Anda di halaman 1dari 49

MATA KULIAH

ETIKA PROFESI DALAM AKUNTANSI

Studi Kasus :
“VALUE CHAIN PT. AQUA GOLDEN MISSISSIPPI Tbk.“

Dosen Pengampu Mata Kuliah:


Dr. Sri Rahayu, SE., MSA., Ak, CA

Oleh :
Dian Hayati
NIM. P2C18036

PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU AKUNTANSI


PASCA SARJANA
UNIVERSITAS JAMBI
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan yang maha kuasa atas segala rahmat, inayah,
taufik dan hidayahnya kepada kita sekalian sehingga kami dapat menyelesaikan
penyusunan makalah ini. semoga makalah ini dapat digunakan sebagai salah
satu acuan maupun petunjuk bagi pembaca dalam ilmu strategi pemasaran value
chain dalam sebuah perusahaan.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan
dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk
maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang
kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu kami harapkan kepada para pembaca
untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini.

Gresik, Februari 2018

Penyusun
DAFTAR ISI
Kata
pengantar..................................................................................................................
... i
Daftar isi
.............................................................................................................................. ii
Bab 1: Pendahuluan
............................................................................................................ 1
Latar Belakang
1.1 ........................................................................................................ 1
Rumusan Masalah
1.2 ................................................................................................... 2
Tujuan
1.3 ...................................................................................................................... 2
Bab II: Pembahasan
............................................................................................................ 3
Konsep Nilai
2.1 ............................................................................................................. 3
Konsep Rantai Nilai
2.2 ................................................................................................. 3
Rantai Nilai (Value Chain)
2.3 ...................................................................................... 4
Nilai Tambah (Value Added)
2.4 .................................................................................. 5
Rantai Nilai dari Porter (Porter Chain Value)
2.5 ....................................................... 5
Bab III: Study
Kasus........................................................................................................... 7
Latar Belakang Perusahaan PT Aqua Golden Mississippi Tbk
3.1. ............................ 7
Sejarah PT Aqua
3.2. ..................................................................................................... 7
Lokasi PT Aqua Group
3.3. ........................................................................................... 9
Lokasi Sumber Mata Air Aqua
3.4. ............................................................................... 9
Proses Bisnis, Visi dan Misi PT. Aqua Golden Mississippi Tbk1
3.5. .......................... 0
Produk PT Aqua Golden Mississippi Tbk1
3.6. ............................................................ 0
Analisis Rantai Nilai PT Aqua Golden Mississippi Tbk1
3.7. ...................................... 1
3.7.1 Kegiatan Primer1
. ................................................................................................. 1
3.7.1.1 Inbound Logistic1
. .......................................................................................... 1
3.7.1.2 Operations................................................................................................. 1
. ... 2
3.7.1.3 Outbound Logistic1
. ....................................................................................... 3
3.7.1.4 Marketting and Sales1
. .................................................................................... 3
3.7.1.5 Memberikan Layanan (services)1
. ................................................................... 7
3.7.2 Aktivitas 1
. Sekunder............................................................................................. 7
3.7.2.1 Pengadaan 1
. .................................................................................................... 7
3.7.2.2 Manajemen Sumber Daya Manusia1
. .............................................................. 7
3.7.2.3 Pengembangan Teknologi1
. ............................................................................ 8
3.7.2.4 Infrastruktur 1
. ................................................................................................. 8
Bab IV: Kesimpulan2
......................................................................................................... 0
Daftar Pustaka2
.................................................................................................................. 1

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Perusahaan adalah wahana kehidupan manusia dalam memenuhi


kebutuhan hidup mereka, perusahaan juga sebagai tempat persaingan antar
manusia satu dengan yang lainnya, entah itu persaingan yang bersifat individu
maupun persaingan yang sifatnya kelompok. Didalam sebuah perusahaan
terdapat berbagai macam kehidupan, yang bersumber dari beberapa pemikiran
yang berbeda, berbeda dalam konsep serta berbeda dalam aktualisasinya dalam
mengatur roda-roda kehidupan perusahaan tersebut.

Persaingan bisnis yang semakin ketat dikarenakan dampak globalisasi


diberlakukanya era perdagangan bebas telah menggeser paradigma bisnis dari
Comparative Advantage menjadi Competitive Advantage, yang memaksa
kegiatan bisnis/perusahaan memilih strategi yang tepat. Strategi yang dimaksud
adalah dimana perusahaan berada dalam posisi strategis dan bisa beradaptasi
dengan lingkungan yang terus berubah. Hal ini berlaku prinsip going concern yang
secara umum merupakan tujuan didirikanya suatu entitas bisnis.

Para menejer perusahaan membutuhkan beberapa setrategi untuk dapat


mengatur dan menjalankan roda-roda kehidupan perusahaan sesuai dengan
sekema awal yang dibuat oleh perusahaan itu sendiri, dan dengan setrategi itu
pula, para manajer perusahaan dapat bersaing dengan lawan yang menyainginya.

Weiler et all, 2004, menyatakan bahwa pendekatan Analisis Value Chain dan
Value Coalitions merupakan pendekatan terbaik dalam membangun nilai
perusahaan kearah yang lebih baik. Analisis Value Chain memandang
perusahaan sebagai salah satu bagian dari rantai nilai produk. Rantai nilai produk
merupakan aktifitas yang berawal dari bahan mentah sampai dengan penanganan
purna jual. Rantai nilai ini mencakup aktivitas yang terjadi karena hubungan
dengan pemasok (Supplier Linkages), dan hubungan dengan konsumen
(Consumer Linkages). Aktifitas ini merupakan kegiatan yang terpisah tapi sangat
tergantung satu dengan yang lain. (Porter, 2001). Analisis value Chain membantu
manajer untuk memahami posisi perusahaan pada rantai nilai produk untuk
meningkatkan keunggulan kompetitif.

Istilah rantai nilai (value chain) mengambarkan cara untuk memandang


suatu perusahaan sebagai rantai aktivitas yang mengubah input menjadi output
yang bernilai pelanggan. Rantai nilai menampilkan secara penuh tentang nilai
yang ada dalam sebuah perusahaan yang berupa aktivitas nilai serta margin.

Aktivitas nilai merupakan aktivitas nyata secara fisik dan teknologi yang
dilakukan perusahaan. Yaitu dengan membangun blok dimana perusahaan
menciptakan sebuah produk yang berharga bagi pembelinya. Marjin merupakan
selisih antara nilai total dan biaya kolektif yang dilakukan dari aktivitas nilai. Marjin
dapat diukur dalam berbnagai cara. Saluran pemasok dan rantai nilai juga
mencakup marjin yang penting untuk dipisahkan dalam memahami sumber posisi
biaya perusahaan, karena saluran pemasok dan marjin merupakan bagian dari
total biaya yang ditanggung pembeli.
Model rantai nilai merupakan alat analisis yang berguna untuk
mendefinisikan kompetensi inti perusahaan di mana perusahaan dapat mengejar
keunggulan kompetitif sebagai berikut:

Keunggulan Biaya: dengan lebih baik memahami biaya dan menekannya keluar
dari aktivitas penambahan nilai.

Differensiasi: dengan berfokus pada aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan


kompetensi inti dan kemampuan untuk melakukannya lebih baik daripada
pesaing.

1.2 PERUMUSAN MASALAH


Bagaimana analisis strategi rantai nilai PT AQUA Golden Mississippi Tbk

1.3 TUJUAN

Mengetahui bagaimana analisis strategi rantai nilai yang diterapkan PT


AQUA Golden Mississippi Tbk
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Konsep Nilai

In competitive terms, value is the amount buyers are willing to pay for what
a firm provides them. Value is measured by total revenue, a reflection of the
price a firm’s product commands and the units it can sell. A firm is profitable if
the value it commands exceeds the costs involved in creating the product.
Creating value for buyers that exceeds the cost of doing so is the goal of any
generic strategy. Value, instead of cost, must be used in analysing competitive
position since firms often deliberately raise their cost in order to command a
premium price via differentiation ( Porter, 1998:38)

Dalam istilah kompetitif, nilai adalah jumlah yang pembeli bersedia


bayarkan untuk barang atau layanan yang diberikan oleh perusahaan kepada
mereka. Nilai diukur dengan total pendapatan, suatu cerminan dari harga
produk perusahaan dan unit yang dapat dijual. Sebuah perusahaan dikatakan
menguntungkan ketika nilai yang diperintahkan melebihi biaya yang terlibat
dalam menciptakan produk. Menciptakan nilai bagi pembeli yang melebihi biaya
pengerjaan adalah tujuan dari setiap strategi generik. Nilai, selain biaya, harus
digunakan dalam menganalisis posisi kompetitif karena perusahaan-
perusahaan sering sengaja meningkatkan biaya mereka dalam rangka untuk
memimpin harga premium melalui differensiasi.

Feller, Shunk, dan Callarman (2006:1) menyatakan bahwa (1) nilai


merupakan pengalaman subjektif yang tergantung pada konteks, (2) nilai terjadi
ketika kebutuhan dipenuhi melalui penyediaan produk, sumber daya atau
layanan. Secara keseluruhan nilai merupakan sebuah pengalaman dan
mengalir dari orang atau institusi yang merupakan penerima sumber daya,
mengalir dari konsumen.
2.2 Konsep Rantai Nilai

Konsep rantai nilai dipopulerkan oleh Michael E. Porter pada tahun 1985
dalam buku ‘Competitive Advantage, Creating and Sustaining Superior
Performance’. Porter memberikan pemahaman rantai nilai sebagai sebuah
kombinasi dari sembilan aktivitas operasi penambahan nilai umum dalam
sebuah perusahaan. Fokus utama dalam rantai nilai terletak pada keuntungan
yang ditambahkan kepada konsumen, proses saling tergantung yang
menghasilkan nilai, dan permintaan yang dihasilkan serta arus dana yang dibuat
(Feller, Shunk, dan Callarman, 2006:1).

The value chain displays total value, and consists of value activities and
margin. Value activities are the physically and technologically distinct activities a
firm performs. These are the building blocks by which a firm creates a product
valuable to its buyers. Margin is the difference between total value and the
collective cost of performing the value activities. Margin can be measured in a
variety of ways. Supplier and channel value chains also include a margin that is
important to isolate in understanding in the source of a firm’s cost position, since
supplier and channel margin are part of the total cost borne by the buyer (Porter,
1998:38)

Rantai nilai menampilkan nilai keseluruhan, dan terdiri dari aktivitas nilai
dan marjin. Aktivitas nilai merupakan aktivitas nyata secara fisik dan teknologi
yang dilakukan perusahaan. Yaitu dengan membangun blok dimana
perusahaan menciptakan sebuah produk yang berharga bagi pembelinya.
Marjin merupakan selisih antara nilai total dan biaya kolektif yang dilakukan dari
aktivitas nilai. Marjin dapat diukur dalam berbagai cara. Saluran pemasok dan
rantai nilai juga mencakup marjin yang penting untuk dipisahkan dalam
memahami sumber posisi biaya perusahaan, karena saluran pemasok dan
marjin merupakan bagian dari total biaya yang ditanggung pembeli.
2.3 Rantai Nilai (Value Chain)

Rantai nilai merupakan suatu cara pandang di mana bisnis dilihat sebagai
rantai aktivitas yang mengubah input menjadi output yang bernilai bagi pelanggan.
Nilai bagi pelanggan berasal dari tiga sumber dasar: aktivitas yang membedakan
produk, aktivitas yang menurunkan biaya produk, dan aktivitas yang dapat segera
memenuhi kebutuhan pelanggan (Pearce dan Robinson, 2008).

Analisis rantai nilai (value chain analysis-VCA) berupaya memahami


bagaimana suatu bisnis menciptakan nilai bagi pelanggan dengan memeriksa
kontribusi dari aktivitas-aktivitas yang berbeda dalam bisnis terhadap nilai
tersebut. VCA mengambil sudut pandang proses, analisis ini membagi bisnis
menjadi kelompok-kelompok aktivitas yang terjadi dalam bisnis tersebut; diawali
dengan input yang diterima oleh perusahaan dan berakhir dengan produk atau
jasa perusahaan dan layanan purna jual bagi pelanggan. VCA berupaya melihat
biaya lintas rangkaian aktivitas yang dilakukan oleh bisnis tersebut untuk
menentukan di mana terdapat keunggulan biaya rendah atau kelemahan biaya.
VCA melihat pada atribut-atribut dari setiap aktivitas yang berbeda untuk
menentukan dengan cara bagaimana setiap aktivitas yang terjadi antara
pembelian input dan layanan purna jual dapat membedakan produk dan jasa
perusahaan.

Para pendukung VCA berpendapat bahwa analisis ini memungkinkan


manajer untuk dapat mengidentifikasikan secara lebih baik keunggulan kompetiti
perusahaan dengan melihat perusahaan sebagai suatu proses rantai aktivitas
yang betul-betul terjadi dalam bisnis dan bukan hanya pembagian organisasi atau
protokol akuntansi historis. Analisis Value Chain dapat membantu perusahaan
untuk terfokus pada rencana strategi yang dipilih dan berusaha untuk meraih
keunggulan kompetitif.
Analisis Value Chain memandang perusahaan sebagai salah satu bagian dari
rantai nilai produk.

Rantai nilai produk merupakan aktifitas yang berawal dari bahan mentah
sampai dengan penanganan purna jual. Rantai nilai ini mencakup aktivitas yang
terjadi karena hubungan dengan pemasok (Supplier Linkages), dan hubungan
dengan konsumen (Consumer Linkages). Aktivitas ini merupakan kegiatan yang
terpisah tapi sangat tergantung satu dengan yang lain. (Porter, 2001). Analisis
Value Chain membantu manajer untuk memahami posisi perusahaan pada rantai
nilai produk untuk meningkatkan keunggulan kompetitif. Pendekatan Analisis
Value Chain dan Value Coalitions merupakan pendekatan terbaik dalam
membangun nilai perusahaan kearah yang lebih baik. Analisis Value Chain dan
Value Coalitions lebih sering berhubungan dengan aktivitas luar perusahaan.
(Weiler, 2004).

Kerangka rantai nilai membagi aktivitas dalam perusahaan menjadi dua


kategori umum yaitu aktivitas utama dan aktivitas pendukung. Aktivitas primer
atau fungsi lini yaitu aktivitas yang terlibat dalam penciptaan fisik produk,
pemasaran dan transfer ke pembeli, serta layanan purna jual. Aktivitas pendukung
atau fungsi staf membantu perusahaan secara keseluruhan dengan menyediakan
infrastruktur atau input yang memungkinkan aktivitas-aktivitas primer dilakukan
secara berkelanjutan.

Kerangka rantai nilai (Value Chain) memiliki dua syarat yaitu syarat pertama
adalah data biaya sebagai pendukung analisis rantai nilai, syarat kedua adalah
informasi untuk mendukung analisis daur hidup produk. Dengan demikian Value
Chain dapat digunakan sebagai salah satu alat analisis manajemen biaya untuk
pengambilan keputusan strategis dalam menghadapi persaingan bisnis yang
semakin ketat (Widarsono, 2005). Rantai nilai mencakup margin laba karena
markup diatas biaya perusahaan untuk menyediakan aktivitas bernilai tambah
umumnya merupakan bagian dari harga yang dibayar oleh pembeli.
2.4 Nilai Tambah (Value Added)

Konsep nilai tambah adalah salah satu pengembangan nilai yang terjadi
karena adanya input yang diperlakukan pada suatu komoditas. Input yang
menyebabkan terjadinya nilai tambah dari suatu komoditas dapat dilihat dari
adanya perubahan-perubahan pada komiditas tersebut, yaitu perubahan bentuk,
tempat dan waktu.

Menurut Armand Sudyono (2004) terdapat dua cara menghitung nilai


tambah. Pertama nilai untuk pengolahan dan kedua nilai tambah untuk
pemasaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tambah untuk pengolahan
dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu faktor teknis dan faktor pasar.

Faktor teknis adalah kapasitas produk, jumlah bahan baku yang digunakan dan
tenaga kerja. Faktor pasar adalah harga output, upah tenaga kerja, harga bahan
baku dan nilai input lain selain bahan baku dan tenaga kerja. Dasar perhitungan
dari analisis nilai tambah adalah per kg hasil, standar harga yang digunakan untuk
bahan baku dan produksi ditingkat pengolah / produsen.

Nilai Tambah merupakan pertambahan nilai yang terjadi karena suatu


komoditi mengalami proses pengolahan, pengangkutan, dan penyimpanan dalam
suatu proses produksi (penggunaan/pemberian input fungsional). Besarnya nilai
tambah dipengaruhi oleh faktor teknis dan faktor non teknis. Informasi yang
diperoleh dari hasil analisis nilai tambah adalah besarnya nilai tambah, rasio nilai
tambah, marjin dan balas jasa yang diterima oleh pemilik-pemilik faktor produksi
(Sudiyono, 2004)

2.5 Rantai Nilai dari Porter (Porter's Value Chain)

Gagasan dari rantai nilai berdasarkan pada proses yang dilakukan suatu
organisasi dalam menghasilkan suatu produk/jasa sebagai satu sistem, yang
terdiri dari beberapa subsistem, dimana setiap subsistem mempunyai masukan-
masukan, proses transformasi dan keluaran-keluaran. Masukan-masukan, proses
transformasi dan keluaran-keluaran ini meliputi perolehan dan
pemakaian/pernanfaatan dari berbagai sumber daya, seperti uang, karyawan,
bahan-bahan mentah (material dasar), peralatan, bangunan, tanah, administrasi
dan rnanajemen. Bagaimana aktivitas-aktivitas dari rantai nilai ini dilaksanakan
oleh suatu perusahaan akan sangat menentukan biaya dan keuntungan dari
perusahaan tersebut.

Kebanyakan organisasi mempunyai ratusan bahkan ribuan aktivitas dalam


memproses masukan-masukan menjadi keluaran-keluaran, tetapi aktivitas-
aktivitas ini secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua aktivitas, yaitu
Aktivitas Utama (Primary Activities) dan Aktivitas Sekunder / Pendukung
(Supporting Activities) yang pasti semua organisasi lakukan dalam berbagai
bentuknya.

Gambar 2.1 Konsep Rantai Nilai


Porter

Menurut Porter (Competitive


Advantage, 1983), Aktivitas
Utama itu terdiri dari :

1. Inbound Logistics: adalah


semua aktivitas yang diperlukan
untuk menerima,

menyimpan dan mendistribusikan


masukan-masukan, dan
termasuk pula
hubungan dengan para pemasok
(suppliers).
2. Operasi (Operations): adalah semua aktivitas yang diperlukan untuk
mentransformasikan sernua masukan menjadi keluaran (produk dan/atau
jasa).

3. Outbound Logistics: adalah sernua aktivitas yang diperlukan untuk


mengumpulkan, menyimpan dan mendistribusikan keluaran (produk
dan/atau jasa).

4. Pemasaran dan Penjualan (Marketing and Sales) : adalah semua kegiatan


mulai dari menginformasikan para calon pembeli mengenai produk dan
atau jasa, mempengaruhi mereka agar membelinya dan mernfasilitasi
pembelian mereka.

5. Pelayanan (Services): meliputi semua aktivitas yang diperlukan agar


produk dan/atau jasa yang telah dibeli oleh konsunien tetap berfungsi
dengan baik setelah produk dan/atau jasa tersebut terjual dan sampai di
Langan konsumen.

Aktivitas Sekunder terdiri dari :

1. Pengadaan (Procurement) : adalah pengadaan berbagai masukan atau


sumber daya untuk suatu perusahaan / organisasi.

2. Manajemen Sumber Daya Manusia : meliputi segala aktivitas yang


menyangkut perekrutan, pemecatan, pemberhentian, penentuan upah dan
kornpensasi, pengetolaan, pelatihan dan pengembangan sumber daya
manusia.

3. Pengembangan Teknologi : menyangkut masalah peralatan, perangkat


keras (hardware), perangkat lunak (software), prosedur dan pengetahuan
teknis yang digunakan dalam proses transformasi dari masukan menjadi
keluaran dalam suatu perusahaan / organisasi

4. Infrastruktur : diperlukan untuk mendukung keperluan-keperluan suatu


perusahaan dan menyelaraskan kepentingan dari berbagai bagian, yang
terdiri dari bagian-bagian atau departemen-departemen seperti bagian
akuntansi, hukum (legal), keuangan (finance), perencanaan (planning),
bagian public affairs, quality assurance, dan manajemen umum (general
management).
BAB III

STUDY KASUS

3.1 Latar Belakang Perusahaan PT AQUA Golden Mississippi Tbk

AQUA adalah sebuah merek air minum dalam kemasan (AMDK) yang
diproduksi oleh PT AQUA Golden Mississippi Tbk di indonesia sejak tahun
1973. Selain Indonesia, Aqua juga dijual di Malaysia, Singapura, dan Brunei.
Aqua Adalah merek AMDK dengan penjualan terbesar di indonesia, dan
merupakan salah satu merek AMDK yang paling terkenal di Indonesia,
sehingga menjadi seperti merek generik untuk AMDK.

PT AQUA Golden Mississippi didirikan pada tahun 1973 oleh Bapak Tirto
Utomo, sebagai produsen pelopor air minum dalam kemasan di Indonesia.
Pabrik pertama didirikan di Bekasi. Setelah beroperasi selama 30 tahun, kini
AQUA memiliki 14 pabrik di seluruh Indonesia dengan kepemilikan berbeda-
beda (3 pabrik dimiliki oleh PT Tirta Investama, 10 Pabrik dimiliki PT AQUA
Golden Mississippi, dan pabrik di berastagi, Sumatra Utara dimiliki oleh PT Tirta
Sibayakindo).

Pada tahun 1998, AQUA (yang berada di bawah naungan PT Tirta


Investama) melakukan langkah strategis untuk bergabung dengan Group
DANONE, yang merupakan salah satu kelompok perusahaan air minum dalam
kemasan terbesar di dunia dan ahli dalam nutrisi. Langkah ini berdampak pada
peningkatan kualitas produk, market share, dan penerapan teknologi
pengemasan air terkini. Di bawah bendera DANONE-AQUA, kini AQUA
memiliki lebih dari 1.000.000 titik distribusi yang dapat diakses oleh
pelanggannya di seluruh Indonesia.

3.2 Sejarah PT AQUA Golden Mississippi Tbk:

1973 - PT AQUA Golden Mississippi didirikan sebagai pioner perusahaan air


minum mineral pertama di Indonesia. Pabrik pertama didirikan di Bekasi.

1974 - Produksi pertama AQUA diluncurkan dalam bentuk kemasan botol kaca
ukuran 950 ml dari pabrik di Bekasi. Harga per botol adalah Rp.75,-

1984 - Pabrik AQUA kedua didirikan di Pandaan di Jawa Timur, sebagai upaya
agar lebih mendekatkan diri pada konsumen yang berada di wilayah tersebut.

1985 - Pengembangan produk AQUA dalam bentuk kemasan PET 220 ml.
Pengembangan ini membuat produk AQUA menjadi lebih berkualitas dan lebih
aman untuk dikonsumsi.

1993 - Menyelenggarakan program AQUA Peduli (AQUA Cares), sebagai


langkah pendauran ulang botol plastik AQUA menjadi materi plastik yang bisa
dapat digunakan kembali.

1995 - AQUA menjadi pabrik air mineral pertama yang menerapkan sistem
produksi in line di pabrik Mekarsari. Pemrosesan air dan pembuatan kemasan
AQUA dilakukan bersamaan. Hasil sistem in line ini adalah botol AQUA yang
baru dibuat dapat segera diisi air bersih di ujung proses produksi, sehingga
proses produksi menjadi lebih higienis

1998 - Penyatuan AQUA dan grup DANONE pada tanggal 4 September 1998.
Langkah ini berdampak pada peningkatan kualitas produk dan menempatkan
AQUA sebagai produsen air mineral dalam kemasan (AMDK) yang terbesar di
Indonesia.

2000 - Bertepatan dengan pergantian milenium, AQUA meluncurkan produk


berlabel DANONE-AQUA.

2001 - DANONE meningkatkan kepemilikan saham di PT Tirta Investama dari


40 % menjadi 74 %, sehingga DANONE kemudian menjadi pemegang saham
mayoritas AQUA Group. AQUA menghadirkan kemasan botol kaca baru 380 ml
pada 1 November 2001.

2002 - Banjir besar yang melanda Jakarta pada awal tahun menggerakkan
perusahaan untuk membantu masyarakat dan juga para karyawan AQUA
sendiri yang terkena musibah tersebut. AQUA menang telak di ajang
Indonesian Best Brand Award. Mulai diberlakukannya Kesepakatan Kerja
Bersama [KKB 2002 – 2004] pada 1 Juni 2002.

2003 - Perluasan kegiatan produksi AQUA Group ditindaklanjuti melalui


peresmian sebuah pabrik baru di Klaten pada awal tahun. Upaya
mengintegrasikan proses kerja perusahaan melalui penerapan SAP (System
Application and Products for Data Processing) dan HRIS (Human Resources
Information System).

2004 - Peluncuran logo baru AQUA. AQUA menghadirkan kemurnian alam baik
dari sisi isi maupun penampilan luarnya. AQUA meluncurkan varian baru AQUA
Splash of Fruit, jenis air dalam kemasan yang diberi esens rasa buah
strawberry dan orange-mango. Peluncuran produk ini memperkuat posisi AQUA
sebagai produsen minuman.

2005 - DANONE membantu korban tsunami di ACEH. Pada tanggal 27


September, AQUA memproduksi MIZONE, minuman bernutrisi yang
merupakan produk dari DANONE. MIZONE hadir dengan dua rasa, orange
lime dan passion fruit.

2006-2008 - DANONE berupaya untuk membuat pabrik di Serang, namun


karena Danone didemo oleh warga sekitar, Bupati, DPRD dan LSM, serta
terlebih lagi kasus ini sudah sampai Gubernur Banten yang bukan menjadi
rahasia merupakan Putri dari "penguasa" Banten maka Danone dengan
terpaksa kalah atau membatalkan pembuatan Pabrik di Serang. Sebenarnya
Danone bisa berhasil membuat pabrik di Serang seandainya Danone mau
membuatkan fasilitas umum yaitu air bersih bagi warga sekitar, karena
sebenarnya yang dibutuhkan warga sekitar itu hanyalah air bersih bukannya
hanya sekadar survei atau malah penghijauan. Keadaan inilah yang sayangnya
justru dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk mencari keuntungan pribadi.

2009 - DANONE akan mulai membuat pabrik baru di Cianjur, ini merupakan
pengalihan dari pabrik Serang yang pembangunannya sementara ditunda.

2010 - AQUA mengalami perubahan signifikan pada struktur organisasi dan


operasionalnya. Perubahan tersebut adalah proses delisting PT Aqua Golden
Mississippi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) karena berbagai kasus sehingga
status badan hukum PT AGM menjadi perusahaan tertutup. Aqua juga
memperkenalkan inovasi baru pada tutup galonnya untuk menjaga kemurnian
alam.

2011-2012 - AQUA menyelenggarakan kampanye It's in Me untuk sosialisasi


hidup sehat kepada konsumen.

2013 - AQUA menyelenggarakan 40 tahun Aqua, program ulang tahun Aqua


ke-40 dengan tagline Bersama untuk Indonesia, dengan peluncuran logo
baru.

2014-2015 - AQUA mengadakan kampanye iklan Ada Aqua?.


2016 – AQUA mengadakan kampanye iklan Temukan Indonesiamu

3.3 Lokasi PT
AQUA Group

PT Tirta Investama

1. Pabrik Citeureup, Jawa Barat


Jl. Mercedez Benz, Cicadas, Gunung Putri Bogor, Jawa Barat
16964

2. Pabrik Babakanpari, Jawa Barat


Jl. Siliwangi km 70, Cicurug Sukabumi Jawa Barat 43158

3. Pabrik Subang, Jawa Barat


Desa Darmaga, Kec. Pasanggrahan Kabupaten Dati II Subang
41283

4. Pabrik Wonosobo, Jawa


Temgah Jl. Ahmad Yani
No. 138 Wonosobo
5. Pabrik Klaten Jawa Tengah
Desa Wangen, Kecamatan Polanharjo Jawa Tengah, Klaten

6. Pabrik Pandaan, Jawa Timur


Jl. Raya Surabaya-Malang Km 48,5 Pandaan Pasuruhan Jawa
Timur 67156

7. Pabrik Kebon Candi, Jawa Timur


Jl Raya Winongan, desa Kebon CandiKec. Gondang Wetan,
Pasuruan

8. Pabrik Mambal, Bali


Br-Gumasih, Kec.Abiansemal Badung Bali 80352

9. Pabrik Lampung
Jl. K.H. Ahmad Dahlan No. 202 Teluk Betung, Bandar Lampung

10. Pabrik Airmadidi, sulawesi Utara

Kelurahan Airmadidi Bawah, Kec. Airmadidi Kab. Minahasa,


Manado 95371

PT Aqua Golden Mississippi

1. Pabrik Bekasi, Jawa Barat

2. Jl. Raya Bekasi Timur Km 27 Bekasi


3. Pabrik Citeureup, Jawa Barat

4. Pabrik Mekarsari, Jawa Barat

PT Tirta Sibayakindo

1. Pabrik Berastagi,
Sumatera Utara Jl.
Rajawali No.11 A Medan

3.4 Lokasi Sumber Mata Air AQUA


1. Brastagi

2. Lampung (Jabung dan Umbul Cancau)

3. Mekarsari (Kubang)
4. Subang (Cipondoh)

5. Wonosobo (Mangli)
6. Klaten (Sigedang)

7. Pandaan
8. Kebon Candi

9. Mambal
10. Manado (Airmadidi)

3.5 Proses Bisnis, Visi dan Misi PT AQUA Golden Mississippi Tbk
VISI :

AQUA telah menjadi bagian dari keluarga sehat Indonesia lebih selama
lebih dari 30 tahun. Sebagai pelopor air minum dalam kemasan sejak didirikan
tahun 1973, kini AQUA menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup sehat
masyarakat Indonesia. Dulu dan kini, AQUA tetap dan selalu menjadi yang
terbesar dan terdepan di Indonesia. Volume penjualan AQUA merupakan
volume penjualan terbesar di dunia untuk kategori air mineral.

MISI :
AQUA selalu ingin melakukan program untuk menyehatkan konsumen
Indonesia, diantaranya program AKSI (AQUA untuk Keluarga Sehat Indonesia)
dan AuAI (AQUA untuk Anak Indonesia).

3.6 Produk PT AQUA Golden Mississippi Tbk

1. AQUA

AQUA berasal dari sumber mata air yang terpilih dengan segala
kemurnian dan kandungan mineral alami yang terpelihara. AQUA
dikemas dengan proses higienis dalam beberapa ukuran kemasan
botol plastik antara lain:

1. Gelas plastik (plastik cup): 240ml


2. PET: 330ml, 600ml, dan 1500 ml

3. PET Click n Go: 750ml


4. Reflections Glass Bottle: 380ml, dan
5. Kemasan galon 19 liter untuk menunjang kegiatan yang dinamis
agar terhindar dari dehidrasi.

2. AQUA Reflections

AQUA menghadirkan segala manfaat kebaikan alam yang dikemas


dalam desain botol indah yang merefleksikan gaya hidup sehat dalam
kedinamisannkehidupan modern. Aqua Reflections merupakan
produk premium AQUA yang dikemas dengan desain botol yang
elegan by Subastian gunawan.
3. MIZONE

Mizone merupakan merk minuman isotonik bernutrisi dari produsen


AQUA, mizone tersedia dalam kemasan botol PET 500ml dalam
enam pilihan rasa :

Lychee Lemon Activ


Fres’in Juicy
Orange lime Strawberry
Apple Guavva Fres’in Crispy App

3.7 Analisis Rantai Nilai PT AQUA Golden Mississippi Tbk


1. KEGIATAN PRIMER

3.7.1.1 Inbound logistic (Logistik ke dalam atau memasukkan bahan dalam


bisnis)

Air AQUA berasal dari air pegunungan. Dimulai dari air hujan yang
terserap ke dalam tanah hingga menuju tempatnya di lapisan ait tanah
dalam atau aquifer dalam.Secara alami air tersaring melalui tanah, pasir,
dan bebatuan khas pegunungan yang berpori. Air juga menyerap
mineral alami bebatuan pegungungan hingga kaya akan mineral dan
keasaman netral. Sumber dari AQUA memiliki perlindungan alami melaui
lapisan kedap air, sehingga terbebas dari segala macam kontaminasi
seperti pestisida, mikroba, dan pencemaran lain di permukaan bumi.

Kepedulian pihak AQUA pada pelanggannya, diwujudkan dengan


cara senantiasa menjaga kualitas produk. Beberapa kebijakan penting
yang dilakukan oleh pihak Industri AQUA sehubungan dengan program
ini adalah:

1. AQUA sangat menjaga kemurnian produk sejak dari sumber air,


hingga control kualitas produk di pasar. Metode pengolahan
AQUA yang dikenal sebagai hydro pro system, berfungsi
menjaga kemurnian setiap tetes AQUA.

2. Mata air pegunungan yang menjadi sumber air AQUA,


senantiasa dijaga agar bebas dari kontaminasi. Pengawasan
ketat dilakukan secara berkala setiap hari, agar kualitas sumber
air tetap terjaga.
3. Teknologi yang diterapkan AQUA adalah sistem in line process.
Sistem ini menerapkan prosedur otomatis, mulai dari pembuatan
botol, yang langsung diisi, ditutup, diberi label, disegel dan
dipaket secara bersamaan. Proses ini dilakukan dalam ruangan
steril tanpa sentuhan tangan manusia dan merupakan yang
pertama di Indonesia dan hingga kini merupakan satu-satunya
proses yang di implementasikan oleh industri air minum dalam
kemasan.

Sumber Mata Air:

a. Pemilihan lokasi untuk mata air yang mengalir dengan sendirinya


dan berlokasi jauh dari perumahan.

b. Uji untuk memeriksa polusi dan kontaminasi,

c. Penelitian serta pemeriksaan efek dari kondisi yang berbeda


selama 2 tahun

d. Pemeliharaan lingkungan disekeliling sumber pipa air dalam


tanah untuk menghindari kontaminasi.

e. Menciptakan kolam tertutup untuk perlindungan (menghindari


resiko kontaminasi)

f. Mengadakan uji setiap jamnya untuk kandungan pH balance,


kebersihan, kejernihan dan keseimbangan mineral.

g. Mengadakan pemeriksaan radiologi setiap 4 tahun sekali (untuk


kandungan radioaktif)

3.7.1.2 Operations (Operasi atau mengubah bahan menjadi produk akhir).

Proses Pengolahan Air Minum Kemasan Aqua:


1. Pre-filter 5 micron dipergunakan untuk memfilter partikel
yang ada sampai ukuran 5 micron. Kemudian filter 1 micron
dipergunakan untuk memfilter partikel yang berukuran
sampai dengan 1 micron (parasit)

2. Ozone: untuk menghilangkan bakteri

3. Mengambil sample per jam dari langkah nomor 9,10 and 11


untuk mengukur PH balance, kebersihan, kejernihan dan
keseimbangan mineral.

4. Melakukan uji Coliform pada sumber air setiap harinya

5. Melakukan tes Coliform mingguan pada produk akhir

6. Melakukan pemeriksaan kimiawi dan fisikal menyeluruh


setiap bulannya pada produk akhir.

7. Melakukan pemeriksaan tahunan untuk logam berat dalam


produk akhir.

8. Apabila pemeriksaan setiap jamnya untuk Ozon, pH,


kebersihan dan kejernihan air diluar standar, lini produksi
akan dihentikan dan produk akan dikeluarkan dan akan
diperiksa apakah produk aman untuk dikonsumsi atau tidak.

9. Operator mempergunakan pakaian yang terbuat dari


‘parachute material’ dan sarung tangan yang dipergunakan
diberi desinfektan setiap 15 menit.

10. Botol dan gelas diproduksi dari palet plastik hingga menjadi
kemasan botol dan gelas didalam pabrik yang sama dan
hanya sesaat sebelum botol diisi dengan air, hal ini
meminimalisir kontak manusia untuk memastikan derajat
kebersihan yang tinggi.

11. Semua air botolan diperiksa untuk melihat bila ada cacat di
tutup dan lapisan pelindung.

12. Semua material yang dipergunakan diperiksa dan disetujui


oleh BTC (Beverage Technology Centre) Danone.

13. Dukungan teknis dari bottling line oleh BTC (Beverage


Technology Centre) Danone.
14. Keseluruhan proses dari sumber hingga produk akhir berada
dibawah pengawasan ketat dan sesuai dengan Standar
Manufaktur yang baik meski Indonesia kaya akan sumber
mata air, namun tidak semuanya layak menjadi sumber
bahan baku untuk air minum AQUA. Karenanya bagi AQUA,
kerja keras untuk mencari sejumlah sumber air terbaik di
seluruh Indonesia, bukanlah main-main.

15. Dua botol dari setiap produksi akan disimpan selama 2


tahun dan akan dipergunakan sebagai sample untuk
mendata kualitas.

16. Setelah 2 tahun (ketika masa berlaku habis) AQUA akan


memeriksa stabilitas produk sebelum membuangnya

17. Setiap gelas/botol/galon memiliki kode kadaluarsa dan


tanggal produksi yang sudah dicetak, sehingga dapat
dilacak pada tahun, bulan dan tanggal, waktu, lokasi dan kru
produksi.
18. Melakukan monitoring dan inspeksi reguler terhadap produk
yang ada di pasar.

19.

3.7.1.3 Outbound logistic (Logistik keluar atau mengirim produk akhir)

Produk yang sudah di kemas lalu di pasarkan di berbagai daerah di


Indonesia, hampir dari keseluruhan logistik PT AQUA Group
menggunakan truk, dan hanya sebagian kecil yang mengunakan kereta
api, yaitu sekitar 5 persen produksi dari pabrik AQUA di Mekarsari, dan
itupun hanya pengiriman dari pabrik ke gudang distribusi yang ada di
wilayah Jabodetabek saja.

1. Teknik Pendistribusian
Jalur distribusi sangat luas dan berorientasi nasional:

Mulai dari pasar tradisional, warung-warung kecil, sampai took-toko yang


menjual produk Aqua.

2. Pendistributor :

Ada pusat-pusat distrbusi Aqua di Indonesia, dijalankan oleh


PT.Wirabuana Intrent, yang merupakan distributor tunggal produk-
produk Aqua.

3. Cara Distribusi :

Aqua sselalu menyediakan truk-truk yang selalu siap dimana saja, kapan
saja memastikan pengiriman yang handal pada outlet eceran dan
perusahaan-perusahaan yang menyediakan pendingin air Aqua untuk
karyawannya. Sebab pelanggan membutuhkan pelayanan yang segera
dan handal. Sementara pengiklanan dan humas, melali saluran-saluran
distribusi, promosi eceran local dan potongan harga akan mendorong
minat pelanggan.

3.7.1.4 Marketing and sales (Memasarkan produk dan penjualan)

PT AQUA Golden Mississippi Tbk merupakan perusahaan yang


menyediakan air minum mineral dalam kemasan yang sudah terkenal di
penjuru Nusantara, baik di jual di ecerean di jalanan maupun di
minimarket atau mall-mall ternama pasti mudah menemukan produk
minuman ini. Aqua kesuksesan dalam penjualan dan pemasarannya
pasti tidak terlepas dari strategi pemasarannya yang terbilang bagus dan
sukses hingga sekarang.

Manajeman strategi pemasaran yang diterapkan di PT. Aqua Golden


Mississippi adalah :

1) Strategi menarik konsumen

Berbagai cara dilakukan oleh PT. Aqua Golden Mississippi untuk


menarik konsumen sebanyak mungkin, salah satunya dengan cara
memberi selogan yang bagus dari semua produk, membuat iklan yang
menarik, promosi di setiap pelosok tanah air, dan lain-lain. Semua ini
dilakukan agar semua orang tertarik untuk membeli atau mencoba
memakai produk dari PT. Aqua Golden Mississippi yang nantinya
diharapkan bisa menjadi pelanggan mereka.

2) Strategi mempertahankan pelanggan

Di strategi ini PT. Aqua Golden Mississippi berpendapat bahwa


pelanggan itu yang paling penting untuk perusahaan. Tanpa pelanggan
atau konsumen, perusahaan tidak akan menjadi seperti sekarang ini.
Maka dari it demi kepuasan pelanggan PT. Aqua Golden Mississippi
memberikan pelayanan dan kualitas yang maksimal dengan tujuan agar
pelanggan selalu merasa puas dalam menggunakan produk dari PT.
Aqua Golden Mississippi. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan
pelanggan agar tidak berpaling kepada produk yang lain.

3) Strategi promosi untuk menguasai pasar

Untuk dapat menjaring pelanggan yang banyak PT. Aqua Golden


Mississippi menggunakan cara yang paling utama, yaitu promosi melalui
iklan-iklan yang berkualitas dan mudah dimengerti, baik iklan di media
elektronik maupun di media cetak serta yang lainnya.

Selama ini Aqua menjalankan strategi yang bagus sehingga


walaupun banyak pesaing bisnis air minum yang muncul namun merek
ini takkan tergeser oleh produk yang baru. Berikut beberapa strategi
pemasaran Aqua yang sampai saat ini masih dijalankan:

a. Slogan

Aqua membuat suatu slogan yang mudah di ingat dan di kenal


masyarakat, dengan slogan “air sehat setiap saat” ini ternyata Aqua
mampu mendongkrak penjualan yang luar biasa. Inilah kekuatan
sebuah slogan yang bisa memberikan efek bagi penjualan produk.
Jika anda menginginkan penjualan produk yang sama dengan Aqua
maka anda bisa membuat slogan yang bagus dan mudah di ingat
oleh banyak orang seperti Aqua.

b. Promosi
Aqua melakukan berbagai promosi baik melalui media online,
media cetak maupun saluran komunikasi lainnya. Seperti kita ketahui
bahwa banyak sekali iklan produk dengan merek Aqua yang mengisi
setiap iklan di televisi, radio maupun di media cetak. Inilah salah satu
strategi pemasaran Aqua yang dijalankan. Aqua juga mensponsori
beberapa bidang olahraga dan lainnya untuk mendongkrak
popularitas merek ini agar lebih dikenal masyarakat luas.

c. Pelayanan

Pelayanan sangat penting bagi suatu perusahaan kepada


konsumennya sehingga Aqua juga memberikan pelayanan yang baik
bagi konsumennya di seluruh Indonesia. Melalui distributor Aqua di
seluruh Indonesia ini Aqua bisa memberikan pelayanan yang
maksimal kepada pelanggannya.

d. Packaging yang baik

Packaging juga memberikan dampak luar biasa bagi distribusi


Aqua sehingga penjualan bisa bertambah dari waktu ke waktu.

e. Saluran Distribusi
Aqua memiliki banyak saluran distribusi untuk menyuplai
kebutuhan air minum dengan merek Aqua baik di kota maupun di
pelosok. Hampir semua wilayah di Indonesia sudah ada distributor air
minum ini.

Alternatif Strategi Perusahaan Dalam Menghadapi Persaingan


Aqua menggunakan seluruh media untuk iklannya. Bis, taxi, TV,
radio, koran, dan majalah membawakan logo dan slogan biru Aqua yang
berbeda. Dalam menjaga kesehatannya, mengangkat citra, Aqua secara
aktif mendukung penyelenggaraan atletik internasional seperti pada jalur
dan lapangan, mendaki gunung, angkat berat.

Pada maraton yang populer dan balapan 10.000 meter truk-truk


Aqua menyediakan pelari yang kelelahan dengan pancuran air segar.
Sebagai bagian dari hubungan masyarakat, Aqua juga membuka
pabriknya untuk dikunjungi masyarakat untuk meyakinkan masyarakat
pelanggan bahwa Aqua diproduksi dengan cara yang higienis dengan
fasilitas, personel, dan manajemen yang utama.

Sementara pengiklanan dan humas “menarik” Aqua melalui


saluran-saluran distribusi, promosi eceran lokal dan potongan harga
“mendorong” produksi pada pelanggan. Pelayanan adalah krusial dalam
bisnis air. Ada pusat-pusat distribusi Aqua di Indonesia, dijalankan oleh
PT. Wirabuana Intrent, distributor tunggal produk-produk Aqua. Truk-truk
Aqua yang selalu siap sedia dimana saja kapan saja memastikan
pengiriman yang handal pada outlet eceran dan perusahaan-perusahaan
yang menyediakan pendingin air Aqua untuk karyawannya.
Penerbangan besar seperti Garuda Indonesia, Penerbangan Nasional
Indonesia, menawarkan Aqua pada penumpangnya. Pelanggan-
pelanggan ini membutuhkan pelayanan yang segera dan handal.
Pendingin air kantoran yang kosong atau rusak menciptakan citra yang
buruk dan penerbangan membutuhkan pengiriman tepat waktu.

Aqua melanjutkan untuk mengembangkan upaya pemasarannya


ke pulau yang lain di Indonesia. Untuk memotong biaya transportasi,
fasilitas produksi dioperasikan dengan lisensi yang memproduksi air
dalam persyaratan Aqua telah dibuka di Manado, Sulawesi Utara, dan
Medan, Sumatera Utara. Satu instalasi kecil mulai berproduksi air sehat
dalam botol di Brunei Darrussalam, satu negara minyak yang merdeka di
pantai utara Borneo. Bukan suatu hal yang kecil, hampir dua per tiga
penjualan Aqua tetap berada di daerah Jakarta, dipasok oleh lima lima
fasilitas produksi terletak di Jawa Barat mewakili 65% total kapasitas
Aqua. Proyek-proyek baru sedang berlangsung dibeberapa bagian di
Indonesia sebaik diluar Indonesia, di Philippina dan Vietnam.

Aqua adalah pemimpin pasar yang tidak dipertanyakan dalam


industri air dalam botol. Sistem penyaluran, strategi pemasaran, dan
kemasan yang istimewa menciptakan keunggulan bersaing.
Memungkinkan harga premium sekitar 10% sampai 25% diatas harga-
harga yang dipatok merek-merek pesaing. Aqua bersaing disegala
segmen pasar, memproduksi Vit dibawah lisensi dari Vittel Perancis dan
pemegang merek untuk beberapa rantai supermarket Indonesia.

Segmen dan Target Pasar AQUA

Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang


bersifat heterogen ke dalam satuan-satuan pasar yang bersifat homogen
atau proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan
potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya
kesamaan perilaku pembeli. Variabel utama segmentasi adalah:
Segmentasi Geografis, Segmentasi Demografis, dan Segmentasi
Psikografis.

1. Segmentasi Geografis

Dalam hai ini produk Aqua ditujukan untuk semua wilayah


yang ada di Indonesia. Kita dapat menjumpai produk Aqua tidak
hanya di perkotaan tetapi juga di pinggiran kota bahkan produknya
sudah sampai di pedasaan. Produk Aqua ini dapat dinikmati tidak
hanya pada saat musim kemarau namun juga pada saat musim
penghujan. Jadi produk Aqua ini selalu ada pada setiap musim.

2. Segmentasi Demografis

Bentuk-bentuk segmentasi pada segmentasi demografis dapat


berupa umur, jenis kelamin, keluarga, pekerjaan, dan pendapatan.
Produk Aqua dapat ditujukan untuk semua kalangan, jenis kelamin, dan
usia. Baik wanita maupun pria dapat mengkonsumsi produk Aqua.
Setiap kalangan usia juga dapat mengkonsumsi Aqua. Produk Aqua
memiliki harga yang terjangkau sehingga setiap keluraga dapat
mengkonsumsinya, baik yang berpenghasilan menengah kebawah atau
menengah keatas. Produk Aqua ini diproduksi untuk mencakup semua
kalangan dan dapat dikonsumsi oleh siapa saja.

3. Segmentasi Psikografis

Segmen Aqua ditujukan untuk kalangan kelas sosial menengah.


Tetapi tidak menutup kemungkinan bagi kalangan kelas sosial bawah
untuk mengkonsumsinya, karena ada beberapa harga kemasan yang
masih bisa dijangkau. Aqua juga dapat diperuntukkan bagi orang-orang
yang menginginkan gaya hidup yang praktis dan sehat dengan
mengkonsumsi air mineral yang mudah didapatkan dan dibawa. Produk
Aqua juga cocok dengan orang-orang yang aktif dan memiliki mobilitas
yang tinggi.

Target Pasar AQUA


Target pasar ditujukan untuk mengevaluasi dan membandingkan
kelompok yang diidentifikasikan dan kemudian memilih satu atau
beberapa diantaranya sebagai calon dengan potensi yang paling besar.
Bauran pemasaran kemudian dirancang yang akan memberikan hasil
terbaik dalam penjualan, selain itu menciptakan nilai maksimum bagi
konsumen.

Target pasar pada produk Aqua dapat kita lihat berdasarkan iklan
dari produk tersebut. Dapat kita lihat bahwa target pasarnya cenderung
kepada masyarakat metropolitan yang aktif dan dinamis. Hal ini dapat
terlihat dari visual iklannya yang mayoritas menampilkan pergerakan
waktu, tempat, dan orang-orang dari berbagai aktifitas secara cepat. Jika
dilihat lebih jauh lagi, berdasarkan jenis kelamin dan umur, target
audience dari iklan ini adalah pria dan wanita dewasa serta keluarga.

Dapat dilihat bahwa iklan Aqua banyak menonjolkan bahwa


produk tersebut digunakan dirumah-rumah dan dikonsumsi oleh
keluarga. Berdasarkan pendidikan dan pekerjaan, target audiensce-nya
adalah orang-orang berpendidikan yang level pekerjaannya menengah
ke atas. Begitu juga dari segi lifestyle, target audience-nya adalah
masyarakat metropolitan yang aktif, dinamis, dan memiliki mobilitas yang
tinggi dan membutuhkan kepraktisan dalam mengkonsumsi minuman
yang baik dan sehat untuk tubuh.
Pasar yang Hendak Dicapai

Dalam beriklan, Aqua lebih cenderung membuat iklan yang


bertujuan untuk mengingatkan masyarakat dalam bidang sosial dan
dalam hal kepedulian terhadap lingkungan. Sehingga, dalam mengisi
celah-celah persaingan, Aqualebih menekankan sisi sosial dan
emosional dalam beriklan.
Berdasarkan peluang pasar dan persaingan, Aqua telah memiliki
posisi yang kuat di pasaran. Aqua memegang lebih dari 62% pasar air
kemasan di Indonesia. Pabrik-pabrik pemrosesan milik Aqua Group
secara keseluruhan memiliki kapasitas produksi lebih dari 485 juta liter
air per tahun, dan mengekspor Aqua ke Singapura, Malaysia, Filipina,
dan Australia. Hal tersebut menjadikan Aqua sebagai AMDK yang kuat
dibanding dengan produk AMDK lainnya.

Mengenai identifikasi pesaing, saat ini ada beberapa produk


AMDK yang diiklankan di televisi. Namun, Aqua masih tetap menjadi
brand yang kuat. Aqua memiliki konsep yang unik dalam mengiklankan
produknya, yakni menyadarkan masyarakat akan hidup sehat. Strategi
pesan yang disampaikan Aqua lebih bersifat sosial emosional yang
menyentuh hati.

Dari segi harga pun Aqua dengan produk lain hampir sama harga
jualnya dipasaran. Padahal, Aqua menyajikan rasa yang berbeda
dengan air mineral lainnya. Hal inilah yang menjadikan Aqua sebagai
pemegang pasar yang kuat dibanding produk AMDK lainnya. salah
satunya terlihat dari posisi Aqua di super market yang cenderung
menempati barisan pertama/terdepan.

3.7.1.5 Memberikan layanan (services)

PT. Aqua Golden Mississippi berpendapat bahwa pelanggan itu


yang paling penting untuk perusahaan. Tanpa pelanggan atau
konsumen, perusahaan tidak akan menjadi seperti sekarang ini. Maka
dari it demi kepuasan pelanggan PT. Aqua Golden Mississippi
memberikan pelayanan dan kualitas yang maksimal dengan tujuan agar
pelanggan selalu merasa puas dalam menggunakan produk dari PT.
Aqua Golden Mississippi. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan
pelanggan agar tidak berpaling kepada produk yang lain.

PT. Aqua Golden Mississippi telah membangun layanan konsumen


untuk menmpung segala keluhan, masukan, dan kritikan dari para
pelangganya, seperti melalui layanan Aqua Mendengar dan Aqua
menyapa kita bisa memberi kritik saran dan juga bertanya seputar
produk aqua melalui layanan tersebut.

2. Aktivitas Sekunder

3.7.2.1 Pengadaan (Procurement), berkaitan dengan proses perolehan


input/sumber daya

PT. Aqua Golden Mississippi memperoleh bahan baku produksi


dari mata air pegunungan, yang telah diuji selama satu tahun pengujian
dengan 9 poin kriteria dan 5 tahapan proses seleksi sebelum akhirnya
menjadi mata air AQUA. Setiap tetes AQUA mengandung mineral alami
yang seimbang. Berasal dari sumber mata air yang terlindung dan
menggunakan manajemen sumber daya air yang canggih.

3.7.2.2 Manajemen Sumber Daya Manusia

AQUA diorganisasikan secara pengendalian terpusat dari operasi


yang desentralisasi. Kebanyakan produksi dan distribusi ditangani
anak perusahaan atau pemegang lisensi. Perusahaann keluarga
relatif kecil dengan tiga lapis manajemen : Pelaksana (8
Pemimpin), Manajerial (23 Manajer), dan pengawasan (80
pengawas dan petugas lapangan). Total Quality control (TQC)
telah diterapkan pada seluruh organisasi. Setiap unit ada satu
komite kelompok Pengawasan Mutu tidak resmi untuk
menyempurnakan operasi. Lebih dari 70% karyawan berijazah
SMA. Dari sini, sekitar 20 karyawan lulusan Universitas Teknik dan
30 adalah seni bebas, atau lulusan Universitas Ekonomi.
Perusahaan mempunyai program aktif pelatihan intern untuk
mengupgrade keahlian karyawanya. Sekitar separuh dari 1200
karyawan perusahaan berpartisipasi dalam beberapa pelatihan
resmi tiap taun. Sebagai tambahan, sekitar 20 Karyawan
menyelesaikan kursus formal instruktur yang ditawarkan sekolah
Indonesia sementara 10 karyawan mendapat pelatihan teknik di
Eropa dan Amerika Serikat.

3.7.2.3 Pengembangan Teknologi

AQUA sangat menjaga kemurnian produk sejak dari sumber air ,


himgga kontrol kualitas produk di pasar. Metode pengolahan AQUA yang
dikenal sebagai hydro pro system, berfungsi menjaga kemurnian setiap
tetes AQUA. AQUA diproses dan dikemas dengan teknologi modern,
AQUA menjadi pabrik perama yang menggunakan sistem produksi In
Line di pabrik mekarsari. Dimana pemrosesan air dan pembuatan
kemasan AQUA dilakukan secara bersamaan. Hasil dari sistem In Line
ini adalah botol AQUA yang baru dibuat dapat segera diisi air bersih
diujung proses produksi, sehingga proses produksi menjadi lebih
higienis. Sistem ini menerapkan prosedur otomatis, mulai dari
pembuatan botol yang langsung diisi, ditutup, diberi label, disegel, dan
dipaket secara bersamaan. Proses ini dilakukan dalam ruangan steril
tanpa sentuhan tangan manusia dan merupakan yang pertama di
indonesia dan hingga kini merupakan satu-satunya proses yang
diimplementaikan oleh industri air mkinum dalam kemasan (AMDK).
Pengembangan teknologi PT. AQUA Golden Mississipi terus
dikembangkan dalam hal pembuatan kemasan jenis terbaru untuk
menunjang penjualan produk .
3.7.2.4 Infrastruktur

PT AQUA Golden Mississippi dikontrol oleh perusahaan induk dan


hampir seluruh kegiatan dikendalikan oleh perusahaan induk, baik
produksi maupun distribusinya. Total Quality Control
(TQC)diimplementasikan diseluruh organisasi, setiap unit memiliki group
Quality Control Informal (GQCI)untuk meningkatkan kualitas.
Uraian pekerjaan

1. General Manajer

Memonitori bisnis Danone-AQUA di indonesia. Memonitor


bagaimana profit AQUA. Menyusun strategi untuk jangka
panjang (4 samapai 5 tahun kedepan). Membuat /menyusun
laporan regional dan laporan kepada pemegang saham.

2. Corporate
Secretary
Bertanggung
jawab atas PR
3. VP Vinance

Menyusun strategi dalam menentukan keuangan untuk jangka


panjang (5 tahun kedepan). Menyusun strategi dalam menentukan
anggaran secara efisien dan efetif.
4. VP Human & Resources

Menyusun strategi sumber daya manusia dan sumber daya lainya


yang digunakan dalam perusahaan sehingga memberikan
kontribusi dan kinerja yang tinggi.
5. VP Sales & Distribution

Menyusun strategi distribusi dalam jangka panjang, program atau


rencana distribusi dalam 4 atau 5 tahun mendatang.

6. VP marketing
Menyusun rencana pemasaran produk AQUA sendiri, straegi
pemasaran dalam jangka panjang.

7. Purchasing Director

Menyusun strategi bagaimana membangun hubungan atau


menjalin kerjasama dengan suplier.
BAB IV

KESIMPULAN

Rantai nilai merupakan suatu cara pandang di mana bisnis dilihat


sebagai rantai aktivitas yang mengubah input menjadi output yang bernilai bagi
pelanggan.

Analisis rantai nilai (value chain analysis-VCA) berupaya memahami


bagaimana suatu bisnis menciptakan nilai bagi pelanggan dengan memeriksa
kontribusi dari aktivitas-aktivitas yang berbeda dalam bisnis terhadap nilai
tersebut. VCA mengambil sudut pandang proses, analisis ini membagi bisnis
menjadi kelompok-kelompok aktivitas yang terjadi dalam bisnis tersebut
Kebanyakan organisasi mempunyai ratusan bahkan ribuan aktivitas dalam
memproses masukan-masukan menjadi keluaran-keluaran, tetapi aktivitas-
aktivitas ini secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua aktivitas, yaitu
Aktivitas Utama (Primary Activities) dan Aktivitas Sekunder / Pendukung
(Supporting Activities)

Menurut Porter (Competitive Advantage, 1983), Aktivitas Utama itu terdiri dari :

1. Inbound Logistics: adalah semua aktivitas yang diperlukan untuk


menerima, menyimpan dan mendistribusikan masukan-masukan, dan
termasuk pula hubungan dengan para pemasok (suppliers).

2. Operasi (Operations): adalah semua aktivitas yang diperlukan untuk


mentransformasikan sernua masukan menjadi keluaran (produk
dan/atau jasa).

3. Outbound Logistics: adalah sernua aktivitas yang diperlukan untuk


mengumpulkan, menyimpan dan mendistribusikan keluaran (produk
dan/atau jasa).

4. Pemasaran dan Penjualan (Marketing and Sales) : adalah semua


kegiatan mulai dari menginformasikan para calon pembeli mengenai
produk dan atau jasa, mempengaruhi mereka agar membelinya dan
mernfasilitasi pembelian mereka.

5. Pelayanan (Services): meliputi semua aktivitas yang diperlukan agar


produk dan/atau jasa yang telah dibeli oleh konsunien tetap berfungsi
dengan baik setelah produk dan/atau jasa tersebut terjual dan sampai
di Langan konsumen.

Aktivitas Sekunder terdiri dari :


1. Pengadaan (Procurement) : adalah pengadaan berbagai masukan
atau sumber daya untuk suatu perusahaan / organisasi.

2. Manajemen Sumber Daya Manusia : meliputi segala aktivitas yang


menyangkut perekrutan, pemecatan, pemberhentian, penentuan upah
dan kornpensasi, pengetolaan, pelatihan dan pengembangan sumber
daya manusia.

3. Pengembangan Teknologi : menyangkut masalah peralatan, perangkat


keras (hardware), perangkat lunak (software), prosedur dan
pengetahuan teknis yang digunakan dalam proses transformasi dari
masukan menjadi keluaran dalam suatu perusahaan / organisasi
4. Infrastruktur : diperlukan untuk mendukung keperluan-keperluan
suatu perusahaan

dan menyelaraskan kepentingan dari berbagai bagian, yang terdiri dari


bagian-bagian atau departemen-departemen seperti bagian akuntansi,
hukum (legal), keuangan (finance), perencanaan (planning), bagian
public affairs, quality assurance, dan manajemen umum (general
management).

DAFTAR PUSTAKA
1. Kotler, Philip. 2001. Manajemen Pemasaran: Value Chain, Jakarta: Penerbit
Salemba Empat

2. David, F.R.2006. Manajemen Stategi: Konsep. Penerbit Salemba Empat,


Jakarta.

3. Amir Taufiq. 2011. Manajemen Strategik ” Konsep dan Aplikasi”. Jakarta. PT


Raja Grafindo Persada

4. Sule Erni Tisnawati & Saefullah Kurniawan. 2008. “Pengantar Manajemen”.


Jakarta. Prenada Media Group

5. http://www.netmba.com/strategy/value-chain

6. https://id.wikipedia.org/wiki/Aqua_(air_mineral)

https://www.aqua.com/produk