Anda di halaman 1dari 28

UJIAN TENGAH SEMESTER STUDY KELAYAKAN BISNIS

TAHUN 2018/2019

BUSSINES PLAN
PEMBUATAN SUSU BETON NANGKA
“MILKTON”

Nama Andre Kusuma


Nim 170810301132
Kelas Study Kelayakan Bisnis
NIB
Foto

- 1 - | Bussines Plan
BUSSINES PLAN
PEMBUATAN SUSU BETON NANGKA
“MILKTON”

ABSTRAK
Susu adalah salah satu produk olahan protein hewani yang berasal dari
sapi. Susu merupakan produk komersil yang saat ini sangat mudah untuk
ditemukan. Susu identik dengan hasil perahan sapi, namun sekarang olahan
susu sudah banyak didapatkan dari sumber protein lain, seperti susu
kedelai yang mengandung protein nabati. Tingkat konsumsi susu diindonesia
menurut data kementrian perindustrian menyatakan bahwa tingkat konsumsi
susu nasional masih terbilang rendah .Dilihat dari manfaat yang akan
diberikan jika kita mengkonsusmsi susu akan memberikan asupan protein
yang sangat berguna bagi kesehatan tulang , menjadi sumber protein dan
kalsium, sebagai pengurang stress dan untuk menjaga tekanan darah.
Akan tetapi jika dilihat secara mendalam ada beberapa alasan kenapa
konsusmsi susu di Indonesian masih terbi lang cukup kecil . Hal ini
dikarenakan banyaknya penderita alergi susu dengan protein hewani di
Indonesia . Menurut data dari Pusat data dan Informas i ( PERSI) menyatakan
bahwa pertambahan penderita alergi susu protein hewani setiap tahunnya
mencapai 30% p ertahun . Melihat dari permasalahan diatas maka terciptanya
peluang psar bagi kreasi susu dengan protein nabati untuk mengisis i pasar
dengan mangsa pasar yang bertambah setiap tahunnya dan tidak terbatas bagi
penderita alergi saja . Peluang ini m eneciptakan ide agar lebih berkreasi
untuk menciptakan susu dengan protein nabati selain susu kedelai. Maka
terciptalah susu kreasi dari biji nangka atau (Beton) dengan kandungan yang
tidak kalah dengan kedelai. Bahan baku pembuatan susu dari biji nangka ju ga
turut menyumbah pengurangan limbah makanan . Dimana kebanyakan biji
dari buah nangka akan dibiarkan terbuangmenjadi sampah tanpa ada
pengolahan lebih lanjut .Dengan kreasi ini diharapkan akan mengurangi
limbah makan dan mampu menciptakan contoh minumam yang mendukung
program PBB yaitu SDGs.

Kata Kunci : Susu; Beton; Alergi; Protein Nabati

i | Bussines Plan
ABSTRACT

Milk is one of the processed products of animal protein derived from cows. Milk is a
commercial product that is currently very easy to find. Milk is identical to the results of cow
milk, but now many dairy products are obtained from other protein sources, such as soy milk
containing vegetable protein. The level of milk consumption in Indonesia according to the
Ministry of Industry data states that the level of national milk consumption is still fairly low.
It can be seen from the benefits that will be given if we consume milk will provide protein
intake which is very useful for bone health, a source of protein and calcium, as a stress
reliever and to maintain blood pressure.
However, if viewed in depth there are several reasons why the milk consensus in
Indonesia is still fairly small. This is because there are many milk allergy sufferers with
animal protein in Indonesia. According to data from the Data and Information Center
(PERSI), the annual increase in animal protein milk allergy sufferers reaches 30% every year.
Looking at the problems above, the creation of market opportunities for the creation of milk
with vegetable protein is to fill the market with market prey that increases every year and is
not limited to allergy sufferers. This opportunity creates an idea to be more creative to create
milk with vegetable protein in addition to soy milk. Then created milk creations from
jackfruit seeds or (concrete) with ingredients that are not inferior to soybeans. Raw materials
for making milk from jackfruit seeds also contribute to the reduction of food waste. Where
most seeds from jackfruit will be left wasted into waste without further processing. With this
creation it is hoped that it will reduce food waste and be able to create drinking water samples
that support the United Nations program, the SDGs.

Keywords: Milk; Concrete; Allergy; Vegetable protein

ii | P a g e
DAFTAR ISI
ABSTRAK .......................................................................... i
ABSTRACT ........................................................................ ii
TABLE OF CONTENT ........................................................ iii
LIST OF TABLE ................................................................ iv
LIST OF FIGURE .............................................................. iv
LIST OF DIAGRAM .......................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN ..................................................... 1
1.1 LATAR BELAKANG .............................................. 1
1.2 IDENTIFIKAS I MASALAH .................................... 2
1.3 TUJUAN PENELITIAN .......................................... 2
1.4 MANFAAT PENELITIAN ....................................... 3
BAB II TINJAUAN LITERATUR ......................................... 4
2.1 SUSU BETON “MILKTON” .................................. 4
2.2 EMKM ................................................................ 5
2.3 RENCANA BISNIS .............................................. 5
2.3.1 VISI, MISI, STRATEGI, DAN ANALIS IS SWOT
................................................................................. 5
2.3.2 ASPEK PASAR ........................................... 8
2.3.3 ASPEK OPERASIONAL .............................. 10
2.3.4 ASPEK MSDM ............................................ 11
2.3.5 ASPEK KEUANGAN ................................... 13
2.3.6 REPUTAS I PERUSAHAAN......................... 21
2.4 PENELITIAN RENCANA BISNIS SEBELUMNYA .. 22
2.5 KERANGKA TEORITIS ......................................... 23

LIST OF TABLE
Tabel 1.1 perbandi ngan Gi zi ........................................................... 2
Tabel 1.3 Penelitian Terdahulu ....................................................... 14

iii | P a g e
LIST OF FIGURE

LIST OF DIAGRAM

1.1 Kerangka Konseptual ........................................................................... 23

iv | P a g e
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Susu adalah sumber gizi yang penting bagi tubuh. Susu memiliki banyak fungsi dan
manfaat antara lain: untuk mencegah osteoporosis dan menjaga tulang tetap kuat. Bagi anak-
anak, susu berfungsi untuk pertumbuhan tulang yang berperan dalam pertumbuhan tinggi,
melancarkan peredaran darah, mencegah kerusakan gigi dan menjaga kesehatan mulut, susu
juga dapat mengurangi keasaman mulut, merangsang air liur, mengurangi plak dan mencegah
gigi berlubang, menetralisir racun seperti logam atau timah yang mungkin terkandung dalam
makanan, mencegah terjadinya kanker kolon atau kanker usus, mencegah diabetes tipe dua,
mempercantik kulit, membuatnya lebih bersinar serta membantu agar lebih cepat tidur. Hal
ini dikarenakan kandungan susu akan merangsang hormon melatonin yang akan membuat
tubuh mengantuk. Akhir-akhir ini kebutuhan susu nasional semakin meningkat seiring
dengan bertambahnya jumlah penduduk Indonesia. Di satu sisi, kita bersyukur bahwa
ternyata kesadaran gizi masyarakat mengalami perubahan ke arah yang lebih baik, namun di
sisi lain peningkatan permintaan tidak bisa diikuti oleh peningkatan produksi nasional. Selain
itu harga susu masih sulit terjangkau oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Susu kedelai
yang seharusnya menjadi alternatif juga semakin mahal karena harga bahan baku kedelai
yang makin mahal. Disamping itu bahan alternative kedelai akhir – akhir ini produksinya
menurun, sehingga harga susu menjadi mahal dan tidak semua kalangan masyarakat dapat
mengkonsumsinya. Di Indonesia telah diciptakan inovasi berbagai susu yaitu susu kedelai.
Tetapi Susu kedelai yang seharusnya menjadi alternatif dirasakan juga semakin mahal karena
harga bahan baku kedelai yang makin mahal. Dengan adanya permasalahan tersebut maka
kami beralternatif ide yaitu menggunakan susu beton dijadikan sebagai pengganti susu
alternative selain susu kedelai. Limbah buah nangka yang berupa biji biasanya hanya dibuang
begitu saja tanpa dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Biji nangka mudah dalam
pemerolehannya, dapat diperoleh dari penjualan nangka yang biasanya menjual nangka
bagian dagingnya saja. Selain itu biji nangka juga dapat diperoleh dari industri rumah tangga
yang memproduksi kripik nangka. Biji nangka jika diolah lebih lanjut dapat digunakan
sebagai sumber pangan baru dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Biji nangka memiliki
kandungan kimia yang lebih jika dibandingkan dengan kedelai.

1 | Bussines Plan
No
T Deskripsi Karbihitrat Lemak Kalsium Protein
1 Biji nagka 18,74gr 0,23gr 39,39mg 0,29g
2 Kedelai 3,6gr 1,5gr 18mg 2,8g

Tabel 1.1 Perbandingan gizi


Banyak manfaat antara lain : mengandung gizi yang tinggi seperti energi, protein,
rendah lemak, karbohidrat, fosfor, zat besi, vitamin B1, vitamin C, tidak mengandung
laktosa, dan mengandung kalsium. Biji buah nangka juga dapat digunakan sebagai obat batuk
dan tonik, serta dapat diolah menjadi tepung yang digunakan sebagai bahan baku industri
makanan (bahan makan campuran). Kalsium yang terkandung dalam susu pada umumnya
membantu proses pertumbuhan tulang, melancarkan peredaran darah sedangkan bagi orang
lanjut usia, susu membantu menopang tulang supaya tidak keropos dan dapat memperkecil
kemungkinan terjadinya osteoporosis, mengatasi kram, sakit pinggang, wasir, dan reumatik.
Osteoporosis biasanya disebabkan kondisi tubuh dan pola hidup sehat yang tidak teratur
seperti kurangnya olah raga serta kurangnya kalsium dalam tubuh sehingga mengakibatkan
tulang mudah rapuh ataupun terjadinya oesteoporosis. Kebutuhan mineral utama pembentuk
tulang seperti kalsium akan meningkat sejalan berlangsungnya proses pertumbuhan tulang.
1.2 IDENTIFIKASI MASALAH
Masyarakat pada umumnya mengkonsumsi susu kemasan atau susu kedelai agar dapat
mencegah osteoporosis tetapi harga susu saat ini relative mahal. Untuk saat ini telah di
kembangkan berbagai alternative yang dapat dijadikan sebagai jalan keluar salah satunya
adalah membuat susu beton. Yaitu susu yang akan kalsium sehingga dapat mencegah jadinya
terosteoporosis. Berdasarkan permasalahan yang dipaparkan apat dirumuskan masalah
sebagai berikut:
1. Bagaimanakah mekanisme pengolahan beton menjadi susu yang kaya akan kalsium
agar kandungan tidak terurai?
2. Metode apakah yang digunakan untuk mengkader masyarakat agar mau membeli
atau mengkonsumsi susu beton?

1.3 TUJUAN PENELITIAN

1. Untuk mengetahui mekanisme pengolahan beton menjadi susu yang akan kalsium.

2 | Bussines Plan
2. Mengetahui metode yang tepat untuk melakukan pemasaran produk agar dapat diterima
di masyarakat

1.4 MANFAAT PENELITIAN

Manfaat dari program ini adalah sebagai berikut :


1. Untuk memperkenalkan biji beton sebagai susu yang mempunyai kalsium yang tinggi
2. Mengenalkan pada khalayak umum bahwa ada susu alternative selain susu kedelai yang
mempunyai manfaat sama baiknya dengan harga yang lebih terjangkau namun mempunyai
nilai gizi yang lebih baik

3 | Bussines Plan
BAB II TINJAUAN LITERATUR
2.1 SUSU BETON “MILKTON”
Perusahaan Susu Beton Nangka “MILKTON”direncanaka bertempat di Jl Kaliurang no.11
gang 5 . Struktur organisasinya terdiri dari pimpinan kemudian di bawahnya diikuti bagian-bagian
yang dibantu pekerja. Bagian-bagian itu antara lain ; bagian produksi, bagian pengadaan bahan
baku, bagian keuangan, dan bagian pemasaran.
Usaha ini dipilih karena prospek pengolahan biji nangka (beton) menjadi susu beton
sekarang ini cukup menjanjikan, kandungan gizi yang terkandung didalamnya memiliki kandungan
gizi yang dibutuhkan manusia serta mudah dalam pembuatanya. Hanya dengan teknologi dan
peralatan yang sederhana, serta tidak diperlukannya keterampilan khusus, siapapun dapat
melakukan pengolahan biji nangka (beton) menjadi susu beton.
Susu beton yang telah diproduksi akan dipasarkan dengan dibungkus plastik ukuran 9x1,5
cm. Sasaran pasar poduk susu beton ini utamanya adalah mahasiswa, dosen, serta karyawan kampus
STPP Magelang dan Masyarakat sekitar. Tempat penjualannya di kampus, bisa dititip di koperasi,
toko atau warung-warung di sekitar Tegalrejo, atau bahkan di supermarket- supermarket terdekat.
Adapun harga jual dari produk susu kedelai ini adalah Rp.2.000 @bungkus.
Promosi akan dilakukan dengan menempel pamflet-pamflet di pinggir jalan dan tempat-
tempat strategis lainnya. Selain itu juga akan memanfaatkan buletin yang terbit di kampus dan
media internet sebagai sarana e-business.
Peluang pasar untuk produk yang berbahan dasar biji nangka (beton) ini sangatlah besar
melihat budaya masyarakat yang konsumtif dan peluang pasar yang menjanjikan. Selain itu daya
beli komsumen terhadap produk ini cukup bervariasi dari konsumen elite hingga konsumen
menegah bawah. Produk ini dapat dikonsumsi oleh semua golongan karena harganya yang relatif
terjangkau serta memiliki nilai kepuasan yang tinggi.
Usaha pembuatan susu beton ini dipilih karena susu beton dikenal sebagai minuman
fungsional, sebagai minuman yang bergizi tinggi, serta memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan
kita. Susu beton ini juga mengandung karbohidrat, lemak, kalsium, dan protein yang berguna untuk
tubuh.
Oleh karena itu prospek usaha pengolahan kedelai menjadi susu kedelai sekarang ini cukup
menjanjikan, kandungan yang ada didalamnya sangat berguna dan bermanfaat untuk kesehatan kita.
Selain itu tingginya harga susu sapi menjadi peluang/prospek usaha dengan menjadikan susu
beton menjadi barang substitusi (pengganti) susu sapi, karena harga susu beton lebih murah
daripada susu produk hewani sementara kandungan gizinya hampir sama. Faktor lain yang
menjadikan usaha susu beton prospektif adalah mudah dalam pembuatanya. Dengan teknologi dan

4 | Bussines Plan
peralatan yang sederhana, serta tidak diperlukannya keterampilan khusus, siapapun dapat
melakukan pengolahan kedelai menjadi susu beton.
2.2 EMKM
Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan / atau badan usaha
perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.
Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh
perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang
perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari
usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud
dalam Undang-Undang ini.
Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan
oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang
perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung
dengan Usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan
sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.
Secara umum ciri ciri UMKM adalah : manajemen berdiri sendiri, modal disediakan
sendiri, daerah pemasarannya lokal, aset perusahaannya kecil, dan jumlah karyawan yang
dipekerjakan terbatas. Asas pelaksanaan UMKM adalah kebersamaan, ekonomi yang demokratis,
kemandirian, keseimbangan kemajuan, berkelanjutan, efesiensi keadilan, serta kesatuan ekonomi
nasional.
1. KRITERIA UMKM

Untuk membedakan sebuah usaha apakah itu termasuk usaha mikro, usaha kecil, atau usaha
menengah, oleh pemerintah diberikan batasan berdasarkan undang undang sesuai dengan kriteria
jenis usaha masing masing yang didasarkan atas peredaran usaha dan atau jumlah aktiva yang
dimiliki sebagai berikut :

a) Kriteria Usaha Mikro adalah :


Usaha Mikro memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000,00 – lima puluh juta rupiah,
tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300.000.000,00 – tiga ratus juta rupiah.
b) Kriteria Usaha Kecil adalah :
Usaha Kecil memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,00 – lima puluh juta rupiah sampai
dengan paling banyak Rp 500.000.000,00 – lima ratus juta rupiah tidak termasuk tanah dan
bangunan tempat usaha; atau

5 | Bussines Plan
Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300.000.000,00 – tiga ratus juta rupiah sampai
dengan paling banyak Rp 2.500.000.000,00 – dua setengah milyar rupiah.

c) Kriteria Usaha Menengah adalah :


Usaha Menengah memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)
sampai dengan paling banyak Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah
dan bangunan tempat usaha; atau

Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah)
sampai dengan paling banyak Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah)’.

2.3 RENCANA BISNIS PEMBUATAN SUSU BETON NANGKA “MILKTON”


2.3.1 VISI, MISI, STRATEGI, DAN ANALISIS SWOT
I. Visi :
· Menghasilkan minuman alternatif kesehatan dengan kualitas dan mutu yang tinggi
II. Misi :
· Menyehatkan Masyarakat
· Menyerap Tenaga Kerja
· Memanfaatkan limbah biji nangka (beton) yang yang tidak berguna
III. Tujuan :
· Memaksimalkan Potensi biji nangka untuk membuat susu sebagai miniman
kesehatan
· Mengurangi limbah biji nangka (beton) yang di anggap tidak berguna
· Mengambil keuntungan maksimal dengan modal seminimal mungkin
· Untuk mengetahui mekanisme pengolahan beton menjadi susu yang akan kalsium.
· Mengetahui metode yang tepat untuk melakukan pemasaran produk agar dapat
diterima di masyarakat

IV. Strategi :
· Menciptakan usaha pembuatan susu beton dengan modal sendiri (kelompok)

Perusahaan Susu Beton Nangka “MILKTON”direncanaka bertempat di Jl Kaliurang no.11


gang 5 . Struktur organisasinya terdiri dari pimpinan kemudian di bawahnya diikuti bagian-bagian
yang dibantu pekerja. Bagian-bagian itu antara lain ; bagian produksi, bagian pengadaan bahan
baku, bagian keuangan, dan bagian pemasaran.

6 | Bussines Plan
Usaha ini dipilih karena prospek pengolahan biji nangka (beton) menjadi susu beton
sekarang ini cukup menjanjikan, kandungan gizi yang terkandung didalamnya memiliki kandungan
gizi yang dibutuhkan manusia serta mudah dalam pembuatanya. Hanya dengan teknologi dan
peralatan yang sederhana, serta tidak diperlukannya keterampilan khusus, siapapun dapat
melakukan pengolahan biji nangka (beton) menjadi susu beton.
Susu beton yang telah diproduksi akan dipasarkan dengan dibungkus plastik ukuran 9x1,5
cm. Sasaran pasar poduk susu beton ini utamanya adalah mahasiswa, dosen, serta karyawan kampus
STPP Magelang dan Masyarakat sekitar. Tempat penjualannya di kampus, bisa dititip di koperasi,
toko atau warung-warung di sekitar Tegalrejo, atau bahkan di supermarket- supermarket terdekat.
Adapun harga jual dari produk susu kedelai ini adalah Rp.2.000 @bungkus.
Promosi akan dilakukan dengan menempel pamflet-pamflet di pinggir jalan dan tempat-
tempat strategis lainnya. Selain itu juga akan memanfaatkan buletin yang terbit di kampus dan
media internet sebagai sarana e-business.
Peluang pasar untuk produk yang berbahan dasar biji nangka (beton) ini sangatlah besar
melihat budaya masyarakat yang konsumtif dan peluang pasar yang menjanjikan. Selain itu daya
beli komsumen terhadap produk ini cukup bervariasi dari konsumen elite hingga konsumen
menegah bawah. Produk ini dapat dikonsumsi oleh semua golongan karena harganya yang relatif
terjangkau serta memiliki nilai kepuasan yang tinggi.
Usaha pembuatan susu beton ini dipilih karena susu beton dikenal sebagai minuman
fungsional, sebagai minuman yang bergizi tinggi, serta memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan
kita. Susu beton ini juga mengandung karbohidrat, lemak, kalsium, dan protein yang berguna untuk
tubuh.
Oleh karena itu prospek usaha pengolahan kedelai menjadi susu kedelai sekarang ini cukup
menjanjikan, kandungan yang ada didalamnya sangat berguna dan bermanfaat untuk kesehatan kita.
Selain itu tingginya harga susu sapi menjadi peluang/prospek usaha dengan menjadikan susu
beton menjadi barang substitusi (pengganti) susu sapi, karena harga susu beton lebih murah
daripada susu produk hewani sementara kandungan gizinya hampir sama. Faktor lain yang
menjadikan usaha susu beton prospektif adalah mudah dalam pembuatanya. Dengan teknologi dan
peralatan yang sederhana, serta tidak diperlukannya keterampilan khusus, siapapun dapat
melakukan pengolahan kedelai menjadi susu beton.

ANALISIS SWOT

1.Strengths (Kekuatan)
a) Proses pembuatannya mudah dan sederhana
7 | Bussines Plan
b) Kualitas rasa dan tekstur produk yang khas (beda dengan yang lain).
c) Harga jual murah meriah
d) Tempat penjualan dan konsumen telah tersedia
e) Memanfaatkan e-Business untuk mempromosikan produk melalui internet.
f) Tempat produksi ada di wilayah perumahan yang rata-rata kost mahasiswa
g) Kemasan menarik dan berlabel
h) Kualitas produk terjamin
2. Weaknesses (Kelemahan)
a) Harga bahan baku (kedelai) yang relatif tidak menentu (stabil) bahkan beberapa waktu yang lalu
sempat menglami kelangkaan.
b) Manejemen perusahaan masih sederhana
c) Terdapat endapan pada susu beton
d) Jika tidak tepat prosesnya terdapat tahu di lapisan atas susu
e) Kuarang cukup modal mengingat kita sebagai mahasiswa
f) Proses produksi bentrok dengan jadwal kuliah
g) Ketidak tahuan masyarakat terhadap kandungan gizi yang diliki susu beton
h) Susu beton ini mudah basi (tidak tahan lama)
3.Opportunities (Peluang )
a) Pertumbuhan pasar dimungkinkan meningkat
b) Peluang pasar untuk mendapatkan konsumen yang menjanjikan
c) Belum ada pesaing khususnya untuk pemasaran di kampus
d) Keterbukaan untuk menggunakan teknologi baru ke depannya untuk membuat kemajuan besar
dibidang produksi khususnya.
e) Cuaca Magelang khususnya Tegalrejo yang sejuk membuat orang ingin mengkonsumsi
minuman yang segar
4. Threats (Ancaman)
a) Selera konsumen yang selalu berubah – ubah mempunyai pengaruh yang besar terhadap
pembelian produk
b) Susu beton tidak bisa disimpan lama dan akan merugikan jika tidak laku dalam sehari
c) Munculnya pesaing baru
d) Banyaknya variasi minuman ringan

8 | Bussines Plan
2.3.2 ASPEK PEMASARAN
Definisi dan Tujuan Pemasaran
"Pemasaran adalah proses sosial dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang
mereka butuhkan dan inginkan melalui menciptakan, menawarkan, dan secara bebas bertukar
produk dan layanan bernilai dengan orang lain". (Howard,Staid,Ford,Kotler&Kolller,)
Ho Pheng Cheng pada 2012 di jurnal berjudul 'Analisis segmentasi pasar Starbucks dan kafe
City' menyatakan bahwa segmentasi pasar kedua kafe sangat kompetitif, keberhasilan bergantung
pada banyak faktor seperti kualitas, harga, waktu, lokasi, suasana tempat, perilaku konsumen, dan
titik penjualan cukup dekat dengan tempat lalu lintas utama. Dua kafe diposisikan secara berbeda di
pasar, mereka mengunci di lokasi yang berbeda dan ceruk pelanggan.
Perusahaan menyatakan dengan tegas tentang tujuan pemasaran, dengan menyatakan produk
atau layanan yang menjadi bisnis perusahaan. Jadi ini merupakan upaya untuk memenuhi dan
memenuhi kebutuhan pasar atau pelanggan mengenai jenis produk atau layanan.
Pada dasarnya struktur strategi pemasaran berdasarkan STP (segmenting, targeting,
positioning). Perusahaan menentukan orang-orang yang harus menjadi pengguna potensial produk
atau layanan dalam kelompok berbeda di pasar, menentukan atau membidik kelompok yang dapat
dipenuhi dengan cara yang unggul, dan kemudian memposisikan produk atau layanan dengan
karakteristik yang dapat menawarkan .
1. Product (produk)
Produk yang direncanakan untuk diproduksi adalah susu beton. Susu beton yang telah
diproduksi akan dipasarkan dengan dikemas dalam plastik ukuran 9x1,5 cm. Produk yang
dihasilkan memiliki manfaat dan kualitas yang tinggi. Sudah diketahui bahwa produk yang terbuat
dari ekstrak beton ini memiliki kandungan gizi yang bermanfaat untuk kesehatan diantaranya bisa
mengatasi sembelit, pencegah anemia, melancarkan peredaran darah, menyehatkan mata, dan
pengganti sel sel yang rusak .
2. Place (lokasi/distribusi)
Usaha ini berlokasi di STPP Magelang Jalan Magelang-Kopeng KM 7 . Adapun sasaran
pasar poduk susu kedelai ini adalah mahasiswa, dosen, serta karyawan kampus STPP Magelang dan
Masyarakat s ekitar. Tempat penjualannya di kampus, bisa dititip di koperasi, toko atau warung-
warung di sekitar Tegalrejo, atau bahkan di supermarket- supermarket terdekat.
3. Price (harga)
Penentuan harga jual dilakukan dengan cara menghitung biaya produksi ditambah biaya
lain-lain dan tren yang berlaku. Jika produk yang menjadi idola (tren) harganya pun bisa dinaikan
dari standar harga normal (misal pada saat cuaca panas atau ketika bulan puasa besar kemungkinan

9 | Bussines Plan
produk ini akan dibanjiri konsumen).Adapun rencana harga jual dari produk susu kedelai ini adalah
Rp. 2000@ bungkus
4. Promotion (promosi)
Promosi akan dilakukan untuk mengenalkan produk ini kepada konsumen. Promosi akan
dilakukan dengan menempel pamflet-pamflet di pinggir jalan dan tempat-tempat strategis lainnya.
Selain itu juga akan memanfaatkan buletin yang terbit di kampus dan media internet sebagai
sarana e-business. Untuk promosi melalui internet akan dipromosikan lewat facebook dan situs-
situs e-business.
2.3.3 ASPEK OPERASIONAL
1. Desain Produk
Susu beton yang telah diproduksi akan dipasarkan dengan dikemas. Pengemasan di sisni
dilakukan karena memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia usaha, karena pengemasan
tidak sekedar memberi wadah dari dari produk yang dihasilkan tapi lebih pada pengembanan
muatan misi dalam rangka persaingan pasar dan juga peningkatan penjualan. Di mana konsumen
akan cenderung tertarik dengan produk yang dikemas dengan rapi dan menarik.
Fungsi kemasan tidak sebatas digunakan sebagai pelindung produk melainkan juga sangat
mendukung terjaganya kualitas produk serta adanya peningkatan kelas (penampilan) imej yang
baik. Jenis bahan kemasan yang digunakan adalah plastik ukuran 9x1,5 cm.
2. Proses Produksi
Bahan:
1. Biji nangka (beton)
2. air
3. Gula pasir
4. Garam
5. Perasa makanan
Cara membuat:
1. Perencanaan Produksi
Merancang semua bahan yang diperlikan untuk membuat susu beton.
2. Persiapan Pengadaan Bahan
Mencari semua bahan yang diperlukan dalam kegiatan tersebut
3. Pelaksanaan Produksi dalam pelaksanaan produksi dibagi menjadi beberapa tahap antara
lain:
a. Tahap Sortasi Bahan

10 | B u s s i n e s P l a n
Bahan baku yang hendak dipilih adalah bahan baku yang tidak busuk dan utuh.Bahan yang
sudah dipilih kemudian diletakkan dalam baskom.
b. Tahap Pencucian
Bahan dibersihkan dari kotoran dan selanjutnya dicuci dengan air bersih.
c. Tahap Perendaman
Biji nangka tersebut direndam dalam air selama 12 jam hingga kulit luar dari biji nangka
tersebut terkelupas
d. Tahap Perebusan
Biji nangka direbus dalam air hingga matang atau empuk.
e. Tahap Pegupasan
Biji nangka yang sudah direbus kemudian ditiriskan dan didinginkan. Bersihkan seluruh kulit
luarnya yang keras ( berwarna putih ke abu-abuan ). Kulitnya dipisahkan dari bijinya kemudian
dipotong kecil-kecil.
f. Tahap Pemblenderan
Biji nangka yang telah dipotong kecil lalu di blender hingga halus (kecepatan maksimal)
g. Tahap Penyaringan
Biji nangka yang sudah dihaluskan disaring dengan menggunakan saringan atau kain yang
halus.
h. Tahap Pencampuran
Air hasil saringan di rebus kembali dengan api kecilhi dan diberi gula dan perasa makanan sesuai
selera.
i. Tahap Pengemasan
Tahap ini merupakan proses akhir atau finishing dalam proses produksi. Pengemasan
dilakukan dengan menggunakanplastik ukuran 9x1,5cm.
j. Tahap Pemasaran Pemasaran dapat dilakukan di tempat – tempat strategis.
Tempat strategis antara lain: Kantin / koperasi di sekolah – sekolah, Toko makanan, Pasar,
Pedagang kaki lima menggunakan grobogan dorong.

2.3.3. ASPEK MANAGEMEN SUMBERDAYA MANUSIA


2.3.3.1 Data perusahaan
Nama : Perusahaan Susu Beton “SEGAR ALAMI”
Tempat : STPP Magelang Jalan Magelang-Kopeng KM 7
Bentuk usaha : Perdagangan dengan pengembangan Usaha Mandiri Kecil & Menengah
(EMKM)
2.3.3.2 Struktur Organisasi & Job Discription
11 | B u s s i n e s P l a n
1. Pimpinan (Manager)
 pemilik sekaligus pimpinan– bertanggung jawab teradap jalannya usaha
 koordinasi, pengawas, dan mengarahkan seluruh kegiatan
 pengambil keputusan
 sebagai quality control

2. Bagian Produksi
 kepala bagian produksi mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja
 sesuai job discription
 bertanggung jawab terhadap persiapan dan proses produksi
 bertanggung jawab terhadap makanan yang dipesan konsumen
 menjaga kebersihan produk dalam proses produksi
 cekatan dalam menjaga mutu produk, baik cita rasa, aroma, ataupun tekstur
 mengemas hasil produksi
3. Bagian Pengadaan Bahan Baku
 kepala bagian pengadaan bahan baku mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk
bekerja sesuai jobdes
 mencari informasi keberadaan bahan baku
 melakukan pembelian bahan baku
 menjaga mutu bahan sebelum diolah (ketika masih dalam penyimpanan)
4. Bagian Keuangan
 kepala bagian keuangan mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai
jobdesk
 melaksanakan kegiatan keuangan dan administrasi
 mencatat/pembukuan keuangan perusahaan
 mengadakan dana untuk proses pembelian bahan dan proses
 membuat laporan keuangan harian, mingguan, bulanan, triwulan, tahunan
 bertanggung jawab terhadap sistem keuangan
5. Bagian Pemasaran
 kepala bagian pemasaran mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai
jobdesk
 mempromosikan dan memasarkan produk
 mendistribuskan produk ke tempat pemasaran, misalnya; toko, warung, atau bahkan
super market terdekat
12 | B u s s i n e s P l a n
 melayani dengan ramah, menanggapi komplain konsumen dengan ramah dan
senyum

2.3.4 ANALISIS KEUANGAN


Rincian Anggaran Rencana Bisnis MilkTon

13 | B u s s i n e s P l a n
Rancangan Anggaran Biaya Operasi Bisnis

Dengan Rincian Biaya Masing Masing Sebagai berikut :


Biaya Tenaga Kerja Produksi

Biaya Bahan Baku

Biaya Bahan Baku Lain

14 | B u s s i n e s P l a n
Biaya Overhead

Biaya Administrasi Dan Umum

Sumber Dana Bisnis

15 | B u s s i n e s P l a n
Proyeksi Kinerja dalam 5 Tahun Kedepan

16 | B u s s i n e s P l a n
Perhitungan BEP

17 | B u s s i n e s P l a n
Proyeksi Angsuran Pembayaran Kredit Investasi Usaha MILKTON

18 | B u s s i n e s P l a n
Proyeksi Angsuran P embayaran Kredit Modal Kerja Usaha MILKTON

19 | B u s s i n e s P l a n
Proyeksi Arus Kas atas kelayakan Usaha

20 | B u s s i n e s P l a n
Tabel IRR;NPV;NET B/C,PBP

Perhitungan PV Dari Inflow dan Outflow

2.3.5 REPUTASI PERUSAHAAN


Salah satu unsur paling penting dalam keberhasilan pengembangan rencana
komunikasi pemasaran adalah manajemen Reputasi organisasi yang efektif.
Gambar tersebut merangkum apa yang diperjuangkan perusahaan dan posisi yang
telah ditetapkan perusahaan. Tujuan dari manajemen gambar adalah untuk
menciptakan kesan khusus di benak para pelanggan.
Peran Reputasi Perusahaan Berdasarkan Perspektif Konsumen
Reputasi perusahaan memberi konsumen jaminan positif tentang apa yang
diharapkan dari suatu perusahaan. Jaminan memiliki nilai yang baik ketika
konsumen mencari untuk membeli barang atau jasa yang memiliki sedikit
pengalaman. Gambar peran penting lainnya bagi konsumen adalah mengurangi
waktu dan upaya pencarian. Bagi banyak orang, pembelian dari perusahaan yang
sangat dikenal memberikan penguatan psikolo gis dan penerimaan sosial. Penguatan

21 | B u s s i n e s P l a n
psikologis berasal dari perasaan bahwa pilihan bijak dibuat dan keyakinan bahwa
barang atau jasa akan bekerja dengan baik. Dan penerimaan sosial berasal dari
mengetahui bahwa banyak orang lain juga telah membeli dari pe rusahaan yang
sama
Peran Reputasi Perusahaan Berdasarkan Perspektif Perusahaan
Reputasi perusahaan yang berkualitas memberikan dasar untuk pengembangan
barang atau jasa baru. Ketika konsumen sudah terbiasa dengan Reputasi
perusahaan, pengenalan produk menj adi jauh lebih mudah karena pelanggan
bersedia untuk mencoba. Reputasi perusahaan yang kuat memungkinkan
perusahaan membebankan biaya lebih banyak untuk barang dan layanannya.
Sebagian besar pelanggan percaya bahwa mereka mendapatkan bayarannya.
Kualitas yang lebih baik sering dikaitkan dengan harga yang lebih tinggi. Ini
adalah peluang untuk memimpin keuntungan yang lebih besar bagi perusahaan.
Dan juga perusahaan dengan gambar yang bagus memiliki pelanggan yang lebih
loyal. Loyalitas pelanggan berakibat d alam membantu pembelian lebih banyak
produk, dan lebih sedikit untuk melakukan pembelian substitusi. Selain loyalitas
pelanggan sering dikaitkan dengan positif dari mulut ke mulut, komentar yang baik
membantu menghasilkan penjualan tambahan dan menarik pel anggan baru.
Menciptakan Reputasi Yang Tepat
Reputasi yang tepat mengirim pesan yang jelas tentang keunikan organisasi
atau produk. Reputasi yang kuat secara akurat menggambarkan apa yang dijual
perusahaan. Ketika sebuah reputasi dibuat, promosi lain dapat dibangun di sekitar
reputasi. Itu membuat loyalitas pelanggan dan penjualan di masa depan berjalan
dengan baik.
2.4 PENELITIAN RENCANA BISNIS SEBELUMNYA
NO Author Judul
1 Dwi Nuryanti PERENCANAAN USAHA AGRIBISNIS
PEMBUATAN SUSU BETON “SEGAR
ALAMI”
2 Ferdian Aji Usaha Subet ( Susu Beton ) Sebagai Alternatif
Pencegah Oesteoporosis
Tabel.1.3 Penelitian Terdahulu

22 | B u s s i n e s P l a n
2.5 KERANGKA TEORITIS
Kerangka teori adalah seperangkat konsep dan struktur yang dapat
mendukung teori penelitian berdasarkan tinjauan literatur dan analisis secara
sistematis dalam bentuk diagram atau skema.

IDEA SOURCE

VISION &
MISSION

SWOT
ANA
LYS I
BUSINESS PLAN
S

MARKET ING OPERAT ION HR FINANCE CORPORATE


I
M
A
MANAGEMENT
G
&
E
DECIS ION

IMPLEMENTAT ION

23 | B u s s i n e s P l a n