Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

DASAR-DASAR PEMISAHAN DAN ANALISIS INSTRUMENTAL


PERCOBAAN 5
PENENTUAN KONSENTRASI PARASETAMOL DALAM BODREX DENGAN
SPEKTROFOTOMETER ULTRAVIOLET

Disusun oleh:
Nama : Novena Tesalonika Rasuh
NIM : 171444008
Shift/Kelompok : A1/05

Dosen Pengampu:
Johnsen Harta, M.Pd.

Asisten Dosen:
1. Maria Fetty Yuliana Sari
2. Lusiana Novia Caturwati

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA, YOGYAKARTA
SEMESTER GENAP 2018/2019
PERCOBAAN 4
PENENTUAN KONSENTRASI PARASETAMOL DALAM BODREX DENGAN
SPEKTROFOTOMETER ULTRAVIOLET

A. Judul Praktikum
Penentuan Konsentrasi Parasetamol dalam Bodrex dengan Spektrofotometer Ultraviolet
B. Hari dan Tanggal Praktikum
Rabu, 22 Mei 2019
C. Tujuan Praktikum
1. Mencari panjang gelombang maksimum dan optimum larutan parasetamol dalam
senyawa obat.
2. Membuat kurva kalibrasi suatu senyawa parameter validasi larutan parasetamol.
3. Penetapan kadar parasetamol dalam obat bodrex.
D. Konteks dan Landasan Teori
Spektrofotometri dalam dunia farmasi digunakan untuk menganalisis kadar obat.
Spektrofotometri dapat mengindikasikan bahwa setiap obat harus dapat bekerja secara
optimum dalam tubuh terutama dalam hal penyerapannya. Prinsip uang digunakan
adalah suatu molekul obat dapat menyerap sinar UV dan cahaya tampak dengan
kemungkinan bahwa elektron molekul obat akan tereksitasi ke tingkat energi yang lebih
tinggi.
E. Eksplorasi
Spektrum elektromagnetik terdiri dari urutan gelombang dengan sifat-sifat yang
berbeda. Penyerapan sinar UV-Vis dibatasi pada sejumlah gugus fungsional atau gugus
kromafor yang mengandung elektron valensi dengan tingkat eksitasi rendah. Tiga jenis
elektron yang terlibat adalah sigma, phi, dan elektron bebas. Kromofor-kromofor
organik seperti karbonil, alkena, azo, nitrat, dan karbonil mampu menyerap sinar
ultraviolet dan sinar tampak. Panjang gelombang maksimumnya dapat berubah sesuai
dengan pelarut yang digunakan. Auksokrom adalah gugus fungsional yang mempunyai
elektron bebas seperti hidroksil, metoksi, dan amina. Terkaitnya gugus kromofor akan
mengakibatkan pergeseran pita absorpsi menuju ke panjang gelombang yang lebih besar
dan disertai dengan peningkatan intensitas. Ketika cahaya melewati suatu larutan
biomolekul, terjadi dua kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah cahaya ditangkap
dan kemungkinan kedua adalah cahaya di-scattering. Bila energi dari cahaya (foton)

1
harus sesuai dengan perbedaan energi dasar dan energi eksitasi dari molekul tersebut.
Proses inilah yang menjadi dasar pengukuran absorbansi dalam spektrofotometer
(Sutopo, 2006).
1. Pilihlah 2 jenis bahan obat yang panjang gelombang maksimumnya antara 180 –
350 nm (panjang gelombang sinar UV).
2. Mengapa suatu senyawa obat dapat menyerap panjang gelombang tertentu?
3. Bagaimana cara menyiapkan larutan standar dalam berbagai konsentrasi?
4. Bagaimana cara membuat kurva kalibrasi dari larutan standar?
5. Bagaimana menentukan kadar senyawa obat dalam sediaan obat di pasaran?
Alat :
a. Labu ukur 50 mL
b. Labu ukur 10 mL
c. Gelas kimia
d. Spektrofotometer UV-Vis
Bahan :
a. Serbuk Parasetamol
b. Obat Bodrex
c. Metanol
F. Desain Eksperimen
1. Berdasarkan konteks dan eksplorasi yang anda baca, buatlah suatu rancangan
eksperimen dalam diagram alir untuk menentukan panjang gelombang maksimum
senyawa obat.
2. Berdasarkan konteks dan eksplorasi yang anda baca, buatlah suatu rancangan
eksperimen dalam diagram alir untuk membuat kurva standar untuk senyawa obat
tersebut.
3. Berdasarkan konteks dan eksplorasi yang anda baca, buatlah suatu rancangan
eksperimen dalam diagram alir untuk menentukan konsentrasi atau kadar sampel
untuk senyawa obat dalam obat generik di pasaran menggunakan kurva standar yang
telah dibuat sebelumnya.

2
1. Pembuatan Larutan Standar Parasetamol 330 ppm

16,5 mg parasetamol baku ditimbang praktikan

Padatan tersebut dilarutkan dengan 50 mL metanol

Larutan tersebut dipindahkan ke labu ukur 50 mL

Labu diberi label Larutan Parasetamol 330 ppm

2. Penentuan Panjang Gelombang Maksimum (𝝀max)

Larutan standar Parasetamol 1 M sebanyak 50 mL dibuat praktikan

Sebanyak 0,27 mL larutan parasetamol diambil dan diencerkan dengan


metanol dalam labu ukur 10 mL (Larutan Parasetamol 9 ppm)

Larutan tersebut dimasukkan ke kuvet

Absorbansi diukur pada panjang gelombang 200 - 400 nm

Nilai absorbansi dicatat praktikan

Nilai absorbansi tertinggi dicatat sebagai panjang gelombang maksimum.

3
3. Pembuatan Kurva Kalibrasi

Larutan Parasetamol 330 ppm

Larutan dimasukkan ke dalam gelas ukur 10 mL

diencerkan

Larutan Larutan Larutan Larutan Larutan


Parasetamol Parasetamol Parasetamol Parasetamol Parasetamol
3 ppm 6 ppm 9 ppm 12 ppm 15 ppm

Larutan dengan variasi konsentrasi dimasukkan ke 5 kuvet

Absorbansi diukur dengan menggunakan 𝜆maks sebelumnya

Absorbansi dicatat praktikan

Kurva kalibrasi dibuat di excel


4. Pengukuran Absorbansi Obat Bodrex

Obat bodrex digerus dan ditimbang sebanyak 16,5 mg oleh


praktikan

Sampel tersebut dilarutkan dengan 50 mL metanol dalam


gelas kimia

Larutan sampel dipindahkan ke dalam labu ukur 50 mL


sambil disaring praktikan

Sebanyak 0,09 mL larutan sampel diambil dan diencerkan


dengan 10 mL metanol dalam labu ukur 10 mL

Larutan sampel dimasukkan dalam kuvet

Absorbansi sampel diukur menggunakan panjang gelombang


maksimum sebelumnya.

Konsentrasi parasetamol dalam obat bodrex ditentukan


praktikan

4
G. Data Pengamatan
Tabel 1. Data Pengamatan Panjang Gelombang Maksimum (𝝀max)
Konsentrasi (M) Panjang Gelombang (nm) Absorbansi

Tabel 2. Data Pengamatan Kurva Kalibrasi Larutan Standar KMnO4


Konsentrasi Larutan KMnO4 (M) Absorbansi

Tabel 3. Data Pengamatan Pengukuran Absorbansi Sampel Obat PK


Sampel Absorbansi Konsentrasi (M)

5
H. Pembahasan
I. Pertanyaan Pascapraktek
1. Mengapa perlu dilakukan optimasi panjang gelombang maksimum sebelum
melakukan analisis spektrofotometri lebih lanjut?
2. Bandingkan kadar senyawa obat dalam sediaan dengan kadar dalam kemasannya.
Jelaskan apa yang terjadi?
J. Refleksi
K. Simpulan

DAFTAR PUSTAKA