Anda di halaman 1dari 17

Manfaat Home Care Bagi Pasien dan

Cara Kerjanya
Dibuat tanggal 2016-01-25

Home care adalah pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif


yang diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal pasien yang bertujuan
untuk meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan atau
memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit (
Depkes, 2002 ). Menurut American of Nurses Association (ANA) tahun 1992
pelayanan kesehatan di rumah ( home care ) adalah perpaduan perawatan kesehatan
masyarakat dan ketrampilan teknis yang terpilih dari perawat spesialis yang terdiri
dari perawat komunitas, perawat gerontologi, perawat psikiatri, perawat maternitas
dan perawat medikal bedah. Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan
perawatan kesehatan di rumah seperti beberapa hal, Suatu bentuk pelayanan
kesehatan yang komprehensif bertujuan memandirikan klien dan keluarganya.
Pelayanan kesehatan diberikan di tempat tinggal klien dengan melibatkan klien dan
keluarganya sebagai subyek yang ikut berpartisipasi merencanakan kegiatan
pelayanan.

Lingkup praktik keperawatan mandiri meliputi asuhan keperawatan perinatal, asuhan


keperawatan neonantal, asuhan keperawatan anak, asuhan keperawatan dewasa, dan
asuhan keperawatan maternitas, asuhan keperawatan jiwa dilaksanakan sesuai dengan
lingkup wewenang dan tanggung jawabnya.
Keperawatan yang dapat dilakukan dengan :

 Melakukan keperawatan langsung (direct care) yang meliputi pengkajian bio-


psiko- sosio- spiritual dengan pemeriksaan fisik secara langsung, melakukan
observasi, dan wawancara langsung, menentukan masalah keperawatan,
membuat perencanaan, dan melaksanakan tindakan keperawatan yang
memerlukan ketrampilan tertentu untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia
yang menyimpang, baik tindakan-tindakan keperawatan atau tindakan-
tindakan pelimpahan wewenang (terapi medis), memberikan penyuluhan dan
konseling kesehatan dan melakukan evaluasi.
 Mendokumentasikan setiap tindakan pelayanan yang di berikan kepada klien,
dokumentasi ini diperlukan sebagai pertanggung jawaban dan tanggung gugat
untuk perkara hukum dan sebagai bukti untuk jasa pelayanan kepertawatan
yang diberikan.
 Melakukan koordinasi dengan tim yang lain kalau praktik dilakukan secara
berkelompok

Manfaat Home Care Bagi Pasien dan Cara Kerjanya:


 Konsultasi/telepon
 Fasilitasi ke dokter rujukan
 Menyiapkan menu makanan
 Membersihkan tempat tidur pasien
 Fasilitasi kegiatan sosial pasien
 Fasilitasi perbaikan sarana klien.

Secara umum lingkup pelayanan dalam perawatan kesehatan di rumah (home


care ) dapat dikelompokkan sebagai berikut :
 Pelayanan medik dan asuhan keperawatan.
 Pelayanan sosial dan upaya menciptakan lingkungan terapeutik.
 Pelayanan rehabilitasi medik dan keterapian fisik
 Pelayanan informasi dan rujukan
 Pendidikan, pelatihan dan penyuluhan kesehatan
 Higiene dan sanitasi perorangan serta lingkungan
 Pelayanan perbantuan untuk kegiatan sosial

Skill Dasar yang Harus Dikuasai Perawat

Berdasarkan SK Dirjen Dirjen YAN MED NO HK. 00.06.5.1.311 terdapat 23


tindakan keperawatan mandiri yang bisa dilakukan oleh perawat home care antara
lain :

 Vital sign
 Memasang nasogastric tube
 Memasang selang susu besar
 Memasang cateter
 Penggantian tube pernafasan
 Merawat luka dekubitus
 Suction
 Memasang peralatan O2
 Penyuntikan (IV,IM, IC,SC)
 Pemasangan infus maupun obat
 Pengambilan preparat
 Pemberian huknah/laksatif
 Kebersihan diri
 Latihan dalam rangka rehabilitasi medis
 Tranpostasi klien untuk pelaksanaan pemeriksaan diagnostik
 Pendidikan kesehatan
 Konseling kasus terminal

Masih ada lagi beberapa hal seperti kompetensi dasar yang harus dimiliki dalam
melaksanakan tindakan home care. Namun hal-hal di atas sudah mencakup mengenai
manfaat home care secara umum dan beberapa tugas-tugas pokoknya.
Semoga dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi para Healty Family Indonesia
Nisfa_ADMIN_INSAN_MEDIKA

www.insanmedika.co.id

Penyedia Perawat Home Care, Pendamping Orang Sakit, dan Perawat Lansia
Profesional

Penerapan Caring Manajemen Dalam Pelayanan Homecare

A. Definisi
Pelayanan kesehatan di rumah adalah pelayanan keperawatan yang diberikan
kepada pasien di rumahnya, yang merupakan sintesa dari pelayanan keperawatan
komunitas dan keterampian teknikal tertentu yang berasal dari spesalisasi kesehatan
tertentu, yang befokus pada asuhan keperawatan individu dengan melibatkan
keluarga, dengan tujuan menyembuhkan, mempertahankan dan meningkatkan
kesehatan fisik, mental/ emosi pasien.
Home Care (HC) menurut Habbs dan Perrin, 1985 adalah merupakan
layanan kesehatan yang dilakukan di rumah pasien (Lerman D. & Eric B.L,
1993), Sehingga home care dalam keperawatan merupakan layanan keperawatan
di rumah pasien yang telah melalui sejarah yang panjang.
Menurut Depkes RI (2002) mendefinisikan bahwa home care adalah pelayanan
kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan kepada individu,
keluarga, di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan,
mempertahankan, memulihkan kesehatan/memaksimalkan kemandirian dan
meminimalkan kecacatan akibat dari penyakit. Layanan diberikan sesuai dengan
kebutuhan pasien/keluarga yang direncanakan, dikoordinir, oleh pemberi layanan
melalui staff yang diatur berdasarkan perjanjian bersama.
Rice. R, (2001) mengidentifikasi jenis kasus yang dapat dilayani pada program
home care yang meliputi kasus-kasus yang umum pasca perawatan di rumah sakit dan
kasus-kasus khusus klinik dan yang biasa dijumpai di komunitas. Kasus umum yang
merupakan pasca perawatan di RS adalah :
1. Klien dengan COPD
2. Klien dengan penyakit gagal jantung
3. Klien dengan gangguan oksigenasi
4. Klien dengan mengalami perlukaan kronis
5. Klien dengan diabetes
6. Klien dengan gangguan fungsi perkemihan
7. Klien dengan kondisi pemulihan kesehatan ( rehabilitasi )
8. Klien dengan terapi cairan infus di rumah
9. Klien dengan gangguan fungsi persyarafan
10. Klien dengan AIDS

Sedangkan kasus dengan kondisi khusus, meliputi :


1. Klien dengan post partum
2. Klien dengan gangguan kesehatan mental
3. Klien dengan kondisi Usia Lanjut
4. Klien dengan kondisi terminal ( Hospice and Palliative care)
5. (Rice R , 2001.,Allender &Spradley, 2001)

B. Tujuan Diadakannya Home Care


1. Terpenuhi kebutuhan dasar ( bio-psiko- sosial- spiritual ) secara mandiri.
2. Meningkatkan kemandirian keluarga dalam pemeliharaan kesehatan.
3. Meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kesehatan di rumah.

C. Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Home Care


1. Kesiapan tenaga dan partisipasi masyarakat
2. Upaya promotif atau preventif
3. SDM perawat
4. Kebutuhan pasien
5. Kependudukan
6. Dana

D. Manfaat Home Care


1. Bagi Klien dan Keluarga :
a. Program Home Care (HC) dapat membantu meringankan biaya rawat inap yang
makin mahal, karena dapat mengurangi biaya akomodasi pasien, transportasi dan
konsumsi keluarga
b. Mempererat ikatan keluarga, karena dapat selalu berdekatan pada saat anggoa
keluarga ada yang sakit
c. Merasa lebih nyaman karena berada dirumah sendiri
d. Makin banyaknya wanita yang bekerja diluar rumah, sehingga tugas merawat orang
sakit yang biasanya dilakukan ibu terhambat oleh karena itu kehadiran perawat untuk
menggantikannya
2. Bagi Perawat :
a. Memberikan variasi lingkungan kerja, sehingga tidak jenuh dengan lingkungan yang
tetap sama
b. Dapat mengenal klien dan lingkungannya dengan baik, sehingga pendidikan
kesehatan yang diberikan sesuai dengan situasi dan kondisi rumah klien, dengan
begitu kepuasan kerja perawat akan meningkat.
c. Data dan minat pasien
3. Bagi Rumah Sakit :
a. Membuat rumah sakit tersebut menjadi lebih terkenal dengan adanya pelayanan
home care yang dilakukannya.
b. Untuk mengevaluasi dari segi pelayanan yang telah dilakukan
c. Untuk mempromosikan rumah sakit tersebut kepada masyarakat
E. Ruang lingkup
Ruang Lingkup Home Care yaitu :
1. Memberi asuhan keperawatan secara komprehensif
2. Melakukan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarganya.
3. Mengembangkan pemberdayaan pasien dan keluarga.
4. Secara umum lingkup perawatan kesehatan di rumah juga dapat dikelompokkan
sebagai berikut :
5. Pelayanan medik dan asuhan keperawatan
6. Pelayanan sosial dan upaya menciptakan lingkungan yang terapeutik
7. Pelayanan rehabilitasi dan terapi fisik
8. Pelayanan informasi dan rujukan
9. Pendidikan, pelatihan dan penyuluhan kesehatan
10. Higiene, dan sanitasi perorangan serta lingkungan
11. Pelayanan perbaikan untuk kegiatan sosial.

F. Prinsip Home Care


Agar pelayanan home care ini dapat berjalan dengan lancar maka perlu diperhatikan
beberapa prinsip dalam melakuakan pelayanan home care.
Prinsip – prinsip terssebut diantaranya :
1. Pengelolaan home care dilaksanakan oleh perawat
2. Pelaksana Home Care adalah terdiri dari profesi kesehatan yang ada (dokter, bidan,
perawat,ahli gizi, apoteker, sanitarian dan tenaga profesi yang lain).
3. Mengaplikasikan konsep sebagai dasar mengambil keputusan dalam praktik.
4. Mengumpulkan data secara sistematis, akurat dan komrehensif.
5. Menggunakan data hasil pengkajian dan hasil pemeriksaan dalam menetapkan
diagnosa.
6. Mengembangkan rencana keperawatan didasarkan pada kebutuhan.
7. Memberi pelayanan paripurna yang terdiri dari prepentif, kuratif, promotif dan
rehabilitaif.
8. Mengevaluasi respon pasien dan keluarganya dalam intervensi keperawatan, medik
dan lainnya.
9. Bertanggung jawab terhadap pelayanan yang bermutu melalui manajemen.
10. Memelihara dan menjamin hubungan baik diantara anggota tim.
11. Mengembankan kemampuan profesional.
12. Berpartisipasi pada kegiatan riset untuk pengembangan home care.
13. Menggunakan kode etik profesi dalam melaksanakan pelayanan di home care.

G. Lingkup Keperawatan Di Rumah


Lingkup praktik keperawatan mandiri meliputi asuhan keperawatan perinatal, asuhan
keperawatan neonantal, asuhan keperawatan anak, asuhan keperawatan dewasa, dan
asuhan keperawatan maternitas, asuhan keperawatan jiwa dilaksanakan sesuai dengan
lingkup wewenang dan tanggung jawabnya.
Keperawatan yang dapat dilakukan dengan :
1. Melakukan keperawatan langsung (direct care) yang meliputi pengkajian bio- psiko-
sosio- spiritual dengan pemeriksaan fisik secara langsung, melakukan observasi, dan
wawancara langsung, menentukan masalah keperawatan, membuat perencanaan, dan
melaksanakan tindakan keperawatan yang memerlukan ketrampilan tertentu untuk
memenuhi kebutuhan dasar manusia yang menyimpang, baik tindakan-tindakan
keperawatan atau tindakan-tindakan pelimpahan wewenang (terapi medis),
memberikan penyuluhan dan konseling kesehatan dan melakukan evaluasi.
2. Mendokumentasikan setiap tindakan pelayanan yang di berikan kepada klien,
dokumentasi ini diperlukan sebagai pertanggung jawaban dan tanggung gugat untuk
perkara hukum dan sebagai bukti untuk jasa pelayanan kepertawatan yang diberikan.
3. Melakukan koordinasi dengan tim yang lain kalau praktik dilakukan secara
berkelompok.
4. Sebagai pembela/pendukung(advokat) klien dalam memenuhi kebutuhan asuhan
keperawatan klien dirumah dan bila diperlukan untuk tindak lanjut kerumah sakit dan
memastikan terapi yang klien dapatkan sesuai dengan standart dan pembiayaan
terhadap klien sesuai dengan pelayanan /asuhan yang diterima oleh klien.
5. Menentukan frekwensi dan lamanya keperawatan kesehatan di rumah dilakukan,
mencangkup berapa sering dan berapa lama kunjungan harus di lakukan.

H. Jenis Pelayanan Keperawatan Di Rumah


Jenis pelayanan keperawatan di rumah di bagi tiga kategori yaitu :
1. Keperawatan klien yang sakit di rumah merupakan jenis yang paling banyak
dilaksanakan pada pelayanan keperawatan di rumah sesuai dengan alasan kenapa
perlu di rawat di rumah. Individu yang sakit memerlukan asuhan keperawatan untuk
meningkatkan kesehatannya dan mencegah tingkat keparahan sehingga tidak perlu di
rawat di rumah sakit.
2. Pelayanan atau asuhan kesehatan masyarakat yang fokusnya pada promosi dan
prevensi. Pelayanannya mencakup mempersiapkan seorang ibu bagaimana merawat
bayinya setelah melahirkan, pemeriksaan berkala tumbuh kembang anak,
mengajarkan lansia beradaptasi terhadap proses menua, serta tentag diet mereka.
3. Pelayanan atau asuhan spesialistik yang mencakup pelayanan pada penyakit-penyakit
terminal misalnya kanker, penyakit-penyakit kronis seperti diabetes, stroke, hpertensi,
masalah-masalah kejiwaan dan asuhan pada anak.

I. Peran dan Fungi Perawat Home Care


1. Manajer kasus : mengelola dan mengkolaborasikan pelayanan, dengan fungsi :
a. Mengidentifikasi kebutuhan pasien dan keluarga
b. Menyusun rencana pelayanan
c. Mengkoordinir akifitas tim
d. Memantau kualitas pelayanan
2. Pelaksana : memberi pelayanan langsung dan mengevaluasi pelayanan dengan
fungsi:
a. Melakukan pengkajian komprehensif
b. Menyusun rencana keperawatan
c. Melakukan tindakan keperawatan
d. Melakukan observasi terhadap kondisi pasien
e. Membantu pasien dalam mengembangkan perilaku koping yang efektif
f. Melibatkan keluarga dalam pelayanan
g. Membimbing semua anggota keluarga dalam pemeliharaan kesehatan
h. Melakukan evaluasi terhadap asuhan keperawatan
i. Mendikumentasikan asuhan keperawatan.

J. Pro dan Kontra Home Care di Indonesia


Di awal perjalanannya home care nursing sesungguhnya merupakan bentuk
pelayanan yang sangat sederhana, yaitu kunjungan perawat kepada pasien tua atau
lemah yang tidak mampu berjalan menuju rumah sakit atau yang tidak memiliki biaya
untuk membayar dokter di rumah sakit atau yang tidak memiliki akses kepada
pelayanan kesehatan karena strata sosial yang dimilikinya. Pelaksanaannya juga
merupakan inisiatif pemuka agama yang care terhadap merebaknya kasus gangguan
kesehatan. Perawat yang melakukannya dikenal dengan istilah perawat kunjung
(visiting nurse). Bentuk intervensi yang diberikan berupa kuratif dan rehabilitatif.
Pada saat klien dan keluarga memutuskan untuk menggunakan sistem pelayanan
keperawatan dirumah (home care nursing), maka klien dan keluarga berharap
mendapatkan sesuatu yang tidak didapatkannya dari pelayanan keperawatan dirumah
sakit.adapun klien dan keluarga memutuskan untuk tidak menggunakan sistem ini,
mungkin saja ada pertimbangan-pertimbangan yang menjadikan home care bukan
pilihan yang tepat.dibawah ini terdapat tentang pro dan kontra home care di
Indonesia.
Pro home care berpendapat :
1. home care memberikan perasaan aman karena berada dilingkungan yang
dikenal oleh klien dan keluarga, sedangkan bila di rumah sakit klien akan
merasa asing dan perlu adaptasi.
2. home care merupakan satu cara dimana perawatan 24 jam dapat diberikan
secara focus pada satu klien, sedangkan dirumah sakit perawatan terbagi pada
beberapa pasien.
3. home care memberi keyakinan akan mutu pelayanan keperawatan bagi klien,
dimana pelayanan keperawatan dapat diberikan secara komprehensif
(biopsikososiospiritual).
4. home care menjaga privacy klien dan keluarga, dimana semua tindakan yang
berikan hanya keluarga dan tim kesehatan yang tahu.
5. home care memberikan pelayanan keperawatan dengan biaya relatif lebih
rendah daripada biaya pelayanan kesehatan dirumah sakit.
6. home care memberikan kemudahan kepada keluarga dan care giver dalam
memonitor kebiasaan klien seperti makan, minum, dan pola tidur dimana
berguna memahami perubahan pola dan perawatan klien.
7. home care memberikan perasaan tenang dalam pikiran, dimana keluarga dapat
sambil melakukan kegiatan lain dengan tidak meninggalkan klien.
8. home care memberikan pelayanan yang lebih efisien dibandingkan dengan
pelayanan dirumah sakit, dimana pasien dengan komplikasi dapat diberikan
pelayanan sekaligus dalam home care.
9. pelayanan home care lebih memastikan keberhasilan pendidikan kesehatan
yang diberikan, perawat dapat memberi penguatan atau perbaikan dalam
pelaksanaan perawatan yang dilakukan keluarga.
Kontra home care berpendapat :
1. Home care tidak termanaged dengan baik, contohnya jika menggunakan agency yang
belum ada hubungannya dengan tim kesehatan lain seperti :
a. Dokter spesialis.
b. Petugas laboratorium.
c. Petugas ahli gizi.
d. Petugas fisioterapi.
e. Psikolog dan lain-lain.
2. Home care membutuhkan dana yang tidak sedikit jika dibandingkan dengan
menggunakan tenaga kesehatan secara individu.

3. Klien home care membutuhkan waktu yang relatif lebih banyak untuk
mencapai unit-unit yang terdapat dirumah sakit, misalnya :
a. Unit diagnostik rontgen
b. Unit diagnostik CT scan.
c. Unit diagnostik MRI.
d. Laboratorium dan lain-lain.

4. Pelayanan home care tidak dapat diberikan pada klien dengan tingkat
ketergantungan total, misalnya: klien dengan koma.
5. Tingkat keterlibatan anggota keluarga rendah dalam kegiatan perawatan,
dimana keluarga merasa bahwa semua kebutuhan klien sudah dapat terlayani
dengan adanya home care.
6. Pelayanan home care memiliki keterbatasan fasilitas emergency, misalnya :
a. Fasilitas resusitasi
b. Fasilitas defibrilator

7. Jika tidak berhasil, pelayanan home care berdampak tingginya tingkat


ketergantungan klien dan keluarga pada perawat

K. Faktor Penghambat Dalam Pelayanan Home Care


1. Adanya rasa kurang atau belum percayanya masyarakat atau keluarga terhadap
pelayanan Home Care.
2. Situasi dan keadaan lingkungan atau wilayah serta kurangnya akses transportasi.
Jarak wilayah yang terlalu jauh sehingga kurang mendapat pelayanan Home Care dari
pihak rumah sakit serta keadaan yang kurang mendukung, misalnya pada lingkungan
rumah susun yang berkaitan dengan ketenangan, kebersihan, kerapian yang kurang
mendukung untk proses penyembuhan dalam pelayanan home care. Hal ini
menyebabkan persepsi masyarakat kurang baik terhadap keberadaan home care.
3. Tenaga kesehatan yang kurang kompeten dalam melaksanakan pelayanan home care
4. Banyak masyarakat yang belum tahu tentang pelayanan home care.
5. Terbatasnya tenaga kesehatan
6. Adanya panggilan kunjungan yang tidak diperlukan, hal ini akan membuang waktu,
tenaga dan biaya,
7. Hambatan yang datang dari pasien dan keluarga
8. Ketergantungan penderita dan atau keluarga,
9. Untuk kolaborasi dengan tim profesional lain membutuhkan waktu yang cukup lama,
10. Letak geografis yang jauh dapat mempengaruhi efektivitas pelayanan dan cost yang
diperlukan.

L. Kelebihan Pelayanan Home Care


1. Bisa meningkatkan kemandrian pasien dan keluarga dalam melakukan pemeliharaan
kesehatan
2. Meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan
3. Pembiayaan yang lebih murah
1 minggu di rumah sakit untuk kelas 3 kurang lebih biaya yang dikeluarkan sebesar
Rp. 1.000.000,00 kalau memakai pelayanan home care dalam 1 minggu yang
dilakukan visit 3 kali kurang lebih biaya yang dikeluarkan Rp. 425.000,00.

M. Kekurangan Pelayanan Home Care


1. Penanganan masa kritis kurang cepat dan kurang efektif
2. Kurang perhatian atau pengawasan dari tenaga medis
3. Letak geografis yang berjauhan, sehingga sulit untuk mendapatkan pelayanan
kesehatan
Pelayanan Caring Manajemen Dalam Pelayanan Klinik

Pelayanan klinik atau pelayanan kesehatan lainnya merupakan salah satu bentuk
upaya yang diselanggarakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Klinik atau pelayanan kesehatan lainnya adalah sebagai salah satu bentuk fasilitas
pelayanan kesehatan harus memberikan pelayanan yang baik dan berkualitas serta
bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dalam bentuk perawatan,
pemeriksaan, pengobatan, tindakan medis atau non medis, dan tindakan diagnosis
lainnya yang dibutuhkan oleh masing-masing pasien dalam batas-batas kemampuan
teknologi dan sarana yang disediakan.
Sedangkan untuk dapat disebut sebagai bentuk pelayanan kesehatan, baik dari jenis
pelayanan kesehatan kedokteran maupun dari jenis pelayanan kesehatan masyarakat
harus memiliki berbagai syarat pokok yang dimaksud adalah:
a. Tersedia dan berkesinambungan
Syarat yang pertama, yaitu suatu pelayanan kesehatan yang baik adalah pelayanan
kesehatan tersebut harus tersedia dimasyarakat serta bersifat berkesinambungan.
b. Dapat diterima dan wajar
Syarat pokok kedua pelayanan kesehatan yang baik adalah dapat diterima oleh
masyarakat serta bersifat wajar. Artinya pelayanan kesehatan tersebut tidak
bertentangan dengan keyakinan dan kepercayaan masyarakat.
c. Mudah dicapai
Syarat pokok keempat pelayanan kesehatan yang baik adalah mudah sicapai oleh
masyarakat.
d. Mudah dijanggaku
Syarat pokok keempat pelayanan kesehatan yang baik adalah mudah dijangkau oleh
masyarakat. Pengertian keterjangkauan yang dimaksud disini termasuk dari sudut
biaya. Untuk dapat mewujudkan keadaan yang seperti ini harus dapat diupayakan
pelayanan kesehatan tersebut sesuai dengan kemampuan ekonomi masyrakat.
e. Bermutu
Syarat pokok pelayanan kesehtan yang baik adalah bermutu. Pengertian yang
dimaksud disini adalah yang menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan
kesehatan yang diselanggarakan, yang disatu pihak dapat memuaskan para pemakai
jasa pelayanan, dan dipihak lain tata cara penyelenggaraannya sesuai dengan kode
etik serta standar yang telah ditetapkan.

Daftar Pustaka

Hidayat, Lukman. 2009. Home Care dan "sedikit konsep untuk anda"

Notoatmodjo,Soekidjo.1997.Ilmu Kesehatan Masyarakat.Jakarta: PT Rineka Cipta


Potter dan Ferry.2005.Buku Ajar Fundamental Keperawatan Vol.1.Jakarta: EGC

Wijayanto, W. T. 2010. Home Care Ala Mitra Medical Service

PROFIL HHC
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembangunan kesehatan pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran,


kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat
mewujudkan derajat kesehatan yang optimal (undang-undang kesehatan,
1992).untuk mencapai tujuan kesehatan ini, dan sesuai dengan visi pemerintah
“Indonesia sehat tahun 2010”, Departemen kesehatan telah mengubah
paradigmanya menjadi paradigma sehat (Healthy Paradigm) yang fokusnya pada
upaya preventif dan promotif selain Kuratif /curatif, bertujuan untuk meningkatkan
kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap individu

Di beberapa negara maju,” home care “ (perawatan di rumah ), bukan merupakan


konsep yang baru, tapi telah dikembangkan oleh William Rathbon sejak tahun 1859
yang dia namakan perawatan di rumah dalam bentuk kunjungan tenaga
keperawatan kerumah untuk mengobati klien yang sakit dan tidak bersedia dirawat
di rumah sakit.

Dari beberapa literatur pengertian “home care” adalah:


1. Perawatan dirumah merupakan lanjutan asuhan keperawatan dari rumah sakit
yang sudah termasuk dalam rencana pemulangan (discharge planning ) dan dapat
dilaksanakan oleh perawat dari rumah sakit semula, oleh perawat komunitas di
mana pasien berada, atau tim keperawatan khusus yang menangani perawatan di
rumah.

2. Perawatan di rumah merupakan bagian dari asuhan keperawatan keluarga,


sebagai tindak lanjut dari tindakan unit rawat jalan atau puskesmas.

3. Pelayanan kesehatan berbasis dirumah merupakan suatu komponen rentang


keperawatan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan
kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka, yang bertujuan untuk
meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan atau memaksimalkan
tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit termasuk penyakit
terminal.

4. Pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien individu dan keluarga,


direncanakan, dikoordinasikan dan disediakan oleh pemberi pelayanan yang
diorganisir untuk memberi pelayanan di rumah melalui staf atau pengaturan
berdasarkan perjanjian kerja (kontrak) (warola,1980 dalam Pengembangan Model
Praktek Mandiri keperawatan dirumah yang disusun oleh PPNI dan Depkes).

Keperawatan di rumah berkembang dengan pesat didukung oleh factor ekonomi


yaitu semakin
Tingginya biaya pelayanan di rumah sakit, keberhasilan sistem DRG (diagnosis
related group) dapat menekan lamanya waktu rawat, dan kemajuan teknologi
kesehatan dimana peralatan –peralatan yang semula dengan ukuran besar yang
biasa dugunakan dirumah sakit sudah dikembangkan dalam bentuk yang lebih
sederhana dan mudah digunakan dirumah. Beberapa alasan mengapa keperawatan
kesehatan dirumah merupakan alternative yang banyak diminati oleh masyarakat
antara lain: keperawatan dirumah dipersepsikan lebih hemat biaya, lingkungan
memberikan efek yang terapeutik, pemberdayaan keluarga dalam asuhan klien lebih
optimal, mengurangi lamanya waktu dirawat dirumah sakit, memberikan
kesempatan bagi kasus tertentu yang memerlukan rawat lama misalnya penyakit
kronis atau kasus terminal.

HOSPITAL HOME CARE (HHC) RSUD AL IHSAN

HHC RSUD AL IHSAN berdiri sejak tahun 2007, keberadaanya dalam rangka ikut
membantu menyehatkan masyarakat khususnya pasca perawatan di RSUD AL
IHSAN.

HHC Merupakan perawatan lanjutan pada klien yang telah dirawat dirumah sakit, karena
masih memerlukan bantuan layanan keperawatan, maka dilanjutkan dirumah. Alasan
munculnya jenis program ini selain apa yang telah dikemukakan dalam alasan diatas, adalah
:

a. Ambulasi dini dengan resiko memendeknya hari rawat, sehingga kesempatan untuk
melakukan pendidikan kesehatan sangat kurang (misalnya ibu post partum normal hanya
dirawat 1-3 hari, sehingga untuk mengajarkan bagaimana cara menyusui yang baik, cara
merawat tali pusat bayi, memandikan bayi, merawat luka perineum ibu, senam post partum,
dll) belum dilaksanakan secara optimum sehingga kemandirian ibu masih kurang.

b. Menghindari resiko infeksi nosokomial yang dapat terjadi pada klien yang dirawat
dirumah sakit.
c. Makin banyaknya penyakit kronis, yang bila dirawat di RS tentu memerlukan biaya yang
besar

d. Perlunya kesinambungan perawatan klien dari rumah sakit ke rumah, sehingga akan
meningkatkan kepuasan klien maupun perawat.

e. Pasien lebih nyaman, tidak merepotkan, menghemat waktu & biaya serta lebih
mempercepat tali kekeluargaan.

Semoga program HHC RSUD AL IHSAN dapat ikut membantu mewujudkan kualitas
kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat kabupaten Bandung dan umumnya
masyarakat JAWA BARAT.

Amien