Anda di halaman 1dari 5

1.

(Advertising)

Menurut Kotler (2002:658), periklanan didefinisikan sebagai bentuk penyajian dan promosi ide, barang
atau jasa secara nonpersonal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran. Secara umum,
iklan merupakan suatu alat komunikasi yang disampaikan oleh produsen untuk menawarkan produknya
yang ditujukan kepada konsumen melalui media berbayar .

Tujuan dari iklan ini diantaranya memberikan informasi (Informative Advertising), mempengaruhi
(Persuasive Advertising), dan mengingatkan (Reminder Advertising).

Iklan memiliki beberapa karakteristik, antara lain:

Suatu bentuk komunikasi yang berbayar.

Nonpersonal komunikasi.

Menggunakan media massa sebagai sarana penyampai pesan.

Menggunakan sponsor yang teridentifikasi.

Contoh Iklan :

Iklan informatif

Iklan ponds white beauty natural termasuk dalam iklan yang berfungsi sebagai pemberi informasi,
karena memberikan pengenalan dan pengetahuan mengenai fitur Ponds yang terbaru.

Iklan persuasif

Iklan sabun cuci Daia merupakan iklan persuasif karena berusaha mempengaruhi seseorang untuk
membeli produk tersebut dengan cara menginformasikan kelebihan-kelebihan yang dimiliki

Iklan reminder

Iklan pocari sweat adalah iklan yang bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada konsumen
mengenai produknya. Iklan ini berusaha untuk menyampaikan bahwa pocari sweat selalu dibutuhkan
untuk mengembalikan cairan tubuh setelah beraktifitas.

2. Sales Promotion
Menurut Kotler (2000:597), “Sales promotion consists of a diverse collection of inceantive tools, mostly
short term, designed to stimulate quicker or greated purchase if particular products or service by
consumers or the trade”.

Sedangkan menurut alex S. Nitisemito (1994 : 142) sales promotion adalah suatu cara untuk
mempengaruhi konsumen langsung agar suka membeli barang dengan merk tertentu.

Contoh dari promosi penjualan ini adalah melalui pemberian potongan harga, kupon berhadiah, undian,
pemberian sampel gratis, garansi,dll.

3. Personal selling

Menurut Kotler dan Amstrong (1999:423) personal seling adalah, “Personal presentation by the firm’s
sales force for the purpose of making sales and building customer relationshihps”. Jadi dapat
disimpulkan bahwa personal selling merupakan bentuk komunikasi yang dapat dilakukan secara lisan
antara penjual dengan calon pembeli dengan tujuan untuk menjual barang/jasa maupun ide.

Contoh dari personal selling ini adalah menugaskan sales untuk menyampaikan informasi mengenai
produknya.

4. Direct Marketing

Direct marketing adalah sistem pemasaran yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan satu atau
beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan atau transaksi di sembarang lokasi.

Dalam Direct Marketing,dapat menggunakan beberapa macam saluran. Saluran ini terdiri dari penjualan
tatap muka, pemasaran direct mail, pemasaran melalui catalog, telemarketing, TV dan media dengan
tanggapan langsung lain, pemasaran melalui kios, dan saluran online.

Contoh Direct Marketing adalah perusahaan produk kecantikan Oriflame yang menggunakan katalog
sebagai alat promosi dalam penjualan produknya.

5. Publisitas (publicity)
Doug Newson, dkk mendefinisikan publisitas sebagai: informasi tentang organisasi yang dikemas sebagai
editorial bukan iklan pada medium publikasi dan berita. Publisitas (Publicity) merupakan suatu kegiatan
promosi dari suatu produk secara non personal yang bersifat komersial mengenai produk tersebut baik
di media cetak dan media elektronik, maupun hasil wawancara yang ditampilkan dalam media tersebut.
Perbedaan dengan promosi iklan adalah dalam publisitas,perusahaan tidak perlu membayar.

Contoh dari publisitas ini adalah adanya berita di sebuah majalah mengenai Indosat yang mengadakan
event di suatu tempat.

6. Hubungan masyarakat (public relation)

Definisi dari Public Relation yang dikemukakan oleh Kotler dan Amstrong (1999:468) adalah“Public
Relation building good relations with the company’s various by obtaining favorable publicity, building up
a good corporate image and handling or headling off unfavorade rumors stories ang events”. public
relation dianggap sebuah proses atau aktivitas yang bertujuan untuk menjalin komunikasi antara
organisasi dan pihak luar organisasi (Coulsin-Thomas, 2002).

Contoh dari public relation ini adalah melobi, berbicara di depan publik, menyelenggarakan acara, dan
membuat pernyataan tertulis mengenai produk yang ditawarkan.

7. Sosial media

Media sosial adalah sebuah media online dimana para konsumen bisa dengan mudah berpartisipasi,
berbagi, dan memberikan masukan mengenai produk yang ditawarkan. Saluran yang digunakan sosial
media ini meliputi blog, sosial network atau jejaring sosial,dll.

Contoh : toko online baju-baju ala korea yang marak dijual di jejaring sosial Facebook.

8. Event marketing

Event Marketing merupakan salah satu cara yang dilakukan perusahaan sebagai bagian dari rencana
pemasaran yang ditujukan untuk menciptakan awareness dan mempengaruhi target pasar untuk
membeli produk/jasa perusahaan.
Contoh dari event marketing ini adalah produk Djarum yang mengadakan event yang menampilkan
performa DJ terbaik dunia, Djarum Black Slimznation “Invaders” untuk menunjukan eksistensi Djarum
dimata konsumen.

2. Berkembangnya Bauran Pemasaran 4P menjadi 7P

Bauran pemasaran ini semakin lama semakin berkembang terutama dalam bidang jasa, tidak hanya
meliputi product, promotion, dan price (4P), namun juga meninjau dari segi place, people, process, dan
physical evidence yang selanjutnya dikenal dalam istilah bauran pemasaran jasa sebagai 7P.

Konsep ini nantinya disesuaikan dengan kondisi perusahaan jasa yang akan melaksanakannya, namun
secara umum, konsep 7P ini (product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence)
digunakan untuk mengambil keputusan dalam pembuatan strategi komunikasi pemasaran.

a. Product (The Services) / Produk atau Jasa

Produk jasa merupakan produk yang dapat memberikan manfaat, memenuhi kebutuhan konsumen, dan
dapat memuaskan konsumen. Sesungguhnya pelanggan tidak membeli barang atau jasa, tetapi membeli
manfaat dari sesuatu yang ditawarkan.

b. Price / Harga

Penetapan harga merupakan suatu hal penting. Perusahaan akan melakukan hal ini dengan penuh
pertimbangan karena penetapan harga akan dapat mempengaruhi pendapatan total dan biaya. Harga
merupakan faktor utama penentu posisi dan harus diputuskan sesuai dengan pasar sasaran, bauran
ragam produk, dan pelayanan, serta persaingan.

c. Place / Lokasi Usaha

Jangkauan tempat menjadi suatu yang harus dipertimbangkan secara matang, tempat-tempat yang
strategis tentu memiliki peluang akses publik yang lebih baik, namun biaya sewa rental dari tempat
tersebut juga harus diperhitungkan sebagai konsekuensi dari kemudahan akses ke konsumen.

d. Promotion / Strategi Promosi

Promosi merupakan suatu aktivitas dan materi yang dalam aplikasinya menggunakan teknik, dibawah
pengendalian penjual/produsen, yang dapat mengkomunikasikan informasi persuasif yang menarik
tentang produk yang ditawarkan oleh penjual/produsen, baik secara langsung maupun melalui pihak
yang dapat mempengaruhi pembelian.

e. People / Sumber Daya Manusia (SDM)

People merupakan aset utama dalam industri jasa, terlebih lagi bisnis yang membutuhkan sumber daya
dengan performance tinggi. Kebutuhan konsumen terhadap karyawan berkinerja tinggi akan
menyebabkan konsumen puas dan loyal. Kemampuan knowledge (pengetahuan) yang baik, akan
menjadi kompetensi dasar dalam internal perusahaan dan pencitraan yang baik di luar.

f. Process / Proses atau Aktivitas Bisnis

Layanan jasa ataupun kualitas produk sangat bergantung pada proses penyampaian jasa kepada
konsumen. Mengingat bahwa penggerak perusahaan jasa adalah karyawan itu sendiri, maka untuk
menjamin mutu layanan (quality assurance), seluruh operasional perusahaan harus dijalankan sesuai
dengan sistem dan prosedur yang terstandarisasi oleh karyawan yang berkompetensi, berkomitmen,
dan loyal terhadap perusahaan tempatnya bekerja.

g. Physical Evidence / Bukti Fisik Perusahaan

Building merupakan bagian dari bukti fisik, karakteristik yang menjadi persyaratan yang bernilai tambah
bagi konsumen dalai perusahaan jasa yang memiliki karakter. Perhatian terhadap interior, perlengkapan
bangunan, termasuk lightning system, dan tata ruang yang lapang menjadi perhatian penting dan dapat
mempengaruhi mood pengunjung.

Bangunan harus dapat menciptakan suasana dengan memperhatikan ambience sehingga memberikan
pengalaman kepada pengunjung dan dapat membrikan nilai tambah bagi pengunjung, khususnya
menjadi syarat utama perusahaan jasa dengan kelas market khusus.