Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN INTRA NATALCARE PADA NY ”H” DENGAN


G2P1A0H1 KETUBAN PECAH DINI DI RUANG BERSALIN
RSUD Dr.R.SOEDJONO SELONG
25 JULI-6 AGUSTUS 2016

Oleh

ENDAH RAHAYU

Kepada

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS ANGKATAN XII-B


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) MATARAM
MATARAM
2016
LEMBAR PENGESAHAN

ASUHAN KEPERAWATAN INTRA NATALCARE PADA NY ”H” DENGAN


G2P1A0H1 KETUBAN PECAH DINI DI RUANG BERSALIN
RSUD Dr.R.SOEDJONO SELONG
25 JULI-6 AGUSTUS 2016

Telah diperiksa dan disetujui pada:

Hari :
Tanggal :

Mahasiswa

Endah Rahayu
016.02.0362

Mengetahui,

Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan

( MOH.ARIP.,S.Kep.Ners ) ( )

Kepala Ruangan

( )
LAPORAN PENDAHULUAN
KETUBAN PECAH DINI

A. Pengertian
KPD ( Ketuban Pecah Dini ) adalah pecahnya
ketuban sebelum terdapat tanda persalinan mulai dan di
tunggu satu jam belum terjadi inpartu. Sebagian besar
KPD adalah hamil aterm di atas 27 minggu, sedangkan
dibawah 36 minggu tidak terlalu banyak (Manuaba, 2009).
Ketuban pecah dini adalah pecahnya selaput
ketuban secara spontan satu jam atau lebih sebelum
terjadi tanda-tanda persalinan (Mansjoer, 2000).
Ketuban pecah dini adalah ketuban yang pecah
spontan yang terjadi pada sembarang usia kehamilan
sebelum persalinan di mulai (William,2001)
Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban
sebelum terdapat tanda persalinan dan di tunggu satu jam
belum di mulainya tanda persalinan (manuaba,2001)
KPD adalah pecahnya ketuban sebelum in partu,
yaitu bila pembukaan primi kurang dari 3 cm dan pada
multipara kurang dari 5 cm. ( Sarwono Prawirohardjo,
2005 )
B. Etiologi
Penyebab ketuban pecah dini (KPD) mempunyai
dimensi multifaktorial yang dapat dijabarkan sebagai
berikut (Mansjoer, 2000):
1. Infeksi (amnionitis atau korioamnionitis)
2. Infeksi vagina
3. Inkompetensia
4. Faktor paritas (primipara dan multipara)
5. Ketegangan rahim berlebihan; kehamilan ganda,
hidramnion
6. Kelainan letak janin dalam rahim, letak sungsang,
letak lintang
7. Trauma
8. Usia ibu (<20 & 35<) tahun.
C. Patofisiologi
Kantong amnion yang utuh berfungsi sebagai suatu
mekanik terhadapinfeksi tetapi selain itu cairan amnion
mempunyai beberapa sifat bakteriostatik yang dapat
memainkan peran dalam pencegahan kario amnionitis
daninfeksi janin. Membran yang utuh bukan merupakan
sawar mutlak terhadapinfeksi karena kolonisasibakteri
terjadi 10% pasien dalam persalinan cukupbulan, dengan
membrane yang utuh sampai 25% pasien dalam
persalinankurang bulan. Janin kurang bulan dengan
ketuban pecah dini, resiko infeksidan sepsis yang
keberadaannya di dalam rahim bahkan dapat
menjadiproblematik, bagi ibu resikonya bukan saja
terjadi kariomnitis tetapi juga bisaterjadi kegagalan
induksi, maka harus dilakukan operasi section caesaria
(Manuaba, 2009).

D. Manifestasi Klinik
1. Keluar ketuban warna putih, keruh, jernih, kuning,
hijau/ kecoklatan, sedikit / banyak
2. Dapat di sertai demam bila sudah ada infeksi
3. Janin mudah teraba
4. Pada periksa dalam selaput ketuban tidak ada , air
ketuban sudah kering
5. Inspekulo, tampak air ketuban mengalir / selaput
ketuban tidak ada dan air ketuban sudah kering.
(Mansjoer, 2000)
E. Nursing Pathway (Kusmiyati, dkk, 2003)

Spermatozoa Ovum

Nidasi

Implantasi/kehamilan

Cairan Amnion

Mikroorganisme

Amnionitis/
Korioamnionitis Infeksi

Pelepasan mediator
inflamasi

Kontraksi Nyeri
uterus

Pembukaan Gangguan
servik
Istirahat
tidur
KPD
(Ketuban Pecah
Dini)

Kurang Resiko Resiko


informasi MK: Prolaps Gawat
ataupun Cemas Tali pusat Janin
pengetahuan
F. Pemeriksaan Diagnostik

1. Pemeriksaan Leukosid darah > 15000 / ul bila terjadi


infeksi
2. Test lakmus merah berubah menjadi biru
3. Amnio sentetis
4. USG ( menentukan usia kehamilan, indeks cairan amnion
berkurang). (Mansjoer, 2000).
G. Penatalaksanaan Medis
1. Bila didapatkan infeksi berat maka berikan antibiotik
dosis tinggi. Bila ditemukan tanda-tanda inpartu,
infeksi dan gawat janin maka lakukan terminasi
kehamilan.
2. Induksi atau akselerasi persalinan.
3. Lakukan seksiosesaria bila induksi atau akselerasi
persalinan mengalami kegagalan.
4. Lakukan seksio histerektomi bila tanda-tanda infeksi
uterus berat ditemukan. (Saifuddin, 2005).
H. Komplikasi
1. Infeksi
Infeksi yang terjadi secara langsung pada selaput
ketuban maupun asenden dari vagina atau infeksi pada
cairan ketuban bisa menyebabkan terjadinya KPD.
2. Partus Preterm
Persalinan preterm atau partus prematur adalah
persalinan yang terjadi pada kehamilan kurang dari 37
minggu ( antara 20 – 37 minggu ) atau dengan berat
janin kurang dari 2500 gram.
3. Prolap Tali Pusat
Tali pusat menumbung.
4. Distasia ( partus kering)
Pengeluaran cairan ketuban untuk waktu yang akan lama
akan menyebabkan dry labour atau persalinan kering.
(Manuaba, 2009)
I. Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian
a. Keluhan utama :
Keluar cairan warna putih, keruh, jernih, kuning,
hijau / kecoklatan sedikit / banyak, pada periksa
dalam selaput ketuban tidak ada, air ketuban sudah
kering, inspeksikula tampak air ketuban mengalir /
selaput ketuban tidak ada dan air ketuban sudah
kering.
b. Riwayat haid
Umur menarche pertama kali, lama haid, jumlah darah
yang keluar, konsistensi, siklus haid, hari pertama
haid dan terakhir, perkiraan tanggal partus.
c. Riwayat Obstetris
Berapa kali dilakukan pemeriksaan ANC, hasil
laboraturium : USG , darah, urine, keluhan selama
kehamilan termasuk situasi emosional dan impresi,
upaya mengatasi keluhan, tindakan dan pengobatan
yang diperoleh
d. Riwayat kesehatan keluarga
Adakah anggota keluarga yang menderita penyakit
yang diturunkan secara genetik seperti panggul
sempit, apakah keluarga ada yg menderita penyakit
menular, kelainan kongenital atau gangguan kejiwaan
yang pernah di derita oleh keluarga
e. Kebiasaan sehari–hari
1) Pola nutrisi : pada umumnya klien dengan KPD
mengalami penurunan nafsu makan, frekuensi minum
klien juga mengalami penurunan
2) Pola istirahat dan tidur : klien dengan KPD
mengalami nyeri pada daerah pinggang sehingga
pola tidur klien menjadi terganggu, apakah mudah
terganggu dengan suara-suara, posisi saat tidur
(penekanan pada perineum)
f. Pemeriksaan Fisik
Abdomen
I :Keadaan perut, warnanya, apakah ada / tidak luka
lesi dan lecet
P :Tinggi fundus klien, letak bayi, persentase
kepala apakah sudah masuk PAP / belum
P : Bunyi abdomen
A : Bising usus klien, DJJ janin apakah masih
terdengar/ tidak (Salmah, 2003).
2. Diagnosa Keperawatan.
a. Infeksi berhubungan dengan prosedur invasif, pecah
ketuban, kerusakan kulit, penurunan hemoglobin,
pemajanan pada patogen.
b. Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan
terjadi nya ketegangan otot rahim.
c. Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan
atau konfirmasi tentang penyakit.
d. Gangguan kebutuhan istirahat tidur berhubungan
dengan adanya nyeri, peningkatan HIS.
BAB III

TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN INTRA NATALCARE PADA NY ”H” DENGAN


G2P1A0H1 KETUBAN PECAH DINI DI RUANG BERSALIN
RSUD Dr.R.SOEDJONO SELONG
25 JULI-6 AGUSTUS 2016

Tanggal masuk : 26/07/2016 Jam masuk : 23.20 WITA

Ruang : VK No register : 346658

Tgl pengkajian : 27/07/2016 Jam : 09.30 WITA

A. BIODATA PASIEN

Nama : Ny. “H”

Umur : 27 Tahun

Suku Bangsa : Sasak

Agama : Islam

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : IRT

Alamat : Peneda gandor

Nama Suami : Tn.”A”

Umur : 28 tahun

Suku Bangsa : Sasak

Agama : Islam

Pendidikan : SD

Pekerjaan : Tani

Alamat : Peneda,gandor
B. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

1. Keluhan Utama

Klien mengatakan hamil 36 minggu sakit perut

seperti ingin melahirkan, sering kencing, pusing

dan keluar air ketuban.

2. Perjalanan Penyakit Sekarang

Klien rujukan dari PKM Peneda Gandor, mengeluh

sakit perut dan keluar air campur darah, dari PKM

akhirnya di rujuk ke RSUD dr. R Soedjono Selong.

C. RIWAYAT OBSTETRI

1. Riwayat menstruasi

a. Menarche, Umur : 153 Tahun

b. Siklus : 28 hari

c. Jumlah (cc) : 2-4 kali ganti pembalut

d. Lamanya : 7-8 hari

e. Keluhan : Tidak ada

f. HPHT : 20/11/2015

2. Pemeriksaankehamilan

Berapa kali : 8 kali

Periksa : Di PKM dan Posyandu


1. Riwayat Kehamilan,Persalinan & Nifas

Anak Ke Kehamilan Persalinan Komplikasi Nifas Bayi

NO Umur Umur Penyulit Jenis Penolong penyulit Laserasi Infeksi Perdarah Jenis bb pj

kehamilan an

1 6 40 mgg - spontan Bidan - - - - Laki- 2600 49


tahun laki gram cm

2 Ini
2. KB

Riwayat KB : -

Rencana KB : KB suntik

A. Riwayat Penyakit Dahulu

Klien rujukan dari PKM Peneda Gandor, mengeluh sakit

perut dan keluar air campur darah, dari PKM akhirnya

di rujuk ke RSUD dr. R Soedjono Selong.

B. Riwayat Penyakit Keluarga

Klien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang

mengalami penyakit-penyakit yang dapat mempengaruhi

proses persalinan seperti hipertensi, DM, TBC,

hepatitis, dan lain-lain

C. Genogram

Keterangan:

= Laki-laki/perempuan

= Garis Keturunan

= Garis Pernikahan

= Pasien

= Garis Tinggal Serumah


D. PENGKAJIAN DATA DASAR KLIEN
No Pengkajian Sebelum MRS Saat di RS
1 Aktifitas Malam biasa tidur dari Klien mengatakan susah tidur
dan jam 21.00 s/d 05.00 karena sering HIS, pasien
istirahat dansiangdari jam 14.30 dalam ADL dibantu oleh
s/d 16.30 keluarga
2 Integritas Klien mengatakan senang Klien mengatakan senang karena
Ego atas kehamilannya yang segera akan mempunyai anak
ke I ini, dan pasien yang ke 2 dan tetapi cemas
mengatakan cemas dengan dengan proses persalinannya
proses persalinannya.
3 Nutrisi Klien mengatakan makan Klien makan sekali dengan
2-3 kali/hari dengan porsi setengah piring penuh
porsi 1 piring penuh. dan minum 2 gelas
Minum 6-7 gelas/hari, klien tampak cukup bersih dan
penampilan klien cukup gigi tampak putih.
bersih dan gigi tampak
putih
4 Eliminasi Klien mengatakan BAB 1 Klien mengatakan selama di
x/hari, konsistensi rumah sakit belum pernah BAB
lembek dan bau khas dan BAK 2x perhari dengan
warna kuning dan BAK 5- warna kuning jernih dan bau
6 x/hari warna jernih khas
kekuning-kuningan, bau
khas
5 Sirkulasida Klien mengatakan tidak Klien mengatakan sedikit
nPernapasan mempunyai keluhan pada sesak, nadi 80x/menit, tekanan
pernapasan dan tidak darah 130/80 mmHg
mempunyai riwayat
tekanan darah tinggi
atau rendah
6 Hygiene Klien mengatakan Klien mengatakan belum mandi
kebiasaan mandi dan sejak berada di rumah sakit
kebersihan diri dan hanya di lap oleh
dilakukan dengan keluarganya dan belum sempat
mandiri di rumah dan mengganti pakaiannya
biasanya mandi 2 kali
sehari
7 Keamanandan Klien beraktivitas Pergerakan klien terganggu
Keselamatan tanpa ada hambatan dan karena adan yeri waktu HIS
penglihatan serta
pendengarannya normal
8` Seksualitas Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan
9 Intoleransi Klien sudah menikah Klien di rumah sakit ditemani
Sosial Tinggal serumah dengan oleh keluarga dan suaminya.
suami
E. PemeriksaanFisik

KeadaanUmum : Baik

Kesadaran : Compos Mentis

Tekanandarah : 130/80 mmHg

Nadi : 96x/menit

RR : 22x/menit

Suhu : 37,20C

Berat Badan : 60kg

Tinggi Badan : 155

Lila : 28

Head To Toe

1. Mata

a. Kelopak mata : Tidak odem, konjungtiva bersih

b. Gerakanmata : Gerakan aktif

c. Konjungtiva : Konjungtiva bersih tetapi

anemis

d. Sclera : Ikterik

e. Akomodasi : Bagus

2. Hidung

a. Reaksialergi : Tidak ada

b. Sinus : Tidak ada

c. Lainnya sebut : Tidak ada nyeri tekan,

terpasang kanul nasal

3. Mulut dan tenggorokan

a. Gigi geligi : Lengkap

b. Kesulitan menelan : Tidak ada kesulitan menelan

c. Bibir : Mukosa bibir lembab


d. mulut dan lidah : Bersih

4. Pernafasan

a. Jalannafas : Bersih tidak ada sekret atau

mukus

b. Suaranafas : Tidak ada wheezing

c. Menggunakan otot bantu nafas : Tidak

5. Sirkulasi jantung

a. nadi : 96x/menit

b. Irama : Reguler

c. Kelainan bunyi jantung : Tidak ada

d. Sakit dada : Tidak ada

6. Abdomen

a. Inspeksi : Tidak ada luka bekas operasi

b. Palpasi : Linea nigra ada

c. Leopod I : TFU 29 cm, 3 jari atas pusat

d. Leopod II : Punggung kanan

e. Leopod III : Teraba kepala pada bagian

Bawah perut

f. Leopod IV : Presentasi Kepala sudah masuk

PAP 3/5 bagian

g. His : 2 x15 menitlamanya35detik

h. Kandung kemih : Kosong

i. Auskultasi : DJJ (+),frekuensi 154x/menit

7. Genitourinary

a. Periksa dalam : Tanggal 27/07/2016 oleh bidan

VK pukul 9.30 WITA

b. Hasil VT Ø 5cm
1) Effecement : 75%
2) Ketuban : (+)
3) Persentasi anak : Kepala
c. Perineum : Sedikit menonjol

d. Lochea : Tidak ada

e. Vesica Urinaria : Tidak terpasang kateter

f. Ekstermitas (integument/muskoloskeletal)

a. Turgor kulit : Lentur dan elastis

b. Warna kulit : putih kecoklatan

c. Kontraktur ekstermitas : Oedem

d. Kesulitan pergerakan : Tidak

I. Kala Persalinan

a. Kala I

Mulai persalinan : Tgl. 27-07-2016, pukul: 07.25 WITA

Lama kala I : 5 jam

Pengobatan yang didapat:

- MgSO4 4 gr

b. Kala II

1) Mulai persalinan: Tgl. 27-07-2016, pukul 11.15 WITA

2) Lama kala II : 15 menit

3) Pengobatan yang didapat: MgSO4 6 gr dalam 500 cc RL

4) Penyulit : -

5) Cara mengatasi : -

6) Keadaan bayi

Lahir tanggal : 27-07-2016

Jam : 11.30 WITA

Jeniskelamin : Perempuan
Apgar score : 4-6-8

c. Kala III

i. Mulai persalinan

Tanggal/jam : 27-07-2016/11.45

TFU : 3 jari dibawah pusat,kontraksi

Uterus baik

Lama kala III : 6 menit,plasente lahir 11.45 wita

Cara kelahiran plasenta : Manual

Kotiledon : Lengkap

Selaput : Lengkap

Perdarahan selama persalinan : ± 150 cc

Pengobatan yang didapat : Injeksi oxitosin 1 ampul

d. Kala IV

 Keadaan umum : Baik

 Keadaan vital

TD : 130/80mmHg

RR : 24x/menit

N : 80x/menit

S : 36,8ºC

 Kontraksi uterus : Baik

 Perdarahan : Tidak Jumlah : -

 Perineum : -

II. Keadaan Bayi

a. BB : 2600 gram

b. PB : 49 cm

c. Lingkar dada :-

d. Lingkar lengan :-
e. Pusat : Normal

f. Perawatan tali pusat: -

g. Anus : Berlubang

h. Suhu : 36,6ºC

i. Lingkar kepala : -

j. Kelainan kepala : Tidak ada.

III. Rencana Perawatan Bayi

a. Sendiri : Iya

Kesanggupan dan pengetahuan dalam merawat bayi

b. Breastcare : Pasien sudah mengetahui tentang cara

perawatan payudara dan sanggup melakukannya.

c. Perine care :Pasien telah diajarkan kepada


keluarga cara perawatan luka perineum dirumah dan
sanggup melakukannya
d. Nutrisi : Pasien mengatakan mengetahui dan sanggup

memberikan nutrisi pada bayinya

e. Menyusui :Pasien mengatakan mengetahui dan sanggup

menyusui bayinya

IV. Pemeriksaan Penunjang

a. Hasil pemeriksaan hematologi.

Parameter Hasil Satuan Nilairujukan

HematologiLengkap

(WBC)

WBC 10,4 103/ml 4,30 – 11,30

RBC 4,29 102/ml 4.00 – 5,50

HGB 10,0 G/dL 11,4-17,7

HCT 30,1 % 38,0-47.O


MCV 70,2 IL 80.00-100,0

MCH 23,3 Pg 26,0-320

MCHC 33,2 g/dL 32,0-36,0

RDW-SD iL 35,0 –47,0

RDW-CV % 11,0 – 14,5

PLT 308 103/mL 150 – 450

Hitungjenisleukosit

LYM 15 % 0,0-4,0

MXD 6 % 0,0-2,0

NEUT 79 % 50,0-70,0

LED L:D15,P.0-20

Retikulokosit % 0,5-2,0

Set LE Negatif

Lain Lain

KETERANGAN/ SARAN

b. Terapi

MgSO4 dan drip oxitosin 20 lpm


Observasi Kesejahteraan Ibu Dan Janin Serta Kemajuan Persalinan

Jam His DJJ Tanda vital pengeluaran keluhan Keterangan


Lama Frek Inten +/- Frek TD N S RR
09.00 30” 3x Kuat + 154x 120/70 80x 36,7 24 x Lendir dan Sakit perut VT Ø 2 cm,
air kencing menjalar eff 15%,
kepinggang. ketuban (+),
teraba
kepala.
09.30 35” 4x Kuat + 146x 120/80 96x 37,2 22 x Lendir dan Sakit perut VT Ø 2 cm,
air kencing menjalar eff 15%,
kepinggang. ketuban (+),
teraba
kepala.
10.00 35” 4x Kuat + 138x 120/80 103x 36,7 26 x Lendir, air Sakit perut VT Ø 3 cm,
kencing dan menjalar eff 20%,
darah kepinggang. ketuban (+),
teraba
kepala.

11.00 35” 4x Kuat + 138x 120/80 103x 36,7 26 x Lendir, air Sakit perut VT Ø 5 cm,
kencing dan menjalar eff 75%,
darah kepinggang. ketuban (+),
teraba
kepala.
ANALISA DATA

i. KALA I

Analisa Data

NO DATA ETIOLOGI MASALAH

1 Ds: Prostaglandin, Nyeri


prolaktin,
Pasien mengatakan
oksitosin, persalinan
P: his /kontraksi uterus estrogen dan
progesterone
Q: seperti di tusuk-tusuk
R: daerah perut menjalar ke His/kotraksi
uterus
pinggang
S: skala nyeri berat 6
Rangsangan sel
(skala 1-10)
alfa
T: nyeri datang tiba-tiba
semakin sering dan kuat
Rangsangan
Do: diantar ke sel
saraf medulla
- Pasien tampak meringis
spinalis di
- Tfu: 31 cm, kepala sudah batang otak dan
kortek sserebri
masuk PAP 3/5 bagian, his
(+) DJJ 148x
Nyeri persalinan
- VT 1 cm eff 15% ketuban
(+)
- TTV
TD : 120/70
N : 80x/menit
RR : 20x/menit
S: 36,7ºC

0
Diagnose keperawatan

Nyeri persalinan berhubungan dengan his/kontraksi uterus

Analisa data Kala II

NO DATA ETIOLOGI MASALAH

2 Ds: pasien mengeluh sulit Proses Gangguan


bernafas persalinan pertukaran gas

Do: pasien tampak sedikit


sesak, kelelahan
Kerja jantung
meningkat

Kelelahan

Oksigen menurun

Gangguan
pertukarangas
Diagnose keperawatan

Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan asupan oksigen

tidak adekuat karena proses melahirkan

1
Analisa data kala III

No Data Etiologi Masalah

3 DS : pasien Proses persalinan Kekurangan

sering merasa volume

haus Keluarnyakeringatdandarah cairan

Do : pasein

tampak pucat dan Intake kurang

terpasang cairan

infus Kekurangan volume cairan

Perdarahan ± 150

cc

Diagnose keperawatan

Kekurangan volume cairan berhubungan dengan intake yang

kurang.

2
Analisa data kala IV

NO DATA ETIOLOGI MASALAH

IV DS: Hadirnya Kesiapan

- Pasien mengatakan anggota meningkatkan

dirinya siap dan senang keluarga baru proses

mempunyai seorang anak keluarga

- Pasien siap menjadi

ibu Penyesuaian

DO: diri

-klen tampak senang

- klien tampak memeluk

dan menyusui bayinya Kesiapan

- kontraksi uterus baik meningkatkan

- kandung kemih kosong proses

-TTV TD : 120/80 keluarga

N : 80x/menit

RR: 24x/menit

suhu : 36,8ºC

Diagnose keperawata

Kesiapan peningkatan proses keluarga berhubungan dengan

hadirnya anggota baru

3
EVALUASI

KALA I

NO DX HARI/TANGGAL JAM EVALUASI PARAF

1 Rabu, 09.00 S:

27/07/2016 wita
- Klien mengatakan

kontraksi semakin

sering

- Klien mengatakan

tahu bahwa nyeri

yang timbul

fisiologis dan baik

untuk persalinan

O:

- Klien memegang perut

saat nyeri timbul

- Klien tampak

berbaring miring

TTV :

TD : 120/80 mmHg.

N : 80x/menit

RR : 20x/menit

4
A : masalah teratasi

sebagian

P:intervensi dilanjutkan

KALA II

2 Rabu, 10.00 S: pasien mengatakan

27/07/2016 masih sedikit sesak

O: k/u lemah, terdapat

retraksi dinding

dada, RR: 24x/menit

A: masalah teratasi

sebagian

P:intervensi dilanjutkan

5
KALA III

3 Rabu, 10.35 S:klien mengatakan sudah

27/07/2016 tidak haus lagi

O: k/u baik

- Klien tampak lelah

- Mukosa mulut

kering

A: Masalah teratasi

sebagian

P:intervensi dilanjutkan

6
KALA IV

4 Rabu, 12.30 S:klien mengatakan sudah

27/07/2016 menyusui bayinya

O:

- Klien tampak

menyukai bayinya

- Klien tampak senang

- Tidak ada perdarahan

- TFU 2 jari dibawah

pusat

- Kandung kemih kosong

- TTV

TD : 120/80 mmHg

RR : 20x/menit

N : 80 x/menit

S : 36,8ºC

A: Masalah teratasi

P:intervensi dihentikan