Anda di halaman 1dari 9

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian


Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik
dengan rancangan potong lintang (cross sectional study) yaitu mengumpulkan
data kebiasaan merokok dan derajat keparahan stroke pada satu waktu yang sama.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dengan
derajat stroke pada pasien stroke iskemik di poliklinik dan bangsal neurologi
RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada bulan September-Desember 2018.

3.2 Waktu dan Tempat Penelitian


3.2.1 Waktu
Penelitian ini dilakukan selama bulan September sampai Desember
tahun 2018.
3.2.2 Tempat
Penelitian ini dilakukan di poliklinik dan bangsal neurologi RSUP Dr.
Mohammad Hoesin Palembang

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian


3.3.1 Populasi Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien stroke iskemik di
poliklinik dan bangsal neurologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
pada bulan September-Desember 2018.
3.3.2 Sampel Penelitian
Sampel pada penelitian ini diambil dari populasi penelitian yaitu
pasien stroke iskemik di poliklinik dan bangsal neurologi RSUP Dr.
Mohammad Hoesin Palembang bulan September-Desember 2018.
3.3.2.1 Besar Sampel Penelitian
Perhitungan sampel untuk penelitian ini menggunakan uji
hipotesis dua beda proporsi populasi pada dua sisi (two tail)
berdasarkan rumus (Lemeshow, S., 1977)
2
{𝑍1−α/2 √2𝑝̅ (1 − 𝑝̅ ) + 𝑍1−𝛽 √𝑃1 (1 − 𝑃1 ) + 𝑃2 (1 − 𝑃2 )}
𝑛=
(𝑃1 − 𝑃2 )2
2
{1,96√0,858 (1 − 0,429) + 0,842√0,572 (1 − 0,572) + 0,286 (1 − 0,286)}
𝑛=
(0,572 − 0,286)2
2
{1,96√0,489 + 0,842√0,244 + 0,2}
𝑛=
(0,286)2

{1,37 + 0,561}2
𝑛=
0,08

3,73
𝑛=
0,08

𝑛 = 47
𝑛 = Besar sampel
α = Tingkat kemaknaan yang diinginkan 5% atau 0,05
𝑍1−α/2 = Angka galat baku normal kesalahan tipe 1 untuk ɑ=0,05%
(nilai Z=1,196)
β` = Kekuatan Power
𝑍1−𝛽 = Angka galat baku normal kesalahan tipe 2 (nilai Z=0,842)
𝑃1 = Proporsi stroke iskemik dengan derajat berat pada kelompok
terpapar/berisiko adalah OR X P2 = 0,572 (OR = 2)
𝑃2 = Proporsi stroke iskemik dengan derajat berat pada kelompok
tidak terpapar/berisiko yaitu 28,6% = 0,286 (Weng et al.,
2011)

3.3.2.2 Cara Pengambilan Sampel


Berdasarkan rumus di atas, jumlah unit sampel minimal yang digunakan untuk
tujuan penelitian ini adalah sebanyak 39 orang. Teknik pengambilan sampel yang
digunakan Peneliti adalah teknik consecutive yaitu semua subjek yang datang dan
memenuhi kriteria pemilihan dimasukkan dalam penelitian sampai jumlah subjek
yang diperlukan terpenuhi. Sampel yang diambil adalah pasien stroke.

3.3.3 Kriteria Inklusi dan Eksklusi


Sampel di dalam penelitian ini merupakan pasien stroke iskemik di
poliklinik atau bangsal neurologi RRSUP Dr. Mohammad Hoesin
Palembang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, yaitu :
Kriteria Inklusi
1. Merupakan pasien dan/atau keluarga pasien stroke iskemik di
poliklinik atau bangsal neurologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin
Palembang pada bulan September-Desember 2018.
2. Bersedia menjadi responden dan menandatangani Informed
Consent
Kriteri Eksklusi
1. Pasien dengan stroke campuran : iskemik dan hemoragik.
2. Pasien dan/atau keluarga pasien stroke iskemik yang tidak
mengetahui lama merokok dan jumlah rata-rata rokok yang
dihisap.

3.4 Variabel Penelitian


3.4.1 Variabel Terikat
Variabel terikat dari penelitian ini adalah derajat keparahan stroke
pada pasien stroke iskemik berdasarkan penilaian defisit neurologis
menggunakan metode dari National Institutes of Health Stroke Scale
(NIHSS), dengan indikator ringan, sedang dan berat.
3.4.2 Variabel Bebas
Variabel bebas dari penelitian ini adalah kebiasaan merokok pada
pasien iskemik
3.4.3 Variabel Perancu
Variabel Perancu dari penelitian ini adalah usia, penyakit hipertensi,
diabetes mellitus dan dislipidemia.
3.5 Definisi Operasional Penelitian
No Variabel Definisi Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur
1. Stroke Stroke yang timbul akibat Rekam Observasi Rekam 1) Stroke iskemik
Iskemik adanya obstruksi di medik Medik 2) Non-Stroke
pembuluh darah yang Iskemik
menyuplai darah ke otak .
2. Kebiasaan Perilaku atau kebiasaan Kuesioner Wawancara 1) Merokok
Merokok pasien stroke iskemik terstruktur 2) Tidak Merokok
menghisap rokok responden
setidaknya sebanyak 4 mengenai
batang per minggu selama kebiasaan
1 tahun atau lebih selama merokok
masa hidupnya.
3. Derajat Dihitung menggunakan Kuesioner Wawancara 1) Ringan : 0-200
Merokok Indeks Brinkman, yaitu dan Indeks terstruktur 2) Sedang : 200-
perkalian antara jumlah Brinkman mengenai jumlah 600
batang yang dihisap rata-rata rokok 3) Berat : >600
dalam hari dengan lama yang dihisap per
merokok dalam tahun. hari dan lama
(Perhimpunan Dokter merokok.
Paru Indonesia, 2011) Indeks Brinkman
= Jumlah rata-rata
rokok yang dihisap
sehari (batang) x
lama merokok
(tahun)
4. Derajat Merupakan Tingkat Rekam Penilaian 1) Ringan : 1-4
Stroke keparahan stroke yang medik dan berdasarkan 2) Sedang : 5-20
dinilai berdasarkan defisit alat ukur informasi di rekam 3) Berat : 20-42
neurologi menggunakan NIHSS medik
alat ukur NIHSS menggunakan alat
ukur NIHSS
5. Riwayat Merupakan diagnosis Rekam Observasi rekam 1) Hipertensi
Penyakit penyakit yang diderita Medik medik 2) Dislipidemia
oleh pasien dan 3) Diabetes
merupakan faktor risiko Mellitus
terjadi stroke iskemik.
3.6 Cara Kerja/Cara Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer dan
sekunder:
3.6.1 Data Primer
Data primer pada penelitian ini diperoleh dari wawancara terstruktur
mengenai kebiasaan merokok kepada pasien dan/atau keluarga pasien di
poliklinik dan bangsal neurologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
tahun 2018.
3.6.2 Data Sekunder
Data sekunder pada penelitian ini diperoleh dari rekam medis
mengenai diagnosis pasien dan derajat keparahan stroke yang dinilai
menggunakan metode penilaian dari NIHSS

3.7 Cara Pengolahan dan Analisis Data


Setelah data yang dibutuhkan dalam penelitan terkumpul, peneliti akan
melakukan proses pengolahan data. Tahapan pengolahan data ini mencakup
kegiatan penyuntingan (editing), pengkodean (coding), tabulasi dan pembersihan
(cleaning) data. Penyuntingan (editing) data merupakan proses pemeriksaan data
yang telah dikumpulkan untuk melihat kelengkapan jawaban, kejelasan makna
jawaban, dan kesesuaian antar jawaban dari wawancara terstruktur pada
responden. Coding data adalah proses memberikan kode tertentu pada jawaban
dari hasil wawancara terstruktur responden sehingga lebih mudah untuk
dimasukkan ke dalam komputer. Tabulasi data adalah pembuatan tabel-tabel yang
berisi data yang telah diberi kode sesuai dengan analisis yang dibutuhkan.
Cleaning data atau pembersihan data merupakan analisis awal dengan melakukan
pengecekan kembali data untuk menghindari terjadi kesalahan saat memasukkan
(entry) data, mengetahui apabila terdapat data yang hilang, mengetahui variasi
data dan mengetahui konsistensi data.
Selanjutnya peneliti akan menganalisi data yang telah diolah secara manual
menggunakan program pengolahan data statistik SPSS 22.0 for windows dan
disajikan dalam bentuk tabel dan grafik.
3.7.1 Analisis Univariat
Analisis univariat dilakukan untuk melihat distribusi frekuensi dari
variabel-variabel yang akan diteliti, baik yang masuk dalam variabel bebas
maupun variabel terikat seperti pada tabel berikut
Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Diagnosis
Variabel n %
Derajat Stroke
Ringan
Sedang
Berat
Total

Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Sosiodemografi


Variabel n %
Jenis kelamin
Pria
Wanita
Usia
18 – 44 tahun
44 – 64 tahun
≥ 65 tahun
Kebiasaan Merokok
Merokok
Tidak Merokok
Derajat Merokok
Perokok Ringan
Perokok Sedang
Perokok Berat
Riwayat Penyakit
Hipertensi
Diabetes
Dislipidemia

3.7.2 Analisis Bivariat


Analisis ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan
antara variabel terikat dan variabel bebas. Analisis bivariat untuk menguji
hubungan kebiasaan merokok dengan derajat stroke menggunakan uji Chi-
square atau uji Fisher's Exact dengan tingkat kepercayaan 95%.
Tabel 3. Hubungan Merokok dengan Derajat Stroke Iskemik.
Derajat Stroke Iskemik
Variabel Bebas Ringan Sedang- Berat
n % n %
Merokok
Tidak Merokok
Jumlah
Tabel 4. Hubungan Derajat Merokok Dengan Derajat Stroke Iskemik
Derajat Stroke Iskemik
Ringan Sedang-Berat
Derajat Merokok
n % n %
Ringan
Sedang - Berat
Jumlah

3.8 Kerangka Operasional


Penentuan Populasi

Kriteria Inklusi PenentuanSampel Kriteria Eksklusi

Pengumpulan dan
Pengambilan Data

Pengolahan Data

Penyajian Hasil

Kesimpulan

Laporan akhir

Publikasi
3.9 Rencana dan Jadwal Kegiatan
Tabel 5. Rencana dan Jadwal Kegiatan
2018
No Kegiatan
Juli Agust. Sept Okt Nov Des
1. Pemilihan dan Pengajuan
Topik/Judul
2. Penyusunan Proposal
3. Seminar Proposal
4. Pengumpulan Data
5. Pengolahan dan Analisis Data
6. Penyusunan Laporan Skripsi
7. Ujian dan Evaluasi Skripsi

3.10 Anggaran
Tabel 6. Rancangan Anggaran Penelitian
Uraian Keperluan Jumlah Harga Satuan Jumlah
Alat tulis 3 buah Rp. 5000,00 Rp. 15.000,00
Kertas A4 70 gram 2 rim Rp. 45.000,00 Rp. 90.000,00
Tinta Printer 4 buah Rp. 30.000,00 Rp. 120.000,00
Biaya foto kopi laporan 5 rangkap Rp. 10.000,00 Rp. 50.000,00
Biaya transportasi Rp. 150.000,00
Biaya tidak terduga Rp. 100.00,00
Total Biaya Rp. 525.000,00
DAFTAR PUSTAKA