Anda di halaman 1dari 2

KANDUNGAN GIZI DAN MANFAAT LAWAR

Lawar nggak bisa dipisahkan dengan orang Bali. Makanan unik ini sudah dikenal sejak
lama oleh masyarakat Hindu di Bali. Di samping sebagai lauk pauk, lawar menjadi salah satu
sarana dalam melaksanakan upacara adat maupun keagamaan di Bali seperti upacara pernikahan,
kematian dan upacara di Pura – Pura. Biasanya lawar berbahan dasar daging babi. Namun
sekarang sudah mudah ditemui lawar dengan bahan dasar daging ayam ataupun sapi. Campuran
lainnya yang ada pada lawar adalah sayuran yang dicincang. Sayur yang biasa
digunakan seperti sayur nangka, kacang panjang, atau kelapa muda. Jenis-jenis lawar biasanya
didasarkan pada daging yang digunakan sebagai bahan dasarnya. Lawar sapi, yaitu lawar yang
menggunakan daging sapi. Lawar babi, lawar dari daging babi), demikian juga yang lainnya.
Selain itu lawar juga kadang – kadang diberi nama sesuai sayur yang digunakan. Seperti lawar
nangka yang berupa lawar berbahan dasar buah nangka muda. Kita juga bisa membedakan lawar
berdasarkan warnanya. Ada Lawar Barak (lawar merah) dan lawar putih. Dalam hal ini bedanya
karena penggunaan darah segar pada lawar sehingga warnanya berubah menjadi merah.

Kandungan Zat Gizi Lawar Bali

Bahan penyusun lawar seperti daging, sayur, kelapa dan darah mempunyai potensi sebagai zat
gizi. Daging merupakan sumber protein hewani yang penting, sedangkan sayuran yang dipakai
seperti kacang panjang, merupakan sumber protein nabati, vitamin dan mineral, papaya, buah
nangka dan kacang panjang merupakan sumber vitamin dan mineral. Lawar Babi mengandung
energi sebesar 174 kilokalori, protein 17 gram, karbohidrat 3 gram, lemak 10 gram, kalsium 61
miligram, fosfor 141 miligram, dan zat besi 3 miligram. Selain itu di dalam Lawar Babi juga
terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,1 miligram dan vitamin C 0 miligram. Hasil
tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Lawar Babi, dengan jumlah yang
dapat dimakan sebanyak 100 %.

Khasiat Lawar Bali

Khasiat lawar bila dikaitkan dengan kandungan zat gizinya terutama karbohidrat, protein
dan lemak adalah memperlancar proses fisiologis dalam tubuh karena zat gizi tersebut sebagai
sumber energi. Kandungan senyawa non-gizi pada lawar belum banyak diketahui. Berdasarkan
bahan baku dan khususnya bumbu yang digunakan pada pembuatan lawar seperti bawang putih,
bawang merah, cabai, lengkuas, jahe, kunir, lada dan lain-lainnya mengandung senyawa-
senyawa non-gizi, seperti minyak atsiri, anti oksidan dan anti mikroba yang berfungsi
meningkatkan citarasa lawar, mencegah proses oksidasi dan menghambat atau membunuh
mikroba sehingga lawar dalam jangka waktu tertentu aman untuk dikonsumsi.
Keamanan lawar terutama bila dilihat dari aspek mikrobiologisnya, sangat tergantung pada
sanitasi (kebersihan) dari bahan baku air yang digunakan, peralatan, cara pengolahan, tempat
dan lingkungan serta higiene (kesehatan) daging yang digunakan dan kesehatan pengolah lawar
sendiri.
Keamanan lawar dapat ditingkatkan melalui penanganan lawar setelah diolah yaitu
dengan cara disimpan pada suhu 5 oC, dan dengan perbaikan cara pengolahan antara lain
dengan menyeduh daging dengan air mendidih atau direbus dalam air mendidh, dikukus,
dipepes dan dengan penambahan bawang putih pada cincangan daging. Dihindari penggunaan
daging dan darah mentah, serta peralatan yang digunakan dijaga tetap bersih.

Sumber :

http://www.organisasi.org/1970/01/isi-kandungan-gizi-lawar-babi-komposisi-nutrisi-bahan-
makanan.html

http://anggamardika.blogspot.co.id/2012/11/lawar-bali.html

http://kaki-kecil.blogspot.co.id/2012/10/lawar-makanan-yang-wajib-dicicipi-tiap_25.html