Anda di halaman 1dari 34

Ir Bambang Drajat MM

Konstruksi kereta api dan pengoperasiannya dapat


melibatkan risiko yang signifikan. Risiko merupakan fungsi
dari kemungkinan (frekuensi/probabilitas ) dari kejadian
yang tidak diinginkan atau kecelakaan dan konsekuensinya
(magnitude). Risiko mungkin memiliki sumber eksternal
seperti meteorologi dan peristiwa alam lainnya, termasuk
angin, kabut, tanah, gempa bumi, gelombang panas atau
mungkin akibat dari peristiwa buatan manusia seperti
kebakaran, tumpahan dan ledakan .
No. Aktivitas Potensi Bahaya Resiko
1 Tunneling dan pekerjaan tanah Gangguan tanah selama konstruksi atau erosi dan sedimentasi saluran air
pemeliharaan kegiatan
Bekerja di ruang terbatas Kematian atau cedera personil
Gangguan Warisan Budaya Kehilangan warisan budaya
Gangguan Asam Sulfat Tanah kerusakan infrastruktur
Membahayakan fauna air
penurunan kualitas air
Gangguan kontaminasi tanah Kematian atau cedera personil
Kebisingan yang berlebihan kehilangan pendengaran
pemotongan tanaman kehilangan lahan pertanian produktif
dampak flora dan fauna
penggunaan bahan peledak Kematian atau cedera personil
2 track realinyemen selama perubahan akses ketiadaan akses
konstruksi atau pemeliharaan penundaan atau keterlambatan
3 konstruksi atau pemeliharaan dekat interferensi dengan power supply atau Kematian atau cedera personil
operasional jalan kereta api utilitas lain kehilangan daya power supply
halangan di jalur kereta Kematian atau cedera personil
keterlambatan kereta
4 konstruksi atau pemeliharaan interferensi dengan power supply atau Kematian atau cedera personil
dekat operasional jalan utilitas lain kehilangan daya power supply
halangan jalan lalu lintas terhambat
gangguan terhadap akses darurat
Kematian atau cedera personil
No. Aktivitas Potensi Bahaya Resiko
5 Transportasi barang dan bahan kecelakaan di jalan maupun di jalur Kematian atau cedera personil
selama konstruksi atau operasi kereta api gangguan terhadap akses darurat
Tumpahan berbahaya zat/barang
berbahaya
produksi emisi rumah kaca peningkatan emisi
pengurangan kualitas udara ketidaknyamanan
kesehatan masyarakat
6 penyimpanan barang bongkaran dan tumpahan dan ledakan Kematian atau cedera personil ,
penggunaan berbahaya bahan masyarakat anggota atau satwa liar
kontaminasi tanah atau air lingkungan
derailment / anjlogan Kematian cedera personil atau
masyarakat
kerugian biaya
keterlambatan kereta
7 pemotongan vegetasi hilangnya vegetasi/ tumbuh tumbuhan kematian satwa liar atau cedera
Kehilangan atau kerusakan vegetasi
dilindungi dan keanekaragaman hayati
8 Commissioning of the electrical interference with electrical system Kematian atau cedera personil
system kehilangan daya power supply
Kematian atau cedera personil
9 bahaya alam kebakaran Kematian atau cedera personil
kehilangan property
kerusakan infrastruktur
gangguan layanan kereta api
banjir Kematian atau cedera personil,
masyarakat anggota atau satwa liar
gangguan layanan kereta api
No. Aktivitas Potensi Bahaya Resiko
10 operasi kereta api derailment Kematian cedera personil atau
masyarakat
11 kontruksi jembatan bangunan bawah longsor Kematian cedera personil atau
masyarakat
keterlambatan kereta
keterlambatan konstruksi
kegagalan struktur Kematian cedera personil atau
masyarakat
keterlambatan kereta
keterlambatan konstruksi
12 Station Keselamatan orang dan penumpang Kematian cedera personil atau
Operation masyarakat
13 gangguan pihak ketiga atau peralatan kerusakan peralatan konstruksi kerugian biaya
konstruksi keterlambatan konstruksi
kerusakan jalur kerugian biaya
keterlambatan kereta
14 penggunaan jalan perlintasan kecelakaan Kematian cedera personil atau
masyarakat
peningkatan emisi
malfungsi/ kegagalan keterlambatan kereta
lalu lintas macet
Dua hal terbesar yang menjadi penyebab kecelakaan
kerja yaitu : perilaku yang tidak aman dan kondisi
lingkungan yang tidak aman.
1. sembrono dan tidak hati – hati
2. tidak mematuhi peraturan
3. tidak mengikuti standar prosedur kerja
4. tidak memakai alat pelindung diri
5. kondisi badan yang lemah
Melindungi kesehatan tenaga kerja, meningkatkan efisiensi kerja,
mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit.
1. Budaya keselamatan memerlukan komitmen yang kuat dari atas
dan harus benar-benar menjadi prioritas utama, harus menjadi
bagian integral dari bisnis serta menjadi tanggung jawab semua
orang.
2. Setiap insiden dapat dihindari. Tidak ada pekerjaan yang layak
terluka jika setiap pekerjaan dilakukan dengan aman. Bekerja
aman adalah kondisi kerja.
3. Standar keselamatan dikomunikasikan kepada seluruh karyawan.
Tanggung jawab untuk menerapkan standar dipahami dan
diterima.
4. Rekaman akan mendokumentasikan bagaimana standar dan
praktek manajemen terbaik terpenuhi.
5. Dalam perusahaan yang paling kecil peran koordinator
keselamatan kerja dapat dimasukkan ke dalam deskripsi
pekerjaan seseorang. Dalam kelompok yang lebih besar direktur
keamanan, petugas atau manajer biasanya bertanggung jawab
atas program keselamatan kerja dan menunjuk atau mendirikan
sebuah komite keamanan untuk membantu dalam melaksanakan
program keselamatan.
Body Part Protection
P.P.E. COMPLIANCE
IT IS THE RESPONSIBILITY OF THE
EMPLOYEE,
SUPERVISOR AND
HEALTH AND SAFETY
REPRESENTATIVE

TO ENSURE THAT PERSONAL


PROTECTIVE EQUIPMENT IS
CORRECTLY CHECKED, STORED
Activity hazard
analysis requires
contractors to be
proactive in
aggressively
identifying
hazards that can
be anticipated
and controlling
them rather than
looking back
with 20/20
hindsight.
NO IT’S NOT THE END

IT’S JUST THE


BEGINNING