Anda di halaman 1dari 21

RISIKO, KETIDAKPASTIAN, DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

(RISK ANALYSIS)

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ekonomi Manajerial

Dosen Pengampu :
Dr. Diana Sulianti K. Tobing, SE., M.Si

Dibuat Oleh :
Fajar Andika Dwi Putra 180820101047

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


MAGISTER MANAJEMEN
2018/2019

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam teori ekonomi kita sering mengabaikan dua masalah pokok yang
sering terjadi dalam dunia nyata, yaitu masalah ketidakpastian dan
ketidaksempurnaan informasi. Biasanya kita selalu menganggap bahwa harga,
biaya, penerimaan, laba, dan sebagainya diketahui dengan pasti. Contoh, dalam
pembuatan keputusan produksi, kita menganggap bahwa suatu perusahaan telah
mengetahui secara pasti harga-harga input-output. Tetapi hal tersebut sangatlah
jarang sekali terjadi. Permintaan dan penawaran output selalu berfluktuasi
sepanjang waktu.
Masalahnya sekarang adalah bagaimana cara membuat keputusan
produksi dan konsumsi dalam kondisi ketidakpastian? Cakupan ketidakpastian ini
dalam teori ekonomi sangat luas, sehingga tidak mungkin dijelaskan hanya dalam
satu bagian saja. Oleh karena itu kita hanya akan membahas beberapa yang
fundamental, dimana kondisi ketidakpastian akan kita lihat hanya satu
periode.Masalah kedua adalah ketidaksempurnaan informasi. Masalah ini
berhubungan dengan ketidakpastian, tetapi masih bisa dibedakan. Kita
mengasumsikan bahwa konsumen, produsen, pekerja dan sebagainya mempunyai
informasi yang lengkap mengenai pilihan-pilihan yang cocok buat mereka.
Tetapi kenyataannya tidak begitu. Konsumen harus mencari harga yang
paling rendah. Pekerja harus mencari informasi tentang pekerjaan alternatif.
Semua persoalan tersebut disebut ekonomi informasi. Informasi itu sendiri
merupakan suatu komoditi yang hanya bisa diperoleh dengan mengeluarkan
biaya. Ada suatu ketika konsumen berhenti mencari harga yang rendah atau
pekerja berhenti mencari pekerjaan alternatif karena tingginya biaya yang harus
dikeluarkan, sehingga hal tersebut menjelaskan kenapa produk yang sama dijual

2
dengan harga yang berbeda. Dan pekerja yang memiliki kualifikasi yang sama
dengan gaji berbeda.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari risiko?
2. Bagaimana cara mengukur risiko?
3. Bagaimana cara mengatasi risiko?
4. Bagaimana sikap terhadap risiko?
5. Apa yang dimaksud dengan ketidakpastian, probabilitas, dan nilai
harapan?
6. Bagaimana langkah-langkah dalam pengambilan keputusan?
7. Bagaimana teknik pengambilan keputusan dalam ketidakpastian?
8. Bagaimana contoh nyata dari analisis risiko, ketidakpastian, pengambilan
keputusan?

C. Tujuan
1. Mengetahui definisi dari risiko
2. Mengetahui cara mengukur risiko
3. Mengetahui cara mengatasi risiko
4. Mengetahui sikap terhadap risiko
5. Mengetahui pengertian dari ketidakpastian, probabilitas, dan nilai
harapan.
6. Mengetahui langkah-langkah yang pasti dalam pengambilan keputusan
7. Mengetahui teknik pengambilan keputusan di dalam ketidakpastian
8. Mengatasi atau mengetahui bagaimana contoh nyata analisis risiko dalam
kehidupan nyata.

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Risiko
Menurut Frank Knight yang dikutip dalam Robison dan Barry (1987),
risiko menunjukkan peluang terhadap suatu kejadian yang dapat diketahui oleh
pembuat keputusan yang didasarkan pada data historis dan pengalaman selama
mengelola kegiatan usaha. Risiko juga menunjukkan peluang terjadinya peristiwa
yang menghasilkan pendapatan di atas atau di bawah rata-rata dari pendapatan
yang diharapkan. Sementara itu, Debertin (1986) menyatakan bahwa kejadian
berisiko adalah kejadian dimana peluang dan hasil dari kejadian tersebut dapat
diketahui oleh pembuat keputusan. Risiko dapat pula diartikan sebagai
kemungkinan kejadian yang merugikan. Menurut M, risiko merupakan peluang
terjadinya hasil yang tidak diinginkan sehingga risiko hanya terkait dengan situasi
yang memungkinkan munculnya hasil negatif serta berkaitan dengan kemampuan
memperkirakan terjadinya hasil negatif tersebut.
Risiko berhubungan dengan ketidakpastian, akan tetapi terdapat
perbedaan mendasar antara risiko dan ketidakpastian. Menurut Robison dan Barry
(1987), risiko adalah peluang dari suatu kejadian yang dapat diperhitungkan dan
akan memberikan dampak negatif yang dapat menimbulkan kerugian, sedangkan
ketidakpastian adalah peluang dari suatu kejadian yang tidak dapat diperhitungkan
oleh pebisnis selaku pengambil keputusan. Djohanputro (2006) menyatakan risiko
sebagai ketidakpastian yang telah diketahui tingkat probabilitas kejadiannya.
Menurut Kountur (2004) ketidakpastian ini terjadi akibat kurangnya atau tidak
tersedianya informasi yang menyangkut apa yang akan terjadi. Ketidakpastian
yang dihadapi oleh perusahaan dapat berdampak merugikan atau menguntungkan.
Apabila ketidakpastian yang dihadapi berdampak menguntungkan maka disebut
dengan istilah kesempatan (opportunity), sedangkan ketidakpastian yang
berdampak merugikan disebut sebagai risiko.

4
B. Mengukur Risiko
Besar kecilnya risiko dapat diukur dengan konsep statistik, yaitu teori
probabilitas (Pi). Probabilitas adalah peluang timbulnya kejadian antara 0 ≤ P ≤ 1,
maksutnya adalah masalah ketidakpastian dicoba untuk dapat diukur atau
dikuantifisir dengan suatu konsep probabilitas (probability, kemungkinan).
Probabilitas (P) dinyatakan dalam angka-angka 0 sampai 1. Probabilitas (P) = 0,
artinya suatu peristiwa atau kejadian mempunyai kemungkinan terjadi 0% atau
dengan kata lain peristiwa itu tidak mungkin terjadi. Di lain pihak, apabila suatu
peristiwa atau kejadian dinyatakan probabilitasnya (P) = 1, berarti bahwa
peristiwa atau kejadian itu 100% pasti terjadi. Jenis kejadian (event) menurut
probabilitas adalah:
- Kejadian yang pasti terjadi (certainly event) bila Pi=1
- Kejadian yang tidak mungkin terjadi (impossible event) bila Pi=0
- Kejadian yang mungkin terjadi (possible event) bila 0 ≤ P ≤ 1

C. Cara Mengatasi Risiko


Risiko adalah kejadian yang tidak diinginkan merupakan bagian dari
kehidupan yang dapat terjadi tetapi tidak selalu dapat dihindari. Beberapa cara
yang biasanya dipakai dalam menghadapi risiko.
 Menghindari risiko (avoiding risk) yaitu menghindari penyebab timbulnya
risiko. Menghindari risiko merupakan strategi yang sangat penting, strategi
ini merupakan strategi yang umum digunakan untuk menangani risiko.
Dengan menghindari risiko, kontraktor dapat mengetahui bahwa
perusahaannya tidak akan mengalami kerugian akibat risiko yang telah
ditafsir. Di sisi lain, kontraktor juga akan kehilangan sebuah peluang untuk
mendapatkan keuntungan yang mungkin didapatkan dari asumsi risiko
tersebut.
Contohnya: seorang kontraktor yang ingin menghindari risiko politik dan
finansial berkaitan dengan proyek pada negara dengan kondisi politik yang

5
tidak stabil, dapat menolak melakukan tender proyek pada negara tersebut.
Namun demikian, apabila kontraktor tersebut menolak untuk melakukan
tender, maka kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan dari proyek
tersebut juga ikut menghilang.
 Mengurangi risiko (reducing risk) yaitu memperkecil kemungkinan atau
probabilitas untuk terjadinya risiko tersebut atau memperkecil kerugian atau
akibat risiko yang mungkin terjadi. Dengan strategi seperti itu, risiko dapat
ditahan dengan berbagai cara, tergantung pada filosofi, Alternatif strategi
yang kedua adalah mencegah risiko dan mengurangi kerugian. Strategi ini
secara langsung mengurangi potensi risiko kontraktor dengan 2 cara, yaitu:
(1) Mengurangi kemungkinan terjadinya risiko. (2) Mengurangi dampak
finansial dari risiko, apabila risiko tersebut benar benar terjadi.
Contohnya: pemasangan alarm atau alat anti maling pada peralatan di
proyek, akan mengurangi kemungkinan terjadinya pencurian. Sebuah
gedung yang dilengkapi dengan sprinkler system, akan mengurangi dampak
finansial, apabila gedung tersebut mengalami kebakaran.
 Mengasuransikan risiko (shifting the risk into an insurance company) yaitu
memindahkan risiko yang bakal terjadi keperusahaan asuransi. Asuransi
menjadi bagian penting dari program manajemen risiko, baik untuk sebuah
organisasi ataupun untuk individu. Asuransi juga termasuk di dalam strategi
transfer risiko, dimana pihak asuransi setuju untuk menerima beban
finansial yang muncul dari adanya kerugian. Secara formal, asuransi dapat
didefinisikan sebagai kontrak persetujuan antara 2 pihak yang terkait yaitu:
pengasuransi (insured) dan pihak asuransi (insurer). Dengan adanya
persetujuan tersebut, pihak asuransi (insurer) setuju untuk mengganti rugi
kerugian yang terjadi (seperti yang tercantum dalam kontrak) dengan
balasan, pengasuransi (insured) harus membayar sejumlah premi tiap
periodenya.

6
D. Sikap Terhadap Risiko
Seseorang yang menyukai risiko (risk lover) selalu akan membayar
dengan nilai yang positif, seorang yang netral terhadap risiko (risk neutral) akan
membayar nol, artinya dia belum tentu akan ikut permainan ini. Seorang yang
takut dengan Risiko (risk averse) akan meminta uang untuk ikut permainan.
Artinya:
- Seseorang disebut risk averter bila dia tidak bersedia ikut suatu taruhan
yang fair.
- Seseorang disebut risk neutral bila dia tidak bisa dipengaruhi untuk
menolak atau mengikuti suatu permainan taruhan yang fair.
- Seseorang disebut risk lover atau risk seeker bila dia akan senang sekali
mengikuti suatu permainan taruhan yang fair.
Fungsi utility pendapatan dari ketiga kelompok tersebut akan berbeda,
hal tersebut dapat dipecahkan dengan teori utilitas harapan (expected utility teory).

Contoh:
Seseorang berpendapatan 800 ribu diajak bertaruh, dia akan
menerima 100 ribu dengan probalitas 1/2 & kehilangan 100 ribu dengan
probalitas 1/2. Utilitas mula-mula (initial utility) orang tersebut adalah U (800
ribu). Setelah selesai bermain orang tersebut akan memperoleh utilitas U (700
ribu) dengan probabilitas 1/2 & U (900 ribu) dengan probabilitas 1/2 juga.
Utilitas yang diharapkan adalah sebagai berikut:

U* = 1/2U(700) + 1/2U(900)

Ini merupakan rata-rata tertimbang dari kemungkinan-kemungkinan


utilitas yang berbeda tersebut, akan tetapi tanpa mengikuti taruhan orang tersebut
mempunyai utilitas yang diharapkan sebesar U(800 ribu), tentu saja probabilitas =
1. Teori utilitas harapan mengatakan bahwa seseorang akan berperilaku untuk
memaksimumkan utilitas yang diharapkannya. Oleh karena itu, dalam kasus ini

7
jika U(Rp 800) > U*, maka orang tersebut tidak akan mengikuti taruhan. Ini
merupakan contoh kasus seorang yang risk averse. Jika U(Rp 800) & U* adalah
sama, orang tersebut indeferen, maka orang tersebut bersifat risk neutral. Apabila
U(Rp 800) < U*, dan orang yang bersangkutan masih mengikuti taruhan tersebut,
maka disebut risk lover.

Gambar 1. Fungsi Utilitas Untuk Berbagai Sikap Terhadap Risiko

Dalam setiap kasus, titik A berhubunan dengan U(Rp 700), titik B


berhubungan dengan U(Rp 900), & titik C merupakan titik tengah AB,
mempunyai nilai setengah dari jumlah titik A & B, berhubungan dengan U(Rp
800). Bagi seorang yang risk averse, titik D lebih tinggi dari titik C. Bagi seorang
risk neutral, kedua titik tersebut sama tingginya, & bagi seorang risk lover, titik B
lebih tinggi dari titik C.

8
E. Ketidakpastian, Probabilitas, dan Nilai Harapan
Istilah probabilitas digunakan untuk mengukur data secara kuantitatif
berbagai kemungkinan kejadian yang tidak pasti. Konsep probabilitas dibagi dua
yaitu:
1. Probabilitas obyektif yang merupakan suatu konsep yang didasarkan
pada frekuensi relatif dalam jangka panjang.
2. Probabilitas subyektif dapat diterjemahkan dengan cara orang bertaruh,
misalkan taruhan sepak bola, dsb.
Variabel random merupakan variabel yang memiliki nilai yang tidak
pasti, tetapi mempunyai distribusi probabilitas yang diketahui, contohnya hasil
dari pertandingan sepak bola tersebut merupakan variabel random, dll. Jika
variabel random X terdiri dari X1, X2, X3 ....... Xn dengan probabilitas p1, p2 ......
pn ( ingat p1, p2 ...... pn = 1) kemudian nilai harapan (expected value) dari variabel
random dituliskan dengan E(X), maka persamaannya adalah sebagai berikut:

E(X) = p1.X1 + p2.X2 + ...... + pn.Xn


Agar lebih jelas, misalkan sebuah perusahaan tidak dapat memastikan
berapa laba yang akan diperolehnya pada tahun depan, tetapi perusahaan tersebut
yakin mempunyai suatu peluang yang sama dengan yang mereka peroleh pada
tahun ini, dan jika berubah, perubahannyapun akan sama yaitu naik Rp. 100 juta
atau turun Rp. 100 juta. Bila laba tahun ini sebesar Rp 400 juta, maka kita dapat
menghitung distribusi probabilitas laba pada tahun depan.

Probabilitas menghasilkan laba Rp. 400 Jt = ½


Probabilitas menghasilkan laba Rp. 300 Jt = ¼
Probabilitas menghasilkan laba Rp. 500 Jt = ¼
Maka:
E (laba) = 1/2.(400) + 1/4.(300) + 1/4.(500)
= 200 + 75 + 125

9
= Rp. 400 Jt
Misalkan perusahaan tersebut memiliki bayangan mengenai investasi
alternatif yang mempunyai distribusi probabilitas laba sebagai berikut:

Probabilitas menghasilkan laba Rp. 400 Jt = ½


Probabilitas menghasilkan laba Rp. 0 Jt = ¼
Probabilitas menghasilkan laba Rp. 800 Jt = ¼
Maka:
E (laba) = 1/2.(400) + 1/4.(0) + 1/4.(800)
= 200 + 0 + 200
= Rp. 400 Jt

Jadi, dua kasus diatas sama-sama mempunyai laba yang diharapkan


sebesar Rp 400 juta, tetapi kasus yang terakhir beresiko lebih tinggi daripada
kasus sebelumnya. Oleh karena itu, kita harus mengukur resiko tersebut.
Risiko tersebut ditunjukkan oleh varian dari laba yang diharapkan.
Rumus persamaan rata-rata atau laba yang diharapkan dengan x, maka
varian V(X) dari variabel random X adalah:

V(X) = p1(x1 - x)2 + p2(x2 - x)2 + ........... + pn(xn - x)2

Simbol M atau m (nilai mean) & varian dengan δ2, maka terdapat hasil
akar dari varian disebut simpangan baku atau simbol s2 (standard deviation)
yang digunakan untuk mengukur Risiko. Dalam contoh di atas varian laba
dari kasus yang pertama adalah:

V (Laba) = 1/2(0)2 + 1/4(-100)2 + 1/4(100)2


(100)2
= 2

10
Dalam kasus ini, simpangan baku tersebut adalah: 100√2 dengan
dituliskan δ2. Dalam kasus kedua, varian labanya adalah:

V (Laba) = 1/2(0)2 + 1/4(-400)2 + 1/4(400)2


(400)2
= 2

Maka simpangan baku, yang merupakan akar dari 400√2, kita ganti dengan s2.

Dalam analisis ketidakpastian tersebut, dapat menggunakan nilai harapan


dan varian dari laba, harga, biaya dsb. Biasanya perusahaan dapat menaikkan nilai
laba harapan hanya dengan melakukan investasi yang berisiko yang lebih tinggi,
yang berarti akan menaikkan varian dari labanya. Akan tetapi, investasi yang
berisiko lebih tinggi tidak selalu menaikkan nilai laba harapan dengan tingkat
yang sama dengan risikonya. Hal tersebut dapat dilihat pada kurva laba tumbal
(opportunity profit) perusahaan.
Gambar 2. Peluang Memperoleh Laba

11
Gambar 3. Kurva Indeferens Suatu Perusahaan

Gambar 4. Tingkat Risiko yang Optimal

12
F. Langkah-langkah Pengambilan Keputusan
Proses pembuatan keputusan merupakan inti dari setiap masalah yang
dihadap dalam dunia usaha. Secara umum, proses pengambilan keputusan dibagi
menjadi 6 bagian yaitu:
Gambar 5. Langkah-langkah Pengambilan Keputusan

Perumusan Masalah

Penentuan Tujuan

Pencarian Alternatif

Peramalan Dampak

Penentuan Pilihan

Analisis Sensitivitas

1. Pembatasan Masalah
Diarahkan pada usaha untuk menentukan dengan jelas batasan-batasan
keputusan apa yang akan dibuat, ini mencakup alternatif-alternatif apa yang ada.
Pada tahap ini biasanya ditanyakan : masalah apa yang dihadapi, siapa yang akan
memutuskan, bagaimana keadaan yang melatarbelakangi pengambilan keputusan,
dan bagaimana pengaruhnya terhadap tujuan-tujuan manajemen.
Keputusan-keputusan tidak dibuat dalam ruang "hampa udara", banyak
keputusan yang lahir sebagai bagian dari proses perencanaan, sementara sebagian
keputusan lainnya timbul karena adanya peluang atau masalah baru. Oleh karena
itu, pembatasan masalah merupakan suatu prasyarat untuk permasalahan
manajemen. Bagian utama dari pembatasan masalah ini adalah pengidentifikasian
latar belakang atau konteks: keputusan sektor swasta atau pemerintah?.
Pengidentifikasian konteks pengambilan keputusan ini & siapa pengambil
13
keputusannya merupakan suatu langkah besar menuju pemahaman proses
pemilihan keputusan.
2. Penentuan Tujuan
Tahap ini terdapat pertanyaan: apa tujuan pengambilan keputusan,
bagaimana seharusnya si pengambilan keputusan tersebut menilai hasilnya
dibandingkan dengan tujuannya, bagaimana si pengambil keputusan tersebut ingin
mencapai tujuan yang bertentangan satu sama lain. Dalam keputusan memilih,
kita harus tahu apa yang kita inginkan. Di sektor swasta, hampir semua keputusan
ditujukan untuk mendapatkan laba maksimum, selisih antara TR & TC. Pada
sektor pemerintah tujuannya lebih luas, pertimbangannya biasanya berdasarkan
analisis/kriteria manfaat-biaya.
Namun demikian, adanya Risiko & ketidakpastian dalam dunia nyata
kadang-kadang menyulitkan seorang pengambil keputusan dalam memilih
alternatif keputusan. Fluktuasi ekonomi makro, adanya kebijakan baru dari
pemerintah, keadaan musim dll, semuanya membuat proses pencapaian tujuan
menjadi tidak pasti. Oleh karena itu, faktor risiko & ketidakpastian juga harus
dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan yang biasanya dilakukan
dengan teknik-teknik statistika.
3. Pencarian Alternatif
Terdapat pertanyaan: apa alternatif tindakan untuk pencapaian tujuan,
variabel apa saja yang dapat kita kendalikan, apa kendala yang kita hadapi dalam
pencapaian tujuan. Setelah mengetahui apa yang diinginkan, tentunya akan
ditanyakan apa pilihan kita. Seorang pengambil keputusan yang ideal, akan
membeberkan semua kemungkinan pilihan yang ada & kemudian memilih satu di
antaranya yang akan memberikan hasil yang terbaik bagi pencapaian tujuannya.
Tetapi mengingat kendala keterbatasan manusia, para pengambil keputusan tidak
bisa mengharapkan untuk dapat mengidentifikasi & mengevaluasi semua
kemungkinan pilihan. Biayanya akan terlalu tinggi, namun demikian beberapa
pilihan alternatif yang paling menarik tetap ada & harus kita pilih.

14
4. Peramalan Dampak
Pada tahap ini diamati: bagaimana konsekuensi dari setiap alternatif pilihan,
jika hasil yang diharapkan tidak pasti bagaimana sifatnya, dapatkan informasi
lebih baik diperoleh untuk meramalkan suatu hasil. Tugas peramalan konsekuensi
ini tergantung keadaannya; bisa dilakukan secara langsung atau diabaikan sama
sekali. Kadangkala, perhitungan secara aritmatis sederhana sudah cukup, tetapi
bisa juga dengan menggunakan statistik atau ekonometrika, atau dapat dengan
deterministik jika keadaannya pasti & dengan model probabilistik jika
pengambilan keputusan dalam keadaan mengandung risiko/ketidakpastian.

5. Penentuan Pilihan
Setelah semua analisis selesai dilakukan, kita bisa menentukan pilihan yang
paling kita inginkan. Setelah seorang pengambil keputusan menetapkan konteks
permasalahan, menetapkan tujuan dan mengidentifikasi alternatif-alternatif yang
tersedia, bagaimana caranya untuk memilih satu pilihan yang diinginkan.
Jika semua variabel dalam proses pengambilan keputusan (ex: tujuan dan
hasilnya) bisa dikuantifikasikan, maka kita dapat menggunakan beberapa metode
tertentu untuk menetapkan keputusan yang paling optimal. Metode-metode
tersebut antara lain: analisis marginal, programasi linier, pohon keputusan
(decision trees), analisis manfaat-biaya, dsb. Pendekatan ini tidak saja penting
untuk perhitungan keputusan optimal tapi juga untuk mengetahui mengapa
keputusan tersebut optimal.

6. Analisis Sensitivitas
Terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan: bagaimana sifat dari masalah yang
menentukan pilihan tindakan yang optimal tersebut, bagaimana pengaruh
perubahan keadaan-keadaan tertentu terhadap keputusan yang optimal yang
diambil; apakah pilihan tersebut peka terhadap perubahan-perubahan variabel
ekonomi utama yang terabaikan oleh si pengambil keputusan tersebut.

15
Dalam menyelesaikan suatu masalah, penting bagi kita untuk memahami
dan mampu menjelaskan kepada orang lain mengapa kita memilih keputusan
tersebut. Pilihan tersebut tidak lahir begitu saja. Pilihan tersebut tergantung pada
tujuan yang dipilih, cara perumusan masalah, metode dan peramalan hasilnya.
Oleh karena itu, analisis sensitivitas menjelaskan bagaimana suatu keputusan yang
optimal akan berubah jika fakta-fakta ekonomi utama berubah. Analisis
sensitivitas ini mempunyai beberapa kegunaan yaitu:
a. Memberikan faktor-faktor kunci dalam permasalahan yang mempengaruhi
keputusan.
b. Menulusuri perubahan-perubahan variabel yang tidak diyakini manajer
tersebut.
c. Menghasilkan solusi dalam kasus proses pengulangan pengambilan
keputusan jika keadaan-keadaan tertentu dimodifikasi.

G. Teknik Pengambilan Keputusan dalam Ketidakpastian


1. Teknik Optimasi
Dari aspek manajerial, pilihan yang optimal merupakan solusi yang efektif
dan efisien. Secara harfiah, kata efektif dapat dipadankan dengan kata berdaya
guna, sedangkan efisien lebih bersesuaian makna dengan kata berhasil guna.
Pilihan yang efektif merujuk pada alternatif proses produksi untuk mencapai
output maksimal pada level penggunaan input yang sudah ditetapkan besarannya,
sementara pilihan yang efisien merujuk kepada alternatif proses produk untuk
mencapai besaran output tertentu dengan penggunaan input minimal.
Dari uraian ini, dapat disimpulkan bahwa optimalisasi mencakup
terminologi maksimalisasi output dan minimalisasi input atau biaya. Pemahaman
atas solusi optimal ini dapat diterapkan baik pada kajian tentang perilaku produksi
maupun prilaku konsumsi.
2. Teknik Analisis Risiko
Risiko adalah hal yang tidak akan pernah dapat dihindari pada suatu
kegiatan/aktivitas yang dilakukan manusia, termasuk aktivitas proyek

16
pembangunan dan proyek konstyruksi. Karena dalam setiap kegiatan, seperti
kegiatan konstruksi, pasti ada berbagai ketidakpastian (uncertainty). Faktor
ketidakpastian inilah yang akhirnya menyebabkan timbulnya risiko pada suatu
kegiatan.
3. Teknik Pendugaan/Peramalan
Tujuan dari peramalan ekonomi adalah untuk mengurangi risiko atau
ketidakpastian yang dihadapi suatu perusahaan dalam pengambilan keputusan
operasional jangka pendeknya dan dalam merencanakan pertumbuhan jangka
panjangnya. Teknik peramalan bervariasi dari yang sederhana dan tidak mahal
hingga yang canggih tetapi mahal. Dengan mempertimbangkan semua keuntungan
dan batasan dari berbagai macam teknik ramalan tersebut, manajer dapat memilih
metode atau kombinasi dari metode yang paling cocok dengan perusahaannya.
Peramalan kualitatif didasari oleh survei terhadap rencana para eksekutif
bisnis untuk rencana pengeluaran pembangunan dan peralatan, perubahan
inventori, dan harapan penjualan, serta survei terhadap rencana pengeluaran
konsumen. Ramalan penjualan dapat didasari oleh jajak pendapat terhadap
eksekutif perusahaan, tenaga penjual, dan konsumen perusahaan biasanya
meminta pandangan dari pejabat luar negeri atau orang-orang bisnis.

H. Contoh Nyata dari Analisis Risiko, Ketidakpastian, Pengambilan


Keputusan
1. Contoh Pertama
Kinerja memengaruhi risiko. Para manajer mengambil lebih banyak risiko
ketika perusahaan-perusahaan mereka berkinerja buruk, khususnya sewaktu
mendekati kebangkrutan. Para manajer di perusahaan-perusahaan yang berkinerja
lebih baik, terutama mereka yang berhasil mencapai sasaran-sasaran mereka,
mengambil risiko lebih sedikit dan lebih rendah. Selain itu, iklim bisnis ikut
memengaruhi pengambilan risiko, kadang-kadang dengan cara mengejutkan.
Keuntungan koperasi naik hingga lebih dari 70% pada bulan Desember 2004 sejak

17
titik terendahnya di tahun 2001. Biasanya keuntungan tinggi mengarah pada
pengambilan risiko yang lebih tinggi dalam bentuk investasi bisnis.
Uang tunai menyediakan cara-cara untuk memanfaatkan kesempatan-
kesempatan investasi dalam berbagai produk baru, teknologi, pabrik, orang, dan
pasar. Namun, peluang investasi bisnis selama periode ini hanya naik 18%.
Penjelasannya mungkin adalah orang kembali menghindari risiko. Pada 1990-an
saham tampak terus naik, tanpa ada yang perlu dikhawatirkan, para manajer sering
kali merasa mereka dapat melakukan apa saja, mengambil setiap kesempatan.
Namun ketika gelembung teknologi pecah, resesi melanda, teroris menyerang, dan
skandal-skandal perusahaan menjadi bahan berita, semuanya berubah. Para
manajer dalam iklim penghindaran risiko yang baru ini tidak melakukan investasi-
investasi baru berisiko, seperti yang dapat mereka lakukan di iklim bisnis masa
lalu.

2. Contoh Kedua
Para manajer lebih menyukai kepastian daripada ketidakpastian. Sebagai
contoh, Jim Rogers (CEO Cinergy) perusahaan penyedia listrik dan gas merasa
senang jika satu regulasi penting mengenai emisi karbondioksida disahkan
sekarang. Hal itu juga akan lebih baik daripada banyak regulasi yang tidak dapat
diperkirakan selama tahun-tahun mendatang. Ia memilih kepastian di masa
sekarang daripada ketidakpastian yang diciptakan oleh “kematian akibat seribu
sayatan” yang membuatnya mustahil melakukan perencanaan jangka panjang.

3. Contoh Ketiga
Perusahaan Surface System (SSI) memperoleh keuntungan dengan
menetapkan berbagai peluang. Oleh karena itu, mengurangi ketidakpastian bagi
para pengambil keputusan. SSI memperkirakan cuaca yang berkaitan dengan
masalah-masalah bisnis tertentu. Lebih dari $1 triliun dari perekonomian AS
(meliputi perkebunan, konstruksi, penerbangan, pakaian dan penjualan ice cream
yang dipengaruhi oleh temperatur, hujan, salju, angin, dan kelembaban udara). 44

18
departemen transportasi pemerintah membayar SSI untuk memberitahukan kepada
mereka kapan harus menaburkan garam ke jalan, karena jalan memerlukan 1/10
jumlah garam jika ditaburkan persis sebelum salju turun daripada sesudahnya.
Taman-taman hiburan, jika mereka mengetahui kapan akan turun hujan selama
jam-jam saat para konsumen mungkin lebih memilih untuk pergi ke bioskop,
dapat menghemat biaya tenaga kerja dan makanan.
Mengurangi ketidakpastian tidak hanya memberikan ketenangan psikologis,
tetapi juga bernilai nyata. George Conrades, pimpinan dan CEO Akamai
Technologies mengatakan, “kami bekerja dalam sebuah lingkungan -internet-
yang di dalamnya terdapat sejumlah besar ketidakpastian. Anda tidak dapat
merasa pasti yang akan terjadi esok hari, apalagi tahun depan. Bahayanya adalah
ketidakpastian dapat menyebabkan kelumpuhan. Jika anda menghabiskan terlalu
banyak waktu untuk mencoba mengenali secara tepat semua kemungkinan dan
risiko, anda tidak akan pernah dapat mengambil tindakan. Dan jika itu terjadi,
anda tidak mampu mengambil keputusan (anda akan mati).”

19
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Risiko adalah peluang dari suatu kejadian yang dapat diperhitungkan dan
akan memberikan dampak negatif yang dapat menimbulkan kerugian, sedangkan
ketidakpastian adalah peluang dari suatu kejadian yang tidak dapat diperhitungkan
oleh pebisnis selaku pengambil keputusan. Untuk mengukur risiko dapat
meggunakn probabilitas. probabilitas (Pi) adalah peluang timbulnya kejadian
anyara 0 < Pi < 1, Besarnya probabilitas suatu kejadian antaraa 0 dan 1. Jumlah
probabilitas dari seluruh kejadian yang mungkin terjadi adalah 1 (ΣPi = 1).
Adapun cara dalam mengatasi risiko yaitu dengan cara, menghindari risiko,
mengurangi risiko dan mengasuransikan risiko. Sedangkan sikap terhadap risiko
tergantung dari besarnya risiko yang akan dihadapi.
Proses pembuatan keputusan merupakan inti dari setiap masalah yang
dihadap dalam dunia usaha. Adapun langkah-langkah dalam pengambilan
keputusan, yakni: 1) perumusan masalah, 2) penentuan tujuan 3) pencarian
alternatif, 4) peramalan dampak, 5) penentuan pilihan, dan 6) analisis sensitivitas.
Teknik dalam pengambilan keputusan itu sendiri ada tiga macam yaitu, teknik
optimisasi, teknik analisis risiko, teknik pendugaan/peramalan

B. Saran
Dengan mempelajari risiko, ketidakpastian pengambilan keputusan ini,
semoga dapat memberi pengetahuan bagi pembaca. Dimana dengan risiko,
ketidakpastian dan pengambilan keputusan, seseorang atau manajemen dalam
perusahaan dapat mengetahui risiko yang kemungkinan bisa terjadi dan
bagaimana pengambilan keputusan dalam perusahaan.

20
DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Lincolin. 2000. Ekonomi Manajerial. Yogyakarta. BPFE-


YOGYAKARTA
Janiasbomi. 2010. Pengambilan Keputusan Manajerial (Manajerial Decision
Making). http//:bomeey89.blogspot.com (diakses tanggal 01 Oktober 2017)
Ulum, Miftachul. 2011. Risiko, Ketidakpastian, dan Pengambilan Keputusan.
http//:mutiarailmudrajat.blogspot.com (diakses tanggal 01 Oktober 2017)