Anda di halaman 1dari 1

Abstrak

Malaria dianggap sebagai ancaman besar bagi kesehatan masyarakat di dunia yang telah
menyebabkan 445.000 kematian secara global pada tahun 2016. Artemisinin sebagai metabolit
sekunder menjadi bahan baku obat antimalaria yang dikembangkan melalui strategi bioteknologi
metode kultur jaringan dengan pemberian elisitor sebagai zat yang dapat menginduksi atau
meningkatkan biosintesis metabolit sekunder oleh tanaman untuk memastikan kelangsungan
hidup tanaman tersebut. Berbagai elisitor yang digunakan dapat berperan penting dalam
produksi artemisinin yang dihasilkan sehingga dapat menjadi suatu peningkatan ketersediaan,
kualitas, dan keterjangkauan obat antimalaria