Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM KESETIMBANGAN KIMIA

PERCOBAAN 5
KESETIMBANGAN HOMOGEN DAN HETEROGEN

Disusun oleh:
Nama : Novena Tesalonika Rasuh
NIM : 171444008
Shift/Kelompok : A1/05

Dosen Pengampu:
Johnsen Harta, M.Pd.

Asisten Dosen:
1. Adellinda Helena Tara
2. Niken Frydha Wulandary

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA, YOGYAKARTA
SEMESTER GENAP 2018/2019

0
PERCOBAAN 5
KESETIMBANGAN HOMOGEN DAN HETEROGEN

A. Judul Praktikum
Kesetimbangan Homogen dan Heterogen
B. Hari dan Tanggal Praktikum
Selasa, 07 Mei 2019
C. Tujuan Praktikum
1. Membandingkan kesetimbangan homogen dan heterogen.
2. Menemukan faktor yang mempengaruhi kesetimbangan.
3. Mendesain eksperimen tentang kesetimbangan homogen dan heterogen.
D. Konteks dan Landasan Teori
Pernahkah Anda melihat peristiwa pelarutan batu kapur dalam air? Pada awalnya
akan dihasilkan gelembung gas dan panas. Kemudian, gelembung gas tidak lagi
dihasilkan dan suhu larutan akan kembali ke suhu ruang. (Dosen dan asisten
melakukan demonstrasi yaitu penambahan air ke dalam kapur kemudian ditambahkan
HCl(aq)).
Selain pelarutan batu kapur dalam air, pelarutan kalsium karbida dalam air juga
menghasilkan fenomena yang serupa.
Amonia merupakan senyawa kimia yang sangat penting dalam industri. Amonia
digunakan dalam produksi pupuk, plastik, serat, dan industri farmasi. Sintesis amonia
merupakan salah satu proses kimia yang penting untuk dipelajari.
Kesetimbangan merupakan keadaan yang menunjukkan reaksi khusus dengan
tetapan kesetimbangannya yang berbeda. Pada kesetimbangan, nilai tetapan tersebut
dibagi menjadi dua berdasarkan fasa yang terdapat dalam reaksi, yaitu tetapan
kesetimbangan (Kc) dan tetapan kesetimbangan tekanan (Kp). Nilai Kc dapat
ditentukan oleh komponen-komponen yang berada dalam fase cairan atau gas,
sedangkan nilai Kp hanya untuk komponen yang berada dalam fase gas (Krisnadwi,
2014).
Reaksi kesetimbangan merupakan reaksi yang berjalan dua arah atau reversibel.
Keadaan tersebut didukung oleh prinsip Le Chatelier yang menunjukkan jalannya
kesetimbangan reaksi itu berlangsung. Prinsip Le Chatelier mengungkapkan bahwa
suatu kesetimbangan dapat dipengaruhi oleh perubahan konsentrasi, suhu, dan tekanan
yang menyebabkan sistem akan membuat kesetimbangan baru untuk mengatasi
aktivitas atau perubahan yang terjadi (Petrucci et al., 2011).
Berdasarkan prinsip Le Chatelier yang mempengaruhi kesetimbangan kimia,
perubahan konsentrasi dapat menyebabkan sistem membentuk kesetimbangan baru.
Perubahan konsentrasi ini mengatur jumlah atau kuantitas dari reaktan atau produk.

1
Saat konsentrasi zat ditambahkan, kesetimbangan akan bergeser menjauhi zat tersebut.
Namun, saat konsentrasi zat dikurangi, maka kesetimbangan bergeser mendekati zat
tersebut (Chang, 2004).
Kesetimbangan dapat dipengaruhi oleh tekanan yang diberikan pada suatu reaksi.
Tekanan yang diberi berkorelasi dengan volume yang ditempati oleh zat-zat reaksi
tersebut. Saat reaksi diberi tekanan yang cukup besar, sistem akan membentuk
kesetimbangan baru dengan menggeser kesetimbangan ke arah mol zat yang lebih
kecil. Hal sebaliknya terjadi apabila tekanan dalam reaksi dikurangi. Sistem akan
menggeser kesetimbangan ke arah mol zat yang lebih besar (Syukri, 1997).
Hal yang juga dapat mempengaruhi kesetimbangan reaksi adalah perubahan suhu.
Pengaruh suhu ini berkaitan erat dengan sifat reaksi yang terjadi, yakni reaksi endoterm
atau reaksi eksoterm. Pada reaksi eksoterm, saat suhu dinaikkan kesetimbangan akan
bergeser ke arah reaktan. Namun, saat suhu diturunkan reaksi akan menggeser
kesetimbangan ke arah produk. Hal ini kurang lebih juga berlaku pada reaksi endoterm.
Saat suhu dinaikkan, reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah produk, sedangkan
saat suhu dikurangi kesetimbangan bergeser ke arah reaktan (Keenan, 1984).
E. Eksplorasi
1. Mengapa fenomena di atas terjadi!
Fenomena batu kapur dimasukkan ke dalam air dapat menimbulkan gelembung gas
dan panas, kemudian gelembung gas tidak dapat dihasilkan dan suhu kembali ke
suhu ruang karena air kapur bereaksi dengan gas karbon dioksida dan
menghasilkan endapan kalsium karbonat. Batu kapur tersebut akan melepaskan
kalor dan langsung mengikat molekul air, reaksi tersebut termasuk reaksi eksoterm.
Kalau batu kapur (CaCO3) dimasukan ke dalam air maka ia akan melepaskan kalor
dan CaCO3 akan segera mengikat molekul air H2O yang akan membentuk kalsium
hidroksida dan mengeluarkan Gas CO2 (Keenan, 1984).
CaCO₃(s) + H₂O (l)  Ca(OH)₂(aq) + CO₂(g)
2. Apakah peristiwa serupa akan terjadi juga pada peristiwa pelarutan zat lain di
dalam air?
Hal serupa juga dapat terjadi pada pelarutan kalsium karbida dalam air. Kalsium
karbida yang dimasukkan dalam air akan terlarut dan membentuk asetilen. Asetilen
tersebut merupakan salah satu komponen yang sering digunakan dalam metode
pengelasan melalui pembakaran. Berikut adalah persamaan reaksi kelarutan
kalsium karbida dalam air (Massalimov et al., 2002).
CaC2(s) + 2H2O(l)  C2H2 (aq) + Ca(OH)2 (aq)
3. Gas apa yang dihasilkan dari reaksi kimia tersebut?

2
Gas Karbondioksida, karena batu kapur (CaCO3) dimasukan ke dalam air maka ia
akan melepaskan kalor dan CaCO3 akan segera mengikat molekul air H2O yang
akan membentuk kalsium hidroksida dan mengeluarkan Gas CO2 (Atkins, 1990).
4. Dari senyawa apakah amonia disintesis?
Amonia dapat disintesis dari unsur nitrogen dan hidrogen. Amonia yang
dikomersialkan dapat berupa amonia cair murni maupun larutan amonia dengan
kadar 28% NH3. Reaksi yang terjadi antara nitrogen dan hidrogen untuk
menghasilkan amonia adalah sebagai berikut (Atkins, 1990).
N2(g) + H2(g) NH3(g)
Alat:
a. Labu ukur 50 mL d. Hotplate
b. Gelas kimia 250 mL e. Batang pengaduk
c. Tabung reaksi
Bahan:
a. Larutan CuSO4 0,1 M d. Larutan HCl 0,1 M
b. Larutan CoCl2·6H2O 0,1 M e. Akuades
c. Larutan NaCl 0,1 M f. Es batu
F. Prosedur Kerja
1. Mengapa pada saat tertentu gelembung dan panas tidak lagi dihasilkan?
Pada reaksi kalsium karbonat dengan air, reaksi akan menghasilkan gelembung gas
karbondioksida dan panas karena reaksi eksoterm. Gelembung dan panas tidak
akan lagi dihasilkan saat tidak ada reaksi lagi yang terjadi didalamnya. Dalam hal
ini, kalsium karbonat telah bereaksi semua dengan air. Oleh karena itu, tidak ada
lagi gelembung dan panas yang terbentuk.
2. Faktor apakah yang menentukan kapan gelembung dan panas tidak lagi dihasilkan?
Faktor yang menentukan kapan gelembung dan panas tidak lagi dihasilkan adalah
faktor konsentrasi dari kedua reaktan. Pembentukan gelembung dan panas tidak
diproduksi lebih lanjut saat konsentrasi keduanya telah habis. Oleh karena itu,
konsentrasi kedua reaktan mempengaruhi kapan pembentukan gelembung dan
panas berhenti.
3. Langkah-langkah apa yang dibuat untuk menemukan faktor penentu berhentinya
produksi gelembung dan panas?
Langkah-langkah yang dapat dilakukan ialah melihat gelembung-gelembung kecil
yang terbentuk dalam larutan atau uap putih yang menempel pada dinding tabung
reaksi.
4. Bagaimanakah persamaan reaksi sintesis amonia?

3
N2(g) + H2(g) NH3(g)
5. Faktor apakah yang mempengaruhi reaksi?
Faktor yang menentukan reaksi tersebut adalah faktor konsentrasi. Konsentrasi
yang dimiliki oleh kedua reaktan dapat mempengaruhi jalannya suatu reaksi.
Dalam hal ini, reaksi antara kalsium karbonat dengan air.
6. Langkah-langkah apa yang dibuat untuk mengamati terjadinya reaksi?
Langkah-langkah yang dapat dibuat adalah dengan melakukan suatu eksperimen
yang dapat mengamati terjadi perubahan pada reaksi.
a. Pengaruh Temperatur pada Reaksi Kesetimbangan Homogen
Larutan CuSO4 0,1 M sebanyak 5 mL
dimasukkan ke dalam tabung reaksi A, B,
dan C
Larutan NaCl 0,1 vM sebanyak 5 mL
ditambahkan ke dalam tabung reaksi A, B, dan
C lalu dihomogenkan
Tabung vreaksi B
dimasukkan ke dalam air
mendidih
Tabung vreaksi C
dimasukkan ke dalam
air es
v
Perubahan diamati

b. Pengaruh Konsentrasi pada Reaksi Kesetimbangan Heterogen


Larutan CoCl2·6H2O 0,1 M sebanyak 5 mL
ditambahkan ke dalam tabung reaksi A, B, dan C

v
Larutan HCl 0,1 M sebanyak 5 mL
ditambahkan ke dalam tabung reaksi B

v
Akuades sebanyak 5 mL ditambahkan
ke dalam tabung reaksi B

v
Perubahan diamati

G. Data Pengamatan

4
Tabel 1. Pengaruh Temperatur pada Reaksi Kesetimbangan Homogen
Hasil
Tabung Perlakuan Persamaan Reaksi
Pengamatan
2 mL larutan CuSO4 0,1 CuSO4(aq) + NaCl(aq) Larutan
A M ditambah 2 mL berwarna biru
Na2SO4(aq) + CuCl2(aq)
larutan NaCl 0,1 M muda
2 mL larutan CuSO4 0,1
CuSO4(aq) + NaCl(aq)
M ditambah 2 mL Larutan
B
larutan NaCl 0,1 M lalu Na2SO4(aq) + CuCl2(aq) berwarna biru
dipanaskan
2 mL larutan CuSO4 0,1
CuSO4(aq) + NaCl(aq)
M ditambah 2 mL Larutan
C
larutan NaCl 0,1 M lalu Na2SO4(aq) + CuCl2(aq) berwarna biru
didinginkan

Tabel 2. Pengaruh Konsentrasi pada Reaksi Kesetimbangan Heterogen


Tabung Perlakuan Persamaan Reaksi Hasil Pengamatan
Padatan CoCl2.6H2O CoCl2.6H2O(s) Larutan berwarna
A dilarutkan dalam
[Co(H2O)6]2+(aq) + 2Cl-(aq) merah muda
akuades
2 mL Larutan
CoCl2.6H2O ditambah [Co(H2O)6]2+(aq) + 4Cl-(aq) Larutan berwarna
B
HCl pekat sebanyak 5 [CoCl4]2-(aq) + 6H2O(l) biru
mL
2 mL Larutan dari
Larutan berwarna
Tabung B ditambah CoCl2.6H2O(s) + 4Cl-(aq)
C biru menjadi warna
akuades sebanyak 3 [CoCl ] 2-
4 (aq) + 6H2O(l0 merah agak pudar
mL

H. Pembahasan
Kesetimbangan kimia merupakan reaksi yang bergerak secara terus menerus ke
arah depan maupun sebaliknya dengan kecepatan yang sama. Kesetimbangan tercapai
pada saat konsentrasi zat yang ada di dalam reaksi dalam keadaan konstan. (Stephen,

5
2002). Pada hakikatnya, kesetimbangan kimia dibagi menjadi dua bentuk, yaitu
kesetimbangan homogen dan kesetimbangan heterogen. Kesetimbangan homogen
adalah jenis kesetimbangan reaksi kimia dengan fase jenis zat yang sama, sedangkan
kesetimbangan heterogen merupakan reaksi kesetimbangan dengan fase zat yang lebih
dari satu fase (Keenan, 1984). Pemahaman akan dua jenis kesetimbangan ini tertuang
dalam percobaan yang telah dilakukan, yaitu sebagai berikut.
1. Pengaruh Suhu pada Kesetimbangan Homogen
Reaksi kesetimbangan homogen merupakan jenis kesetimbangan kimia
dengan zat penyusunnya yang berada dalam satu jenis fase yang sama. Hal ini
menunjukkan keseragaman fase dalam reaksi kesetimbangan. Percobaan yang telah
dilakukan mengarah pada reaksi kesetimbangan homogen pada larutan CuSO 4 dan
NaCl. Berikut adalah persamaan reaksi dari kesetimbangan homogen tersebut.
CuSO4 (aq) + NaCl(aq) Na2SO4(aq) + CuCl2(aq)
Reaksi kesetimbangan di atas merupakan reaksi kesetimbangan homogen.
Reaksi antara CuSO4 dan NaCl membentuk Na2SO4 dan CuCl2 yang berwarna biru.
Larutan biru yang terbentuk disebabkan oleh adanya ion Cu2+ yang terkandung
didalamnya dan bukan karena adanya endapan yang terbentuk. Senyawa-senyawa
yang ada dalam reaksi tersebut dapat larut karena termasuk senyawa ionik. Hal ini
dapat terlihat langsung pada tabung A yang menunjukkan larutan berwarna biru.
Untuk percobaan kesetimbangan homogen, prinsip Le Chatelier yang diterapkan
adalah perubahan suhu. Dalam hal ini, percobaan akan memanaskan dan
mendinginkan larutan CuSO4 yang direaksikan dengan NaCl.
Berdasarkan pengamatan pada tabung B, tidak terjadi perubahan secara
signifikan dan tetap berwarna biru. Hal ini tidak sesuai dengan teori yang
menunjukkan perubahan warna dari larutan biru menjadi hijau. Penyebab tidak
terjadi perubahan dapat disebabkan oleh pemanasan yang kurang lama atau
perbandingan kedua reaktan. Oleh karena itu, hasil yang didapat tidak
menunujukkan perubahan warna (Syukri, 1999). Secara teori, larutan akan berubah
warna dari biru menjadi hijau karena ada gangguan yang diberi pada
kesetimbangan tersebut. Sistem yang ada didalamnya akan berusaha
menghilangkan gangguang yang ada dengan menggeser kesetimbangan yang
ditunjukkan melalui perubahan warna menjadi hijau (Keenan, 1984).

6
Gambar 1. Pengaruh Temperatur pada Tabung A, B, dan C (Kiri ke kanan)
Untuk tabung C, larutan yang sama yang didinginkan dalam ice bath untuk
menurunkan suhu larutan. Larutan tersebut akan semakin berwarna biru pekat
akibat penurunan suhu tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan, larutan yang telah
didinginkan dengan ice bath tidak menunjukkan perubahan warna pada larutan.
Penyebabnya kembali pada lama pendinginan yang mungkin belum cukup atau
perbandingannya yang salah (Syukri, 1999).
2. Pengaruh Konsentrasi pada Kesetimbangan Heterogen
Selain kesetimbangan homogen, adapun kesetimbangan heterogen yang
menunjukkan zat-zat dengan fase jenis yang lebih dari satu. Pada percobaan yang
telah dilakukan, padatan CoCl2 hidrat dilarutkan dengan akuades. Hasil yang
didapatkan berupa larutan yang berwarna merah. Pada hakikatnya, larutan CoCl 2
memiliki larutan yang berwarna biru. Namun, saat padatan CoCl 2 mengikat air
larutan akan berwarna merah muda (Bartecki et al., 2000).
CoCl2.6H2O(s) [Co(H2O)6]2+(aq) + 2Cl-(aq)
Pada saat padatan CoCl2 hidrat dilarutkan dalam air, terjadi pembentukan
kompleks. Kompleks yang terbentuk yang memberi larutan warna merah muda
tersebut. Tabung A merupakan reaksi pelarutan padatan CoCl2 hidrat ke dalam air.
Percobaan ini menerapkan prinsip Le Chatelier, terutama pada perubahan
konsentrasinya. Pada tabung B, larutan kompleks berwarna merah muda
ditambahkan dengan HCl pekat. Hasil yang didapatkan menunjukkan perubahan
warna larutan dari merah muda menjadi biru. Hal ini disebabkan oleh penambahan
HCl pekat ke dalam larutan kompleks tersebut. Penambahan HCl tersebut,
meningkatkan konsentrasi ion Cl- dalam reaksi. Sistem yang ada dalam reaksi akan

7
mengatasi gangguan dengan menggeser kesetimbangan menjauhi zat yang
ditambahkan konsentrasinya. Kesetimbangan akan bergeser membentuk kompleks
[CoCl4]2- yang berwarna biru. Berikut adalah persamaan reaksi pembentukan
kompleks berwarna biru.
[Co(H2O)6]2+(aq) + 4Cl-(aq) [CoCl4]2-(aq) + 6H2O(l)
Untuk tabung C, larutan yang berasan dari tabung B yang ditambahkan
akuades. Hasil yang didapatkan menunjukkan perubahan warna dari biru menjadi
merah agak pudar. Hal ini sesuai dengan prinsip Le Chatelier, bahwa reaksi akan
berusaha menanggulangi gangguan yang diberikan dengan membentuk
kesetimbangan yang baru.

Gambar 2. Pengaruh Konsentrasi pada Tabung A, B, dan C (Kiri ke kanan)

I. Pertanyaan Pascapraktek
1. Apakah perbedaan antara kesetimbangan homogen dan heterogen?
Perbedaan keduanya terletak pada fase zat-zat yang terkandung didalamnya. Dalam
hal ini, kesetimbangan homogen merupakan jenis kesetimbangan yang tersusun
oleh zat dengan fase yang sama. Untuk kesetimbangan heterogen, jenis atau fase
zat yang ada didalam reaksinya tersusun lebih dari satu (Keenan, 1984).
2. Apakah Anda dapat menentukan konstanta kesetimbangan?
Konstanta kesetimbangan dapat ditentukan melalui perubahan suhu. Perubahan
suhu tersebut dapat menentukan konstanta kesetimbangan reaksi. Suhu merupakan
salah satu faktor yang mempengaruhi konstanta (Chang, 2004).
3. Pada konteks b, apakah jumlah katalis berpengaruh terhadap kesetimbangan?
Katalis tidak mempengaruhi kesetimbangan secara langsung. Katalis hanya
mempercepat laju reaksinya, tanpa mengubah energi yang dimiliki oleh reaktan dan
produk. Laju reaksi yang dipercepat terlihat pada puncak energi aktivasi yang lebih
rendah setelah ditambahkan katalis (Keenan, 1984).
4. Mengapa sintesis amonia penting dalam industri kimia?

8
Sintesis amonia sangat penting dalam dunia industri kimia karena fungsinya
sebagai pupuk dan bahkan dalam produk plastik, serat sintesis, dan asam nitrit yang
sering digunakan dalam industri kimia (Syukri, 1997).

J. Refleksi
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, saya mendapatkan banyak
pembelajaran dalam mereaksikan suatu reaksi kesetimbangan. Pada proses merancang
percobaan ini, tidak banyak kesulitan yang saya hadapi. Proses merancang ini terbantu
dari percobaan-percobaan sebelumnya. Tahap ini juga berjalan baik dengan bantuan
konsultasi dengan dosen pembimbing. Untuk tahap percobaannya sendiri, saya belajar
bahwa kajian literasi sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilkan suatu
percobaan. Saya mendapat pemahaman akan reaksi kesetimbangan yang tidak
sembarangan. Hal ini dikarenakan pada percobaan yang telah dilakukan, reaksi
kesetimbangan yang dipengaruhi oleh suhu juga tergantung pada jenis reaktan yang
digunakan. Dalam hal ini, pemilihan jenis reaktan sangatlah penting. Namun, secara
garis besar percobaan ini membantu saya menjadi lebih paham akan kesetimbangan,
baik kesetimbangan homogen maupun kesetimbangan heterogen.
K. Simpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa
kesetimbangan merupakan reaksi bolak balik sesuai dengan prinsip Le Chatelier.
Kesetimbangan dibagi menjadi dua, yaitu kesetimbangan homogen dan heterogen.
Kesetimbangan homogen merupakan kesetimbangan dengan zat dalam reaksi berada
pada fase jenis yang sama. Untuk kesetimbangan heterogen, zat didalamnya terdiri dari
beberapa fase jenis yang berbeda. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi
kesetimbangan, yaitu suhu dan konsentrasi. Faktor suhu yang dinaikkan akan
menggeser kesetimbangan ke arah endoterm, sedangkan saat suhu diturunkan
kesetimbangan bergeser ke arah eksoterm. Pengaruh konsentrasi pada kesetimbangan,
menunjukkan kesetimbangan akan bergerak mendekati zat yang dikurangi
konsentrasinya atau menjauhi zat yang ditambahkan konsentrasinya.

9
DAFTAR PUSTAKA

Atkins, P. 1990. Kimia Fisika Edisi ke 4 Jilid II. Jakarta: Erlangga.


Chang, R. 2004. Kimia Dasar. Jakarta: Erlangga.
Keenan, W. C. 1984. Kimia Untuk Universitas. Jakarta : Erlangga.
Krisnadwi. 2014. Istilah Kimia Umum. Bandung: Kimia FMIPA.
Massalimov, I. A., Kireeva, M. S., Sangalov, Y. A. 2002. Structure and Properties of
Mechanically Activated Barium Peroxide. Journal of Inorganic Materials. Vol. 38,
No. 4. Hal: 363.
Petrucci, R. H., Harwood, W. S., Herring, F. G., dan Madura, J. D. 2011. Kimia Dasar:
Prinsip-Prinsip dan Aplikasi Modern. Jakarta: Erlangga.
Stephen, B. 2002. Intisari Kimia Umum. Jakarta: Erlangga.
Syukri. 1997. Kimia Fisika. Jakarta: Erlangga.

10