Anda di halaman 1dari 20

Di buat oleh :

1. Alisa Santi Rosnindar (111.0007)


2. Argita Putri (111.0013)
3. Dafid Adi Saputra (111.0029)
4. Dimas Bagus B S (111.0037)
5. Gusti Ayu Kunti (111.0059)
6. Iswatul Auliyah (111.0069)
7. Ratna Tri Kusuma (111.0111)
8. Riezca Devi Anggreini (111.0119)
9. Rosnita Arine Harikadua (111.0125)
KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT,


yang telah melimpahkan segala rahmat, rezeki, kesabaran, kekuatan
serta keimanan sehingga dapat menyusun makalah “Memandikan duduk,
berbaring dan menggunting kuku” ini dengan tepat waktu.
Dalam hal ini kami dipercayakan untuk menyusunnya, dan itu
adalah suatu tanggung jawab besar dan kepercayaan yang tak terhingga atas
adanya dukungan dari teman-teman untuk menyelesaikannya.
Dan kami menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan makalah ini
bentuknya masih sangat sederhana dan penuh kekurangan, karena itu diperlukan
penyempurnaan d a r i berbagai pihak. Maka itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik d a r i pembaca yang relevan dari
berbagai pihak untuk kelengkapan makalah ini.
Kami berharap agar makalah yang kami sajikan
d a p a t b e r m a n f a a t b a g i mahasiswa lain untuk dijadikan sebagai
salah satu sumber dan kajian dalam rangka meningkatkan mutu
pendidikan terutama untuk meningkatkan mutu pembelajaran dengan
menyediakan sumber belajar melalui media tulisan ini untuk ilmu kesehatan pada
umumnya dan ilmu keperawatan pada khususnya.
Pada kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih
kepada semua pihak yang telah ikut membantu dan berperan serta
secara aktif dan bekerja sama dalam proses penyelesaian makalah ini.

Surabaya, 30 November 2011

Penulis

x
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ............................................................................................. x

Daftar Isi ....................................................................................................... xi

BAB I

Pendahuluan

 Latar belakang ............................................................................. 1

 Tujuan .......................................................................................... 1

BAB II

Pembahasan

 Memandikan duduk ..................................................................... 2

 Memandikan pasien dalam posisi berbaring ................................ 5

 Menggunting kuku ....................................................................... 12

BAB III

Penutup

Kesimpulan .....................................................................................................

Saran ................................................................................................................

Daftar Pustaka .................................................................................................

xi
BAB I

PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG

Perawat bekerja dengan bervariasi klien yang memerlukan bantuan


hygiene pribadi atau harus belajar teknik hygiene yang sesuai. Hygiene adalah
ilmu kesehatan. Cara perawatan diri manusia untuk memelihara kesehatan mereka
disebut hygiene perorangan. Cara perawatan diri menjadi rumit dikarenakan
kondisi fisik atau keadaan emosional klien. Pemeliharaan hygiene perorangan
diperlukan untuk kenyamanan individu, keamanan dan kesehatan. Seperti pada
orang sehat memenuhi kebutuhan kesehatannya sendiri, pada orang sakit atau
tantangan fisik memelukan bantuan perawat untuk melakukan praktek kesehatan
yang rutin. Selain itu, beragam faktor pribadi dan sosial budaya mempengaruhi
praktek hygiene klien. Perawat menentukan kemampuan klien untuk melakukan
perawaan diri dan memberikan perawatan hygiene menurut kebutuhan dan pilihan
klien. Memandikan klien merupakan bagian perawatan hygiene total. Mandi dapat
dikategorisasikan sebagai pembersihan atau terapetik. Mandi adalah salah satu
cara mempertahakan kebersihan kulit. Mandi akan membantu menciptakan
suasana rileks, menstimulasi sirkulasi pada kulit, meningkatkan rentang gerak
selama mandi, meningkatkan citra diri dan menstimulasi kecepatan maupun
kedalaman respirasi. Ketika klien tidak mampu mandi atau melakukan perawatan
kulit pribadi maka perawat memberikan bantuan penting atau mengajarkan
keluarga atau temannya bagaimana memberikan hygiene dengan cara dan pada
waktu yang tepat. Interaksi antara perawat dan klien selama mandi atau perawatan
kulit akan memberi perawat kesempatan untuk mengembangkan hubungan yang
berarti dengan klien.

II. TUJUAN

1
BAB II

PEMBAHASAN

MEMANDIKAN DUDUK

I. Persiapan alat :
a. 2 handuk mandi
b. 2 waslap badan
c. Baskom mandi ( untuk mandi lengkap atau sebagian di tempat
tidur )
d. Sabun dan tempatnya
e. Selimut mandi atau penutup (untuk mandi lengkap atau
sebagian di tempat tidur )
f. Baju atau piama bersih
g. Alat bantu higienis seperti air pengangkat kulit, salep,
pelembab kulit, deodorant, dan bedak
h. Pispot atau urinal dan kertas toilet
i. Keranjang linen atau tas laundry
j. Sarung tangan sekali pakai
k. Linen tempat tidur (tambahan)

II. Persiapan pasien


a. Membertahu pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
b. Menutup pintu, jendela dan memasang tabir

III. Langkah – Langkah :


1. Persiapkan untuk memandikan klien. Kaji pilihan klien untuk
praktek mandi, frekuensi mandi, waktu yang di sukai, jenis
produk higienis yang di gunakan
2. Pertimbangan kondisi klien dan tinjau kembali pesan untuk
tindakan pencegahan mengenai pergerakan atau posisi klien.
3. Jelaskan prosedur dan minta klien untuk saran atau cara untuk
mempersiapkan bahan-bahan. Jika akan melakukan 2
mandi sebagian, tanyakan beberapa banyak mandi
klien berharap untuk selesai
4. Jika akan melakukan mandi shower atau mandi di bak di
jadwalkan penggunaan fasilitas jika mandi privat tidak tersedia
5. Atur suhu ruangan dan ventilasi, dan tutup pintu kamar dan
jendela. Tutup tirai sekitar tempat tidur
6. Periksa kebersihan bak atau shower. Gunakan teknik pembersih
yang sesuai dengan kebijakan institusi. Tempatkan keset karet
dibawah bak atau shower. Letakkan keset sekali pakai atau
handuk di depan bak atau shower
7. Kumpulkan semua alat bantu kebersihan, benda-benda toilet,
dan linen yang di minta oleh klien. Letakkan dalam jangkauan
klien.
8. Bantu klien ke kamar mandi jika di perlukan. Minta klien untuk
menggunakan baju mandi dan sandal untuk berjalan ke arah
kamar mandi
9. Demonstrasikan pada klien bagaimana menggunakan tanda
pemanggil untuk bantuan di rumah sakit atau fasilitas
perawatan lanjutan. Catatan : jika keamanan di pertaruhkan
buat perencanaan bantuan sebelum prosedur
10. Letakkan tanda : “dipakai” : pada pintu kamar mandi jika di
rumah sakit atau fasilitas perawatan lanjutan.
11. Isi bak mandi setengahnya dengan air hangat. Minta klien
untuk memeriksa air , dan menyesuaikan suhu air jika terlalu
hangat atau terlalu dingin. Jelaskan keran yang mengontrol air
panas. Jka klien menggunakan shower, nyalakan shower dan
sesuaikan suhu air sebelum klien memasuki tempat shower
12. Instruksikan klien untuk menggunakan pengaman saat masuk
dan keluar dari bak atau shower
13. Cegah klien untuk menggunakan minyak mandi di dalam bak
mandi
14. Instruksikan klien untuk tidak tinggal di dalam bak 3
lebih lama dari 20 menit. Periksa klien setiap 5
menit
15. Kembali ke kamar mandi jika klien memberi tanda, dan ketuk
pintu sebelum masuk
16. Untuk klien yang tidak seimbang, alirkan air bak sebelum
klien mencoba untuk keluar dari bak. Letakkan handuk mandi
di atas bahu klien
17. Bantu klien keluar dari bak jika diperlukan dan bantu
pengeringan
18. Bantu klien jika perlu dalam memakai baju bersih atau piama,
sandal, dan jubah. (di rumah dan fasilitas perawatan lanjut atau
jangka panjang, klien dapat menggunakan pakaian biasa)
19. Bantu klien ke ruangan dan bantu klien memperoleh posisi
yang nyaman di tempat tidur atau kursi
20. Bersihkan bak mandi atau shower sesuai kebijakan institusi.
Pindahkan linen kotor dan masukkan ke dalam keranjang linen
kotor. Buang peralatan sekali pakai pada tempatnya. Letakkan
tanda “tidak dipakai” pada pintu kamar mandi. Kembalikan
bahan-bahan ke tempat penyimpanan
21. Cuci tangan
22. Lakukan evaluasi teknik mandi

IV. Evaluasi
a. Observasi perilaku klien dan tanya jika klien merasa lemah
atau tidak nyaman
b. Catat pada daerah kulit yang sebelumnya kotor atau kemerahan
atau menunjukkan tanda dini kerusakan
c. Catat jenis mandi dan toleransi klien terhadap mandi. Juga catat
kondisi kulit dan temuaan penting lainnyaseperti kulit yang
kemerahan atau nyerti sendi atau otot. Catat tingkat bantuan
yang dibutuhkan klien 4

5
MEMANDIKAN PASIEN DALAM POSISI BERBARING

I. Definisi :

Suatu tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu
mandi secara sendiri dengan cara memandikannya di tempat tidur

II. Tujuan :

a. Menghilangkan minyak yang menumpuk, keringat, sel-sel kulit mati


dan bakteri

b. Menghilangkan bau badan yang berlebihan

c. Menstimulasi sirkulasi / peredaran darah

d. Meningkatkan rasa nyaman dan perasaan segar bagi pasien

e. Mempertahankan kebersihan kulit

f. Mendidik pasien dalam kebersihan perorangan

III. Persiapan Alat :

a. 2 handuk mandi

b. 2 waslap badan

c. Baskom mandi (untuk mandi lengkap atau sebagian di depan


tempat tidur)

d. sabun dan tempat sabun

e. selimut mandi atau penutup (untuk mandi lengkap atau


sebagian di tempat tidur)

f. baju atau piama bersih

g. Alat bantu higenis, seperti air pengangkat kulit salep, pelembab


kulit,deodoran dan bedak

6
h. bedpan atau urinal dan kertas toilet

i. keranjang linen atau tas laundry

j. linen tempat tidur (tambahan)

IV. Persiapan Pasien :


a. Memberitahu pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
b. Menutup pintu, jendela
c. Memasang tabir dan tirai

V. Langkah – Langkah :
1. Bantu pilihan klien untuk praktik mandi,frekuensi mandi,waktu
yang di sukai,jenis produk kebersihan yang di gunakan
2. Pertimbangan kondisi klien dan ulang perintah untuk tindakan
pencegahan yang memperhatikan perpindahan atau pengaturan
posisi klien
3. Jelaskan prosedur dan tanya klien saran atau cara
mempersiapkan bahan-bahan jikan akan melakukan mandi
sebagian, tanya seberapa banyak mandi klien yang di harapkan
untuk selesai
4. Jika shower atau bak mandi telah dilakukan, atur jadwal
penngunaan fasilitas jika mandi,pribadi tidak tersedia
5. Atur temperatur ruangan dan ventilasi,dan tutup pintu ruangan
maupun jendela. Tutup gorden sekitar tempat tidur
6. Tawarkan klien bedpan atau urinal.sediakan handuk dan lap
badan untuk klien
7. Cuci tangan. Plihan :gunakan sarung tangan jika ada drainase
pada kulit
8. Rendahakan rel samping yang terdekat pada perawat dan bantu
klien dalam mengambil posisi yang nyaman untuk
mempertahankan kesejajaran tubuh
9. Bawa klien ke arah sisi dekat perawat.letakkan tempat tidur
dalam posisi yang tinggi
10. Longgarkan penutup atas pada kaki tempat tidur. Letakkan
selimut mandi di atas sprei atas.lipat dan pindahkan
7
sprei atas dari bawah selimut.jika
memungkinkan,klien memegang selimut mandi ketika perawat
menarik sprei
11. Jika sprei atas di gunakan kembali, letakkan di tas laundry, jaga
untuk tidak memperbolehkan linen kontak dengan seragam
perawat
12. Pindahkan pakaian atau piama klien selama menjaga
privasi.jika ektrenitas mengalami cedera atau mengalami
penurunan mobilisasi, mulai melepas dari sisi yang tidak sakit.
Jika klien di pasang selang intravena, lepaskan pakaian dari
tangan yang tanpa intravena pertama kali ,lalu rendahkan
wadah intravena dan luncurkan pkaian yang menutupi tangan
yang sakit Di atas selang dan wadah. Gantung kembali wadah
intravena dan periksa kecepatan aliran
13. Tarik rel sisi ke atas, isi bak mandi dengan air hangat 2/3
penuh. Katakan pada klien untuk meletakkan jarinya dalam air
untuk mengetes temperatur. Tambahan : letakkan pada plastik
lotion dalam air mandi
14. Rendahkan rel sisi. Pindahkan bantak jika diijinkan dan angkat
kepala tempat tidur 30 – 45o. Letakkan handuk manduh di
bawah kepala pasien
15. Letakkan handuk mandi di atas dada klien
16. Lipat lap badan sekitar jari tangan untuk membentuk sarung
tangan. Celupkan bentuk sarung tangan dalam air dan peras
keseluruhan
17. Cuci mata klien dengan air hangat biasa. Gunakan bagian yang
berbeda dari bentuk sarung tangan untuk setiap mata.
Pindahkan bentuk sarung tangan dari dalam dan luar kamtus.
Rendan enkurstasi kelopak mata untuk 2-3 menit dengan lap
lembab untuk membantu sebelum melepaskan. Keringkan
keseluruhan mata dengan lembut
18. Tanya klien tentang pilihan dalam penggunaan 8
sabun untuk muka. Cuci, bilas, dan keringkan jidat,
pipi, hidung, leher dan telinga dengan baik
19. Pindahkan selimut mandi dari tangan klien yang terdekat.
Letakkan handuk mandi memanjang di bawah tangan
20. Mandikan tangan dengan sabun dan air dengan gerakan yang
panjang dan tegas dari area distal ke proksimal (jari-jari ke
aksila). Angkat dan sokong lengan ke atas kepala ( jika) ketika
membersihkan aksila dengan teliti
21. Bilas dan keringkan keseluran lengan dan aksila. Jika klien
menyukai gunakan deodorant atau bedak tabur
22. Lipat seliput mandi menjadi setengah dan letakkan di tempat
tidur di samping klien. Letakkan waskom pada handuk.
Rendam tangan klien ke dalam air. Tambahan : biarkan tangan
terendam 3-5 menit sebelum membersihkan tangan dan kuku
jari. Pindahkan waskom dan keringkan tangan dengan kain.
Tinggikan penghalang tempat tidur dan pindah ke sisi lain
tempat tidur
23. Turunkan penghalang tempat tidur dan ulang langkah 19 – 22
untuk lengan yang lain
24. Periksa suhu air mandi dan ganti air jika perlu. Jangan biar
pagar tempat tidur tidak terpasang jika ada resiko jatuh
25. Tutupi dada klien dengan handuk mandi dan lipat selimut
mandi sampai ke umbilikus
26. Dengan satu tangan angkat ujung handuk dari atas dada dan
tangan menggunakan waslap, bersihkan dada dengan gerakan
yang panjang dan tegas, berikan perhatian khusus untuk
membersihkan lipatan kulit dibawah payudara klien wanita,
angkat payudara jika perlu. Pelihara dada tertap tertutup selama
periode pembersihan dan pembilasan. Keringkan dengan baik
27. Letakkan handuk mandi memanjang di atas dada dan abdomen
( 2 handuk mungkin di perlukan ) . lipat selimut ke bawah tepat
di atas regio pubis 9
28. Dengan satu tangan, angkat handuk mandi. Dengan
tangan berwaslap bersihkan abdomen, beri perhatian
khusus untuk membersihkan umbilikus dan lipatan abdomen.
Gosok dari sisi ke sisi. Jaga abdomen tetap tertutup selama
pembersihan dan pembilasan. Keringkan dengan baik
29. Kenakan pakaian atau piama bersih. Jika satu ekstremitas
sederhana atau imobilisasi, selalu pakaikan sisi yang sakit
dahulu. (langkan ini dapat di hilangkan sampai penyelesaian
mandi, baju jangan menjadi basah selama sisa mandi )
30. Tutupi dada dan abdome dengan bagian atas selimut mandi.
Buka kaki yang jauh dengan melipat selimut sepanjang garis
tengah pastikan perineu tertutup.
31. Tekuk lutut klien dengan meletakkan tangan anda di bawah
tungkai. Saat memegang tumit klien, tinggikan tungkai dari
matras sedikit dan geserkan handuk mandi memanjang di
bawah tungkai
32. Minta klien untuk memahan kaki untuk tidakk bergerak,
letakkan waskom mandi di atas handuk dan amankan posisi di
samping kaki yang akan di cuci
33. Dengan satu tangan menyokong tungkai bawah pada daerah
sendi, angkat kaki dan geser waskom di bawah kaki yang akan
di angkat pastikan kaki diletakkan kuat pada dasar waskom.
Tambahan : biarkan kaki terendan selama perawat
membersihkan tungkai
34. Kecuali ada kontraindikasi gunakan gosokan yang panjang,
tegas dalam membersihkan mata kaki ke lutut dan dari lutut ke
paha. Keringkan dengan baik. Berikan pelembab pada kulit jika
perlu
35. Bersihkan kaki pastikan untuk membersihkan diantara jari kaki,
bersihkan dan potong kuku jika perlu. Keringkan dengan baik .
jika kulit kering gunakan lotion
36. Tinggikan penghalang tempat tidur dan pindahkan
10
ke sisi lain tempat tidur, turunkan penghalang
tempat tidur . ulangi langkah 30 – 35 untuk tungkai
dan kaki yang lain
37. Tutupi klien dengan selimut mandi, tinggikan penghalang
samping tempat tidur untuk keamanan klien dan ganti air
mandi
38. Turunkan penghalang tempat tidur bantu klien untuk posisi
pronn atau berbaring miring ( sesuai yang dapat di aplikasikan)
letakkan handuk sepanjang sisi klien
39. Jaga klien tetap tertutup dengan meletakkan selimut di atas
bahu dan baha
40. Kenakan sarung tangan sekali pakai ( jika tidak di lakukan pada
langkah 7 )
41. Bersihkan, bilas, dan keringkan punggung dari leher ke
koksigies menggunakan goskokan yang panjang dan tegas dari
perhatian khusus pada lipatan pantat dan anus. Berikan
gosokan punggung pindah dari anterior ke posterior
42. Ganti air mandi dan waslap
43. Bantu klien untuk posisi baring miring atau supine. Tutupi dada
dan ekstremitas atas dengan handuk dan ekstremitas bawah
dengan selimut mandi. Buka hanya genitalia ( jika klien dapat
membantu, mentupi seluruh tubuh dengan selimut mandi lebih
disukai) bersihkan, bilas dan keringkan perineum. Beri
perhatian khusus pada lipatan kulit. Gunakan cairan oinmen
repellant pada daerah yang terpapar dengan kelembaban
44. Buang sarung tangan pada tempatnya dan cuci tangan.
45. Gunakan lotion tubuh tambahan atau minyak jika di inginkan
46. Bantu klien berpakaian
47. Sisir rambut klien wanita mungkin ingin memakai tata rias
48. Rapikan linen tempat tidur klien
49. Pindahkan linen kotor dan letakkan di dalam keranjang linen
kotor
50. Bersihkan dan letakkan kembali peralatan mandi. 11
Tinggalkan ruangan sebersih dan senyaman mungkin
51. Cuci tangan
52. Lakukan evaluasi teknik memandikan

VI. Sikap

1. Peka terhadap privacy pasien


2. Bersikap ramah, sopan dan sabar
3. Hati-hati
4. Cermat dalam menentukan langkah-langkah sesuai dengan keadaan
pasien

VI. Evalusi
a. Memandikan pasien disamping tujuan untuk membersihkan, mandi
juga menyegarkan karena merasa gelisah dan tidak enak.

b. Mandi yang bersih juga mempengaruhi kegiatan psikologi.

c. Mandi juga besar manfaatnya untuk sistem otot persendian sebagai


suatu cara olahraga untuk orang sakit.

d. Dimandikan oleh perawat atau pasien mandi sendiri berfungsi


efektif sebagai pengatur kegiatan tubuh

12
MENGGUNTING KUKU

I. Definisi :

Mengurangi panjang kuku tangan dan kuku kaki dengan menggunakan


alat pemotong kuku agar kotoran tidak masuk kedalam tubuh melalui kuku
sehingga kuku tetap dalam keadan sehat dan bersih

II. Tujuan :

1. Membersihkan kuku dari kotoran

2. Mencegah timbulnya penyakit

3. Memberikan rasa nyaman pada tangan

III. Identifikasi klien yang beresiko untuk masalah kaki dan kuku
termasuk hal berikut:

a. Lansia

b. Klien diabetes

c. Klien gagal jantung atau penyakit gagal ginjal

d. klien cidera selebrovaskuler

IV. Persiapan Alat :


a. Handuk
b. Gunting kuku
c. Piala ginjal
d. Kapas alkohol
e. k/p air hangat
f. kantong plastik
g. sarung tangan bersih

V. Langkah – langkah

1. Cuci tangan.atur peralatan pada meja tempat tidur 13


2. Tarik tirai sekitar tempat tidur atau tutup pintu kamar( jika diinginkan).

3. Bantu klien duduk di tempat tidur jika memungkinkan.letakkan karpet


alas mandi sekali pakai di lantai dibawah kaki klien.letakkan lampu
panggilan dalam jangkauan klien.

4. Isi baskom mandi dengan air hangat.periksa suhu air

5. Letakkan baskom pada karpet alas mandi dan bantu klien meletakkan
kakinya kedalam baskom.

6. Atur meja tempat tidur pada posisi rendah dan letakkan di atas
pangkuan klien.

7. Isi mangkok piala ginjal dengan air hangat dan letakkan waskom di
atas handuk kertas di atas meja tempat tidur.

8. Instruksikan klien untuk meletakkan jari tangan pada mangkok dan


lengan pasien pada posisi yang nyaman.

9. Biarkan kaki dan jari tangan dan kaki klien terendam selama 10 menit
sampai 20 menit,ganti air hangat dalam 10 menit jika diperluka.

10. Bersihkan dengan lembut bagian bawah kuku jari tangan dengan stik
jingga saat jari-jari di celup.Kemudian pindahkan mangkok dan
keringkan jari secara menyeluruh.

11. Dengan pemotong kuku,potong kuku lurus memanjang dengan ujung


jari rata.Bentuk kuku dengan menggunakan papan penghalus.

12. Tekan kutikula kebelakang secara lembut dengan stik jingga.

13. Pindahkan meja tempat tidur jauh dari klien.

14. Gunakan sarung tangan sekali pakai dan gosok daerah kalus pada kaki
dengan waslap.

14
15. Bersihkan secara lembut bagian bawah kuku dengan stik jingga
angkat.Angkat kaki dari waskom dan keringkan secara merata.

16. Bersihkan dan potong kuku jari kaki menggunakan prosedur langkah
11-12

17. Gunakan losion untuk kaki dan tangan dan kemudian bantu klien
kembali ke tempat tidur dan posisi yang nyaman.

18. Buka sarung tangan sekali pakai dan buang pada tempatnya.Bersihkan
dan kembalikan peralatan dan bahan ke tempat yang sesuai.Letakkan
linen kotor pada tempatnya.Cuci tangan.

19. Inspekssi kuku dan kulit sekitarnya setelah perendaman dan


pemotongan kuku.

20. Catat prosedur dan observasi. Laporan adanya kerusakan kulit.

15
Penutup
Daftar Pustaka

1. Pendidikan Perawat Bidan St. Yosep R.S. St. Corelus. Buku Praktek Perawatan
Kebidanan. Jakarta : 1975

2. Reeder, Sharon J. and Leonide L. Martin. Matemity Nursing Family, Newborn


and women’s Health care. Sixteenth edition Philiadelphia : J.B. Lipponcott
Company, 1987

3. Potter & Perry. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Edisi 4 volume 2.


Jakarta: ECG, 2005

17