Anda di halaman 1dari 7

RINGKASAN MATERI

KONSEP USAHA DAN PESAWAT SEDERHANA


Alokasi Waktu : 13 JP @ 40 menit

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Menjelaskan konsep kerja/usaha
2. Menjelaskan jenis pesawat sederhana
3. Menjelaskan keuntungan mekanik
4. Menjelaskan prinsip pesawat sederhana pada otot dan rangka manusia
5. Melaporkan/ memaparkan hasil penyelidikan tentang manfaat pesawat sederhana
dalam kehidupan sehari-hari

B. Materi Pembelajaran
1. Materi Pembelajaran Reguler
Pertemuan 1 dan 2 : konsep usaha dan Pesawat Sederhana
Pertemuan 3 : Jenis pesawat sederhana
Pertemuan 4 : Keuntungan mekanik
Pertemuan 5 : Prinsip pesawat sederhana pada otot dan rangka manusia

PERTEMUAN 1 DAN 2
KONSEP USAHA DAN PESAWAT SEDEHANA

A. Usaha

Usaha merupakan segala sesuatu yang dikerjakan atau dilakukan oleh manusia. Dalam
fisika usaha yang dilakukan oleh sebuah gaya di definisikan sebagai hasil kali gaya dengan
perpindahan benda yang searah dengan gaya.

- Gaya F yang bekerja pada benda menyebabkan benda berpindah psisi sejauh s dalam arah
gaya F. usaha yang diberi lambang W memiliki satuan joule (J) dalam SI
1 J = 1Nm
1 kJ = 1.000 J
1 MJ = 1.000.000 J

Usaha dirumuskan sebagai berikut:

Usaha = gaya x perpindahan


w=Fxs

Keterangan:
W = usaha (joule atau J)
F = gaya (N)
s = perpindahan (m)

Besar usaha yang dilakukan oleh gaya yang bekerja pada benda juga bergantung pada arah
gaya dan arah perpindahan benda.

B. . Pesawat sederhana
Pesawat sederhana adalah alat yang dipergunakan untuk mempermudah manusia
melakukan usaha. Pesawat sederhana berdasarkan prinsip kerjanya dibedakan menjadi
tuas/pengungkit, bidang miring, katrol dan roda berporos. Pesawat sederhana mempunyai
keuntungan mekanik yang didapatkan dari perbandingan antara gaya beban dengan gaya
kuasa sehingga memperingan kerja manusia.

Pada saat manusia melakukan aktivitas, manusia selalu berupaya untuk melakukannya
dengan usaha dan daya yang sekecil-kecilnya. Oleh karena itu, manusia menggunakan
pesawat sederhana untuk membantu melakukan aktivitasnya. Ketika kerja dipermudah,
artinya energi yang dikeluarkan lebih sedikit. Energi dan kerja (usaha) dinyatakan dalam
satuan Joule (Newton meter). Kerja atau usaha didefinisikan sebagai hasil kali antara gaya
dengan jarak, sehingga dapat dituliskan dengan rumus berikut : W = F.S
Keterangan :
W = Usaha (Joule)
F = Gaya (Newton)
S = Jarak (Meter)

Contoh Soal :
Sebuah balok berada pada lantai licin dan ditarik oleh gaya F = 40 Newton. Jika usaha yang
dilakukan oleh gaya kepada balok adalah 680 joule, hitunglah besar perpindahan balok !
Diketahui Jawab
Diketahui : W = F.S
W = 680 joule W 680
F = 40 Newton S = = = 17 meter
F 40
Ditanyakan : S?

Usaha dapat bernilai nol apabila gaya yang dikerjakan pada benda tidak mengakibatkan
perpindahan tempat. Seberapa besarpun gaya yang bekerja, jika tidak terjadi perpindahan
maka gaya tersebut dikatakan tidak melakukan usaha atau W = 0. Besarnya usaha yang
dilakukan per satuan waktu disebut dengan daya atau power (P). Daya secara matematis
dituliskan sebagai berikut.
W
P =
t
P = Daya (Watt)
W = Usaha (Joule)
t = Waktu (Sekon)
Contoh Soal :
Seorang siswa yang beratnya 450 Newton menaiki tangga yang memiliki ketinggian 3 m.
Siswa tersebut memerlukan waktu 6 detik untuk sampai ke atas. Tentukan daya yang
dikeluarkan siswa untuk kegiatan tersebut!
Di Jawab
ke
ta
hu
i
Di W
ket P = t
ah
ui : P = 1.350 = 225
W 6 watt
=
F.S
=
45
0x
3=
1.3
50
jou
le
t=
6
de
tik
(se
ko
n)
Dit
an
ya
ka
n:
P?

PERTEMUAN 3 DAN 4
Jenis Pesawat Sederhana
Manfaat dari pesawat sederhana adalah untuk mempermudah pekerjaan manusia. Alat-alat
yang dapat membantu manusia melakukan suatu usaha disebut pesawat sederhana. Ada
beberapa jenis pesawat sederhana yang sering digunakan dalam sehari-hari, misalnya
katrol, roda berporos, bidang miring, pengungkit (tuas). Berikut ini akan disebutkan
beberapa jenis pesawat sederhana yang ada di sekitarmu. Selain itu, akan dijelaskan pula
keuntungan mekanik dari penggunaan pesawat sederhana. Akan tetapi, tidak semua
pesawat sederhana dapat menggandakan gaya. Keuntungan mekanik (KM) adalah bilangan
yang menunjukkan berapa kali pesawat menggandakan gaya.

a. Katrol
Katrol adalah Sebuah roda yang sekelilingnya diberi tali dan dipakai untuk mempermudah
pekerjaan manusia. Berdasarkan jumlah katrol yang digunakan, pesawat sederhana
dibedakan menjadi sistem katrol tunggal, sistem katrol ganda, dan sistem katrol banyak
(majemuk/takal).

Katrol Tetap
Saat mengambil air dari sumur menggunakan timba, jika tali yang terhubung pada katrol
ditarik ke bawah, maka secara otomatis timba berisi air akan terkerek ke atas. Keuntungan
mekanik katrol tetap sama dengan 1. Jadi, katrol tetap tunggal tidak menggandakan gaya
kuasa atau dengan kata lain gaya kuasa sama dengan gaya beban.
W Lk
KM = = =1
F Lb

Katrol Bebas Tunggal


Katrol bebas berfungsi untuk melipatkan gaya, sehingga gaya pada kuasa yang diberikan
untuk mengangkat benda menjadi setengah dari gaya beban. Katrol jenis ini biasanya
ditemukan di pelabuhan yang digunakan untuk mengangkat peti kemas. Keuntungan
mekanik dari katrol bebas lebih besar dari 1. Pada kenyataannya nilai keuntungan mekanik
dari katrol bebas tunggal adalah 2. Hal ini berarti bahwa gaya kuasa 1 N akan mengangkat
beban 2 N.
W Lk
KM = = =2
F Lb

Katrol Gabungan/Majemuk
Agar gaya kuasa yang diberikan pada benda semakin kecil, maka diperlukan katrol
majemuk. Katrol majemuk merupakan gabungan dari katrol tetap dan katrol bebas yang
dirangkai menjadi satu sistem yang terpadu. Katrol majemuk biasa digunakan dalam
bidang industri untuk mengangkat benda-benda yang berat. Keuntungan mekanik dari
katrol majemuk sama dengan jumlah tali yang menyokong berat beban.
W Lk
KM = = = n (jumlah katrol)
F Lb

b. Roda Berporos
Roda berporos adalah pesawat sederhana yang memiliki dua roda dengan ukuran berbeda
yang berputar bersamaan. Gear pada sepeda adalah salah satu contoh pesawat sederhana
yang tergolong roda berporos. Gaya kuasa biasanya bekerja pada roda yang besar, gaya
beban bekerja pada roda yang lebih kecil. Roda berporos memiliki fungsi untuk
mempercepat gaya. Selain gear sepeda, contoh penerapan pesawat sederhana jenis roda
berporos adalah kursi roda, mobil, dan sepatu roda.

c. Bidang Miring
Bidang miring merupakan bidang datar yang diletakkan miring atau membentuk sudut
tertentu sehingga dapat memudahkan gerak benda. Contoh dari bidang miring selain
tangga adalah sekrup dan pisau. Keuntungan mekanik bidang miring dapat dihitung
dengan membagi jarak kuasa dengan jarak beban.

Jika tinggi bidang miring h, panjang bidang miring l, berat benda yang dinaikkan melalui
bidang miring, dan gaya yang digunakan untuk memindahkan benda itu sebesar F maka
keuntungan mekanik bidang miring dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.
Gaya beban
KM =
Gaya kuasa
Panjang Bidang Miring l
KM = =
Ketinggian h

d. Pengungkit (Tuas)
Pengungkit yaitu pesawat sederhana yang dibuat dari sebatang benda yang keras (seperti
balok kayu, batang bambu, atau batang logam) yang digunakan untuk mengangkat atau
mencongkel benda. Contoh alat-alat yang merupakan pengungkit antara lain gunting,
linggis, jungkatjungkit, pembuka botol, pemecah biji kenari, sekop, koper, pinset, dan
sebagainya. Tuas berfungsi sebagai alat pembesar gaya sehingga keuntungan
menggunakan tuas adalah gaya yang dihasilkan lebih besar daripada gaya yang
dikeluarkan.
Besarnya gaya yang dihasilkan bergantung pada panjang lengan gaya dan panjang lengan
beban. Makin besar perbandingannya, makin besar pula gaya ungkit yang dihasilkan. Cara
menghitung keuntungan mekaniknya dengan membagi panjang lengan kuasa dengan
panjang lengan beban. Panjang lengan kuasa adalah jarak dari tumpuan sampai titik
bekerjanya gaya kuasa. Panjang lengan beban adalah jarak dari tumpuan sampai dengan
titik bekerjanya gaya beban.

Perbandingan beban yang diangkat dan kuasa yang dilakukan disebut keuntungan
mekanis, dirumuskan sebagai berikut:
Apabila Fb x Lb = Fk x Lk, maka :
Fb Lk
KM = =
Fk Lb
KM = keuntungan mekanis
Fb = gaya beban
Fk = gaya kuasa
Lk = lengan kuasa
Lb = lengan beban

PERTEMUAN 5
Prinsip Kerja Pesawat Sederhana pada Otot dan Rangka Manusia
Otot dan rangka bekerja bersama-sama pada saat seseorang melakukan gerakan. Hal ini
seperti setiap bagian yang terdapat pada sepeda akan bekerja bersama-sama ketika sepeda
tersebut bergerak.
Pada saat melakukan suatu aktivitas, otot, tulang, dan sendi akan bekerja bersama-sama.
Prinsip kerja ketiganya seperti sebuah pengungkit, di mana tulang sebagai lengan, sendi
sebagai titik tumpu, dan kontraksi atau relaksasi otot memberikan gaya untuk
menggerakkan bagian tubuh.

Anda mungkin juga menyukai