Anda di halaman 1dari 2

Tahapan Utama Proses Survey

Seperti layaknya penelitian pada umumnya, titik awal dalam proses penelitian sulit untuk
ditentukan, ide penelitian selalu dimodifikasi seiring dengan data dan literatur yang diperoleh lebih
lanjut dalam penelitian. Keberhasilan survei lebih berkaitan dengan kemampuan peneliti dalam
berpikir dan mengintegrasikan berbagai tahapan proses penelitian daripada mengikuti serangkaian
aturan yang kaku.

Salah satu trik yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan pemikiran “back to front” yang
berfokus pada analisis akhir dan ditarik mundur ke tujuan asli penelitian. Menuliskan variabel
dependen dan variabel independen dalam bentuk tabel dummy untuk mengantisipasi variable lain
yang mungkin dimuat dalam analisis akhir. Memastikan bahwa kuesioner mencakup pertanyaan
untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam mengisi tabel dummy.

Selanjutnya, periksa prosedur pengambilan sampel. Apakah sampel mewakili populasi? Apakah
ukuran sampel cukup besar sehingga memungkinkan dilakukan uji statistik? Untuk sebagian besar
uji statistik, setidaknya dibutuhkan tiga puluh responden.

Bagaimana hipotesis diuji berkaitan data dan konteks penelitian yang lebih luas? Meskipun
melibatkan banyak dugaan, paling tidak akan mengurangi kemungkinan melakukan salah satu
kesalahan utama dari survei kuesioner: mengukur sesuatu yang sangat berbeda dengan yang apa
yang dimaksudkan di awal.

Setiap survei dengan data kuesioner memiliki tantangan tersendiri dalam hal mendesain. Tidak ada
dua survei yang sama dan hanya sedikit survey yang dijalankan tanpa hambatan.

Kesalahan (Error) dalam Penelitian Survey

Berbagai jenis kesalahan (error)

Hal mendasar yang harus peneliti atasi saat menggunakan teknik survey kuantitatif adalah masalah
reliabilitas dan validitas. Desain survei yang baik diperoleh meminimalkan jenis kesalahan yang
dapat dua hal tersebut. Kesalahan dapat muncul pada setiap tahap: dari pembentukan hipotesis
yang buruk, hingga kesalahan transfer data pada tahap pemrosesan data. Jenis kesalahan berkaitan
dengan pemilihan responden disebut sampling-error, sedangkan jenis kesalahan berkaitan bias
desain kuesioner disebut non sampling-error.

Sampling errors