Anda di halaman 1dari 7

MASALAH SOSIAL PENYEBAB PIHAK YANG TERLIBAT CARA MENGATASI

Kebakaran Hutan 1. 90 % karena ulah manusia Masyarakat, pengusaha dan 1. Kewajiban bagi aparat
dengan sengaja membakar pemerintah Penegak Hukum harus
hutan dengan tujuan untuk bertindak tegas terhadap
membuka lahan perkebunan pelaku pembakaran hutan,
dll baik pelaku individu maupun
pelaku dari oknum
2. Sambaran petir pada hutan korporasi/perusahaan.
yang kering karena musim 2. Memberikan edukasi
kemarau yang panjang. berkelanjutan berupa
penyuluhan dan
3. Kecerobohan manusia antara pendampingan kepada
lain membuang puntung masyarakat yang kerap
rokok secara sembarangan melakukan pembakaran
dan lupa mematikan api di hutan untuk pembukaan
hutan perkemahan atau jalur lahan pertanian, agar
pendakian. kebiasaan yang turun-
temurun dari masyarakat
4. Gesekan pohon pinus kering tersebut tak dilakukan lagi.
yang tumbang dan Cara ini bisa dilakukan oleh
menyebabkan percikan pemerintah setempat
api penyulut kebakaran bersama Lembaga
Masyarakat.
3. Bekas-bekas kebakaran lahan
digerakkan untuk melakukan
penanaman kembali pohon
(reboisasi) hutan yang
terbakar. Jangan dialihkan
fungsi dijadikan lahan
pertanian supaya masyarakat
tak merasa bisa mengambil
alih lahan.
4. Melakukan pengamanan
hutan lebih intensif
(diperketat) terutama disaat
musim kemarau datang.
Aparat seperti polisi hutan
sebaiknya dibantu aparat
desa serta masyarakat
setempat. Penjagaan hutan
ini, selain dalam upaya
menghindari terjadinya
pelaku pembakaran hutan
juga menghindari terjadinya
penebangan liar.

Banjir 1. Penebangan hutan liar yang Pemerintah, swasta dan masyarakat 1. Membuat fungsi sungai dan
menyebabkan hutan gundul selokan dapat bekerja dengan
2. Sampah yang sembarangan baik. Sungai dan selokan
dibuang di sungai membuat adalah tempat aliran air
alirannya mampet sehingga jangan sampai
3. Pemukiman di bantaran kali tercemar dengan sampah
4. Daerah yang datarannya atau menjadi tempat
rendah pembuangan sampah yang
5. Curah hujan yang tinggi akhirnya menyebabkan
6. Drainase yang diubah tanpa sungai dan selokan menjadi
mengindahkan Amdal tersumbat.
7. Bendungan yang jebol 2. Melakukan reboisasi tanaman
khususnya jenis tanaman dan
8. Salah sistem kelola tata pepohonan yang dapat
ruang menyerap air dengan cepat.
9. Terjadinya tsunami 3. Memperbanyak dan
10. Tanah tidak mampu menyediakan lahan terbuka
menyerap air untuk membuat lahan hijau
sebagai lokasi penyerapan air.
4. Berhenti membangun
perumahan di tepi sungai,
karena akan mengakibatkan
penyempitan sungai.
5. Berhenti membangun gedung
tinggi dan bersar yang akan
mengakibatkan bumi semakin
sulit menahan beban dan
permukaan tahan semakin
turun.
6. hindari penebangan pohon
secara ilegal dan penebangan
pohon yang terletak di tepi
sungai, karena pohon
berfungsi penting untuk
menyerap air agar dapat
mencegah bencana banjir
terjadi.
Pasar yang kotor 1. kurangnya kesadaran manusia Pemerintah, penjual dan pembeli 1. Membenahi pasar agar lebih
terhadap lingkungan bersih dengan cara,
2. kurangnya kesadaran tentang memperbaiki lantai yang becek,
dampak sampah yg terlalu memperbesar pasar, mengatur
banyak para pedagang sesuai dengan
3. tempat sampah yg kurang jenis barang yang dijualnya,
4. terlalu banyak bahan memperhatikan pengaturan
pembungkus dari plastik saluran air dan kebersihan
udara, lebih meningkatkan
keamanan dengan cara
mengadakan security untuk
berjaga.

2. Para pedagang harus lebih


ramah dan bersih.
Contoh: selalu menjaga
kebersihan lapak nya,
menggunakan pakaian yang
bersih, bagi pedagang daging –
dagingan harusnya
mengenakan celemek agar
kebersihan tetap terjaga.

3. Turun Tangan Pemerintah


Pemerintah harus turun tangan
menjaga kualitas barang yang
diperjual belikan dipasar, hal ini
agar menjadi jaminan bagi
masyarakat bahwa barang yang
dijual dipasar itu berkualitas
4. Membuat pasar tradisional
dalam bentuk indoor agar
mempermudah penataan
Pengemis 1. kurang ketatnya Pemerintah, aparat, masyarakat 1. menyediakan fasilitas yang
penjagaan layak dan cukup untuk dapat
2. tidak adanya pajak digunakan
3. kekurangan dalam 2. memberikan pembinaan atau
memenuhi kebutuhan pelatihan tentang pekerjaan
hidup 3. membuat tempat industri bagi
4. sedikitnya lapangan pengemis untuk dapat
pekerjaan mengembangkan hasil yang
5. kurang modal untuk dapat dijual di kemudian hari
membuka usaha
6. mahalnya barang dagang
di indonesia

Sampah yang berserakan 1. kurangnya jumlah tempat- Pemerintah, pedagang dan 1. Pilah dan Buang Sampah
tempat sampah di tempat- masyarakat pada Tempatnya
tempat umum 2. Habiskan Makanan
2. Kurangnya slogan-slogan 3. Membawa Kantung
yang menjelaskan mengenai Belanja dan Alat Makan
manfaat lingkungan yang Sendiri
bersih dan larangan untuk 4. Donasikan Barang-barang
membuang sampah. yang Tidak Terpakai
3. Perilaku masyarakat karena 5. Daur Ulang dan Buat
sistem kepercayaan Kompos dari Sampah
masyarakat terhadap perilaku
dalam membuang sampah.
4. Pengaruh lingkungan
merupakan salah satu faktor
yang menyebabkan perilaku
membuang sampah
sembarangan tidak akan
pernah lepas dari masyarakat
karena kebanyakan orang
lebih memilih untuk
melakukan imitasi atau
meniru padahal hal tersebut
merupakan perilaku yang
buruk.
5. Seseorang akan melakukan
hal yang menurut mereka
lebih mudah untuk dilakukan,
seperti orang tidak akan
membuang sampah
sembarangan apabila banyak
tersedia tempat sampah di
jalan dan tempat-tempat
umum.
6. Tempat yang kotor, kumuh,
dan dipenuhi banyak sampah
bisa membuat orang meyakini
bahwa membuang sampah
sembarangan diperbolehkan
di tempat tersebut.