Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS I SUMPIUH
Jalan Raya Barat Sumpiuh Kode Pos 53195
Telp. ( 0282 ) 497528
Email: puskesmassatusumpiuh@yahoo.co.id
NOTULA

Hari/Tanggal : Selasa, 26 Agustus 2016


Acara : Pelatihan MTBS ( Pneumonia dan Diare)
Tempat : Ruang Rapat Puskesmas I Sumpiuh

a. Acara dihadiri oleh perawat dan bidan Puskesmas I Sumpiuh


b. Pembukaan
Acara dibuka dengan dengan bacaan basmalah bersama yang dipimpin oleh
pembawa acara.
c. Pengisian oleh dr. Dri Kusrini
Acara ini dilaksanakan karena pencapaian cakupan SPM pneumonia dan
diare masih rendah, oleh karena itu perlu merefresh kembali tentang pneumonia
dan diare. Diharapkan setelah acara ini, pengetahuan dan keterampilan petugas
kesehatan terutama perawat dan bidan dapat meningkat dan dapat
meningkatkan pencapaian cakupan SPM pneumonia dan diare.
MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) dan MTBM (Manajemen Terpadu
Bayi Muda) dibuat oleh IDAI yang ditujukan untuk perawat dan bidan, sehingga
perawat dan bidan di Puskesmas I Sumpiuh harus bisa mengaplikasikannya.
Karena kita sudah punya ruangan khusus MTBS yang sudah bagus, maka harus
didukung dengan sumber daya manusia yang kompeten juga. Dalam MTBS ini
yang perlu diketahui ada bagan MTBS, blangko MTBS dan MTBM yang
dibedakan warnanya, blangko MTBM warna kuning, sedangkan blangko MTBS
berwarna merah. Di dalam MTBS tidak ada diagnosis adanya klasifikasi.
 Memeriksa tanda bahaya umum
Pada saat bayi atau balita datang pertama kali yang harus kita lakukan adalah
memeriksa apakah ada tanda bahaya umum atau tidak?
Tanda bahaya umum :
- Tanyakan :
Apakah anak bisa minum atau menyusu?
Apakah anak selalu memuntahkan semuanya?
Apakah anak menderita kejang?
- Lihat :
- Apakah anak tampak letargis atau tidak sadar?
Anak dengan tanda bahaya umum harus mendapat penanganan segera
sehingga rujukan tidak terlambat.
Kejang pada bayi muda berbeda, kadang yang terlihat bayi hanya kedip-kedip
atau tiba-tiba menangis menjerit.
 Tanyakan Keluhan Utama
Tanyakan keluhan utama secara berurutan.
BATUK
Apakah anak menderita batuk atau sukar bernafas?
Jika ya, tanyakan berapa lama?
Lalu lihat dan dengar :
- Hitung nafas dalam 1 menit
Pada anak usia 2bln-12bulan tergolong nafas cepat bila hitung nafas 50
kali atau lebih per menit. Pada anak usia 12 bulan- < 5tahun tergolong
nafas cepat bila hitung nafas 40 kali atau lebih per menit.
- Perhatikan, adakah tarikan dinding dada ke dalam
Tarikan dinding dada terlihat pada saat anak menarik nafas. Ini terlihat di
area dada bagian bawah.
- Dengar adanya stridor
Stridor terdengar pada saat anak menarik nafas, terdengar seperti suara
mengorok.
Klasifikasikan
- Jika tidak ada tanda-tanda pneumonia dan tanda bahaya umum,
diklasifikasikan sebagai batuk bukan pneumonia, tidakan yang diberikan
adalah segera berikan pelega tenggorokan dan pereda batuk yang aman,
jika batuk lebih dari 3 minggu rujuk untuk pemeriksaan rontgen, berikan
nasihat kapan harus kembali segera, kunjungan ulang 5 hari jika tidak ada
perbaikan.
- Jika ada nafas cepat, maka diklasifikasikan pneumonia. Tindakan yang
diberikan adalah berikan antibiotik yang sesuai, segera beri pelega
tenggorokan dan pereda batuk yang aman, jika batuk lebih dari 3 minggu
rujuk untuk pemeriksaan rontgen, beri nasihat kapan harus kembali
segera, kunjungan ulang 2 hari.
- Jika ada tanda bahaya umum atau tarikan dinding dada ke dalam atau
stridor, maka diklasifikasikan sebagai pneumonia berat atau penyakit
sangat berat. Tindakan yang diberikan adalah berikan dosis pertama
antibiotik yang sesuai, rujuk segera.
DIARE
Apakah anak menderita diare?
Jika ya, tanyakan berapa lama? Adakah darah dalam tinja?
Lalu lihat dan raba :
- Lihat keadaan umum anak, apakah letargis atau tidak sadar? Gelisah dan
rewel/mudah marah?
- Lihat apakah matanya cekung?
- Beri anak minum. Apakah tidak bisa minum atau malas minum? Haus,
minum dengan lahap?
- Cubit kulit perut untuk mengetahui turgor. Apakah kembalinya sangat
lambat(lebih dari 2 detik)? Lambat?
Klasifikasi diare :
Untuk Dehidrasi
- Diare Dehidrasi Berat
Jika terdapat dua atau lebih tanda berikut :
 Letargis atau tidak sadar
 Mata cekung
 Tidak bisa minum atau malas minum
 Cubitan kulit perut kembali sangat lambat
Tindakan :
Jika tidak ada klasifikasi berat lain : Rencana terapi C dan tablet zink
Jika ada klasifikasi berat lain : Rujuk segera
- Diare Dehidrasi Ringan Sedang
Jika terdapat dua atau lebih tanda berikut :
 Gelisah atau mudah marah
 Mata cekung
 Haus, minum dengan lahap
 Cubitan kulit perut kembali lambat
Tindakan :
Rencana Terapi B dan tablet zink 10 hari berturut-turut
Jika ada klasifikasi berat lain : rujuk segera
Nasihati kapan kembali segera
Kunjungan ulang 3 hari jika tidak perbaikan
- Diare tanpa dehidrasi
Jika tidak cukup tanda-tanda untuk diklasifikasikan sebagai diare dehidrasi
berat atau ringan sedang
Tindakan :
Rencana Terapi A dan tablet zink 10 hari berturut-turut
Nasihati kapan kembali segera
Kunjungan ulang 3 hari jika tidak ada perbaikan
Jika Diare 14 hari atau lebih
- Diare Persisten Berat
Jika ada dehidrasi
Tindakan : Atasi dehidrasi sebelum dirujuk, kecuali ada klasifikasi berat
lain.
Rujuk
- Diare Persisten
Jika tidak ada dehidrasi
Tindakan :
Nasihati pemberian makan
Beri tablet zink
Kunjungan ulang 5 hari
Jika ada darah dalam tinja
- Desentri
Tindakan :
Beri antibiotik yang sesuai
Beri tablet zink 10 hari berturut-turut
Nasihati kapan kembali segera
Kunjungan ulang 2 hari
d. Diskusi
Pertanyaan : pemberian jeruk nipis kecap pada saat batuk apakah masih efektif?
Jawaban : Boleh diberikan, karena jeruk nipis mengandung vitamin c yang tinggi.
Pertanyaan : pada balita dengan batuk dan diare bolehkan diberi jeruk nipis?
Jawaban : boleh, karena jeruk nipis tidak memicu diare
Pertanyaan : pemberian bubur tempe untuk diare yang seperti apa?
Jawaban : bubur tempe bagus diberikan untuk diare persisten, karena bisa untuk
mengentalkan tinja, tetapi bisa juga digunakan untuk diare tidak persisten.
e. RTL
- Kesepakatan untuk melaporkan pasien diare dan pneumonia bagi bidan desa
untuk meningkatkan capaian SPM pneumonia dan diare
- Acara ini akan diadakan lagi setiap bulannya untuk merefresh kembali
pengetahuan petugas kesehatan
- Kesepakatan untuk acara selanjutnya akan mereview tentang rencana terapi
a, b, c pada diare
f. Acara ditutup dengan bacaan hamdalah bersama.

Mengetahui
Kepala Puskesmas I Sumpiuh Notulis

dr. Dri Kusrini Silvi Rizki NP, Skep


NIP 19720112 200212 2 004 NIP. 19851121 200903 2 008