Anda di halaman 1dari 20

“KASUS KEP”

MATA KULIAH
PENATALAKSANAAN GIZI BURUK

Dosen pembimbing mata kuliah:


Retno Ayu Hapsari, S.Gz, Mnutr&Diet

Disusun oleh:
Kelompok 3
1. Dita Farhah Nabilah
2. M. Ibnu Shina Al-Adha
3. Maya Sari Nadia
4. Sovia Lisdayanti Putri

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN PALANGKA RAYA
D III GIZI
2019
“KASUS”

Diketahui seorang pasien bayi bernama An. SM berjenis kelamin laki-laki saat ini
berusia 10 bulan. An. SM dirujuk ke RS atas permintaan orang tua pasien karena badan
An. SM gatal-gatal yang tidak berkurang dan pasien semakin kurus. Oleh dokter An.
SM didiagnosa KEP. Panjang badan An. SM adalah 65 cm dan berat badannya saat ini
adalah 5,3 kg. Riwayat nutrisi An. SM sebagai berikut :
 Sejak lahir pasien mendapat ASI, karena merasa produksi ASInya kurang
ibu pasien memberikan susu formula tambahan yaitu Bebelac 1
 Pada usia 5 bulan mulai diberikan bubur Nestle bergizi dengan takaran 4sdt+air
secukupnya dengan frekuensi pemberian 2x/hari. Mulai usia 5 bulan pemberian
susu formula tambahan dihentikan karena pasien saat itu sudah menderita
gatal- gatal, yang oleh orang tua pasien diduga disebabkan oleh alergi terhadap
susu formula (pasien menderita gatal-gatal sejak usia 3 atau 4 bulan)
 Nasi tim saring atau tim bayi mulai diperkenalkan pada saat pasien berumur 7
bulan. Pada saat pasien diberi nasi tim kurang lebih 2-3 sdm, bubur nestle hanya
diberikan 1x/hari
 Pola makan seperti ini berlangsung sampai pasien MRS pada usia 10 bulan.
Data fisik klinis An. SM sebagai berikut :
 KU : aktifitas dan tangisan cukup
 Tidak ada tanda anemia dan mata cekung
 Rambut terlihat kusam serta didapati adanya ruam
 Adanya edema di extremitas serta suhu tubuh 37oC

Data laboratorium An. SM :


Pemeriksaan Satuan Hasil Nilai normal
Darah lengkap
Hb g/dl 9,2 11,0-16,5
Leukosit ul 10800 3500-10000
LED mm/jam 50 <20
Trombosit ul 196000 150000-300000
MCV u m3 82 80-90
MCH pg 27,3 26,5-33,5
MCHC g/dl 33,3 31,5-35
Serologi
CRP mg/l (+)24 <5
Kimia darah
Protein total g/dl 5,5 6,7-8,7
Albumin g/dl 2,9 3,5-5,5
globulin g/dl 2,6 2,5-3,5
RECALL 24 JAM :
28 April 2019

Energi Protein Lemak Karbohidrat


Menu Bahan Makanan Berat URT (kkal) (gram) (gram) (gram)
Nestle Bubur Nestle 20 4 sdt 80 3 2 14

Nasi Tim Beras 45 3 sdm 54 1,08 0,18 11,7

Total 134 4,08 2,18 25,7


Sumber : [Panganku.org, Fatsecret]
FORM SKRINING GIZI PASIEN ANAK

NAMA/NO. RM : An. SM
TANGGAL LAHIR :-
TANGGAL SKRINING : 28 April 2019
RUANG PERAWATAN :-

NO PARAMETER SKOR
()Ya 1
1 Apakah pasien tampak kurus?
( ) Tidak 0
Apakah terdapat penurunan BB selama 1 bulan
terakhir?
( )Ya 1
-Berdasarkan penilaian obyektif data BB bila ada atau
2
penilaian subyektif orang tua pasien
() Tidak 0
-Untuk bayi < 1 th berat badan tidak naik selama 3
bulan terakhir
Apakah terdapat SALAH SATU dari kondisi tersebut?
()Ya 1
-Diare ≥ 5 kali/hari dan/atau muntah > 3 kali/hari
3
dalam seminggu terakhir
( ) Tidak 0
-Asupan makanan berkurang selama 1 minggu terakhir
()Ya 2
Apakah terdapat penyakit atau keadaan yang
4
mengakibatkan pasien beresiko mengalami malnutrisi?
( ) Tidak 0

Total Skor 4

KESIMPULAN :
Total score < 2: dilakukan asuhan gizi diet umum (standar makanan umum RS)
Total score ≥ 2: dilakukan asuhan gizi diet khusus (standar makanan khusus RS)
Berdasarkan hasil skrining yang dilakukan menggunakan Strong Kids diketahui bahwa
klien bernama An.SM total skor skrining adalah 4, maka perlu dilakukan asuhan gizi diet
khusus.
PENYELESAIAN KASUS BERDASAKAN LANGKAH-
LANGKAH NCP /PAGT

ASSESMENT GIZI
1. ANTROPOMETRI
AD.1.1 Komposisi/Pertumbuhan tubuh/riwayat berat badan
AD. 1.1.1 Tinggi Badan
 Tinggi badan klien yaitu 65 cm

AD 1.1.2 Berat Badan


 Berat badan klien yaitu 5,3 kg

AD 1.1.5 IMT
 BBI (Berat badan ideal) klien menurut
Umur : 9,5 kg

 Status Gizi Menurut Z-Score


BB/U (Standar WHO Indonesia) :-3,9 (BB Sangat Kurang/severe
underweight)
PB/U (Standar WHO Indonesia) :-3,60 (Sangat Pendek)
BB/PB (Standar WHO Indonesia) : -3,33 (Sangat Kurus)
 Kesimpulan : An SM masuk dalam kategori Sangat Kurus (Gizi Buruk)

Identifikasi : Dari data tersebut diketahui bahwa klien masuk dalam kategori status
gizi buruk dari BBA klien 5,3 kg dan untuk BBI 9,5 kg. Selain itu dilihat dari Z-
Score BB/PB -3,33 (Sangat Kurus/Gizi Buruk
2. BIOKIMIA
Pemeriksaan Satuan Hasil Nilai normal Kategori
Darah lengkap
Hb g/dl 9,2 11,0-16,5 Rendah
Leukosit ul 10800 3500-10000 Tinggi
LED mm/jam 50 <20 Tinggi
Trombosit ul 196000 150000-300000 Normal
MCV u m3 82 80-90
MCH pg Normal
27,3 26,5-33,5
MCHC g/dl Normal
33,3 31,5-35
Normal
Serologi
CRP mg/l (+)24 <5 Tinggi
Kimia darah
Protein total g/dl 5,5 6,7-8,7 Rendah
Albumin g/dl 2,9 3,5-5,5 Rendah
Globulin g/dl 2,6 2,5-3,5 Normal

BD. 1.10 Profil Status Anemia


 Hemoglobin (Hb) 9,2 g/dl (Rendah)

Identifikasi : Dari data tersebut diketahui bahwa hasil pemeriksaan laboraturium


Hemoglobin (Hb) rendah yaitu 9,2 g/dl, sedangkan nilai normal Hemoglobin untuk
anak 11,0-16,5 g/dl.

BD. 1.10.4 Red Blood Cell folate


 LED (Laju Endapan Darah) 50 mm/jam (Tinggi)

Identifikasi : Dari data tersebut diketahui bahwa hasil pemeriksaan laboraturium


LED (Laju Endapan Darah) tinggi yaitu 50 mm/jam, sedangkan nilai normal LED
untuk anak <20 mm/jam.

BD 1.11 Profil protein


 Protein total : 5,5 g/dl (Rendah)
 Albumin : 2,9 mg/dl (Rendah)
 CRP (C-reactive protein) : (+)24 (Tinggi)

Identifikasi : Dari data tersebut diketahui bahwa hasil pemeriksaan laboraturium


Profil Protein, untuk Protein total rendah yaitu 5,5 g/dl, sedangkan nilai normal
Protein total untuk anak 6,7-8,7 g/dl. Albumin rendah yaitu 2,5 mg/dl, sedangkan nilai
normal Albumin untuk anak 3,5-5,5 mg/dl. CRP (C-reactive protein) tinggi yaitu 24
mg/l, sedangkan nilai normal CRP untuk anak 5 mg/l.

BD.1.14 Pemeriksaan Darah


 Leukosit : 10800 u/l (Tinggi)

Identifikasi : Dari data tersebut diketahui bahwa hasil pemeriksaan laboraturium


Leukosit tinggi yaitu 10800 ul, sedangkan nilai normal Leukosit untuk anak 3500-
10000 ul.

3. FISIK KLINIS
PD 1.1 Pemeriksaan fisik klinis terkait gizi
PD 1.1.1 Penampilan keseluruhan
 Secara fisik kondisi pasien :
- KU : aktifitas dan tangisan cukup
- Tidak ada tanda anemia dan mata cekung
- Rambut terlihat kusam serta didapati adanya ruam
- Adanya edema di extremitas (kedua punggung kaki)

PD 1.1.9 Tanda-tanda vital


 Suhu : 37oC (Normal 36,5 – 37,5oC)

Identifikasi : Dari data tersebut diketahui bahwa An.SM masuk tanda dan gejala
klinis anak gizi buruk dengan edema (Kwashiorkor) karena secara fisik rambut terlihat
kusam serta didapati adanya ruam dan adanya edema di extermitas.

4. DIETARY HISTORY (RIWAYAT GIZI)


FH 1.1.1 Asupan Energi
FH 1.1.1.1 Asupan Energi Total
 Asupan energi total klien recall I yaitu 134 kalori (23% dari total kebutuhan
energi 583 kalori)
Identifikasi : diketahui bahwa asupan total energi klien 134 kalori, masuk kedalam
kategori defisit tingkat berat dengan presentase 23% dari total kebutuhan energi 583
kalori)

FH 1.2.1 Asupan Cairan/Minuman


FH 1.2.1.1 Jumlah Cairan Melalui Oral
-
FH 1.2.2.2 Jumlah Makanan
 Saat dilakukan recall 28 April 2019 jumlah asupannya yaitu :
Makanan Pokok :
1. Nasi Tim 45 gr
2. Bubur Nestle 20 gr

FH 1.2.2.2 Jenis Makanan


 Makanan yang dikonsumsi pasien dalam bentuk nasi tim dan bubur

FH 1.2.2.3 Pola Makan/Snack


 Pada usia pasien 5 bulan frekuensi pemberian 2x/hari
 Pada usia pasien 7 bulan frekuensi pemberian 1x/hari

FH 1.2.2.5 Variasi Makanan


 Saat dilakukan recall makanan yang dikonsumsi pasien kurang bervariasi

Identifikasi : Dari data tersebut asupan makanan pasien saat dilakukan recall I kurang
bervariasi karena asupan makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati dan sayuran serta
buah-buahan sangat kurang dari kebutuhan gizinya. Seharusnya asupan makanan yang
di konsumsi pasien harus bervariasi dan memperbanyak mengonsumsi makanan
pokok, lauk nabati, lauk hewani, sayuran serta buah-buahan.

FH 1.5.1 Asupan Lemak dan Kolestrol


FH 1.5.1.1 Lemak Total
 Asupan lemak total klien saat dilakukan recall I yaitu 2,18 gram (5,3% dari total
lemak kebutuhan)
FH 1.5.2 Asupan Protein
FH 1.5.2.1 Protein Total
 Asupan protein total klien saat dilakukan recall I 4,08 gram (51% dari protein
total kebutuhan)

FH 1.5.3 Asupan Karbohidrat


FH 1.5.3.1 Karbohidrat Total
 Asupan karbohidrat total klien saat dilakukan recall I yaitu 25,7 gram (16,5% dari
karbohidrat total kebutuhan)

Identifikasi : Dari data tersebut diketahui bahwa asupan zat gizi makro yaitu :
a. Asupan lemak total klien masuk kedalam kategori defisit tingkat
berat dengan kebutuhan dengan presentase 5,3% lemak total
kebutuhan yaitu 40,63 gram dengan asupan lemak total yaitu 2,18
gram
b. Asupan protein total klien yaitu 4,08 gram masuk kedalam kategori
defisit tingkat berat dengan presentase 51% dari protein total
kebutuhan yaitu 7,95 gram
c. Asupan karbohidrat total klien yaitu 25,7 gram masuk kedalam
kategori defisit tingkat berat dengan presentase 16,5% dari
karbohidrat total kebutuhan yaitu 155,57 gram.

FH 4.1 Pengetahuan/Keterampilan Terkait Makanan dan Zat Gizi


FH 4.1.1 Area dan Tingkat Pengetahuan
 Orang tua pasien belum pernah mendapatkan edukasi tentang gizi.

Identifikasi : Kurangnya pengetahuan orang tua pasien terhadap gizi ataupun


pengetahuan tentang gizi untuk makanan yang di konsumsi sehari-hari.

5. RIWAYAT PERSONAL
CH 1.1 Data Personal
CH 1.1.1 Umur
 Pasein ber umur 10 bulan

CH 1.1.2 Jenis Kelamin


 Pasien berjenis kelamin laki-laki

CH 2.1 Riwayat Medis/Kesehatan Terkait Gizi Dari Pasien


CH 2.1.1 Keluhan pasien/klien terkait gizi
 Gatal-gatal yang tidak berkurang

Identifikasi : Pasien berusia 10 bulan, berjenis kelamin laki-laki, orang tua pasien
mengeluh pasien mengalami gatal-gatal yang tidak berkurang
DIAGNOSIS GIZI
I. Domain Intake
1. NI 2.1 Asupan Oral Tidak Adekuat
Berkaitan dengan : Kurangnya pengetahuan orangtua klien tentang
gizi terutama asupan makanan dan minuman yang
tepat untuk klien serta kurangnya pengetahuan
terhadap makanan dan zat gizi.
Dibuktikan dengan : Hasil recall I pada zat gizi makro yaitu :
a. Energi 134 kalori (23% dari kebutuhan
masuk kedalam kategori defisit berat)
b. Protein 4,08 gram (51% dari kebutuhan
masuk kedalam kategori defisit berat)
c. Lemak 2,18 gram (5,3% dari kebutuhan
masuk kedalam kategori defisit berat)
d. Karbohidrat 25,7 gram (16,5% dari
kebutuhan masuk kedalam kategori defisit
berat)

II. Domain Klinis


1. NC 2.2 Perubahan nilai laboratorium terkait gizi (spesifik)
Berkaitan dengan : Perubahan nilai laboratorium terkait dengan zat
gizi khusus disebabkan gangguan penurunan
metabolisme zat gizi yang ditandai dengan
diagnosa KEP.
Dibuktikan dengan : Kadar Hb 9,2 g/dl (↓) , leukosit 10800 ul (↑),
LED 50 mm/jam (↑), CRP (+)24 mg/l (↑),
Albumin 2,9 g/dl (↓), protein total 5,5 g/dl (↓)

2. NC 3.2 Berat Badan Kurang (Underweight)


Berkaitan dengan : kurangnya asupan makanan yang dikonsumsi
oleh klien kurang dari kebutuhan yang
seharusnya.
Dibuktikan dengan : Nilai Z-Score menurut BB/U -3,9 (BB sangat
kurang) dan menurut BB/PB -3,33 (sangat
kurus).

III. Domain Perilaku


1. NB 1.1 Kurang Pengetahuan Terkait Makanan dan Zat Gizi
Berkaitan dengan : Kurangnya pengetahuan orangtua klien tentang
gizi dan makanan yang baik serta belum pernah
mendapatkan edukasi terkait masalah gizi
Dibuktikan dengan : Dari hasil recall asupan zat gizi makro klien
mengalami defisit berat dan klien di Diagnosa
KEP.
INTERVENSI GIZI
1. TUJUAN DIET
1. Untuk memberikan makanan tinggi energi dan tinggi protein secara bertahap
sesuai dengan keadaan pasien untuk mencapai keadaan gizi optimal
2. Membantu menaikkan berat badan pasien
3. Memberikan makanan dengan porsi kecil dan sering.
4. Menstabilkan status metabolik tubuh
2. JENIS DIET
Tinggi Energi Tinggi Protein
3. PERHITUNGAN ZAT GIZI DAN CAIRAN
Diketahui :
1. BB : 5,3 kg
2. PB : 65 cm
3. Usia : 10 bulan

1. BBI = 3 - 12 bulan
(𝑈𝑠𝑖𝑎+9)
= 2
10+9
= 2
19
= 2

= 9,5 kg

2. Status Gizi Menurut Z-Score


nilai real – nilai median
- BB/U =
nilai median—1 SD
5,3 −9,2
=
9,2 − 8,2
−3,9
= = -3,9 (BB Sangat Kurang/severe underweight)
1

nilai real – nilai median


- PB/U =
nilai median—1 SD
65 −73,3
=
73,3 − 71,0
−8,3
= = -3,60 (Sangat Pendek)
2,2

nilai real – nilai median


- BB/PB = nilai median−(−1 SD)
5,3 −7,3
=
7,3 – 6,7
−2
= = -3,33 (Sangat Kurus)
0,6
 Kesimpulan : An SM masuk dalam kategori sangat kurus (gizi buruk)

3. Kebutuhan Energi dan Zat Gizi Makro


a. Energi = 110 – 120 kkal/kg BB
= 110 x 5,3 kg
= 583 kkal
b. Protein = 1 – 1,5 g/BB
= 1,5 x 5,3
= 7,95 gram
% 1 gram = 4 kalori
= 14,25 x 4
= 57 kalori
57
= x 100% = 5,45%
1045
c. Lemak = 30-45% dari total energi
35% x 1045
= = 40,63 gram
9
d. Karbohidrat = 100% - 35% - 5,45% = 59,55%
55,95% x 1045
= = 155,57 gram
4

4. Kecukupan Zat Gizi Makro


a. Energi = ±10
10
= x 583 kkal
100

= 58,3 kkal
= 524,7 kkal – 651,3 kkal

b. Protein = ±10
10
= x 7,95 kkal
100

= 0,79 kkal
= 7,16 kkal – 8,74 gram
c. Lemak = ±10
10
= x 40,63 kkal
100

= 4,06 kkal
= 36,5 kkal – 44,6 kkal

d. Karbohidrat = ±10
10
= x 155,57 kkal
100

= 15,5 kkal
= 140,07 kkal – 171,07 kkal

5. Kebutuhan Cairan
Kebutuhan cairan pasien gizi buruk dengan edema pada fase stabilisasi ialah
100 ml/kg BB
Cairan = 100 ml/kg BB
= 100 x 5,3
= 530 ml

4. PRINSIP DIET & SYARAT DIET


a) Fase stabilisasi diberi makanan khusus berupa F75 dengan ketentuan sebagai
berikut:
1. Energi sesuai kebutuhan 110-120 kkal/Kg BB/hari.
2. Protein tinggi yaitu 1-1,5 gram/Kg BB/hari.
3. Lemak 30-45% dari kebutuhan energi yang digunakan.
4. Karbohidrat cukup yaitu hasil dari selisih jumlah presentase kebutuhan energi
dengan jumlah protein dan lemak.
5. Cairan 100 ml/Kg BB/hari.
b) Pasien masuk kondisi V karena pasien tidak mengalami 3 tanda gejala agb dan
makanan diberikan sesuai rencana V, yaitu:
1. Diberikan larutan gula pasir 10% (1 sdt gula dalam 50 ml air).
2. 2 jam pertama :
- F-75 setiap 30 menit selama 2 jam sesuai BB (Tabel F-75 dengan/tanpa edema
- Catat nadi, frekuensi nafas, kesadaran dan asupan F-75 setiap 30 menit.
3. 10 jam berikutnya :
- Teruskan F-75 setiap 2 jam (tabel F-75 dengan/tanpa edema)
- Berikan ASI antara pemberian F-75
- Anak dapat menghabiskan sebagaian besar F-75, ubah menjadi setiap 3 jam
- Anak dapat menghabiskan F-75, ubah menjadi setiap 4 jam

5. SYARAT DIET
1. Energi 110-120 kkal/kgBB/h. BB yang di gunakan untuk perhitungan adalah BB
aktual hari itu.
2. Protein 1-1,5 gram/kgBB/hari, 4-7,5% total energi per hari. Diutamakan protein
hewani, misalnya susu, daging ayam, atau telur.
3. Cairan 100 ml/kgBB bila ada edema berat.
4. Rendah laktosa.
5. Mineral mix 20 ml (8 g)/1000 ml formula.

6. BENTUK MAKANAN
- Makanan Cair F-75

7. FREKUENSI
- Porsi kecil tapi sering 12 kali (setiap 2 jam)

8. RUTE
- Oral

9. EDUKASI
1. Tujuan Edukasi/Konseling Gizi :
- Meningkatkan pengetahuan orang tua pasien tentang gizi buruk dengan
menggunakan media leaflet.
- Orang tua pasien mampu memahami dan membuat menu bagi anak gizi
buruk.
2. Sasaran : Orang tua pasien.
3. Waktu dan tempat pelaksanaan : 10-15 menit di rumah sakit.
4. Materi :
a. Menjelaskan tentang gizi buruk kepada orang tua pasien.
b. Menjelaskan tujuan pemberian diet.
c. Memberikan contoh menu anak gizi buruk.
d. Memberi saran memberi makanan penderita gizi buruk dengan porsi kecil dan
sering.

e. Melibatkan ibu dalam pemberian makanan

f. Cara memberi makan yang baik dan higenis

g. Hampir semua anak gizi buruk mempunyai nafsu makan yang rendah saat
masuk rumah sakit, sehingga dibutuhkan kesabaran dan bujukan untuk
menghabiskan makananya.

h. Gunakan cangkir dan sendok, jangan gunakan botol susu, meskipun untuk
bayi.

i. Gunakan pipet tetes atau syringe bagi anak yang sangat lemah.

j. Minta ibu untuk memangku anaknya selama pemberian makanan, karena


posisi itu yang aman.

k. Jangan pernah meninggalkan anak sendirian saat anak makan di tempat tidur.
MONITORING EVALUASI
Parameter Target Pelaksanaan Evaluasi
Antropometri Asupan makan Setiap hari Mencari tahu faktor-
faktor yang
mempengaruhi daya
terima asupan
Memantau BB Setiap hari Adanya peningkatan
BB. Bila tidak naik
maka mengkaji
penyebab.
Biokimia Hb, LED, Protein Setiap 1 minggu Hb, LED, Protein
total, Albumin, total, Albumin, CRP
Globulin, dan (C-reactive protein)
Leukosit dan Leukosit
menjadi normal
Fisik klinis Memantau suhu Setiap hari Suhu tetap normal
(36,5-37,5oC)
Konseling gizi Orang tua pasien Akhir perawatan di Menanyakan ulang
Rumah Sakit apa yang di
sampaikan
Perencanaan menu dalam sehari:

F-75 dengan rincian


Energi : 583 kkal (524,7-651,3)
Protein : 7,95 gram (7,16-8,74)
Lemak : 40,63 gram (36,5-44,6)
Karbohidrat : 155,57 (140,07-171,07)

Bahan Makanan Berat E P L KH


Susu Skim Bubuk 20 72,4 7,1 0,2 10,4
Gula Pasir 70 254,8 - - 65,8
Tepung Beras 25 91 1,7 0,125 20
Minyak Sayur 15 153,3 - 17 -
Larutan Elektrolit 20 - - - -
Air 1000 - - - -
TOTAL 571,5 8,8 17,325 96,2
Pemberian cairan Formula 75 untuk Fase Stabilisasi
Pemberian 2 Jam Pertama 10 Jam Berikutnya
Awal 30 60 90 120 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Waktu 08.00 08.30 09.00 09.30 10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 15.00 16.00 17.00 18.00 19.00 20.00 05.00 06.00 07.00 08.00 09.00
Glukosa
50 - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
10% (Oral)
F-75 11 11 11 11 45 45 45 45 45 45 45 45