Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan oleh seseorang

dengan tujuan rekreasi atau liburan. Pariwisata merupakan salah satu

usaha yang menawarkan jasa untuk memperoleh keuntungan bagi suatu

Negara. Untuk menjaga Bali tetap menjadi destinasi pariwisata yang

diminati, maka dari itu diperlukan tenaga professional. Sehingga banyak

sekolah – sekolah yang berusaha yang berusaha menghasilkan orang –

orang yang berkopeten dalambidang pariwisata dengan cara mmeberikan

teori dan praktek yang nyata dan baik. Dari pemberian praktek yang nyata

dan baik maka terbentuklah tenaga kerja yang baik pula. Untuk

mewujudkan tenaga kerja yang professional maka diadakanlah praktek

kerja nyata atau on the job training dengan melakukan training di hotel –

hotel yang dipilih, penulis sudah menjadikan on the job training selama

enam bulan di Alea Hotel.

Bali adalah tempat berkumpulnya para wisatawan dari seluruh

dunia. Bagi wisatawan asing pantai yang ada di Bali ombak yang terkenal

sebagai lokasi surfing untuk berselancar seperti dipantai Kuta, Uluwatu dan

pantai Dreamland. Bagi mereka yang suka hal yang menantang yang

memacu andrenalin seperti menyelam, rafting, tracking dan yang lainya

semua juga bisa dilakukan di Bali. Mulai dari wisata pantai, pegunungan,

danau, hutan, kebun binatang atau desa serta masyarakat Bali pada

1
umumnya masih berpegang teguh pada tradisi nenek moyangnya. Tempat

yang sering dikunjungi adalah kuta, legian, seminyak, jimbaran dan nusa

dua adalah yang mejadi tujuan utama pariwisata,baik sebagai wisata

maupun tempat peristirahatan, spa, golf dan yang lainya yang terletak di

kabupaten Badung, Nusa Lembongan adalah sebagai tempat menyelam

yang terletak di kabupaten Klungkung, sedangkan Ubud menjadi pusat

kesenian dan tempat peristirahatan yang tenang, terletak di kabupaten

Gianyar. Mayoritas penduduk Bali adalah memeluk agama hindu. Agama

lainya adalah buddha, islam, protestan dan katolik. Masyarakat Bali yang

menganut agama hindu yang taat,sebagian hidupnya didedikasikan dalam

upacara adat yang bertujuan untuk menjaga keharmonisan di dunia. Selain

sektor pariwisata, penduduk bali juga hidup sebagai petani dan nelayan,

yang di kenal di dunia pertanian di Bali adalah sistem subak. Sebagian juga

memilih bekerja sebagai seniman. Bahasa yang di gunakan di Bali adalah

bahasa Bali, Indonesia dan Inggris khususnya bagi yang bekerja disektor

pariwisata.

Pariwisata Bali mengalami perkembangan karena budaya dan

keindahan alamnya dan berdampak pada masyarakat Bali, dan dampak

salah satunya menciptakan lapangan kerja dan mampu mensejahterakan

masyarakat Bali, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan tehknologi

dan semakin berkembangnya kepariwisataan di Bali diimbangi dengan

munculnya usaha – usaha yang bergerak di bidang pariwisata, seperti

hotel, travel agent, villa, restaurant, art shop dan money changer.

Keberhasilan dibidang pariwisata ini merupakan kebanggaan bagi

masyarakat bali di bidang pariwisata.

2
1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah yang

dapat dikemukakan adalah “apa saja tugas tugas juru masak pada kitchen

department di Alea Hotel?

1.3. Tujuan Laporan

Adapun tujuan laporan ini adalah untuk mengetahui tugas tugas juru masak

pada kitchen department di Alea Hotel.

1.4. Kegunaan Laporan

1. Bagi Hotel.

Laporan ini dapat memberikan gambaran mengenai tugas – tugas

juru masak.

2. Bagi Kampus.

Dengan diadakan laporan on the job training ini maka materi yang

di berikan oleh para dosen pusat pendidikan dan latihan pariwisata

dapat di praktekan di industri secara baik dan berkompeten.

3. Bagi Mahasiswa.

a. Sarana untuk mengaplikasikan teori yang di peroleh di bangku

kuliah dalam dunia kerja khususnya di bagian F&B Product

b. Mendapatkan pengalaman kerja secara nyata sehingga dapat

meningkatkan kualitas kerja nantinya dalam bidang F&B Product.

c. Mampu melatih kita berkomunikasi dan bekerja dalam tim.

3
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Hotel

Menurut Lawson (1995:107) dalam buku nya hotel and resort:

planning and design terbitan architectural press. Hotel adalah

bangunan yang menawarkan para wisatawan dua pelayanan dasar

berupa akomodasi (fasilitas penginapan) dan layanan makanan dan

minuman.

Menurut Sulistyono (2011:5) hotel adalah suatu perusahaan

yang berbeda yang di kelola oleh pemiliknya dengan menyediakan

pelayanan makanan dan minuman dan fasilitas kamar untuk tamu

yang melakukan perjalanan yang wajar sesuai dengan pelayanan

yang diterima tanpa adanya perjanjian khusus.

Dari pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa yang

di maksud dengan hotel adalah sebuah usaha yang sifatnya

komersial yang menyediakan fasilitas pelayanan menginap, makan

dan minum dengan tujuan untuk mencari keuntungan.

2.2. Jenis Hotel

Menurut Baratono BA dan Rudiffono (2010:133) yaitu:

1. Resort Hotel, hotel yang letaknya di suatu daerah

peristirahatan.

4
2. Mountain Hotel, hotel yang letaknya di suatu daerah

pegunungan.

3. Beach Hotel, hotel yang terletak di pinggir pantai.

4. City Hotel, hotel yang terletak di kota.

5. Highway Hotel, hotel yang terletak di tepi jalan bebas hambatan,

dan biasanya di antara dua kota.

6. Airport Hotel, hotel yang terletak dekat suatu airport (Lapangan

Udara).

7. Lake Hotel, hotel yang terletak di dekat danau.

8. Hill hotel, hotel yang terletak di daerah pegunungan.

9. Forest Hotel, hotel yang terletak di dalam hutan.

10. Business Hotel, hotel yang terletak di keramaian perkotaan.

11. Urban Hotel, hotel yang terdapat di daerah pedesaan.

2.3. Fungsi Hotel

Menurut Abdul R.A. (2005:16) Pada dasarnya fungsi hotel

dapat dilihat dari kemanfaatan pihak, pegawai, tamu dan

pemerintah:

1. Pengusaha / Pemilik Hotel

Hotel merupakan suatu bentuk alat untuk mencari dan

mendapatkan keuntungan dari modal yang ditanamkan. Fungsi

hotel bagi pengusaha/pemilik adalah untuk membantu menciptakan

lapangan kerja dan penyaluran tenaga kerja, sehingga secara tidak

langsung dapat membantu pemerintah untuk mensejahterakan

masyarakat.

5
2. Pegawai / Karyawan Hotel

Fungsi hotel bagi pegawai/karyawan hotel adalah untuk

mendapatkan penghasilan yang layak bagi kemanusiaan. Dengan

penghasilan tersebut di harapkan dapat menjamin hidup dan

kehidupan serta keluarganya.

3. Tamu Hotel

Tamu yang sebagai pengguna jasa sangat mengharapkan peranan

hotel untuk mampu memberikan kenyamanan, keamaan dan

kepuasan.

Jadi, dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan

bahwa, Hotel merupakan suatu industri atau usaha jasa yang

dikelola secara kemersial.

2.4. Pengertian Restaurant

Menurut Mertayasa (2012:2) bahwa: “Restoran adalah

suatu ruangan atau tempat dimana tamu dapat membeli dan

menikmati makanan dan minuman atau merupakan suatu seksi

untuk menyiapkan makanan dan minuman bagi tamu”.

Menurut Seokresno (2006:16) bahwa: “Restaurant adalah

suatu usaha komersial yang menyediakan jasa pelayanan makan

dan minum bagi umum dan dikelola secara profesional”.

Menurut Marsum (2005:7) bahwa: “Restoran adalah suatu

tempat atau bangunan yang diorganisasi secara komersial, yang

menyelenggarakan pelayanan dengan baik kepada semua

tamunya baik berupa makan maupun minum”.

6
Jadi, dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan

bahwa, Restoran merupakan suatu usaha komersial yang

menyediakan ruangan atau bangunan dimana tamu dapat membeli

ataupun menikmati makanan dan minuman, dan dikelola secara

professional dengan tujuan melayani tamu dengan baik.

Penyediaan fasilitas dan pelayanan penginapan merupakan

fungsi pokok hotel bagi para tamu, dan juga penyediaan fasilitas

serta pelayanan makan dan minum. Sedangkan penyediaan

fasilitas lainnya seperti olah raga, rekreasi, klinik pengobatan

berperan untuk memelihara dan menjamin kepuasan tamu dalam

menikmatinya.

Pemerintah

Hotel merupakan suatu kegiatan usaha yang terbilang besar

bagi pemerintah. Bertambahnya hotel bertambah pula peluang

lapangan kerja dan kesempatan kerja yang dapat membantu

program pembangunan terutama dalam bidang ketenaga kerjaan.

Dengan adanya penggunaan fasilitas oleh para tamu berarti pula

akan menambah pendapatan Negara/Pemerintah secara tidak

langsung akan berperan sebagai media untuk memperkenalkan

dan mendayagunakan alam dan kebudayaan.

2.5. Pengertian Kitchen

Menurut Arif (2002:111) dapur mempunyai pengertian suatu

tempat atau ruangan yang memproduksi makanan dan masakan

7
bahan bahan makanan untuk keperluan tamu hotel serta karyawan

hotel keseluruhannya.

Menurut Soekresno (2000:155) dapur dalam hotel

mempunyai luas 40% dari restoran.untuk menanggulangi seluruh

kegiatan pengolahan ,dapur harus memiliki organisasi yang jelas

menyangkut pembagian seksi atau bagian bagian fungsi suatu

dapur akan berbeda menurut kecilnya hotel serta jumlah outlet

penjualan makanan yang disediakan.

Berdasarkan pengertian diatas maka. Definisi dapur hotel

adalah suatu tempat pengolahan bahan makanan mentah menjadi

makanan siap saji oleh para staff dapur dengan pengolahan yang

mengikuti standart yang telah disusun oleh seorang kepala dapur

(chef).

2.6. Pengertian Juru Masak

Menurut Ilham (2004:95) Adalah suatu proses penerapan

panas pada bahan makanandengan tujuan membuat makanan

lebih mudah dicerna, dan aman untuk dinikmati.aman disini dalam

artian bebas racun, kuman, dan bibit penyakit.

Menurut Sudiara (1995:23) juru masak membantu atau cook

helper adalah juru masak yang belum cukup memiliki keterampilan

memasak.

Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan pengertian

memasak adalah suatu proses pengolahan makanan dengan

8
tujuan agar makanan tersebut mudah dan aman dicerna serta

meningkatkan rasa dan penampilan makanan sehingga siap untuk

di sajikan.

2.7. Tugas dan Tanggung Jawab Juru Masak

Menurut Ilham (2004:110)Tugas dan tanggung jawab juru

masak:

1. Tugas Juru Masak yakni mengolah atau memasak makanan

yang di produkti di masing – masing section. Juru Masak yang

bertugas pada satu bagian harus memusatkan perhatiannya

pada beban pengolahan makanan bagiannya sendiri.

Misalnya, Juru Masak di bagian membuat sauce / Sauce Section

a. daging dan unggas. Membuat kaldu / Stock sebagai bahan

dasar membuat saus panas

b. Membuat saus – saus panas untuk masakan dari daging dan

unggas

c. Memasak semua jenis hidangan yang terbuat dari

2. Tanggung jawab Juru Masak :

a. Mendukung Demi chef yang berada diatasnya.

b. Melaporkan segala hal kepada atasan.

c. Mengerjakan pekerjaan yang ringan sebagai pemula

d. Mengontrol segala pekerjaan yang dilakukan olah Dw /

Trainee.

9
Menurut Sudiara (1995:23) tugas-tugas juru masak (cook) ialah

sebagai berikut :

a. Memotong, mengukur dan mencampur bahan makanan

yang akan dimasak.

b. Menyusun menu.

c. Menyediakan peralatan untuk masak.

d. Melaksankan pengolahan dari bahan mentah hingga siap

dimakan.

2.8. Pengertian Menu

Menurut Budiningsih (2011:92) bahwa menu berasaldari

bahasa Perancis Le Menu yang berarti daftar makanan yang

disediakan kepada tamu di ruang makan. Sedangkan oleh orang

Inggris menu disebut juga bill of fare yang artinya daftar daftar

makanan yang tercantum dan diinformasikan lewat media kertas,

papan atau kain didinding tempat papan menu itu ditulis.

Menurut Bartono dan Ruffino (2010:151) menu adalah

makanan yang ada di restaurant dan ditawarkan kepada

pelanggan.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa menu

adalah daftar makanan yang tercantum dalam media kertas yang

ada di restoran guna untuk ditawarkan kepada pelanggan.

10
2.9. Jenis – jenis Menu

Menurut Utama (2016:122) jenis menu berdasarkan bentuk

penawaran dibagi menjadi 3 yaitu :

1. A’la Carte Menu: adalah daftar makanan yang

mencantumkan berbagai jenis makanan dari appetizer

atau makanan pembuka sampai dengan makanan

penutup dimana masing – masing makanan tersebut

memiliki harga tersendiri. Ini berarti tamu memiliki

kesempatan untuk memilih makanan sesuai dengan

seleranya kan kemampuan untuk membayar.

2. Table D’hotel Menu: adalah daftar makanan yang

membentuk atau tersusun dalam satu set makanan dalan

satu harga ynag pasti. Table d’hotel ini dapat terdiri ari 2,

3 maupun 4 courses. Ini berarti dalam table d’hotel menu

ini tidak adanya banyak pilihan bagi tamu dan biasanya

menu semacam ini akan banyak dihidangkan dalam

melayani tamu group, karena akan lebih mudah

mempersiapkan dan melayaninya.

3. Special Party Menu: menu untuk banquet dan perayaan

sejenis biasanya dibuat setelah diadakan persetujuan

antara si pemesan dan pihak hotel. Setelah melalui

pembicaraan dengan banquet manager lain yang ditunjuk

itu, dibuatlah susunan menu. Disini bisa diberikan adanya

dua kemungkinan, pertama harganya ditetapkan oleh

pemesan dan menu disusun oleh pihak hotel atau

11
kemungkinan kedua susunan menu diberikan kepada si

pemesan dan harga ditentukan oleh pihak penyelenggara,

dalam hal ini adalah pihak hotel. Dengan sendirinya, tidak

setiap pesana tidak dilayani oleh pihak hotel, meskipun

harganya telah disepakati oleh kedua belah pihak karena

si penyelenggara harus mempertimbangkan juga

beberapa hal demi lancarnya perayaan tersebut, seperti

kemampuan dari staff restaurant dan dapur serta daya

tampung restaurant.

Menurut Mertayasa (2012:112) menu dapat dikelompokkan

menjadi beberapa kelompok berdasarkan pada:

1. Berdasarkan jenis hidangan (meal) menu dapat

dibedakan menjadi:

a. Menu sarapan pagi

b. Menu makan siang

c. Menu makan malam

d. Menu makan larut malam

e. Brunch menu

f. Tea – time menu

2. Berdasarkan penawaran menu dapat dibedakan

menjadi:

a. A’la carte menu, dengan bermacam – macam

penawaran.

b. Table d’hotel menu, dengan penawaran yang

terbatas.

12
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa jenis menu aalah

menu yang dimana setiap makanan dicantumkan pada daftar makanan

tersebut dengan harga tersendiri dan memiliki berbagai jenis hidangan

seperti menu sarapan pagi, menu makan siang, menu makan malam,

menu makan tengah malam dan tea – time menu.

2.10. Fungsi Menu

Menurut Bartono dan Ruffino (2010:151) fungsi menu dibagi

menjadi tiga yaitu :

1. Sebagai pedoman bagi karyawan untuk bekerja, yaitu :

a. Juru masak, sebagai pedoman untuk memasak.

b. Waiter, untuk menawarkan ke pelanggan.

c. Kasir, untuk menghitung harga beli.

d. FB Office, untuk bahan informasi dan arsip.

e. Marketing, untuk bahan data yang akan dijual.

f. Purchasing, untuk pedoman pengadaan bahan.

g. Cost Control, untuk menentukan harga jual.

2. Sebagai alat promosi kepada masyarakat calon

pembeli.

3. Sebagai referensi jika akan menulis meu baru.

Menurut Sudiara (2011:170) fungsi dari menu sebagai berikut :

1. Fungsi menu bagi pengolah makanan

a. Sumber informasi tentang bahan makanan yang

diperlukan.

13
b. Memberikan informasi tentang peralatan yang

diperukan

c. Memudahkan pembagian tugas dan menyusun

struktur organisasi,

2. Fungsi menu bagi restoran

a. Sumber informasi persiapan peralatan saji yang

diperlukan.

b. Memberikan informasi kepada pramusaji tentang

produk yang akan ditawarkan.

c. Untuk menyiapkan tenaga kerja.

d. Menentukan jenis pelayanan.

3. Fungsi menu bagi pelanggan

a. Sebagai sumber informasi tentang makanan

yang dapat dipesan

b. Menghitung biaya yang akan dikeluarkan.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa fungsi menu

adalah sebagai sumber informasi kepada masyarakat atau tamu dan untuk

menentukan jenis pelayanan bagi restoran kepada tamu. Dan untuk

menentukan dan menghitung biaya yang akan dikeluarkan dari daftar –

daftar menu tersebut.

14
BAB III

Sejarah The Alea Hotel

3.1 Sejarah Hotel

The Alea Hotel merupakan hotel yang masih baru, hotel yang selesai

dibangun pada tahun 2014 dibawah kepemilikan Zakie M. Yos, yang beralamat di

Jalan Cendrawasih no. 78, Petitenget Seminyak-Bali. The Alea Hotel merupakan

hotel berbintang 3. Nama Alea digunakan karena seperti lambangnya yang

berbentuk jalan menuju ke atas, sama seperti popularitas yang diharapkan

menjulan ke atas, dapat dikenal dengan mudah oleh banyak orang, dan dapat

menjadi tempat yang nyaman bagi wisatawan saat mereka menginap di Hotel The

Alea. Hotel ini mulai beroprasional sejak 5 Januari 2014 dengan keadaan hotel

yang belum bisa beroperasional dengan maksimal, karena banyaknya bahan,

prasarana, dan kebutuhan layaknya sebuah hotel, mulai dari karyawan, dan

fasilitas lainnya yang belum terpenuhi.

Pada tahun 2014 The Alea Hotel menghandle tamu (guest) masih

menggunakan sistem manual, dan belum banyak orang-orang yang mengetahui

Hotel Alea karena kurangnya promosi. Setelah 6 bulan berjalan mulai ada

pergerakan dari karyawan dan fasilitas hotel mulai adanya bookingan ke Hotel

Alea. Setelah tahun 2015 tepatnya di awal tahun Hotel Alea mulai banyak dikenal

oleh wisatawan karena kegiatan promosi yang dilakukan, mulai dari promosi ke

travel agent, sosial media, maupun majalah-majalah travel dan hingga sekarang

sudah banyak bookingan dari travel-travel agent dan wisatawan lokal..

15
The Alea Hotel sekarang memiliki jumlah karyawan sebanyak 60 staff, 15

orang DW (daily worker), dan 6 orang trainee. Jumlah kamar yang dimiliki The Alea

Hotel sebanyak 144 kamar, terdiri dari 112 pool view, dan 32 pool access.

3.2 Fasilitas Hotel

Adapun fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh The Alea Hotel adalah sebagai berikut:

1. Swimming pools

Fasilitas swimming pool ini memungkinkan para tamu untuk dapat

beranang dengan pemandangan deretan kamar hotel

2. Pool bar

Fasilitas pool bar menyediakan minuman buat para tamu yang

berenang .

3. Restaurants

ALEA HOTEL Seminyak memiliki sebuah outlet restaurant yaitu Bale

Restaurant. Bale restaurant merupakan restaurant formal yang

dioprasikan untuk breakfast,lunch ,dan dinner.Restaurant ini

menyediakan berbagi jenis makanan mulai dari makanan

indonesi,asia,dan western dan di buka dari jm 06 : 00 AM sampi jam 11

: 00 PM

4. Meeting room

ALEA HOTEL memiliki meeting room yang bertempatan di lantai tiga

dan memiliki pemandangan hotel -hotel di sekitarnya.

5. Spa

16
The spa alea hotel seminyak disediakan bagi para tamu yang ingin

terapi atau relaksasi sejenak untuk merefres pikiran mereka.

6. Parking

Alea Hotel memiliki parkir bawah tanah dan ada juga di luar hotel.

7. Airport transfer

Alea Hotel menyediakan airport transfer untuk menjemput tamu atau

mengantar tamu yang check in dan check out.

8. Welcome drink

Alea Hotel menyediakan welcome drink untuk tamu yang baru check in

di alea helet seminyak.

9. Security 24 hours with CCTV

Di Alea Hotel security di tugaskan menjaga 24 jam.

10. Room service

Room service Alea hotel hanya melayani dari jam 06;00 am sampai

closing.

11. Laundry / dry cleaning

Alea hotel mempunyai laundry yang memberikan pelayanan kepada

tamu yang menginap di hotel.,

12. Motor bike and car rental

Alea hotel juga menyediakan fasilitas rental motor bike bagi para tamu

yang ingin jalan- jalan.

17
BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Persiapan, Pelaksanaan, dan Penutupan

Pada bagian ini akan dijelaskan aktivitas sehari-hari apa saja yang

dilaksanakan selama mengikuti training. Aktivitas tersebut dapat dibagi

menjadi tiga field/area yang berbeda, yaitu field/area preparation

(persiapan), field/area action (pelaksanaan), field/area closing

(penutupan).

4.1.1 Field/area Preparation (Persiapan)

1) Persiapan Penampilan

Sebelum masuk ke area dapur atau tempat kerja,

kita yakin bahwa penampilan kita sudah bersih, rapi, dan

sopan. Adapun persiapan yang harus kita lakukan

sebelum memasuki area dapur adalah :

a. Merapikan rambut

b. Kuku dalam keadaan bersih

c. Tidak bau badan

d. Memakai topi

e. Memakai apron

f. Memakai baju dan celana yang bersih

g. Memakai sepatu kitchen

2) Persiapan Peralatan

Persiapan peralatan adalah mempersiapkan semua

peralatan yang bersih yang nantinya akan kita gunakan

dalam proses bekerja atau memasak. Adapun peralatan

18
yang harus disiapkan sebelum memulai pekerjaan

adalah :

a. Cutting board

b. Plate

c. Knife

d. Pan

e. Ballonwish

f. Bowl

g. Spoon

1) Persiapan Bahan

Persiapan bahan adalah proses menyiapkan bahan-

bahan yang kita perlukan baik bahan yang masih

bersihfat mentah atau setengah jadi yang nantinya kita

olah menjadi makanan.

a. Salad (Aragula, freze, watercress, baby romaine)

b. Avocado

c. Yogurt (plain yogurt, banana yogurt, papaya yogurt)

d. Milk (fresh milk)

4.1.2 Field/area Action (Pelaksanaan)

1) Morning Shift (06.00am-14.00pm)

a. Training mengecek semua backup’an untuk

breakfast yang di display di restaurant.

b. Jika ada backup’an yang kurang lengkap, segera

dilengkapi.

19
c. Training mengecek set up’an yang telah di set up di

restaurant, jika ada yang habis di refill.

d. Sesudah breakfast close, training membantu

seniornya membuat orderan.

2) Afternoon Shift (14.00pm-22.00pm)

a. Mengecek dan menyiapkan prepare breakfast.

b. Membantu senior membuat orderan.

4.1.3 Field/area Closing (Penutupan)

a. Setelah jam 22.00pm jika ada prepare yang belum

selesai, training dan staff melakukan over handle

kepada night shift.

b. Setelah melakukan over handle, bergegas pulang

dan melakukan absensi pulang.

4.2 Kelebihan-Kelebihan Alea Hotel

1. Alea Hotel berada tidak jauh dari pantai sehingga diminati oleh para

tamu.

4.3 Permasalahan di Alea Hotel

1. Kurangnya fasilitas di kitchen.

4.4 Penyelesaian Masalah

1. Penambahan fasilitas di kitchen.

20
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis dapat menyipulkan bahwa

pelaksanaan tugas-tugas juru masak di Alea Hotel dapat dibagi menjadi 3

bagian, yaitu :

1. Preparation (Persiap)

Pada tahap ini penulis melakukan persiapan mulai dari penampilan,

persiapan peralatan dan persiapan bahan makan yang akan

mempermudah penulis dalam menyiapkan suatu hidangan makanna

yang berkualitas.

2. Action (Persiapan)

a. Morning Shift : take care buffet breakfast.

b. Afternoon Shift : take care prepare breakfast.

3. Closing (Penutupan)

Pada tahap ini penulis over handle kepada night shift.

5.2 Saran

Berdasarkan pengamatan penulis selama menjalankan training di Alea

Hotel, Seminyak. Penulis ingin memberikan saran-saran sebagai berikut :

5.2.1 Saran Untuk Hotel

a. Kedisiplinan karyawan lebih ditingkatkan lagi dari sebelumnya.

b. Segera mungkin memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak di

kitchen.

c. Memberi pengetahuan yang lebih kepada training.

d. Memperbanyak lagi equipment dan utensil yang kurang.

21
5.2.2 Saran Untuk Kampus

a. Menambah fasilitas-fasilitas penunjang di kampus seperti : tempat

praktik yang nyaman dan pengadaan alat yang lengkap agar saat

terjun langsung ke industry dapat mengetahui jenis-jenis alat yang

ada.

b. Agar memberikan praktik dan teori yang lebih banyak dari industry

supaya mahasiswa yang akan melakukan praktik kerja industri

dapat lebih siap mental dan tidak ragu untuk melakukan tugas-

tugas yang diberikan senior.

Demikian saran-saran yang dapat saya sampaikan lewat laporan

ini, disini saya mengharaokan agar saran-saran saya dapat dijadikan

pedoman bagi pelaksana training selanjutnya.

Terakhir, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh

staff di Paragon Hotel terutama kitchen team yang selama 6 bulan ini

telah mengajarkan saya banyak hal dalam memberikan pengetahuan

proses mengolah bahan makanan mentah menjadi siap dimakan atau

siap disajikan untuk tamu.

Menyadari masih banyak kekurangan pada penulisan laporan ini,

saya meminta maaf yang sebesar-besarnya dan saya megharapkan

bimbingan dan pemasukan dari segala pihak yang mendorong saya

agar dapat membuat laporan dengan lebih baik dan sempurna di masa

yang akan datang.

22
23
DAFTAR PUSTAKA

Arif ED. 2002 Pengetian Dapur atau Kitchen : Bali.

Abdul R.A. 2005. Pengantar Ilmu Perhotelan dan Restoran. Graha Ilmu :

Yogyakarta.

Ali, Lukman. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia . Jakarta: PT. Balai Pustaka.

Alwi, Hasan. 2002. Kamus besar Bahasa Indonesia edisi ketiga. Jakart.

Antara Ketut. 2018. Sejarah Hotel: Bali.

Baratono BA dan Rudiffono. 2010 Pemahaman Fungsi menu: Jambi.

Budiningsih. 2011 Ilmu Pengertian Menu: Jakarta: PT. Balai Pustaka

Daryanto. 2000. Kamus Besar Bahasa Indonesia Lengkap. Jakarta: PT Balai

Pustaka.

I wayan adi. Ni Putu dewi.2015 Tugas dan tanggung Jawab: Bali.

ilham ML. 2004 Pengetian Juru Masak: jawa Timur

Lawson. 1995 Pengetahuan hotel and resort. Angkasa : Bandung.

Mertaya. 2012 Ilmu Pengertian restoran. PT. Balai pustaka : Jakarta.

Marsum WA. 2005. Restoran dan Segala Permasalahannya. Yogakarta: Andi.

Sugiyono. 2014. Jenis –jenis Metode Memasak. Bandung.

Soekresno. 2000. Buku Pengetahuan Kepariwisataan.Bandung: Alpa Beta.

Sihite,Ricard. 2002. Dasar-dasar Tata Boga. SIC. Surabaya.

Soenarmo. Adi. 2007. Kamus Istilah Pariwisata dan Perhotelan. Bandung :

Angkasa.

Utama A. 2016 Ilmu Pengertian Menu: Bandung.

Zainul. 2002. Kutubuku.com. Jakarta: Ghali Indonesia.

24
25