Anda di halaman 1dari 8

STASE PEMINATAN

A. Deskripsi Mata Ajar


Pada stase peminatan ini mahasiswa melakukan aplikasi langsung sesuai peminatan
mahasiswa yang di sebarkan pada ketrampilan skill di IGD, ICU, IBS dan HD dalam kurn
waktu 4-5 minggu
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah proses pembelajaran dalam stase peminatan mahasiswa di harapkan trampil
secara afektif, cognitif dan psikomotor sesuai peminatan yang ditempuh.
2. Tujuan Khusus
Setelah pembelajaran mahasiswa mampu dan trampil dalam melakukan pelayanan di
IGD, ICU, IBS dan HD
C. Kompetensi klinik
Sesuai Rencana Proses Pembelajaran yang ada pada kompetensi IGD, ICU, IBS dan HD
D. Metode Pembelajaran klinik
Untuk mencapai tujuan pengalaman belajar klinik pada program pendidikan profesi Ners,
maka metode yg di tetapkan adalah :
1. Metode pengalaman
a Penugasan klinik
b Membuat laporan tertulis
2. Metode pemecahan masalah
a Situasi pemecahan masalah
b Situasi pengambilan keputusan
c Proses kejadian
3. Metode konferensi
a Pre dan post konferen
b Peer review
c Issue
d Konferensi multi disiplin
4. Metode pegarahan individu
a Kontrak belajar
b Belajar mandiri
c Modul
5. Metode bimbingan individu ( Perceptorship)
E. Tempat praktek.
Praktek di lakukan pada ruang rawat inap di rumah sakit sebagai tatanan nyata
pelayanan keperawatan

1
F. Strategi pembelajaran klinik
1. Individu
Membuat laporan analisis jurnal minimal 3 jurnal yang sesuai dengan kasus tempat
peminatan dalam minggu terakhir dan satu Asuhan Keperawatan
2. Kelompok
a Membuat laporan kelompok analisa ruangan, alternatif pemecahan masalah sesuai
dengan sistematika penulisan terlampir.
3. Evaluasi hasil belajar
Sesuai dengan format penilaian yang sudah di siapkan ( dilampiran )
4. Aspek yang dinilai :
a. Penampilan 10 %
b. Kedisilpinan 20 %
c. Skill 20 %
d. Tugas Kelompok 10 %
e. Responsi 20 %
f. Tugas Individu 20 %
TOTAL ASPEK PENILAIAN 100 %
G. Tata Tertib
Berikut ini merupakan tata tertib praktik klinik yang harus dipatuhi baik oleh mahasiswa
maupun pembimbing.

PERATURAN UMUM
1. Kehadiran Mahasiswa dan Penggantian Praktik
a. Kehadiran 100%
b. Mahasiswa datang dan pulang PBK / PBL tepat waktu dan atau menyesuaikan
ruangan tempat praktik
c. Mahasiswa mengisi daftar hadir pada buku evaluasi setiap hari dengan
pengesahan pembimbing klinik / yang berwenang.
d. Mahasiswa tidak diperkenankan meninggalkan tempat PBK / PBL tanpa seijin
pembimbing klinik / kepala ruang / kepala jaga
e. Mahasiswa yang tidak hadir diwajibkan melapor ke tempat PBK / PBL dan
koordinator mata ajar.
f. Mahasiswa yang datang terlambat datang ke tempat praktik diwajibkan
menganti dua kali lipat dari keterlambatannya
g. Segala bentuk ketidak hadiran harus dapat dipertanggung jawabkan yaitu
menyertakan surat keterangan dokter / orang tua wali, yang di ketahui oleh
pihak institusi (STIKES).
h. Penggantian hari praktik dengan keterangan (sakit atau ijin yang dapat
dipertanggung jawabkan) wajib mengganti sesuai hari yang ditinggalkan.

2
i. Penggantian hari praktik tanpa keterangan (ijin yang tidak dapat dipertanggung
jawabkan), wajib mengganti 2x hari yang ditinggalkan dan atau sesuai dengan
ketentuan yang berlaku di tempat praktik
2. Ketertiban Mahasiswa
a. Mahasiswa wajib berpenampilan rapi, bersih, seragam profesi lengkap dengan
atribut sebagai berikut:
Klinik : Putih/Putih (Kap untuk mahasiswa putri )
b. Mahasiswa tidak diperkenankan memakai perhiasan yang berlebihan/ mewah,
kecuali arloji.
c. Mahasiswa diperkenankan memakai make-up tapi tidak mencolok.
d. Mahasiswa putri yang tidak memakai jilbab wajib memakai harnet.
e. Mahasiswa wajib memotong kuku tangan dalam keadaan pendek dan tidak
diperkenankan memakai cat kuku.
f. Mahasiswa wajib mematuhi aturan ditempat praktik

PERATURAN KHUSUS
1. Daftar hadir mahasiswa dalam PBK/PBL adalah 100% di setiap mata ajar.
2. Mahasiswa yang belum memenuhi standar kehadiran (ketidak hadiran
maksimal 25%) harus menganti untuk memenuhi standar 100% dan diatur tersendiri
oleh koordinator mata ajar setelah akhir program PBL/PBK.
3. Mahasiswa yang tidak hadir dengan alasan atau tanpa alasan lebih dari 25%
dinyatakan gagal pada stase mata ajar berjalan.
4. Mahasiswa yang gagal PBK/PBL di setiap stase mata ajar yang sudah
dijalankan akan mengulang pada program pendidikan profesi Ners berikutnya.
5. Mahasiswa yang belum memenuhi kehadiran minimal 75% tidak diperbolehkan
mengikuti ujian pada stase mata ajar berjalan.
6. Mahasiswa yang dinyatakan lulus ujian di setiap mata ajar minimal nilai 2,75.
7. Mahasiswa yang belum lulus ujian diberikan kesempatan untuk mengulang
satu kali pada stase mata ajar berjalan yang diatur oleh koordinator mata ajar.
8. Mahasiswa yang dinyatakan lulus program PBK/PBL di setiap mata ajar
dengan nilai akhir 3,00 (B).
9. Mahasiswa yang IP 2,75 – 2,99 diberi kesempatan ujian ulang sekali pada
stase berjalan yang diatur oleh koordinator mata ajar, apabila belum lulus dengan IP
minimal 3,00 dapat diulang ujiannya sampai lulus, dan dilaksanakan setelah
keseluruhan program selesai.
10. Mahasiswa wajib menyerahkan laporan akhir di setiap mata ajar kepada
koordinator masing – masing mata ajar sebagai syarat nilai. Laporan dikumpulkan
paling lambat 2 mingggu setelah stase berakhir.

3
11. Laporan tidak akan diterima apabila pengumpulan lebih dari ketentuan
tersebut diatas, dan akan dikenakan pengurangan nilai 5% dari nilai total
setiap 1 hari keterlambatan.
12. Mahasiswa dengan penugasan “TIDAK LENGKAP” pada nilai yudisium akan
tertulis “TL” sampai yang bersangkutan melengkapi tugas tersebut.

TATA TERTIB PEMBIMBING


1. Mengisi berita acara sesuai bimbingan dan absensi mahasiswa (pembimbing
akademik)
2. Menyerahkan berita acara dan absensi bimbingan mahasiswa ke koordinator
(pembimbing akademik)
3. Berpakaian rapi (seragam bimbingan lahan) untuk pembimbing akademik
4. Menyelenggarakaan semua kegiatan praktik klinik (termasuk konferece di klinik)
5. Mengikuti semua proses / alur kegiatan pembelajaran klinik seperti yang tercantum
pada buku pedoman profesi ners.
6. Memberikan penilaian klinik pada setiap mahaasiswa.
7. Mengumpulkan hasil penilaian pada koordinator pada minggu terakhir praktik.
8. Saling menghargai dan bekerja sama secara baik dengan pembimbing lain.
9. Memberi contoh peran perawat profesional bagi mahasiswa.
10. Bersedia menerima masukan dari tim pembimbing lain jika terdapat hal yang tidak
sesuai dengan aspek etik dan legal.

4
LAMPIRAN :

SISTEMATIKA LAPORAN KELOMPOK


STASE PEMINATAN

BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar belakang
B. Tujuan
C. Manfaat penulisan
BAB II : TINJAUAN TEORI
Teori : membahas unit sesuai ruang peminatannya ( IBS, IGD, ICU, HD,
PALIATIF )
BAB III : PENDATAAN RUANGAN : Sesuai ruang peminatan
1. Man ( Sumber Daya Manusia ) :
Jumlah Tenaga, Kwalifikasi Pendidikan SDM, Diklat SDM, dsb
2. Money ( Sumber Dana )
3. Methode ( Penerapan Metode Asuhan Keperawatan yang digunakan ) :
Model Askep, Dokumentasi, Ronde Keperawatan, Sentralisasi
Obat,Supervisi, Timbang Terima, Discharge Planing, dsb
4. Material ( Sarana Prasarana ) :
Standart peralatan di ruangan : Jumlah, kondisi, dsb
Denah Ruangan
5. Mutu ( Evaluasi Mutu ) :
Keselamatan Pasien ( Patient Safety ), Kepuasan pasien ( Angket ),
Infeksi Nosokomial, dsb
BAB IV : HASIL KEGIATAN
Hasil Kegiatan yang diperoleh selama praktik dalam stase peminatan
BAB VI I : SIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN ( Dokumentasi Hasil Kegiatan, form, dsb )

SISTEMATIKA TUGAS INDIVIDU


PEMBUATAN ANALISIS JURNAL

 COVER di jilid bufallo warna hijau, Kertas A4 tebal 70 %


 Print out naskah asli jurnal 5 tahun terakhir, minimal 3 jurnal dengan topik sesuai
tempat peminatan
 TEKHNIK PENULISAN JURNAL :

5
 Tulis Judul Jurnal
 Penulis
 Keyword
 Tujuan dari Jurnal
 Obyek Penelitian / Sample
 Metode Penelitian
 Analisis PICO
 Kelebihan Jurnal
 Kekurangan Jurnal
 Kesimpulan dari Jurnal

 Referensi/Daftar Pustaka (maksimal 10 tahun terakhir, minimal 3 referensi).


Referensi berasal dari textbook, buku, jurnal, internet (dgn sumber yang bisa
dipertanggungjawabkan) dan tidak boleh dari wordpress/blogspot.
KETERANGAN : PICO

 P (Problem ): masalah yang spesifik dalam jurnal tersebut.


 I (Intervention) : Intervensi/perlakuan yang dilakukan pada populasi terhadap
fenomena yang terjadi

 C (Comparation, bila ada) : Perbandingan intervensi yang sudah/pernah dilakukan


pada populasi/problem terkait.

6
 O (Outcome) : hasil yang didapatkan dari penelitian tersebut serta implikasinya di

bidang keperawatan.

7
ABSENSI MAHASISWA
Nama :
NIM :
Ruangan :
Mengetahui
No Hari / Tanggal Jam Datang Jam Pulang Pembimbing
Klinik
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
27
29