Anda di halaman 1dari 9

6KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
Rahmat-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan.Dalam makalah ini kami
membahas untuk “Memahami Gambaranumum profesi bisnis dan tanggung jawab moral dan
social bisnis”.
Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai apa
itu kode etik dan tanggung jawab profesi yang banyak belum diketahui dan dipahami oleh para
mahasiswa. Dan juga makalah ini dibuat sebagai tugas mahasiswa yang mengikuti mata
kuliah Etika Bisnis.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini jauh dari sempurna, baik dari segi
penyusunan, bahasan, ataupun penulisannya. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran
yang sifatnya membangun, khususnya dari guru mata pelajaran guna menjadi acuan dalam bekal
pengalaman bagi kami untuk lebih baik di masa yang akan datang. Semoga apa yang di sajikan
dalam makalah ini menjadi bermanfaat untuk para pembaca.

Yogyakarta, 20 Maret 2017

Penulis

PEMBAHASAN

A. Pengertian Etika
Etika (Yunani kuno :”ethikos”. yaitu “timbul dari kebiasaan” ) adalah sebuah sesuatu
dimana dan bagaimana cabag utama filsafat yang memepelajari nilai atau kualitas yang menjadi
studi yang mengenai standard dan penilain moral.Etika yaitu kebiasaan/adat, akhlak, watak,
perasaan, sikap, cara berpikir seseorang untuk melaksanakan bisnis. Etika bisnis merupakan etika
dalam pelaksanakan bisnis dan dengan adanya etika bisnis maka pelaksanaan bisnis atau usaha
yang kita kerjakan akan lebih mengarah ke bisnis yang lebih baik tanpa adanya kecurangan yang
dapat merugikan orang lain.
Dengan adanya etika bisnis maka setiap orang akan lebih berfikir bahwa Kehidupan
lintas generasi terus berganti seiring dengan perkembangan manusia dan kebudayaan manusia.
Maka tatanan hidup pun mulai berevolusi.Banyaknya kebudayaan dan percampuran kebudayaan
dalam kehidupan kita banyak mempengaruhi etika kehidupan.
Setiap negara yang memiliki kebudayaan berbeda maka negara tersebut pasti memiliki
nilai-nilai etika yang berbeda pula.usaha yang kita lakukan dengan baik dan seseuai kode etik yang
mengarah kita pada kebaikan dalam usaha. Kita juga akan berhadapan dengan adanya masalah-
masalah yang terjadi dengan etika. Ketika etika menjadi patokan pelaku bisnis, maka tanggung
jawab moral menjadi sifat pelaku bisnis tersebut. Didalam tanggung jawab moral, pelaku bisnis
tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi, tetapi mementingkan lingkungan sekitar dan
masyarakat .

B. Prinsip – prinsip Etika Bisnis


Dalam tuntutan profesioanal sangat erat hubungannya dengan suatu kode etik untuk masing-
masing profesi. Prinsip-prinsip etika pada umumnya berlaku bagi semua orang, serta berlaku pula bagi
kaum professional , yaitu :

Prinsip etika bisnis menurut Sonny Keraf (1998)


1. Prinsip tanggung jawab
Yaitu salah satu prinsip pokok bagi kaum professional. Karena orang prefesioanal sudah dengan
sendirinya bertanggungjawab atas profesi yang dimilikinya. Dalam melakasanakan tugasnya dia akan
bertanggungjawab dan akan melakukan pekerjaan dengan sabaik mungkin dengan standar diatas rata-
rata, dengan hasil yang maksimal serta mutu yang terbaik.
2. Prinsip Keadilan
Yaitu prinsip yang menuntut orang yang professional agar dalam melaksanakan profesinya tidak akan
merugikan hak dan kepentingan pihak tertentu, khusunya orang-orang yang dilayani dalam kaitanya
dengan profesi yang dimilikinya.
3. Prinsip Otonomi
Yaitu prinsip yang dituntut oleh kalangan professional terhadap dunia luar agar mereka diberikan
kebebasan sepenuhnya dalam menjalankan preofesinya. Sebenarnya
4. Integritas Moral
Yaitu prinsip yang berdasarkan pada hakekat dan ciri-ciri profesi di atas, terlihat jelas bahwa orang
yang profesional adalah juga orang yang mempunyai integritas pribadi atau moral yang tinggi.
Oleh karena itu mereka mempunyai komitmen pribadi untuk menjaga keluhuran profesinya, nama
baiknya, dan juga kepentingan orang lain maupun masyarakat luas.
Prinsip Etika Bisnis Menurut Weiss (2006)
Mengemukakan empat prinsip etika yaitu :
1. Martabat/hak (right)
2. Kewajiban (duty)
3. Kewajaran (fairness)
4. Keadilan (justice)

C. Pengertian Profesi
Profesi sendiri berasal dari bahasa latin”proffesio” yang memepunyai dua pengetian yaitu
janji/ikrar dan pekerjaan. Bila diartikan yang lebih luas menjadi kegiatan “apa saja”dan “siapa
saja”untuk memperolah nafkah yang dilakukan dengan sesuatu keahlian tertentu. Sedangkan
dalam arti sempit yaitu kegiatan dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut
pelaksanaan norma-norma social dengan baik.
Pengertian profesi dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkah
hidup dengan mengandalakan keahlian dan keterampilan yang tinggi dan dengan melibatkan
komitmen pribadi (moral) yang mendalam.Dengan demikian profosional adalah orang yang
melakukan suatu pekerjaan itu dengan mengandalkan keahlian dan ketrampilan yang tinggi serta
mempunyai komitmen pribadi yang mendalam atas pekerjaan itu.Di bawah ini beberapa definisi
profesi :
1. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Profesi : bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejujuran, dll)
tertentu.
Professional : bersangkutan dengan profesi, memerlukan kepandaian khusus, mengahruskan
adanya pembayaran untuk melakukannya,
Profesionalisme : ciri suatu profesi atau orang profesioanal
2. Hidayat Nur Wahid
Dalam economic, business, Accounting Review, edisi II/April 2006 “profesi adalahsebuah pilihan
yang sadar dilakukan seseorang, sebuah pekerjaan yang khusus dipilih, dilakukan dengan
konsisten, kontinu ditekuni, sehingga orang dapat menyebut profesi dibidang tersebut”. Sedangkan
profesionalisme “yang memayungi profesi tersebut, semangat, paradigma, spirit, tingkah laku
ideology, pemikiran, gairah untuk terus menerus dewasa, secara intelek meningkatkan kualitas
profesi mereka” .
3. Kanter (2001)
Profesi adalah pekerjaan dari kelompok terbatas orang-orang yang memiliki keahlian khusus yang
diperoleh melalui training atau pengalaman lain, atau diperoleh melalui keduanya sehingga
penyandang profesi dapat membimbing atau memberi nasehat/saran atau melayani orang lain
dalam bidangnya sendiri.
D. PENGERTIAN ETIKA PROFESI
Etika profesi adalah sikap etis sebagai bagian integral dari sikap hidup dalam menjalankan
kehidupan sebagai pengemban profesi.
Etika profesi adalah cabang filsafat yang mempelajari penerapan prinsip-prinsip moral
dasar atau norma-norma etis umum pada bidang-bidang khusus (profesi) kehidupan manusia.Etika
Profesi adalah konsep etika yang ditetapkan atau disepakati pada tatanan profesi atau lingkup kerja
tertentu, contoh : pers dan jurnalistik, engineering (rekayasa), science, medis/dokter, dan
sebagainya.
Etika profesi adalah sebagai sikap hidup untuk memenuhi kebutuhan pelayanan profesional
dari klien dengan keterlibatan dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka kewajiban masyarakat
sebagai keseluruhan terhadap para anggota masyarakat yang membutuhkannya dengan disertai
refleksi yang seksama, (Anang Usman, SH., MSi.)
Prinsip dasar di dalam etika profesi :
1. Tanggung jawab
- Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
- Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain ataumasyarakat pada umumnya.
2. Keadilan.
3. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
4. Prinsip Kompetensi,melaksanakan pekerjaan sesuai jasa profesionalnya, kompetensi dan
ketekunan
5. Prinsip Prilaku Profesional, berprilaku konsisten dengan reputasi profesi
6. Prinsip Kerahasiaan, menghormati kerahasiaan informasi

E. Karekteristik Profesi Bisnis


Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan ketrampilan ini dimiliki pendidikan,
pelatihan, dan pengalaman yang bertahun-tahun.
2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi
mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
3. Mengabdi pada kepentingan massyarakat yang artinya setiap pelaksana profesi harus meletakan
kepentingan pribasdi dibawah kepentingan masyarakat.
4. Ada ijin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan
kepetingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanaan,
kelangsungan hidup dan sebagaianya, untuk menjalankan suatu profesi harus terluebih dahulu ada
izin khusus.
5. Kaum professional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.

F. Pengertian Pelaku Bisnis


Pengertian pelaku usaha menurut Undang-Undang Perlindungan Konsumen yang
terdapat dalam pasal 1 angka 3 yaitu : “Setiap orang perseorang atau badan usaha, baik berbadan
hukum maupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan ataumelakukan kegiatan
dalam wilayah hukum Negra Republik Indonesia, sendiri maupunbersama-sama melalui perjanjian
menyelengarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidangekonomi.”
Para pelaku bisnis diharapkan dapat mengaplikasikan etika bisnis dalam menjalankan
usahanya. Dengan adanya etika bisnis yang baik dari suatu usaha maka akan memberikan suatu
nilai positif untuk perusahaannya. Hal ini sangatlah penting demi meningkatkan ataupun
melindungi reputasi perusahaan tersebut sehingga bisnis yang dijalankan dapat berjalan dengan
baik, bahkan dapat meningkatkan cangkupan bisnis yang terkait.

Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah :
1. Pengendalian Diri.
Pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing
untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun.
2. Pengembangan Tanggung Jawab Sosial.
Pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab
masyarakat sekitarnya. Tanggung jawab sosial bisa dalam bentuk kepedulian terhadap
masyarakat, terutama dalam hal pendidikan, kesehatan, pemberian pelatihan keterampilan, dan
lain sebagainya.
3. Mempertahankan Jati Diri dan Tidak Mudah Terombang-ambing oleh Pesatnya Perkembangan
TI.Bukan berarti etika bisnis anti pekembangan informasi dan terknologi, tetapi informasi dan
teknologi itu harus dimanfaatkan untuk kepentingan kepedulian bagi golongan yang lemah dan
tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi.
4. Menciptakan Persaingan yang Sehat.
Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan
tersebut tidak mematikan yang lemah, dan sebaliknya harus terdapat jalinan yang erat antara
pelaku bisnis besar dan golongan menengah kebawah, sehingga dengan perkembangannya
perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya.
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang, tetapi perlu
memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa mendatang.
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi).
Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini, kita yakin tidak akan terjadi lagi
apa yang dinamakan dengan korupsi, manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia
bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara.
7. Menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya
9. Konsekuen dan Konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama.

G. Lingkungan Bisnis yang Mempengaruhi Perilaku Etika


Memaksimalkan keuntungan merupakan satu-satunya tujuan bagi sebuah perusahaan.
Akan tetapi.karena yang diincar adalah keuntungan, mudah sekali terjadi penyimpangan terhadap
norma-norma moral. Mudah sekali orang tergoda untuk menempuh jalan pintas dalam
meningkatkan keuntungan. Namun semakin disadari bahwa godaan itu membawa risiko besar
yang akan menjadi bom waktu yang akan menghancurkan perusahaan pada jangka panjang. Dalam
hal ini peran manajer sangat penting dalam mengambil keputusan-keputusan bisnis secara etis.
Terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap perilaku etika dalam bisnis yaitu :
1. Lingkungan Bisnis
Seringkali para eksekutif perusahaan dihadapkan pada suatu dilema yang menekannya,
seperti misalnya harus mengejar kuota penjualan, menekan biaya, peningkatan efisiensi dan
bersaing, Dipihak lain eksekutif perusahaan juga harus bertanggung jawab terhadap masyarakat
agar kualitas barang terjaga, harga barang terjangkau. Disini nampak terdapat dua hal yang
bertentangan harus dijalankan.Misalnya, menekan biaya dan efisiensi tetapi harus tetap
meningkatkan kualitas produk.Oleh karena itu eksekutif perusahaan harus pandai mengambil
keputusan etis yang tidak merugikan perusahaan.
2. Organisasi
Secara umum, anggota organisasi itu sendiri saling mempengaruhi satu dengan yang
lainnya. Dilain pihak organisasi terhadap individu harus tetap berprilaku etis, misalnya masalah
pengupahan, jam kerja maksimum.
3. Individu
Seseorang yang memiliki filosofi moral, dalam bekerja dan berinteraksi dengan sesama
akan berprilaku etis. Prinsip-prinsip yang diterima secara umum dapat dipelajari dari interaksi
dengan teman, famili, dan kenalan.Dalam bekerja, individu harus memiliki tanggung jawab moral
terhadap hasil pekerjaannya yang menjaga kehormatan profesinya.Bahkan beberapa profesi
memiliki kode etik tertentu dalam pekerjaannya.

H. Manfaat Etika Profesi


Etika profesi pada awalnya terbentuk guna kepentingan kelompok profesi itu sendiri karena
bermula dari pemasalahan-permasalahan yang imbul, dalam perkembangannya sesuai dengan
situasi dan kondisi ilmu pengetahuan filsafat yang terkait dengan etika maka berkembang
menjadi lebih maju sesuai dengan hasil penelitian empiris yang didukung oleh norma yang ada
diperoleh suatu hipotesa dan sampailah pada hasil akhir profesi guna kepentingan masyarakat
dengan konsekuensi logis etika profesi merefleksikan kinerjanya secara etis atas kebutuhan
masyarakat.
Etika profesi merupakan bagian dari kebutuhan profesi dalam system pergulatan profesi
baik diantara profesi itu sendiri maupun terhadap masyarakat. Perkembangan masyarakat yang
makin majemuk , mengglobal, berkembang maju baik bidang ekonomi, teknologi, serta bidang
yang lain. Komunikasi antar daerah maupun negara makin cepat membuktikan mobilitas
masyarakat makin meninggi dan tidak terkendali.Seiring dengan hal tersebut maka peran profesi
makin dibutuhkan baik dari segi kualitas maupun kuantitas.Kualitas dari profesi harus makin
meningkat guna mengimbangi kemajuan jaman serta kuantitas dari bertambahnya jenis kebutuhan
penanganan oleh profesi akibat kemajuan dari berbagai bidang merupakan tantangan profesi yang
harus didukung perangkat etika profesi yang memadai sebagai suatu tanggung jawab
profesi.Tanggung jawab etika profesi tidak dapat lepas dari manfaat etika profesi.

Adapun manfaat etika profesi dalam perkembangan terdiri dari:


a. Manfaat terhadap diri sendiri. Penyandang profesi memiliki kesempatan luas untuk mengabdikan
diri demi kepentingan publik.
b. Manfaat terhadap masyarakat. Masyarakat dapat memperoleh pelayanan sesuai dengan
kebutuhannya mengingat profesi memiliki keahlian khusus yang tidak dimiliki pihak lain.
c. Manfaat terhadap negara. Penyandang profesi dapat berperan serta memajukan negara dengan
keahlian bidang tertentu yang dimilikinya. Segala bidang dalam aktifitas negara saling terkait,
apabila segala bidang kehidupan dapat berjalan dengan maksimal maka mekanisme pembangunan
dalam segala bidang menjadi maju yang berdampak pada kemajuan negara.
d. Manfaat terhadap hukum. Negara kita adalah negara hukum dan hukum sebagai panglima yang
tertinggi. Profesi pada bidangnya masing-masing tetap hukum menjadi panutan bagi profesi sesuai
pandangan segala segi kehidupan harus berpatokan pada hukum yang berlaku. Profesi hukum
merupakan profesi yang terdepan dalam berupaya menegakkan hukum berfungsi sebagai panutan
bagi profesi selain hukum dan masyarakat.
Setiap orang memiliki kebebasan baik secara natural maupun secara yuridis untuk
menentukan sikap dalam kehidupan sehari-hari termasuk memilih pekerjaan/profesi yang akan
digeluti. Kebebasan tersebut menimbulkan konsekuensi logis terhadap dampak positif maupun
negatif yang harus diterima dengan analogi segala langkah kehidupan tidak dapat lepas dari efek
positif dan efek negatif.Tanggung jawab tidaklah dapat lepas dari akibat kebebasan memilih yang
harus diterima dengan lapang dada.
Kebebasan tidaklah dapat dilaksanakan dengan sebebas-bebasnya mengingat kebebasan
dapat menyentuh hak hukum atau kebebasan orang lain. Kebebasan harus diartikan sebagai
kebebasan hukum yakni kebebasan sesuai ketentuan hukum yang berupaya mengcover moral ,
hukum kebiasaan, dan adat istiadat yang berlaku dimasyarakat.

I. Tanggung Jawab Moral dan Sosial Bisnis


Tanggung jawab perusahaan adalah tindakan dan kebijakan perusahaan dalam berinteraksi
yang didasarkan pada etika. Secara umum etika dipahami sebagai aturan tentang prinsip dan nilai
moral yang mengarahkan perilaku sesorang atau kelompok masyarakat mengenai baik atau buruk
dalam pengambilan keputusan. Menurut Jones, etika berkaitan dengan nilai-nilai internal yang
merupakan bagian dari budaya perusahaan dan membentuk keputusan yang berhubungan dengan
tanggung jawab sosial.
Terdapat 3 pendekatan dalam pembentukan tanggung jawab sosial:
a. Pendekatan moral yaitu tindakan yang didasarkan pada prinsip kesatuan.
b. Pendekatan kepentingan bersama yaitu bahwa kebijakan moral harus didasarkan pada standar
kebersamaan, kewajaran dan kebebasan yang bertanggung jawab
c. Kebijakan bermanfaat adalah tanggug jawab sosial yang didasarkan pada nilai apa yang dilakukan
perusahaan menghasilkan manfaat besar bagi pihak berkepentingan secara adil.
Sukses tidaknya program tanggung jawab perusahaan sangat bergantung pada kesepakatan
pihak-pihak berkepentingan. Pihak-pihak yang berkepentingan yang terllibat dalam proses
produksi tindakannya disatu sisi dapat mendukung kinerja perusahaan tapi disisi lain dapat
menjadi penggangu karena setiap pihak mempunyai kriteria tanggung jawab yang berbeda yang
disebabkan kepentingan yang berbeda pula. Mengelola reaksi terhadap tuntutan sosial.
Dalam kaitan ini, para ilmuan administrasi, manajemen dan organisasi telah
mengembangkan sebuah model respon yang dapat dipilih perusahaan ketika mereka menghadapi
sebuah masalah sosial. Model – model tersebut adalah : obstruktif, defensive,akomodatif, dan
proaktif.
a. Model obstruktif adalah respon terhadap tuntutan masyarakat dimana organisasi menolak
tanggung jawab, menolak kebebasan dari bukti – bukti pelanggaran, dan munculkan upaya untuk
merintanggi penyelidikan.
2. Model defensif adalah bentuk respon teerhadap tuntutan masyarakat dimana perusahaan mengakui
kesalahan yang berkaitan dengan ketelanjuran atau kelalaian tetapi tidak bertindak obstrutif.
3. Model akomodatif adalah bentuk respon terhadap masyarakat dimana perusahaan melaksanakan
atau memberi tanggung jawab sosial atau tindakannya selaras dengan kepentingan publik
4. Model proaktif adalah respon terhadap permintaan sosial diamana organisasi berbeda, melalui
upaya mempelajari tanggung jawabnya kepada masyarakat dan melakukan tindakan yang
diperlukan tanpa tekana dari mereka.
Sedangkan respondefensif perusahaan cenderung pada aturan yang berlaku, sedangkan
respon proaktif menggunakan konsep diskresioner sebagai bahan pertimbangan untuk dapat
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Budaya, sosial, tanggung jawab dan citra. Budaya
organisasi adalah seperangkat asumsi yamg dibangun dan dianut bersama sebagai moral organisasi
beradaptasi dengan proses integrasi internal. Budaya organisasi merupakan bauran dari elemen-
elemen filosofi, nilai-nilai, norma, keyakian ,ide dan mitos yang terintgrasi untuk menentukan cara
kerja dan perilaku organisasional.
Tanggung jawab sosial dapat dilakukan rutin dan nonruti.Kegiatan rutin berbentuk
partisipasi pada kegiatan masyarakat secara khusus terprogram dan dilaksanakan terus menerus,
sedangka kegiatan nonrutin dilaksanakan pada kondisi terentu yang memungkinkan perusahaan
mempunyai kemampuan dan kapasitas untuk berpartisipasi.
Macam-Macam Tanggung Jawab Sosial Perusahaann
Menurut zimmerer ada beberapa pertanggungjwaban perusahaan, yaitu:
a. Tanggung jawab terhadap lingkungan. Perusahaan harus ramah lingkungan, artinya perusahaan
harus memperhatikan, melestarikan, dan menjaga lingkungan, misalnya tidak membuang limbah
mencemari lingkungan.
b. Tanggung jawab terhadap karyawan .terhadap karyawan dapat dilakukan denga cara:
c. Menghormati dan mendengarkan pendapat karyawan
d. Memintainput kepada karyawan
e. Memberi kepercayaan kepada karyawan
f. Memberi imbalan kepada karyawan yang bekerja dengan baik
g. Selalu menekankan kepercayaan kepada karyawan
h. Tanggung jawab terhadap pelanggan.
Tanggung jawab terhadap pelanggan ada dua kategori:
- Menyediakan barang dan jasa yang berkualitas
- Memberikan harga barang dan jasa yang adil dan wajar
i. Tanggung Jawab terhadap investor, Tanggung Jawab terhadap investor adalah menyediakan
pengembalian investasi yang menarik, seperti memaksimumkan laba.
j. Tanggung jawab terhadap Masyarakat . Perusahaan harus ber Tanggungjawab terhadap
Masyarakat sekitarnya, misalnya menyediakan pekerjaan dan menciptakan kesehatan serta
kontribusi terhadap mayararakat sekitarnya