Anda di halaman 1dari 18

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

SMK MUHAMMADIYAH BULAKAMBA


TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Mata Pelajaran : Desain Grafis Percetakan F-WKK-01/L4
Kelas/ Semester : XI/Gasal Kode SK :
 menjelaskan jenis-jenis
fotografi
Materi Pokok  Menyajikan hasil analisis Tanggal :
terhadap jenis jenis
fotografi
: 12 JP X 1 TM (@45 Menit)= Revisi
Alokasi Waktu : 01
12 JP

A. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR


Kompetensi Inti
KI-3 (Pengetahuan) : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasionaldasar, dan metakognitif
sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Multimediapada tingkat
teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks
pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah,
dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KI-4 (Keterampilan) : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah
sesuai dengan bidang kerjaMultimedia. Menampilkan kinerja di
bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai
dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara
efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan
solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.

Kompetensi Dasar
KD (Pengetahuan) : 3.10 Menganalisis ilmu fotografi
KD (Ketrampilan) : 4.10 Mengembangkan referensi gambar sesuai ilmu fotografi

B. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


Indikator Pencapaian Kompetensi (Pengetahuan)
3.10.1 Menjelaskan pengertian tentang fotografi
3.10.2 Menjelaskan tentang sejarah fotografi dunia
3.10.3 Menjelaskan tentang sejarah fotografi Indonesia
3.10.4 Menjelaskan jenis-jenis fotografi
Indikator Pencapaian Kompetensi (Ketrampilan)
4.10.1 Menjelaskan jenis-jenis fotografi berdasarkan fungsinya
4.10. 2 Melaporkan secara lisan atau tulisan mengenai jenis-jenis fotografi.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah proses mencari informasi, bertanya dan berdiskusi yang dilakukan oleh peserta didik
SMK Paket Keahlian Multimedia Kelas XI,maka peserta didik dapat :
 Mencari informasi pengertian fotografi, sejarah fotografi dan jenis-jenis fotografi.
 Melihat video atau gambar jenis-jenis fotografi.
 Berdiskusi secara kelompok tentang pengertian fotografi, sejarah fotografi dan jenis-jenis
fotografi.
 Berdiskusi kelas tentang pengertian fotografi, sejarah fotografi dan jenis-jenis fotografi.
Melalui proses mencoba, mengasosiasi dan mengkomunikasikan siswa dapat :
 Menyajikan tentang jenis-jenis fotografi sesuai diskusi kelompok.
 Membuat laporan tertulis
 Mempesentasikan hasil analisis.
D. MATERI PEMBELAJARAN
 Pengertian fotografi
 Sejarah fotografi
 Jenis jenis fotografi
E. METODE PEMBELAJARAN
 Pendekatan : Saintifik
 Model : Problem dan Project Based Learning
 Metode : Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab dan Penugasan

F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu

Pendahuluan 1. Salah seorang siswa memimpin dalam


pelaksanaan berdoa.
2. Mengkondisikan siswa (presensi, 15 Menit
menanyakan keadaan, menanyakan
kesiapan siswa)
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran
Inti Mengamati : 105 Menit

1. Siswa menyimak pendapat dari


beberapa sumber tentang
“pengertian fotografi, sejarah
fotografi dan jenis-jenis fotografi”
2. Guru menilai keterampilan siswa
mengamati.
Menanya :
1. Siswa mendiskusikan dengan teman
sebangku mengenai jenis-jenis
fotografi dilihat dari berbagai sudut.
2. Guru bertanya tentang pendapat dari
berbagai sumber tentang jenis-jenis
“fotografi”.
Mencoba :
1. Siswa membaca buku tentang jenis-
jenis fotografi.
Mengasosiasi :
1. Siswa dibagi dalam kelompok kecil,
masing-masing terdiri dari 5 orang.
2. Siswa dalam kelompok diminta
mendiskusikan beberapa pendapat
tentang jenis-jenis fotografi.
Mengomunikasikan :
1. Guru menilai sikap siswa dalam
kerja kelompok dan
membiming/menilai keterampilan
menganalisis, menggunakan teori
dan menyimpulkan data, serta
menilai kemampuan siswa
memahami tentang jenis-jenis
fotografi.
Penutup 1. Bersama siswa menyimpulkan tentang
jenis-jenis fotografi. 15 Menit
2. Memberikan tugas membaca lembar
kerja siswa yang akan datang.

Pertemuan kedua

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu

Pendahuluan 1. Salah seorang siswa memimpin dalam


pelaksanaan berdoa.
2. Mengkondisikan siswa (presensi, 15 Menit
menanyakan keadaan, menanyakan
kesiapan siswa)
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran
Inti Mengomunikasikan :
1. Setiap kelompok diminta untuk
mempresentasikan tentang tugas
yang telah diberikan.
2. Siswa lain dari kelompok yang
berbeda mengajukan pertanyaan atau 105 Menit
pendapat.
3. Dari setiap kelompok yang
mempresentasikan tugasnya harus
membuat kesimpulan.
4. Guru menilai kemampuan dalam
menyaji, menalar, serta komunikasi.
Penutup 1. Bersama siswa menyimpulkan tentang
jenis-jenis fotografi.
2. Guru memberikan tugas untuk dikerjakan
15 Menit
siswa perorangan.
3. Mengigatkan kepada siswa bahwa pada
pertemuan berikutnya akan diadakan
ujian tertulis..

G. ALAT/BAHAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN


 Media/alat :Laptop/Komputer Dekstop, Software Photoshop & CorelDraw, LCD
Proyektor, Video Pembelajaran Photoshop&CorelDraw
 Bahan : PPt danBahan Ajar (Handout, Jobsheet)

H. SUMBER BELAJAR
 Rahayu Nanik Sri. 2013. Desain Multimedia. Jakarta : Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan

I. PENILAIAN PEMBELAJARAN
1. TeknikPenilaian:
a. PenilaianPengetahuan : Tes Tertulis
b. PenilaianKeterampilan : Unjuk Kerja/Praktik
c. PenilaianSikap : Observasi/pengamatan

2. BentukPenilaian:
a. Testertulis : Uraian
b. Unjuk kerja : Praktik/PedomanPenskoran
c. Observasi : Jurnal guru
3. Prosedur Penilaian
No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian
1 Sikap : Pengamatan aktivitas Selama pembelajaran
a. Terlibat aktif dalam di kelas dan kerja berlangsung dan saat
pembelajaran kelompok diskusi di kelas
b. Bekerjasama dalam kegiatan
diskusi kelompok
c. Toleran terhadap proses
pemecahan masalah
2 Pengetahuan Kemampuan siswa Pada saat pendalaman
a. Menjelaskan kembali konsep, dalam menjelaskan materi dan diskusi
definisi, ruang lingkup unsur- materi yang
unsur tata letak dikuasainya di depan
b. Menyatakan kembali kegunaan kelas dalam bentuk
unsur-unsur tata letak kuis dan tes
3 Ketrampilan Kemampuan siswa Presentasi di depan
Terampil menerapkan dalam berkomunikasi kelas dan
konsep/definisi dan strategi secara lisan dan Penyelesaian tugas
pemecahan masalah yang relevan menyusun laporan (baik individu maupun
yang berkaitan dengan konsep, tugas kelompok) di depan
definisi dan contoh desain yang kelas
mengandung unsur-unsur tata letak

4. Instrumen Penilaian(terlampir)

Bulakamba, Juli 2019

Dibuat Oleh :
Menyetujui, Guru Mata Diklat,
Ka. Program Keahlian,

Heru Purwanto, S.P.S.Kom Mila Rahmawaty, S.Kom


NBM 953764 NBM 1178470

Mengesahkan Mengetahui
Kepala Sekolah, Waka Kurikulum,

Cartipan Budiarto, S.Pd Nurhikmah, S.Pd


NBM 1074018 NBM 1076508

Lampiran 1 : Lembar Observasi Sosial

LEMBAR OBSERVASI

Kelas : XI Mutimedia
Semester : Gasal
TahunPelajaran : 2019 / 2020
Periode Pengamatan: Tanggal … s.d. ...
Butir Nilai : Menunjukkan rasa ingin tahu dan sikap santun dalam
menggali
informasi tentang jenis-jenis fotografi
Indikator Sikap : Suka bertanya kepada guru dalam pembelajaran tentang
jenis-jenis fotografi.
: Tidak puas pada jawaban yang diberikan guru saat bertanya
dalam pembelajaran jenis-jenis fotografi.

Skor Indikator Sikap Jumlah Tuntas/


Nama Peserta Rasa ingin tahu Belum
No Perolehan Skor Akhir
didik Tuntas
Skor
Indikator 1 Indikator 2
1 4 3 7 (7:8)x4=3,5 Tuntas
2 2 3 5 (5:8)x4=2,5 Tuntas
3
4
5

Guru Mata Pelajaran

Mila Rahmawaty,S.Kom

Petunjuk Pengisian
Berdasarkan pengamatan Anda selama dua minggu terakhir, nilailah sikap setiap peserta
didik Anda dengan memberi skor 4, 3, 2, atau 1 pada Lembar Observasi dengan
ketentuan sebagai berikut:
4 : ApabilaSELALUmelakukanperilaku yang diamati
3 : ApabilaSERINGmelakukanperilaku yang diamati
2 : ApabilaKADANG-KADANGmelakukanperilaku yang diamati
1 : ApabilaTIDAKPERNAHmelakukanperilaku yang diamati

Lampiran 2 : Tes Tertulis

SOAL URAIAN
Soal / Jawaban Skor

Soal No.1 :
Apa yang dimaksud dengan fotografi adalah “seni”?
20
Jawaban :
pengertian fotografi adalah proses seni melukis dengan media cahaya

Soal No.2 :
Kapan pertama kali kamera di perkenalkan? Dan sebutkan nama kemara
pertama tersebut? 20
Jawaban :
Abad 17 dan 18. Nama kemera pertama adalah : Obscura

Soal No.3 :
Kapan foto pertama dibuat? Dan siapakan Bapak Fotografi?
20
Jawaban :
Tahun 1826. Bapak Fotografi adalah :Louis Jacques mande Daquerre

Soal No.4 :
Sejak kapan Fotografi masuk Indonesia?
20
Jawaban :
Tahun 1857

Soal No.5 :
Apa yang dimaksud dengan fotografi Aerial?
Jawaban :
Jenis fotografi yang pengambilan gambarnya dari atas/udara. Digunakan 20
untuk survey dan konstruksi, untuk memotret burung atau cuaca pada film
atau digunakan untuk keperluan militer.

Skor Maksimal Untuk Soal tertulis : 5 x 20 = 100

PETUNJUK :
Setiap soal diberikan nilai benar sebesar= 20 point
Jumlah maksimal soal benar adalah = 100

Lampiran 3 : Lembar Observasi Presentasi


LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI DAN KINERJA PRESENTASI

MATA PELAJARAN : DESAIN GRAFIS PERCETAKAN


KELAS/SEMESTER : XI MM 1 / GENAP
KOMPETENSI : KD 3.10 DAN 4.10

Observasi Kinerja Presentasi


Jml
No Nama Siswa Akt tgjwb Kerjsm Prnsrt Visual Isi NilaI
Skor
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.
9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

Keterangan pengisian skor


4. Sangat tinggi
3. Tinggi
2. Cukup tinggi
1. Kurang

Lampiran 3 : Lembar Observasi Presentasi


LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI DAN KINERJA PRESENTASI

MATA PELAJARAN : DESAIN GRAFIS PERCETAKAN


KELAS/SEMESTER : XI MM 1 / GENAP
KOMPETENSI : KD 3.10 DAN 4.10

Observasi Kinerja Presentasi


Jml
No Nama Siswa Akt tgjwb Kerjsm Prnsrt Visual Isi NilaI
Skor
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. 4 4 3 4 3 3 21

2.
3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

Keterangan pengisian skor


4. Sangat tinggi
3. Tinggi
2. Cukup tinggi
1. Kurang
Lampiran 3 : Lembar Observasi Presentasi
LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI DAN KINERJA PRESENTASI

MATA PELAJARAN : KOMPOSISI FOTO DIGITAL


KELAS/SEMESTER : XI MM 3 / GASAL
KOMPETENSI : KD 3.1 DAN 4.1

Observasi Kinerja Presentasi


Jml
No Nama Siswa Akt tgjwb Kerjsm Prnsrt Visual Isi NilaI
Skor
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.
31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

39.

40

Keterangan pengisian skor


4. Sangat tinggi
3. Tinggi
2. Cukup tinggi
1. Kurang
Lampiran 4 : Tugas Perorangan
LEMBAR KERJA SISWA
TUGAS PERORANGAN

1. Carilah foto 5 buah yang berhubungan dengan fotografi documenter.


2. Carilah foto 5 buah yang berhubungan dengan fotografi aksi.
3. Carilah foto 5 buah yang berhubungan dengan fotografi seni rupa.
4. Carilah foto 5 buah yang berhubungan dengan fotografi periklanan
5. Carilah foto 5 buah yang berhubungan dengan fotografi balistik

Tugas dikumpul dalam bentuk file, setiap tugas dibuatkan folder dan diberi nama sesuai
dengan nama tugas masing-masing. Dari folder 5 tugas diatas dibuatkan lagi folder
dengan nama kalian masing-masing.

Menganalisis pengenalan fotografi dalam pembelajaran komposisi foto digital.


Dalam dunia fotografi banyak dikenal jenis-jenis fotografi yang dapat dijadikan
spesialisasi Anda, baik fotografer profesional maupun amatir mempunyai spesialisasi
atau ketertarikan yang berbeda terhadap jenis fotografi. Seorang fotografer
profesional boleh jadi menjadikan fotografi jurnalistik sebagai spesialisasi nya
sedangkan fotografer amatir boleh jadi tertarik pada fotografi makro. Tidak ada aturan
yang baku mana jenis fotografi yang harus Anda pilih, itu semua tergantung pada
ketertarikan Anda saja. Berikut adalah beberapa jenis-jenis fotografi yang umum
diketahui.

1. Fotografi Jurnalistik (Photojournalism)

Meskipun fotografer amatir bisa masuk ke jenis fotografi ini tanpa pelatihan formal,
namun fotografi jurnalistik sering terbatas pada fotografer profesional. Salah satu
alasan jurnalistik umumnya dilakukan olehh para profesional adalah bahwa
fotografer harus benar-benar yakin bahwa jepretannya harus mempertahankan
keaslian peristiwa yang sebenarnya. Fotografi jurnalistik membutuhkan fotografer
nya untuk memotret sesuai dengan fakta aslinya, tidak ada perubahan atau tidak
ada manipulasi terhadap peristiwa aslinya. Foto dari fotografi jurnalistik sering
berupa foto yang bermakna kuat yang melibatkan pemirsa atau pembacanya ke
dalam suatu cerita. Untuk mengetahui bagaimana cara dan mempunyai feeling
yang kuat dalam mengambil gambar dengan menangkap emosi yang asli sering
dipelajari hanya melalui praktek dan pengalaman yang bertahun-tahun. Hanging on
to dreams…by Lorraine Daley

2. Fotografi dokumenter (Documentary Photography)

Foto dokumenter menceritakan sebuah peristiwa dengan gambar. Perbedaan


utama antara fotografi jurnalistik dan fotografi dokumenter adalah bahwa fotografi
dokumenter dimaksudkan sebagai dokumen sejarah era politik atau sosial,
sementara fotografi jurnalistik berisi peristiwa tertentu atau kejadian tertentu saja.
Seorang fotografer dokumenter mungkin memotret serangkaian gambar dari
tunawisma di pusat kota atau rentetan peristiwa pertempuran internasional. Setiap
topik dapat menjadi subyek fotografi dokumenter. Seperti foto jurnalistik, fotografi
dokumenter berusaha untuk menunjukkan kebenaran tanpa memanipulasi
gambar.** Migrant Mother by Dorothea Lange

3. Fotografi Aksi (Action Photography)

Seorang fotografer profesional yang mengambil foto aksi dapat mengkhususkan


diri dalam berbagai objek yang berbeda, fotografi olahraga adalah salah satu jenis
aksi tercepat dan paling menarik dari fotografi. Seperti halnya memotret suatu aksi,
seorang fotografer olahraga yang handal harus tahu objek nya dengan baik untuk
mengantisipasi kapan harus mengambil gambar. Aturan yang sama berlaku untuk
fotografer yang mengambil foto aksi hewan di alam atau foto anak-anak bermain
bola di sawah. Ball Catcher by Harry Husnan Kurniawan

4. Fotografi Makro (Macro Photography)

Fotografi makro adalah jenis fotografi dengan pengambilan gambar dari jarak
dekat. Fotografi ini membutuhkan peralatan yang canggih dan mahal, akan tetapi
fotografer amatir dapat berlatih dengan menggunakan mode macro pada kamera
digital. Objek fotografi makro dapat berupa serangga, bunga, bulir air atau benda
lain yang kalau di close-up kan akan menghasilkan detail yang menarik. Hornet by
Mikesi

5. Fotografi Mikro (Micro Photography)

Fotografi mikro menggunakan kamera khusus dan mikroskop untuk menangkap


gambar objek yang sangat kecil. Kebanyakan aplikasi fotografi mikro paling cocok
untuk dunia ilmiah. Misalnya, fotografi yang digunakan dalam disiplin ilmu yang
beragam seperti astronomi, biologi dan kedokteran. Art, Photo, Amazing World
,Micro Photography , NikonSmallWorld.com, Micro, Artistic, Nature Art, Awesome,
Micro photography, Mini World, Outer limit, photomicrographers, light microscope,
bio-research
6. Fotografi Glamour (Glamour Photography)

Orang awam kadang-kadang menyamakannya dengan pornografi, mungkin karena


menampilkan keseksian dan erotis tetapi sebenarnya bukanlah suatu hal yang
porno. Ketika berfokus pada ketelanjangan atau pose seram, fotografi glamour
berusaha untuk menangkap objek dalam pose yang menekankan kurva dan
bayangan. Seperti namanya, tujuan fotografi glamor adalah untuk menggambarkan
model dalam cahaya glamor.
7. Fotografi Aerial (Aerial Photography)

Seorang fotografer aerial mempunyai spesialisasi dalam mengambil foto dari


udara. Foto dapat digunakan untuk survei atau konstruksi, untuk memotret burung
atau cuaca pada film atau untuk tujuan militer. Fotografer aerial biasanya
menggunakan pesawat, parasut, balon dan pesawat remote control untuk
mengambil foto dari udara.

8. Fotografi Bawah Air (Underwater Photography)

Fotografi bawah air biasanya digunakan oleh penyelam scuba atau perenang
snorkel. Namun, biaya scuba diving, ditambah dengan peralatan fotografi sering
mahal dan berat di bawah air, membuat ini salah satu jenis kurang umum dalam
dunia fotografi. Demikian pula jika seorang fotografer amatir yang sudah memiliki
peralatan fotografi bawah air dan peralatan scuba, mengambil gambar bawah air
dapat menjadi sesuatu yang sulit, karena kacamata scuba yang besar dan
mendistorsi visi fotografer. Photo: Diver examines table coral, Phoenix Islands,
Kiribati Table Coral Photograph by Paul Nicklen, National Geographic

9. Fotografi Seni Rupa (Fine Art Photography)

Fotografi seni rupa, juga dikenal hanya sebagai fotografi seni, mengacu pada
cabang fotografi yang didedikasikan untuk memproduksi foto untuk tujuan murni
estetika. Fotografi seni, yang biasanya dipajang di museum dan galeri, umumnya
berkaitan dengan penyajian benda-benda yang indah atau benda biasa dengan
cara yang indah untuk menyampaikan intensitas dan emosi.
10. Fotografi Pernikahan (Wedding Photography)

Fotografi pernikahan adalah campuran dari berbagai jenis fotografi. Meskipun


album pernikahan adalah sebuah foto dokumenter dari hari pernikahan, foto
pernikahan dapat diolah dan diedit untuk menghasilkan berbagai efek. Sebagai
contoh, seorang fotografer bisa mengolah beberapa gambar dengan toning sepia
untuk memberi mereka lihat, lebih klasik abadi. Sebagai tambahan, seorang
fotografer pernikahan harus memiliki keahlian dalam fotografi potret, mereka juga
harus menggunakan teknik foto yang glamor untuk mengabadikan momen terbaik.

11. Fotografi Periklanan (Advertising Photography)

Karena fotografi memainkan peran penting dalam periklanan, fotografer profesional


banyak memutuskan karier mereka sebagai fotografer periklanan. Fotografi iklan
butuh hasil yang unik dan eye-catching hal ini berarti fotografer dapat memainkan
beberapa jenis fotografi, termasuk fotografi makro dan fotografi glamor.

12. Fotografi Perjalanan (Travel Photography)

Fotografi perjalanan adalah jenis fotografi yang melibatkan dokumentasi


pemandangan suatu daerah, orang, budaya, adat istiadat dan sejarah. Society of
America Fotografi mendefinisikan foto perjalanan sebagai foto yang
mengekspresikan perasaan dari waktu dan tempat, menggambarkan daerah,
orang-orangnya, atau budaya dalam keadaan aslinya, dan tidak memiliki
keterbatasan geografis. Perjalanan fotografi dapat dibuat oleh para profesional
atau amatir. Contoh fotografi perjalanan profesional dapat ditemukan di majalah
National Geographic. Fotografi perjalanan amatir sering dibagi secara online
melalui situs berbagi foto seperti Flickr atau situs jejaring social seperti Facebook.
13. Fotografi Vernakular (Vernacular Photography)

Fotografi vernacular sering disebut juga fotografi amatir karena mengacu kepada
penciptaan foto oleh fotografer amatir atau fotografer yang tidak dikenal yang
mengambil foto kehidupan sehari-hari dan hal-hal yang umum sebagai objek.
Contoh foto vernakular adalah foto perjalanan dan liburan, foto-foto keluarga, foto
teman-teman, foto, dll.

14. Fotografi Jalanan (Street Photography)

Fotografi jalanan adalah jenis fotografi dokumenter yang menampilkan objek dalam
situasi candid di tempat umum seperti jalanan, taman, pantai, mall, dll.

15. Fotografi Malam (Night Photography)

Fotografi malam, seperti namanya, adalah pengambilan foto outdoor di senja atau
pada malam hari. Karena kurangnya cahaya yang tersedia dalam fotografi malam
hari, fotografer akan menggunakan pencahayaan buatan atau menggunakan
eksposure yang lama untuk memastikan bahwa sensor cukup menerima cahaya
dari objek.

16. Fotografi Infra Merah (Infra Red Photography)

Fotografi inframerah mengacu pada jenis fotografi di mana foto yang diambil
sensitif terhadap cahaya inframerah. Dalam fotografi inframerah, biasanya
fotografer menggunakan filter yang hanya melewatkan panjang gelombang
inframerah menuju sensor dan menghasilkan sebuah foto. Panjang gelombang
warna untuk foto yang biasa adalah 400nm (nano meter) hingga 700nm sedangkan
infra red mempunyai panjang gelombang 700nm sampai 1200nm. Hasil dari foto
inframerah bisa menjadi foto hitam-putih yang kontras atau foto false-color,
seperti contohnya warna daun yang hijau segar akan terlihat putih, pemandangan
yang panas akan tampak seperti di musim salju dan seperti di dunia lain.
17. Fotografi Balistik (Ballistics Photography)

Balistik Fotografi adalah jenis fotografi yang berhubungan dengan pengambilan


foto dari peluru yang ditembakkan dari pistol atau peluru yang menembus target
masing-masing. Teknik-teknik yang terlibat dengan mengambil foto terkait balistik
adalah sama dengan yang untuk setiap subjek lain dari fotografi kecepatan tinggi,
seperti gambar dari percikan cairan atau popping balon. Seperti halnya fotografi
khusus yang lain, fotografi balistik menuntut seperangkat peralatan tertentu. Selain
flash berkecepatan tinggi, seorang fotografer juga perlu pemicu untuk
menyelaraskan kecepatan flash dengan kamera yang berkecepatan tinggi.

18. Fotografi Hitam-Putih (Black and White Photography)

Pada awal sejarah fotografi, fotografi hitam-putih adalah satu-satunya pilihan


seorang fotografer untuk mengambil gambar. Bahkan ketika foto berwarna sudah
tersedia, foto hitam-putih pada awalnya mempunyai kualitas yang lebih baik dan
lebih murah untuk mengembangkan daripada foto berwarna. Seiring dengan
kualitas foto berwarna semakin membaik, foto berwarna menjadi pilihan yang lebih
populer sehingga menyebabkan popularitas fotografi hitam-putih menurun. Akan
tetapi fotografi hitam-putih untuk saat ini lebih cenderung digunakan untuk
menimbulkan efek tertentu sehingga foto yang dihasilkan lebih bermakna.

19. Fotografi Perperangan (War Photography)

Fotografi perperangan menangkap foto dari konflik bersenjata dan kehidupan di


daerah yang dilanda perang. Meskipun foto-foto dapat memberikan representasi
yang lebih langsung daripada lukisan atau gambar, foto-foto tersebut kadang-
kadang dimanipulasi sehingga menciptakan foto yang tidak obyektif dalam
jurnalistik.
20. Fotografi Busana (Fashion Photography)

Fotografi busana adalah jenis fotografi yang berkonsentrasi pada mengambil foto
dari pakaian atau aksesoris (pada model atau sendirian) yang akan diterbitkan di
majalah fashion, iklan atau beredar di kalangan desainer.

Anda mungkin juga menyukai