Anda di halaman 1dari 27

Balok tanpa tulangan

Kita tau sifat beton yaitu kuat terhadap gaya tekan tetapi lemah terhadap gaya tarik.Oleh karena
itu, beton dapat mengalami retak jika beban yang dipikulnya menimbulkan tegangan tarik yang
melebihi kuat tariknya.

Jika sebuah balok beton (tanpa tulangan) ditumpu oleh tumpuan sederhana (sendi dan rol), dan di
atas balok tersebut bekerja beban terpusat P serta beban merata q, maka akan timbul momen
luar sehingga balok akan melengkung ke bawah.

Pada balok
yang melengkung ke bawah akibat beban luar ini pada dasarnya ditahan oleh kopel gaya-gaya
dalam yang berupa tegangan tekan dan tarik. Jadi pada serat-serat balok bagian tepi atas akan
menahan tegangan tekan, dan semakin ke bawah tegangan tersebut akan semakin kecil.
Sebaliknya, pada serat-serat bagian tepi bawah akan menahan tegangan tarik, dan semakin ke
atas tegangan tariknya akan semakin kecil pula.

Pada tengah bentang (garis netral) , serat-serat beton tidak mengalami tegangan sama sekali
(tegangan tekan dan tarik = 0).

Jika beban diatas balok terlalu besar maka garis netral bagian bawah akan mengalami tegangan
tarik cukup besar yang dapat mengakibatkan retak pada beton pada bagian bawah.Keadaan ini
terjadi terutama pada daerah beton yang momennya besar, yaitu pada lapangan/tengah bentang.

Balok Beton dengan tulangan


Untuk menahan gaya tarik yang cukup besar pada serat-serat balok bagian tepi bawah, maka perlu
diberi baja tulangan sehingga disebut dengan “beton bertulang”. Pada balok beton bertulang ini,
tulangan ditanam sedemikian rupa, sehingga gaya tarik yang dibutuhkan untuk menahan momen
pada penampang retak dapat ditahan oleh baja tulangan.
Karena sifat beton yang tidak kuat tehadap tarik, maka pada gambar di atas, tampak bahwa balok
yang menahan tarik (di bawah garis netral) akan ditahan tulangan, sedangkan bagian menahan
tekan (di bagian atas garis netral) tetap ditahan oleh beton.
Fungsi utama beton dan tulangan

Dari uraian di atas dapat dipahami, bahwa baik beton maupun baja-tulangan pada struktur beton
bertulang tersebut mempunyai fungsi atau tugas pokok yang berbeda sesuai dengan sifat bahan
yang bersangkutan.Fungsi utama beton yaitu untuk

Fungsi utama beton


 Menahan beban/gaya tekan
 Menutup baja tulangan agar tidak berkarat
Fungsi utama baja tulangan
 Menahan gaya tarik (meskipun kuat juga terhadap gaya tekan)
 Mencegah retak beton agar tidak melebar
Faktor keamanan

Agar dapat terjamin bahwa suatu struktur yang direncankan mampu menahan beban yang bekerja,
maka pada perencanaan struktur digunakan faktor keamanan tertentu.Faktor keamanan ini
tersdiri dari 2 jenis , yaitu :

1. Faktor keamanan yang bekerja pada beban luar yang bekerja pada struktur, disebut faktor
beban.
2. Faktor keamanan yang berkaitan dengan kekuatan struktur (gaya dalam), disebut faktor reduksi
kekuatan.
Faktor beban luar/faktor beban

Besar faktor beban yang diberikan untuk masing-masing beban yang bekerja pada suatu
penampang struktur akan berbeda-beda tergantung dari kombinasi beban yang bersangkutan.
Menurut pasal 11.2 SNI 03-2847-2002, agar supaya struktur dan komponen struktur memenuhi
syarat dan layak pakai terhadap bermacam-macam kombinasi beban, maka harus dipenuhi
ketentuan kombinasi-kombinasi beban berfaktor sbb :

1. Jika struktur atau komponen hanya menahan beban mati D (dead) saja maka dirumuskan : U =
1,4*D
2. Jika berupa kombinasi beban mati D dan beban hidup L (live), maka dirumuskan : U = 1,2*D +
1,6*L + 0,5 ( A atau R )
3. Jika berupa kombinasi beban mati D,beban hidup L, dan beban angin W, maka diambil pengaruh
yang besar dari 2 macam rumus berikut : U = 1,2*D + 1,0*L + 1,6*W + 0,5 ( A atau R ) dan rumus
satunya : U = 0,9*D + 1,6*W
4. Jika pengaruh beban gempa E diperhitungkan, maka diambil yang besar dari dua macam rumus
berikut : U = 0,9*D + 1*E

Keterangan :

U = Kombinasi beban terfaktor, kN, kN/m’ atau kNm

D = Beban mati (Dead load), kN, kN/m’ atau kNm

L = Beban hidup (Life load), kN, kN/m’ atau kNm

A = Beban hidup atap kN, kN/m’ atau kNm

R = Beban air hujan, kN, kN/m’ atau kNm

W = Beban angin (Wind load) ,kN, kN/m’ atau kNm

E = Beban gempa (Earth quake load), kN, kN/m’ atau kNm, ditetapkan berdasarkan ketentuan SNI
03-1726-1989-F, Tatacara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung, atau
penggantinya.

Untuk kombinasi beban terfaktor lainnya pada pasal berikut :

1. Pasal 11.2.4 SNI 03-2847-2002, untuk kombinasi dengan tanah lateral


2. Pasal 11.2.5 SNI 03-2847-2002, untuk kombinasi dengan tekanan hidraulik
3. Pasal 11.2.6 SNI 03-2847-2002, untuk pengaruh beban kejut
4. Pasal 11.2.7 SNI 03-2847-2002, untuk pengaruh suhu (Delta T), rangkak, susut, settlement.
Faktor reduksi kekuatan
Ketidakpastian kekuatan bahan terhadap pembebanan pada komponen struktur dianggap sebagai
faktor reduksi kekuatan, yang nilainya ditentukan menurut pasal 11.3 SNI 03-2847-2002 sebagai
berikut :

1. Struktur lentur tanpa beban aksial (misalnya : balok), faktor reduksi = 0,8
2. Beban aksial dan beban aksial lentur
 aksial tarik dan aksial tarik dengan lentur : 0,8
 aksial tekan dan aksial tekan dengan lentur
1. komponen struktur dengan tulangan spiral atau sengkang ikat : 0,7
2. Komponen struktur dengan tulangan sengkang biasa : 0,65

3. Geser dan torsi : 0,75

4. Tumpuan pada beton, : 0,65

akhirnya selesai juga, males betul nulis yang begituan tapi aku gak papa untuk kalian semua.ntar
malah gak tau dasarnya malah repot. . .wkwkwkwk. Lanjut . . . . .

Kekuatan beton bertulang


1. Jenis kekuatan

Menurut SNI 03-2847-2002, pada perhitungan struktur beton bertulang, ada beberapa istilah untuk
menyatakan kekuatan suatu penampang sebagai berikut

1. Kuat nominal (pasal 3.28)


2. Kuat rencana (pasal 3.30)
3. Kuat perlu (pasal 3.29)
Kuat nominal (Rn) diartikan sebagai kekuatan suatu komponen struktur penampang yang dihitung
berdasarkan ketentuan dan asumsi metode perencanaan sebelum dikalikan dengan nilai faktor
reduksi kekuatan yang sesuai.Pada penampang beton bertulang , nilai kuat nominal bergantung
pada:
 dimensi penampang,
 jumlah dan letak tulangan
 letak tulangan
 mutu beton dan baja tulangan
Jadi pada dasarnya kuat nominal ini adalah hasil hitungan kekuatan yang sebenarnya dari keadaan
struktur beton bertulang pada keadaan normal.Kuat nominal ini biasanya ditulis dengan simbol-
simbol Mn, Vn, Tn, dan Pn dengan subscript n menunjukkan bahwa nilai-nilai

M = Momen

V = Gaya geser
T = Torsi (momen puntir)

P = Gaya aksial (diperoleh dari beban nominal suatu struktur atau komponen struktur)

Kuat rencana (Rr), diartikan sebagai kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang
diperoleh dari hasil perkalian antara kuat nominal Rn dan faktor reduksi kekuatan.Kuat rencana ini
juga dapat ditulis dengan simbol Mr, Vr, Tr, dan Pr( keterangan sama seperti diatas kecuali P =
diperoleh dari beban rencana yang boleh bekerja pada suatu struktur atau komponen struktur.
Kuat perlu (Ru), diartikan sebagai kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang
diperlukan untuk menahan beban terfaktor atau momen dan gaya dalam yang berkaitan dengan
beban tersebut dalam kombinasi beban U.Kuat perlu juga bisa ditulis dengan simbol-simbol Mu,
Vu, Tu, dan Pu.

Karena pada dasarnya kuat rencana Rr, merupakan kekuatan gaya dalam (berada di dalam
struktur), sedangkan kuat perlu Ru merupakan kekuatan gaya luar (di luar struktur) yang bekerja
pada struktur, maka agar perencanaan struktur dapat dijamin keamanannya harus dipenuhi syarat
berikut :

Kuat rencanaRr harus > kuat perlu Ru


Prinsip hitungan beton bertulang

Hitungan struktur beton bertulang pada dasarnya meliputi 2 buah hitungan, yaitu hitungan yang
berkaitan dengan gaya luar dan hitungan yang berkaitan dengan gaya dalam.

Pada hitungan dari gaya luar, maka harus disertai dengan faktor keamanan yang disebut faktor
beban sehingga diperoleh kuat perlu Ru.Sedangkan pada hitungan dari gaya dalam, maka disertai
dengan faktor aman yang disebut faktor reduksi kekuatan sehingga diperoleh kuat rencana Rr = Rn
* faktor reduksi, selanjutnya agar struktur dapat memikul beban dari luar yang bekerja pada
struktur tersebut, maka harus dipenuhi syarat bahwa kuat rencana Rr minimal harus sama dengan
kuat perlu Ru.
Prinsip hitungan struktur beton bertulang yang menyangkut gaya luar dan gaya dalam tersebut
secara jelas dapat dilukiskan dalam bentuk skematis, seperti gambar berikut :
Beton bertulang (bahasa Inggris: Reinforced Concrete atau disingkat RC), juga disebut beton
semen bertulang atau (bahasa Inggris: Reinforced cement concrete atau disingkat RCC)
adalah material komposit di mana kekuatan dan daktilitas beton yang relatif rendah diimbangi
dengan dimasukkannya tulangan yang memiliki kekuatan atau daktilitas yang lebih tinggi. Tulangan
biasanya, meskipun tidak harus, berupa tulangan baja (tulangan) dan biasanya tertanam secara
pasif di beton sebelum beton dipasang. Skema perkuatan umumnya dirancang untuk
menahan tegangan tarik pada daerah beton tertentu yang dapat menyebabkan keretakan dan/atau
kegagalan struktural. Beton bertulang modern dapat mengandung beragam bahan penguat yang
terbuat dari baja, polimer, atau material komposit alternatif, baik disertai tulangan maupun tidak.
Beton bertulang juga dapat mengalami tekanan permanen (beton dalam kompresi, tulangan dalam
tegangan), sehingga dapat meningkatkan sifat-sifat struktur bangunan ketika dikenai beban. Di
Amerika Serikat, metode paling umum untuk melakukan ini dikenal sebagai pra-tegang dan pasca-
tegang .
Untuk konstruksi yang kuat, daktil, dan tahan lama, tulangan perlu memiliki properti berikut
setidaknya:

 Kekuatan relatif tinggi


 Toleransi yang tinggi dari regangan tarik
 Ikatan yang baik dengan beton, terlepas dari pH, kelembaban, dan faktor-faktor serupa
 Kompatibilitas termal, yaitu tidak mengalami pemuaian atau penyusutan berlebihan sebagai
respons terhadap perubahan suhu.
 Daya tahan di lingkungan beton, terlepas dari korosi atau stres berkelanjutan misalnya.

Perilaku beton bertulang[sunting | sunting sumber]


Material[sunting | sunting sumber]
Beton adalah campuran agregat kasar (batu atau bata) dan agregat halus (umumnya pasir atau batu
hancur) dengan pasta bahan pengikat (biasanya semen Portland) dan air. Ketika semen dicampur
dengan sedikit air, semen terhidrasi untuk membentuk kisi-kisi kristal buram mikroskopis yang
membungkus dan mengunci agregat menjadi struktur yang kaku. Agregat yang digunakan untuk
membuat beton harus bebas dari zat berbahaya seperti kotoran organik, lumpur, tanah liat, lignit dll.
Campuran beton yang khas memiliki ketahanan tinggi terhadap tekanan tekan (sekitar 4000 psi
(28 MPa)); Namun, setiap tegangan yang cukup besar ( misalnya, karena lentur) akan mematahkan
kisi-kisi kaku mikroskopis, yang mengakibatkan retak dan pemisahan beton. Untuk alasan ini, tipikal
beton tidak bertulang harus didukung dengan baik untuk mencegah perkembangan ketegangan.
Jika material dengan kekuatan tinggi dalam tegangan, seperti baja, ditempatkan di beton, maka
material komposit, beton bertulang, tidak hanya menahan kompresi tetapi juga lentur dan aksi tarik
langsung lainnya. Bagian komposit di mana beton menahan kompresi dan penguatan "sengkang"
menahan ketegangan dapat dibuat menjadi hampir semua bentuk dan ukuran untuk industri
konstruksi.

Karakteristik utama
Tiga karakteristik fisik memberikan beton bertulang sifat khusus:

1. Koefisien ekspansi termal beton mirip dengan baja, menghilangkan tekanan internal yang
besar karena perbedaan ekspansi atau kontraksi termal.
2. Ketika pasta semen di dalam beton mengeras, ini sesuai dengan detail permukaan baja,
memungkinkan setiap tegangan ditransmisikan secara efisien antara bahan yang berbeda.
Biasanya batang baja dikasar atau bergelombang untuk lebih meningkatkan ikatan atau
kohesi antara beton dan baja.
3. Lingkungan kimia alkali yang disediakan oleh cadangan alkali (KOH, NaOH)
dan portlandit ( kalsium hidroksida ) yang terkandung dalam pasta semen yang mengeras
menyebabkan film pasif terbentuk di permukaan baja, membuatnya jauh lebih tahan
terhadap korosi daripada yang seharusnya. dalam kondisi netral atau asam. Ketika pasta
semen terkena udara dan air meteorik bereaksi dengan CO 2 atmosfer, portlandit
dan kalsium silikat hidrat (CSH) dari pasta semen yang mengeras menjadi semakin
terkarbonasi dan pH tinggi secara bertahap menurun dari 13,5 - 12,5 menjadi 8,5, pH air
dalam kesetimbangan dengan kalsit ( kalsium karbonat ) dan baja tidak lagi dipasivasi.
Sebagai patokan, hanya untuk memberikan gambaran tentang urutan besarnya, baja terlindungi dari
korosi pada pH di atas ~ 11 tetapi mulai terkorosi di bawah ~ 10 tergantung pada karakteristik baja
dan kondisi fisik-kimia lokal ketika beton menjadi berkarbonasi. karbonat beton bersama dengan
masuknya klorida adalah di antara alasan utama untuk kegagalan tulangan di beton. [16]
Potongan melintang relatif daerah baja yang dibutuhkan untuk beton bertulang yang khas biasanya
cukup kecil dan bervariasi dari 1% untuk sebagian besar balok atau slab dan 6% untuk beberapa
kolom. Batang penguat biasanya berbentuk bulat pada penampang dan bervariasi dalam diameter.
Struktur beton bertulang kadang-kadang memiliki ketentuan seperti inti berongga berventilasi untuk
mengontrol kelembapan & kelembapannya.
Distribusi karakteristik beton (terlepas dari tulangan) sepanjang penampang elemen beton bertulang
vertikal tidak homogen. [17]

Mekanisme kerja gabungan dari tulangan dan beton


Penguatan dalam struktur RC, seperti batang baja, harus mengalami regangan atau deformasi yang
sama seperti beton di sekitarnya untuk mencegah diskontinuitas, selip atau pemisahan kedua bahan
di bawah beban. Mempertahankan aksi komposit membutuhkan transfer beban antara beton dan
baja. Tegangan langsung ditransfer dari beton ke antarmuka bar untuk mengubah tegangan tarik di
tulangan sepanjang panjangnya. Pemindahan muatan ini dicapai dengan cara pengikatan
(anchorage) dan diidealkan sebagai medan tegangan kontinu yang berkembang di sekitar
antarmuka baja-beton.

Anchorage (bond) dalam beton: Kode spesifikasi[sunting | sunting


sumber]
Karena tegangan ikatan aktual bervariasi sepanjang panjang batang yang dipasang di zona
ketegangan, kode spesifikasi internasional saat ini menggunakan konsep panjang pengembangan
daripada tegangan ikatan. Persyaratan utama untuk keselamatan terhadap kegagalan ikatan adalah
untuk memberikan perpanjangan yang cukup dari panjang batang di luar titik di mana baja
diperlukan untuk mengembangkan tegangan lelehnya dan panjang ini harus setidaknya sama
dengan panjang pengembangannya. Namun, jika panjang aktual yang tersedia tidak memadai untuk
pengembangan penuh, jangkar khusus harus disediakan, seperti roda gigi atau pengait atau pelat
ujung mekanis. Konsep yang sama berlaku untuk panjang splice lap (overlap tulangan) yang
disebutkan dalam kode di mana splices (tumpang tindih) disediakan antara dua bar yang berdekatan
untuk menjaga kontinuitas tekanan yang diperlukan di zona splice.

Langkah-langkah anti-korosi[sunting | sunting sumber]


Dalam iklim basah dan dingin, beton bertulang untuk jalan, jembatan, struktur parkir, dan struktur
lain yang mungkin terkena garam deicing dapat mengambil manfaat dari penggunaan tulangan
tahan korosi seperti tidak dilapisi, karbon/kromium rendah (mikro komposit), berlapis epoksi,
tulangan galvanis hot dip atau stainless steel. Desain yang baik dan campuran beton yang dipilih
dengan baik akan memberikan perlindungan tambahan untuk banyak aplikasi. Rebar tanpa karbon,
karbon rendah / kromium terlihat mirip dengan baja karbon standar karena kurangnya lapisan; fitur
yang sangat tahan korosi melekat pada struktur mikro baja. Hal ini dapat diidentifikasi dengan
penandaan pabrik khusus ASTM yang ditentukan pada lapisan arangnya yang halus dan gelap.
Rebar berlapis epoksi dapat dengan mudah diidentifikasi oleh warna hijau muda dari lapisan
epokinya. Tulangan galvanis hot dip mungkin cerah atau abu-abu kusam tergantung pada panjang
paparan, dan tulangan stainless menunjukkan kemilau logam putih khas yang mudah dibedakan
dari bar penguat baja karbon. Referensi Spesifikasi standar ASTM A1035 / A1035M Spesifikasi
Standar untuk Karbon Rendah Cacat dan Polos, Chromium, Baja untuk Penguatan Beton,
Spesifikasi Standar A767 untuk Hot Dip Galvanized Reinforcing Bars, A775 Spesifikasi Standar
untuk Epin Coated Steel Reinforcing Bars dan A955 Spesifikasi Standar untuk Deformasi dan Bar
Stainless Polos untuk Penguatan Beton.
Cara lain yang lebih murah untuk melindungi tulangan adalah melapisinya dengan seng
fosfat.[18] Seng fosfat secara perlahan bereaksi dengan kation kalsium dan anion hidroksil yang ada
dalam air pori semen dan membentuk lapisan hidroksiapatit yang stabil.
Sealant Penetrating biasanya harus diterapkan beberapa saat setelah perawatan. Sealant termasuk
cat, busa plastik, film dan aluminium foil, kempa atau tikar kain disegel dengan tar, dan
lapisan tanah liat bentonit, kadang-kadang digunakan untuk menutup tempat tidur.
Inhibitor korosi, seperti kalsium nitrit [Ca (NO2)2], juga dapat ditambahkan ke campuran air sebelum
menuangkan beton. Secara umum, 1-2 wt.% dari [Ca (NO 2 ) 2 ] dari berat semen diperlukan untuk
mencegah korosi pada tulangan. Anion nitrit adalah oksidator ringan yang mengoksidasi ion besi
yang dapat larut dan bergerak (Fe2+) yang ada di permukaan baja yang terkorosi dan menyebabkan
baja mengendap sebagai besi hidroksida (Fe(OH)3) yang tidak larut. Hal ini menyebabkan pasivasi
baja di lokasi oksidasi anodik. Nitrit adalah inhibitor korosi yang jauh lebih aktif daripada nitrat, yang
merupakan oksidator yang kurang kuat dari besi divalen.

Penguatan dan terminologi balok[sunting | sunting sumber]

Dua balok berpotongan integral dengan pelat parkir garasi yang akan mengandung baja penguat dan kabel,
Kotak persimpangan dan komponen listrik lainnya yang diperlukan untuk memasang pencahayaan untuk lantai
garasi di bawahnya.

Balok tertekuk di bawah momen lentur, menghasilkan lengkungan kecil. Pada permukaan luar
(muka tarik) lengkungan beton mengalami tegangan tarik, sedangkan pada permukaan dalam
(muka tekan) mengalami tekanan tekan.
Balok bertulang tunggal adalah salah satu di mana elemen beton hanya diperkuat di dekat
permukaan tarik dan tulangan, yang disebut baja tensi, dirancang untuk menahan tegangan.
Balok bertulang ganda adalah salah satu di mana selain tulangan tarik, elemen beton juga
diperkuat dekat permukaan tekan untuk membantu beton menahan kompresi. Penguat yang terakhir
disebut baja kompresi. Ketika zona kompresi beton tidak memadai untuk menahan momen tekan
(momen positif), tulangan tambahan harus disediakan jika arsitek membatasi dimensi bagian.
Balok bertulang kurang adalah salah satu di mana kapasitas tegangan tulangan lebih kecil dari
kapasitas kompresi gabungan dari beton dan baja tekan (kurang bertulang pada permukaan tarik).
Ketika elemen beton bertulang mengalami peningkatan momen lentur, baja tegang menghasilkan
sementara beton tidak mencapai kondisi kegagalan utamanya. Ketika baja tegang menghasilkan
dan membentang, beton "kurang bertulang" juga menghasilkan ulet, memperlihatkan deformasi dan
peringatan besar sebelum kegagalan utamanya. Dalam hal ini tegangan leleh baja mengatur desain.
Balok bertulang berlebih adalah salah satu di mana kapasitas tegangan baja tegang lebih besar
daripada kapasitas kompresi gabungan dari beton dan baja tekan (diperkuat berlebihan pada
permukaan tarik). Jadi balok "beton bertulang berlebih" gagal dengan menghancurkan beton zona
tekan dan sebelum baja zona tegangan menghasilkan, yang tidak memberikan peringatan apa pun
sebelum kegagalan karena kegagalan terjadi seketika.
Balok bertulang seimbang adalah salah satu tempat zona tekan dan tarik mencapai hasil pada
beban yang sama pada balok, dan beton akan hancur dan baja tarik akan menghasilkan pada saat
yang sama. Namun kriteria desain ini sama berisikonya dengan beton bertulang berlebih, karena
kegagalan tiba-tiba seperti beton menghancurkan pada saat yang sama dari hasil baja tarik, yang
memberikan sedikit peringatan akan tekanan pada kegagalan tegangan.[19]
Elemen pembawa beton bertulang baja biasanya harus dirancang agar tidak diperkuat sehingga
pengguna struktur akan menerima peringatan kehancuran yang akan datang.
Kekuatan karakteristik adalah kekuatan material di mana kurang dari 5% spesimen menunjukkan
kekuatan yang lebih rendah.
Kekuatan desain atau kekuatan nominal adalah kekuatan material, termasuk faktor keamanan
material. Nilai faktor keamanan umumnya berkisar antara 0,75 hingga 0,85 dalam desain tegangan
yang diizinkan .
Status batas ultimate adalah titik kegagalan teoritis dengan probabilitas tertentu. Itu dinyatakan di
bawah beban faktor dan resistensi faktor.
Struktur beton bertulang biasanya dirancang sesuai dengan aturan dan peraturan atau rekomendasi
kode seperti ACI-318, CEB, Eurocode 2, SNI atau sejenisnya. Metode WSD, USD atau LRFD
digunakan dalam desain anggota struktural RC. Analisis dan desain anggota RC dapat dilakukan
dengan menggunakan pendekatan linear atau non-linear. Ketika menerapkan faktor keselamatan,
kode bangunan biasanya mengusulkan pendekatan linier, tetapi untuk beberapa kasus pendekatan
non-linear. Untuk melihat contoh simulasi dan perhitungan numerik non-linear, kunjungi
referensi:[20][21]

Beton pratekan[sunting | sunting sumber]


Beton prategang adalah teknik yang sangat meningkatkan kekuatan dukung balok beton. Baja
tulangan di bagian bawah balok, yang akan dikenakan gaya tarik ketika dalam masa pelayanan,
ditempatkan dalam tekanan sebelum beton dituangkan di sekitarnya. Setelah beton mengeras,
ketegangan pada baja tulangan dilepaskan, menempatkan gaya tekan bawaan pada beton. Ketika
beban diterapkan, baja tulangan mengambil lebih banyak tekanan dan gaya tekan dalam beton
berkurang, tetapi tidak menjadi gaya tarik. Karena beton selalu dalam kompresi, kurang rentan
terhadap keretakan dan kegagalan.

Mode kegagalan umum dari beton bertulang


baja[sunting | sunting sumber]
Beton bertulang bisa gagal karena kekuatan yang tidak memadai, menyebabkan kegagalan
mekanis, atau karena pengurangan daya tahannya. Siklus korosi dan pembekuan / pencairan dapat
merusak beton bertulang yang dirancang atau dibangun dengan buruk. Ketika tulangan terkorosi,
produk-produk oksidasi ( karat ) meluas dan cenderung mengelupas, memecahkan beton dan
melepaskan tulangan dari beton. Mekanisme khas yang mengarah ke masalah daya tahan dibahas
di bawah ini.

Kerusakan mekanis[sunting | sunting sumber]


Retak pada bagian beton hampir tidak mungkin untuk dicegah; Namun, ukuran dan lokasi retakan
dapat dibatasi dan dikendalikan oleh tulangan yang tepat, sambungan kontrol, metodologi curing
dan desain campuran beton. Retak dapat memungkinkan kelembaban menembus dan merusak
tulangan. Ini adalah kegagalan servis dalam desain batas keadaan . Retak biasanya merupakan
hasil dari jumlah tulangan yang tidak memadai, atau jarak tulangan pada jarak yang terlalu jauh.
Beton kemudian retak baik karena kelebihan muatan, atau karena efek internal seperti susut termal
awal saat disembuhkan.
Kegagalan utama yang menyebabkan keruntuhan dapat disebabkan oleh menghancurkan beton,
yang terjadi ketika tegangan tekan melebihi kekuatannya, dengan menghasilkanatau kegagalan
tulangan ketika tegangan bengkok atau geser melebihi kekuatan tulangan, atau oleh kegagalan
ikatan antara beton dan beton tulangan.[22]

Karbonasi[sunting | sunting sumber]

Dinding beton retak seperti baja yang terkorosi dan membengkak. Karat memiliki kerapatan yang lebih rendah
daripada logam, sehingga mengembang saat terbentuk, meretakkan selubung dekoratif dari dinding serta
merusak beton struktural. Kerusakan material dari permukaan disebut spalling .

Sifat Beton dan Baja Tulangan


SIFAT – SIFAT BETON
1. Keawetan (Durability)

Merupakan kemampuan beton bertahan dalam jangka waktu yang direncanakan. Sifat tahan lama pada
beton dapat dibedakan dalam beberapa hal, antara lain sebagai berikut:
1. Tahan Terhadap Pengaruh Cuaca

Adalah pengaruh yang berupa hujan dan pembekuan pada musim dingin, serta pengembangan dan
penyusutan yang diakibatkan oleh basah dan kering silih berganti.
2. Tahan Terhadap Pengaruh Zat Kimia

Daya perusak kimiawi oleh bahan-bahan seperti air laut, rawa-rawa dan air limbah, zat-zat kimia hasil industri
dan air limbahnya, buangan air kotor kota yang berisi kotoran manusia, gemuk, susu, gula, dan sebagainya
perlu diperhatikan terhadap keawetan beton.

3. Tahan Terhadap Erosi

Beton dapat mengalami kikisan yang diakibatkan oleh adanya orangyang berjalan kaki dan lalu lintas
diatasnya, gerakan ombak laut, atau oleh partikel-partikel yang terbawa oleh angin dan atau air.

2. Kuat Tekan

Kuat tekan beton ditentukan berdasarkan pembebanan uniaksial benda uji silinder beton diameter 150 mm,
tinggi 300mm dengan satuan Mpa (N/mm2) untuk SKSNI 91. Benda uji silinder juga digunakan pada standar
ACI sedangkan British Standar menggunakan kubus dengan sisi 150 mm sebagai benda uji. Benda uji dengan
ukuran berbeda dapat juga dipakai namun perlu dikoreksi terhadap size efek .

Menguji Kuat Tekan Beton


Ada empat bagian utama yang mempengaruhi mutu dari kekuatan beton tersebut, yaitu:
• Proporsibahan-bahan penyusunnya
• Metode perancangan
• Perawatan
• Keadaan pada saat pengecoran dilaksanakan

Metode pengujian kuat tekan beton ada beberapa cara, antaranya pengujian yang sifatnya tidak merusak
(UT atau Hammer Test) dan pengujian yang sifatnya setengah merusak atau merusak keseluruhan dengan uji
pembebanan (Load Test) dan juga ada pengujian laboratorium (compressive strength test). Yang praktis
adalah metode pengujian Hammer Test.

Kelebihan metode Hammer Test ini adalah:


- praktis (mudah penggunaannya)
- murah
- pengukuran dilakukan dengan cepat
- dan tidak merusak.

Kekurangan metode Hammer Test ini adalah:

- hasil pengujian dipengaruhi oleh kerataan permukaan, kelembaban beton, sifat-sifat dan jenis

agregat kasar, derajat karbonisasi dan umur beton. Oleh karena itu perlu diingat bahwa beton yang akan diuji
haruslah dari jenis dan kondisi yang sama
- Sulit mengkalibrasi hasil pengujian

- Tingkat keandalannya rendah

- Hanya memberikan imformasi mengenai karakteristik beton pada permukaan

Kekuatan tekan beton akan bertambah seiring dengan bertambahnya waktu. Kekuatan beton akan naik
secara cepat (linier) sampai28 hari, tetapi setelah itu kenaikannya akan kecil. Kuat tekan acuan ditetapkan
pada umur beton 28 hari. Secara umum kekuatan beton dipengaruhi oleh2 hal, yaitu factor air semen dan
kepadatan.

Evolusi Kuat Tekan Beton


Untuk semen Portland type I, pertambahan kekuatan seiiring dengan bertambahnya umur adalah sebagai
berikut;

Umur 7 hari 14 hari 28 hari 3 bulan 6 bulan 1 tahun 2 tahun 5 tahun

Ratio kuat Tekan 0.67 0.86 1 1.17 1.23 1.27 1.31 1.35

Klasifikasi Beton

 Beton Kelas I

Merupakan beton untuk pekerjaan-pekerjaan non struktural. Untuk pelaksanaannya tidak diperlukan
keahlian khusus.

 Beton Kelas II
Merupakan beton untuk perkerjaan-perkerjaan struktural secara umum. Pelaksanaannya memerlukan
keahlian yang cukup dan harus dilakukan di bawah pimpinan tenaga-tenaga ahli.

 Beton Kelas III


Merupakan beton untuk pekerjaan struktural dimana dipakai mutu beton dengan kuat desak karateristik
yang lebih tinggi dari 225 ka/cm 2 . pada pelaksanaannya memerlukan keahlian khusus dan harus dilakukan
dibawah pimpinan tenaga-tenaga ahli.

Perilaku TeganganVs. Regangan akibat Tekan Uniaksial


Regangan pada Tegangan Tekan Maksimum

Regangan Ultimit

3. Kuat Tarik

Kuat tarik beton jauh lebih kecil dari pada kuat tekannya, yaitusekitar 10%-15% dari kuat tekannya. Kuat tarik
beton merupakan sifat yang penting untuk memprediksi retak dan defleksi balok.

4. Modulus Elastisitas

Adalah perbandingan antara kuat tekan beton dengan regangan beton biasanya ditentukan pada 25%-50%
dari kuat tekan beton. Beton pada dasarnya bersifat non-linear, sehingga nilai modulus elastisitasnya
hanyalah pendekatan. Nilainya diukur pada 0.45 f ' c yang berkisar dari 27000 hingga 37000 MPa.

5. Rangkak (Creep)
Merupakan salah satu sifat dimana beton mengalami deformasi terus menerus menurut waktu dibawah
beban yang dipikul. Seperti halnya susut, rangkak tidak bersifat reversible.

6. Susut (Shrinkage)

Merupakan perubahan volume yang tidak berhubungan dengan pembebanan (akibat kehilangan air
keatmosfir / volume loss). Adapun macamnya adalah :

 Susut plastic terjadisaatbetonmasihmnya basah(panasdarimatahari, dll.)

 Susut pengeringan terjadisetelahbetonmengeras

Sebagian besar susut umumnya terjadi pada bulan-bulan pertama (~80% susut terjadi dalam satu tahun).
Siklus susut dan ngembang sendiri dapat terjadi akibat pengaruh perubahan lingkungan. Sedangkan tulangan
pada beton dapat menghambat pengembangan susut.
7. Kelecakan (Workability)

Kelecakan adalah sifat adukan beton atau mortar yang ditentukan oleh kemudahan pencampuran,
pengangkutan, pengecoran, pemadatan dan finishing. Atau kelecakan adalah besarnya kerja yang dibutuhkan
untuk menghasilkan kompaksi penuh.sifat dapat mudah dikerjakan suatu adukan beton sangat
bergantungpada sifatbahan, perbandingancampuran, dan cara pengangkutan serta jumlah seluruh air bebas
8. Sifat Kedap Air

Beton memiliki kecenderungan mengandung rongga- rongga yang diakibatkan oleh adanya gelembung udara
yang terbentuk selama atau sesudah pencetakan selesai, atau ruangan yang saat mengerjakan
(selesaidikerjakan) mengandung air, air ini menggunakan ruangan, dan jika air menguap maka akan
meninggalkan rongga-rongga udara. Rongga-rongga ini yang nantinya dapat memicu masuknya air dari luar
kedalam beton. Namun jika rongga-rongga ini diminimalisir, maka akan menambah daya kedap air dari beton
itu. Maka beton sebaiknya tidak banyak menggunakan air agar tidak terjadi bleeding. Tetapi beton yang
menggunakan sedikit air dan tidak terjadi bleeding pun dapat juga tidak kedap air, sehingga perlu pemadatan
yang sempurna pada saat pembuatan/pencetakan beton.

SIFAT – SIFAT BAJA TULANGAN


Supaya struktur beton dapat menahan tarik, maka perlu dipasang baja tulangan.

 Tanda-tanda tulangan baja standar


Selain baja bulat, terdapat juga jenis-jenis yang luar biasa. Ini mencoba mendapatkan perekatan yang lebih
besar dari beton dengan membuat bidangnya tidak rata bulat.
Beberapa contoh baja lainnya antara lain :

 Baja Johnson, Penampangnya persegi, dibubuhi punggung-punggung.

 Baja Ransome, Penampangnya persegi dan ditordir.

 Baja Isteg, Terdiri dari 2 batang baja bulat yang dililitkan dengan mesin.

 Baja silang bertordir ( Drillwulsststahl ), Baja dengan penampang berbentuk silang.

 Baja Tor, Baja bulat yang dibubuhi punggung uliran sepanjang kelilingnya.

 Baja profil lainnya (profil I, profil H, profil C, profil , dsb)

Untuk konstruksi-konstruksi yang memerlukan tulang-tulang silang, umpamanya dinding-


dinding dan langit-langit dapat dipergunakan kasa kawat dengan nama Baustahlgewebe.

Jenis – Jenis baja :


 ASTM A615, Standard Specification for Deformed and Plain-Billet Steel Bars
- Mutu60: f y = 400 MPa, Umum untuk gedung dan jembatan
- Mutu40: f y = 280 MPa, Lebih daktil
- Mutu75: f y = 500 MPa

 ASTM A616, Rail-Steel Bars

 ASTM A617, Axle-Steel Bars

 ASTM A706, Low-Alloy-Steel Bars


- Lebihdaktil
- Panjangmin. yield plateau = ε /ε
sh y = 5
- Dipersyaratkan untuk bangunan tahan gempa

Sifat fisik baja yang terpenting adalah :


1. Tegangan Leleh (fy)

Tegangan leleh adalah tegangan baja pada saat mana meningkatnya tegangan tidak disertai dengan
peningkatan regangannya.

2. Modulus Elastisitas

Baja mempunyai sifat plastis dan elastic, namun yang terpenting adalah sifat daktilnya.
Daktilitas adalah kemampuan bahan untuk berubah bentuk (deformasi) tanpa mengalami putus.
Kurva tegangan regangan

untuk berbagai jenis

batang tulangan

Sifat Mekanis Baja

Sifat mekanis baja tercantum pada table dibawah ini (SNI 07-2052-2002) :
Diposting 30th October 2011 oleh The Lord Huyama

Label: Struktur Beton

Tambahkan komentar

Catatan Huyama

Blog ini Berisi tentang segala sesuatu

yang mengilhami dan menginspirasi

saya, beserta beberapa catatan dan

pengetahuan mengenai Teknik Sipil.

Sidebar







 Arsip Puisi

 Lowongan Pekerjaan

 Teknik Sipil

Menghitung berat besi beton tanpa tabel

belajar SAP

cari duit di internet

Kerja dari Rumah

Bisnis Online Gratis, mirip ODAP (uang receh.com)

tips hindari scam

survey online

survey online berbayar

Scam

LAPORAN PRAKTIKUM IUT 2

Kereta Api Cepat

Tugas

Laila Majnun-sebuah kisah cinta sejati; karya ahli sufi

Syair Abu Nawas

Pecinta Sejati

Salam Kematian
Mutiara Kata Al Ghazali

Sang Pendamba

Sifat Beton dan Baja Tulangan

Rabiah Al Adhawiyah

Munajat Hamba

Seutas Asa

Cita Cinta

Walau...

Laila Majnun

Pernyataan Cinta

Kau

Ingatkah kau?
Menghitung berat besi beton tanpa tabel

Rumus yang sudah jadi :


Berat per m' (kg/m') = 0,006162 x ز
Berat per batang (kg) = 0,006162 x 12 m' (panjang besi asli, dipasaran gak nyampek 12 m cuma
11.7 untuk besi marking )

Asal rumus :
Dengan menggunakan pendekatan rumus volume tabung.
Volume tabung = (0,25 x 3,14 x ز) x P x BJ

Keterangan :
Ø = diameter besi beton
P = panjang besi beton
BJ = berat jenis besi beton (7.850 kg/m³)

Rumus ini disederhanakan, sehingga menjadi :


Volume = 0.25 x 3.14 x ز (m²) x Panjang (m') x 7.850 kg/m³
= 6.162,25 kg/m³ x ز (m²) x Panjang (m')
Contoh Perhitungan :
Menghitung berat besi Ø 10 mm per m' :

>>10 mm = 0,01 m
Sehingga menjadi :

= 6.162,25 kg/m³ x 0,01² (m²)


= 0,616225 kg/m'

Untuk 1 lonjor besi Ø 10 :


asumsi panjang 1 lonjor = 12 m

= 0,616225 kg/m' x 12 m
= 7,3947 kg

Diposting 4th December 2011 oleh The Lord Huyama


Label: teknik sipil

Tambahkan komentar

Submit
Memuat
Tema Tampilan Dinamis. Diberdayakan oleh Blogger.

Tampilan terperinci dari spalling mungkin disebabkan oleh lapisan beton yang terlalu tipis antara baja dan
permukaan, disertai dengan korosi dari paparan eksternal.

Karbonasi, atau netralisasi, adalah reaksi kimia antara karbon dioksida di udara dan kalsium
hidroksida dan kalsium silikat terhidrasi dalam beton.
Ketika struktur beton dirancang, biasanya untuk menentukan penutup beton untuk tulangan
(kedalaman tulangan di dalam objek). Penutup beton minimum biasanya diatur oleh desain
atau kode bangunan. Jika tulangan terlalu dekat ke permukaan, dapat terjadi kegagalan awal karena
korosi. Kedalaman penutup beton dapat diukur dengan meteran penutup. Namun, beton
berkarbonasi menimbulkan masalah ketahanan hanya ketika ada juga kelembaban dan oksigen
yang cukup untuk menyebabkan korosi elektropotensi dari baja tulangan.
Salah satu metode pengujian struktur untuk karbonasi adalah mengebor lubang baru di permukaan
dan kemudian merawat permukaan yang terpotong dengan larutan indikator fenolftalein. Solusi ini
berubah menjadi merah muda ketika bersentuhan dengan beton alkali, memungkinkan untuk
melihat kedalaman karbonasi. Menggunakan lubang yang ada tidak cukup karena permukaan yang
terbuka akan sudah berkarbonasi.

Klorida[sunting | sunting sumber]


Rebar untuk fondasi dan dinding stasiun pompa limbah.

Paulins Kill Viaduct , Hainesburg, New Jersey, tingginya 115 kaki (35 m) dan 1.100 kaki (335 m), dan
digembar-gemborkan sebagai struktur beton bertulang terbesar di dunia ketika selesai pada tahun 1910
sebagai bagian dari Lackawanna Proyek jalur kereta api Cut-Off.Lackawanna Railroad adalah pelopor dalam
penggunaan beton bertulang.

Klorida, termasuk natrium klorida, dapat meningkatkan korosi tulangan baja tertanam jika terdapat
dalam konsentrasi yang cukup tinggi. Anion klorida menginduksi baik korosi lokal ( korosi pitting )
maupun korosi umum dari bala baja. Karena alasan ini, seseorang hanya boleh menggunakan air
mentah segar atau air yang dapat diminum untuk mencampur beton, memastikan bahwa agregat
kasar dan halus tidak mengandung klorida, daripada campuran yang mungkin mengandung klorida.
Dahulu kalsium klorida biasa digunakan sebagai campuran untuk mempromosikan pengecoran
beton dengan cepat. Juga keliru jia dipercayai bahwa hal itu akan mencegah pembekuan. Namun,
praktik ini tidak disukai begitu efek buruk klorida diketahui. Ini harus dihindari sebisa mungkin.
Penggunaan garam de-icing di jalan raya, yang digunakan untuk menurunkan titik beku air, mungkin
merupakan salah satu penyebab utama kegagalan prematur dari dek jembatan beton, jalan, dan
garasi parkir beton bertulang. Penggunaan palang penguat berlapis epoksi dan
penerapan perlindungan katodik telah meringankan masalah ini sampai batas tertentu. Juga
tulangan FRP (polimer yang diperkuat serat) diketahui kurang rentan terhadap klorida. Campuran
beton yang dirancang dengan benar yang telah diizinkan untuk disembuhkan dengan baik secara
efektif kebal terhadap efek dari es.
Sumber ion klorida penting lainnya adalah air laut . Air laut mengandung berat sekitar 3,5 % garam.
Garam-garam ini termasuk natrium klorida, magnesium sulfat, kalsium sulfat, dan bikarbonat .
Dalam air garam-garam ini berdisosiasi dalam ion bebas (Na+, Mg2+, Cl-, SO 42−, HCO3-) dan
bermigrasi dengan air ke kapiler beton. Ion klorida, yang membentuk sekitar 50% dari ion-ion ini,
sangat agresif sebagai penyebab korosi pada tulangan baja karbon.
Pada 1960-an dan 1970-an itu juga relatif umum untuk magnesit, mineral karbonat kaya klorida,
untuk digunakan sebagai bahan topping lantai. Ini dilakukan terutama sebagai lapisan leveling dan
pelemahan suara. Namun sekarang diketahui bahwa ketika bahan-bahan ini bersentuhan dengan
kelembaban, mereka menghasilkan larutan asam klorida yang lemah karena adanya klorida dalam
magnesit. Selama periode waktu (biasanya puluhan tahun), solusi
menyebabkan korosi pada tulangan baja tertanam. Ini paling sering ditemukan di daerah basah atau
daerah yang berulang kali terkena uap air.

Reaksi alkali silika[sunting | sunting sumber]


Reaksi ini dari silika amorf (kalsedon, rijang, kapur bersilik) kadang-kadang hadir dalam agregat
dengan ion hidroksil (OH - ) dari larutan pori semen. Silika mengkristal yang buruk (SiO 2 ) larut dan
terdisosiasi pada pH tinggi (12,5 - 13,5) dalam air alkali. Asam silikat terdisosiasi terlarut bereaksi
dalam air garam dengan kalsium hidroksida ( portlandit ) hadir dalam pasta semen untuk
membentuk kalsium silikat hidrat(CSH) yang ekspansif. Reaksi alkali-silika (ASR) menyebabkan
pembengkakan lokal yang bertanggung jawab untuk tegangan tarik dan keretakan. Kondisi yang
diperlukan untuk reaksi alkali silika adalah tiga kali lipat: (1) agregat yang mengandung unsur alkali-
reaktif (silika amorf), (2) ketersediaan ion hidroksil yang cukup (OH - ), dan (3) kelembaban yang
cukup, di atas kelembaban relatif 75% (RH) di dalam beton. [23] [24] Fenomena ini kadang-kadang
populer disebut sebagai " kanker konkret ". Reaksi ini terjadi secara independen dari adanya
tulangan; struktur beton besar seperti bendungan dapat terpengaruh.

Konversi semen alumina tinggi[sunting | sunting sumber]


Tahan terhadap asam lemah dan terutama sulfat, semen ini cepat sembuh dan memiliki daya tahan
dan kekuatan yang sangat tinggi. Semen ini sering digunakan setelah Perang Dunia II untuk
membuat benda beton pracetak. Namun, semen ini dapat kehilangan kekuatan dengan panas atau
waktu (konversi), terutama ketika tidak disembuhkan dengan baik. Setelah runtuhnya tiga atap yang
terbuat dari balok beton pratekan menggunakan semen alumina tinggi, semen
ini dilarang di Inggris pada tahun 1976. Penyelidikan selanjutnya mengenai masalah ini
menunjukkan bahwa balok-balok itu tidak diproduksi dengan benar, tetapi larangan itu tetap
berlaku.[25]

Sulfat[sunting | sunting sumber]


Sulfat (SO4) dalam tanah atau air tanah, dalam konsentrasi yang cukup, dapat bereaksi dengan
semen Portland dalam beton yang menyebabkan pembentukan produk ekspansif,
misalnya ettringit atau thaumasit, yang dapat menyebabkan kegagalan awal struktur. Serangan
paling tipikal dari jenis ini adalah pada pelat beton dan dinding pondasi pada tingkatan di mana ion
sulfat, melalui pembasahan dan pengeringan alternatif, dapat meningkatkan konsentrasi. Ketika
konsentrasi meningkat, serangan terhadap semen Portland dapat dimulai. Untuk struktur yang
terkubur seperti pipa, jenis serangan ini jauh lebih jarang, terutama di Amerika Serikat bagian timur.
Konsentrasi ion sulfat meningkat jauh lebih lambat dalam massa tanah dan terutama tergantung
pada jumlah awal sulfat di tanah asli. Analisis kimia tanah yang ditimbun untuk memeriksa
keberadaan sulfat harus dilakukan selama fase desain dari setiap proyek yang melibatkan beton
yang kontak dengan tanah asli. Jika konsentrasinya ditemukan agresif, berbagai lapisan pelindung
dapat diterapkan. Juga, di AS ASTM C150 Type 5 semen Portland dapat digunakan dalam
campuran. Jenis semen ini dirancang agar tahan terhadap serangan sulfat.

Konstruksi pelat baja[sunting | sunting sumber]


Dalam konstruksi pelat baja, stringer bergabung dengan pelat baja paralel. Rakitan pelat dibuat di
luar lokasi, dan dilas bersama di tempat untuk membentuk dinding baja yang dihubungkan oleh
senar. Dinding menjadi bentuk tempat tuang beton. Kecepatan konstruksi pelat baja memperkuat
konstruksi beton dengan memotong langkah manual yang memakan waktu di lokasi untuk mengikat
tulangan dan bentuk bangunan. Metode ini menghasilkan kekuatan yang sangat baik karena baja
ada di luar, di mana gaya tarik sering kali paling besar.
Beton yang diperkuat serat[sunting | sunting sumber]
Penguatan serat terutama digunakan dalam shotcrete, tetapi juga dapat digunakan dalam beton
normal. Beton normal yang diperkuat serat banyak digunakan untuk lantai dan perkerasan di
lapangan, tetapi juga dapat dipertimbangkan untuk berbagai bagian konstruksi (balok, pilar, fondasi,
dll.), Baik sendiri atau dengan tulangan yang diikat dengan tangan.
Beton yang diperkuat dengan serat (yang biasanya baja, kaca , serat fiber ) atau serat polimer
Selulosa lebih murah daripada tulangan yang diikat dengan tangan.[butuh rujukan]Bentuk, dimensi, dan
panjang serat itu penting. Serat tipis dan pendek, misalnya serat gelas pendek berbentuk rambut,
hanya efektif selama jam-jam pertama setelah menuangkan beton (fungsinya adalah untuk
mengurangi retak saat beton menjadi kaku), tetapi tidak akan meningkatkan kekuatan tarik beton.
Serat ukuran normal untuk shotcrete Eropa (1 diameter mm, 45 mm panjang — baja atau plastik)
akan meningkatkan kekuatan tarik beton. Penguat serat paling sering digunakan untuk menambah
atau mengganti tulangan primer, dan dalam beberapa kasus dapat dirancang untuk sepenuhnya
menggantikan tulangan.
Baja adalah serat terkuat yang umum tersedia, dan memiliki panjang yang berbeda (30 hingga
80) mm di Eropa) dan bentuk (ujung kait). Serat baja hanya dapat digunakan pada permukaan
yang dapat mentolerir atau menghindari korosi dan noda karat. Dalam beberapa kasus, permukaan
serat baja dihadapkan dengan bahan lain.
Serat kaca tidak mahal dan tahan korosi, tetapi tidak elastis seperti baja. Baru-baru ini, serat basal
pintal, lama tersedia di Eropa Timur , telah tersedia di AS dan Eropa Barat. Serat basal lebih kuat
dan lebih murah daripada kaca, tetapi secara historis tidak menolak lingkungan alkali dari semen
Portland dengan cukup baik untuk digunakan sebagai penguat langsung. Bahan-bahan baru
menggunakan pengikat plastik untuk mengisolasi serat basal dari semen.
Serat premium adalah serat plastik yang diperkuat grafit, yang hampir sama kuatnya dengan baja,
lebih ringan, dan tahan korosi.[butuh rujukan]Beberapa percobaan telah memberikan hasil awal yang
menjanjikan dengan nanotube karbon , tetapi bahannya masih terlalu mahal untuk bangunan apa
pun.[butuh rujukan]

Penguatan non-baja[sunting | sunting sumber]


Ada banyak tumpang tindih antara subjek tulangan non-baja dan tulangan serat beton. Pengenalan
beton non-baja relatif baru; dibutuhkan dua bentuk utama: batang tulangan non-logam, dan serat
non-baja (biasanya juga non-logam) yang dimasukkan ke dalam matriks semen. Misalnya, ada
peningkatan minat dalam beton bertulang serat gelas (GFRC) dan dalam berbagai aplikasi serat
polimer yang dimasukkan ke dalam beton. Meskipun saat ini tidak ada banyak saran bahwa bahan-
bahan tersebut akan menggantikan tulangan logam, beberapa dari mereka memiliki keunggulan
besar dalam aplikasi spesifik, dan ada juga aplikasi baru di mana tulangan logam bukan pilihan.
Namun, desain dan aplikasi penguat non-baja penuh dengan tantangan. Untuk satu hal, beton
adalah lingkungan yang sangat basa, di mana banyak bahan, termasuk sebagian besar jenis kaca,
memiliki masa pakai yang buruk. Juga, perilaku bahan penguat tersebut berbeda dari perilaku
logam, misalnya dalam hal kekuatan geser, rangkak dan elastisitas. [26] [27]
Plastik / polimer yang diperkuat serat (FRP) dan plastik yang diperkuat gelas (GRP) terdiri dari
serat polimer , kaca, karbon, aramid atau polimer lain atau serat kekuatan tinggi yang diatur dalam
matriks resin untuk membentuk batang tulangan, atau kisi, atau serat. Tulang ini dipasang dengan
cara yang sama seperti tulangan baja. Biayanya lebih tinggi tetapi, jika diterapkan secara tepat,
struktur memiliki kelebihan, khususnya pengurangan dramatis dalam masalah yang berkaitan
dengan korosi , baik dengan alkalinitas beton intrinsik atau oleh cairan korosif eksternal yang
mungkin menembus beton. Struktur ini dapat secara signifikan lebih ringan dan biasanya memiliki
masa pakai lebih lama. Biaya bahan-bahan ini telah menurun secara dramatis sejak adopsi mereka
yang luas di industri dirgantara dan oleh militer.
Secara khusus, batang FRP berguna untuk struktur di mana keberadaan baja tidak dapat diterima.
Sebagai contoh, mesin MRI memiliki magnet besar, dan karenanya memerlukan bangunan non-
magnetik . Sekali lagi, pintu tol yang membaca tanda radio perlu beton bertulang yang transparan
untuk gelombang radio . Juga, di mana umur desain struktur beton lebih penting daripada biaya
awal, tulangan non-baja sering memiliki kelebihan di mana korosi baja tulangan merupakan
penyebab utama kegagalan. Dalam situasi seperti itu, penguat tahan korosi dapat memperpanjang
umur struktur secara substansial, misalnya di zona intertidal . Batang FRP juga dapat berguna
dalam situasi di mana kemungkinan struktur beton dapat dikompromikan di tahun-tahun mendatang,
misalnya tepi balkon ketika langkan diganti, dan lantai kamar mandi dalam konstruksi bertingkat
dimana masa kerja struktur lantai kemungkinan akan berkali-kali masa pakai membran bangunan
kedap air .
Penguatan plastik sering lebih kuat , atau setidaknya memiliki rasio kekuatan terhadap berat yang
lebih baik daripada baja tulangan. Juga, karena tahan korosi, tidak perlu penutup beton pelindung
setebal tulangan baja (biasanya 30 hingga 50) mm atau lebih). Struktur yang diperkuat FRP
karenanya bisa lebih ringan dan bertahan lebih lama. Oleh karena itu, untuk beberapa aplikasi,
biaya seumur hidup akan bersaing dengan beton bertulang baja.
Sifat material FRP atau GRP bar sangat berbeda dari baja, sehingga ada perbedaan dalam
pertimbangan desain. FRP atau GRP bar memiliki kekuatan tarik yang relatif lebih tinggi tetapi
kekakuan lebih rendah, sehingga defleksi cenderung lebih tinggi daripada untuk unit yang diperkuat
baja setara. Struktur dengan tulangan FRP internal biasanya memiliki deformabilitas elastis
yang sebanding dengan deformabilitas plastis (daktilitas) struktur baja yang diperkuat. Kegagalan
dalam kedua kasus lebih mungkin terjadi oleh kompresi beton daripada oleh pecahnya tulangan.
Lendutan selalu menjadi pertimbangan desain utama untuk beton bertulang. Batas defleksi
ditetapkan untuk memastikan bahwa lebar retak pada beton bertulang baja dikontrol untuk
mencegah air, udara atau zat agresif lainnya mencapai baja dan menyebabkan korosi. Untuk beton
bertulang FRP, estetika dan mungkin kedap air akan menjadi kriteria pembatas untuk kontrol lebar
retak. Batang FRP juga memiliki kekuatan tekan yang relatif lebih rendah daripada batang baja, dan
karenanya memerlukan pendekatan desain yang berbeda untuk kolom beton bertulang .
Salah satu kelemahan dari penggunaan tulangan FRP adalah ketahanan api mereka yang terbatas.
Di mana keselamatan kebakaran merupakan pertimbangan, struktur yang menggunakan FRP harus
mempertahankan kekuatan dan penahan gaya pada suhu yang diharapkan pada saat terjadi
kebakaran. Untuk keperluan fireproofing , diperlukan penutup beton semen yang cukup atau
kelongsong pelindung. Penambahan 1 kg / m 3 dari serat polypropylene untuk beton telah terbukti
mengurangi spalling selama kebakaran simulasi. [28] (Peningkatan dianggap karena pembentukan
jalur keluar dari sebagian besar beton, memungkinkan tekanan uap hilang. [28] )
Darby, A., The Airside Road Tunnel, Bandara Heathrow, Inggris,
Masalah lain adalah efektivitas tulangan geser. Sengkang FRP tulangan yang dibentuk dengan
menekuk sebelum pengerasan umumnya berkinerja relatif buruk dibandingkan dengan sengkang
baja atau struktur dengan serat lurus. Ketika disaring, zona antara daerah lurus dan melengkung
dikenakan tekanan lentur, geser, dan memanjang yang kuat. Diperlukan teknik desain khusus untuk
mengatasi masalah tersebut.
Ada minat yang tumbuh dalam menerapkan penguatan eksternal untuk struktur yang ada
menggunakan bahan canggih seperti tulangan komposit (fiberglass, basal, karbon), yang dapat
memberikan kekuatan luar biasa. Di seluruh dunia, ada sejumlah merek tulangan komposit yang
diakui oleh berbagai negara, seperti Aslan, DACOT, V-rod, dan ComBar. Jumlah proyek yang
menggunakan tulangan komposit meningkat dari hari ke hari di seluruh dunia, di negara-negara
mulai dari Amerika Serikat, Rusia, dan Korea Selatan hingga Jerman.

Anda mungkin juga menyukai