Anda di halaman 1dari 6

Upaya Kesehatan Tradisional dan Komplementer

1. Kegiatan
a. Sosialisasi dan Pembinaan kepada tukang pijat dan penjual jamu
gendong di Kecamatan Panti
b. Pendataan penyehat tradisional yang terdaftar/memiliki izin di
wilayah Kecamatan Panti
c. Sosialisasi manfaat surat izin praktik (STPT) kepada penyehat
tradisional di wilayah Kecamatan Panti
d. Pembinaan Kelompok Asuhan Mandiri

2. Sasaran
a. Penyehat Tradisional (Sangkal putung, tukang pijat, jamu gendong)
yang ada di wilayah Kecamatan Panti
b. Masyarakat di lingkungan Kecamatan Panti

3. Jumlah Petugas
Petugas program Kesehatan Tradisional dan Komplementer dipegang oleh
satu orang petugas Puskesmas Panti sebagai penanggung jawab dan
bekerjasama dengan bagian farmasi serta 2 penyehat tradisional pada
setiap desanya, sehingga pada wilayah Kecamatan Panti yang terdiri dari 7
desa terdapat 14 Penyehat Tradisional.

4. Tabel Pencapaian
No Kegiatan Sasaran Target Capaian Kesenja
. ngan
1. Sosialisasi dan Tukang Terdapat 2 Terbentuk 2 0%
pembinaan pijat dan penyehat penyehat
kepada tukang penjual dalam 1 dalam 1 desa
pijat dan jamu desa
penjual jamu gendong
gendong di
Kecamatan
Panti
2. Pendataan Penyehat 26 3 orang 88,5%
penyehat Tradisiona penyehat sangkal
tradisional l (tukang tradisional putung (2
yang pijat dan memiliki orang yang
terdaftar/memi penjual STPT atau memiliki
liki izin di jamu surat izin STPT), 23
wilayah gendong) orang tukang
Kecamatan pijat (1 orang
Panti memiliki
STPT), dan
13 orang
penjual jamu
gendong
(belum
memiliki
STPT)
3. Sosialisasi Penyehat Pelaksana Pada bulan 0%
manfaat surat tradisonal an pada Maret,
izin praktik di wilayah bulan sosialisasi
(STPT) kecamatan Maret dan pada daerah
kepada panti April Pakis,
penyehat dengan Kemuning
tradisional di target 30 Lor, dan Suci
wilayah orang
Kecamatan Pada bulan
Panti April,
sosialisasi
tercapai pada
semua
sasaran yaitu
30 orang dari
semua desa
di wilayah
Kecamatan
Panti (Panti,
Glagahwero,
Serut, Pakis,
Suci, Kemiri,
Kemuning
Lor)
4. Pembinaan Semua 7 desa Terdapat 3 57,1%
Kelompok desa di terdapat kelompok
Asuhan Kecamata kelompok asuhan
Mandiri n Panti asuhan mandiri yaitu
mandiri dari desa
yang Suci,
mengelola Kemuning
TOGA Lor, dan
(Tanaman Pakis.
Obat
Keluarga) Desa Suci
seperti menjadi desa
kunyit dan percontohan
jahe saat ada
kegiatan
5. Masalah
a. Terdapat masalah dalam hal perizinan praktik kesehatan tradisional
dan komplementer. Hal ini dibuktikan dengan tingginya kesenjangan
antara target dan pencapaian penyehat tradisional yang memiliki
STPT.
b. Hanya ada 3 kelompok asuhan mandiri yaitu dari desa Suci,
Kemuning Lor, dan Pakis dari 7 desa di Kecamatan Panti

6. Tabel Analisis SWOT


a. Tabel IFAS
Kekuatan (Strength) Kelemahan (Weakness)
 Adanya kerjasama dengan  Masih banyak penyehat
bagian Farmasi di PKM tradisional yang belum
 Terdapat 2 penyehat memiliki STPT
tradisional (hatra) setiap desa  Desa yang memiliki
 Program Kesehatan kelompok asuhan mandiri
Tradisonal dan baru 3 Desa di kecamatan
Komplementer sudah panti
direncanakan setiap awal  Capaian belum optimal
tahun dan pelaksanaan sesuai sesuai target
jadwal

b. Tabel EFAS
Peluang (Opportunity) Ancaman (Threath)
 Terdapat kerjasama antar  Masih terdapat dukun bayi
bidan desa sehingga yang melakukan pertolongan
penyampaian lebih cepat dan persalinan secara mandiri
optimal  Tidak semua pengobat
 Pihak Kepala Desa dan tradisional mengikuti kegiatan
perangkat mendukung PKM
kegiatan puskesmas  Kurangnya kesadaran
masyarakat terkait
pemanfaatan lahan sempit
untuk TOGA

c. Tabel Skoring SWOT


Faktor-faktor strategis Bobot Rating Jumlah
(bobot
x
rating)
Kekuatan:
a) Adanya kerjasama 0,33 3 0,99 S-W =
dengan bagian Farmasi 3,23 –
di PKM 2,75 =
b) Terdapat 2 penyehat 0,45 4 1,8 0,48
tradisional (hatra) setiap
desa
c) Program Kesehatan 0,22 2 0,44
Tradisonal dan
Komplementer sudah
direncanakan setiap awal
tahun dan pelaksanaan
sesuai jadwal
Jumlah 1 9 3,23
Kelemahan:
a) Masih banyak penyehat 0,375 3 1,125
tradisional yang belum
memiliki STPT
b) Desa yang memiliki 0,375 3 1,125
kelompok asuhan
mandiri baru 3 Desa di
kecamatan panti
c) Capaian belum optimal 0,25 2 0,5
sesuai target
Jumlah 1 8 2,75

Faktor-faktor strategis Bobot Rating Jumlah


(bobot
x
rating)
Peluang:
a) Terdapat kerjasama antar 0,43 3 1,29 O-T =
bidan desa sehingga 3,57 –
penyampaian lebih cepat 3,23 =
dan optimal 0,34
b) Pihak Kepala Desa dan 0,57 4 2,28
perangkat mendukung
kegiatan puskesmas
Jumlah 1 7 3,57
Ancaman:
a) Masih terdapat dukun 0,22 2 0,44
bayi yang melakukan
pertolongan persalinan
secara mandiri
b) Tidak semua pengobat 0,33 3 0,99
tradisional mengikuti
kegiatan PKM
c) Kurangnya kesadaran 0,45 4 1,8
masyarakat terkait
pemanfaatan lahan
sempit untuk TOGA
Jumlah 1 9 3,23

d. Tabel Matriks SWOT


EFAS IFAS Kekuatan (Strength) Kelemahan
(Weakness)
Peluang (Opportunity) Bekerjasama Masih banyaknya
melakukan penyehat tradisional
sosialisasi terkait yang belum memiliki
SPTP pada penyehat STPT
tradisional bersama
bidan wilayah, kader-
kader, dan perangkat
desa
Ancaman (Threat) Masih terdapat Kurangnya
dukun bayi yang kesadaran
melakukan masyarakat terkait
pertolongan pemanfaatan lahan
persalinan secara sempit untuk TOGA
mandiri

e. Diagram Layang
Kuadran IV O Kuadran I
Turn Arround Agresif

0,34
W S
0,48

Kuadran III Kuadran II


Defensif Defersifikasi
T

7. Implementasi
1) Peran Serta Masyarakat (PSM)
- Sebagian besar masyarakat mampu memanfaatkan lahan sempit
menjadi TOGA
- Masyarakat ikut serta dalam kegiatan yang telah disusun
2) Lintas Sektor

Mahasiswa profesi Ners UNEJ ikut serta dalam Kesehatan Tradisional


dan Komplementer.