Anda di halaman 1dari 23

ORGANISASI

PERDAGANGAN
INTERNASIONAL

disusun oleh :

Dea Arsyandita
E0012097
Mata Kuliah “Hukum Organisasi Perdagangan Internasional” Kelas. D

Fakultas Hukum
Universitas Sebelas Maret
Surakarta

2014
ORGANISASI
PERDAGANGAN INTERNASIONAL

1. AFTA (ASEAN Free Trade Area)


2. NAFTA (North America Free Trade Aggreement)
3. EFTA (European Free Trade Association)
4. ITO (Internasional Trade Organization)
5. GATT (General Agreement on Tariffs and Trade)
6. WTO (World Trade Organization)
7. UNCTAD (United Nations Conference on Trade and
Development)
8. IMF (International Monetary Fund)
9. OECD (Organization for Economic Cooperation and
Development)
10. ASEM (Asia Europe Meeting)
11. APEC ( Asia-Pacific Economic Cooperation)
12. IBRD (International Bank for Reconstruction and
Development)
13. Uni Eropa / EEC (European Economic Community)
14. OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries)
15. IFC (International Finance Corporation)
AFTA
(ASEAN Free Trade Area)

AFTA merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-negara ASEAN


untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka
meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan
menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta menciptakan pasar
regional bagi 500 juta penduduknya. Awalnya AFTA ditargetkan ASEAN
FreeTrade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-
negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam
rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan
menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia akan dicapai dalam waktu
15 tahun (1993-2008), kemudian dipercepat menjadi tahun 2003, dan
terakhir dipercepat lagi menjadi tahun 2002.

Tujuan AFTA

1. menjadikan kawasan ASEAN sebagai tempat produksi yang kompetitif


sehingga produk ASEAN memiliki daya saing kuat di pasar global.
2. menarik lebih banyak Foreign Direct Investment (FDI).
3. meningkatkan perdagangan antar negara anggota ASEAN (intra-
ASEAN Trade).

Manfaat AFTA

1. Peluang pasar yang semakin besar dan luas bagi produk Indonesia,
dengan penduduk sebesar ± 500 juta dan tingkat pendapatan
masyarakat yang beragam;
2. Biaya produksi yang semakin rendah dan pasti bagi
pengusaha/produsen Indonesia yang sebelumnya membutuhkan
barang modal dan bahan baku/penolong dari negara anggota ASEAN
lainnya dan termasuk biaya pemasaran;
3. Pilihan konsumen atas jenis/ragam produk yang tersedia di pasar
domestik semakin banyak dengan tingkat harga dan mutu tertentu;
4. Kerjasama dalam menjalankan bisnis semakin terbuka dengan
beraliansi dengan pelaku bisnis di negara anggota ASEAN lainnya.
NAFTA
(North America Free Trade Aggreement)

NAFTA merupakan suatu bentuk organisasi kerjasama perdagangan


bebas negara-negara Amerika Utara. Diantaranya adalah Amerika Serikat,
Kanada dan Meksiko. Pada hakekatnya NAFTA telah terbentuk sejak tahun
1988, karena sejak tahun tersebut telah dimulai kerjasama pedagangan
bebas antara Amerika Serikat dan Kanada. Pada saat itu kerjasama
ekonomi antara Kanada dan Amerika tersebut masih bersifat bilateral,
dalam rangka memperbaiki kondisi perekonomian Kanada yang semakin
memburuk diakibatkan meningkatnya pengangguran dan banyaknya
perusahaaan-perusahaan Kanada yang memindahkan investasi ke Amerika
Serikat.

Pada dasarnya NAFTA merupakan organisasi yang menjanjikan


kemudahan bagi negara-negara persertanya di bidang ekonomi, mulai dari
diberikannya pembebasan tarif bea masuk bagi komoditi-komoditi tertentu
hingga adanya perlakuan adil terhadap penanam modal asing yang akan
menanamkan modalnya di masing-masing negara peserta. Walaupun
NAFTA merupakan blok perdagangan bebas Amrika Utara namun, ternyata
juga memberikan pengaruh bagi negara lainnya termasuk pula negara-
negara berkembang.

Latar belakang dibentuknya NAFTA

1. Adanya perubahan global baik ekonomi, perdagangan maupun


informasi.
2. Perubahan internal, yaitu kemajuan ekonomi negara-negara anggota.
3. Hasil kerja sama blok lainnya yang kurang menggembirakan.
4. Penggalangan persatuan regional untuk meningkatkan posisi dan
daya saing.

Tujuan NAFTA :

1. Meningkatkan kegiatan ekonomi para anggota


2. Pengaturan impor dan produksi sesama anggota
3. Adanya standarisasi barang-barang yang diperdagangkan
4. Mengusahakan adanya perlindungan bagi konsumen mengenai
keselamatan, kesehatan, dan lingkungan hidup.

Tujuan utama NAFTA adalah untuk mengatur hak-hak dan kewajiban


serta kepentingan-kepentingan negara-negara anggotanya, dalam bidang
perdagangan pengaturannya memuat ketentan tentang penghapusan
hambatan tarif dan non tarif. Tarif akan diturunkan secara perlahan,
tergantung jenis dan tingkat kepentingan terhadap produk. Menjelang
tahun 1994, 50% tarif dihilangkan dan penurunan terhadap tarif yang lain
dilakukan dalam waktu 5 s/d 10 tahun diharapkan secara perlahan ketiga
negara NAFTA pada akhirnya dapat memperoleh keuntungan dari
penghapusan tarif.. Hambatan non tarif seperti user fees, izin impor (import
License) dan kuota akan segera di hapus dengan beberapa pengecualian,
kuota masih dikenakan terhadap bidang energi, pertanian, otomotif dan
tekstil.

Ketentuan NAFTA terhadap Pihak Luar

Ketentuan terhadap pihak diluar NAFTA dalam masalah perdagangan,


memberlakukan ketentuan proteksi untuk memaksimalkan keuntungan
angota NAFTA. Produk-produk perdagangan dari negara diluar NAFTA,
disamping dikenakan hambatan tarif yang bervariasi, juga dikenakan
hambatan non tariff yang ditujukan untuk melindungi, memaksimalkan
produksi dan penggunaan tenaga kerja anggota NAFTA. Untuk mendeteksi
barang-barang yang berasal dari luar NAFTA maka, diberlakukan ketentuan
asal barang, yang di dalamnya juga diperinci presentase bahan baku, asal
bahan baku dan komponen biaya lain seperti upah buruh, transportasi dan
lain-lain.

NAFTA sebagai instrumen baru perdagangan international, bersifat


liberal dan terkedepan dalam melaksanakan ketentuan GATT, namun
sangat protektif dan diskriminatif bagi pihak lain diluar NAFTA. Sebagai
suatu blok perdagangan yang memproteksi investasi dan perdagangan
negara-negara anggotanya, NAFTA telah menyebabkan terjadinya
perubahan struktur perdagangan dunia dan menyebabkan terjadinya
perubahan peta lokasi industri dunia. Perubahan struktur perdagangan
dunia disebabkan oleh besarnya peran perekonomian negara-negara NAFTA
dalam perdagangan dunia. Sebagai blok perdagangan yang protektif,
ketentuan NAFTA telah menyebabkan terjadinya pemisahan siapa yang
diuntungkan dan siapa yang dirugikan, serta merubah jenis barang yang
dapat diperdagangkan. Mereka yang diuntungkan adalah mereka yang
karena ketentuan NAFTA dapat melakukan kegiatan perdagangan,
menggatikan posisi pihak yang tidak lagi dapat melakukan kegiatan
perdagangan dan investasi di NAFTA.
EFTA
(European Free Trade Association)

Badan atau asosiasi perdagangan bebas Eropa ini bertujuan untuk


bekerja sama dalam perdagangan dan pajak untuk barang-barang industri.
EFTA adalah singkatan dari ‘European Free Trade Association’, didirikan
tanggal 3 Mei 1960 sebagai sebuah blok dagang-alternatif untuk negara
Eropa yang tidak mampu, atau memilih tidak bergabung dengan Komunitas
Ekonomi Eropa. Negara-negara anggota EFTA adalah Austria, Swiss,
Denmark, Norwegia, Swedia, Portugal, UK
Tujuan didirikannya EFTA adalah untuk mengadakan perdagangan
bebas antar negara anggota dan mendorong perdagangan bebas sebagai
sarana untuk mencapai pertumbuhan dan kemakmuran di antara negara-
negara anggotanya.

EFTA membawa sejumlah dampak positif bagi perdagangan dan


pertumbuhan ekonomi kedua pihak. Walaupun pertumbuhan ekonomi tidak
hanya dilihat dari tingkat ekspor-impor suatu negara tetapi tingkat ekspor-
impor negara-negara yang melakukan kerja sama internasional di bidang
ekonomi khususnya perdagangan bebas mengalami peningkatan tiap
tahunnya.

Kerjasama tersebut juga dapat memperluas pasar dengan


meningkatnya access to market, dapat memperlancar arus perdagangan
barang dan jasa, serta pergerakan modal dan tenaga kerja. Keuntungan
lainnya yaitu mendapat perlakuan khusus pelaku bisnis bagi negara-negara
yangmemiliki hubungan bilateral dengan EFTA.
ITO
(Internasional Trade Organization)

ITO (Internasional Trade Organization)adalah organisasi perdagangan


internasional dibawah naugan PBB. Tujuan ITO adalah berusaha untuk
memajukan Perdagangan internasional.

Latar belakang pembentukan ITO adalah dimulai dari pengalaman


pahit depresi ekonomi dunia pada dasawarsa 1930an yang diikuti dengan
pemberlakuan proteksi perdagangan oleh kehancuran Eropa setelah Perang
Dunia kedua ,pada 1994 terdapat pengakuan bahwa perlunya sebuah
lembaga internasional dibandingkan untuk perdagangan yang kemudian
diusulkan Organisasi Perdagangan Internasional (ITO), yang dimana suatu
badan khusus PBB yang merupakan bagian dari system Bretton woods(IMF
dan Bank Dunia). Dimana kerjasama perdagangan multilateral untuk
meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

ITO dimaksudkan untuk memudahkan perdagangan bebas dan untuk


menarik perhatian pemerintah untuk menghubungkan antar perdagangan
internasional pada suatu wadah dan pekerjaan dan pembangunan wadah
yang lain. Piagam ITO dibentuk oleh pemerintah untuk mencapai dan
memelihara tiadanya pengangguran, karena ciri has ITO adalah mengenai
lapangan pekerjaan. Sehingga didalamnya dimasukkan suatu mekanisme
untuk mengkoordinasi kebijakan dan konsultasi antar pemerintah dalam
usaha untuk mencapai sasaran.
GATT
(General Agreement on Tariffs and Trade)

GATT adalah sebuah rezim institusional yang mengatur tentang


perdagangan internasional. Pada awal kemunculannya GATT hanya
didukung oleh negara-negara maju, yang cenderung pro terhadap
kapitalisme perdagangan bebas. Sementara mayoritas negara berkembang
beroposisi terhadapnya. GATT merupakan salah satu sumber hukum yang
penting dalam hukum perdagangan internasional. Muatannya tidak saja
penting dalam mengatur kebijakan perdagangan antar negara tetapi juga,
aturannya menyangkut pula aturan perdagangan antara pengusaha.

GATT dibentuk tahun 1947. Lahirnya membawa dua hal perubahan


mendasar, yaitu :
1) WTO mengambil alih peran GATT dan menjadikannya sebagai salah
satu lampiran aturan WTO.
2) 2. Prinsip-prinsip GATT menjadi kerangka aturan bagi bidang-bidang
baru dalam perjanjian WTO. Misalnya GATS, TRIMS, TRIPS

Pada waktu didirikan, GATT beranggotakan 23 negara, tetapi pada


saat sidang terakhir di Marakesh pada 5 April 1994 jumlah negara
penandatangan sebanyak 115 negara. Kesepakatan dalam GATT yang
mulai berlaku sejak 1 Januari 1948 tertuang dalam tiga prinsip, yaitu:
1) Prinsip resiprositas, yaitu perlakuan yang diberikan suatu negara
kepada negara lain sebagai mitra dagangnya harus juga diberikan
juga oleh mitra dagang negara tersebut.
2) Prinsip most favored nation, yaitu negara anggota GATT tidak boleh
memberikan keistimewaan yang menguntungkan hanya pada satu
atau sekelompok negara tertentu.
3) Prinsip transparansi, yaitu perlakuan dan kebijakan yang dilakukan
suatu negara harus transparan agar diketahui oleh negara lain.

Tujuan pembentukan GATT adalah untuk menciptkan suatu iklim


perdagangan internasional yang aman dan jelas bagi masyarakat bisnis,
serta untuk menciptakan liberalisasi perdagangan yang berkelanjutan,
lapangan kerja dan iklim perdagangan yang sehat. Untuk mencapai tujuan
itu, sistem perdagangan internasional yang diupayakan GATT adalah sistem
yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di
seluruh dunia.Tujuan utama GATT dapat tampak dengan jelas pada
preambule- nya. Pada pokoknya ada empat tujuan penting yang hendak
dicapai GATT:
1) meningkatkan taraf hidup umat manusia;
2) meningkatkan kesempatan kerja;
3) meningkatkan pemanfaatan kekayaan alam dunia; dan
4) meningkatkan produksi dan tukar menukar barang.
Fungsi GATT:

1) Suatu perangkat ketentuan aturan multilateral yang mengatur


transaksi perdagangan yang dilakukan oleh negara- negara anggota
GATT dengan memberikan suatu perangkat ketentuan perdagangan.
2) Sebagai suatu forum wadah perundingan perdagangan dan
diupayakan agar praktek perdagangan dapat dibebaskan dari
rintangan-rintangan yang mengganggu liberalisasi perdagangan
3) GATT mengupayakan agaraturan atau praktek perdagangan demikian
itu menjadi jelas baik melalui pembukaan pasar nasional atau melalui
penegakan dan juga penyebarluasan pemberlakuan peraturannya.

Struktur Organisasi

Organisasi perdagangan dunia dilengkapi dengan organ-organ yang


struktur organisasi sebagai berikut ;
• Ministerial Conference (Konferensi Tingkat Menteri) forum
pengambilan keputusan tertinggi yang mengadakan pertemuan
secara reguler setiap dua tahun sekali.
• General Council (Dewan Umum) bertugas sebagai pelaksana harian,
terdiri atas wakil para anggota. Pertemuan sesuai kebutuhan.
• Council for Trade in Goods (Dewan Perdagangan Barang) memantau
pelaksanaan persetujuan yang dicapai di bidang perdagangan barang.
• Council for Trade in Services (Dewan Perdagangan Jasa) bertugas
memantau pelaksanaan persetujuan yang dicapai di bidang
perdagangan jasa.
• Council for Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights
(Dewan untuk Aspek-aspek Dagang yang Terkait dengan Hak-hak Atas
Kekayaan intelektual).
• Dispute Settlementy Body (Badan Penyelesaian Sengketa)
menyelenggarakan forum penyelesaian sengketa perdagangan
antaranggota.

Garis-garis Besar Ketentuan GATT


GATT memiliki 38 pasal.
Secara garis besarnya, dari pasal-pasal dibagi ke dalam 4 bagian:
• Bagian Pertama : Pasal 1, Pasal Utama menetapkan prinsip utama
GATT, MFN Treatment pada anggota. Pasal 2 Penurunan Tarif yang
disepakati berdasarkan GATT.
• Bagian Kedua : Memuat 30 Pasal (Ps III-Ps XXII).
• Bagian Ketiga : Berisi 11 Pasal.
• Bagian Keempat : Terdiri dari empat pasal yang ditambahkan pada
tahun 1965. Bagian ini berisi kebutuhan-kebutuhan khusus dari
negara-negara sedang berkembang.
WTO
(World Trade Organization)

World Trade Organization (WTO) merupakan satu-satunya organisasi


internasional yang mengatur perdagangan internasional. Terbentuk sejak
tahun 1995, WTO berjalan berdasarkan serangkaian perjanjian yang
dinegosiasikan dan disepakati oleh sejumlah besar negara di dunia dan
diratifikasi melalui parlemen. Tujuan dari perjanjian-perjanjian WTO adalah
untuk membantu produsen barang dan jasa, eksportir dan importir dalam
melakukan kegiatannya. WTO mempunyai anggota 149 negara serta 32
negara pengamat yang sudah mendaftar untuk jadi anggota. Perjanjian
WTO mengikat secara hukum. Negara anggota yang tidak mematuhi
perjanjian bisa diadukan oleh Negara anggota lainnya karena merugikan
mitra dagangnya, serta menghadapi sanksi perdagangan yang
diberlakukan oleh WTO. Karena itu sistem WTO bisa sangat berkuasa
terhadap anggotanya dan mampu memaksakan aturan-aturannya, karena
anggota terikat secara legal (legally-binding) dan keputusannya irreversible
artinya tidak bisa ditarik kembali.

Prinsip pembentukan dan dasar WTO adalah untuk mengupayakan


keterbukaan batas wilayah, memberikan jaminan atas "Most-Favored-
Nation principle" (MFN) dan perlakuan non-diskriminasi oleh dan di antara
negara anggota, serta komitmen terhadap transparansi dalam semua
kegiatannya. Terbukanya pasar nasional terhadap perdagangan
internasional dengan pengecualian yang patut atau fleksibilitas yang
memadai, dipandang akan mendorong dan membantu pembangunan yang
berkesinambungan, meningkatkan kesejahteraan, mengurangi kemiskinan,
dan membangun perdamaian dan stabilitas. Pada saat yang bersamaan,
keterbukaan pasar harus disertai dengan kebijakan nasional dan
internasional yang sesuai dan yang dapat memberikan kontribusi terhadap
pertumbuhan dan pembangunan ekonomi sesuai dengan kebutuhan dan
aspirasi setiap negara anggota.
Perjanjian dalam WTO

Perjanjian dagang dalam WTO adalah hasil dari Putaran Uruguay yaitu
teks berbahasa hukum dagang yang terdiri dari 60 perjanjian, lampiran,
dan berbagai keputusan. Secara singkat, perjanjian-perjanjian terdiri atas
enam bagian, perjanjian payung ( kesepakatan mengenai pendirian WTO);
perjanjian untuk setiap tiga isu besar yaitu barang (goods), services, dan
hak atas kekayaan intelektual; penyelesaian sengketa; dan kajian ulang
atas kebijakan dagang Negara-negara anggota (Trade Policy Reviews).

Unsur Pokok dalam WTO

1. Penurunan Tarif. Menghapus atau menurunkan tarif atas suatu produk


guna mengurang biaya ekspor, sehingga membuka pasar tambahan
bagi produsen.

2. Most Favoured Nation (MFN). Mengharuskan pemerintah


memperlakukan semua negara, investasi dan perusahaan asing
secara sama dari segi hokum atau non diskriminasi. Misalnya, Negara
tidak dapat menghentikan impor daging sapi dari Eropa bila ia tetap
mengimpor daging sapi dari negara lain.

3. National Treatment (NT). Mengharuskan semua negara


memperlakukan semua negara, investasi dan perusahaan sama rata
dengan investor dan perusahaan domestik. Jadi pemerintah tidak
boleh memberikan subsidi untuk perusahaan lokal yang memenuhi
kriteria lingkungan hidup, misalnya.

4. Penghapusan restriksi kuantitatif. Melarang penggunaan restriksi


selain tarif dan bea. Negara tidak boleh membatasi ekspor atau impor
dengan menetapkan kuota untuk membatasi arus barang.

Mengenai fungsi atau tujuan WTO dapat dilihat dalam Article III
WTO, yaitu:
1. mendukung pelaksanaan, pengaturan, dan penyelenggaraan
persetujuan yang telah dicapai untuk memujudkan sasaran perjanjian
tersebut,
2. sebagai forum perundingan bagi negara-negara anggota mengenai
perjanjian-perjanjian yang telah dicapai beserta lampiran-
lampirannya, termasuk keputusan-keputusan yang ditentukan
kemudian dalam Perundingan Tingkat Menteri,
3. mengatur pelaksanaan ketentuan mengenai penyelesaian sengketa
perdagangan;
4. mengatur mekanisme peninjauan kebijakan di bidang perdagangan,
dan
5. menciptakan kerangka penentuan kebijakan ekonomi global berkerja
sama dengan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia
(World Bank), serta badan-badan yang berafiliasi.

Dari fungsi-fungsi WTO, tampak fungsi-fungsi tersebut merupakan


upaya untuk menafsirkan dan menjabarkan lebih lanjut tentang Multilateral
Trade Agreements (MTAs) dan Plurilateral Trade Agreements (PTAs),
termasuk mengawasi pelaksanaan maupun penyelesaian sengketa serta
perbedaan pendapat mengenai perjanjian-perjanjian yang disepakati. WTO
juga akan melakukan peninjauan atas implementasi perjanjian-perjanjian
oleh setiap negara anggota dan menjatuhkan sanksi atas pelanggaran-
pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan dalam perjanjian. Dengan
demikian, seperti halnya IMF dan World Bank, WTO memiliki alat untuk
memaksa negara-neara anggota untuk mengikuti ketentuan-ketentuannya.
Dengan fungsi-fungsi yang dipunyai WTO tersebut, menjadikan WTO
sekaligus sebagai forum bagi perundingan-perundingan selanjutnya di
masa mendatang dalam perjanjian multilateral.
UNCTAD
(United Nations Conference on Trade and Development)

UNCTAD adalah organisasi bangsa-bangsa tentang perdagangan dan


pembangunan. Didirikan pada tahun 1964 dan berkedudukan di Jenewa,
Swiss.

Tujuan didirikannya UNCTAD adalah sebagai berikut :


1) Mengusahakan kemajuan dan memperlancar perdagangan
internasional terutama perdagangan ekspor negara-negara yang
sedang berkembang.
2) Mengusahakan harga yang pantas dan stabil bagi barang-barang
ekspor.
3) Mencari pasaran yang luas di dunia internasional.
4) Memajukan perdagangan internasional, khususnya Negara-negara
sedang berkembang dengan maksud untuk peningkatan
pembangunan ekonominya.

Dalam usaha-usaha untuk mewujudkan hal diatas maka badan ini


kemudian akan merumuskan prinsip-prinsip dan kebijakan-kebijakan,
membuat usulan-usulan dan meninjau serta memajukan koordinasi
kegiatan-kegiatan lembaga-lembaga pada bidang yang sama dan masih
satu atap dibawah naungan PBB.

Kegiatan UNCTAD
UNCTAD telah melaksanakan kegiatan-kegiatan mengembangkan
prinsip-prinsip dan aturan-aturan baru guna mengatur hubungan-hubungan
perdagangan dan ekonomi internasional.sesuai dengan latar belakang
pembentukannya, kegiatan-kegiatan ini dilaksanakan dengan
memperhatikan kepentingan Negara-negara sedang berkembang. Prinsip-
prinsip baru yang dimaksud misalnya The Charter Economic Rights and
duties of states pada tahun 1974 berdasarkan resolusi Majelis Umum PBB
no.3281 (XIX).

Prinsip lainnya adalah pengembangan the generalited system of


preferences (GSP) atau system prefensi umum. Prinsip ini mensyratakan
Negara-negar maju untuk memberikan perlakuan tariff preferensial (yang
menguntungkan) bagi produk-produk Negara berkembang.

Info terakhir yang didapat penulis mengenai kegiatan UNCTAD yaitu


pada tanggal 24-26 April 2007 di gedung Puteri Karang Melenu (PKM)
Tenggarong Seberang. Pertemuan yang dihadiri 14 negara itu berkaitan
dengan pelatihan intensif topik-topik pilihan penyelesaian
konflik/perselisihan investasi yang digagas UNCTAD, badan Perserikatan
Bangsa Bangsa (PBB) urusan perdagangan dan pembangunan yang
bermarkas di Jenewa, Swiss.

Keanggotaan dan Struktur UNCTAD

Yang dapat menjadi anggota di UNCTAD adalah Negara-negara


anggota PBB, atau anggota badan-badan khusus PBB atau anggota the
international atomic energy agensy. Sampai pada tahun 1995 UNCTAD
memiliki 188 negara anggota.

Struktur organisasi UNCTAD terdiri dari 2 (dua) badan kelengkapan


utama, yaitu the trade and development board dan secretariat. Secretariat
dipimpin oleh sekretaris jenderal yang ddipilih oleh sekjen PBB dan
disahkan oleh majelis umum PBB. The Board melaksanakan fungsi-fungsi
yang berada dibawah kewenangan UNCTAD dan juga berfungsi sebagai
panitia persiapan bagi sidang-sidang berikutnya. Siding-sidang UNCTAD
dilaksanakan 4 tahun sekali. Keanggotaan dalam The Board ini terbatas
pada Negara-negara UNCTAD dengan memperhatikan pembagian geografis
dan perwakilan-perwakilan dari Negara-negara pelaku-pelaku perdagangan
utama.

Dalam melaksanakan fungsinya The Board kemudian membentuk 7


komisi fungsional, yaitu:
1. Committee on commodities
2. Committee on manufacturers
3. Committee on invisibles and financing related to trade
4. Committee on shipping
5. Committee on transfer of technology
6. Committee on economic cooperation among developing countries
7. Committee on preferendes

Setiap Negara anggota UNCTAD memiliki satu suara. Untuk masalah-


masalah penting keputusan diambil berdasarkan suara dua pertiga dari
keseluruhan anggota. Sedangkan untuk masalah-masalah procedural,
keputusan diambil berdasarkan suara mayoritas sederhana.

Adapun Kewenangan UNCTAD adalah suatu kewenangan yang tidak


mengikat karena bentuknya sebuah resolusi yang bersifat anjuran.
Walaupun sifatnya yang merupakan anjuran akan tetapi hal ini menjadi
penting bagi Negara-negara anggotanya (terutama Negara berkembang),
lebih spesifik lagi mula-mula UNCTAD adalah sebuah forum negosiasi bagi
Negara berkembang yang bersifat political-action oriented namun setelah
konfrensi UNCTAD yang ke VIII di Cartagena, Colombia, tahun 1992,
UNCTAD lebih kepada suatu forum yang bersifat pengkajian kebijaksanaan,
tukar menukar informasi serta pengalaman antar negara mengenai
berbagai masalah spesifik dan bantuan teknik bagi Negara-negara
berkembang yang membutuhkan.

IMF
(International Monetary Fund)

IMF mempunyai tujuan yaitu memajukan kerjasama internasional di


bidang ekonomi, keuangan, dan perdagangan, sehingga mampu
memperluas kesempatan kerja dan mencapai kemakmuran bersama.
Usaha-usaha yang telah dilakukan IMF, antara lain:

1) Memberi bantuan untuk perluasan perdagangan internasional.


2) Memberi nasehat yang berhubungan dengan hal-hal yang
menyangkut pelaksanaan kerjasama keuangan internasional.

Terbentuknya IMF dengan beragotakan 29 negara awal yang sepakat


menandatangani untuk membuka hambatan perdagangan internasional,
tidak membatasi pertukaran valas dan stabilitas nilai tukar sehingga akan
terbentuk perbaikan ekonomi. Dengan penandatanganan kesepakatan
tersebut maka IMF resmi didirikan dengan memiliki tujuan spesifik dan jelas
yaitu membantu negara-negara anggotanya dalam memperbaiki dan
menjaga kesimbangan neraca perdagangan (perdagangan internasional)
dan kestabilan nilai tukar sehingga akan bermanfaat dalam memperbaiki
kinerja ekonomi.

Seperti yang dipaparkan sebelumnya bahwa IMF memiliki dua tujuan


yaitu menjaga keseimbangan neraca perdagangan dan menjaga stabilitas
nilai tukar merupakan dua tujuan yang mencerminkan liberalisasi
perdagangan dan memperkuat globalisasi dengan berbagai implikasinya.
Adapun beberapa implikasi dari dua tujuan IMF tersebut adalah semakin
terbukanya perdagangan antara negara yang diharapkan memiliki dampak
positif karena keberadaan suatu negara akan memiliki pilihan yang lebih
luas dalam memperdagangkan hasil produk dan jasanya atau dengan kata
lain yaitu memiliki pilihan ekspor-impor yang lebih luas sehingga
diharapkan akan memperkuat cadangan devisanya.

Lebih lanjut bahwa keterbukaan pasar akan akan meningkatkan


pertumbuhan ekonomi karena akan semakin banyaknya investasi langsung
maupun tidak langsung yang akan mendorong mobilitas sumber daya
semakin efisien, namun kebijakan ini memiliki persyaratan yaitu
dibutuhkannya transparansi dan pemerintah yang demokratis dalam
mempersiapkan iklim investasi yang baik seperti penerapan prinsip-prinsip
GCG dan penegakkan hukum yang baik.

Tujuan kedua yaitu stabilitas nilai tukar yang diharapakan bermanfaat


menjaga keseimbangan perdagangan internasional sehingga tidak memiliki
distorsi harga dalam implementasi ekspor dan impor. Hal ini didasari bahwa
apabila terjadi goncangan pada nilai tukar yang menyebabkan terdepresiasi
mata uang negara tertentu (soft currency) dan berakibat pada naiknya
biaya impor sehingga akan berakibat pada ketidakseimbangan neraca
pembayaran dan sebaliknya. Lebih lanjut bahwa dengan
ketidakseimbangan neraca pembayaran akan mempengaruhi cadangan
devisa suatu negara dalam membiayai permintaan mata utang untuk
transaksi bisnis. Sebagai contohnya yaitu pada saat krisis moneter dimana
negara-negara asia terkususnya asia tenggara yang mengalami kesulitan
cadangan devisa maka IMF dapat membantu dengan memberikan bantuan
financial dan berbagai bantuan teknis lainnya sehingga secara perlahan-
lahan terjadi perbaikan pada kinerja ekonomi.

IMF juga memiliki tiga fungsi yang berperan dalam pencapaian dua
tujuannya:

1) fungsi yang pertama yaitu pemantauan, yang diartikan sebagai


tanggung jawab mengawasi system keuangan internasional dan
mengawasi kepatuhan setiap negara anggota dalam memenuhi
kewajibannya untuk mengimplementasi kebijakan-kebijakan yang
kondusif bagi pertumbuhan yang terpadu seperti stabilitas harga,
membantu memajukan pengaturan pertukaran yang stabil dan
menghindari manipulasi nilai tukar, serta memberikan data
perekonomiannya kepada IMF sehingga dapat memantau kondisi
ekonomi dan keuangan di seluruh dunia serta memeriksa apakah
kebijakan di negara anggota terbukti benar menurut sudut pandang
internasional maupun nasional
2) fungsi kedua yaitu peminjaman, yang diartikan sebagai institusi yang
memberikan pinjaman kepada negara- negara yang mengalami
kesulitan dengan neraca pembayarannya
3) Fungsi ketiga ini membuat IMF membantu negara-negara anggotanya
dalam memberikan saran untuk mengembangkan institusi pembuat
kebijakan dan instrument kebijakan ekonomi yang kuat.

OECD
(Organization for Economic Cooperation and
Development)

OECD atau kerja sama ekonomi antarnegara berkembang, didirikan


dengan maksud untuk memperjuangkan kestabilan ekonomi anggota-
anggotanya dan membantu negara-negara berkembang.

Misi dari Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan


(OECD) adalah untuk mempromosikan kebijakan yang akan meningkatkan
ekonomi dan kesejahteraan sosial orang di seluruh dunia. OECD
menyediakan sebuah forum di mana pemerintah dapat bekerja sama untuk
berbagi pengalaman dan mencari solusi untuk masalah umum.

OECD bekerja dengan pemerintah untuk memahami apa yang


mendorong perubahan ekonomi, sosial dan lingkungan. OECD mengukur
produktivitas dan arus perdagangan global dan investasi. OECD
menganalisa dan membandingkan data untuk memprediksi tren masa
depan. OECD menetapkan standar internasional pada berbagai hal, dari
pertanian dan pajak dengan keselamatan bahan kimia.

ASEM
(Asia Europe Meeting)

Kerja sama ASEM ini berdiri tahun 1996, oleh 25 negara. ASEM
merupakan forum kerja sama negara Asia dan Eropa untuk memelihara
perdamaian secara global, stabilitas, dan kemakmuran yang bertujuan
untuk memajukan kegiatan perdagangan dan investasi lebih besar antara
dua kawasan dengan melihat liberalisasi perdagangan dan investasi serta
fasilitasi di antara negara anggota.

Langkah kerjasama ini juga melibatkan dunia usaha dan sektor swasta
yang diakui sebagai penggerak pembangunana ekonomi melalui bidang
industri, perdagangan, dan jasa. Hal ini dibuktikan dengan pertemuan
forum bisnis yang pertama di paris pada bulan oktober 1996 dan konferensi
bisnis di jakarta pada bulan juli 1997.

APEC
(Asia-Pacific Economic Cooperation)

APEC adalah singkatan dari Asia-Pacific Economic Cooperation atau


Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik. APEC didirikan pada tahun 1989. APEC
bertujuan mengukuhkan pertumbuhan ekonomi dan mempererat komunitas
negara-negara di Asia Pasifik. Dengan kata lain Asia-Pacific Economic
Cooperation, atau APEC, adalah forum utama untuk memfasilitasi
pertumbuhan ekonomi, kerjasama, perdagangan dan investasi di kawasan
Asia-Pasifik. APEC didirikan pada tahun 1989 untuk lebih meningkatkan
pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran untuk wilayah dan untuk
memperkuat komunitas Asia-Pasifik.
Sejak awal, APEC telah bekerja untuk mengurangi tarif dan hambatan
perdagangan lain di wilayah Asia-Pasifik, menciptakan ekonomi domestik
yang efisien dan secara dramatis meningkatkan ekspor. Kunci untuk
mencapai visi APEC adalah apa yang disebut sebagai ‘Tujuan Bogor’ yang
bebas dan terbuka perdagangan dan investasi di kawasan Asia-Pasifik pada
tahun 2010 untuk ekonomi industri hingga 2020 untuk mengembangkan
ekonomi.. Tujuan ini diadopsi oleh 1994 mereka Para pemimpin di
pertemuan di Bogor, Indonesia.
Bebas dan terbuka membantu perdagangan dan investasi ekonomi
untuk tumbuh, menciptakan lapangan kerja dan memberikan kesempatan
yang lebih besar untuk perdagangan internasional dan investasiSebaliknya,
proteksi harga tetap tinggi dan mendorong inefisiensi dalam industri-
industri tertentu. erdagangan bebas dan terbuka membantu menurunkan
biaya produksi dan dengan demikian mengurangi harga barang dan jasa –
manfaat langsung bagi semua.
APEC juga bekerja untuk menciptakan lingkungan yang aman dan
efisien pergerakan barang, jasa dan orang di seluruh di wilayah perbatasan
melalui kebijakan ekonomi dan kesejajaran dan kerjasama teknis.

Tujuan Pendirian APEC


Mengupayakan terciptanya liberalisasi perdagangan dunia melalui
pembentukan sistem perdagangan multilateral yang sesuai dengan
kerangka GATT dalam rangka memajukan proses kerja sama ekonomi Asia
Pasifik dan perampungan yang positif atas perundingan Putaran Uruguay.
Membangun kerja sama praktis dalam program-program kerja yang
difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang menyangkut penyelenggaraan
kajian-kajian ekonomi, liberalisasi perdagangan, investasi, alih teknologi,
dan pengembangan sumber daya manusia.

Sesuai kepentingannya, APEC telah mengembangkan suatu forum


yang lebih besar substansinya dengan tujuan yang lebih tinggi, yaitu
membangun masyarakat Asia Pasifik dengan pertumbuhan ekonomi dan
pembangunan yang merata melalui kerja sama perdagangan dan ekonomi.
IBRD
(International Bank for Reconstruction and Development)

IBRD atau Bank Dunia didirikan pada tanggal 27 Desember 1945


dengan tujuan untuk membantu pembiayaan usaha-usaha pembangunan
dan perkembangan negara-negara anggotanya dengan memudahkan
penanaman modal untuk tujuan yang produktif. Jadi, IBRD bertugas untuk
menangani masalah investasi internasional.
IBRD atau world bank mempunyai tujuan antara lain:

1) Membantu negara-negara anggota dengan memberikan fasilitas


investasi yang bersifat produktif, termasuk pembangunan dan
perbaikan kembali perekonomian yang rusak atau hancur akibat
perang (Perang Dunia II). Dalam situasi damai bantuan yang diberikan
adalah untuk membangun fasilitas-fasilitas produktif serta sumber-
sumber produktif lainnya di negara-negara yang kurang berkembang
(Less Development Countries).
2) Meningkatkan arus investasi swasta asing dengan memberikan
fasilitas jaminan dan pinjaman untuk investasi yang dibuat oleh pihak
swasta. Namun, sekiranya dana untuk investasi tidak mencukupi dan
sulit diperoleh, maka IBRD akan mengusahakannya dari luar modal
dasarnya.
3) Meningkatkan pertumbuhan perdagangan internasional serta neraca
pembayaran dengan mendorong investasi internasional melalui
pembangunan sumber-sumber yang produktif di negara-negara
anggota. Dengan demikian akan meningkatkan tingkat produktivitas,
standard hidup, dan kesempatan kerja di wilayah negara-negara
anggota.
4) Menetapkan pinjaman melalui saluran tertentu sebagai pinjaman
internasional sehingga diharapkan pinjaman tersebut dapat lebih
bermanfaat, baik jumlah besar maupun kecil.
5) Menjalankan program kegiatan sesuai dengan peraturan dalam negeri
di negara yang menjadi objek investasi dan membantu pemulihan
perekonomian negara-negara anggota secara bertahap.

Tujuan resmi Bank Dunia adalah pengurangan kemiskinan. Menurut


Articles of Agreement Bank Dunia (sebagaimana telah diubah, efektif sejak
16 Februari 1989) seluruh keputusannya harus diarahkan oleh sebuah
komitmen untuk mempromosikan investasi luar negeri, perdagangan
internasional, dan memfasilitasi investasi modal.

Uni Eropa / EEC


(European Economic Community)

Uni Eropa merupakan sebuah organisasi regional yang mengatur


tentag masalah ekonomi dan politik di Eropa. Organisasi ini awalnya
didirikan oleh 6 negara yakni Belanda, Luksemburg, Belgia, Jerman, Italia,
dan Perancis. Awalnya pembentukan organisasi ini bertujuan untuk
membentuk komunitas perdagangan khusus di bidang besi dan tambang.
Organisasi yang didirikan pada tahun 1958 ini ternyata semakin
berkembang pesat dan menunjukkan perkembangan ekonomi yang sangat
baik sehingga mengundang banyak negara untuk bergabung kedalam
organisasi tersebut. Sebelum menjadi Uni Eropa, organisasi ini bernama
European Steel and Coal Community, kemudian berubah menjadi European
Economic Community (Masyarakat Ekonomi Eropa) dan akhirnya berubah
menjadi Uni Eropa.

Jumlah anggota yang awalnya hanya 6 negara, kini berkembang


menjadi 27 negara yaitu; Austria, Belgia, Bulgaria, Cyprus, Republik Ceko,
Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Irlandia,
Italia, Latvia, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Polandia, Portugal,
Romania, Slowakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Inggris.

Perkembangan pesat yang terjadi pada Uni Eropa ini disebabkan


karena mereka menerapkan sistem ekonomi yang sangat baik. Diantaranya
berupa penerapan pasar tunggal, konsep ini membuat pergerakan barang,
jasa, manusia dan uang di Uni Eropa menjadi sangat bebas. Diantara
sesama negara anggota Uni Eropa sudah tidak terdapat lagi batasan
ataupun kedaulatan sehingga membuat mereka semakin mudah dalam
bertransaksi ekonomi. Konsep inilah yang membuat Uni Eropa menjadi
sangat maju dan modern.

Setiap negara yang ingin menjadi anggota Uni Eropa harus bersedia
menerapkan aturan tersebut. Mereka tidak boleh memberikan batasan
terhadap sesama negara anggota Uni Eropa. Pintu perdagangan harus
dibuka selebar-lebarnya agar barang, jasa, manusia ataupun keuanga dari
negara anggota Uni Eropa lainya dapat mengalir dengan cepat tanpa
terhambat apapun.

Bagi negara yang sudah agak maju, konsep yang ditawarkan oleh Uni
Eropa tersebut tentunya sangat menarik karena dapat meningkatkan
perdagangan mereka dan membuat perekonomian mereka menjadi lebih
maju. Akan tetapi, untuk negara yang masih dalam tahap berkembang
ataupun terbelakang, konsep tersebut tentunya justru akan merugikan
negeri sendiri karena dapat menyebabkan pengusaha lokal kalah dalam
persaingan di pasar global yang terlalu bebas.

Tujuannya :

1) Meningkatkan kerja sama dalam bidang ekonomi dengan memberi


bantuan keuangan kepada negara anggota yang pertumbuhan
ekonominya rendah.
2) Meningkatkan taraf hidup masyarakat Eropa.
3) Meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dengan menghapus
bea masuk dari negara-negara Eropa.

OPEC
(Organization of Petroleum Exporting Countries)

OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) adalah


organisasi/himpunan negara-negara pengekspor minyak bumi yang
beranggotakan negara-negara penghasil minyak bumi. OPEC merupakan
organisasi permanen antar pemerintah yang didirikan melaui Konferensi
Baghdad pada tanggal 10-14 September 1960 oleh lima negara pemilik
sumber minyak raksasa, yaitu Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi dan Venezuela.

Tujuan OPEC, antara lain:

1. Mengoordinasikan dan menyatukan kebijakan-kebijakan mengenai


perminyakan antar negara-negara anggotanya.

2. Menentukan cara-cara terbaik untuk mengamankan kepentingan


negara-negara penghasil minyak, baik secara individu maupun
kelompok.

3. Menstabilkan harga minyak di pasaran internasional.

IFC
(International Finance Corporation)

IFC adalah anggota Kelompok Bank Dunia dan bermarkas di


Washington, DC. Ini saham tujuan utama dari semua lembaga Kelompok
Bank Dunia: untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di negara-
negara anggota negara-negara berkembang.IFC atau Badan Keuangan
Internasional didirikan pada tanggal 24 Juli 1956. Badan ini memberikan
pinjaman kepada pengusaha swasta dan membantu mengalihkan investasi
luar negeri ke negara-negara sedang berkembang. Jadi, IFC bertugas
memupuk perkembangan ekonomi di negara-negara anggota, melalui
pemberian kredit jangka panjang kepada pengusaha swasta dan
pemerintah tanpa jaminan.

IFC bertujuan untuk mendorong investasi/pertumbuhan sektor swasta


yang sustainable di negara-negara berkembang sebagai salah satu cara
untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Sebagai bagian dari the World Bank Group, IFC juga
mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat
di negara-negara berkembang anggotanya. Indonesia bergabung tahun
1968. Aktifitas IFC termasuk pembiayaan proyek-proyek swasta untuk
mencari dana di pasar keuangan internasional, dan memberikan saran dan
bantuan teknis untuk dunia usaha dan pemerintah.

DAFTAR PUSTAKA

Huala Adolf, 2005 Hukum Perdagangan Internasional,PT. RajaGrafindo


Persada, Jakarta, ISBN : 979-3654-55-4.

Riyanto, Astim. World Trade Organization. Cetakan Pertama. Bandung:


YAPEMBO, 2003.

http://ibm-binus-3p.blogspot.com/2013/05/session-9-gatt-in-international-
trade.html

http://nuralaw.blogspot.com/2011/01/hukum-organisasi-internasional.html

http://www.g-excess.com/pengertian-apec-atau-asia-pasific-economic-
cooperation.html

http://www.tarif.depkeu.go.id/Others/?hi=AFTA

http://id.reingex.com/NAFTA-Perjanjian-Perdagangan-Bebas-Amerika-
Utara.html

http://en.wikipedia.org/wiki/International_Finance_Corporation

http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_Perdagangan_Dunia

http://ensiklopediapribadi.wordpress.com/2013/03/24/asem/

http://kemlu.go.id/Pages/IFPDisplay.aspx?
Name=MultilateralCooperation&IDP=13&P=Multilateral&l=id