Anda di halaman 1dari 27

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohman nirrohim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji milik Allah SWT, sholawat serta salam semoga tercurahkan
kepada Nabi Muhammad SWA berserta sahabat dan pengikutnya hingga akhir
zaman. Berkat ridho dan perkenan Allah SWT lah, pelaksanaan kegiatan Ramadhan
1437 H Masjid Al-Ikhlas Tamansari Persada (RAMAI) dapat terlaksana dengan baik.
Secara terperinci panitia berusaha menampilkan kegiatan dimaksud dalam buku
laporan ini, harapan kami buku ini dapat menjadi pertanggungjawaban kami kepada
pengurus DKM dan lebih penting lagi dapat menjadi rujukan / referensi bagi panitian
ramadhan di tahun-tahun mendatang.
Selain itu, pada kesempatan ini panitian menghaturkan terimaka kasih,
Jazzakumullahu khoiron katsiro atas dukungan dari pengurus DKM dan para
muchsinin yang telah banyak membantu mensukseskan kegiatan kita ini.
Demikian pengantar kami, terima kasih.

Wassalamualaikumwarohmatullahi wabarakatuh.

Panitia
DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi

Bab I. Muqodimah
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Sasaran Peserta

Bab II. Pelaksanaan Kegiatan Ramadhan Al-Ikhlas (RAMAI) 1437 H


2.1. Ramadhan Ceria
2.2 Dhauroh Tahfiz
2.3 Buka Bersama dan Santunan Yatim
2.4 Bazar Ramadhan
2.5 I’tiqah 10 hari terakhir Ramadhan
2.6 Penerimaan dan Penyaluran Zakat ( Maal dan Fitrah)
2.7 Sholat Idhul Fitri

Bab III, Saran-Saran


Bab IV. Laporan Keuangan

Bab V Penutup

Lampiran

1. Susunan Panitia Kegiatan Ramadhan 1437 H


2. Foto-foto Kegiatan
BAB I. Muqodimah

1.1 Latar Belakang


“Beberapa hari yang ditentukan itu (ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya
diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-
penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena
itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka
hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia
berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu,
pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki
kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu
mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu
bersyukur." [Q.S. Al-Baqarah (2) : 185]”

Segala puji bagi Allah SWT yang Maha Kuasa dan Maha Sempurna. Shalawat dan salam
tiada henti kepada Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

DKM AL-ikhlas di Bulan yang penuh berkah, bulan penuh ampunan, rahmat, dan
pembebasan dari api neraka. Serta Dimana di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-
Qur’an dan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bula, dapat lebih
memberikan pelayanan kepada jamaah dalam mengisi bulan Ramadhan.

Sebagaimana sebelumnya antusiasme Jamaah Al-ikhlas dalam menyambut “tamu mulia”


sangat tinggi yang diwujudkan dengan melaksanakan berbagai amalan syar’i dan
menghabiskan waktu lebih lama di Masjid. Hal ini tentunya tidak lepas dari berbagai
insentif dari Allah yang melipatgandakan pahala di bulan ini.

1.2 Tujuan Kegiatan

 Menyemarakkan bulan Ramadhan dengan mengembangkan kegiatan yang dapat


mempermudah jamaah menunaikan amalan-amalan sholeh.
 Meningkatkan pemahaman agama serta keimanan dan ketakwaan umat kepada
Allah SWT melalui kuliah ba'da shalat isya dan ceramah ceramah lainnya.
 Menghidupkan sifat kedermawanan sebagai salah satu sunnah Rasulullah di bulan
Ramadhan dengan menyediakan sarana Zakat Infaq dan shadaqoh.
 Mempererat tali ukhuwah islamiyah di antara kaum muslimin.
 Membantu dan meringankan beban kaum dhuafa (fakir miskin) dengan santunan
dan bazar.
 Mengajak kembali masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,
memakmurkan masjid serta mempererat Ukhuwah Islamiyah.
 Mempersiapkan generasi muslim kuat dan berilmu dan beriman.
 Meningkatkan semangat ke-Islaman dan memperdalam syari’at Islam dalam
kehidupan sehari-hari.
1.3 Sasaran Kegiatan
Warga muslim Komples Tamansari Persada, warga masyarakat Sekitar Kompleks
Tamansari Persada (Pabuaran, Situ Asem dan Kukupu)
BAB II. PELAKSANAAN KEGIATAN RAMADHAN AL-IKHLAS (RAMAI)
1437 H

2.1. RAMADHAN CERIA

A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Waktu :
Tempat :

B. Sasaran Peserta

C. Pelaksanaan
2.2 DHAUROH TAHFIDZ 12 HARI “ GENERASI PENGHAFAL AL-QURAN”

A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Waktu : 13 Juni 2016 dan di akhiri pada tanggal 24 Juni 2016


(Kegiatan ini berlangsung selama 12 Hari)
Tempat : Ruang Kelas TK Karakter sebagai Akomodasi dan Masjid Al-Ikhlas
sebagai majelis utama penghafalan Al -Quran

B. Sasaran Peserta

Santri berjenjang dari kelas 4 sekolah dasar sampai kejenjang kelas 1 SMA. Dengan
targetSantri dapat menghafal minimal juz ke 30, 29 dan 28. Maksimal untuk
keseluruhan Juz dalam Al- Quran.

C. Pelaksanaan
Kegiatan dauroh berkerjasama dengan institusi pendidikan “ Wadi Al Mubarok” dan
Al- Hunafah.

C.1 Analisa Pelaksanaan


Kegiatan Dauroh lebih memfokuskan santri dalam pross penghafalan Ayat –
ayat didalam alquran dengan target yang telah di tentukan. Kegiatan di
lakukan selama 12 Hari meliputi:
Penghafalan , Shalat 5 waktu, tata tertib saat penyetoran hafalan, Olahraga,
tidur ssuai jadwal dan bangun lebih awal.
Proses penghafalan di awalai dengan penghafalan juz ke 30 dan kemudian
dilanjutkan juz sebelumnya.
Kegiatan penghafalan di golongkan berdasarkan usia dan santi sebanyak 36
orang di bombing oleh 4 buah muhafizh dari institusi pendidikan Wadi Al
Mubarok dan Al Hunafah, dibantu oleh dua orang Muhafizh tambahan.
Sistem penilaian (Target) berdasarkan banyak hafalan yang di capai santri dan
juga kediplinan santri selama proses dauroh berlangsung.

C.2 Hambatan
1. Publikasi dan promosi kegiatan yang terlalu singkat dan terlalu dekat
dengan waktu pelaksanaan dauroh.
2. Sebagian besar panitia belum mengerti job deskripsi kepanitiaan.
3. Materi dauroh yang belum tersiapkan secara matang oleh para muhafizh.
4. Tidak adanya komunikasi atau rapat korordinasi awal antara Muhafizh
dengan Panitia dauroh Ramadhan
5. Tempat lokasi Dauroh yang berdampingan dengan perumahan TSP dengan
mengasumsikan dekat dengan rumah santri menyebabkan siswa santri
yang bermukim dekat, mudah untuk hilir mudik pulang kerumah.
6. Beberapa siswa santri yang masih membawa alat komunikasi seperti Hand
phone.
7. Beberapa santri yang tidurnya larut malam.
8. Beberapa santri yang makan berasal dari luar lingkungan dauroh (Jajan)

D. Saran
1. Persiapan panitia yang lebih awal (dalam jangkawaktu minimal 1 bulan)
sebelum kegiatan dauroh berlangsung.
2. Perlunya Koordinasi lebih awal antar panitia support (Masjid) dengan Panitia
pembawa materi (Institusi yang di tunjuk) berkaitan dengan koordinasi waktu
perkerjaan dan job deskripsi nya.
3. Para Muhafizh harus sudah matang dalam mempersiapkan materi Dauroh.
4. Perlunya pertemuan awal dengan orang tua santri untuk mempertegas
peraturan dan tata tertib Dauroh
5. Kerja sama dengan Orang tua santri untuk bersama sama menegakkan ke
diplinan dalam proses dauroh , baik itu berkaitan dengan prilaku santri,
tindakan santri yang pulang kerumah, membawa alat komunikasi, bekal uang
sbagai untuk jajan dan tidur larut malam.
6. Seleksi pemilihan santri diawal pendaftaran dengan tujuan untuk
mengelompokan dan menselksi santri yang benar serius dalam belajar atau
sekedar bermain.
2.3 BUKA BERSAMA DAN SANTUNAN YATIM

A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

No Deskripsi Implementasi
1 Hari Ahad
2 Tanggal 14 Ramadhan 1437 H/19 Juni 2016
3 Jam 16.30 – 19.00 WIB
4 Tempat Masjid Al-Ikhlas TSP Bogor (Ikhwan Lt 2, Akhwat Lt 1).

Denah lokasi disajikan dibagian akhir laporan ini.

B. Sasaran Peserta
No Deskripsi Implementasi
1 Warga TSP Bogor 504 orang
2 Aitam (Anak Yatim) 112 orang (54 Ikhwan, 58 Akhwat)
3 Pendamping Aitam Tidak jelas dan termasuk dalam hitungan warga
4 Pengurus Mesjid Termasuk dalam hitungan warga
(Marbot)
5 Total Peserta 626 orang

C. Pelaksanaan
C.1. Run Down acara
Implementasi dan Rekomendasi
No Kegiatan Wakt Keterangan
u
1 Registrasi dan Ba’da  Registrasi baru bisa dilaksanakan setelah Sholat
Pesiapan Ashar Ashar berjamaah.
 Kupon yang dibagikan dengan cara
mendantangi jamaah yang berada di dalam
masjid. Setelah terdistribusi dilanjutkan dengan
pembagian kupon dengan cara menunggu di
pintu utara dan selatan. Jumlah kupon yang
terdistribusi adalah 183 buah dari 200 buah
yang direncanakan. Petugas di pintu utara
adalah Mas Abi, di pintu selatan Pak Dudi dan
Pak Ferdi. Kupon cadangan (50 buah) dipegang
oleh Pak Agus H. dan tidak terpakai. Jumlah
kupon disesuaikan dengan ketersediaan nasi
kotak.
Untuk Ibu-ibu berjalan sebagaimana rencana
yaitu pembagian kupon diberikan pada saat
datang dan berlaku sebagai kupon penukar
untuk makan (nasi kotak. Jumlah kupon yang
dibagikan sebanyak 300 buah.
 Registrasi Aitam yang direncanakan akan
dimulai pukul 15.00 baru bias dimulai bada
Ashar. Panitia (Ibu-ibu) baru siap bada ashar
dan peserta banyak juga baru datang setelah
ashar. Setelah registrasi, peserta (aitam) yang
rencana semula akan dipisah, ternyata terjadi
perubahan yaitu semua peserta digabung di Lt
1 baik peserta ikhwan maupun akhwat, ikhwan
di shaf depan sedangkan akhwat di shaf
belakang. Perubahan ini dimaksudkan supaya
anak-anak lebih dapat menangkap pesan yang
disampaikan oleh Pemateri (Kak Abu Lukman)
yang porsi temanya disetting lebih banyak
untuk anak-anak. Setelah materi selesai
peserta akhwat kembali melanjutkan kegiatan
di Lt Bawah.
Rekomendasi:
- Registrasi Aitam harus dilakukan lebih awal dan
diupayakan agar peserta sholat ashar
berjamaah. Dalam undangan kepada peserta
perlu ditekankan supaya dating tepat waktu
sehingga tidak berdampak kepada kegiatan
lainnya.
- Fakta menunjukkan bahwa banyak anak aitam
akhwat telah menginjak remaja. Oleh sebab itu,
penggabungan peserta ikhwan dan akhwat
kiranya perlu dipertimbangkan lagi.
- Diperlukan verifikasi yang lebih teliti mengenai
data aitam sehingga betul-betul tepat sasaran.
2 Sholat Ashar Sholat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Berjamaah
Rekomendasi:
Peserta aitam ditekankan untuk ikut sholat ashar
berjamaah di masjid terutama peserta ikhwan.
Pengantar oleh 16.30- - Pembukaan terlambat dimulai dari jadwal yang
DKP/Ketua 16.40 telah direncanakan karena peserta belum
Panitia mencapai jumlah yang memadai. Sebagian
peserta terutama aitam ada yang tidak
langsung menuju masjid, akan tetapi
bergerombol terlebih dahulu di luar masjid
(pinggir jalan) dan belum melakukan registrasi.
- Pembukaan dan review disampaikan oleh Ketua
DKM Al Ikhlas.
Rekomendasi:
Perlu petugas yang mengarahkan peserta
terutamaa peserta aitam agar segera memasuki
masjid.
3 Tausyiah/Taklim 16.40 - Taklim disampaikan oleh Ustadz Abu Lukman.
– Materi taklim lebih difokuskan untuk tema
17.30 anak-anak.
- Penyampaian materi hanya dilakukan 1 (satu)
sesi karena tidak ada tanya jawab. Kondisi ini
disebabkan oleh waktu yang terlalu singkat.
- Ice breaking dapat dilaksanakan dan 5 orang
peserta (aitam) mendapat bingkisan sebagai
hadiah menjawab pertanyaan yang diajukan
oleh pemateri. Isi bingkisan adalah paket
seperti untuk peserta pada kegiatan Ramadhan
Ceria.
Rekomendasi:
Tema materi bias lebih variatif dengan
mengundang Ustadz yang lebih familiar sehingga
focus tidak hanya untuk aitam saja tetapi lebih ke
warga TSP.
4 Persiapan Ifthor 17.00 Konsumsi termasuk bakso ditempatkan di teras
depan (terbuka) Lt atas untuk ikhwan dan di
sebelah utara lt bawah untuk akhwat.
Snack mulai digelar oleh panitia pada pukul 17.00
wib dengan dibantu juga oleh beberapa orang
jamaah. Ibu-ibu mulai menggelar snack dari
pukul 16.00 wib.
Rekomendasi:
Teras lantai atas jika terjadi hujan tidak dapat
digunakan untuk menyimpan konsumsi sehingga
perlu dicadangkan tempat lain atau teras dipakai
atap.
5 Ifthor Ifthor diselenggarakan di teras masjid Lt 1 untu
ikhwan dengan rincian teras sebelah utara terdiri
dari 6 shaf, sebelah timur 1 (satu) shaf dan
sebelah selatan 1 shaf. Peserta tidak mengambil
snack dan hanya menunggu dibagikan oleh
panitia.
Terjadi kekurangan ketersediaan air putih. Hal ini
terjadi karena asumsi telah cukup dengan the
manis dan dalam kotak nasi telah tersedia air
kemasan. Namun demikian kondisi ini masih bisa
diatasi dengan cukup baik.
Ifthor untuk aitam menunya khusus (dalam
kotak) namun mengalami keterlambatan sampai
di masjid.
Terutama di ibu-ibu setelah alas plastic kotor
kemudian dibuang, maka saat makan tidak ada
alas lagi sehingga lantai jadi kotor.
Rekomendasi:
Air putih harus tetap tersedia dengan jumlah
yang memadai pada saat ifthor dan makan.
Alas plastic dan trash bag harus disediakan
minimal 2 unit. Untuk alas plastic dua lapis yang
bisa dilepas sehingga ketika lapisan yang atas
kotor bias diganti dengan lapisan berikutnya.
6 Sholat Maghrib Ada informmasi bahwa ada peserta aitam
Berjamaah terutama akhwat tidak ikut sholat berjamaah.
Rekomendasi:
Perlu ditegaskan untuk ikut sholat berjamaah.
7 Makan Malam - Jumlah nasi kotak yang disediakan untuk
peserta adalah 550 kotak dengan rincnian 250
kotak untuk ikhwan dan 300 kotak untuk
akhwat. Jumlah nasi kotak yang terdistribusikan
sebanyak 207 kotak untuk ikhawan (sisa 43
kotak). Sisa nasi kotak dibagikan kepada
Satpam TSP.
- Untuk akhwat nasi kotak habis terdistribusikan.
- Sedangkan untuk nasi kotak sumbangan
tambahan sebanyak 50 kotak, terdistribusikan
sebanyak 25 kotak sedangkan sisanya
diserahkan kepada ibu-ibu.
- Untuk nasi kotak buat aitam tersisa 3 kotak.
- Bakso tersedia 400 porsi dan prioritas untuk
aitam (aitam didahulukan). Jamaah dan peserta
dauroh ikut serta antri bakso setelah aitam.
- Terjadi keterlambatan penyediaan air minum.
- Peserta dauroh tidak mendapat jatah makan
nasi kotak karena sudah disediakan secara
khusus.
Rekomendasi:
- Jumlah nasi kotak untuk kegiatan yang akan
dating perlu ditingkatkan jumlahnya minimal
650 kotak. Hal ini mengingat jumlah peserta
yang terus mengalami peningkatan.
- Ketersediaan air minum perlu diperhatian dan
dalam nasi kotak sebaiknya sudah tersedia air
minum.
8 Pembagian - Jumlah anak yatim yang dating adalah 112
Santunan orang yang terdiri dari 54 ikhwan dan 58
Aitam. akhwat. Pembagian santunan untuk ikhwan
dipandu oleh Ustadz Kamal. Untuk ibu-ibu
dipandu oleh ibu-ibu dengan koordinator Bude
Letna.
- Pembagian santunan selain oleh panitia seperti
yang telah direncanakan, ada juga jamaah yang
ingin memberikan bingkisan secara langsung
kepada aitam.
- Terjadi ketidaksesuaian antara nomor yang
disampaikan kepada peserta dengan
ketersediaan paket. Selain itu terjadi kesalahan
nama yaitu nama yang sepertinya nama
akhwat ternyata nama ikhwan.
Rekomendasi:
- Perlu perbaikan database aitam.
- Perlu ada mekanisme untuk jamaah yang akan
memberikan santunan secara langsung.
Mungkin bias berkoordinasi satu atau dua hari
sebelumnya, tidak pada saat acara.
9 Penutup

C.2 Menu
- Snack : 800 paket (100 dari tiap Kluster/6 Kluster dan 200 paket
dari jadwal harian penyedia Ifthor/Kluster Rosalina)
- Makan : Nasi Box (Nasi Putih, Ayam Bakar/Ayam Goreng, Capcay,
Pindang Telor, Kerupuk dan Buah).
Penyedia makanan : Lotus 110 Box, Orchid 110, Rosalina
110 Box, Palm E-F : 110 Box, Palm G : 60 Box, Palm H 50
Box, Gabungan Kluster 120 Box (Taklim Ibu-ibu dan Kas
Yatim). Total Nasi Box 670 Box.
Tambahan dari Mukhsinin 50 kotak nasi padang dan 400
porsi bakso Jamal
D. Denah Ruangan

LOKASI LANTAI ATAS (IKHWAN)


Teras Barat
(Lokasi Penyimpanan Alas plastic terpakai
Stok Konsumsi) Alas plastic tidak terpakai

Teras Utara Ruangan Utama


Masjid Al-Ikhlas

A. LOKASI LANTAI BAWAH (AKHWAT)

2.4 BAZAR RAMADHAN


Kon
sum
A. Waktu dansiTempat Pelaksanaan

Waktu : 19 Juni 2016 M


Tempat : Area Parkir Masjid Al Iklhas

B. Sasaran Peserta
Bakso
Donatur : Warga Tamansari Persada
Pembeli bazaar : pegawai rumah tangga dan pegawai RT di TSP

C. Pelaksanaan

C.1. Paket Sembako


Panitia menerima dana untuk pembuatan paket sembako dari masing-
masing cluster sebagai berikut :
No. Cluster Jumlah (Rp)
1. Lotus 8.125.000
2. Orchid 7.475.000
3. Rossalina 8.775.000
4. Palm E-F ( + gula 250 Kg ) 13.585.000
5. Palm G 6.320.000
6. Palm H 3.250.000
Jumlah 48.165.000
Pembelian paket sembako
No. Uraian Unit Jumlah (Rp)
1. Beras 750 paket @ Rp 13.500 / kg 1.500 kg 20.250.000
2. Gula pasir 750 paket 750 kg 6.350.000
3. Minyak goreng 750 paket 1.500 ltr 14.957.500
4. Mie Instant 75 dus 5.550.000
5. Plastik, hanger dan upah angkut - 745.000
6. Upah mengemasan paket 4 orang 450.000
7. Parcel ustad 3 orang 450.000
Jumlah 48.805.500

Saldo (640.500)

C.2 Bazar Amal

Panitian menerima pemasukan dari hasil penjualan baju bekas layak pakai
dan biaya penukaran kupon sembako sebagai berikut :

No Kegiatan Jumlah (Rp)


.
1. Penjualan barang/baju bekas 6.503.000
2. Penjualan Kupon @ Rp 10.000 7.300.000
Jumlah 13.803.000
Menambah kekurangan paket sembako (640.500)
Saldo Bersih 13.165.500
C.3 Pengguaan Saldo

1. Kas Masjid AL-Ikhlas (50%) : Rp 6.582.750


2. Kas Majlis Taklim (50%) : Rp 6.582.00
2.5 I’TIKAF 10 HARI TERAKHIR RAMADHAN

A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Waktu : 20 - 29 Ramadhan 1437 H / 26 Juni - 5 Juli 2016 M
Tempat: Masjid Al Iklhas
- Lokasi Ibadah : Ruang utama masjid
- Lokasi Istirahat : Sayap Masjid.
- Wanita : lantai dasar Masjid
Denah lokasi disajikan dibagian akhir laporan ini.

B. Sasaran Peserta
Peserta Utama adalah jamaah masjid Al-ikhlas Tamansari Persada dan pada
terdapat peserta di luar tamansari antara lain dari :
- Pabuaran
- Kukupu
- Pesona Cilebut
-

Jumlah peserta adalah


- Iktikaf Full (siang - Malam) :
- Iktikaf Malam saja :

C. Pelaksanaan

C.1 Jadwal Harian


C.2 Jadwal 10 Hari

C.3 Logistik kegiatan

Pada hari ke 20 sudah ada peserta itikaf yang datang sebelum magrib sehingga
panitia harus sudah memulai menyediakan makan malam berbuka. Dan pada
hari ke 30 tetap disediakan menu makan malam untuk peserta itikaf, meskipun
ada beberapa peserta itikaf yang sudah pulang lebih awal. Sehingga dari awal
penyiapan berbuka untuk 10 hari menjadi 11 hari.

Rincian Makan Malam / Berbuka

3.

Makan Sahur peserta disediakan dari Jamaah Al Ikhlas.


Selain itu Panitia Juga menyediakan Kopi, Gula dan Teh.
Panitian juga menambah kepustakaan untuk bahan bacaan peserta berupa buku
dzikir pagi petang.

D. Saran - Saran

Rangkaian Ibadah:
1. Imam sholat malam terdapat 2 imam/ustadz yang bersamaan mengikuti
rangkaian sholat malam, yang melakukam solat malam (makmum) sehingga
dapat membenarkan bacaan imam jika terjadi kesalahan bacaan.
2. Pelaksanaan tahsin Quran, diklasifikasi dalam minimal 2 kelompok (missal
kelompok iqra’ dan kelompok tajwid), dengan pembagian ini akan membuat
tahsin menjadi efektif, dan peserta itikaf yang sudah bisa tetap mau
mengikuti tahsin, dan bagi peserta dasar tidak malu untuk malu mengikuti
tahsin. Ustadz dengan mengoptimalkan imam sholat malam.
3. Kajian kultum yang tetap diadakan di malam hari, untuk lebih
mengefesienkan pelaksanaan kultum bisa diubah jadwalnya setelah sholat
taraweh pada saat 21.30 WIB . Dan durasi waktu yang lebih lama misal
minimal 30 menit. Dengan tema-tema yang tidak “overlap”.
4. Perlu dipastikan uztadz yang mengisi kultum untuk itikaf 1 bulan sebelum
ramadhan dan dipastikan ustadz tersebut juga beritikaf di Masjid Al Iklhas.
5. Pemutaran rekaman ceramah ba’da Tarawih kurang efektif, karena jamaaf
itikaf terpisah-pisah ruangan dan aktivitas berbeda-beda. Perlu evaluasi dan
inovasi lebih lanjut.
6. Kajian materi bedah buku di siang hari, dimana waktunya ketika Jemaah itikaf
sudah kembali kondisi segar, dimana waktu yang tepat adalah sebelum
dhuhur atau sesudahnya, atau saat menjelang waktu berbuka.
7. Buku Panduan itikaf, yang berisi panduan zikir pagi-sore, shalat2 sunnat
(Syuruq, rawatib, dll), fadhilah2 amalan selama itikaf harus dibagikan dan
disosialisasikan sebelum itikaf dimulai atau pada malam Pertama, sehingga
semua program itikaf bisa dipraktekkan oleh semua peserta

Fasilitas dan lainnya:


1. Fasilitas perpustakaan agar dapat disediakan seperti tahun sebelumnya.
2. Pengaturan peserta yang lebih disiplin, yaitu dengan melakukan pendaftaran
dan memenuhi peraturan yang ditetapkan.
3. Usulan peserta itikaf mandiri minimal siswa SMP, dan jika tidak memenuhi
syarat umur, maka harus ada surat persetujuan orang tua anak untuk dapat
mendampingi anaknya.
4. Anak-anak dilarang berkelompok dimalam hari, harus gabung dengan orang
tua masing-masing atau orang dewasa lainnya.
5. Untuk Gadged juga harus didisplinkan, semua Gadged (HP, Ipad dll) tidak
boleh dibawa pada malam hari.
6. Pembuatan “pin” bagi peserta itikaf sebagai identitas peserta.
7. Peningkatan kualitas kamar mandi yang banyak namun tidak bisa
dimanfaatkan dengan optimal.
8. Penyediaan tempat penyimpanan sandal.
9. Apa perlu diusulkan pembuatan tenda/pembatas ruangan untuk peserta itikaf
ramadhan yang akan datang, sehingga peserta lebih privacy, tertib dan
khusuk.
Denah Ruangan
2.6 PENERIMAAN DAN PENYALURAN ZAKAT ( MAAL DAN FITRAH)

A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Waktu Pengumpulan : paling lambat H-1 (3 Juli 2016)
Waktu Penyaluran : Ahad, 3 Juli 2016, pukul 07.00 – selesai
Tempat: Masjid Al Iklhas

B. Sasaran Peserta
Menerima zakat fitrah dari para muzzaki warga Tamansari Persada dan
menyalurkan zakat fitrah kepada mustahik di lingkungan TSP, baik internal
(qadimah, tim keamanan dan kebersihan) dan eksternal (warga sekitar TSP
dan lembaga/yayasan)

C. Pelaksanaan

C.1. Persiapan dan Sosialisasi


Pemberitahuan kepada warga Tamansari Persada dilakukan melalui surat edaran
tanggal 27 Juni 2016, yang isinya menyampaikan bahwa Dewan Kemakmuran
Masjid Al Ikhlas menerima dan menyalurkan zakat fitrah warga Tamansari
Persada Bogor, baik berupa uang ataupun beras, sebagai berikut:
1. Uang tunai Rp.38.000,-/kepala, kami terima paling lambat tanggal 30 Juni
2016.
2. Berupa beras seharga lebih/kurang dari harga yang ditetapkan panitia
seberat 2,5 kg/kepala, paling lambat kami terima H-1, tanggal 3 Juli 2016.
Data jumlah penerima zakat fitrah dari internal TSP kami ambil dari data bazaar
Ramadhan yang dikoordinir ibu-ibu. Untuk Ramadhan tahun 2016, data
penerima zakat fitrah per cluster adalah sebagai berikut:
Lotus : 125 kupon, koordinator kupon Ibu Reni Agus Hermansyah
Orchid : 105 kupon, koordinator kupon Bpk. Madyam
Rosalina : 135 kupon, koordinator kupon Bpk. Ujang
Palm E-F : 195 kupon, koordinator kupon Bude Letna
Palm G-H : 175 kupon, koordinator kupon Bpk. Yunan
Total 730 kupon

Panitian menyediakan jumlah kupon keseluruhan berjumlah 1.000 kupon, dan


sisa kupon didistibusikan untuk mustahik di Kukupu dan Pabuaran.

Selain itu, ada proposal permintaan bantuan dan penyaluran zakat fitrah dari 5
lembaga/yayasan, dan setelah dievalusi hanya 2 lembaga yang memenuhi
syarat untuk diberi dan 1 majelis taklim atas referensi ust. Kamal di daerah
Cilebut.
Syaratnya : Peruntukan zakat fitrah bagi kaum dhuafa di Bogor.

Untuk penyediaan beras zakat fitrah tahun ini panitia membeli beras jenis
pandan wangi yang sudah disiapkan per paket isi 2,5 kg sebanyak 900 paket
dengan harga Rp.38.000/paket.
Pembelian beras dilakukan Bude Letna ke supplier beras.

C.2. Pelaksanaan
Untuk mengantisipasi sulitnya membeli beras, maka panitia memberi batasan
waktu jika muzzaki menitipkan zakat fitrah berupa uang kepada panitia yaitu
maksimal H-5, yaitu tanggal 30 Juni 2016. Himbauan melalui surat edaran
maupun saat taklim disampaikan kepada para jamaah mengenai batasan waktu
tersebut.

Selain itu ternyata, beberapa warga menyerahkan zakat fitrah lebih dari
persyaratan. Misalnya 1 keluarga terdiri dari 3 orang, maka kebutuhan beras
zakat fitrahnya adalah 7,5 kg, sedangkan di pasaran beras dijual dalam kemasan
5 kg. Untuk mudahnya, muzzaki kemudian membeli 2 kantong beras isi 5 kg dan
kemudian diserahkan kepada panitia sebanyak 10 kg. Hal ini memungkinkan
berakibat pada terjadinya perbedaan jumlah antara pencatatan dan jumlah
aktual, namun panitia memastikan bahwa seluruh beras zakat fitrah telah
disalurkan seluruhnya.

Beras dikirim dari supplier dalam karung, dimana 1 karung berisi 10 paket @2,5
kg.
Panitia mempersiapkan beras mulai pukul 05.00 dan mulai memasukkan beras
ke dalam kantong kresek untuk memudahkan penerima.
Total zakat fitrah yang diterima dan siap didistribusikan panitia : 1080 paket.
Pembagian zakat fitrah dimulai pukul 07.00, namun sejak pukul 06.00 sudah ada
warga yang datang mengambil zakat fitrah karena mereka harus berangkat kerja
sebagai qadimah.
Efektif pengambilan zakat berlangsung hingga pukul 10.00, setelah jam 10
hanya sedikit saja mustahik yang datang mengambil zakat, walaupun ada juga
yang mengambil siang hari ba’da dzuhur. Dari 1000 kupon yang didistribusikan,
817 yang kembali atau terambil paketnya
Zakat fitrah berupa beras yang tidak sempat dibuat paket isi 2,5 kg
didistribusikan kepada yayasan/lembaga.
Sisa beras zakat yang tidak diambil mustahik didistribusikan kepada 3 lembaga:
1. Yayasan Umar Bin Khattab pondok yatim Hidayatullah, melalui ust. Salman
143 paket.
2. Yayasan Tunas Muda Qur’ani Ponpes Tahfidz Quran Darussunah 70 paket.
3. Majelis Taklim pimpinan ust. Mihad (via ust. Kamal) 50 paket.

Distribusi zakat fitrah kepada yayasan/lembaga selesai pukul 20.30, ada sisa
uang masjid berupa beras sebanyak 117 paket isi 2,5 kg/paket.

D. Hambatan dan Saran


D.1. Hambatan:
Sampai H-1, masih banyak warga yang menitipkan zakat fitrah baik berupa uang
ataupun beras. Akhirnya panitia membatasi penerimaan zakat fitrah hingga
pukul 18.00
D.2. Saran
Untuk pembagian zakat fitrah kepada penerima kupon sebaiknya dibatasi
waktunya dari pukul 07.00 – 10.00 saja, pembatasan waktu sebaiknya
dicantumkan pada kupon.
2.7 SHOLAT IDHUL FITRI

A.Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Waktu : 5 Juli 2016 / 1 Syawal 1437 H


Pukul : 06.00 - 08.00 WIB
Tempat : Halaman Ruko dan lajur Keluar Boulevard Taman Depan TSP
Area parkir : Mobil : - Bundaran Depan & Parkir Pecel Lele (Jamaah dari luar)
- Sisi-sisi Boulevard Orchid dan Lotus (Jamaah dari Dalam)
Motor : - Depan Kolam Renang (Jamaah dari Luar)
- Taman (rumput) sekitar gerbang masuk Lotus - Orchid)

B. Peserta Kegiatan :

Khotib Iman : Ustd Abdurrahman Balfast, Lc.


Jamaah Pria : menempati 16 Shof terdepan
Jamaah Wanita : menempati 6 Shof

Jamaah sholat Idhul Fitri yang yang mengikuti sholat merupakan warga TSP dan
warga sektar seperti Kukupu dan Pabuaran.

 Pada tahun 1437H ini panitia memutuskan untuk menggunakan sisi jalur
keluar boulevard untuk digunakan selama sholat Idhul Fitri, dan agar
kepentingan warga untuk keluar masuk TSP tidak terganggu maka jalur
lajur masuk TSP digunakan untuk lalu lintas 2 arah. Alhamdulillah atas
partisipasi dari semua pihak lajur masuk TSP dapat disterilkan dari
kendaraann parkir sehingga dapat berfungsi optimal.
 Sosialisasi atas penutupan jalan (satu lajur dari dua lajur boulevard)
dilaksanakan satu minggu sebelum pelaksanaan sholat Idhul Fitri.
 Persiapan pelaksanaan dimulai dari malam hari (terutama untuk persiapan
sound system, pembatas /hijab dan stage untuk khotib dan sebelum sholat
subuh (+/- jam 03.30 pagi) untuk persiapan alas sholat / terpal sehigga
pada pukul 06.00 WIB sudah dapat menyambut Jamaah Sholat Iedhul Fitri
 Jamaah Sholat Ied mulai mendatangi lokasi menndatangi lakosi sholat dan
mayoritas datang pada pukul 06.30.
 Sholat Idhul Fitri dimulai pada pukul 07.00 dengan posisi jamaah pria 16
shof terdepan (menempat lajur keluar jalan utama, pintu parkir ruko dan
sebagian kecil di Parkir ruko, sedangkangkan jamaah wanita menempati 6
shof seluruhnya di parkir ruko.
 Imam/Khotib Ust. Abdurrahman Balfas, LC menyampaikan khutbah Idhul
Fitri dengan tema “Meneladani Rasulloh dalam Berhar Raya”
 Rangkaian Sholat Idhul Fitri selesai pada pukul 07.35 WIB. Dan pelaksanaan
pembersihan jalan lajur keluar boulvard dapat diselesaikan pada pukul
07.50, sehingga mulai saat itu, jalan boulevard taman depan TSP sudah
dapat diigunakan dengan normal.
 Pada pelaksanaan sholat tahun ini dapat disimpulkan tidak ada kendali
yang berarti, dan berjalan cukup lancar. Sedikit kendala yang sempat terjadi
adalah rencana penggunaan lahan parkir bekas sport seberang TK sari
Persada (d/h. Milik H. Elvys) di saat pelaksanaan ternyata tidak diijinkan dan
kondisi terkunci. Namun hal ini dapat diatasi dengan mengalihkan lokasi
parkir ke area rumput taman sekitar gerbang masuk boulevard Lotus-Orchid

D. Saran-saran
 Penggunaan lokasi sholat idhul fitri/idhul adha seperti tahun ini (1437 H)
perlu dipertahankan mengingat jamaah dapat tterlayani dengan baik, dan
yang datang terlambat tetap mendapatkan tempat yang memadai.
 Pengaturan parkir yang dapat menjamin sterilisasi lajur masuk TSP untuk
lalu lintas sangat penting sehingga hak pengguna jalan dapat dipenuhi
dengan baik.
 Keterlibatan dan kekompakan seluruh panitia dalam mengatur /
mengarahan posisi jamaah menjadi kunci penting keteraturan jamaah
sholat idhul fitri/idhul adha.
 Persiapan alas sholat sebaiknya dilaksanakan sebelum sholat subuh (sekitar
jam 03.30) agar dapat memberikan keleluasaan pengaturannya.

E. Denah Lokasi
BAB III, LAPORAN KEUANGAN
BAB IV. SARAN-SARAN

1. Tahun ini persiapan untuk kegiatann ramadhan begitu singkat, oleh karenanya ke
depan agar pembentukan panitia sebaiknya satu bulan sebelum ramadhan tiba. Hal
yang dirasa berdampak sangat signifikan ada publikasi kegiatan yang terlampau
singkat.
BAB V PENUTUP

Alhamdulillah, demikian laporan kegiatan ini dapat kami susun sebagai


pertanggungjawaban Panitian Ramadhan 1347 H yang telah diberikan amanah oleh
DKM dan semoga dapat menjadi referensi bagi kegiatan mendatang.

Bogor, 7 Agustus 2016


Panitian Ramadhan 1437 H.

H. Wahyudin Aziz Syahrul Ansori


Ketua Sekretaris

Menyutujui

Chairat
Ketua
Lampiran