Anda di halaman 1dari 21

"without engineers, society would think science is magic!

" - (AWD)
SEARCH
GO



1. Pemadatan Tanah

Jenis-Jenis Tanah Fraksi-fraksi tanah (Jenis tanah berdasarkan ukuran butir)

(1). kerikil (gravel) > 2.00 mm

(2). pasir (sand) 2.00 — 0.06 mm

(3). lanau (silt) 0.06 — 0.002 mm

(4). lempung (clay) < 0.002 mm


Pengelompokan jenis tanah dalam praktek berdasarkan campuran butir

(1). Tanah berbutir kasar adalah tanah yang sebagian besar butir-butir tanahnya berupa pasir dan kerikil.

(2). Tanah berbutir halus adalah tanah yang sebagian besar butir-butir tanahnya berupa lempung dan lanau.

(3). Tanah organik adalah tanah yang cukup banyak mengandung bahan-bahan organik.

Pengelompokan tanah berdasarkan sifat lekatannya

(1). Tanah Kohesif : adalah tanah yang mempunyai sifat lekatan antara butir-butirnya. (tanah lempungan =

mengandung lempung cukup banyak).

(2). Tanah Non Kohesif : adalah tanah yang tidak mempunyai atau sedikit sekali lekatan antara butir-butirnya. (hampir

tidak mengandung lempung misal pasir).

(3). Tanah Organik : adalah tanah yang sifatnya sangat dipengaruhi oleh bahan-bahan organik. (sifat tidak baik).

Pemadatan tanah adalah proses naiknya kerapatan tanah dengan memperkecil jarak antar partikel sehingga terjadi

reduksi volume udara : tidak terjadi perubahan volume air yang cukup berarti pada tanah tersebut.

Tingkat pemadatan diukur dari berat volume kering yang dipadatkan. Bila air ditambahkan pada suatu tanah yang

sedang dipadatkan, air tersebut akan berfungsi sebagai unsur pembasah atau pelumas pada partikel – partikel tanah.

Karena adanya air, partikel – partikel tersebut akan lebih mudah bergerak dan bergeseran satu sama lain dan

membentuk kedudukan yang lebih rapat/padat. Untuk usaha pemadatan yang sama, berat volume kering dari tanah

akan naik bila kadar air dalam tanah (pada saat dipadatkan) meningkat.

Kadar air yang ditingkatkan terus secara bertahap pada usaha pemadatan yang sama, maka berat dari jumlah bahan

padat dalam tanah persatuan volume juga akan meningkat secara bertahap pula.

Adanya penambahan kadar air justru cenderung menurunkan berat volume kering dari tanah. Hal ini disebabkan karena

air tersebut kemudian menempati ruang – ruang pori dalam tanah yang sebetulnya dapat ditempati oleh partikel –

partikel padat dari tanah. Kadar air dimana berat volume kering maksimum tanah dicapai disebut kadar air maksimum.

Selain kadar air, faktor – faktor yang mempengaruhi pemadatan adalah jenis tanah dan usaha pemadatan.

Jenis tanah yang diwakili oleh distribusi ukuran butiran, bentuk butiran tanah, berat spesifik bagian padat tanah. Selain

itu jumlah serta jenis mineral lempung yang ada pada tanah mempunyai pengaruh besar terhadap harga berat volume

kering maksimum dan kadar air optimum dari tanah tersebut. Pada kadar air yang lebih rendah, adanya tegangan terik

kapiler pada pori – pori tanah mencegah kecenderungan partikel tanah untuk bergerak dengan bebas untuk menjadi
lebih padat. Kemudian tegangan kapiler tersebut akan berkurang dengan bertambahnya kadar air sehingga partikel –

partikel menjadi mudah bergerak dan menjadi lebih padat.

Bila usaha pemadatan persatuan volume tanah berubah. Kurva pemadatan juga akan berubah. Tetapi harap dicatat

bahwa tingkat kepadatan suatu tanah tidak langsung sebanding (proporsional) dengan usaha pemadatannya.

TUJUAN PEMADATAN

„Meningkatkan mutu tanah

‡Menaikkan kuat geser tanah

‡Memperbaiki daya dukung tanah

„Memperkecil penurunan

„Memperkecil permeabilitas tanah

„Mengontrol perubahan volume relatif

TEORI DASAR

Pertama kali dikembangkan oleh R.R. Proctor tahun 1920-an dengan 4 variabel :

 „Usaha Pemadatan (Energi Pemadatan)

 „Jenis tanah

 „Kadar air

 „Berat isi kering

 ‡

PERCOBAAN PEMADATAN LABORATORIUM

 „Uji Proctor Standar

 „Uji Proctor Modifikasi

 „Dietert Compaction

 „Harvard Miniatur Compaction


UJI PROCTOR STANDAR

1. Tanah dipadatkan dalam tabung silinder

2. ‡Spesifikasi alat pemadat dan percobaan

 „Palu = 2,5 kg (5,5 lb)

 „Tinggi jatuh= 1 ft

 „Jumlah lapisan = 3 lapis

 „Jumlah tumbukan/lapis = 25

 „Energi Pemadatan = 595 kJ/m3

 „Jenis tanah = lewat saringan no. 4

3. Percobaan dilakukan beberapa kali dengan kadar air yang berbeda-beda

4. Setelah dipadatkan benda uji ditimbang dan diukur kadar air dan berat volumenya

‡Peraturan acuan :

„AASHTO T 99

„ASTM D698

UJI PROCTOR MODIFIKASI

1. Tanah dipadatkan dalam tabung silinder

‡2. Spesifikasi alat pemadat dan percobaan

 „Palu = 4,5 kg (10 lb)

 „Tinggi jatuh= 1,5 ft

 „Jumlah lapisan = 5 lapis

 „Jumlah tumbukan/lapis = 25

 „Energi Pemadatan = 2693 kJ/m3

 „Jenis tanah = lewat saringan no. 4


‡3. Percobaan dilakukan beberapa kali dengan kadar air yang berbeda-beda

‡4. Setelah dipadatkan benda uji ditimbang dan diukur kadar air dan berat volumenya

Peraturan acuan :

„AASHTO T 180

„ASTM D1557

DIETERT COMPACTION

Prinsip kerja : Impact Compaction seperti pada Proctor Test

‡Ukuran butiran tanah : Lolos saringan 2 mm

‡Tinggi jatuh lebih konstan reproducible

‡Mendapatkan perkiraan karakteristik kompaksi untuk contoh tanah yang terlalu sedikit

‡Digunakan untuk pengujian tanah lain misalnya unconfined test

HARVARD MINIATUR COMPACTION

Prinsip Kerja : Alat pemadat sheepsfoot roller aksi kneading pada tanah

‡Spring Load Tamper : Spring 40 lb

‡Ukuran butiran tanah : Lolos saringan 2 mm

‡Pemadatan dalam 3 lapis dengan 25 tekanan per lapis Standar Proctor Test

PEMADATAN LAPANGAN

Jenis alat pemadat :

 Smooth Wheel Roller :

Alat pemadat terdiri dari roda baja dengan tekanan kontak sampai dengan 400 kPa, cocok untuk semua jenis

tanah. Luas cakupan pemadatan selebar luas roda yang kontak dengan tanah yang dipadatkan

 Rubber Tire Roller :


Terdiri dari 3 – 6 roda ban dengan tekanan 700 kPa, cocok untuk segala jenis tanah. Luas cakupan pemadatan 80%

dari luas roda yang kontak dengan tanah yang dipadatkan

 „Sheepsfoot Roller :

Terdiri dari sejumlah kaki baja berukuran 150 mm – 250 mm dengan luas penampang 30 – 80 cm2 melekat pada

drum

baja. Luas cakupan pemadatan 8 – 12% luas drum dengan tekanan kontak 1400 – 7000 kPa. Dapat diisi air, cocok

untuk tanah kohesif seperti lempung

 Tamping Foot Roller :

Mirip seperti sheepsfoot roller dengan luas cakupan pemadatan lebih tinggi yaitu 40% dan tekanan kontak 1400 –

8400 kPa. Baik untuk tanah kohesif dan menghasilkan aksi static weight, kneading, impact dan vibrasi.

 Grid Roller :

Alat pemadat dengan roda dari drum baja yang dilapisi anyaman batangan baja. Luas cakupan pemadatan 50%. Cocok

digunakan untuk material granular seperti pasir, gravel atau tanah berbatu

 Baby Roller :

Alat pemadat smooth wheel roller yang berukuran kecil. Kemampuan 10 – 30 kPa. Aksi yang dihasilkan static weight

dan efek vibrasi

 Vibrating Plate :
Alat pemadat berupa pelat, dikenal umum dengan nama stamper. Digunakan pada area yang sempit dan area yang

mempunyai resiko tinggi jika digunakan alat pemadat besar seperti smooth wheel roller dsb.

FAKTOR PENENTU

Karakteristik alat pemadat

 „Berat dan Ukuran

 Aksi yang dihasilkan

 Frekuensi Operasi

 ‡Karakteristik tanah

 Kepadatan awal (initial density)

Jenis tanah

 Ukuran dan bentuk butiran

 Kadar air

‡Prosedur pemadatan

 „Jumlah gilasan

 Tebal lapisan

 Towing speed

STABILISASI TANAH

Stabilisasi Statis
 „Menurunkan muka air tanah

 „Prabeban (Preloading)

‡Stabilisasi Kimiawi

 Mencampurkan material kimia atau zat lain seperti :

 „Semen

 „Kapur

‡Stabilisasi dengan Bahan Buatan

 „Geosintetik

PEMADATAN TANAH

(pengantar mekanika tanah)

Apa itu pemadatan tanah?

Pada kebanyakan pekerjaan teknik sipil seperti konstruksi embankment jalan raya, bendungan urugan, tanah fondasi,

dan konstruksi lainnya sudah dipastikan perlu adanya pemadatan tanah agar tanah benar-benar kuat dan stabil

terhadap beban struktur/ non struktur.

Teknik pemadatan merupakan cara perbaikan tanah yang relative mudah dan sederhana. Dengan pemadatan kuat

geser tanah akan meningkat(improvement) sehingga meningkatkan kuat dukung fondasi.

Bagaimana prinsipnya?

Pada pemadatan tanah tanah semula akan diberi energy mekanis yang dinamis(berulang ulang) sehingga volume

tanah berkurang yang kemudian nilai berat volume tanahnya bertambah. Pengurangan volume tanah terjadi karena

volume udara termampatkan. Contoh yang banyak ditemui adalah roler (stum) pada pekerjaan pemadatan tanah

jalan.
Bentuk lain dari pengurangan volume tanah adalah dengan cara konsolidasi. Cara konsolidasi yaitu memberikan energy

dengan beban yang diam dalam jangka waktu tertentu. Cara ini khusus untuk tanah-tanah kohesif.

Derajat pemadatan suatu tanah diukur dalam berat volume kering. Pada saat pemadatan air berfungsi sebagai pelunak

(softening agent). Pada mulanya saat kadar air 0% berat volume sama dengan berat volume kering. Jika kadar air

bertambah maka berat volume akan bertambah pula, tapi pada batas tertentu (OMC dan MDD) apabila kadar air

ditambah lagi berat volume akan menurun. Hal ini disebabkan apabila sudah padat diberi air lagi partikel tanah akan

bergerak dan rongga akan diisi air. Untuk mengetahui berat volume kering maksimum, dilakukan uji lab proctot standar.

Faktor factor yang mempengaruhi?

Jenis tanah

Kadar air

Cara pemadatan

Energy pemadatan(frekuensi pemadatan)

Pemadatan tanah yang baik tidak hanya sekali akan tetapi biasanya 3 kali. Pada pemadatan tanah di lapangan

spesifikasi adalah 90-95 % dari berat volume maksimum yang telah ditentukan pada uji proctor. Untuk mengetahui

berat volume di lapangan perlu adanya pengujian, beberapa prosedur standar antara lain :

Metode Kerucut pasir ( sand cone)

Metode balon karet (rubber ballon)

Metode nuklir ( nuclear)

UJI PROCTOR STANDAR

Langkah-langkah :

1. Tanah dipadatkan dalam sebuah cetakan silinder bervolume 1/30 ft3 (943,3 cm3)
2. Diameter cetakan = 4 in. (= 101 6 mm).
3. Selama percobaan lab. Cetakan dikelem pada sebuah pelat dasar dan di atasnya diberi perpanjangan juga
berbentuk silinder.

4. Tanah dicampur air dengan kadar yang berbeda-beda dan kemudian dipadatkan menggunakan penumbuk
khusus.

5. Pemadatan tanah tersebut dilakukan dalam 3 (tiga) lapisan (tebal lapisan + 1,0 in).
6. Jumlah tumbukan adalah 25 x setiap lapisan.
7. Berat penumbuk adalah 5,5 lb (massa = 2,5 kg) dan tinggi jatuh sebesar 12 in. (= 304,8 in).
"without engineers, society would think science is magic!" - (AWD)
SEARCH
GO



2. Pemadatan Tanah

Jenis-Jenis Tanah Fraksi-fraksi tanah (Jenis tanah berdasarkan ukuran butir)

(1). kerikil (gravel) > 2.00 mm

(2). pasir (sand) 2.00 — 0.06 mm

(3). lanau (silt) 0.06 — 0.002 mm

(4). lempung (clay) < 0.002 mm


Pengelompokan jenis tanah dalam praktek berdasarkan campuran butir

(1). Tanah berbutir kasar adalah tanah yang sebagian besar butir-butir tanahnya berupa pasir dan kerikil.

(2). Tanah berbutir halus adalah tanah yang sebagian besar butir-butir tanahnya berupa lempung dan lanau.

(3). Tanah organik adalah tanah yang cukup banyak mengandung bahan-bahan organik.

Pengelompokan tanah berdasarkan sifat lekatannya

(1). Tanah Kohesif : adalah tanah yang mempunyai sifat lekatan antara butir-butirnya. (tanah lempungan =

mengandung lempung cukup banyak).

(2). Tanah Non Kohesif : adalah tanah yang tidak mempunyai atau sedikit sekali lekatan antara butir-butirnya. (hampir

tidak mengandung lempung misal pasir).

(3). Tanah Organik : adalah tanah yang sifatnya sangat dipengaruhi oleh bahan-bahan organik. (sifat tidak baik).

Pemadatan tanah adalah proses naiknya kerapatan tanah dengan memperkecil jarak antar partikel sehingga terjadi

reduksi volume udara : tidak terjadi perubahan volume air yang cukup berarti pada tanah tersebut.

Tingkat pemadatan diukur dari berat volume kering yang dipadatkan. Bila air ditambahkan pada suatu tanah yang

sedang dipadatkan, air tersebut akan berfungsi sebagai unsur pembasah atau pelumas pada partikel – partikel tanah.

Karena adanya air, partikel – partikel tersebut akan lebih mudah bergerak dan bergeseran satu sama lain dan

membentuk kedudukan yang lebih rapat/padat. Untuk usaha pemadatan yang sama, berat volume kering dari tanah

akan naik bila kadar air dalam tanah (pada saat dipadatkan) meningkat.

Kadar air yang ditingkatkan terus secara bertahap pada usaha pemadatan yang sama, maka berat dari jumlah bahan

padat dalam tanah persatuan volume juga akan meningkat secara bertahap pula.

Adanya penambahan kadar air justru cenderung menurunkan berat volume kering dari tanah. Hal ini disebabkan karena

air tersebut kemudian menempati ruang – ruang pori dalam tanah yang sebetulnya dapat ditempati oleh partikel –

partikel padat dari tanah. Kadar air dimana berat volume kering maksimum tanah dicapai disebut kadar air maksimum.

Selain kadar air, faktor – faktor yang mempengaruhi pemadatan adalah jenis tanah dan usaha pemadatan.

Jenis tanah yang diwakili oleh distribusi ukuran butiran, bentuk butiran tanah, berat spesifik bagian padat tanah. Selain

itu jumlah serta jenis mineral lempung yang ada pada tanah mempunyai pengaruh besar terhadap harga berat volume

kering maksimum dan kadar air optimum dari tanah tersebut. Pada kadar air yang lebih rendah, adanya tegangan terik
kapiler pada pori – pori tanah mencegah kecenderungan partikel tanah untuk bergerak dengan bebas untuk menjadi

lebih padat. Kemudian tegangan kapiler tersebut akan berkurang dengan bertambahnya kadar air sehingga partikel –

partikel menjadi mudah bergerak dan menjadi lebih padat.

Bila usaha pemadatan persatuan volume tanah berubah. Kurva pemadatan juga akan berubah. Tetapi harap dicatat

bahwa tingkat kepadatan suatu tanah tidak langsung sebanding (proporsional) dengan usaha pemadatannya.

TUJUAN PEMADATAN

„Meningkatkan mutu tanah

‡Menaikkan kuat geser tanah

‡Memperbaiki daya dukung tanah

„Memperkecil penurunan

„Memperkecil permeabilitas tanah

„Mengontrol perubahan volume relatif

TEORI DASAR

Pertama kali dikembangkan oleh R.R. Proctor tahun 1920-an dengan 4 variabel :

 „Usaha Pemadatan (Energi Pemadatan)

 „Jenis tanah

 „Kadar air

 „Berat isi kering

 ‡

PERCOBAAN PEMADATAN LABORATORIUM

 „Uji Proctor Standar

 „Uji Proctor Modifikasi

 „Dietert Compaction

 „Harvard Miniatur Compaction


UJI PROCTOR STANDAR

1. Tanah dipadatkan dalam tabung silinder

2. ‡Spesifikasi alat pemadat dan percobaan

 „Palu = 2,5 kg (5,5 lb)

 „Tinggi jatuh= 1 ft

 „Jumlah lapisan = 3 lapis

 „Jumlah tumbukan/lapis = 25

 „Energi Pemadatan = 595 kJ/m3

 „Jenis tanah = lewat saringan no. 4

3. Percobaan dilakukan beberapa kali dengan kadar air yang berbeda-beda

4. Setelah dipadatkan benda uji ditimbang dan diukur kadar air dan berat volumenya

‡Peraturan acuan :

„AASHTO T 99

„ASTM D698

UJI PROCTOR MODIFIKASI

1. Tanah dipadatkan dalam tabung silinder

‡2. Spesifikasi alat pemadat dan percobaan

 „Palu = 4,5 kg (10 lb)

 „Tinggi jatuh= 1,5 ft

 „Jumlah lapisan = 5 lapis

 „Jumlah tumbukan/lapis = 25

 „Energi Pemadatan = 2693 kJ/m3

 „Jenis tanah = lewat saringan no. 4


‡3. Percobaan dilakukan beberapa kali dengan kadar air yang berbeda-beda

‡4. Setelah dipadatkan benda uji ditimbang dan diukur kadar air dan berat volumenya

Peraturan acuan :

„AASHTO T 180

„ASTM D1557

DIETERT COMPACTION

Prinsip kerja : Impact Compaction seperti pada Proctor Test

‡Ukuran butiran tanah : Lolos saringan 2 mm

‡Tinggi jatuh lebih konstan reproducible

‡Mendapatkan perkiraan karakteristik kompaksi untuk contoh tanah yang terlalu sedikit

‡Digunakan untuk pengujian tanah lain misalnya unconfined test

HARVARD MINIATUR COMPACTION

Prinsip Kerja : Alat pemadat sheepsfoot roller aksi kneading pada tanah

‡Spring Load Tamper : Spring 40 lb

‡Ukuran butiran tanah : Lolos saringan 2 mm

‡Pemadatan dalam 3 lapis dengan 25 tekanan per lapis Standar Proctor Test

PEMADATAN LAPANGAN

Jenis alat pemadat :

 Smooth Wheel Roller :

Alat pemadat terdiri dari roda baja dengan tekanan kontak sampai dengan 400 kPa, cocok untuk semua jenis

tanah. Luas cakupan pemadatan selebar luas roda yang kontak dengan tanah yang dipadatkan

 Rubber Tire Roller :


Terdiri dari 3 – 6 roda ban dengan tekanan 700 kPa, cocok untuk segala jenis tanah. Luas cakupan pemadatan 80%

dari luas roda yang kontak dengan tanah yang dipadatkan

 „Sheepsfoot Roller :

Terdiri dari sejumlah kaki baja berukuran 150 mm – 250 mm dengan luas penampang 30 – 80 cm2 melekat pada

drum

baja. Luas cakupan pemadatan 8 – 12% luas drum dengan tekanan kontak 1400 – 7000 kPa. Dapat diisi air, cocok

untuk tanah kohesif seperti lempung

 Tamping Foot Roller :

Mirip seperti sheepsfoot roller dengan luas cakupan pemadatan lebih tinggi yaitu 40% dan tekanan kontak 1400 –

8400 kPa. Baik untuk tanah kohesif dan menghasilkan aksi static weight, kneading, impact dan vibrasi.

 Grid Roller :

Alat pemadat dengan roda dari drum baja yang dilapisi anyaman batangan baja. Luas cakupan pemadatan 50%. Cocok

digunakan untuk material granular seperti pasir, gravel atau tanah berbatu

 Baby Roller :

Alat pemadat smooth wheel roller yang berukuran kecil. Kemampuan 10 – 30 kPa. Aksi yang dihasilkan static weight

dan efek vibrasi

 Vibrating Plate :
Alat pemadat berupa pelat, dikenal umum dengan nama stamper. Digunakan pada area yang sempit dan area yang

mempunyai resiko tinggi jika digunakan alat pemadat besar seperti smooth wheel roller dsb.

FAKTOR PENENTU

Karakteristik alat pemadat

 „Berat dan Ukuran

 Aksi yang dihasilkan

 Frekuensi Operasi

 ‡Karakteristik tanah

 Kepadatan awal (initial density)

Jenis tanah

 Ukuran dan bentuk butiran

 Kadar air

‡Prosedur pemadatan

 „Jumlah gilasan

 Tebal lapisan

 Towing speed

STABILISASI TANAH

Stabilisasi Statis
 „Menurunkan muka air tanah

 „Prabeban (Preloading)

‡Stabilisasi Kimiawi

 Mencampurkan material kimia atau zat lain seperti :

 „Semen

 „Kapur

‡Stabilisasi dengan Bahan Buatan

 „Geosintetik

PEMADATAN TANAH

(pengantar mekanika tanah)

Apa itu pemadatan tanah?

Pada kebanyakan pekerjaan teknik sipil seperti konstruksi embankment jalan raya, bendungan urugan, tanah fondasi,

dan konstruksi lainnya sudah dipastikan perlu adanya pemadatan tanah agar tanah benar-benar kuat dan stabil

terhadap beban struktur/ non struktur.

Teknik pemadatan merupakan cara perbaikan tanah yang relative mudah dan sederhana. Dengan pemadatan kuat

geser tanah akan meningkat(improvement) sehingga meningkatkan kuat dukung fondasi.

Bagaimana prinsipnya?

Pada pemadatan tanah tanah semula akan diberi energy mekanis yang dinamis(berulang ulang) sehingga volume

tanah berkurang yang kemudian nilai berat volume tanahnya bertambah. Pengurangan volume tanah terjadi karena

volume udara termampatkan. Contoh yang banyak ditemui adalah roler (stum) pada pekerjaan pemadatan tanah

jalan.
Bentuk lain dari pengurangan volume tanah adalah dengan cara konsolidasi. Cara konsolidasi yaitu memberikan energy

dengan beban yang diam dalam jangka waktu tertentu. Cara ini khusus untuk tanah-tanah kohesif.

Derajat pemadatan suatu tanah diukur dalam berat volume kering. Pada saat pemadatan air berfungsi sebagai pelunak

(softening agent). Pada mulanya saat kadar air 0% berat volume sama dengan berat volume kering. Jika kadar air

bertambah maka berat volume akan bertambah pula, tapi pada batas tertentu (OMC dan MDD) apabila kadar air

ditambah lagi berat volume akan menurun. Hal ini disebabkan apabila sudah padat diberi air lagi partikel tanah akan

bergerak dan rongga akan diisi air. Untuk mengetahui berat volume kering maksimum, dilakukan uji lab proctot standar.

Faktor factor yang mempengaruhi?

Jenis tanah

Kadar air

Cara pemadatan

Energy pemadatan(frekuensi pemadatan)

Pemadatan tanah yang baik tidak hanya sekali akan tetapi biasanya 3 kali. Pada pemadatan tanah di lapangan

spesifikasi adalah 90-95 % dari berat volume maksimum yang telah ditentukan pada uji proctor. Untuk mengetahui

berat volume di lapangan perlu adanya pengujian, beberapa prosedur standar antara lain :

Metode Kerucut pasir ( sand cone)

Metode balon karet (rubber ballon)

Metode nuklir ( nuclear)

UJI PROCTOR STANDAR

Langkah-langkah :

1. Tanah dipadatkan dalam sebuah cetakan silinder bervolume 1/30 ft3 (943,3 cm3)
2. Diameter cetakan = 4 in. (= 101 6 mm).
3. Selama percobaan lab. Cetakan dikelem pada sebuah pelat dasar dan di atasnya diberi perpanjangan juga
berbentuk silinder.

4. Tanah dicampur air dengan kadar yang berbeda-beda dan kemudian dipadatkan menggunakan penumbuk
khusus.

5. Pemadatan tanah tersebut dilakukan dalam 3 (tiga) lapisan (tebal lapisan + 1,0 in).
6. Jumlah tumbukan adalah 25 x setiap lapisan.
7. Berat penumbuk adalah 5,5 lb (massa = 2,5 kg) dan tinggi jatuh sebesar 12 in. (= 304,8 in).
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
1. 3 comments:

Harga Beton Jayamix mengatakan...


Terima kasih admin sudah berbagi lengkap disini, informasi ini yang saya cari.

Buat yang sedang cari jasa renovasi rumah murah dan berencana akan membuat pondasi dalam
pasti butuh jasa bore pile atau jasa strauss pile menggunakan beton dengan harga
jayamix atau harga beton jayamix yang murah segera hubungi 0812-1180-291 (Momo)
19 MEI 2017 15.48

Service Genset mengatakan...


Bagus mas artikel ini yang saya cari, terima kasih lengkap penjelasannya.

Anda sedang butuh jasa service genset kami melayani service genset panggilan untuk wilayah
Jabotabek & seluruh kota di Indonesia hubungi Dwi Asmarawardana 0852-1699-5545
19 MEI 2017 16.54

Unknown mengatakan...
Kenapa harus 25 kali tumbukan mas

8 OKTOBER 2018 09.30


2. Posting Komentar
Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda

Langganan: Posting Komentar (Atom)


2. ENTRI POPULER

 Contoh Soal Ekonomi Rekayasa


 Jenis - Jenis Campuran Aspal
 Test Marshall Aspal
 Kuat Tekan Beton
 Pemadatan Tanah
 Pemodelan Transportasi
 MODUL 5 SENGKETA (DISPUTE) PROYEK KONSTRUKSI
 Berat Jenis Agregat
 Penetrasi Aspal
 Stabilisasi Tanah Kapur

3. TOTAL TAYANGAN HALAMAN

173840
4. ARSIP BLOG

 ► 2019 (2)
 ► 2018 (2)
 ► 2017 (5)
 ▼ 2016 (67)
o ► November (1)
o ► Oktober (3)
o ► September (1)
o ► Juni (1)
o ► Mei (14)
o ► April (6)
o ► Maret (1)
o ▼ Januari (40)
 Non Destructive Test
 Akreditasi Jurnal Nasional Tahun 2009-2014
 Jenis Pemeliharaan Jalan
 In-Place Recycling
 Tingkat Kecelakaan di Jalan SP. Sudarmo Malang
 Perubahan Iklim dan Transportasi
 Pengujian Absorpsi Air Laut Pada Beton
 Durabilitas Beton
 Audit Keselamatan Jalan
 Transportasi Multimoda Singapura
 Jurusan Teknik Sipil di Undana
 Hubungan Kerja Unsur - Unsur Proyek
 Pengadaan Proyek Swakelola
 Fakta Beton
 Syarat Pengujian Bahan Agregat Halus dan Kasar Bet...
 Beton Di Lingkungan Air Laut
 Kuat Tekan Beton
 Pengenalan Beton
 Prosedur Pembuatan Peta Contur Dengan Landesktop
 Tugas Bahasa Inggris : Review Jurnal Ilmiah
 Pemodelan Transportasi
 3R dalam Pengelolaan Sampah
 Mekanika Rekayasa 2
 Survei Lalu Lintas Kupang Oesapa
 Perencanaan Hanggar - Struktur Baja 2
 Modul Aspek Hukum dan Manajemen Proyek
 Modul Aspek Hukum dan Manajemen Proyek
 Stabilisasi Tanah Kapur
 Pemadatan Tanah
 Ujian AKhir Semester Pelabuhan
 Ujian Kewirausahaan
 FIDIC Kontrak
 MODUL 6 PENGADILAN DAN ARBITRASE
 MODUL 5 SENGKETA (DISPUTE) PROYEK KONSTRUKSI
 MODUL 4 RESIKO DAN KLAIM KONTRAK KONSTRUKSI
 MODUL 3 UUJK DAN DOKUMEN KONTRAK
 MODUL 2 BENTUK-BENTUK KONTRAK
 MODUL 1 ASPEK HUKUM DAN KONTRAKTUAL
 Pelabuhan
 Contoh Soal Ekonomi Rekayasa

5. author :

Kupang 85228 , Indonesia


© 2009 AWD | United Gank. All Rights Reserved
Splendio Theme is created by Awd092. Bloggerized by unitedgank007 and United Gank Blogger Templates.