bercampur dengan garam) akan
menyebabkan titik lebur es lebih rendah (dibawah nol). Titik tetap atas adalah suhu uap
diatas air yang sedang mendidih pada tekanan 1 atm dan ditandai dengan angka 100.
Alasan menyebut tekanan 1 atm adalah karena titik didih sangat dipengaruhi oleh tekanan
udara diatas permukaan air. Mengapa suhu air mendidih tidak digunakan sebagai titik
tetap atas? Hal ini karena ketidakmurnian akan menyebabkan titik didih air lebih tinggi
(diatas 100), sedangkan suhu uap tidak terpengaruh.
Skala suhu yang ditetapkan berdasarkan titik lebur es dan titik didih air disebut skala
Celcius, sesuai dengan nama orang yang pertama kali menganjurkan cara ini, yaitu
seorang astronom Swedia bernama Anders Celcius ( 1701-1744).
c. Hubungan Panjang Kolom Raksa dan Bacaan Suhu
Panjang kolom raksa dalam pipa kaca menentukan bacaan suhu yang ditunjukkan
oleh termometer. Grafik pada gambar 5.1 menunjukkan bagaimana panjang kolom raksa
X berubah terhadap bacaan suhu dalam skala Celcius. Perhatikan, hubungan antara X dan
suhu 𝜃 adalah linier.

Jika 𝑋𝜃 menyatakan panjang kolom raksa pada suhu sembarang 𝜃 yang tidak
diketahui, 𝑋0 dan 𝑋100 masing- masing menyatakan panjang kolom raksa pada titik lebur
es (0º C ) dan titik didih air (100ºC), suhu sembarang 𝜃 dapat dirumuskan
Hubungan suhu dan panjang kolom raksa
𝜃 𝑥𝜃 − 𝑥0
=
100 𝑥100 − 𝑥0
CONTOH 5.1 KAITAN SUHU DAN PANJANG KOLOM RAKSA
Suatu termometer raksa yang belum dikalibrasi dicelupkan dalam es yang sedang melebur, air mendidih,
dan suatu cairan yang suhunya 𝜃 (tidak diketahui). Panjang kolom raksa pada tiap suhu tersebut
ditunjukkan pada gambar 5.2. Berapakah suhu 𝜃?

Jawab:
Metode 1 (Menggunakan rumus Persamaan (5-1))
Diberikan 𝑋0 = 5 cm; 𝑥100 = 25 cm, dan 𝑥𝜃 = 7,8 cm.
Dengan demikian, suhu 𝜃 dapat dihitung dengan persamaan (5-1).
𝜃 𝑥𝜃 − 𝑥0
=
100 𝑥100 − 𝑥0
𝜃 7,8 − 5
=
100 100 − 5
𝜃 2,8
=
100 20
(2,8)(100)
𝜃= = 14°𝐶
20
Metode 2 (tanpa rumus)
Suhu 0°C ekuivalen dengan panjang raksa 5 cm.
Suhu 100°C ekuivalen dengan panjang raqksa 25 cm.
Perubahan dalam °C untuk perubahan panjang 1 cm raksa adalah
(100 − 0)°𝐶 100
= = 5°𝐶/𝑐𝑚
(25,0 − 5,0) 𝑐𝑚 20
Panjang kolom raksa dari 0°C ke 𝜃°C = 7,8 – 5,0 = 2,8 cm
Suhu cairan 𝜃 = 2,8 cm X 5°C/cm = 14°C

Kerjakan Uji Kompetensi Pilihan Ganda Nomor 2

Contoh 5.2 Kaitan Suhu dengan Sifat Termometrik Zat


Pembacaan termometer hambatan adalah 20 Ω pada titik lebur es, 28,4 Ω pada titik uap, dan 23,3 Ω pada
suhu yang tidak diketahui. Tentukan suhu yang tidak diketahui tersebut jika diukur dengan termometer
skala Celcius.

Jawab:
Di sini termometer memanfaatkan hambatan listrik kawat logam (biasanya platina) yang juga berubah
secara linier seperti halnya raksa dalam tabung kaca. Dengan demikian, dalam skala Celcius Anda bisa
menggunakan Persamaan (5-1). Di sini kita akan menggunakan metode 2 (tanpa rumus) seperti pada
pembahasan contoh 5.1.
Suhu 0°C (titik lebur es) ekuivalen dengan hambatan 20 Ω.
Suhu 100°C (titik uap) ekuivalen dengan hambatan 28,4 Ω.
Perubahan dalam °𝐶 Untuk perubahan hambatan 1,0 Ω adalah sebagai berikut.
(100 − 0)°𝐶 100 25
= = °𝐶/Ω
(28,4 − 20,0)Ω 8,4 2,1
Misalkan, suhu yang tidak diketahui adalah 𝜃°𝐶
Perubahan hambatan dari 0°𝐶 ke 𝜃°𝐶 = 23,3 – 20,0 = 3,3Ω
25
Suhu yang diukur = 3,3 Ω X 2,1 °𝐶/Ω = 39°𝑪
d. Skala Kelvin
uang logam yang kita pukul dengan palu kemudian kita sentuh akan terasa hangat. Ini karena
pukulan palu menyebabkan partikel-partikel bergerak lebih cepat, yang berarti energi kinetik rata-rata
partikel juga meningkat. Tampak bahwa suhu adalah ukuran energi kinetik rata-rata partikel dalam
suatu benda.
Kelajuan gerak partikel secara bertahap berkurang dengan turunnya suhu. Saat suhu mencapai
kira-kira −273,16°𝐶, gerak partikel berhenti sehingga tidak ada lagi panas yang dapat diukur. Jadi, pada
suhu ini energi kinetik partikel sama dengan nol. Suhu inilah yang merupakan suhu paling rendah yang
mungkin dapat dimiliki oleh suatu benda. Suhu ini disebut nol mutlak.
Ilmuwan pertawa yang mengusulkan pengukuran suhu berdasarkan suhu nol mutlak adalah
seorang ahli fisika Inggris, Lord Kelvin (1824-1907). Skala suhu yang ditetapkannya disebut skala
kelvin. Suhu-suhu pada skala kelvin diukur dalam derajat yang disebut dengan kelvin, dari lambang K
(bukan °𝐾). Suhu terendah pada skala ini diberi tanda 0 K yang sama dengan −273,16°𝐶. Satu kelvin (1
K) pada skala kelvin sama dengan 1°𝐶 pada skala Celcius. Pada skala kelvin tidak dikenal angka-angka
negatif. Kesetaraan antara angka-angka yang ditunjukkan oleh skala Celcius dan skala Kelvin ditunjukkan
pada gambar 5.3.
Hubungan antara skala Celcius dan skala Kelvin dapat dinyatakan dengan persamaan berikut.
𝑇 = 𝑡 + 273
Dengan T adalah angka pada skala Kelvin dan t adalah angka pada skala Celcius.
Misalnya, t = 27°𝐶, maka 𝑇 = 27 + 273 = 300𝐾
Kalangan ilmuwan lebih menyukai skala Kelvin karena skala ini tidak dikalibrasi berdasarkan
titik lebur dan titik didih air, tetapi dikalibrasikan berdasarkan batasan energi yang dimiliki oleh benda itu
sendiri. Suhu nol mutlak berarti partikel di dalam benda sama sekali tidak memiliki energi kinetik. Jika
benda A memiliki energi kinetik tiap partikel sebesar 2x energi kinetik tiap partikel benda B, berarti suhu
mutlak benda A adalah 2x benda B. Oleh karena itu, ilmuwan menetapkan satuan SI untuk suhu adalah
kelvin. Skala Kelvin disebut juga skala termodinamik atau skala mutlak.

e. Skala Fahrenheit
Dalam penggunaaan sehari-hari, di Amerika Serikat masih digunakan termometer dengan skala
Fahrenheit. Pada skala Fahrenheit, titik lebur es diberi angka 32 dan titik didih diberi angka 212. Skala
ini diberi nama skala Fahrenheit sesuai dengan nama ilmuwan yang membuatnya pertama kali, yaitu ahli
fisika berkebangsaan Jerman, Gabriel Fahrenheit (1686-1736).
Hubungan antara skala Fahrenheit dan skala Celcius ditunjukkan pada Gambar 5.4. hubungan ini
dapat kita nyatakan dengan persamaan berikut.
∆𝐹 ∶ ∆𝐶 = 180 ∶ 100 = 9 ∶ 5
(𝑡𝐹 − 32) ∶ 𝑡𝑐 = 9 ∶ 5

Contoh 5.3 Kalibrasi Termometer


1. Suatu termometer menunjukkan angka −20°𝐶 ketika es mencair dan menunjukkan angka 140°𝐶,
ketika air mendidih. Kenaikan suhu termometer ini bersifat linier terhadap kenaikan suhu. Angka
yang ditunjukkan termometer tersebut ketika termometer Fahrenheit menunjukkan angka 0°𝐹
adalah . . . . .

Jawab
Perbandingan skala∆𝑥 ∶ ∆𝐹 = 160 ∶ 180 = 8 ∶ 9
∆𝑥 = −20 − 𝑥 𝑑𝑎𝑛 ∆𝐹 = 32 − 0 = 32
∆𝑥 ∶ ∆𝐹 = 8 ∶ 9
(−20 − 𝑥): 32 = 8 ∶ 9
32 𝑋 8
(−20 − 𝑥) =
9
−20 − 𝑥 = 28,5
𝑥 = −20 − 28,5 = −𝟒𝟖, 𝟓
Jadi, angka yang ditunjukkan termometer tersebut adalah −𝟒𝟖, 𝟓
2. Sebuah Termometer dengan skala bebas °𝑋 memiliki titik beku air pada −40°𝑋 dan titik didih air
160°𝑋. Pada saat termometer tersebut terbaca 15°𝑋, pada termometer skala Celcius terbaca . . . . .
Jawab:
∆𝑥 ∶ ∆𝐶 = 200 ∶ 100 = 2 ∶ 1
∆𝑥 = 15 − (−40) = 55 𝑑𝑎𝑛
∆𝐶 = 𝐶 − 0 = 𝐶
∆𝑥 ∶ ∆𝐶 = 55 ∶ 𝐶
55 ∶ 𝐶 = 2 ∶ 1
2𝐶 = 55
𝐶 = 𝟐𝟕, 𝟓
Jadi, pada termometer Celcius terbaca 27,5

2. Pemuaian
Jika sebuah benda dipanaskan, partikel-partikel di dalamnya bergetar lebih kuat hingga saling
menjauh. Kita katakan bahwa benda memuai. Jika benda didinginkan, getaran-getaran partike lebih
lemah, dan partikel-partikel saling mendekat. Akibatnya, benda menyusut.
Pemuaian terjadi baik pada zat padat, cair ataupun gas. Pada subbab ini kita akan mempelajari
pemuaian zat padat dan cair secara kuantitatif. Adapun pemuaian gas secara kuantitatif kita batasi
pada pemuaian volume atau tekanan.
a. Pemuaian Zat Padat
Kaca jendela yang terus-menerus terkena panas dapat pecah karena memuai. Oleh karena itu,
ukuran bingkai kaca selalu didesain sedikit lebih besar daripada ukuran kacanya. Pemanasan rel
kereta terus-menerus dapat menyebabkan rel melengkung. Oleh karena itu, desain awal sambungan
kereta menyediakan celah di antara sambungan dua batang relnya.
Perbedaan pemuaian antara dua keping logam yang berbeda koefisien muainya pada keping
bimetal dimanfaatkan pada sakelar termal, termostat bimetal, termometer bimetal, dan lampu sein
mobil. Keping bimetal sangat peka terhadap perubahan suhu. Ketika dipanaskan, keping melengkung
ke arah logam yang koefisien muainya lebih kecil (invar). Sebaliknya ketika didinginkan, keping
melengkung ke arah logam yang koefisien muainya lebih besar (perunggu), lihat gambar 5.7.

1) Pemuaian panjang
Jika suatu benda padat dipanaskan, benda tersebut akan memuai ke segala arah. Dengan kata lain,
ukuran panjang, luas, dan volume benda bertambah. Untuk benda padat yang panjang tetapi luas
penampangnya kecil, misalnya jarum rajut, kita perhatikan pemuaian zat padat ke arah
memanjangnya saja.
Bagaimana dengan rumus kuantitatif untuk pertambahan panjang?
Ketika tiga batang logam yang berbeda jenis (aluminium, tembaga dan besi) dan sama panjang
dipanaskan, Anda dapatkan bahwa walaupun ketiga batang yang panjang awalnya sama ini
mengalami kenaikan suhu yang sama, pertambahan panjang ketiganya berbeda. Perbedaan
pertambahan panjang ini disebabkan oleh perbedaan koefisien muai panjang yang didefinisikan
sebagai berikut.
Koefisien muai panjang (𝛼) suatu bahan adalah perbandingan antara pertambahan panjang (∆𝐿)
terhadap panjang awal benda (𝐿0 ) per satuan kenaikan suhu (∆𝑇).

Pemuaian panjang
∆𝐿 = 𝛼𝐿0 ∆𝑇
∆𝐿 = 𝐿𝑡 − 𝐿𝑜
∆𝑇 = 𝑇 − 𝑇𝑜
Dengan
𝐿𝑡 = panjang akhir benda (m),
𝑇 = suhu akhir benda (°𝐶 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝐾),
𝑇𝑜 = suhu awal benda (°𝐶 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝐾) dan
Pada Tabel 5.2 ditunjukkan koefisien muai berbagai zat pada suhu kamar. Koefisien muai
panjang sering juga disebut koefisien muai linear.

Tabel 5.2 koefisien muai berbagai zat pada suhu kamar.


Zat Koefisien muai Zat Koefisien muai
Panjang (°𝐶)−1 volume (°𝐶)−1
Aluminium 24 𝑋 10−6 Air 2,1 𝑋 10−4
Kuningan dan perunggu 19 𝑋 10−6 Alkohol 1,12 𝑋 10−3
Tembaga 17 𝑋 10−6 Benzena 1,24 𝑋 10−3
Kaca (biasa) 9 𝑋 10−6 Aseton 1,5 𝑋 10−3
Kaca (pyrex) 3,2 𝑋 10−6 Gliserin 4,85 𝑋 10−3
Timah hitam 29 𝑋 10−6 Raksa 1,82 𝑋 10−3
Baja 11 𝑋 10−6 Terpentin 9,0 𝑋 10−3
Invar 0,9 𝑋 10−6 Bensin 9,6 𝑋 10−3
besi 12 𝑋 10−6 Udara 3,67 𝑋 10−3
Helium 3,665 𝑋 10−3
Contoh 5.4 Penambahan Panjang Barang Baja
Sebatang baja yang memiliki panjang 1 m bertambah panjang 1 mm karena suhunya ditingkatkan dari
0°𝐶 menjadi 100°𝐶. Berapakah pertambahan panjang sebatang baja yang panjangnya 60 cm jika
dipanaskan dari 10°𝐶 sampai 130°𝐶?
Jawab:
Gunakan persamaan (5-4) untuk menghitung 𝛼
∆𝐿1 = 𝛼𝐿01 ∆𝑇1
Dengan ∆𝑇1 = 100°𝐶 − 0°𝐶 = 100°𝐶
∆𝐿1 (1 𝑚𝑚)
𝛼 = =
𝐿01 ∆𝑇1 (1 𝑚)(100°𝐶)
Gunakan persamaan (5-4) untuk menghitung ∆𝐿2
∆𝐿2 = 𝛼𝐿02 ∆𝑇2 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 ∆𝑇2 = 130°𝐶 − 10°𝐶 = 120°𝐶
(1 𝑚𝑚)
= 𝑋 (0,6 𝑚)(120°𝐶) = 𝟎. 𝟕𝟐 𝒎𝒎
(1 𝑚)(100°𝐶)
Jadi, pertambahan panjang baja jika dipanaskan dari 10°𝐶 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑎𝑖 130°𝐶 adalah 0,72 mm.

2) Pemuaian Luas
Jika benda padat berbentuk persegi panjang dipanaskan, terjadi pemuaian dalam arah memanjang dan
arah melebar. Dengan kata lain, benda padat mengalami pemuaian luas. Pemuaian luas berbagai zat
bergantung pada koefisien muai luas.
Koefisien muai luas (𝜷) suatu bahan adalah perbandingan antara pertambahan luas benda (∆𝐴)
terhadap luas awal benda (𝐴0 ) per satuan kenaikan suhu (∆𝑇).

Pemuaian luas
∆𝐴 = 𝛽𝐴0 ∆𝑇
Dengan
∆𝐴 = 𝐴 − 𝐴0 = pertambahan luas (m2), dan
𝐴 = luas akhir benda (m2).

Hubungan koefisien muai luas dengan koefisien muai panjang


Suatu persegi dengan sisi 1 m dipanaskan sampai suhunya naik 1 K. Akibat pemanasan ini, sisi persegi
bertambah panjang menjadi (1 + 𝛼)m dengan 𝛼 adalah koefisien muai panjang (Gambar 5.10).
Luas awal persegi 𝐴0 = 1 m2
Luas akhir 𝐴 = (1 + 𝛼)2 = 1 + 2𝛼 + 𝛼 2
Pertambahan luas
∆𝐴 = 𝐴 − 𝐴0
= (1 + 2𝛼 + 𝛼2) – 1
= 2𝛼 + 𝛼 2
Koefisien muai luas
∆𝐴
𝐴
𝛽= 0
∆𝑇

2𝛼 + 𝛼
= 1
1
= 2𝛼 + 𝛼 2
Oleh karena koefisien muai panjang (𝛼) sangat kecil, ordenya 10−6, maka 𝛼 2 dapat diabaikan terhadap
2𝛼 sehingga kita peroleh hubungan antara koefisien muai luas (𝛽) dan koefisien muai panjang (𝛼)
sebagai berikut.
𝛽 = 2𝛼

Contoh 5.5 Pertambahan Luas Permukaan Bola Ketika Dipanaskan


Sebuah bola berongga terbuat dari perunggu (koefisien muai linier 𝛼 = 18 × 18−6 (°𝐶)−1 pada suhu
0°𝐶, jari-jarinya 1 m. Jika bola tersebut dipanaskan sampai 50°𝐶, berapa pertambahan luas permukaan
bola tersebut?

Jawab:
Koefisien muai luas 𝛽 = 2𝛼 = 2(18 × 10−6 ) = 36 × 10−6 (°𝐶)−1
Pada 𝑇0 = 0°𝐶, jari-jari 𝑟0 = 1 𝑚 sehingga luas bola pada 𝑇0 = 0°𝐶 adalah
𝐴0 = 4𝜋𝑟02 = 4𝜋(1 𝑚)2 = 4𝜋 𝑚2
Bola dipanaskan sampai 𝑇 = 50°𝐶, berarti ∆𝑇 = (50 − 0)°𝐶 = 50°𝐶
Pertambahan luas permukaan bola adalah sebagai berikut.
∆𝑇 = 𝛽𝐴0 ∆𝑇
= 36 × 10−6 (4𝜋)(50)𝑚2
= 𝟕, 𝟐𝝅 × 𝟏𝟎−𝟑 𝒎2
3) Pemuaian volume
Jika benda padat berbentuk balok dipanaskan, maka akan terjadi pemuaian dalam arah memanjang,
melebar, dan meninggi. Dengan kata lain, benda padat mengalami pemuaian volume. Pemuaian volume
berbagai zat bergantung pada koefisien muai volume.
Koefisien muai volume (𝛾) suatu bahan adalah perbandingan antara pertambahan volume (∆𝑉)
terhadap volume awal benda (𝑉0 ) per satuan kenaikan suhu (∆𝑇).

Pemuaian volume
∆𝑉 = 𝛾𝑉0 ∆𝑇
Dengan
∆𝑉 = 𝑉 − 𝑉0 dan
𝑉 = volume akhir benda
Persamaan Kuantitatif
Persamaan untuik menghitung pemuaian volume zat cair persis sama dengan persamaan untuk
menghitung pemuaian volume zat padat. Tetapi pemuaian volume zat cair lebih besar dari pada
pemuaian volume zat padat untuk kenaikan suhu yang sama. Oleh karena itu apabila suatu
wadah berisi zat cair hamper prnuh dipanaskan pada suhu tertentu zat cair dalam wadah akan
tumpah.

Contoh 5.6 volume cairan yang tumpah dari bejana yang di panaskan

Sebuah bejana baja 4 L, 95% volumenya diisi bejana, jika suhu awal bejana 0⁰C dan bejana ini
dipanaskan samoai 70⁰C berpakah volume alcohol yang tumpah , jika koefisien muai panjang
baja adalah 0,000011/⁰C.

Jawab:
Zat padat bejana baja

Vo,baja = 4 L = 4000 cm3

𝛼baja = 0,00001/℃

Suhu awal T0 = 0℃

Suhu akhir T = 70℃

Zat cair alcohol

Vo,alk = 95% × 4000 cm3

𝛾alk = 0,001/℃

Suhu awal T0 = 0℃

Suhu akhir T = 70℃


Volume alkohol yang tumpah (Valk − Vbaja)

Kenaikan suhu ∆T = 𝑇 − T0 = 70 – 0 = 70

Kenaikkan volume bejana (Vbaja) dan volume alcohol (Valk) untuk ∆T = 70℃dapat dihitung dengan
persamaan (5−9)

∆Vbaja = 𝛾baja Vo,baja ∆T

= 3 𝛼baja Vo,baja ∆T

= 3(0,00001)( 4000 cm3 )(70)

= 9,24 cm

∆𝑉alk = 𝛾alk Valk ∆T

= 0,001 (3.800 cm3)(70)

= 266 cm3

Volume baja dan alcohol pada suhu T = 70 ℃ adalah sebagai berikut

Vbaja = Vo,baja + ∆Vbaja

` = 4000 + 9,4 = 4009,24 cm3

Valk = Vo, alk + ∆Valk

= 3800 + 266 = 4066 cm3

Jadi volume alcohol yang tumpah sebagai berikut

∆𝑉 = Valk − Vbaja

= 4066 −40092,4

= 56,76 cm3

Contoh 5.7 Pemuaian masa jenis

Muai olume benzene dengan kayu berturut-turut adalah 1,2 × 10-3 /℃ dan 1,5 × 10-4 /℃ dan
massa jenis keduanya pada suhu 0℃ masing-masing adalah 8,7 × 10-2 Kg/m3 dan 8,5 × 10-2
Kg/m3 pada suhu berapakah kayu akan tenggelam daam benzene ?

∆V = 𝛾 V0 ∆T
V0 − 𝑉 = 𝛾 V0 ∆T

V = ( 𝛾 + ∆T )V0

V = ( 𝛾 + ∆T )V0 5-11

Massa jenis adalah massa persatuan volume, ketika zat cair dipanaskan olumenya akan memuai
tetapi massanya akan tetap
𝑚 𝑚
= (1+ 𝛾 ∆𝑇)𝑉0
𝑉

𝑚 𝑚
adalah 𝜌, sebagai adalah 𝜌0. Dengan demikian rumu masa jenis karena perubahan suhu
𝑉 𝑉
adalah sebagai berikut
1
𝜌 =1+𝛾 ∆𝑇 𝜌0 atau 𝜌0 = (1 + 𝛾 ∆𝑇) 𝜌 5-12

Misalnyansuhu yang diperlukan agar kayu tetap akan tenggelam dalam benzena adalah T ℃.
Artinya massa jenis keduanya akan sama pada T ℃, jika massa jenis yang ama tersebut adalah 𝜌,
maka dari 𝜌0 = (1 + 𝛾 ∆𝑇) 𝜌 dengan ∆𝑇 = 𝑇 − 0 = 𝑇, diperoleh hasi; berikut

Benxena → 8,7 × 10-2 = (1+ 1,2 × 10-3T) 𝜌

Kayu → 8,5 × 10-2 = (1 + 1,5 × 10-4 T ) 𝜌

Bagi (*) dengan (**) sehingga diperoleh hasil berikut:

8,7 × 10−2 (1+ 1,2 × 10−3 𝑇)𝜌


=
8,5 × 10−2 (1+ 1,2 × 10−3 𝑇)𝜌

8,7 (1 + 1,5 × 10-4 T ) 𝜌 = 8,5 (1+ 1,2 × 10-3T) 𝜌

8,7 + 13,05 ×10-4 T = 8,5 + 10,2 × 10-3T

8,7 − 8,5 = 102 ×10-4 T − 13,05 ×10-4 T

0,2 = (102 − 13,05) ×10-4 T


2 × 101 2.000
T = 89× 101 = = 22,5℃
89

Jadi, kayu tepat akan tenggelam dalam benzene pada suhu 22,5℃

Anomaly Air

Beberapa zat tidak selalu memuia ketika dipanaskan. Diantara suhu-suhu tertentu, zat terebut
dapat menyusut. Di atas 4⁰C air akan memuai juka dipanaskan. Dan pada suhu diantara 0⁰C - 4⁰C
air akan menyusut dan diatas suhu 4⁰C air akan memuai. Sifat pemuaian air yang tidak teratur ini
diebut dengan anomaly air (anomaly berarti ketidakteraturan ). Zat lain yang memiliki sifat
anomaly seperti air adalah paraffin dan bimuth.

Pemuaian gas

Pemuaian gas terjadi pada semua jeni gas. Pemuaian gas terjadi karena adanya pertambahan suhu
atau ketika gas dipanaskan sebagai contoh pemuaian gas adalah ketika ban mobil meletus. Ban
mobil meletus dikarenakan adanya pemuaian gas yang ada di dalam ban mobil. Pemuaian
tersebut terjadi karena adanya keniakan suhu udara di ban mobil yang disebabkan oleh gesekan
antara ban mobil dengan aspal.

tekanan konstan (isobarik)


𝑉1 𝑉
= 𝑇2 5-13
𝑇1 2

Volume konstan atau (isokhorik)


𝑝1 𝑝
= 𝑇2 5-14
𝑇1 2

Persamaan keadaan gas


𝑃𝑉1 𝑃𝑉2
= 5-15
𝑇1 𝑇2

Contoh 5.8 pemuaian gas pada tekanan tetap

Sebanyak 14 L udara pada suhu 7℃ dipanaskan dengan tekanan tetap sampai suhu 27℃.
Berpakah volume saat suhunya 27℃?

Jawab:

Keadaan awal T1 = 7 + 273 = 280 K, volume V1 = 14 L

Keadan sekarang T2 = 27 + 273 = 300 K, volume V2 = …?

Proses tekanan tetap


𝑇1 𝑇
= 𝑉2
𝑉1 2

𝑇
V2 = 𝑉2 × V1
1

300
= 280 × 14 𝐿

= 15 L
Jadi, volume udara pada suhu 27℃ adalah 15 L

Contoh 5.9 persamaan keadaan gas

Suatu contoh gas oksigen memiliki volume 4,00 L pada 0℃ dan tekanan 200 kPa. Gas oksigen
tersebut dimampatkan hingga tekana mencapai 1600 kPa pada suhu 273℃. Berapa volume gas
sekarang?
Jawab:

Keadaan awal V1 = 4,00 L, T1 = 0 + 273 = 273 K, P1 = 200 kPa

Keadaan sekarang P2 = 1600 kPa, T2 = 273 + 273 = 2 × 273 K

Berlaku persamaan keadaan gas


𝑃1 𝑉1 𝑃2 𝑉2
=
𝑇1 𝑇2

𝑃1 𝑉1 𝑇2 (200 kPa)( 4,00 L)(2 ×273 𝐾)


𝑉2 = = =1L
𝑇1 𝑃2 (273 K)(1600 kPa)

Jadi volume gas sekarang 1 L

B. Kalor Dan Perpindahan Wujud

1. Pengertian Kalor
Kalor dapat didefinisikan sebagai energy yang berpindah dari daerah yang bersuhu tinggi
menujudaerah yang bersuhu lebih rendah ketika benda bersentuhan.
a. Perbedaan Antara Suhu, Kalor dan Energy Dalam
Joseph Black pada tahu 1760 merup;akan orang pertama yang menyatakan perbedaan
suhu dan kalor. Suhu adalah derajat panas atau dinginnya uatu benda yang diukur
menggunakan thermometer. Kalor adalah sesuatu yantg mengalir dari benda panas
menuju benda lebih dingin untuk menyamakan suhunya. Suhu sesungguhnya adalah
ukuran energy kinetic rata-rata partikel (berkaitan dengan gerak partikel-partikel)
dalam suatu benda. Sedangkan dalam fisika istilah “Kalor” selalu mengacu pada
energy yang berpindah dari benda satu ke benda lainnyya karena perbrdaan suhu.
Dan energy dalam adalah ukuran energy keeluruhan molekul dalam zat.
b. Teori kalorik dan teori kinetic
Teori kalorik menyatakan bahwa benda yang suhunya tinggi mengandung lebih
banyak kalorik daripada benda yang suhunya rendah. Ketika dua benda disentuhkan,
benda yang kalorik kehilangan sebagian kalorikny yang diberikan pada benda miskin
kalorik sampai kedua benda mencapai suhu yang sama (tercapai keseimbangan
normal)
Teori kalorik dapat menjelaskan pemuaian benda ketika dipanaskan dan proses
hantaran kalor dalam sebuah calorimeter (akan dibahas kemudian) dengan
memuskan.
Teori ini berdasarkan pada anggapan bahwa zat disusun oleh partikel-partikel sangat
kecil yang selalu bergerak. Dalam benda yang panas, partikel-partikel bergerak lebih
cepat, dank arena itu memiliki energy yang lebih besar daripada partikel-partikel
dalam benda lebih dingin. Teori ini disebut teori kinetic.
Persamaan kalor

Kalor karena perubahan suhu

Q = m c ∆T 5-16

Jika diambil m = 1 kg dan ∆T = 1 K, persamaan (5-16) memberikan

Q = (1 kg) (c) (1 K) = c Kg K

Kapasitas kalor

Kapasitas kalor dalam fisika tidak memiliki arti. Sebenarnya diartikan oleh kata tersebut adalah
banyak energy yang harus diberikan dalam bentuk kalor untuk menaikkan suhu susatu benda
sebesar satu derajat.

mc dapat ditulis dalam bentuk


𝑄
mc = ∆T

jika kapsitas kalor diberika lambing C (huruf besar) persamaan menjadi seperti berikut
𝑄
C = ∆T atau Q = C ∆T 5-17

Dengan

C=mc 5-18

Kapasitas kalor disefinisikan dari persamaan (5-18) ebagai berikut. Kapasitas kalor adalah
banyak kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu suatu benda sebesar 1⁰C.

Jika pertukaran kalor hanya terjadi antara air panas dan air dingin (tidak ada kehoilangan kalor
ke udara sekitar dan ke cangkir), seuai prinsip kekekalan energy, yaitu kalor yang dilepaskan
air panas (Qlepas) sama dengan kalor yang diterima air dingin (Qterima).

Asas Black
5-19
Qlepas = Qterima
Kalorimeter

Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kalor. Calorimeter umumnya
digunakan untuk menentukan kalor jeni suatu zat. Calorimeter menggunakan tekhink
pencampuran dua zat di dalam suatu wadah. Jika kalor jenis suatu zat diketahui, kalor jenis zat
lain yang dicampur dengan zat terebut dapat dihitung. Ada berbagai jenis calorimeter, tetapi kita
hanya membahas kalori meter aluminium.

5. Perubahan Wujud Zat


Jika es dipanasi (diberi kalor), beberapa waktu kemudian es berubah wujud menjadi air, dan
selanjutnya air berubah wujud menjadi uap. Demikian pula jika uap air didinginkan. Beberapa
waktu kemudian uap air berubah wujud menjadi air dan selanjutnya air akan berubah wujud
menjadi es.

Gambar 5.22 Diagram Perubahan Wujud Zat


Pada gambar 5.22 ditunjukkan diagram perubahan wujud zat. Melebur adalah perubahan
wujud dari padat menjadi cair ; Membeku adalah perubahan wujud dari cair menjadi padat ;
Menguap adalah perubahan wujud dari cair menjadi gas; Mengembun adalah perubahan wujud
dari gas menjadi air ; Menyublim adalah perubahan wujud dari padat langsung menjadi gas
(tanpa melalui wujud cair) ; Deposisi adalah kebalikan dari menyublim, yaitu perubahan
langsung dari wujud gas ke wujud padat. Perhatikan panah keatas menyatakan diperlukan
kalordan panah ke bawah menyatakan dilepaskan kalor.
a. Grafik Pemanasan dan Pendinginan Lilin
Anda telah mengetahui bahwa jika kalor diberikan kepada suatu zat biasanya suhu zat naik.
Untuk mengubah wujud zat diperlukan kalor. Akan tetapi, apakah suhu zat berubah pada saat
terjadi perubahan wujud ?
Grafik suhu terhadap waktu pada proses pemanasan dan pendinginan lilin kira-kira seperi
pada gambar 5.24. Tampak bahwa ada dua proses yakni proses melebur (garis BC) dan proses
membeku (garis EF), kalor yang diberikan pada lilin atau kalor yang diambil dari lilin hanya
digunakan untuk mengubah wujud lilin tanpa menaikkan atau menurunkan suhunya. Kalor ini
besarnya berbeda untuk zat yang berbeda. Dengan kata lain, kalor ini merupakan sifat khas suatu
zat sehingga untuk memahaminya diperkenalkan konsep kalor laten. Disebut kalor laten (laten
artinya tersembunyi) karena pemberian kalor ini pada suatu zat tidak tampak sebagai kenaikan
suhu, sehingga seakan-akan tersembunyi.

Gambar 5.24 Grafik pemanasan dan pendinginan lilin


Ketika lilin padat melebur menjadi lilin cair diperlukan kalor tetapi suhu lilin tidak naik.
Apa yang terjadi dengan energi kalor ini ? Di SMP anda telah mengetahui bahwa susunan
partikel-partikel zat pada berbeda dengan susunan partikel-partikel pada zat cair. Oleh karena itu,
gaya tarik antarpartikel zat padat lebih besar daripada zat cair. Nah, pada saat melebur, kalor
yangg diberikan pada lilin padat digunakan untuk mengatasi gaya tarik antarpartikel zat padat.
Setelah gaya tarik antarpartikel zat padat diatasi hingga semua zat padat berubah menjadi zat
cair, barulah kalor akan digunakan untuk menaikkan suhu.

b. Melebur dan Membeku


Melebur adalah perubahan wujud zat dari padat menjadi cair. Pada Gambar 5.24, proses melebur
digambarkan oleh garis BC. Tampak bahwa pada saat melebur, zat memerlukan kalor meskipun
tidak mengalami kenaikan suhu. Titik lebur adalah suhu pada waktu zat melebur. Kalor yang
diperlukan untuk mengubah wujud 1 kg zat padat menjadi zat cair dinamakan kalor laten lebur
atau kalor lebur saja. kalor yang dilepaskan pada waktu zat membeku dinakan kalor laten beku
atau kalor beku saja. Hasil percobaan menunjukkan bahwa untuk zat yang sama, kalor lebur =
kalor beku. Selanjutnya kedua jenis kalor laten ini kita sebut kalor lebur dan di beri simbol Lf.
Jika banyak kalor yang diperlukan oleh zat yang massa m kg untuk melebur adalah Q, sesuai
dengan definisi diatas dapat ditulis :
𝑄
𝐿𝑓 = 𝑚 atau atau Q = mLf (5-20)

Dari persamaan (5-20) dapat ditentukan satuan dan dimensi kalor lebur. Dalam SI, satuan
kalor Q adalah J dan satuan massa m adalah kg, sehingga satuan kalor lebur Lf adalah J/Kg atau J
kgˉ¹.

c. Menguap, Mendidih dan Mengembun


Menguap adalah perubahan wujud zat dari cair menjadi uap(gas). Apakah untuk menguapkan
suatu zat diperlukan kalor? Ini akan dibuktikan pada peristiwa berikut. Teteskan sedikit alkohol
(zat cair yang mudah menguap) pada tangan anda. Spiritus menguap dengan cepat dan tangan
anda akan terasa dingin. Untuk menguap, spritusmemrlukan kalor. Kalor tersebut diambil dari
tangan anda, sehingga tangan Anda terasa dingin. Peristiwa ini menunjukkan bahwa pada waktu
menguap zat memerlukan kalor.
Beberapa contoh dalam keseharian yang menunjukkan bahwa penguapan menghasilkan
pendinginan diuraikan berikut ini. Tubuh kita melakukan proses penguapan yaitu penguapan
keringat yang keluar dari pori-pori kulit. Penguapan ini adalah cara tubuh kita mengatur badan.
Sewaktu suhu darah naik sedikit di atas suhu normal, kelenjar hypothalamus mendeteksi
kenaikan suhu ini, kemudian mengirim sinyal ke kelenjar keringat agar meningkatkan produksi
keringat. Keringat akan keluar dari pori-pori kulit, kemudian menguap. Kalor yang diperlukan
untuk menguapkan keringat diambil dari tubuh kita sendiri sehingga tubuh menjadi lebih dingin.
Ketika tubuh kita berkeringat arena berolahraga, jangan berdiri di tempat yang aliran
anginnya kuat. Aliran angin yang kuat akan menghasilkan pendinginan lebih pada penguapan
keringat, dan menyebabkan turunnya ketahanan tubuh kita terhadap infeksi. Akibatnya tubuh
akan mudah terserang penyakit.

Info Fisika
Bagaimana Anjing Mendinginkan Tubuhnya ?
Pada cuaca panas, kulit kita berkeringat.
Keringat ini menguap dan kalornya diambil
dari tubuh kita sendiri, sehingga tubuh kita
menjadi lebih dingin.
Tidak seperti kita, anjing tidak
memiliki kulit yang berkeringat. Ketika cuaca
panas, anjing menjulurkan lidahnya agar

Sumber : tinggalcopas.blogspot.com terjadi penguapan pada air ludahnya, dan


Gambar 5.25 Anjing mendinginkan tubuhnya dengan
menjulurkan lidahnya. tubuh anjing menjadi lebih ringan.

Peristiwa lain yang memperlihatkan bahwa pada waktu menguap diperlukan kalor adalah
mendidih. Jika penguapan hanya terjadi pada di permukaan zat cair dan dapat terjadi pada setiap
suhu, mendidih adalah penguapan yang terjadi diseluruh bagian zat cair dan hanya dapat terjadi
pada titik didih. Pada waktu mendidh, suhu zat akan tetap sekalipun pemanasan terus dilakukan.
Semua kalor yang diberikan kepada zat digunakan untuk mengubah wujud zat dari cair menjadi
uap. Suu tetap ini disebut titik didih, yang besarnya sangat tergantung pada tekanan di
permukaan zat itu. Titik didih zat pada tekanan 1 atm disebut titik didih normal.
Kalor yang diperlukan untuk mengubah wujud 1 kg zat cair menjadi uap pada titik didih
normalnya dinamakan kalor laten uap atau kalor uap saja. kalor uap disebut juga kalor didih.
Sedangkan, kalor yang dilepaskan untuk mengubah wujud 1 kg uap menjadi cair pada titik didih
normalnya dinamakan kalor laten embun atau kalor embun saja. Hasil percobaan menunjukkan
bahwa untuk zat yang sama, kalor didih = kalor embun. Dari kedua istilah itu, yang paling
umum digunakan adalah kalor didih (diberi simbol Lv). Pada Tabel 5.6 ditunjukkan kalor didih
berbagai zat.
Jika banyaknya kalor yang diperlukan untuk mendidihkan zat yang massanya m kg
adalah Q J, maka dapat ditulis
𝑄
𝐿𝑣 = 𝑚 atau atau Q = mLv (5-21)

Tampak bahwa satuan kalor didih Lv sama dengan satuan kalor lebur Lf yaitu J/Kg atau J
Kgˉ¹.
Tabel 5.6 Titik lebur, titik didih, kalor lebur, dan kalor didih berbagai zat.
Zat Titik lebur Kalor lebur Titik didih Kalor didih
normal (˚C) (J/Kg) normal (˚C) (J/Kg)
Helium -269,65 5,23 x 10³ -268,93 209 x 10³
Hidrogen -259,31 58,6 x 10³ -252,89 452 x 10³
Nitrogen -209,97 25,5 x 10³ -195,81 201 x 10³
Oksigen -218,79 13,8 x 10³ -182,97 213 x 10³
Alkohol -114 104,2 x 10³ 78 853 x 10³
Raksa -39 11,8 x 10³ 357 272 x 10³
Air 0,00 334 x 10³ 100,00 2256 x 10³
Sulfur 119 38,1 x 10³ 444,60 326 x 10³
Timah Hitam 327,3 24,5 x 10³ 1750 871 x 10³
Antimon 630,50 165 x 10³ 1440 561 x 10³
Perak 960,80 88,3 x 10³ 2193 2336 x 10³
Emas 1063,00 64,5 x 10³ 2660 1578 x 10³
Tembaga 1083 134 x 10³ 1187 5069 x 10³

d. Lemari Es
Aplikasi dalam bidang teknologi yang menggunakan prinsip bahwa pada waktu menguap
diperlukan kalor adalah pada lemari es dan pendingin udara. Udara yang ditiupkan melalui eter
mempercepat penguapan eter. Untuk menguap, eter memerlukan kalor yang diambil dari eter cair
itu sendiri, sehingga eter cair mendingin yaitu di bawah 0˚C. Pada saat yang sama, karena suhu
eter rendah, terjadi perpindahan kalor dari air ke eter, air mendingin sehingga pada akhirnya
membeku menjadi es.
Prinsip kerja mesin pendingin (misalnya lemari es) mirip seperti penguapan eter. Jika
pada kegiatan tersebut eter menguap menghilang. Pada lemari es, zat pendingin yang telah
menguap tidak dibuang, tetapi di mampatkan oleh sebuah pompa hingga mencair kembali.
Alat pendingin lemari es terdiri dari pompa (Compressor), pembeku (Evaporator),
penukar panas (Condensor) dan katup pemuaian, seperti Gambar 5.27b. siklus pendinginan
sebuah lemari es ditunjukkan pada Gambar 5.27a. sebagai fluida kerja CCl₂F₂ ( salah satu
senyawa freon). Selanjutnya, fluida kerja kita sebut freon saja. sisi kiri rangkaian pada Gambar
5.27a (termasuk pembeku didalam lemari es) megandung freon pada suhu rendah dan tekanan
rendah; sisi kanan ( termasuk penukar panas yang berbentuk sirip-sirip dan terdapat dibagian
belakang lemari es) mengandung freon pada suhu tinggi dan tekanan tinggi.

Gambar 5.27 Siklus Pendinginan sebuah Lemari Es

Pompa (dijalankan oleh motor listrik) menghisap uap freon yang keluar dari pembeku,
memampatkannya (menaikkan tekanan), dan meneruskannya ke penukar panas pada tekanan
tinggi. Suhu uap freon sekarang menjadi lebih besar daripada suhu udara disekitar penukar panas
sehingga uap freon akan melepaskan kalornya ke udara sekitarnyadan mengembun menjadi cair.
Bukti dari pelepasan kalor ke udara sekitarnya adalah tangan anda merasa panas ketika
menyentuh sirip-sirip penukar panas pada bagian belakang lemari es. Freon cair keluar dari
kondensor menuju katup pemuaian. Di sini, freon cair memuai dan kelajuan pemuaiannya diatur
oleh katup pemuaian. Akibat pemuaian, freon cair akan menyerap kalor dari bahan-bahan yang
tersimpan di dalam lemari es hingga bahan-bahan tersebut mendingin, sedangkan freon cair
menguap. Uap freon yang keluar dari pembeku kemudian dihisap oleh pompa untuk mengulangi
siklus berikutnya.
Gambar 5.28 Dalam sebuah lemari es, fluida kerja (freon) membawa kalor dari satu tempat (lemari es)
ketempat lainnya (lingkungan)

Siklus diatas berulang terus-menerus, sehingga lemari es seakan-akan berfungsi


mengambil kalor dari bahan-bahan makanan dalam lemari es dan membebaskan kalor ke
lingkungan sekitarnya. Perantara untuk melakukan fungsi ini adalah fluida kerja yang dinamakan
freon, seperti Gambar 5.28.

Info fisika
Mengapa air yang dingin dalam kendi (dibuat dari
tanah liat) lebih dingin daripada air yang disimpan
dalam bejana plastik ?
Pada dinding kendi terdapat pori-pori (celah-
celah) yang kecil. Sedikit air yang keluar melalui
pori-pori itu akan menguap. Kalor yang diperlukan
untuk penguapan air itu diambil dari kendi dan air
Sumber : nimadesriandani.wordpress.com
didalamnya. Ini yang menyebabkan air dalam kendi
Gambar 5.29 kendi dari tanah liat
lebih dingin.
Info fisika
Freon dan lapisan ozon
Freon adalah nama suatu senyawa kimia
yang diciptakan untuk digunakan sebagai
fluida keja dalam lemari es dan AC mobil
atau ruang. Tiap senyawa freon didesain
memiliki titik didih tertentu dan sangat
stabil, sehingga tidak akan bereaksi
dengan bahan-bahan yang digunakan
dalam lemari es. Celakanya, ini juga
berarti bahwa ketika gas freon lepas ke
atmosfer, freon juga tidak dapat
diuraikan pada ketinggian rendah dari

Gambar 5.30 Proses Penipisan lapisan ozon. permukaan bumi.


Ketika gas freon mencapai lapisan
ozon, yaitu sutau lapisan yang terdapat di stratosfer sejauh 12-50 km dari
permukaan bumi, gas freon ini menjadi penyebab menipisnya lapisan ozon. Ozon
adalah suatu jenis oksigen yang terdiri dari tiga atom O (oksigen biasa mengadung
dua atom O). Molekul ozon berfungsi menyerap sinar ultraviolet (UV), sehingga
melindungi manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan dari sengatan sinar matahari
yang mengandung UV. Penipisan lapisan ozon ini akan dijelaskan dengan bantuan
Gambar 5.30.
Klor dari freon merampas satu atom oksigen dari ozon untuk membentuk
klormonoksida. Molekul ozon yang semula beratom tiga itu berubah menjadi
molekul biasa yang beratom dua, sehingga molekul ini tidak mempu lagi menahan
sinar UV. Meningkatnya UV menyebabkan kanker kulit, katarak mata, mengurangi
sistem kekebalan tubuh, dan menyebabkan rendahnya produksi ganggang yang
menjadi bahan pangan bagi seluruh rantai/jaring-jaring makanan. Freon juga
meningkatkan efek rumah kaca sehingga akan menaikkan suhu bumi. Ilmuwan
sekarang mencoba menciptakan senyawa kimia baru bukan gas rumah kaca dan
aman untuk lapisan ozon, sebagai pengganti freon.
Setelah membaca artikel diatas, jawablah pertanyaan – pertanyaan berikut ini !
1) Jika lebih banyak lagi freon diproduksi untuk keperluan lemari es dan AC :
a) Apa yang mungkin terjadi pada lapisan ozon ?
b) Pengaruh apa yang mungkin terjadi terhadap persediaan pangan dan
kesehatan manusia penghuni bumi?
2) Menurut anda, apa yang mungkin dapat dilakukan di masa kini dan masa
depan untuk membantu melindungi lapisan ozon ?
3) Buatlah sebuah motto lingkungan hidup yang berkaian dengan freon.

Tulisan tersebut menyatakan bahwa secara alamiah Tuhan mencipatakan lapisan ozon
agar sinar UV dengan intensitas cukup dapat sampai ke bumi. Sinar UV diperlukan oleh
tumbuhan untuk mengolah makanannya melalui proses fotosintesis. Ketika pebisnis industri
dengan keserakahannya secara tidak bertanggung jawab menggunakan gas freon pada produk
massalnya, gas freon berlebih akan mengurangi kadar gas ozon yang selama ini menjaga
keseimbangan sinar UV yang mencapai bumi. Memang gas freon berlebih ini tidak langsung
terasa efeknya melainkan 20 atau 30 tahun mendatang.
Sebagai siswa anda harus membiaskaan bersikap ilmiah seperti rasa ingin tahu, teliti,
cermat, hati-hati, bertanggung jawab dan peduli lingkungan. Anda diharapkan selalu berusaha
meningkatkan kesejahteraan dengan menjaga keseimbangan lingkungan. Tuhan menciptakan
Bumi ini untuk untuk seluruh makhluk hidup. Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk aktif
menjaganya dan menjadikannya lebih baik setelah kita tinggalkan.

e. Menyublim
Suatu zat kadang-kadang dapat berubah wujud dari pada langsung menjadi gas. Proses ini
dinamakan menyublim. Peristiwa menyublim dimanfaatkan orang dlam teknik pengeringan beku
untuk mengawetkan produk makanan, bunga, dan plasma darah. Mula-mula produk makanan
diawetkan dengan membekukan kandungan airnya pada suhu rendah. Kemudian, es yang
terkurung dalam produk makanan diuapkan dengan cara mengurangi tekanan sehingga es
langsung menyublim menjadi uap air. Uap air ini dialirkan ke luar dari tempat pengeringan
sehingga tertinggallah produk makanan kering tanpa kehilangan kandungan zat-zat mudah
membusuk. Kelak jika produk makanan hendak digunakan, kondisinya dapat dipulihkan dengan
menambah air.
f. Grafik Suhu terhadap Kalor
Pada Gambar 5.24 diperoleh grafik suhu terhadap waktu pada proses pemanasan lilin padat.
Selang waktu pada sumbu mendatar sebanding dengan banyak kalor yang diterima oleh lilin.
Oleh karena itu, grafik ini dapat dianggap sama seperti grafik suhu terhadap kalor.
Gambar 5.31 menunjukkan grafik suhu-kalor ketika sejumlah massa es yang suhunya 0˚C
dipanaskan. Suhu naik (dari a-b) sampai titik lebur es 0˚C dicapai. Antara a dan b hanya terdapat
satu wujud yaitu wujud padat (es). Kemudian ketika kalor terus ditambahkan (dari b ke c), suhu
tetap sampai semua es melebur menjadi air. Antara b dan c terdapat dua wujud yaitu wujud padat
(es) dan wujud cair (air). Kemudian suhu air akan naik kembali ( dari c ke d) sampai titik didih
air 100˚C dicapai. Antara c dan d hanya terdapat satu wujud yaitu wujud cair (air). Pada titik
didih (dari d ke e) suhu kembali tetap walau kalor terus bertambah, sampai semua air mendidih
menjadi uap air (wujud gas). Antara d dan e terdapat dua wujud yaitu wujud cair (air) dan wujud
gas (uap air). Kemudian suhu uap air akan naik kembali jika kalor terus diberikan.

Gambar 5.31 Grafik suhu-kalor untuk es yang dipanaskan sampai menjadi uap air

∆𝑄
Jika kelajuan kalor diberikan yaitu kalor/wkatu atau dengan simbol , adalah tetap yaitu
∆𝑡

dnegan cara mengatur nyala api pemanasan yang tetap, kemiringan grafik wujud cair (dari c ke
d) lebih kecil daripada kemiringan grafik wujud padat ( dari a ke b). Kemiringan grafik kenaikan
suhu (∆T) terhadap kalor (Q) adalah sebagi berikut.
∆T 1
=
𝑄 𝑚𝑐
∆𝑇
Persamaan di atas menyatakan bahwa untuk massa tetap, kemiringan grafik sebanding dengan
𝑄
1
kebalikan nilai kalor jenis ( 𝑐 ). Kalor jenis air = 4200 J/Kg K lebih besar daripada kalor jenis es

= 2.100 J/Kg K. Oleh karena itu kemiringan grafik wujud cair (dari c ke d) lebih kecil daripada
kemiringan grafik wujud padat (dari a ke b). Dari a ke b, wujud zat adalah es sehingga kalor
jenis yang digunakan pada rumus Q = mc∆T adalah kalor jenis es, yaitu c = 2.100 J/Kg K. Dari c
ke d wujud zat adalah air, sehingga kalor jenis yang digunakan adalah kalor jenis air yaitu c =
4200 J/Kg K. Dari e ke f wujud zat adalah uap air, sehingga kalor jenis yang digunakan adalah
kalor jenis uap air = 2.010 J/Kg K.
C. Perpindahan Kalor

Pada subbab ini Anda harus mampu :


 Membedakan perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi,
 Menentukan faktor-faktor yang berpengaruh pada peristiwa perpindahan kalor
melalui konduksi, konveksi, dan radiasi,
 Memberi contoh melalui percobaan peristiwa konduksi, konveksi, dan radiasi
dalam kehidupan sehari-hari, serta penerapannya dalam bentuk teknologi
sederhana,
 Mendemonstrasikan cara untuk mengurangi/mencegah perpindahan kalor melalui
konduksi, konveksi, dan radiasi.

Jika benda panas disentuhkan ke benda dingin, tak lama kemudian suhu benda panas turun
dan suhu benda dingin naik. Hal ini terjadi karena benda panas memberikan kalor kepada benda
dingin. Jadi, kalor berpindah dari benda yang suhunya tinggi ke benda yang suhunya rendah.

Ada tiga cara perpindahan kalor, yaitu :


1. Konduksi
2. Konveksi (aliran)
3. Radiasi (pancaran)
Dalam subbab ini kita akan mempelajari ketiga cara perpindahan kalor secara kualitatif dan
kuantitatif.

1. Perpindahan Kalor secara Konduksi


Letakkan sebuah sendok logam ke dalam mangkok yang berisi sup panas. Sentuh ujung sendok
yang tidak terendam dalam sup. Apakah yang Anda rasakan? Ujung sendok tersebut terasa panas
walaupun ujung sendok tersebut tidak bersentuhan langsung dengan sumber kalor (sup panas).
Pada perpindahan kalor dari bagian sendok yang panas ke ujung sendok yang dingin tidak terjadi
perpindahan kalor tanpa disertai perpindahan partikel dinamakan konduksi.
Perpindahan kalor secara konduksi dapat terjadi dalam dua proses berikut.
(1) Pemanasan pada satu ujung zat menyebabkan partikel-partikel pada ujung itu bergetar lebih
cepat dan suhunya naik, atau energi kinetiknya bertambah. Partikel-partikel yang energi
kinetiknya lebih besar ini memberikan sebagian energi kinetiknya kepada partikel-partikel
tetangganya melalui tumbukan, sehingga partikel-partikel ini memiliki energi kinetik lebih
besar. Selanjutnya, partikel-partikel ini memberikan sebagian energi kinetiknya ke partikel-
partikel tetangga berikutnya. Demikian seterusnya, sampai kalor mencapai ujung yang
dingin (tidak dipanasi). Proses perpindahan kalor seperti ini berlangsung lambat karena
untuk memindahkan lebih banyak kalor diperlukan beda suhu yang tinggi di antara kedua
ujung.
(2) Dalam logam, kalor dipindahkan melalui elektron-elektron bebas yang terdapat dalam
struktur atom logam. Elektron bebas ialah elektron yang dengan mudah dapat berpindah dari
satu atom ke atom lain. Ditempat yang dipanaskan, energi elektron-elektron bertambah
besar. Karena elektron bebas mudah berpindah, pertambahan energi ini dengan cepat dapat
diberikan ke elektron-elektron lain yang letaknya lebih jauh melalui tumbukan. Dengan cara
ini, kalor berpindah lebih cepat. Oleh karena itu, logam tergolong konduktor yang sangat
baik.

Berdasarkan kemampuan menghantarkan kalor, zat dibagi menjadi dua golongan besar,
yaitu konduktor dan isolator. Konduktor ialah zat yang mudah menghantar kalor. Isolator ialah
zat yang sukar menghantar kalor. Setiap zat dapat menghantar kalor secara konduksi.
Anda dapat dengan mudah menemukan manfaat konduktor dan isolator dalam keseharian.
Kita dapat memasak makanan tanpa nyala api yang perlu bersentuhan langsung dengan
makanan. Untuk itu kita gunakan panci yang terbuat dari aluminium (konduktor) untuk
menghasilkan kalor dari api ke bahan makanan atau air yang dimasak. Agar kita dapat
memegang gagang panci tanpa merasa panas karena konduksi, gagang panci biasanya dibuat dari
kayu atau plastik (isolator).

Bagian alas setrika listrik terbuat dari logam (konduktor) agar dapat menghantar kalor dari
energi listrik ke pakaian yang disetrika. Agar Anda dapat memegang setrika tanpa panas, gagang
setrika dibuat dari plastik (isolator). Jika setrika tidak digunakan, alas setrika diletakkan di atas
tutup penghambat kalor yang terbuat dari bahan isolator. Dengan demikian, alas setrika tidak
memanasi meja setrika.

a. Apakah Air Termasuk Konduktor atau Isolator?


Zat bukan logam umumnya bukan penghantar kalor yang baik (termasuk isolator). Sehingga
air termasuk isolator bagi perpindahan kalor.
b. Apakah Udara Termasuk Konduktor atau Isolator?
Udara pun termasuk penghantar kalor yang buruk (isolator). Udara sebagai penghantar kalor
yang buruk telah sering Anda manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika udara malam
hari terasa dingin, Anda tidur menggunakan selimut. Udara yang terperangkap di antara
tubuh Anda dan selimut berfungsi sebagai isolator kalor, yang akan menghambat
perpindahan kalor dari tubuh Anda ke udara dingin di luar selimut. Akibatnya, tubuh Anda
akan tetap hangat.
c. Faktor-faktor Apa yang Memengaruhi Laju Kalor Konduksi?
Laju konduksi kalor melalui sebuah dinding bergantung pada empat besaran :
1. Beda suhu di antara kedua permukaan ∆𝑇 = 𝑇1 − 𝑇2 ; semakin besar beda suhu, semakin
cepat perpindahan kalor.
2. Ketebalan dinding L; semakin tebal, semakin lambat perpindahan kalor.
3. Luas permukaan A; semakin besar luas permukaan, semakin cepat perpindahan kalor.
4. Konduktivitas termal zat k, merupakan ukuran kemampuan zat menghantarkan kalor,
semakin besar nilai k, semakin cepat perpindahan kalor.
Berdasarkan penjelasan tersebut, banyak kalor Q yang melalui dinding selama waktu t
dinyatakan oleh persamaan berikut.
Laju konduksi kalor
𝑄 𝑘𝐴 ∆𝑇
= (5-22)
𝑡 𝐿

Nilai k beberapa zat ditunjukkan pada Tabel 5.7 berikut.

Tabel 5.7 Konduktivitas termal berbagai zat.

Zat 𝒌 (W/m K) Zat 𝒌 (W/m K)


Logam Bahan Isolator
Aluminium 205 Gabus 0,04
Perunggu 109 Serat kaca (fibesglass) 0,04
Tembaga 385 Bulu halus 0,02
Besi dan baja 50 Kapuk 0,03
Perak 406
Gas
Zat padat lain Hidrogen 0,13
Lemak tubuh 0,17 Udara 0,024
Batu bata 0,6
Beton 0,8
Kaca 0,8
Es 1,6
Air 0,60
Kayu (pinus) 0,13
Sumber 1. College Physics, Serway R.A., Faughn, J.S

Semakin mudah suatu zat menghantarkan kaor, semakin besar nilai k. Nilai k terbesar dimiliki
oleh logam karena logam tergolong konduktor yang sangat baik. Nilai k terkecil dimiliki oleh
udara dan bahan-bahan isolator, seperti gelas, serat kaca, bulu halus, dan kapuk.

d. Bagaimana Suhu pada Sambungan Dua Batang Logam yang Berbeda Jenis?
Misalkan, dua batang logam berbeda jenis dengan luas penampang sama, dihubungkan.
Suhu ujung bebas batang pertama 𝑇1 , sedangkan suhu ujung bebas batang kedua 𝑇2 , dengan
𝑇1 > 𝑇2 .

Prinsip sambungan dua batang logam


𝑄1 𝑄2
= (5-23)
𝑡 𝑡
𝑘1 𝐴1 ∆𝑇1 𝑘2 𝐴2 ∆𝑇2
=
𝐿𝟏 𝐿𝟐
Dengan menyubstitusi ∆𝑇1 = 𝑇1 − 𝑇 dan ∆𝑇2 = 𝑇 − 𝑇2 , suhu pada titik sambungnya, yaitu
𝑇, dapat Anda hitung.

2. Perpindahan Kalor Secara Konveksi


Cobalah menaruh tangan Anda di atas nyala lilin sejauh kira-kira 10 cm. Anda akan merasakan
udara hangat yang naik dari nyala lilin. Ketika udara yang dekat nyala lilin dipanaskan, udara itu
memuai dan massa jenisnya menjadi lebih kecil. Udara hangat yang memuai dan massa jenisnya
lebih kecil akan naik, dan tempatnya digantikan oleh udara dingin yang massa jenisnya lebih
besar. Proses perpindahan udara dingin kalor dari satu bagian fluida ke bagian lain fluida oleh
pergerakan fluida itu sendiri dinamakan konveksi.
Ada dua jenis konveksi, alamiah dan konveksi paksa. Contoh di atas adalah konveksi
alamiah. Pada konveksi alamiah, pergerakan fluida terjadi akibat perbedaan massa jenis. Bagian
fluida yang menerima kalor (dipanasi) memuai dan massa jenisnya menjadi lebih kecil sehingga
bergerak ke atas. Tempatnya digantikan oleh bagian fluida dingin yang jath ke bawah karena
massa jenisnya lebih besar. Peristiwa ini mirip dengan mengapungnya suatu benda karena massa
jenis benda lebih kecil daripada massa jenis zat cair.
a. Konveksi dalam Keseharian
Konveksi udara secara alami yang terjadi sewaktu Anda membakar sesuatu. Udara panas di
dekat nyala api memuai dan massa jenisnya menjadi lebih kecil. Udara dingin (massa jenisnya
lebih besar) yang berada di sekitar api menekan udara panas ke atas, sehingga terjadilah arus
konveksi udara. Arus konveksi udara inilah yang membawa asap bergerak ke atas.
Angin laut dan angin darat yang dimanfaatkan nelayan untuk berlayar mencari ikan
terjadi melalui konveksi alami udara. Pada siang hari, tanah lebih cepat menjadi panas
daripada laut, sehingga udara di atas daratan lebih panas daripada di atas laut. Oleh karena itu,
udara di atas daratan naik dan tempatnya digantikan oleh udara di atas laut, dan terjadilah
angin laut.
Pada malam hari, tanah lebih cepat lebih dingin daripada laut, sehingga udara di atas
daratan lebih dingin daripada udara di atas laut. Oleh karena itu, udara di atas laut naik dan
tempatnya digantikan oleh udara di atas daratan, dan terjadilah angin darat.
Dalam konveksi paksa, fluida yang telah dipanasi langsung diarahkan ke tujuannya oleh
sebuah peniup (blower) atau pompa. Contohnya pada pengering rambut.
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Kalor Konveksi
𝑄
Laju kalor ketika sebuah benda panas memindahkan kalor ke fluida sekitarnya secara
𝑡
konveksi adalah sebanding dengan luas permukaan benda A yang bersentuhan dengan fluida
dan beda suhu ∆𝑇 di antara benda dan fluida. Secara matematis, ditulis

𝑸
= 𝒉𝑨∆𝐓 (5-24)
𝒕
dengan ℎ adalah koefisien konveksi yang nilainya bergantung pada bentuk dan kedudukan
permukaan, yaitu tegak, miring, mendatar, menghadap ke bawah, atau menghadap ke atas.
Nilai ℎ didapatkan secara percobaan.

3. Perpindahan Kalor secara Radiasi


Kalor dari matahari dapat sampai ke bumi melalui ruang hampa tanpa zat perantara (medium).
Perpindahan kalor seperti ini disebut dengan radiasi. Perpindahan kalor dapat melalui ruang
hampa karena energi kalor dibawa dalam bentuk gelombang elektromagnet. Jadi, radiasi atau
pancaran adalah perpindahan energi kalor dalam bentuk gelombang elektromagnet.

a. Penyerap Kalor Radiasi yang Baik dan Buruk


Beberapa permukaan zat yang menyerap kalor radiasi lebih baik daripada permukaan zat
lainnya. Dikarenakan :
1. Permukaan yang hitam dan kusam adalah penyerap kalor radiasi yang baik sekaligus
pemancar kalor radiasi yang baik pula;
2. Permukaan yang putih dan mengkilap adalah penyerap kalor radiasi yang buruk sekaligus
pemancar kalor yang buruk pula;
3. Jika diinginkan agar kalor yang merambat secara radiasi berkurang, permukaan (dinding)
harus dilapisi suatu bahan agar mengilap (misalnya, dilapisi dengan perak).
Aplikasi lain dapat Anda temukan pada termos air panas, yaitu permukaan dalam termoas
selalu diberi lapisan perak mengilap. Bangunan-bangunan yang dicat dengan warna terang
(misalnya, putih) terasa lebih dingin pada musim panas, sebab cat terang banyak
memantulkan kalor radiasi yang mengenainya. Cat terang sekaligus juga pemancar radiasi
yang buruk, sehingga lebih mempertahankan energi dalamnya pada musim dingin.
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Kalor Radiasi
Pada tahun 1879, Joseph Stefan melakukan pengukuran daya total yang dipancarkan benda
hitam sempurna. Dia menyatakan bahwa daya toal itu sebanding dengan pangkat empat suhu
mutlaknya. Lima tahun kemudian, Ludwig Boltzmann menurunkan hubungan yang sama.
Persamaan yang didapat dari hubungan ini disebut Hukum Stefan-Boltzmann, yang berbunyi :
energi yang dipancarkan oleh suatu permukaan hitam dalam bentuk radiasi kalor tiap satuan
𝑄
waktu ( 𝑡 ) sebanding dengan luas permukaan (𝐴) dan sebanding dengan pangkat empat suhu
mutlah permukaan itu (𝑇 4 ).
𝑄
= 𝜎𝐴𝑇 4 (5-25)
𝑡

Tetapan 𝜎 (dibaca sigma) dikenal sebagai tetapan Stefan-Boltzmann dan dalam satuan SI
nilainya 𝜎 = 5,67 × 10−8 W/m2K4. Tidak semua benda dianggap benda hitam sempurna.
Oleh karena itu, diperlukan sedikit modifikasi pada persamaan diatas agar dapat digunakan
pada setiap benda. Persamaan Stefan-Boltzmann untuk setiap benda dapat ditulis sebagai
berikut.

Daya radiasi
𝑄 = 𝑒𝜎𝐴𝑇 4 (5-26)

Dengan 𝑒 adalah koefisien yang disebut emsivitas. Emsivitas adalah suatu ukuran seberapa
besar pemancaran radiasi kalor suatu benda dibandingkan benda hitam sempurna. Emsivitas
tidak memiliki satuan, diantaranya antara 0 dan 1 dan bergantung pada jenis zat dan keadaan
permukaan. Permukaan mengilap memiliki nilai e yang lebih kecil daripada permukaan
kasar. Pemantul sempurna (penyerap paling buruk) memiliki 𝑒 = 0, saedangkan penyerap
sempurna , yatu keadaan benda hitam sempurna memiliki 𝑒 = 1. Emsivitas tubuh manusia
bergantung pada warna kulit tetapi nilai hampirannya adalah 𝑒 = 0,98.
c. Pemanfaatan Radiasi
ada banyak pemanfaatan radiasi dalam keseharian. Kita hanya akan membahas tiga
saja, yaitu sebagai berikut.
1) Pendiangan rumah
Sebagian besar kalor pada pendiangan rumah akan naik keatas cerobong asap
karena dibawa oleh konveksi udara. Tubuh kita merasa hangat Karena penjalaran
kalor kesamping dalam bentuk gelombang electromagnet. Dengan kata lain, tubuh
kita merasa hangat karena penghantaran kalor secara radiasi.
2) Rumah kaca
Sinar matahari dibagi atas tiga macam berdasarkan urutan panjang gelombang
dari terbeesar ke terkecil, yaitu inframerah, cahaya tampak, dan ultraviolet.
Ketika sinar matahari mengenai kaca sebuah rumah kaca ( Gambar 5.55 ), cahaya tampak
dapat menembus kaca, sedang ultraviolet dan inframerah di pantulkan kembali ke kaca. Kalor
radiasi cahaya tampak diserap oleh tanah dan tanaman di dalam rumah kaca, sehingga tanah
dan tanaman menjadi hangat. Tanah dan tanaman yang hangat dapat kita golongkan sebagai
sumber yang lebih dingin dibandingkan matahari yang suhunya sangat tinggi. Tanah dan
tanaman sebagai sumber kalor yang lebih dingin akan memancarkan kembali kalor yang di
terimanya dalam bentuk radiasi inframerah dengan panjang gelombang lebih panjang (atau
energi lebih kecil). Energi kalor radaiasi inframerah yang di pancarkan kembali ini tidak
mampu menembus kaca. Sebagai hasilnya, energy kalor ini terperangkap di dalam rumah
kaca, dan rumah kaca menjadi hangat. Suhu di dalam rumah kaca dapat tetap tinggi di
bandingkan suhu luarnya, keadaan ini membuat tanaman dapat tumbuh dengan subur.
3) Panel surya
Panel surya adalah suatu perangkat yang digunakan untuk menyerap radiasi dari
matahari. Panel surya terdiri atas wadah logam berongga yang di cat hitam
dengan panel depan terbuat dari kaca (Gambar 5.56). Kalor radiasi dari matahari
diserap oleh permukaan hitam dan di hantarkan secara konduksi melalui logam.
Bagian dalam panel di jaga tetap hangat oleh efek rumah kaca, kemudain sirkualsi
air melalui wadah logam akan membawa kalor menjauh untuk di manfaatkan
pada sistem pemanas air domestic dan untuk memanasi kolam renang.
Soal Latihan
1. Kalor yang dibutuhkan untuk memanaskan 2 kg air (kalor jenis air = 1 kkal/kg°C) dari suhu
30 sampai 100°C adalah ....
A. 160 kkal
B. 140 kkal
C. 120 kkal
D. 100 kkal
E. 80 kkal
2. Empat buah sendok yang terbuat dari bahan berbeda (kayu, baja, plastik, dan kaca)
ditempatkan dalam empat buah wadah yang di dalamnya terdapat air yang sudah mendidih
dengan bagian ujung sendok tidak tercelup ke air. Pada percobaan itu, ujung sendok yang
paling cepat panas adalah ....
A. Sendok kayu
B. Sendok baja
C. Sendok plastik
D. Sendok kaca
E. Sendok kertas
3. Perhatikan gambar berikut ini!

Diagram kalor-suhu di atas merupakan diagram untuk suatu zat padat seberat 5 gram yang
dipanaskan. Berdasarkan diagram tersebut, titik lebur zat padat itu adalah ....
A. 280°C
B. 260°C
C. 240°C
D. 40°C
E. 0°C
4. Jika tekanan pada es diperbesar, maka ....
A. Titik lebur turun
B. Titik didih turun
C. Titik lebur tetap
D. Kalor lebur turun
E. Titik didih tetap
5. Perhatian diagram perubahan wujud zat berikut ini!

Perubahan wujud zat yang melepas kalor ditunjukkan oleh nomor .....
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4
6. Dinding bagian dalam termos dibuat dari bahan mengkilat dan bertujuan untuk
mempertahankan suhu air dengan cara ....
A. Mengurung kalor di antara dinding-dinding termos
B. Mempertahankan agar udara di dalam termos tetap hangat
C. Mengurangi konveksi
D. Mengurangi radiasi
E. Menaikkan konveksi
7. Di bawah ini termasuk proses perubahan wujud zat yang melepas kalor adalah pada saat
zat …
A. Membeku dan menguap
B. Membeku dan mengembun
C. Menguap dan melebur
D. Melebur dan mengembun
E. Menguap dan mengembun
8. Minyak kelapa pada musim dingin dapat membeku. Peristiwa ini disebabkan karena minyak
kelapa …
A. Pada musim dingin tidak mendapat kalor
B. Pada musim dingin kelebihan energi kalor
C. Kurang menghasilkan kalor sehingga membeku
D. Banyak melepaskan kalor sehingga membeku
E. Tidak mencadangkan kalor pada saat musim dingin.
Soal Diskusi
1. Mengapa ilmuwan lebih menyukai skala Kelvin daripada Celsius atau Fahrenheit?
2. Jelaskan apa yang Anda ketahui tentang suhu nol mutlak.
3. Mengapa ukuran bingkai kaca selalu didesain sedikit lebih besar dari ukuran kacanya?
4. Mengapa desain sambungan rel kereta api dibuat celah?
5. Mengapa kabel telepon didesain mengendur pada musim panas?
6. Mengapa keping bimetal melengkung ketika dipanaskan atau didinginkan?
7. Diameter sebuah gotri baja 1mm lebih kecil daripada diameter poros. Bagaimana cara
memasang gotri itu pada poros dengan kuat tetapi tanpa membubut poros?
8. Sebuah cincin berongga dipanaskan. Apakah ini memperkecil diameter dalam cincin?
9. Zat mana (padat, cair atau gas) yang pemuaiannya terbesar untuk kenaikan suhu yang sama?
Jelaskan dengan mengguanakan teori partikel!
10. Berikan satu contoh dalam keseharian yang membuktikan bahwa zat cair memuai lebih
besar daripada zat padat?
Soal Miskonsepsi
1. Proses penguapan memerlukan kalor (BENAR/SALAH)
2. Logam sangat baik meghantarkan kalor dibandingkan zat yang lainnya (BENAR/SALAH)
3. Perpindahan kalor secara radiasi dapat melalui ruang hampa sedangkan konduksi dan
konveksi tidak dapat (BENAR/SALAH)
4. Panas matahari sampai kebumi merupakan contoh perpindahan panas (kalor) secara radiasi
(BENAR/SALAH)
5. Cangkir yang diisi air panas akan membuat gagangnya ikut pnas. Hal tersebut
memperlihatkan bahwa terjadinya perpindahan panas (kalor) secara konduksi
(BENAR/SALAH)
6. Kalor sebagai zat yang berbentuk seperti udara atau uap (BENAR/SALAH)
7. Kalor jenis dan kapasitas kalor adalah sesuatu yang dapat berpindah dari satu zat/benda ke
benda yang lain (BENAR/SALAH)
8. Kenaikan suhu air yang dipanaskan di berbagai tempat adalah sama saja (BENAR/SALAH)
9. Memanaskan tangan di sekitar api merupakan perpindahan kalor tanpa melalui zat perantara
10. Termos hanya bisa digunakan untuk menyimpan air panas (BENAR/SALAH)
11. Menggunakana pakaian berwarna putih di siang hari yang terik akan terasa panas karena
pakaian tersebut menyerap kalor (BENAR/SALAH)
Kunci Jawaban SOAL LATIHAN
1. Kunci jawaban : B. 140 kkal
Pembahasan :
Dik : m = 2 kg
c = 1 kkal/kg°C
ΔT = 100 - 30 = 70°C
Dit : Q = ... ?
Jawab
Q = m . c. ΔT
Q = 2 (1) (70)
Q = 140 kkal.
2. Kunci jawaban : B. Sendok baja
Pembahasan :
Pada percobaan ini, sendok akan cepat panas jika sendok tersebut terbuat dari bahan yang
termasuk konduktor baik, yaitu bahan yang dapat menghantarkan panas dengan baik. Dari
keempat bahan sendok, bahan yang paling baik dalam menghantarkan panas adalah baja.
Oleh karena itu ujung yang paling cepat panas adalah sendok baja.
3. Kunci jawaban : C. 240°C
Pembahasan :
Melebur adalah peristiwa perubahan zat yang hanya terjadi pada titik lebur zat. Ketika
melebur, suhu zat adalah tetap. Karena suhu tetap, maka grafik suhu terhadap kalor
berbentuk garis lurus mendatar. Pada diagram di atas terlihat grafik lurus pada suhu 240°C.
Itu artinya, titik lebur zat ituadalah 240°C
4. Kunci jawaban : A. Titik lebur turun
Pembahasan :
Titik lebur dipengaruhi oleh tekanan di atas zat padat. Jika tekanan di atas permukaan es
dinaikkan, maka titik lebur es akan turun sehingga es akan lebih cepat melebur.
5. Kunci jawaban : D. 2 dan 4
Pembahasan :
Proses perubahan wujud zat berdasarkan skema di atas adalah sebagai berikut:
1) Padat ke cair = melebur atau mencair
2) Cair ke padat = membeku
3) Cair ke gas = mendidih atau menguap
4) Gas ke cair = mengembun.
Urutan energi dari kecil ke besar yaitu padat - cair - gas. Zat dalam benuk gas memiliki
energi paling tinggi sedangkan zat padat paling rendah. Perubahan wujud zat dari energi
tinggi ke rendah melepas energi sedangkan perubahan dari energi rendah ke tinggi
membutuhkan energi. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka perubahan wujud zat yang
melepas energi dalam bentuk kalor adalah perubahan wujud dari gas menjadi cair dan
perubahan dari cair menjadi padat. Kedua proses itu ditunjukkan oleh nomor 2 dan 4.
6. Kunci jawaban : A. Mengurung kalor di antara dinding-dinding termos
Pembahasan :
Dinding bagian dalam termos sengaja dibuat dari bahan mengkilat yang merupakan
pemantul kalor radiasi yang baik. Hal ini ditujukan agar kalor dari air panas dapat
dipantulkan kembali ke dalam termos dan kemudian kalor tersebut terkurung di antara
dinding-dinding termos. Hal ini menyebabkan air tetap panas dalam jangka waktu tertentu.
7. Kunci jawaban : D. Membeku dan mengembun
Pembahasan
Perubahan wujud zat yang melepas kalor adalah :
1) Mengembun (gas ke cair), misalnya uap air menjadi embun di pagi hari.
2) Membeku (cair ke padat), misalnya air menjadi es.
3) Mengkristal (gas ke padat), misalnya uap menjadi salju.
Perubahan wujud zat yang menyerap kalor adalah :
1) Mencair/melebur (padat ke cair), misalnya es mencair
2) Menguap (cair ke gas), misalnya air dipanaskan lalu menjadi uap
3) Menyublim (padat ke gas), misalnya kapur barus berubah menjadi gas
8. Kunci jawaban : D. Banyak melepaskan kalor sehingga membeku
Pembahasan :
Minyak kelapa berwujud cair dan minyak kelapa beku berwujud padat. Perubahan wujud
minyak kelapa dari cair menjadi padat disebabkan karena minyak kelapa melepaskan banyak
kalor ke udara di sekitarnya. Minyak kelapa melepaskan kalor ke udara karena adanya
perbedaan suhu antara minyak kelapa dengan udara, di mana suhu minyak kelapa lebih
tinggi daripada suhu udara. Secara alami, kalor berpindaha secara otomatis dari benda
bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah dan perpindahan suhu terhenti setelah kedua benda
mencapai suhu yang sama.
Kunci Jawaban SOAL DISKUSI
1. Kalangan ilmuwan lebih menyukai skala Kelvin karena skala ini tidak dikalibrasi
berdasarkan titik lebur dan titik didih air, tetapi dikalibrasi berdasarkan batasan energi yang
dimiliki oleh benda itu sendiri.
2. Suhu nol mutlak adalah keadaan suhu dimana energi kinetik partikel sama dengan nol.
Keadaan tersebut dapat terjadi pada saat suhu mencapai -273,16˚C yang mana gerak partikel
berhenti sehingga tidak ada lagi panas yang dapat diukur. Suhu inilah yang merupakan suhu
paling rendah yang mungkin dapat dimiliki oleh suatu benda.
3. Agar kaca tidak pecah pada saat memuai. Pada saat terkena suhu panas terus menerus maka
kaca akan melakukan proses memuai sehingga bingkai kaca harus selalu didesain sedikit
lebih besar dari ukuran kacanya.
4. Karena pada saat terjadi proses pemanasan terus menerus karena sinar matahari maka akan
menyebabkan rel melengkung karena memuai. oleh karena itu dibuat celah diantara
sambungan dua batang relnya.
5. Agar kabel tidak putus pada malam hari karena pengaruh suhu dingin. Karena zat-zat yang
ada di alam memiliki kecenderungan untuk memuai ketika suhunya panas dan menyusut
ketika suhunya dingin. Kabel listrik akan memuai (bertambah panjang) pada siang hari dan
menyusut (bertambah pendek) pada malam hari. Jika kabel dipasang ketat maka kabel
tersebut akan menyusut ketika malam karena cuaca dingin. Hal ini dapat mengakibatkan
putusnya kabel. Itulah sebabnya kabel listrik dipasang kendur , agar ketika suhu malam hari
sangat dingin kabel tidak terlalu ketak sehngga putus.
6. Keping bimetal sangat peka terhadap perubahan suhu. Ketika dipanaskan, keping
melengkung ke arah logam yang koefisien muainya lebih kecil (invar). Sebaliknya ketika
didinginkan, keping melengkung ke arah logam yang koefisien muainya lebih besar
(perunggu).
7. Untuk memasang pelor baja pada poros tanpa membubutnya yaitu dengan memanasi poros
hingga memuai sehingga lubang pelor akan sedikit lebih kendor maka pelor akan dapat
masuk.
8. Tidak, malah memperbesar diameter cincin. Hal ini terjadi karena jarak antar partikel benda
jika dipanaskan akan semakin membesar, jika jarak antar partikel semakin besar, maka
diameter cincin juga akan membesar, jika diameter cincin mengecil, maka jarak antar
partikel semakin mengecil.
9. Zat padat, cair dan gas yang memiliki pemuaian terbesar / angka muai terbesar ada pada zat
gas. Karena jarak antar partikelnya berjauhan hingga memudahkan masing-masing partikel
untuk menerima kalor secara maksimal. Selain itu jika dibandingkan menggunakan
koefisien muainya zat gaslah yang terbesar.
10. Ketika memasak air, panci tempat air juga mengalami pemanasan sehingga panci mengalami
pemuaian. akibatnya volume panci juga bertambah besar. akan tetapi mengapa air pada
panci tetap tumpah padahal volume panci juga membesar? hal ini disebabkan pertambahan
volume air lebih besar daripada pertambahan volume panci. peristiwa tersebut disimpulkan
bahwa pemuaian zat cair lebih besar daripada pemuaian zat padat.
Kunci Jawaban Soal MISKONSEPSI
1. Benar, karena pada proses menguap yang merupakan peristiwa membutuhkan kalor dimana
kalor bisa menaikkan suhu suatu zat yag berdampak terhadap terjadinya perubahan wujud
zat
2. Benar, karena logam memiliki banyak elektron bebas yang mana elektrn-elektron bebas ini
bebas untuk bergerak dalam ruang-ruang diantara partikel-partikel sebelum bertumbukan
dengan elektron-elektron bebas lain dan memindahkan sebagian energi kalornya keelektron-
elektron yang lain dengan cepat
3. Benar , karena perpindahan kalor secara radiasi tidak memerlukan media untuk berpindah
sedangkan konduksi dan konveksi memerlukan media untuk berpindah
4. Benar, karena perpindahan secara radiasi adalah perpindahan kalor kedua benda tidak harus
bersentuhan dan tanpa melalui zat perantara. Artinya , kalor tersebut dipancarkan kesegala
arah oleh sebuah sumber panas dan kalor akan mengalir kesegala arah
5. Benar, karena perpindahan kalor pada suatu zat tanpa disertai dengan perpindahan partikel-
partikelnya.
6. Salah, karena Kalor adalah sesuatu yang mengalir dari benda panas ke benda lebih dingin
unutk menyamakan suhunya. Sedang udara adlaah suatu campuran gas yang terpadat pada
lapisan yang mengelilingi bumi. Dan untuk uap adalah gas yang terjadi dari proses
pemanasan air. Dari pengertian tesebut terdapat perbedaan antara kalor dengan udara
maupun uap, sementara uap dan udara berbentuk hampir sama yaitu gas, namun berbeda
halnya dengan kalor yang tidak memiliki bentuk.
7. Benar, Kalor jenis dapat di artikan sebagai kemampuan suatu benda untuk melepas atau
menerima kalor dan untuk kapasitas kalor diartikan sebagai banyaknya kalor yang di serap
oleh suatu benda bermassa tertentu untuk menaikkan suhu sebesar 1˚C. sehingga dapat kita
ketahui bahwa dari arti kalor jenis dan kapasitas kalor mereka sama-sama berpindah dari
satu zat/benda ke benda lainnya.
8. Salah, karena suhu ruangan juga dapat mempengaruhi kenaikan suhu air. Ketika suhu
ruangan normal, dengan massa air yang tetap, maka lamanya titik didih air akan normal,
namun jika suhu ruangan rendah maupun tinggi dengan massa air yang sama, itu tidak akan
sama lama waktu didih air ketika berada di suhu ruangan yang normal. Sehingga tempatpun
bisa jadi faktor dalam titik didih air selain massa air dan juga kalor jenis air.
9. Salah, tentunya itu menggunakan perantara dari udara, ketika api unggun menyebarkan suhu
kehangatan, dan udara sebagi perantara untuk sampai ke tangan kita, sehingga tangan terasa
hangat.
10. Ya benar, karena termos memiliki beberapa lapisan yang mampu membuat air menjadi tetap
pada suhunya (panas) sehingga termos hanya dapat di gunakan sebagai wadah penyimpan
air panas.
11. Salah, karena pakaian yang berwaran putih tidak mudah menghantarkan panas, kain/pakaian
yang sangat cepat menyerap panas yaitu hitam
DAFTAR PUSTAKA

Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Handayani,Sri dan Ari damari. 2009. Fisika untuk SMA dan MA kelas XI. Jakarta: Pusat
Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Kanginan, Marthen. 2013. Fisika untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.

Sutrisno. 1997.Fisika Dasar. Bandung: ITB.

Widodo,Tri. 2009. Fisika untuk SMA/MA kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional.