Anda di halaman 1dari 17

TINJAUAN KASUS

I. PENGKAJIAN KELUARGA
1. Identitas Keluarga

a. Identitas kepala keluarga


Nama : Tn. I
Umur : 48 tahun
Agama : Islam
Suku : Jawa dan Sumatera
Pendidikan : SD
Alamat : Indralaya

b. Komposisi keluarga

Status
No Nama L/P Umur Hub. Keluarga Pendidikan
Imunisasi

1. Ny. S P 48 th Istri SMP Lengkap

2. Tn.E L 24 th Anak Kandung SMA Lengkap

3. An. T P 13 th Anak Kandung SD Lengkap

c. Genogram

48 Keterangan:
48
: Laki-Laki

24 : Perempuan
13

: Tinggal serumah
d. Tipe Keluarga
Keluarga Tn. I merupakan keluarga inti dengan ayah, ibu dan anak kandung. Tn. I
mengatakan tidak ada masalah dengan type keluarga
e. Suku Bangsa
Tn. I menyatakan bahwa keluarganya merupakan suku jawa dan sumatera, hidup
dilingkungan etnis sumatera. Tn. I berkomunikasi dengan bahasa Jawa dan

1
sumatera baik antara anggota keluarga maupun dengan tetangga sekitar. Tn. I
mengatakan tidak ada budaya yang bertentangan dengan kesehatan.
f. Agama
Semua anggota keluarga Tn. I beragama Islam dan menjalankan ibadah di rumah
dan di masjid.
g. Status Sosial Ekonomi Keluarga
1) Anggota keluarga yang mencari nafkah: yang mencari nafkah Tn. I yang
sebagai kepala keluarga dan Ny. S juga membantu mencari nafkah
2) Penghasilan: Rp. 2.000.000 penghasilan Tn. I dan 1.500.000 untuk
penghasilan Ny. S
3) Harta benda yang dimiliki: motor dan memiliki perabotan rumah yang
lengkap
4) Kebutuhan yang dikeluarkan tiap bulan: Ny. S mengatakan kebutuhan
yang dikeluarkan tiap bulan yaitu membayar cicilan motor, berbelanja
untuk kebutuhan sehari-hari.
h. Aktivitas Rekreasi Keluarga
Kegiatan yang dilakukan keluarga, setiap hari mereka menonton TV bersama-
sama istri anak di malam hari dan sekali seminggu memancing bersama. Kadang
mereka juga berkumpul bersama tetangga atau saudara dekat untuk berbincang-
bincang bersama. Jika liburan panjang keluarga pergi ke kampong halaman
mengunjungi orang tua.

2. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


a. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Keluarga Tn. I dan Ny. S memiliki 3 anak, keluarga Tn. I dan Ny. S saat ini
berada pada tahap perkembangan keluarga yang sudah melepas anaknya yang
sudah menikah dan mempunyai tempat tinggal sendiri. Hanya anak yang pertama
dan terakhir yang tinggal serumah dengannya.
b. Tahap Perkembangan Keluarga Yang Belum Terpenuhi
Menurut Ny. S tahap perkembangan keluarga sampai saat ini yang belum
terpenuhi sangat mengkhawatirkan kehidupan anaknya yang sudah menikah
terutama tidak tinggal serumah dengannya.

2
c. Riwayat Kesehatan Keluarga Inti
1) Ny. S mengatakan memiliki masalah kesehatan yaitu rematik
2) Suami Ny. S (Tn. I) mengatakan tidak mempunyai penyakit keturunan,
setiap malam hari badannya terasa pegal disebabkan karena kelelahan dari
pekerjaan sebagai buruh.
3) Anak Ny. S (Tn. E): Tn. E sampai saat ini tidak ada penyakit yang di
derita, dan Tn. E jarang sakit.
4) Anak Ny. S (An. T): An. T tidak punya riwayat penyakit berbahaya dan
jarang sakit.
d. Riwayat Kesehatan Keluarga Sebelumnya
Menurut pengakuan Ny. S dikeluarganya tidak mempunyai penyakit yang kronis.

3. Data Lingkungan
a. Karakteristik Rumah
Rumah Tn. I merupakan rumah permanent dengan ukuran panjang ± 10 meter dan
lebar 6 meter. Dirumah tersebut terdapat:
1) Kamar tidur (2 kamar tidur yang terdapat diruang tengah)
2) Ruang tamu
3) Rumah makan Ny. S bergabung dengan dengan ruang dapur
4) Kamar mandi berjumlah 1 dan WC 1
Lantai rumah Tn. I terbuat dari plester. Sumber air keluarga berasal dari sumur
gali yang telah dipasang pompa air dan tendon, kualitas airnya bersih. Jarak
septictank dengan sumur >10 meter. Keluarga mengatakan membuang air
limbah di belakang rumah dengan membuatkan saluran dan tempat
penampungan. Untuk pembuangan sampah dilakukan dengan ditampung dulu
dikotak sampah kemudian dibakar. Untuk sarana penerangan keluarga Tn. I
menggunakan listrik semuanya.

3
Gambar Denah Rumah
Jalan
U
B T
S

K. Tidur

Ruang Tamu
K. Tidur

K. Mandi

Dapur WC

sumur

Pembuangan
limbah

b. Karakteristik Tetangga Dan Komunitas


Rumah Ny. S berada diwilayah kelurahan yang mayoritas penduduk disekitarnya
adalah pegawai swasta dan negeri. Sarana jalan didaerah tersebut sudah di aspal.
Sarana kesehatan dilingkungan tersebut berupa dokter, bidan dan mantri desa.
Disekitar rumah Ny. S terdapat masjid. Tetangga Ny. S mayoritas beragama Islam
serta memiliki sifat kebersamaan serta menganut adat jawa, misalnya selamatan,
gotong-royong, bersih desa, pengkajian PKK, dan lain-lain.
c. Mobilitas Geografis Keluarga
Ny. S dan suaminya adalah sejak berkeluarga mereka tidak berpindah-pindah
rumah.
d. Perkumpulan Keluarga Dan Interaksi Dengan Masyarakat
Keluarga Ny. S mengatakan tidak ada perkumpulan atau pertemuan-pertemuan
khusus dan biasanya berkumpul hanya di waktu-waktu tertentu seperti lebaran
kemarin semua keluarga berkumpul.

4
e. System Pendukung Keluarga
Saat ini dalam keluarga tidak terdapat anggota keluarga yang sakit, hubungan satu
anggota keluarga dengan yang lainnya cukup baik dan sudah terbiasa saling
tolong menolong. Keluarga Ny. S tidak mempunyai Jamsostek/asuransi
kesehatan, biasanya mereka berobat langsung di bawah ke puskesmas atau
bidan/mantri desa.

4. Struktur Keluarga
a. Struktur Peran
1) Tn. I sebagai kepala keluarga, seorang suami, bapak berkewajiban
mencari nafkah untuk keluarga dalam sehari-hari.
2) Ny. S sebagai istri dan turut bekerja membantu suaminya mencari nafkah
tetapi dirinya juga tetap melakukan perannya sebagai isteri yang harus
menyiapkan semua keperluan suaminya dan anak di rumah.
3) Tn. E berperan sebagai anak Ny. S dan Tn. I telah bekerja sebagai
pegawai swasta. Dia juga memberikan penghasilan kepada orang tua.
4) An. T berperan sebagai anak yang menjalankan perannya yang mematuhi
peraturan orang tuanya dan belajar dalam tugas sekolah.
b. Nilai dan Norma Keluarga
Sebagai bagian dari masyarakat Indralaya dan beragama islam, keluarga memiliki
nilai-nilai dan norma yang dianut seperti sopan santun terhadap orang tua, suami
terhadap isteri. Selama ini dirinya dan suaminya makan bersama kalau malam
hari, karena siang hari masing-masing kerja sampai sore. Keluarga juga menganut
norma/adat yang ada dilingkungan sekitar misalnya takziah, menjenguk orang
sakit, gotong royong, dll.
c. Pola/Cara Komunikasi Keluarga
Menurut Ny. S dalam keluarganya berkomunikasi biasa menggunakan bahasa
Jawa dan bahasa Sumatera, menurut Ny. S dirinya juga cepat akrab dengan
keluarga suaminya.
d. Struktur Kekuatan Keluarga
Dalam pengambilan keputusan keluarga Ny. S yaitu kepala keluarga Tn. I, namun
untuk pengambilan kebutuhan rumah sehari-hari diberikan kepada Ny. S. jika ada
suatu permasalahan selalu memutuskan secara bersama-sama atau musyawarah.

5
Perbedaan-perbedaan pendapat yang ada selalu bisa di atasi jika mereka
bermusyawarah.

5. Fungsi Keluarga
a. Fungsi Afektif
Menurut Ny. S belum pernah menemukan masalah yang berat. Tn. I dan Ny. S
selalu memberikan dukungan satu sama lain. Hubungan antara dirinya dengan
suaminya sampai sejauh ini baik dan hubungan dengan keluarga besarnya pun
baik. Mereka selalu menumbuhkan sikap saling menghargai dan berusaha saling
membantu. Tetapi memiliki masalah pada anaknya yang baru menikah karena
mengkhawatirkan bagaimana kehidupan setelah menikah nanti
b. Fungsi Sosialisasi
1) Kerukunan hidup dalam keluarga:
Hubungan antara dirinya dengan suaminya sampai sejauh ini baik dan
hubungan dengan keluarga besarnya pun baik dan hubungan antara
menantu dan anak-anaknya terjallin dengan baik. Hubungan keluarga
dengan orang lain pun baik, terutama tetangga-tetangga terdekat.
2) Interaksi dan hubungan dalam keluarga:
Interaksi dan hubungan dalam keluarga baik-baik saja.
3) Anggota keluarga yang dominan dalam pengambilan keputusan:
Menurut Ny. S yang selalu mengambil keputusan ialah Tn. I
4) Kegiatan keluarga waktu senggang:
Kegiatan di waktu senggang keluarga sering mancing bersama anaknya
seminggu sekali.
5) Partisipasi dalam kegiatan social:
Membantu dalam kegiatan gotong royong
c. Fungsi Reproduksi
Menurut Ny. S belum merencanakan untuk memiliki anak lagi karena lebih fokus
untuk bekerja. Ny. S menggunakan alat kontrasepsi yang berbentuk pil.
d. Fungsi Ekonomi
Ny. S mengatakan penghasilannya dan suaminya sudah cukup untuk memenuhi
kebutuhan sandang, pangan. Dalam anggota keluarga ada yang sekolah jadi
pendapaan keluarga Ny. S cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari.

6
e. Fungsi Perawatan kesehatan
1) Kemampuan mengenal masalah kesehatan
Menurut Ny. S sebenarnya mengetahui sebagian penyakit keluarganya dan
sebagian yang lain tidak tahu. Tetapi tidak tahu penyebabnya. Ny. S
menderita sakit rematik dan menurutnya itu hal yang biasa yang terjadi
dan tidak perlu diperiksakan.
2) Kemampuan Mengambil Keputusan Mengenal Tindakan Kesehatan
Ny. S menderita sakit rematik dan menurutnya itu hal yang biasa yang
terjadi dan sembuh sendirinya asal tidak terlalu berat dalam bekerja.
3) Kemampuan Merawat Anggota Keluarga Yang Sakit
Keluarga Ny. S mengatakan tidak begitu banyak mengetahui tentang
penyakit yang diderita, namun keluarga Ny. S hanya segera membawa
keluarganya yang sakit ke pelayanan kesehatan.
4) Kemampuan Keluarga Memelihara/Memodifikasi Lingkungan Rumah
Yang Sehat
Keluarga mengatakan pembuangan sampah dilakukan di tempat
pembuangan penampungan sementara (kotak sampah) dan selanjutnya
dibakar. Pembuangan air limbah dilakukan dengan cara dibuatkan saluran.
5) Kemampuan Menggunakan Fasilitas Kesehatan
Keluarga Ny. S mengatakan jika ada anggota keluarga yang sakit maka
Ny. S membawanya ke puskesmas atau bidan/mantra desa.

6. Stres dan Koping Kelurga


a. Stressor Jangka Pendek dan Panjang
Keluarga memikirkan nasib anaknya yang sudah menikah.
b. Respon Keluarga Terhadap Stressor
Keluarga jika menderita sakit membawa ke pelayanan kesehatan dan memberikan
dorongan dan semangat pada anggota keluarga yang mempunyai masalah,
keluarga membantu memecahkan masalah yang ada di keluarga tersebut dengan
bermusyawarah. Setelah itu keluarga berusaha dan berdoa untuk bisa keluar dari
masalah tersebut.
c. Strategi Koping
Anggota keluarga selalu bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah yang ada.

7
7. Kesehatan Tiap Individu Anggota Keluarga

Nama Anggota Keluarga


No Variabel
Tn. I Ny. S Tn. E An. T

Riwayat penyakit - - - -
1
saat ini

Badan terasa Linu di - -


Keluhan yang
2 pegal persedian
dirasakan
tangan

Kelelahan Terjadi jika - -


karena bekerja yang
3 Tanda dan gejala
pekerjaan terlalu berat
sebagai buruh

Riwayat penyakit - - - -
4
sebelumnya

TD = 120/80 TD = 120/80 TD = 120/80 TD = 100/70


mmHg mmHg mmHg mmHg
S = 36,5oC S = 36,5oC S = 36,8oC S = 36oC
5 Tanda-tanda vital RR = 24 RR = 20 RR = 20 RR = 20
x/menit x/menit x/menit x/menit
N = 80 x/menit N = 77 N = 77 N = 78 x/menit
x/menit x/menit

Letak normal Letak normal Letak Letak normal


ics 2 dan 3 – ics 2 dan 3 – normal ics 2 ics 2 dan 3 –
5dan 6 5dan 6 dan 3 – 5dan 5dan 6
Ictus cordis Ictus cordis 6 Ictus cordis
normal yaitu ics normal yaitu Ictus cordis normal yaitu ics
Sistem
6 5 dan 6 ics 5 dan 6 normal yaitu 5 dan 6
kardiovaskuler
Irama teratur, Irama teratur, ics 5 dan 6 Irama teratur,
suara tambahan suara Irama suara tambahan
tidak ada tambahan teratur, suara tidak ada
tidak ada tambahan
tidak ada

Saat bernafas Saat bernafas Saat Saat bernafas


tidak tidak bernafas tidak
menggunakan menggunakan tidak menggunakan
otot bantuan otot bantuan menggunaka otot bantuan
pernafasan. pernafasan. n otot pernafasan.
Tidak ada Tidak ada bantuan Tidak ada
bengkak, lesi (-) bengkak, lesi pernafasan. bengkak, lesi (-)
7 Sistem respirasi Tidak ada (-) Tidak ada Tidak ada
penimbunan Tidak ada bengkak, penimbunan
cairan penimbunan lesi (-) cairan
Bunyi nafas cairan Tidak ada Bunyi nafas
vesikuler Bunyi nafas penimbunan vesikuler
vesikuler cairan
Bunyi nafas
vesikuler

8 Sistem GI tract Simetris, warna Simetris, Simetris, Simetris, warna

8
normal, asites warna normal, warna normal, asites
(-) asites (-) normal, (-)
Tidak ada nyeri Tidak ada asites (-) Tidak ada nyeri
tekan, tidak ada nyeri tekan, Tidak ada tekan, tidak ada
benjolan tidak ada nyeri tekan, benjolan
Bising usus (+) benjolan tidak ada Bising usus (+)
Organ pada Bising usus benjolan Organ pada
abdomen (+) Bising usus abdomen
normal Organ pada (+) normal
abdomen Organ pada
normal abdomen
normal

Berfungsi Berfungsi Berfungsi Berfungsi


Sistem dengan baik dengan baik dengan baik dengan baik
9
musculoskeletal Reflek patella Reflek patella Reflek Reflek patella
(+) (+) patella (+) (+)

10 Sistem genetalia - - - -

8. Harapan Keluarga
a. Terhadap masalah kesehatannya: Keluarga berharap agar tetap sehat.
b. Terhadap petugas kesehatan yang ada: Dengan adanya petugas kesehatan
yang datang ke rumahnya menurutnya mengharapkan supaya petugas
kesehatan bisa memberikan pengetahuan atau solusi kepada masyarakat
dengan penyuluhan-penyuluhan seperti saat ini diharapkan dapat
membantu masalah keluarga yang dihadapi dengan berkurang.

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Analisa Data
Data Masalah Penyebab
DS : Ketakutan pada Ketidakmampuan keluarga
- Ny. S mengatakan khawatir keluarga Tn. I mengambil keputusan
terhadap rumah tangga khususnya Ny. S dalam menangani
anaknya yang sudah ketidakmandirian anak yang
menikah, karena sebelumnya sudah menikah
sering ketergantungan kepada
Ny. S sebelum menikah
- Ny. S mengatakan An.H
tidak pernah jauh dari
orangtuanya, dan tidak
pernah memisahkan diri
(kontrak rumah) sebelumnya

DO :
- Tampak kehawatiran pada
9
ekspresi wajah Ny. S saat
menceritakan anaknya yang
sudah menikah.

2. Perumusan Diagnosa Keperawatan


No. Diagnosa keperawatan
1. Ketakutan pada keluarga Tn. I khususnya Ny. S b/d ketidakmampuan keluarga
mengambil keputusan dalam menangani ketidakmandirian anak yang sudah
menikah

3. Penilaian (Scoring) Diagnose Keperawatan


a) Diagnosa 1: Ketakutan pada keluarga Tn. I khususnya Ny. S b/d ketidakmampuan
keluarga mengambil keputusan dalam menangani ketidakmandirian anak yang sudah
menikah
No. Kriteria Perhitungan Bobot Pembenaran
1. Sifat masalah: 3/3 x 1 = 1 Ny. S mengkhawatirkan
aktual terhadap rumah tangga anaknya
yang sudah menikah, karena
sebelumnya sering
ketergantungan kepada Ny. S
sebelum menikah
1 a. Ny. S mengatakan An.H
tidak pernah jauh dari
orangtuanya, dan tidak
pernah memisahkan diri
(kontrak rumah)
sebelumnya
.
2. Kemungkinan 2/2 x 2 = 2 Keluarga memiliki sumber
untuk diubah: daya yang cukup kuat untuk
mudah mengatasi masalah yaitu:
a. Pola komunikasi yang baik
2 dengan anaknya yang sudah
menikah
b. Keluarga selalu
memberikan support.

3. Potensial untuk 3/3 x 1 = 1 Masalah sudah berlangsung


dicegah: tinggi tidak terlalu lama, untuk
mengatasi kekhawatiran Ny. S
sering menelpon anaknya yang
1
sudah menikah dan sesekali
menjenguk anaknya dan
menantu

4. Menonjolnya 1/2 x 1 = 1 1 Saat Ny. S mengeluhkan

10
masalah: Ada kekhawatirannya pada anaknya
masalah tetapi yang sudah menikah diberikan
harus penjelasan karena sudah
segera semestinya orang tua harus
ditangani melepaskan anaknya yang
sudah menikah.

Total 4 1/2

4. Penetapan Prioritas Diagnosis Keperawatan Keluarga


Priorita Diagnose keperawatan skor
s
1. Ketakutan pada keluarga Tn. I khususnya Ny. S b/d 4 1/2
ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan dalam
menangani ketidakmandirian anak yang sudah menikah

11
III. RENCANA KEPERAWATAN KELUARGA
Tujuan KH
No Diagnosa Kep. Intervensi
J. Panjang J. Pendek Kriteria Standar
1. Ket Setelah Setelah dilakukan Respon a. cara memandirikan a. Kaji pengetahuan keluarga
aku dilakukan intervensi selama verbal anak merupakan tentang cara
tan intervensi 1x35 menit, salah satu sikap memandirikan anak
pad keperawatan diharapkan klien untuk membiasakan b. Berikan penjelasan
a selama 1 tidak ketakutan anak tidak terlalu kepada keluarga cara
kel minggu, dengn kriteria bergantung pada memandirikan anak
uar keluarga hasil keluarga orang tua c. Anjurkan kepada keluarga
ga mampu mampu: b. manfaat dari cara untuk mengetahui
Tn. mengambil memandirikan anak manfaat, dan cara
I keputusan dalam 1.Mengenal yaitu tanggng cara memandirikan anak
khu menangani masalah yang baru, arah dan d. Anjurkan kepada keluarga
sus ketidakmandiria a. Mejelaskan tujuan baru dll untuk mulai memberi
nya n anak yang kembali kesempatan kepada anak
Ny. sudah menikah akibat lanjut untuk mandiri
S dari e. Ajarkan keluarga untuk
b/d ketidakmand mulai memandirikan anak
keti irian anak dari kecil
dak dalam f. Beri reinforcement positif
ma kehidupanny atas hasil yang dicapai
mp a keluarga
uan b. Menjelaskan
kel kembali
uar manfaat dari
ga cara
me memandirika
nga n anak
mb
il
kep

12
utu 2. Mengambil Respon Keluarga menyatakan a. Kaji pengetahuan keluarga
san keputusan verbal keputusannya dalam tentang akibat lanjut dari
dal untuk mengatasi ketakutan ketidakmandirian anak
am mengatasi terhadap anak yang dalam kehidupannya
me ketakutan sudah menikah b. Jelaskan kepada keluarga
nan terhadap anak tentang akibat lanjut dari
gan yang sudah ketidakmandirian anak
i menikah dalam kehidupannya
keti c. Berikan kesempatan
dak kepada keluarga untuk
ma bertanya
ndi d. Evaluasi kembali
ria penjelasan tentang akibat
n lanjut dari
ana ketidakmandirian anak
k dalam kehidupannya
yan e. Berikan reinforcement
g positif
sud
ah
me 3. Menciptakan Pada Keluarga a. Kaji tingkat pengetahuan
nik lingkungan kunjunga memperlihatkan keluarga tentang cara
ah yang kondusif n yang kondisi ruangan yang memodifikasi lingkungan
direncan rapi dan tenang yang baik untuk keluarga
akan dalam memandirikan anak
b. Beri pujian atas
pengetahuan keluarga
c. Jelaskan cara
memodifikasi lingkungan
yang baik dalam
memandirikan anak
d. Beri kesempatan keluarga

13
untuk bertanya
e. Jawab pertanyaan keluarga
f. Minta keluarga untuk
mengulang kembali
g. Beri pujian pada keluarga
atas kemampuan keluarga.

4. Memanfaatka Psikomot Keluarga membawa Ny. a. Kaji pengetahuan keluarga


n pelayanan or S jika mengalami sakit tentang fasilitas-fasilitas
kesehatan kesehatan yang ada
b. Beri reinforcement positif
c. Diskusikan tentang
fasilitas-fasilitas yang ada
d. Beri kesempatan keluarga
untuk bertanya
e. Jawab pertanyaan keluarga
f. Beri reinforcement positif

IV. IMPLEMENTASI & EVALUASI


Tgl/Waktu Dx. Implementasi Evaluasi Paraf
Keperawatan Formatif

14
05 Maret Ketakutan pada keluarga Tn. 1. Mengkaji pengetahuan S : Keluarga Tn. I mengatakan masih
2015 I khususnya Ny. S b/d keluarga tentang cara khawatir terhadap anaknya yang baru
16.00 WIB ketidakmampuan keluarga memandirikan anak menikah.
di rumah mengambil keputusan dalam 2. Memberikan penjelasan Keluarga Tn. I. mengatakan senang karena
Tn. I menangani ketidakmandirian kepada keluarga cara telah diberi penyuluhan tentang cara
anak yang sudah menikah memandirikan anak memandirikan anak
3. Menganjurkan kepada O : Keluarga Tn. I kooperatif terbukti dengan
keluarga untuk mulai mengajukan beberapa pertanyaan saat
memberi kesempatan kepada kegiatan berlangsung
anak untuk mandiri A : Ketakutan pada keluarga Tn. I. teratasi
4. Menganjarkan keluarga sebagian
untuk mulai memandirikan P : Intervensi dilanjutkan dengan memberikan
anak dari kecil penkes tentang akibat lanjut dari
ketidakmandirian anak dalam kehidupannya
07 Maret Ketakutan pada keluarga Tn. 1. Mengkaji pengetahuan S : Keluarga Tn. I. mengatakan mengerti dan
2019 I khususnya Ny. S b/d keluarga tentang akibat paham tentang pembahasan yang diberikan
15.00 WIB ketidakmampuan keluarga lanjut dari ketidakmandirian O : Penkes dihadiri oleh keluarga Tn. I.
di rumah mengambil keputusan dalam anak dalam kehidupannya Keluarga sudah mampu menjawab
Tn. I. menangani ketidakmandirian 2. Menjelaskan kepada pertanyaan yang diberikan. Keluarga sudah
anak yang sudah menikah keluarga tentang akibat mampu mengambil keputusan untuk
lanjut dari ketidakmandirian mengatasi ketakutan terhadap anak yang
anak dalam kehidupannya sudah menikah
3. Memberikan kesempatan A : Keluarga belum mampu memodifikasi
kepada keluarga untuk lingkungan yang tepat untuk menunjang
bertanya kemandirian anak
4. Mengevaluasi kembali P : Berikan penyuluhan tentang cara
penjelasan tentang akibat memodifikasi lingkungan yang baik dalam
lanjut dari ketidakmandirian memandirikan anak
anak dalam kehidupannya
09 Maret Ketakutan pada keluarga Tn. 1. Mengkaji tingkat S : Keluarga Tn. I. mengatakan mengerti
2015 I khususnya Ny. S b/d pengetahuan keluarga dengan pembahasan cara memodifikasi
13.00 WIB ketidakmampuan keluarga tentang cara memodifikasi lingkungan

15
di rumah mengambil keputusan dalam lingkungan yang baik untuk O : Keluarga tampak berpartisipasi,
Tn. I. menangani ketidakmandirian keluarga dalam kooperatif dan mendengarkan saat kegiatan
anak yang sudah menikah memandirikan anak berlangsung
2. Memberi pujian atas A : Masalah pengetahuan modifikasi
pengetahuan keluarga lingkungan teratasi
3. Menjelaskan cara P : Intervensi dilanjutkan dengan pemberian
memodifikasi lingkungan penkes mengenai fasilitas kesehatan yang ada
yang baik dalam
memandirikan anak
4. Memberi kesempatan
keluarga untuk bertanya
5. Menjawab pertanyaan
keluarga
6. Meminta keluarga untuk
mengulang kembali
11 Maret 1. Mengkaji pengetahuan S : Keluarga Tn. I. mengatakan mengerti
2015 keluarga tentang fasilitas- dengan penkes yang diberikan
11.00 WIB fasilitas kesehatan yang ada O : Keluarga kooperatif, memperhatikan
di rumah 2. Memberi reinforcement penkes dan aktif bertanya
Tn. I. positif A : Masalah pengetahuan mengenai fasilitas
3. Mendiskusikan tentang yang ada teratasi
fasilitas-fasilitas yang ada P : Intervensi dihentikan
4. Memberi kesempatan
keluarga untuk bertanya
5. Menjawab pertanyaan
keluarga
6. Memberi reinforcement
positif

16
17