Anda di halaman 1dari 16

Nama : A.

Uzli Fatul Jannah Rosha


Nim : PO713203181001

Alat Gelas Laboratorium


1. GELAS KIMIA/ GELAS PIALA (BEAKER GLASS)
Biasanya terbuat dari tipe biroksilikat. Bentuk beaker glass
memiliki beberapa tipe, tinggi dan pendek. Mempunyai kapasitas
ukuran volume dari 5 - 600 ml.

Prinsip Kerja
Wadah larutan, skala pada badan gelas digunakan untuk mengukur larutan secara tidak
teliti.
Fungsi
 Mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tigkat ketelitian yang tinggi
 Menampung zat kimia, memanaskan cairan.
 Media pemanasan cairan.

K3
 Menggunakan lap halus saat mengangkat beaker glass dari kompor listrik
 Merendam beaker glass dalam aquades atau air saat menuangkan larutan asam dengan
konsentrasi tinggi.

2. LABU ERLENMEYER (ERLENMEYER FLASK)


Terbuat dari jenis gelas borosilikat, labu erlenmeyer ada yang
dilengkapi dengan tutup dan tanpa tutup. Tutup labu dan mulut labu
erlenmeyer terbuat dari kaca asah. Mempunyai kapasitas ukuran
volume dari 25 – 2000 ml.

Prinsip Kerja
Labu erlenmeyer dengan tutup asah digunakan untuk mencampurkan reaksi dengan
kecepatan lemah.
Fungsi
 Labu erlenmeyer dengan tutup asah digunakan untuk titrasi dengan pengocokkan
kuat, dihubungkan dengan alat ekstraksi, alat destilasi dan sebagainya.
Nama : A. Uzli Fatul Jannah Rosha
Nim : PO713203181001

 Labu erlenmeyer tanpa tutup asah digunakan untuk titrasi dengan pengocokkan lemah
hingga sedang.
K3
Menggunakan lap halus saat mengangkat Erlenmeyer dari kompor listrik.

3. PIPET UKUR / PIPET TAKAR (GRADUATED PIPETTES)


Pipet ukur terbuat dari gelas jenis soda jernih, mempunyai kapasitas 0,001 – 50 ml.
Dilengkapi dengan pembagian skala pada dinding ppet 0,0001 – 0,5 ml.

Prinsip Kerja
Memipet cairan secara kurang teliti dan tidak masuk dalam
perhitungan pada ketetapan kadar.
Fungsi
Digunakan untuk mengambil, memindahkan atau memipet sejumlah volume secara tidak
teliti.
K3
 Tidak menggoyangkan pipet untuk mengeluarkan sisa larutan yang tertinggal pada
pipet, tetapi sebaiknya ditutup atau menggoreskan ujung pipet pada dinding dalam
dari wadah sebanyak 3x.
 Menggunakan ball pipet saat memipet lartan berbahaya dan beracun. Penghisapan
larutan menggunakan pipet melalui mulut usahakan pipet berada pada dasar wadah,
agar tidak ada gelembung yang masuk saat memipet.

4. PIPET VOLUME / PIPET GONDOK


Pipet yang terbuat dari gelas jenis soda jernih, mempunyai kapasitas 0,5 – 100 ml
Prinsip Kerja
Memipet atau memindahkan volume cairan dengan teliti atau
seksama.
Fungsi
Memipet atau memindahkan volume cairan dengan teliti.
Cara Menggunakan
Nama : A. Uzli Fatul Jannah Rosha
Nim : PO713203181001

Pada pemakaiannya pipet volumetrik harus dibilas terlebih dahulu dengan sedikit larutan
yang akan dipindahkan. Kemudian larutan untuk membilas itu dikeluarkan lagi seluruhnya.
Bila digunakan pipet yang baru, dicuci sebelum dipakai. Pipet itu dicelupkan kedalam larutan
terlalu dalam didalam larutan.
K3
 Tidak menggoyangkan pipet untuk mengeluarkan sisa larutan yang tertinggal pada
pipet, tetapi sebaiknya ditiup atau menggoreskan ujung pipet pada dinding dalam dari
wadah sebanyak 3x.
 Menggunakan ball pipet saat memipet lartan berbahaya dan beracun. Penghisapan
larutan menggunakan pipet melalui mulut usahakan pipet berada pada dasar wadah,
agar tidak ada gelembung yang masuk saat memipet.

5. CORONG PISAH (SEPARATORY FUNNELS)


Terbuat dari gelas boroksilat, tidak berwarna dan amber. Berbentuk kerucut (buah per)
bulaat dan silinder, dilengkapi dengan kran dan tutup yang terbuat dari bahan gelas asah atau
teflon. Mempunyai kapasitas 50 – 2000 mL.

Prinsip Kerja
Mengekstraksi zat cair dengan zat cair.
Fungsi
 Digunakan untuk ektraksi zat.
 Mengatur aliran zat cair pada proses kromatografi kolom dan reaksi kimia lainnya.
K3
 Sebelum menggunakan, lakukan pengecekan tutup dan kran corong pisah sudah tepat
dan tidak bocor.
 Dalam pengocokkan corong pisah dilakukan dengan cara memegang bagian atas
berikut tutupnya dengan tangan kanan dan tangan kiri memegang tangkai corong
berikut kerannya.

6. DESIKATOR (DESICCATORS)
Nama : A. Uzli Fatul Jannah Rosha
Nim : PO713203181001

Berupa panci bersusun dua yang bagian bawahnya diisi bahan pengering, dengan
penutup yang sulit dilepas dalam keadaan dingin karena dilapisi vaseline. Ada 2 macam
desikator : desikator biasa dan vakum. Desikator vakum pada bagian tutupnya ada katup yang
biasa dibuka tutup, yang dihubungkan dengan selang ke pompa. Bahan pengering yang biasa
digunakan adalah silika gel.
Prinsip Kerja
Mendinginkan, mengeringkan serta menyimpan zat atau bahan.
Fungsi
 Digunakan untuk mendinginkan bahan atau alat gelas
(misalnya ; krus porselin, botol timbang) setelah dipanaskan dan
akan ditimbang.
 Mengeringkan bahan atau menyimpan zat atau bahan yang harus diliindungi terhadap
pengaruh kelembapan udara.
Cara Menggunakan
Dengan membuka tutup desikator dengan menggesernya kesamping. Letakkan sample
dan tutup kembali dengan cara yang sama.
K3
Gunakan dua buah tangan untuk membawa desikator atau untuk membukanya, tangan
pertama digunakan sebagai penahan desikator dan tangan yang lain digunakan untuk
mendorong tutup desikator. Jika desikator dihampa udarakan, sebelum dibuka kran harus
dibuka terlebih dahulu agar tekanan udara di dalam dan diluar desikator sama hingga akan
memudahkan untuk membukanya.

7. KONDENSOR (KONDENSERS)
Kondensor mempunyai bentuk panjang yang berbeda – beda sesuai dengan kegunaan
masing – masing. Kondensor terbuat dari gelas boroksilat , umumnya dapat dirangkai dengan
alat gelas lain untuk berbagai keperluan.
Prinsip Kerja
zat dipanaskan, kemudian uap panas akan naik lalu dialirkalah air dinginmelalui selang
sehingga uap panas tadi tidak lepas ke udara tetapi kembali
mengembun dan jatuh lagi ke bawah. Pada prinsip kerja kondensor,
volume dari larutan yang dipanaskan akankonstan karena tidak ada
uap yang lepas ke udara.
Nama : A. Uzli Fatul Jannah Rosha
Nim : PO713203181001

Fungsi
digunakan intuk menggembungkan atau mendinginkan uap yang terjadi pada proses
reaksi, sintesa, atau pada sistem destilasi, ekstraksi, saponifikasi, esterifikasi, metilasi dan
sebagainya.
K3
Pada saat melakukan destilasi, kita harus memperhatikan suhunya. Apabila terlalu tinggi
maka akan menyebabkan endapan yang seharusnya didapat akan gosong dantidsak dapat
dilanjutkan prosesnya ke rekristalisasi.

8. LABU KJELDAHL (KJELDHL FLASK)


Terbuat dari gelas boroksilikat, dengan kapasitas 50 – 1000 mL.
Prinsip Kerja
Posisi labu harus miring dengan mulut menyandar pada
penampung uap asam.
Fungsi
Digunakan untuk destruksi atau digesti protein dan dapat pula
digunakan sebagai labu destilasi pada hasil destruksi protein.
K3
Saat memasangkan labu pada mulut penampung uap harus rapat agar uap asam tidak
menyebar saat melakukan proses destruksi.

9. LABU IODIUM
Labu iodium atau disebut juga sebagai labu iod merupakan salah satu alat gelas
laboratorium yang terbuat dari kuarsa/silikat oksida, boron oksida, aluminium oksida dan
natrium oksida. Labu iodium mirip labu Erlenmeyer bertutup asah dan pada mulut labu
dilengkapi oleh suatu piringan kaca yang digunakan untuk menempatkan cairan/larutan atau
air yang berguna untuk mengikat uap iodium hasil reaksi. Labu iodium mempunyai kapasitas
ukuran 100 sampai 500.
Prinsip Kerja
Memasukkan sampel dalam labu iodium dan tutup dengan rapat, jangan sampai ada
gelembung udara di dalamnya.
Fungsi
Nama : A. Uzli Fatul Jannah Rosha
Nim : PO713203181001

Adapun kegunaan labu iodium adalah untuk mereaksikan zat yang biasanya
menghasilkan iodium.
K3
 Pecahnya labu yang dpat diatasi dengan mengganti yang
baru.
 Retaknya labu yang dapat diperbaiki dengan lem.
 Apabila tutup labu kurang rapat ketika sedang digunakan
dalam mereaksikan, maka aroma iodium yang menyenngat akan
terhirup dan akan mengganggu kerja sehingga tutp labu harus ditutup
rapat.

10. TABUNG REAKSI (TEST TUBE)


Tabung reaksi umumnya terbuat dari berbagai macam jenis gelas antara lain ;
Boroksilikat, Soda, Fiolax dan Supermax. Soda Glass tidak tahan pemanasan, Fiolax Glass
tidak peka terhadap perubahan panas dan pemanasan setempat. Tabung reaksi yang terbuat
dari Fiolax dan Soda glass umumnya berdinding tipis, sedangkan tabung reaksi yang terbuat
dari Boroksilikat dan Supermax tahan pemanasan. Ukuran tabung reaksi ditetapkan
berdasarkan atas diameter mulut tabung bagian dalam dan panjang
tabung, diameter antara 70 – 200 mm.
Prinsip Kerja
Sebagai wadah larutan, beberapa memiliki tutup yang
digunakan untuk meletakkan sampel (darah).
Fungsi
 Mereaksikan larutan.
 Untuk memanaskan sampel atau cairan.
K3:
 Membawa serta dengan rak tabung sesuai dengan ukuran tabungnya agar tidak jatuh.
 Gunakan penjepit tabung saat akan melakukan pemanasan.

11. GELAS UKUR (MEASURING CYLINDERS)


Gelas ukur berbentuk silinder, terbuat dari jenis gelas boroksilikat. Kapasitas volume
gelas ukur 5 – 2000 mL.
Nama : A. Uzli Fatul Jannah Rosha
Nim : PO713203181001

Prinsip Kerja
Mengukur cairan secara tidak teliti dan tidak masuk dalam
perhitungan.
Fungsi
 Dapat digunakan untuk merendam pipet dalam asam pencuci
 Gelas ukur yang dilengkapi dengan tutup asah digunakan
untuk melarutkan zat hingga volume tertentu.
K3
Perhatikan saat menuangkan larutan, jangan sampai larutannya mengalir pada tepi gelas
ukur.

12. LABU UKUR (VOLUMETRIK FLASK)


Terbuat dari jenis gelas boroksilikat, mempunyai mulut labu dengan ukuran standar yang
dilengkapi dengan tutpnya. Tutup labu dapat terbuat dari gelas asah atau teflon. Labu ukur
mempunyai kapasitas volume 5 – 2000 mL.

Prinsip Kerja
Labu ukur memiliki ketelitian tinggi sehingga sering digunakan
untuk mengukur larutan secara teliti.
Fungsi
Digunakan untuk mencampurkan larutan.
K3
 Tidak boleh dipanaskan.
 Gunakan kedua tangan saat mencampurkan larutan.

13. BURET (BURETTES)


Buret berbentuk silinder, terbuat dari jenis gelas soda, boroksilikat, amber. Bentuk buret
dibedakan dengan ujung kran lurus (Burettes with straight stopcock) dan buret dengan keran
bengkok (Burettes with lateral stopcock). Mempunyai kapasitas 1 – 100 mL dengan
pembagian skala 0,01 – 0,2 m.
Nama : A. Uzli Fatul Jannah Rosha
Nim : PO713203181001

Prinsip Kerja
Buret harus bersih, kering dan bebas lemak sebelum digunakan. Sebelum titrasi dimulai,
pastikan tidak ada gelembung udara di bawah kran karena menyebabkan kesalahan saat
melakukan titrasi.
Fungsi
Memberikan secara tetes demi tetes sejumlah volume larutan
yang diketahui dengan teliti pada proses titrasi.
K3
 Letakkan pada keranjang plastik.
 Perhatikkan kran buret, gunakan pelumas untuk memudahkan putaran kran buret dan
mencegah kebocoran.

14. CORONG (FUNNELS)


Terbuat dari jenis boroksiliat atau plastic. Corong mempunyai garis tengah 35 – 300 mm
dan ada yang mempunyai tangkai corong panjang, sedang dan pendek.

Prinsip Kerja
Membantu memasukkan cairan dalam suatu wadah dengan
ukuran mulut kecil.
Fungsi
Digunakan untuk menyaring zat cair atau sampel padat.
K3
Saat menuangkan larutan, corong sebaiknya tidak bersentuhan dengan mulut wadah
usahakan menjauh sedikit.

15. BATANG PENGADUK (STRIRRING ROD)


Terbuat dari gelas, polietilen atau logam yang dibungkus dengan polietilen. Batang
pengaduuk mempunyai panjang sesuai dengan keperluan. Batang pengaduk umumnya
bergaris tengah 2 – 4 mm dan mempunyai panjang yang bervariasi 6 – 30 cm.

Prinsip Kerja
Nama : A. Uzli Fatul Jannah Rosha
Nim : PO713203181001

Mengaduk larutan atau suspense dalam wadah.


Fungsi
 Digunakan untuk mengaduk larutan atau suspensi yang
umumnya berada pada gelas kimia, Erlenmeyer atau tabung reaksi.
 Digunakan pula sebagai alat bantu untuk memindahkan cairan
dari suatu bejana ke bejana lain.
K3
Dalam mengaduk tidak bolek terlalu kuat atau kasar agar larutan tidak terpecik dan
wadah tidak pecah.

16. GELAS ARLOJI (WATCH GLASSES)


Terbuat dari gelas boroksilat, mempunyai diameter yang bervariasi antara 30 – 200
mm.
Prinsip Kerja
Wadah penimbangan zat padat
Fungsi
Wadah menimbang zat padat dan untuk menutup labu pada
proses pemanasan.
K3
Berhati – hati saat menempatkan wadah.
17. BOTOL PENETES (DROPPING BOTTLES)
Terbuat dari gelas boroksilikat , ada yang jernih-transparan dan amber. Kapasitas 30 –
250 mL dilengkapi dengan tutup yang mempunyai tempat mengalirkan cairan / meneteskan
cairan atau tutup yang dilengkapi dengan pipet.

Prinsip Kerja
Menyimpan dan meneteskan cairan.
Fungsi
Digunakan untuk menyimpan cairan indikator, cairan pewarnaan dan sebagainya.
K3
Saat mengangkat pipet dalam botol, harus hati – hati jika tidak maka cairan akan
berceceran.
Nama : A. Uzli Fatul Jannah Rosha
Nim : PO713203181001

18. BOTOL TIMBANG (WLIGHTING BOTTLES)


Botol timbang terbuat dari jenis gelas boroksilikat, dilengkapi dengan tutup asah. Botol
timbang mempunyai tipe bentuk tinggi dan pendek. Kapasitas botol timbang mulai 15 – 80
mL.

Fungsi
 Digunakan di dalam menentukan kadar air suatu bahan.
 Selain itu digunakan untuk menyimpan bahan yang akan
ditimbang terutama untuk bahan cair.

19. BOTOL PEREAKSI (REAGENT BOTTLES)


Botol pereaksi terbuat dari boroksilikat, atau gelas soda, ada
yang jernih-transparan dan amber. Botol mempunyai mulut atau leher lebar dan normal
dengan kapasitas 50 – 10.000 mL dilengkapi dengan tutup yang terbuat dari kaca asah.

Fungsi
Menyimpan larutan, khusus untuk penyimpanan asam yang
berasap botol dilengkapi dengan penutup bahan atau kap asam.
K3
 Khusus untuk larutan asam, botol pereaksi diletakkan pada lemari asam.
 Pasang tutup botol agar larutan tidak bercampur dengan udara.

20. TABUNG CENTRIFUGE


Alat untuk memuat sample pada kecepatan tinggi, memaksa
partikel yang lebih berat terkumpul ke dasar tabung centrifuge.
Pemakaian paling sering untuk pemisahan komponen sel darah dan
pemrosesan sampai urine.

Fungsi
Sebagai tempat/wadah sample yang akan diputar dalam alat-alat pemusing/centrifuge.
Nama : A. Uzli Fatul Jannah Rosha
Nim : PO713203181001

Cara Menggunakan
Masukkan larutan kedalam gelas tabung centrifuge. Larutan yang dimasukka pada setiap
tabung haruslah sama ukurannya. Masukkan tiap tabung kedalam lubang centrifuge. Untuk
meletakkan gelas tabung berisikan larutan yang akan dimurnikan, tabung harus diletakkan
secara bersilang berlawanan. Namun hal ini tidak perlu dilakukan jika semua lubang pada
centrifuge terisi penuh oleh tabung larutan yang akan dimurnikan.
Nama : A. Uzli Fatul Jannah Rosha
Nim : PO713203181001

Alat Non-Gelas Laboratorium


1. KRUS (CRUCIBLE)
Krus dapat dipanaskan hingga suhu tinggi dalam tanur (Muffle
Furnance) 1900o. Krus mempunyai kapasitas 2 – 250 mL.
Mempunyai bentuk tinggi atau pendek , krus dilengkapi denan tutup.
Krus terbuat bahan Porselin, Platina, tanah liat yang dibakar,
campuran Platina-Tembaga, Baja tahan karat, Nikel, Graphite.

Prinsip Kerja
Praktikum analisis laboratorium sehari – hari untuk pengabuan zat pada analisis
gravimetri.
Fungsi
Umumnya digunakan untuk membakar / mengarangkan / mengabungkan zat pada
analisis gravimetri.
K3
 Sebelum digunakan, krus di cuci dan di rendam dengan asam pencuci.
 Untuk mengambil, memasukkan, memindahkan krus dari tanur menggunakan tang
krus tangkai panjang dan pendek.

2. RAK TABUNG REAKSI


Dari kayu keras , 6 lubang dalam dua baris (total 12 lubang)
berdiameter sekitar 18 mm. Pada bagian dasar terdapat lekukan
sehingga tabung stabil ditempatkan.

Prinsip Kerja
Tabung reaksi dimasukkan dalam lubang tabung sesuai ukurannya.
Fungsi
Digunakan untuk menempatkan tabung reaksi sesuai ukuran tabung.
K3
Membawa rak tabung harus hati – hati, apabila jatuh maka tabung yang berada pada rak
tabung juga akan jatuh.
Nama : A. Uzli Fatul Jannah Rosha
Nim : PO713203181001

3. PENJEPIT TABUNG
Penjepit tabung reaksi berbentuk rahang: persegi. Pegas :
dipoles nikel dengan diameter: 10 -25 mm

Prinsip Kerja
Tekan penekan pada penjepit kemudian jepitkan pada tabung reaksi
Fungsi
Alat Lab ini digunakan untuk menjepit tabung reaksi pada saat dipanaskan.
K3
Apabila alat ini longgar atau penjepit lepasan,segera perbaiki alat ini dan dapat
digunakan lagi.

4. PENGHISAP PIPET (PIPET FILLER)


Terbuat dari bola karet kenyal dengan 3 knop. Bola karet tidak
mudah lembek.

Prinsip Kerja
Dihubungkan dengan pipet ukur/pipet volum untuk menghisap dan mengeluarkan
larutan.
Fungsi
Untuk menghisap larutan yang akan diukur.
K3
Agar rubber bulb bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama, sebelum disimpan
usahakan alat ini dalam kondisi kering dan tidak ada residu laruta. Usahakan rubber bulb
kering baik bagian dalam maupun bagian luar. Dalam jangka waktu yang lama bahan-bahan
kimia residu akan bereaksi dengan rubber bulb sehingga alat ini menjadi rusak.
Nama : A. Uzli Fatul Jannah Rosha
Nim : PO713203181001

5. CAWAN PORSELIN (DISHES PORCELIN)


Cawan porselin mempunyai kapasitas 4 – 2900 mL. Sebagian cawan petri tidak tahan
pada suhu di atas 300o.
Fungsi
Untuk menguapkan cairan pada suhu yang tidak terlalu tinggi
(oven, di atas tangas air, uap, pasir dan sebagainya).
K3
Memperhatikan suhu saat menguapkan cairan.

6. KLEM DAN STATIF


Statif terbuat dari besi atau baja dan klem terbuat dari alumunium atau besi. memiliki
ukuran diameter : klem10mm dan panjang statif 60cm.
Prinsip Kerja
Dipasangkan buret denganditegakkan oleh statif dan dijepit oleh
klem
Fungsi
 Klem : Untuk memegang atau menjepit buret corong
dan peralatan lainnya.
 Statif : Untuk menegakan buret, corong pisah, dan peralatan lainnya.

7. SPATULA
Berupa sendok panjang dengan ujung atasnya datar, terbuat dari stainless steel atau
alumunium.
Fungsi

 Untuk mengambil bahan kimia yang berbentuk padatan


 Dipakai untuk mengaduk larutan

K3

Setelah di gunakan dibilas dengan air bersih dan dilap agar tidak tercampur dengan zat
lain ketika di gunakan.
Nama : A. Uzli Fatul Jannah Rosha
Nim : PO713203181001

8. NERACA ANALITIK

Neraca analitik adalah jenis neraca yang dirancang untuk mngukur massa kecil dalam
rentang submiligram. Piringan pengukur neraca (0,1 mg) lebih baik berada dalam kotak
transparan berpintu sesehingga tidak berdebu dan angin di dalam ruangan tidak
mempengaruhi operasional penimbangan. Ruang bertutup ini sering disebut dengan
pelindung angin.

Prinsip Kerja

Sebelum digunakan neraca analitik harus dikalibrasi terlebih


dahulu.

Fungsi

Untuk menimbang massa suatu zat

K3

Dalam keadaan stabil. Nyalakan neraca, beri alas seperti perkamen. Perhatikan pula
kapasitas minimum dan maksimum bahan yang ditimbang.

9. KAWAT KASA
Kawat kasa berukuran 140 x 140 mm. Terbuat dari bahan Stainless steel. Tanpa keramik
atau asbes pada bagian tengah, dengan logam pada bagian sisinya.

Prinsip Kerja
Penyangga saat pemanasan larutan.
Fungsi
Digunakan sebagai alas alat gelas atau porselen saat proses
pemanasan.

10. BOTOL SEMPROT


Botol semprot atau juga sering disebut botol pencuci adalah berupa botol tinggi tertutup
yang terbuat dari plastik.
Nama : A. Uzli Fatul Jannah Rosha
Nim : PO713203181001

Prinsip Kerja
Menekan badan botol sampai airnya keluar. Jika ingin
menggunakan air didalamnya terisi banyak.
Fungsi
Sebagi tempat menyimpan aquades juga digunakan untuk
membersihkan dinding bejana dan sisa-sisa endapan, mengeluarkan air
atau cairan dalam jumlah terbatas, untuk membilas peralatan lain atau
proses pengenceran dalam suatu wadah misal labu ukur, erlenmeyer, dsb.
K3
Penggunaan botol seprot dengan kapasitas air sedikit (kurang dari setengah) sangat tidak
dianjurkan karena dapat mengakibatkan air sulit keluar dari selang botol.