Anda di halaman 1dari 10

PANDUAN ASUHAN KEFARMASIAN (PAKf)

PENGKAJIAN TERKAIT PERMASALAHAN OBAT (DRUG RELATED PROBLEM)


APPENDISITIS
Peradangan yang terjadi pada Appendix Vemrmicularis dan
1. Pengertian ( Definisi) merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering pada
anak-anak maupun dewasa.
1. Mengumpulkan data dan informasi spesifik
terkait pengobatan pasien
2. Menentukan problem farmakoterapi pasien
2. Asesmen Kefarmasian
3. Menentukan kebutuhan dan tujuan
farmakoterapi pasien
4. Mendesain regimen pengobatan pasien
1. Obat-obat yang harus dihentikan sebelum
operasi (Aspirin, anti platelet, antikoagulan,
NSAID, ACEI, ARB)
2. Pemilihan antibiotik profilaksis yang kurang
tepat
3. Kegagalan terapi infeksi luka operasi (ILO)
4. Pemilihan anti emetic, analgesik
3. Identifikasi DRP (Drug
5. Potensi interaksi obat
Related
6. Dosis obat
Problem)
7. Potensi Efek samping obat
Penggunaan obat berupa:
Injeksi: paracetamol 10-15 mg/KgBB/iv dan pemberian
ceftriaxone 1 gr sebagai profilaksis.
Cairan infus: RL
Obat oral: paracetamol 10-15 mg/KgBB/oral.

1. Rekomendasi obat-obat yang dihentikan


sebelum operasi
2. Rekomendasi pemilihan antibiotik profilaksis
4. Intervensi Farmasi 3. Pemantauan terapi obat
4. Monitoring efek samping obat
5. Rekomendasi alternatif terapi jika ada interaksi
obat
Monitoring Post Operasi :
1. TTV : Temperatur, nadi, BP untuk menilai
5. Monitoring & Evaluasi efektif ILO
2. KK : inflamasi pada daerah insisi, nyeri, mual
3. Lab : leukosit
1. Hentikan pemakaian obat anti koagulan, anti
platelet, aspirin, minimal 7 hari sebelum
6. Edukasi & Informasi operasi
2. Hentikan pemakaian obat ACE inhibitor dan
ARB 24 jam sebelum operasi
7. Penelaah Kritis Apoteker Klinik
1. Efektifitas terapi ILO
8. Indikator 2. Nyeri teratasi
3. Mual muntah teratasi
1. Widyati, Dr. M. Clin. Pharm, Apt Praktek
Farmasi Klinik Fokus Pada Pharmaceutical
Care, Brilian Internasional. 2014
9. Kepustakaan
2. Kemenkes, Standar Pelayanan Farmasi No. 58.
Kemenkes RI.2015
3. Dipiro, Pharmacotherapy Handbook 9th, 2015
PANDUAN ASUHAN KEFARMASIAN (PAKf)
PENGKAJIAN TERKAIT PERMASALAHAN OBAT (DRUG RELATED PROBLEM)
FRAKTUR
Terjadinya fraktur yang disertai dengan terdapatnya luka
sehingga terjadi hubungan antara daerah fraktur dengan
1. Pengertian ( Definisi)
udara luar.
Luka dapat terjadi akibat trauma dari luar atau dari dalam.
1. Menentukan problem farmakoterapi pasien
2. Menentukan kebutuhan dan tujuan
2. Asesmen Kefarmasian
farmakoterapi pasien
3. Mendesain regimen pengobatan pasien
1. Pemilihan antibiotik profilaksis yang kurang
tepat
3. Kegagalan terapi infeksi luka operasi (ILO)
4. Pemilihan analgesik
5. Potensi interaksi obat
6. Dosis obat
7. Potensi Efek samping obat
Penggunaan obat berupa:
3. Identifikasi DRP (Drug
Injeksi: Grade 1: antibiotik ceftriaxone 1x2g
Related
Grade 2:antibiotik cefazolin 3x2g+gentamicin 2x80mg
Problem)
Ranitidine 2x50mg/iv
Analgesik: ketorolac 3x30mg/iv
Imfus:RL. Dilanjutkan obat oral setelah penggunaan
injeksi
Oral: meloxicam 2x15mg, ranitidine 2x150mg,cefixime
2x200mg.
Roboransia: calsium dan vitamin D 2x1
Tetanus profilaksis
1. Rekomendasi pemilihan antibiotik profilaksis
2. Pemantauan terapi obat
4. Intervensi Farmasi 3. Monitoring efek samping obat
4. Rekomendasi alternatif terapi jika ada interaksi
obat
1. Masa penyembuha luka dan penutupan luka
2. monitoring dan evaluasi index nyeri
5. Monitoring & Evaluasi
3. Monitoring interaksi obat dan efek samping
4. Pemantauan terapi obat
1. Penjelasan mengenai nyeri yang dirasan setelah dilakukan
oprasi dan rasa kurang nyaman pada perut setelah pemberian
obat analgesik.
6. Edukasi & Informasi
2. Penjelasan mengenai efek samping yang dirasakan setelah
pemberian obat melalui injeksi seperti rasa mual, munta sedasi
dan depresi pernapasan.
7. Penelaah Kritis Apoteker Klinik
1. Efektifitas terapi ILO (infeksi luka operasi)
8. Indikator 2. Nyeri teratasi dan pembengkakan
3. Percepatan penyambungan tulang
1. Standar Pelayanan Medis Perhimpunan Dokter
Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia, Edisi II, Jakarta
2008
9. Kepustakaan 2. Sjamsuhidajat R. Dan De Jong W., Buku Ajar Ilmu
Bedah, Edisi Revisi, EGC, Jakarta 1997
3. Mansjoer A. dkk, Kapita Selekta Kedokteran, Edisi III,
Media Aesculapius, Jakarta 2000
PENGKAJIAN TERKAIT PERMASALAHAN OBAT (DRUG RELATED PROBLEM)
ULKUS DM
Ulkus DM adalah borok atau kerusakan jaringan dalam yang
1. Pengertian ( Definisi) terjadi pada pasien DM berhubungan dengan kelainan saraf dan
pembuluh darah tungkai bawah.
1. Menentukan problem farmakoterapi pasien
2. Menentukan kebutuhan dan tujuan
2. Asesmen Kefarmasian
farmakoterapi pasien
3. Mendesain regimen pengobatan pasien
1.indikasi penyakit yang tidak tepat
2. pemberian obat tanpa indikasi
3. dosis obat yang terlalu rendah atau terlalu tinggi
4. pasien tidak menggunakan obat secara tepat.
5. adanya interaksi obat yang bisa terjadi
Pengobatan:
1. Pada infeksi yang tidak disebabkan oleh staphylokokus dan
3. Identifikasi DRP (Drug
streptokokus dapat diberikan dengan penggunaan antibiotika
Related
oral misalnya cephalexin, amoxilin-clavulanic, moxifloxin atau
Problem)
clindamycin.
2. Infeksi polimikroba seperti staphylokokus,
streptokokus,enterobacteriaceae,pseudomonas,enterokokus dan
bakteri anaerob lainnya. Pemberian dengan imipenem-
cilastatin, ampisillin-sulbactam dan piperacillin-tazobactam dan
cephalosporin spektrum luas.

1. Rekomendasi pemilihan antibiotik profilaksis


2. Pemantauan terapi obat
4. Intervensi Farmasi 3. Monitoring efek samping obat
4. Rekomendasi alternatif terapi jika ada interaksi
obat
1. monitoring efek pemberian antibiotik
2. lab: pemantaun kadar glukosa puasa dan sewaktu
5. Monitoring & Evaluasi 3. monitoring dan evaluasi penutupan luka
4. pemantauan tekanan darah dan efek samping obat yang
mungkin terjadi
1. Penjelasan mengenai aturan pakai penggunaan antibiotik
2. Penjelasan mengenai efek samping yang dirasakan setelah
pemberian obat seperti rasa mual, munta, mulut kering
6. Edukasi & Informasi
3. penjelasan mengenai pola makan dan pola hidup yang lebih
sehat
4. edukasi mengenai lamnya pengguaan antiotik
7. Penelaah Kritis Apoteker Klinik
1.proses penyembuhan luka
8. Indikator 2. potensi penggunaan antibiotik
3. lab: kadar glukosa sewaktu dan puasa
1. stilman , RM. Diabetic Ulcer. Cited jun 2008.Available
at: URL http://www.emedicine.com
9. Kepustakaan 2. Bloomgarden ZT.The Diabetic Foot.Diabetes Care.
2008.
3. Parmet S,Glass RM .Diabetic Foot Ulcer. JAMA .2005.
PENGKAJIAN TERKAIT PERMASALAHAN OBAT (DRUG RELATED PROBLEM)
TRAUMA KAPITIS
Trauma kapitis adalah trauma mekanik terhadap kepala baik
secara langsung maupun tidak langsung yang menjebabkan
1. Pengertian ( Definisi)
gangguan fungsi neurologis, yaitu gangguan fisik, kognitif,
fungsi psikososial baik temporal maupun permanen.
1. Menentukan problem farmakoterapi pasien
2. Menentukan kebutuhan dan tujuan
2. Asesmen Kefarmasian
farmakoterapi pasien
3. Mendesain regimen pengobatan pasien
1. kesadaran pasien
2. pemberian obat yang tidak tepat
3. dosis obat yang terlalu rendah atau terlalu tinggi
4. pasien tidak menggunakan obat secara tepat.
5. adanya interaksi obat yang bisa terjadi
6. adanya efek samping sehingga penggunaan obat tidak tepat
Pengobatan:
1. manitol aturan pemberian: bolus 0,5-1 g/KgBB/20menit
dilanjutkan 0,25-0,5 g/KgBB, setiap 6 jam selama 24-48 jam
tidak melebihi 310 mOSm.
2.furosemide pemberian bersama manitol dosis 40mg/hari/iv
3.terapi barbiturat: fenobarbital dosis: bolus 10mg/KgBB/iv
3. Identifikasi DRP (Drug
Selama 0,5 jam dilanjutka 2-3mg/KgBB/jam selama 3 jam lalu
Related
pertahankan pada kadar serum 3-4mg%, dengan dosis sekitar
Problem)
1mg/KgBB/jam. Setelak TIK trrkontrol, 20mmHg selama 24-
48 jam dosis diturunkan secara bertahap selama 3 hari.
4. steroid
5. keseimbangan cairan : NaCl0,9% atau RL
6.epilepsi: fenitoin 200mg dilanjutka 3-4 kali 100mg/hari
Status epilepsi diazepam 10 mg/iv dapat diulang dalam 15
menit. Bila cenderung berulang 50-100 mg/500ml NaCl 0,9%
dengan tetesan <40 mg/jam setiap 6 jam dibuat larutan baru
karena stabilnya obat. Jika 400mg tidak berhasil ganti obat lain
seperti fenitoin dengan pemberian bolus18mg/KgBB/iv pelan-
pelan paling cepat 50mg/menit dilanjukan dengan 200-
500/hari/iv atau oral
1. Rekomendasi pemilihan antibiotik profilaksis
2. Rekomendasi pemilihan terapi barbiturat dan steroid
3. Pemantauan terapi obat
4. Intervensi Farmasi
4. Monitoring efek samping obat
5. Rekomendasi alternatif terapi jika ada interaksi
obat
5. Monitoring & Evaluasi 1. monitoring infeksi yang terjadi
2. kondisi tubuh (demam)
3. kesadaran pasien
4.terapi diuretik yang diberikan
5. keseimbangan cairan elektrolit dan nutrisi
6. kondisi pasien apabilah mengalami kejang
1. edukasi mengenai waktu pemberian obat
2. edukasi mengenai terapi pengobatan yang diberikan
6. Edukasi & Informasi 3. efek samping yang mungkin terjadi seperti pusing, mual,
sedasi dan dll.

7. Penelaah Kritis Apoteker Klinik


1. kesadaran pasien
8. Indikator 2. potensi penggunaan antibiotik
3. nilai GCS pasien
1. AndrariS. Simposium cedera kranio serebral,1999
2. Jenneth B.management of head ijnury.philadelphia;FA
9. Kepustakaan Davis,1981
3. Thomson WA.Severe head injury,in TEOH (ed)Sydney
:Butterworth,1990.
PENGKAJIAN TERKAIT PERMASALAHAN OBAT (DRUG RELATED PROBLEM)
BENIGN PROSTAT HYPERPLASIA (BPH)
Penyakit degeneratif yang berupa pembesaran kelenjar prostat
1. Pengertian ( Definisi) yang mengakibatkan terganggunya aliran urine dan
menimbilkan gangguan miksi
1. Menentukan problem farmakoterapi pasien
2. Menentukan kebutuhan dan tujuan
2. Asesmen Kefarmasian
farmakoterapi pasien
3. Mendesain regimen pengobatan pasien
1. Pemilihan antibiotik profilaksis yang kurang
tepat
2. Pemilihan, analgesik
5. Potensi interaksi obat
6. Dosis obat
3. Identifikasi DRP (Drug
7. Potensi Efek samping obat
Related
Pengobatan : injeksi dengan ceftriaxone 1x1g dan ketorolac
Problem)
3x30mg
Infus: RL
Oral: asam mefenamat 3x1 dan cefixime 2x200
Finasteride,dutasteride,terazosin,doxazosin,tamsulosin
hydrochloride 0,2mg dan alfuzosin
1. Rekomendasi pemilihan antibiotik profilaksis
2. Rekomendasi pemilihan terapi obat
3. Pemantauan terapi obat
4. Intervensi Farmasi
4. Monitoring efek samping obat
5. Rekomendasi alternatif terapi jika ada interaksi
obat
1.Lab: jika adanya leukosituria dan hematuria. Bila dicuriga
adanya infeksi saluran kemih perlu dilakukan pemeriksaan
kultur urine.
5. Monitoring & Evaluasi 2.Monitoring terapi pengobatan pasien untuk memperbaiki
kualitas hidup pasien
3.monitoring penggunaan obat-obat influenza yang
mengandung fenilpropanolamin
1. edukasi penggunaan obat-obat influenza yang mengandung
fenilpropanolamin agar dihindari
6. Edukasi & Informasi 2. edukasi ketepatan penggunaan obat yang tepat dan benar
3. edukasi pola makan dan pola hidup untuk meningkatkan
kualitas hidup.
7. Penelaah Kritis Apoteker Klinik

1. pemeriksaan ginjal jika terdapatnya tanda infeksi


8. Indikator 2. colok dubur
3. potensi penggunaan antibiotik dan index nyeri
9. Kepustakaan 1. zeif HJ, Subramonian K. Alpha blockers prior to removal of a
catheter for acute urinary retention in adultmen.Cochrane
Database Syst Rev.2009.
2. wright PJ.Coomparison of phosphodiesterase type 5(PDE5)
inhibitor. Int J Clin Part 2006.
3. McVary KT, Roehrborn CG,Avins AL,et al.Management of
benign prostatic hyperplasia (BPH). American Urological
Association Education and Research, Inc.2010.