Anda di halaman 1dari 4

Merubah Tegangan Aki menjadi Listrik 220V

By Naruto 899
DC dan AC adalah sumber daya bertenaga Volt bekekuatan Ampere, tegangan DC biasa keluar dari
tegangan aki atau baterai dengan arus searah, sedangkan AC adalah tegangan bolak-balik dari
generator atau dari PLN. Namun tegangan AC dapat diubah menjadi tegangan DC begitu juga
sebaliknya.Pengubah tegangan AC ke DC biasa disebut Adaptor atau Power Supply,
sedangkan pengubah dari DC ke AC biasa kita sebut Inverter (pembalik).

Banyak sekali manfaat inverter atau pengubah tegangan Aki/Baterai menjadi tegangan listrik, salah
satunya adalah untuk lampu emergency, maklum yang namanya pemadaman bergilir terus saja
bergulir. Apalagi jika digilir pada malam hari "Gelap Euy". Dan sepertinya kita harus berupaya
menyediakan alat penerang emergency untuk jaga-jaga, namun kadang lampu emergency tidak selalu
awet pemakaiannya, dirumah saja sudah 3 buah akinya KO. Sayang sekali jika baterainya tidak dapat
kita ganti dengan jenis yang lebih tahan lama, seperti aki basah yang biasa kita gunakan untuk sepeda
motor, atau mungkin punya aki mobil tentunya akan lebih bertenaga. Sepertinya kita akan membahas
secara khusus mengenai cara menurunkan tegangan dan arus aki mobil untuk mengganti baterai
lampu emergency yang soak.
Baca ini Memperbaiki Lampu Emergency mati total

Sekarang mari kita praktek cara membuat Inverter atau pengubah aki menjadi sumber listrik AC 220V
dengan menggunakan aki 12V DC. Anda tinggal lihat saja gambar rangkaian sederhana di bawah ini :

Gambar Skema Inverter DC to AC 220V (klik untuk memperbesar)


Anda hanya tinggal mengikuti alur kabelnya, gunakan PCB (printed circuit board) yang instan atau yang
sudah ada lobang-lobangnya. Berikut bahan-bahan serta komponen yang perlu dipersiapkan :

1. Kabel NYA jenis serabut secukupnya


2. Transformator 1-5 Ampere dengan gulungan sekundernya 12V CT.
3. Resistor ukuran 690 Ohm 2 Watt
4. Transistor Jengkol 2N3055x2 buah (jangan direbus, cukup pakai sambel)
5. Stop kontak dan kabel nya
6. Aki/accu/baterai 12V min 70% setrumannya.
7. Heatsink (peredam panas) yang sudah jadi sesuai jenis Transistor Jengkolnya, sekalian
dengan mika pelindung antara badan transistor dengan heatsink.
8. Solder 40 Watt.
9. PCB berlubang
10. Bor listrik untuk membuat lubang baut Trafo
11. Kabel Power Listrik

Cara Rakit :
 Perhatikan kabel merah, kabel tersebut jangan sampai terbuka dan menyentuh yang lain, kabel
ini dari kepala aki positip langsung disambung ke Center Tap (CT) trafo. Jika memungkinkan
pasang fuse 1-5 Ampere sebagai pengaman.
 Pasang Transistor jengkol pada heatsink dan jangan lupa diberikan bahan lapisan mika anti
panas (biasanya sudah disediakan saat kita membeli transistor tersebut.
 Untuk sambungan ke badan transistor (kolektor) gunakan juga pin khusus untuk transistor ini,
gunanya sebagai pin untuk menghubungkan kabel ke kolektor transistor.

Dipasang pada Heatsink khusus

Awas Hati-hati tegangan Tinggi..!!, Trigger yang dihasilkan oleh rangkaian transistor ini mampu
membuat kejutan listrik yang diinduksikan melalui transformator. jauhkan anggota badan anda
didaerah output Transformator. Bekerjaah dengan hati-hati.

Untuk type inverter yang lain anda dapat mencoba rangkaian (skema) yang berikut ini :

DC to AC menggunakan IC

Komponen yang diperlukan :


 Trafo 3 Ampere
 IC 4047
 Transistor BD699 x 2bh
 Resistor 1/2 watt 470 ohm
 Fuse 1,5 Ampere
 kapasitor mika 100nf
 trimmer 220K ohm (pengatur trigger)

Cara Merakit :

 Pasang IC pada PCB instan, gunakan socket IC agar lebih mudah dan aman.
 Pasang Transistor BD699 pada heatsink (perhatikan cara pemasangannya)
 gabungkan kaki IC 4,5,6 dan 14 untuk ke Tegangan Positif Aki
 gabung juga kaki IC 7,8,9 dan 13 untuk Negatif Aki.

IC 4047

Socket IC
Penampang Transistor BD699