Anda di halaman 1dari 1

Ketika rahmat mengadu dan memegang lututnya teman sekelompoknya menghampiri dan merasa

Iba.pertanyaan dari teman temannya tak dijawab .Ia hanya meringis menahan sakit,sambal berusaha

Berdiri.namun ia terduduk lagi dan terus kesakitan .rahmat terus berusaha memijat – mijat lututnya

Sambil menyadari akan kekeliruannya tadi.begitu sampai di lapangan,rahmat langsung bermain sepak
bola,tak menghiraukan peringatan teman temannya.tadi.akibatnya sekarang kakinya terserang kram.