Anda di halaman 1dari 13

REFLEKSI KASUS

April, 2019

SKABIES

Disusun Oleh:

NAMA : Muhammad Aqsha Mahmud


NIM : N 111 17 157

PEMBIMBING KLINIK
dr. Asrawati Sofyan, Sp. KK, M.Kes

KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UNDATA PALU
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2019
BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN
RSUD UNDATA PALU

I. IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. N
Umur : 18 Tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat : Jl. Suprapto No. 5
Agama : Islam
Tanggal pemeriksaan : 16 April 2019
Ruangan : Poliklinik Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Undata
II. HETEROANAMNESIS
Keluhan utama: Gatal di bagian kaki dan sela jari
Riwayat penyakit sekarang:
Pasien datang ke poliklinik Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD
Undata dengan keluhan bintik-bintik merah dan gatal pada daerah kaki dan
sela jari tangan. pasien mulai merasakan keluhan sejak 1 bulan yang lalu
dan bertambah berat pada beberapa hari ini. Awalnya timbul bintik-bintik
merah dan terasa gatal di bagian kaki dan sela jari tangan. Pasien merasakan
sangat gatal pada malam hari.
Riwayat Penyakit dahulu:
Pasien sebelumnya belum pernah mengalami keluhan serupa.
Riwayat Hipertensi (-)
Riwayat Alergi Makanan (-)
Riwayat Alergi Obat (-)
Riwayat Keluarga:
Tidak ada keluarga yang menderita hal serupa seperti pasien.
III. PEMERIKSAAN FISIK
a. Status Generalisata
Keadaan umum : Sakit Ringan
Kesadaran : Compos mentis
Status gizi : Baik
b. Vital Sign :
- TD : 120/80 mmHg
- N : 84 x/menit
- R : 20 x/menit
- S : tidak dilakukan pemeriksaan
c. Status Dermatologis
Ujud kelainan kulit :
1. Kepala :Tidak terdapat Ujud Kelainan Kulit (UKK)
2. Telinga :Tidak terdapat Ujud Kelainan Kulit (UKK)
3. Leher : Tidak terdapat Ujud Kelainan Kulit (UKK)
4. Dada : Tidak terdapat Ujud Kelainan Kulit (UKK)
5. Punggung : Tidak terdapat Ujud Kelainan Kulit (UKK)
6. Perut : Tidak terdapat Ujud Kelainan Kulit (UKK)
7. Genitalia : Tidak terdapat Ujud Kelainan Kulit (UKK)
8. Bokong : Tidak terdapat Ujud Kelainan Kulit (UKK)
9. Ekstremitas atas : Papul eritem berukuran miliar, pustule,
squama pada selajari tangan
10. Ekstremitas bawah : Papul eritem berukuran miliar, pustule,
squama pada kaki.
IV. DOKUMENTASI KASUS

Gambar 1. Papul eritem berukuran miliar, pustule,squama pada selajari

Gambar 2. Papul eritem berukuran miliar, pustule, squama pada kaki.


V. RESUME
Seorang laki-laki umur 18 tahun datang ke Poliklinik Kulit dan
Kelamin RSUD Undata dengan keluhan bintik-bintik merah dan gatal pada
daerah kaki dan sela jari tangan. pasien mulai merasakan keluhan sejak 1
bulan yang lalu dan bertambah berat pada beberapa hari ini. Awalnya timbul
bintik-bintik merah dan terasa gatal di bagian kaki dan sela jari. Pasien
merasakan sangat gatal pada malam hari. Pasien datang dengan keadaan
umum sakit ringan, status gizi baik, kesadaran kompos mentis. Dari Hasil
pemeriksaan fisik terdapat Ujud Kelainan Kulit Papul eritem berukuran
miliar, pustule, pada kaki dan sela jari tangan.

VI. DIAGNOSIS KERJA


Skabies

VII. DIAGNOSIS BANDING


1. Dermatitis kontak alergi
2. Prurigo

VIII. PEMERIKSAAN PENUNJANG


1. Kerokan Kulit
2. Ink burrow test

IX. PENATALAKSANAAN
1. Non Medikamentosa
a. Seluruh keluarga pasien yang tinggal serumah dianjurkan untuk
melakukan pemeriksaan dan pengobatan.
b. Menjaga kebersihan perorangan dengan mandi 2 kali sehari, dan
memisahkan pakaian, handuk yang dipakai dengan anggota
keluarga lain.
c. Mencuci pakaian, alat tidur, handuk dengan bersih menggunakan
air panas dan dijemur di bawah matahari langsung.
2. Medikamentosa
Pengobatan topikal
Permethrin (scabimite 5%) cream 8-10 jam pada malam hari,
ulangi setelah 7 hari
Pengobatan Sistemik
Ceterizin tab 10 mg 1xsehari

X. PROGNOSIS
a. Qua ad vitam : ad bonam
b. Qua ad fungtionam : ad bonam
c. Qua ad cosmetikam : ad bonam
d. Qua ad sanationam : ad bonam
PEMBAHASAN
Seorang laki-laki umur 18 tahun datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin
RSUD Undata dengan keluhan gatal pada kaki serta di sela – sela jari tangan sejak
1 bulan lalu. Pasien datang dengan keadaan umum sakit ringan, status gizi baik,
kesadaran kompos mentis.
Dari hasil anamnesis pasien mengaku bahwa merasakan gatal pada area kaki
dan sela jari tangan. Gatal tersebut telah dirasakan 1 bulan yang lalu dan pasien juga
mengaku bahwa gatalnya makin berat saat malam hari , pada pemeriksaan fisik
didapatkan Papul eritem berukuran miliar, pustule,squama pada selajari tangan dan
kaki. Dimana pasien ini didagnosa skabies berdasarkan dari gejala klinis dimana
untuk penyakit skabies didagnosa dengan menemukan 2 dari 4 tanda kardinal yaitu:
1. Pruritus nokturna, artiya gatal pada malam hari yang disebabkan oleh
aktivitas tungau lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas.
2. Penyakit ini menyerang sekelompok manusia misalnya dalam sebuah
keluarga, sehingga seluruh keluarga terkena infeksi, di asrama atau
pondokan.
3. Adanya terowongan pada tempat-tempat predileksi yang berwarna
putih atau keabu-abuan berbentuk garis lurus atau berkelok.
4. Menemukan tungau merupakan hal yang palinng menunnjang
diagnosis.
Pada pasien ini ditemukan 2 tanda kardinal yaitu gatal pada malam hari dan
pasien saat bersekolah di menado sering kontak dengan teman-temannya di pondok.
Maka pasien ini didagnosa dengan skabies.
Skabies (Scabies, bahasa Latin = keropeng, kudis, gatal) disebabkan oleh
tungau kecil berkaki delapan (Sarcoptes Scabiei), dan didapatkan melalui kontak
fisik yang erat dengan orang lain yang menderita penyakit ini, seringkali
berpegangan tangan dalam waktu yang sangat lama merupakan penyebab umum
terjadinya penyebaran penyakit ini. Semua kelompok umur bias terkena. Penyakit
ini umumnya menyerang anak-anak dan dewasa muda, walaupun akhir-akhir ini
juga sering didapatkan pada orang berusia lanjut, biasanya di lingkungan rumah
jompo. Kontak sesaat tidak cukup untuk dapat menimbulkan penularan, sehingga
siapapun yang biasa menghadapi kasus scabies dalam tugas pelayanan kesehatan
tidak perlu takut tertular penyakit ini.1
Tungau skabies betina membuat liang di dalam epidermis, dan meletakkan
telur di dalam liang yang ditinggalkannya. Tungau skabies jantan hanya
mempunyai satu tugas dalam kehidupannya, dan sesudah kawin dengan tungau
betina mereka mati. Mulanya inang tidak menyadari adanya aktifitas penggalian
terowongan dalam epidermis, tetapi setelah 4-6 minggu terjadi reaksi
hipersensitivitas terhadaptungau atau bahan-bahan yang dikeluarkannya, dan
mulailah timbul rasa gatal.1
Awitan gejala disertai oleh munculnya ruam popular atau eksomatosa luas
yang tidak mengenai kepala dan leher, kecuali pada bayi yang masih sangat kecil.
Ruam lebih nyata di sekitar lipatan ketiak depan. Ruam juga dapat terinfeksi
sekunder. Inspeksi yang teliti akan dapat memperlihatkan pula adanya lesi utama,
terowongan. Lesi ini mungkin sangat banyak (terutama jika pasien telah diterapi
kotrikosteroid topical) atau cukup jarang (khususnya jika pasien telah menerima
terapi skabisid tetapi tidak adekuat). Tempat predileksi adalah sela jari dan bagian
samping jari, telapak tangan, telapak kaki dan bagian samping kaki, serta genitalia.
bahkan papul di penis atau skrotum pada seorang pria yang mengidap gatal akan
terbuktiskabies pada 99% kasus. Pada anak kecil biasanya ditemukan terowongan
di telapak tangan dan telapak kaki, pada pipi dan kulit kepala bayi.2
Pada pemeriksaan fisik umunya dilakukan kerokan kulit. Tungau biasanya
dapat ditemukan pada ujung terowongan, namun pemeriksaan ini memerlukan
ketrampilan dan latihan. Kerokan kulit dari lesi berupa papul atau terowongan,
bermanfaat untuk menegakkan diagnosis skabies. Pertama-tama, satu tetes minyak
mineral diletakkan pada pisau skapel steril, kemudian dilakukan pengerokan pada
5-6 lesi yang dicurigai. Hasil kerokan dan minyak diletakkan pada gelas objek dan
ditutup dengan gelas penutup, selanjutnya diperiksa di bawah mikroskop.3
Skabies merupakan penyakit yang mudah dan tidak sulit untuk di diagnosis
dalam bidang dermatologi. Tanda kardinal skabies adalah (1) gatal terutama malam
hari (pruritus nokturna), (2) Adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat
predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau
berkelok-kelok, rata-ratapanjang 1 cm, pada ujung terowongan ditemukan papul
atau vesikel, (3) Penyakit menyerang manusia secara berkelompok(4) ditemukan S.
scabiei dalam berbagai stadium atau skabies pada pemeriksaan mikroskopis.
Diagnosis skabies ditegakkan jika dijumpai dua dari empat tanda kardinal tersebut.4
Diagnosis juga dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan penunjang
yang dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya5:
1. Carilah mula-mula terowongan kemudian pada ujung yang
terlihat papul atau vesikel dicongkel dengan menggunakan
jarum dan diletakkan pada kaca objek, lalu ditutup dengan kaca
penutup dan dilihat dengan mikroskop cahaya.
2. Dengan cara menyikat dengan sikat dan ditampung di atas
selembar kertas putih dan dilihat dengan kaca pembesar.
3. Dengan membuat biopsy irisan. Caranya lesi dijepit dengan 2
jari kemudian dibuat irisan tipis dengan pisau dan deperiksa
denga mikroskop cahaya.
4. Dengan biopsy eksisional dan diperiksa dengan pewarnaan
hematoksilin eosin (H.E)
Selain bentuk skabies yang klasik, terdapat pula bentuk-bentuk
khusus yaitu:
1. Skabies pada orang bersih
Skabies terdapat pada orang dengan tingkat kebersihan yang
cukup tinggi, biasanya sangat sukar ditemukan terowongan.
Kutu biasanya hilang dengan sendirinya akibat mandi secara
teratur.
2. Skabies pada bayi dan anak
Lesi scabies pada anak dapat mengenai seluruh tubuh,
termasuk kepala, leher, telapak tangan, telapak kaki, dan sering
mengalami infeksi sekunder berupa impetigo, ektima sehingga
terowongan kadang sulit ditemukan.
3. Skabies yang ditularkan oleh hewan
Sarcoptes scabiei varian canis dapat menyerang manusia
yang pekerjaannya berhubungan dengan hewan tersebut.
Gejalanya ringan, tidak timbul terowongan, rasa gatal kurang,
lesi terutama pada tempat-tempat kontak. Dan akan sembuh
sendiri apabila menjauhi hewan tersebut dan mandi bersih-
bersih.
4. Skabies noduler
Nodul terjadi akibat reaksi hipersensitifitas. Tempat yang
sering dikenai adalah genitalia pria, lipat paha, dan aksila. Lesi
ini dapat menetap beberapa minggu hingga beberapa bulan,
bahkan satu tahun walaupun telah mendapatkan pengobatan
scabies.
5. Skabies incognito
Penggunaan obat steroid sistemik maupun topical dapat
menyamarkan gejala dan tanda dari scabies. Sebaliknya, pada
scabies incognito penggunaan steroid topical yang lama dapat
menyebabkan lesi bertambah hebat.
6. Scabies terbaring di tempat tidur (bed ridden)
Penderita penyakit kronis dan orang tua yang terpaksa harus
tinggal di tempat tidur dapat menderita scabies yang lesinya
terbatas.
7. Skabies krustosa (Norwegian scabies)
Lesinya berupa gambaran eritroderma yang disertai skuama
generalisata, eritema, dan distrofi kuku. Krusta terdapat sangat
banyak. Krusta ini melindungi parasit di bawahnya. Skabies
krustosa penularannya sangat tinggi dan rasa gatal tidak
menonjol.Sering terdapat pada orang tua dan orang yang
menderita retardasi mental, sensasi kulit yang rendah, penderita
penyakit sistemik berat, dan penderita imunosupresif, atau
setelah pengobatan glukokortikoid.
Diagnosis banding dari skabies ialah sebagai berikut.
Dermatitis kontak alergi Prurigo

Anamnesis Pasien mengeluh umumnya gatal Pasien mengeluhkan


padal kulit sangat gatal

Pemeriksaan - Lesi akut: bercak Adanya lesi berupa


fisik eritematosa berbatas tegas, edem, nodus, dapat tunggal
vesikel atau bulla atau multipel
- Lesi kronik: kulit kering,
mengenai
skuama, papul, likenifikasi,
batasnya tidak tegas. ekstremitas
teeutama pada
permukaan anterior..

Pemeriksaan Uji tempel/ patch test. - Pemeriksaan


penunjang laboratorium CBC
(complete blood
count)
- Pemeriksaan
histopatologi

Untuk penatalaksanaan medikamentosa skabies dapat diberikan terapi topical


berupa:5

Obat Dosis
Permethrin 5% (krim) Gunakan selama 8 jam, ulangi dalam 7
hari
Lindane 1% (losion) Gunakan selama 8 jam, ulangi dalam 7 hari
Krotamiton 10% (krim) Gunakan selama 8 jam pada hari 1,2,3 & 8
Sulfur presipitatum 5-10% Gunakan selama 8 jam pada hari 1,2,3
Benzyl Benzoate 10% (losion) Gunakan selama 24 jam
Salep yang mengandung Desoximetasone, suatukortikosteroid yang
mempunyai khasiat sebagai antiflogistik, antipuritik. Fuson (Asam Fusidat) Salep
adalah golongan obat topical asam fusidat. Dengan indikasi Infeksi kulit karena
stafilokokus, streptokokus, Propionibacteriumacnes, Corynebacterium, infeksi lain
yang peka terhadap natrium fusidat.5

Cetirizin merupakan obat antihistamin selektif, generasi 2 yang memiliki


efek sedative rendah dan mempunyai sifat tambahan sebagai anti alergi. Pada
pasien diberikan cetirizin untuk mengurangi gatal.5

Mekanisme kerja scabimite mengandalkan permethrin sebagai kandungan


utamanya untuk mengatasi tungau di kulit. Substansi ni bekerja pada membran sel
saraf tungau untuk menganggu saluran natrium dimana polarisasi membran diatur.
Melambatnya polarisasi membuat tungau mengalami kelumpuhan dan akhirnya
mati.5
DAFTAR PUSTAKA

1. Sandra, W., (2010). Skabies. Dalam: Menaldi S., (ed). Ilmu Penyakit Kulit dan
Kelamin. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.
2. Graham-Brown R, Burns T. Lecture Notes: Dermatologi. 2005. Erlangga
Medical Series. Jakarta.
3. Graham-brown R, Bourke J, Cunliffe T. Dermatologi Dasar: untuk Praktik
Klinik. 2012. EGC. Jakarta
4. Chosidow O. Scabies. N Engl J Med. 2006; 354: 1718-27.
5. Ikatan Dokter Indonesia. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas
Pelayanan Kesehatan Primer Edisi Revisi. 2014. Jakarta.