Anda di halaman 1dari 15

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/320552111

Faktor risiko kejadian perdarahan postpartum di RSKDIA Pertiwi Makassar

Article · January 2015

CITATIONS READS
0 1,627

3 authors, including:

Indra Dwinata
Universitas Hasanuddin
4 PUBLICATIONS   1 CITATION   

SEE PROFILE

All content following this page was uploaded by Indra Dwinata on 21 October 2017.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


RISET INFORMASI KESEHATAN
Journal Of Health Research

ISSN 2088-8740

Riset informasi kesehatan adalah publikasi ilmiah yang menerima setiap tulisan ilmiah dibidang
kesehatan berupa laporan penelitian dan makalah ilmiah

PENANGGUNG JAWAB

Aguspairi

KETUA REDAKSI

Irwandi Rachman

WAKIL KETUA REDAKSI

Siti Hamidatul Aliyah

REDAKSI PELAKSANA

Susi Widiawati

Diah Merdekawati

T. Samsul Hilal

Bs. Titi Haerana

Rahmadevi

Lili Andriani

SEKRETARIAT

M. Hasnil

Mardyan Dwisyarita

Penerbit
Jurnal ini diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi Dengan SK Nomor :
020/STIKES/JBI/II/SK-2015. Surat menyurat menyangkut naskah, berlangganan dan lain – lain dapat dialamatkan ke:

Redaksi Jurnal Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu (STIKES-HI)


Jl.Tarmizi Kadir No. 71 Pakuan Baru Jambi
Telp./Fax.:0741-7552270/7552710, E-mail : rik_stikes.hi45@yahoo.com
Riset
Informasi
Kesehatan
VOL. 05 NO. 02, Juni 2015 ISSN : 2088-8740

Daftar Isi

Faktor risiko kejadian perdarahan postpartum di RSKDIA Pertiwi Makassar 54


Erna Edy, Jumriani Ansar, Indra Dwinata

Peningkatan tekanan darah setelah terpapar kebisingan pada operator 62


spinning unit D PT. X Kabupaten Demak
Ah. Lathiful Fauzi, Eko Prasetyo

Penentuan kadar flavonoid total dan uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun 68
sisik naga (Pyrrosia piloselloides (L.) M.G Price)
Yulianis, Desi Sagita, Peppi Nurdah

Posisi kerja duduk berhubungan dengan keluhan nyeri otot punggung pada 73
pekerja konveksi di PT Mitra Busana Apparelindo Indramayu
Sri Handayani, H. Sutangi, Pragnya Grahita

Perilaku pencegahan 3M Plus dan keberadaan jentik pada kontainer merupakan 78


determinan kejadian demam berdarah dengue
Bs. Titi Haerana, Ratna Sari Dewi, Megawati

Upaya pencegahan terjadinya ulkus diabetikum pada penderita 85


diabetes mellitus di RSUD Raden Mattaher Jambi
Diah Merdekawati, Asmanidar, Demak Efendi

Jumlah kontainer sebagai faktor padatnya jentik Aedes aegypti di 94


Kelurahan Mayang Mangurai Kota Jambi
Irwandi Rachman, Septi Maharani, Suhermanto

Karatekteristik kondisi lingkungan fisik rumah dan riwayat keluarga dengan 99


kekambuhan asma di wilayah kerja Puskesmas Olak Kemang
Kota Jambi
Ummu Kalsum, Esti Fitri, Rini Kartika

Identifikasi rhodamin B pada kembang gula yang beredar di Kota Jambi 106
Lili Andriani, Armini Hadriyati, Bambang Irwanto
Motivasi dan persepsi perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan 111
di Ruang Rawat Inap RSUD Raden Mattaher Jambi
Susi Widiawati, Massitoh, Fx. Suharto

Isolasi dan penapisan aktinomiset penghasil senyawa antibakteri 115


dari lingkungan
Nur Antriana

Analisis cemaran logam berat simplia terstandar dari kulit buah kandis 120
(Garcinia cowa Roxb.) menggunakan spektrofotometer serapan atom
Yuliawati, Dachriyanus, Meri Susanti

Usia pasien kaitannya dengan klinikopatologi Squamous Cell Carcinoma (SCC) 124
rongga mulut
Siti Hamidatul ‘Aliyah, Nelsiani To’ bungan, Jajah Fachiroh, Nastiti Wijayanti

Analisis pengalaman ibu post sectio caesaria terhadap mobilisasi dini di RSUD 131
Raden Mattaher Jambi
Luqyana Zulya, Maulani
Riset Informasi Kesehatan, Vol. 5, No. 2
Juni 2015

Faktor risiko kejadian perdarahan postpartum di RSKDIA Pertiwi Makassar


1 2 3
Erna Edy , Jumriani Ansar , Indra Dwinata
1.2.3
Bagian Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Indonesia

ABSTRAK

Latar Belakang: Perdarahan postpartum adalah perdarahan yang berlangsung lebih dari 500-600 ml
selama 24 jam setelah anak lahir. Menurut data WHO, seperempat dari seluruh kematian ibu
disebabkan oleh perdarahan. Perdarahan merupakan penyebab kematian nomor satu pada ibu
melahirkan di Indonesia (40%-60%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian
perdarahan postpartum di Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak (RSKDIA) Pertiwi Makassar.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan case control
study. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSKDIA Pertiwi Makassar tahun 2013-2014.
Cara pengambilan sampel kasus dengan metode exhaustive sampling sebanyak 74 ibu bersalin dan
kelompok kontrol dengan metode systematic random sampling sebanyak 74 ibu bersalin dengan
perbandingan 1:1. Data dianalisis dengan menggunakan uji odds ratio dengan CI 95%.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan riwayat persalinan (OR=1,313; 95%;CI=0,636-2,708), lama
persalinan (OR=5,625; 95%;CI=1,188-26,637), antenatal care (OR=4,039; 95%;CI=1,971-8,276),
kejadian anemia (OR=4,094; 95%;CI=2,062-8,126) merupakan faktor risiko kejadian perdarahan
postpartum. Sedangkan variabel umur (OR=0,805; 95%;CI=0,382-1,698), pendidikan (OR=0,686;
95%;CI=0,320-1,474), pekerjaan (OR=0,621; 95%;CI=0,300-1,287) dan jarak persalinan (OR=0,842;
95%;CI=0,267-2,661) merupakan faktor protektif kejadian perdarahan postpartum di RSKDIA Pertiwi
Makassar.
Kesimpulan : Kesimpulan penelitian ini bahwa riwayat persalinan, lama persalinan, antenatal care,
kejadian anemia merupakan faktor risiko kejadian perdarahan postpartum sedangkan umur, pendidikan,
pekerjaan dan jarak persalinan merupakan faktor protektif terhadap kejadian perdarahan postpartum.

Kata Kunci : Perdarahan postpartum, Ibu bersalin, Case control

PENDAHULUAN penyebab utama terjadinya perdarahan dan


WHO (World Health Organization), infeksi yang merupakan faktor utama
diseluruh dunia setiap menit seorang kematian ibu1.
perempuan meninggal karena komplikasi Survei Demografi dan Kesehatan
yang terkait dengan kehamilan, persalinan, Indonesia (SDKI) tahun 2007 yang dikutip
dan nifas. Hal ini berarti 1.400 perempuan dari Rencana Strategis Kementerian
meninggal setiap hari atau lebih dari 500.000 Kesehatan Tahun 2010-2014, Angka
perempuan meninggal setiap tahun karena Kematian Ibu (AKI) menurun dari 307 per
kehamilan, persalinan, dan nifas. Angka 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2004
Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup
diantara negara-negara ASEAN (Association pada tahun 2007. Berdasarkan kesepakatan
of South East Asian Nations) lainnya. Jika global (Millenium Develoment Goals/MDG’s)
dibandingkan dengan negara-negara lain, pada tahun 2015, diharapkan angka
maka AKI di Indonesia adalah 15 kali AKI di kematian ibu menurun dari 228 pada tahun
Malaysia, 10 kali lebih tinggi daripada 2007 menjadi 102 per 100.000 kelahiran
Thailand, atau 5 kali lebih tinggi daripada hidup1.
Filipina. seperempat dari seluruh kematian Salah satu penyebab utama kematian
ibu disebabkan oleh perdarahan, ibu adalah kejadian perdarahan2. Kasus
proporsinya berkisar antara kurang dari 10 perdarahan dalam kehamilan di Indonesia
persen sampai hampir 60 persen. Menurut diperkirakan ada 14 juta. Setiap tahunnya
Kementerian Kesehatan RI tahun 2010, tiga paling sedikit 128.000 perempuan
faktor utama kematian ibu melahirkan adalah mengalami perdarahan sampai meninggal.
perdarahan (28%), eklampsia (24%), dan Perdarahan pasca persalinan terutama
infeksi (11%). Anemia dan kekurangan perdarahan postpartum primer merupakan
energi kronis (KEK) pada ibu hamil menjadi perdarahan yang paling banyak

54
Riset Informasi Kesehatan, Vol. 5, No. 2
Juni 2015

menyebabkan kematian ibu. Perdarahan kematian maka peneliti tertarik untuk


postpartum primer yaitu perdarahan pasca melakukan penelitian terkaitFaktor Risiko
persalinan yang terjadi dalam 24 jam Kejadian Perdarahan Postpartum di RSKDIA
pertama kelahiran Pertiwi Makassar Tahun 2013-2014.
Tingginya AKI secara nasional juga
tercermin di tingkat provinsi termasuk di METODE PENELITIAN
Provinsi Sulawesi Selatan3. Pada tahun Jenis penelitian yang digunakan
2010, jumlah kematian ibu yang dilaporkan adalah observasional analitik dengan
oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota rancangan case control study. Penelitian ini
terdapat 144 orang atau 77.13 per 100.000 dilakukan di RSKDIA Pertiwi Makassar.
kelahiran hidup4. Khusus untuk Kota Pengumpulan data pada penelitian ini
Makassar, AKI pada tahun 2010 tercatat 3 dilakukan dengan menggunakan data rekam
kasus kematian ibu dari 25.830 kelahiran medik ibu bersalin yang dilakukan sejak
hidup5. Kematian tersebut disebabkan oleh tanggal 15 Februari 2015 sampai dengan 15
asma, kehamilan dan persalinan, sedangkan Maret 2015. Populasi dalam penelitian ini
pada tahun 2010, kejadian perdarahan adalah semua ibu bersalin di RSKDIA Pertiwi
postpartum adalah 118 kasus dari dari Makassar tahun 2013-2014. Cara
149.675 persalinan6. pengambilan sampel untuk kasus adalah
Data register di RSKDIA Pertiwi dengan metode exhaustive sampling
Makassar tahun 2013, dari 3.741 ibu bersalin sebanyak 74 ibu bersalin dan kelompok
terdapat 318 kasus komplikasi persalinan kontrol dengan metode systematic random
(8,5%) dan 41 diantaranya adalah sampling sebanyak 74 ibu bersalin dengan
perdarahan postpartum. Angka tersebut perbandingan 1:1. Data dianalisis dengan
mengalami peningkatan dari tahun menggunakan odds ratio dengan CI 95%.
sebelumnya yakni pada tahun 2012 tercatat Penyajian data dalam bentuk tabel disertai
jumlah kejadian perdarahanpostpartum dengan narasi.
sebanyak 31 kejadian dari 3.259 ibu
bersalin. Sedangkan kejadian perdarahan HASIL
postpartum pada tahun 2014 tercatat Sebagian besar ibu bersalin berada
sebanyak 33 kejadian dari 4.500 ibu pada kelompok umur 25-29 tahun pada
bersalin. kelompok kasus (31,1%) dan pada kontrol
Separuh dari kematian ibu disebabkan pada kelompok umur 30-34 tahun (27,0%),
oleh perdarahan. Dua pertiga dari semua pendidikan ibu paling banyak tamat SMA/MA
kasus perdarahan pasca persalinan terjadi pada kelompok kasus (56,8%) begitupun
pada ibu tanpa faktor risiko yang diketahui pada kelompok kontrol (50,0%). Distribusi
sebelumnya, dua pertiga kematian akibat ibu bersalin berdasarkan pekerjaaan,
perdarahan tersebut adalah dari jenis sebagian ibu menjalani keseharian sebagai
retensio plasenta, dan tidak mungkin ibu rumah tangga baik pada kelompok kasus
memperkirakan ibu mana yang akan (77,0%) dan kelompok kontrol (67,7%),
mengalami atonia uteri maupun perdarahan. untuk riwayat persalinan sebagian besar ibu
Perdarahan, khususnya perdarahan tidak memiliki riwatar persalinan sebelumnya
postpartum, terjadi secara mendadak dan baik pada kelompok kasus (60,9%) dan
lebih berbahaya apabila terjadi pada wanita kelompok kontrol (67,2%). Lama persalinan
yang menderita anemia. Seorang ibu dengan pada kelompok kasus yaitu < 18 jam (86,5%)
perdarahan dapat meninggal dalam waktu begitupun pada kelompok kontrol (97,3%),
kurang dari satu jam 7. jarak persalinan kelompok kasus ≥ 2 tahun
Melihat masalah yang telah dipaparkan (90,6%) begitu pula kelompok kontrol
di atas mengenai hubungan berbagai (89,1%). Riwayat antenatal ibu pada
variabel dengan kejadian perdarahan kelompok kasus paling banyak 3 kali
postpartum pada ibu bersalin yang dapat kunjungan (24,3%) sedangkan pada
menjadi penyebab utama kesakitan dan kelompok kontrol 5 kali kunjungan (26,4%).

55
Riset Informasi Kesehatan, Vol. 5, No. 2
Juni 2015

Kejadian anemia ibu pada kelompok kasus kepercayaan 95%. Nilai yang diperoleh
lebih banyak ibu dengan kadar Hb < 11 g% menunjukkan bahwa variabel pekerjaan
(68,9%) sedangkan pada kontrol lebih merupakan faktor protektif terhadap kejadian
banyak dengan kadar Hb ≥ 11g% (64,9%) perdarahan postpartum dan tidak bermakna
(Tabel 1). secara statistik (Tabel 1).
Berdasarkan hasil uji statistik Variabel riwayat persalinan
menunjukkan bahwa pada kelompok kasus menunjukkan sebagian besar ibu bersalin
lebih banyak ibu yang berada pada tidak memiliki riwayat komplikasi persalinan.
kelompok umur 20-35 tahun yaitu sebanyak Pada kelompok kasus, sebanyak 39 orang
57 orang (77,0%) dan pada kelompok umur (60,9%) tidak memiliki riwaayat persalinan
< 20 atau > 35 tahun hanya 15 orang dan 25 orang (39,1%) yang memiliki riwayat
(20,3%). Begitupun pada kelompok kontrol persalinan. Pada kelompok kontrol 43 orang
lebih banyak pada kelompok umur 20-30 (67,2%) tidak memiliki riwayat dan hanya 21
tahun yaitu 54 orang (73,0%) dan pada orang (21,8%) yang memiliki riwayat
kelompok umur < 20 atau > 35 tahun hanya persalinan. Hasil uji statistik menunjukkan
20 orang (27,0%). Berdasarkan hasil uji nilai OR = 1,313 pada interval LL-UL= 0,636-
statistik dengan tingkat kepercayaan 95%, 2,708 dengan tingkat kepercayaan 95%.
diperoleh nilai OR=0,805 dengan interval Nilai yang diperoleh menunjukkan bahwa
nilai LL-UL=0,382-1,698. Nilai yang diperoleh variabel riwayat persalinan merupakan faktor
menunjukkan bahwa variabel umur risiko kejadian perdarahan postpartum dan
merupakan faktor protektif terhadap kejadian tidak bermakna secara statistik (Tabel 1).
perdarahan postpartum dan tidak bermakna Variabel lama persalinan menunjukkan
secara statistik (Tabel 1). bahwa pada kelompok kasus lebih banyak
Variabel pendidikan ibu bersalin ibu yang bersalin dengan durasi waktu < 18
menunjukkan bahwa sebagian besar ibu jam yaitu 64 orang (86,5%) dan hanya 10
bersalin memiliki tingkat pendidikan tinggi. orang yang bersalin ≥ 18 jam. Begitupun
Pada kelompok kasus 59 ibu (79,7%) berada pada kelompok kontrol lebih banyak yang
pada tingkat pendidikan tinggi dan hanya 15 bersalin < 18 jam yaitu 72 orang (97,3%) dan
ibu (20,3%) yang memiliki tingkat pendidikan hanya 2 orang (2,7%) yang bersalin ≥ 18
rendah. Begitupun pada kelompok kontrol, jam. Hasil uji statistik menunjukkan nilai OR
54 ibu (73,0%) berada pada tingkat = 5,625 pada interval LL – UL = 1,188–
pendidikan tinggi dan hanya 20 ibu (20,7%) 26,637 dengan tingkat kepercayaan 95%.
yang memiliki tingkat pendidikan rendah. Nilai yang diperoleh menunjukkan bahwa
Hasil uji statistik menunjukkan nilai OR = variabel lama persalinan merupakan faktor
0,686 pada interval LL – UL = 0,320 – 1,474 risiko kejadian perdarahan postpartum dan
dengan tingkat kepercayaan 95%. Nilai yang bermakna secara statistik (Tabel 1).
diperoleh menunjukkan bahwa variabel Variabel jarak persalinan menunjukkan
pendidikan merupakan faktor protektif bahwa pada kelompok kasus lebih banyak
terhadap perdarahan postpartum dan tidak ibu yang memiliki jarak persalinan ≥ 2 tahun
bermakna secara statistik (Tabel 1). yaitu 58 orang (90,6%), hanya 6 orang
Variabel pekerjaan menunjukkan (9,4%) yang memiliki jarak persalinan < 2
bahwa sebagian besar ibu tidak bekerja baik tahun. Begitupun pada kelompok kontrol,
pada kelompok kasus maupun kontrol. Pada sebanyak 57 orang (89,1%) memiliki jarak
kelompok kasus sebanyak 57 ibu (77,0%) persalinan ≥ 2 tahun hanya 7 orang (10,9%)
tidak bekerja dan hanya 17 ibu (23,0%) yang yang memiliki jarak persalinan < 2 tahun.
bekerja. Pada kelompok kontrol sebanyak 50 Hasil uji statistik menunjukkan nilai OR =
ibu (67,7%) tidak bekerja dan hanya 24 ibu 0,842 pada interval LL-UL= 0,267-2,661
(32,4%) yang bekerja. Hasil uji statistik dengan tingkat kepercayaan 95%. Nilai yang
menunjukkan nilai OR = 0,621 pada interval diperoleh menunjukkan bahwa variabel jarak
LL-UL= 0,300-1,287 dengan tingkat

56
Riset Informasi Kesehatan, Vol. 5, No. 2
Juni 2015

Tabel 1. Besar risiko variabel independent terhadap kasus dan kontrol di RSKDIA Pertiwi
Makassar
Kasus Kontrol Total 95% CI
Variabel Independen OR
n % n % N % (LL-UL)
Umur
Tidak Aman 17 23,0 20 27,0 37 25,0 0,805 0,382-1,698
Aman 57 77,0 54 73,0 111 75,0

Pendidikan
Rendah 15 20,3 20 20,7 35 23,6 0,686 0,320-1,474
Tinggi 59 79,7 54 73,0 113 76,4

Pekerjaan
Bekerja 17 23,0 24 32,4 41 27,7 0,621 0,300-1,287
Tidak Bekerja 57 77,0 50 67,7 107 72,3

Riwayat Persalinan
Ada Riwayat 25 39,1 21 21,8 46 35,9 1,313 0,636-2,708
Tidak Ada Riwayat 39 60,9 43 67,2 82 64,1

Lama Persalinan
Tidak Normal 10 13,5 2 2,7 12 8,1 5,625 1,188-26,637
Normal 64 86,5 72 97,3 136 91,9

Jarak Persalinan
Tidak Aman 6 9,4 7 10,9 13 10,2 0,842 0,267-2,661
Aman 58 90,6 57 89,1 115 89,8

Antenatal Care
Tidak Lengkap 39 52,7 16 21,6 55 37,2 4,039 1,971-8,276
Lengkap 35 47,3 58 78,4 93 62,8

Kejadian Anemia
Anemia 51 68,9 26 35,1 77 52,0 4,094 2,062-8,126
Tidak Anemia 23 31,1 48 64,9 71 48,0
Sumber: Data Sekunder,2013-2014
persalinan merupakan faktor protektif Variabel kejadian anemia menunjukkan
terhadap kejadian perdarahan postpartum pada kelompok kasus, lebih banyak ibu yang
dan tidak bermakna secara statistik memiliki kadar Hb < 11g% yaitu 51 orang
(Tabel 1). (68,9%) dan hanya 23 orang (31,1%) yang
Variabel antenatal care menunjukkan memiliki kadar Hb ≥ 11g%. Sedangkan pada
pada kelompok kasus sebanyak 39 orang kelompok control lebih banyak ibu yang
(52,7%) memiliki riwayat antenatal care < 4 memiliki kadar Hb ≥ 11g% yaitu 48 orang
kali dan 35 orang(47,3%) memiliki riwayat (64,9%) dan hanya 26 orang (35,1%) yang
antenatal care ≥ 4 kali. Sedangkan pada memiliki kadar Hb < 11g%. Hasil uji statistik
kelompok kontrol, sebanyak 58 orang menunjukkan nilai OR = 4,094 pada interval
(78,4%) memiliki riwayat antenatal care ≥ 4 LL-UL= 2,062-8,126 dengan tingkat
kali dan hanya 16 orang (21,6%) memiliki kepercayaan 95%. Nilai yang diperoleh
riwayat antenatal care < 4 kali. Hasil uji menunjukkan bahwa variabel kejadian
statistik menunjukkan nilai OR = 4,039 pada anemia merupakan faktor risiko kejadian
interval LL-UL= 1,971-8,276 dengan tingkat perdarahan postpartum dan bermakna
kepercayaan 95%. Nilai yang diperoleh secara statistik (Tabel 1).
menunjukkan bahwa variabel antenatal care
merupakan faktor risiko kejadian perdarahan PEMBAHASAN
postpartum dan bermakna secara statistik Umur ibu saat melahirkan mempunyai
(Tabel 1). pengaruh terhadap timbulnyaperdarahan
postpartum. Ibu dengan umur di bawah 20

57
Riset Informasi Kesehatan, Vol. 5, No. 2
Juni 2015

tahun, rahim dan panggul sering kali belum sosioekonomi, pekerjaan ibu juga erat
tumbuh mencapai ukuran dewasa. Sebagai kaitannya dengan aktifitas fisik sehari-hari
akibatnya pada umur tersebut bila dan kondisi psikologis ibu. Hasil uji bivariat
melahirkan, bisa mengalami persalinan menujukkan bahwa sebagian besar ibu
lama, sehingga berisiko terjadinya bersalin mengisi keseharian sebagai
perdarahan postpartum. Bila umur di atas 35 seorang ibu rumah tangga baik pada
tahun, kondisi kesehatan ibu sudah kelompok kasus (77,0%) maupun pada
menurun, sehingga hamil pada umur kontrol (67,7%). Sejalan dengan penelitian
tersebut mempunyai kemungkinan lebih Rahmi bahwa 88,9% ibu bersalin yang
besar untuk terjadi persalinan lama dan mengalami perdarahan postpartum adalah
perdarahan postpartum. ibu rumah tangga10. Sebagai ibu rumah
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangga tentunya ibu memiliki banyak
variabel umur merupakan faktor protektif pekerjaan rumah tangga yang harus
terhadap kejadian perdarahan postpartum. diselesaikan setiap hari. Hal tersebut
Data yang diperoleh di lokasi penelitian cenderung berpengaruh terhadap kondisi
menunjukkan bahwa sebagian besar ibu kesehatan ibu. Hasil penelitian menunjukkan
bersalin memiliki umur 20-30 tahun yang bahwa variabel pekerjaan merupakan faktor
merupakan umur aman untuk melahirkan.Hal protektif terhadap kejadian perdarahan
ini sejalan dengan penelitian Suryani yang postpartum. Sedikit berbeda dengan
menyatakan bahwa variabel umur ibu penelitian yang dilakukan oleh Armagustini
merupakan faktor protektif terhadap kejadian yang menyatakan bahwa variabel pekerjaan
perdarahan postpartum8. merupakan faktor risiko terhadap kejadian
Pendidikan ibu merupakan salah satu perdarahan postpartum11.
faktor penting dalam usaha menjaga Riwayat persalinan sangat
kesehatan ibu, anak dan juga keluarga. Ibu berhubungan dengan kehamilan dan
dengan pendidikan yang lebih tinggi persalinan berikutnya. Data yang diperoleh
memperhatikan kesehatannya selama dari hasil penelitian menunjukkan bahwa
kehamilan bila dibandingkan dengan ibu meskipun riwayat persalinan sebelumnya
yang tingkat pendidikannya rendah. Hal ini tidak bermakna terhadap kejadian perdarahn
sesuai dengan hasil crosstab antara variabel postpartum, lebih banyak ibu pada kelompok
pendidikan dengan kunjungan antenatal kasus (39,1%) yang memiliki riwayat
care. Ibu bersalin yang memiliki pendidikan persalinan dibandingkan pada kelompok
tinggi cenderung memiliki frekuensi kontrol (21,8%). Ibu yang mengalami
kunjungan antenal yang lengkap perdarahan postpartum bukan hanya dilihat
dibandingkan ibu dengan pendidikan rendah. dari satu faktor saja seperti riwayat
Dari 93% ibu yang memiliki kunjungan komplikasi persalinan sebelumnya tetapi
antenal care lengkap, sebesar 71% adalah bisa dilihat dari faktor lainnya seperti adanya
ibu bersalin dengan tingkat pendidikan tinggi kejadian anemia dan kunjungan antenatal
dan hanya 24% dengan pendidikan rendah. care ibu bersalin. Hasil analisis bivariat
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel menunjukkan ibu bersalin yang memiliki
pendidikan merupakan faktor protektif riwayat persalinan berisiko 1,313 kali
terhadap kejadian perdarahan postpartum. mengalami perdarahan postpartum dan tidak
Hal ini sejalan dengan penelitian dengan bermaknna secara statistik. Hal ini sejalan
penelitian Eldiberto yang menyatakan bahwa dengan penelitian Puspita yang menyatakan
variabel pendidikan merupakan faktor riwayat persalinan merupakan faktor risiko
protektif terhadap kejadian perdarahan perdarahan postpartumdan tidak bermakna
postpartum9. secara statistik12. Hal ini tidak sejalan
Derajat sosio ekonomi masyarakat dengan penelitian yang dilakukan Akindele
akan menunjukkan tingkat kesejahteraan yang menyatakan bahwa riwayat persalinan
dan kesempatannya dalam menggunakan merupakan salah satu variabel yang
pelayanan kesehatan. Selain dari segi

58
Riset Informasi Kesehatan, Vol. 5, No. 2
Juni 2015

berhubungan dengan perdarahan perdarahan postpartumdan tidak bermakna


postpartum13. secara statistik16.
Partus lama adalah persalinan yang Tujuan umum antenatal care adalah
lebih dari 18 jam yang dimulai dari tanda- menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan
tanda persalinan. Partus lama akan mental ibu serta anak selama dalam
menyebabkan infeksi, kehabisan tenaga, kehamilan, persalinan dan nifas sehingga
dehidrasi pada ibu, kadang dapat terjadi angka morbiditas dan mortalitas ibu serta
perdarahan postpartum yang dapat anak dapat diturunkan. Hasil penelitian
menyebabkan kematian ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kujungan
di RSKDIA Pertiwi menunjukkan variabel ibu antenatal < 4 kali merupakan faktor risiko
yang bersalin dengan waktu ≥ 18 jam kejadian perdarahan postpartum. Ibu hamil
memiliki risiko 5,625 kali lebih besar yang menerima pelayanan antenatal
mengalami perdarahan postpartum caremempunyai tingkat kematian yang lebih
dibandingkan ibu yang bersalin dengan rendah dibandingkan dengan yang tidak
waktu < 18 jam dan bermakna secara menerima pelayanan antenatal sehingga
statistik. Partus lama banyak disebabkan kunjungan antenatal yang teratur. Hal ini
oleh kontraksi uterus yang tidak adekuat, mungkin berhubungan dengan pengetahuan
selain faktor kontraksi juga dapat disebabkan dan informasi yang didapat ibu hamil pada
oleh faktor janin dan faktor panggul ibu. saat kunjungan antenatal. Oleh karena itu,
Persalinan yang lama dapat menyebabkan ibu yang melakukan kunjungan antenatal < 4
kelelahan uterus dimana tonus otot rahim kali cenderung tidak mengetahui perubahan
pada saat setelah pleasenta lahir uterus dirinya secara spesifik dan perkembangan
tidak dapat berkontraaksi dengan baik janin yang dikandungnya pada setiap tahap.
sehingga terjadi perdarahan postpartum. Hal Hal ini tidak sejalan dengan penelitian
ini sejalan dengan penelitian Pardosi yang Fitriani yang menunjukkan variabel antenatal
menyatakan lama persalinan merupakan caretidak berhubungan dengan kejadian
faktor risiko perdarahan postpartumdan perdarahan postpartum17.
bermakna secara statistik14. Hal yang tidak Anemia dalam kehamilan adalah
sejalan ditemukan pada penelitian Michael penurunan kadar hemoglobin dalam darah
yang menyatakan lama persalinan > 18 jam yang mengakibatkan kurangnya oksigen
tidak berhubungan dengan perdarahan yang dibawa/ ditransfer ke sel tubuh maupun
postpartum15. sel otak dan uterus. Hasil analisis
Jarak antar kelahiran adalah waktu menunjukkan variabel anemia merupakan
sejak kelahiran sebelumnya sampai faktor risiko kejadian perdarahan
terjadinya kelahiran berikutnya. Hasil postpartum. Anemia dapat mengurangi daya
penelitian menunjukkan bahwa variabel jarak tahan tubuh ibu dan meninggikan frekuensi
persalinan merupakan faktor protektif komplikasi kehamilan serta persalinan.
terhadap kejadian perdarahan Anemia juga menyebabkan peningkatan
postpartumdan tidak bermakna secara risiko perdarahan pasca persalinan. Rasa
statistik. Perdarahan postpartum akan lebih cepat lelah pada penderita anemia
berisiko terjadi pada responden dengan jarak disebabkan metabolisme energi oleh otot
kelahiran kurang dari 2 tahun, dikarena tidak berjalan secara sempurna karena
system reproduksi yang belum kembali kekurangan oksigen. Hal ini sejalan dengan
berfungsi secara normal. Secara psikologis, penelitian Wuryanti yang menyatakan risiko
seorang wanita membutuhkan waktu selama perdarahan postpartumpada ibu anemia 8
2-3 tahun agar dapat pulih dan kali lebih besar dibandingkan ibu yang tidak
mempersiapkan diri untuk hamil kembali. Hal anemia dan berhubungan secara statistik 18.
ini sejalan dengan penelitian Rosmadewi
yang menyatakan jarak persalinan KESIMPULAN DAN SARAN
merupakan faktor protektif terhadap kejadian Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa riwayat persalinan, lama persalinan,

59
Riset Informasi Kesehatan, Vol. 5, No. 2
Juni 2015

antenatal care, kejadian anemia merupakan 5. Profil Kesehatan Kota Makassar. Angka
faktor risiko kejadian perdarahan Kematian Ibu. Makassar: Dinas
postpartum. Untuk variabel umur, Kesehatan Kota Makassar; 2007.
pendidikan, pekerjaan dan jarak persalinan 6. Dinas Kesehatan Kota Makassar. Profil
merupakan faktor protektif terhadap kejadian Kesehatan Kota Makassar Tahun 2010.
perdarahan postpartum di RSKDIA Pertiwi Makassar: Dinas Kesehatan Kota
Makassar Tahun 2013-2014. Makassar; 2011.
Disarankan kepada ibu hamil agar 7. Kementerian Kesehatan RI. Lima
mengantisipasi komplikasi saat persalinan Strategi Operasional Turunkan Angka
misalnya partus lama dengan rutin Kematian Ibu. Kemenkes RI, 2010.
melakukan senam ibu hamil dan jalan-jalan 8. Suryani. Hubungan Karakteristik Ibu
pagi sebagai faktor proteksi untuk Bersalin dan Antenatal Care dengan
menghindari komplikasi saat persalinan.Ibu Pendarahan Pasca Persalinan. Skripsi.
hamil harus memperhatikan jarak persalinan Universitas Sumatera Utara Medan;
untuk menghindari terjadinya komplikasi 2008.
kehamilan maupun persalinan, dimana jarak 9. Edilberto A, Rocha Filho. Severe
yang ideal untuk melahirkan adalah ≥ 2 Maternal Morbidity And Nearmiss Due
tahun. Selain itu Ibu hamil harus rutin To Postpartumhemorrhage In A National
memeriksakan kehamilan minimal 4 kali Multicenter Surveillance Study.
selama kehamilan untuk mendeteksi secara International Journal of Gynecology and
dini gangguan kehamilan yang tidak Obstetrics. 2014.
diinginkan dan lebih mempersiapkan diri 10. Rahmi. Karakteristik Penderita
menjelang proses persalinan dan ibuyang Perdarahan Postpartum yang Datang ke
menderita anemia disarankan agar RSU Dr. Pirngadi Medan Tahun 2004-
mengkonsumsi secara rutin tablet zat besi 2008. Skripsi. Universitas Sumatera
yang diperoleh dari petugas kesehatan saat Utara Medan; 2009.
melakukan pemeriksaan kesehatan. 11. Armagustini Y. Determinan Kejadian
Komplikasi Persalinan di Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA Tesis. Depok: Program Pascasarjana
1. Kementerian Kesehatan RI. Penurunan Depok; 2010.
Kematian Ibu; 2013. 12. Puspita IH. Faktor Risiko Kejadia
2. Hidayati. Hubungan Paritas dan Umur Pendarahan Postpartum Primer di
Ibu dengan Kejadian Perdarahan RSUD Salewangeng Kabupaten Maros
Postpartum Primer di Rumah Sakit Ibu tahun 2011. Skripsi. Fakultas
dan Anak Siti Fatimah Makassar. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas
S2 Kebidanan Fakultas Kedokteran Hasanuddin; 2011.
Universitas Brawijaya Malang – 13. Akindele R. A., Isawum, Oboro, Fasanu
Indonesia. Jurnal Berkala Ilmiah A., Mabayoje, Oyeniran. Identification Of
Mahasiswa Kebidanan Indonesia Women At Low Risk For Early Severe
(BIMABI). 2013; 1(2):3-8. Postpartum Anaemia. International Of
3. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Woman At Low Risk For Early Severe
Selatan. Profil Kesehatan Sulawesi Postpartum Anaemia. 2014; Vol 7
Selatan tahun 2008. Sulawesi Selatan: (Issue 1): 1-7.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi 14. Pardosi M. Analisis Faktor-Faktor yang
Selatan, 2009. Berhubungan dengan Pendarahan
4. Dinas Kesehatan Privinsi Sulawesi Pasca-Persalinan dan Upaya
Selatan. Profil Dinas Kesehatan Provinsi Penrunannya di Wilayah Kerja
Sulawesi Selatan Tahun 2010. Sulawesi Puskesmas Kota Medan Tahun 2005.
Selatan: Dinas Kesehatan Provinsi Jurnal Ilmiah Pannmed. 2006; Vol. 1
Sulawesi Selatan; 2011. (No.1):1-9.

60
Riset Informasi Kesehatan, Vol. 5, No. 2
Juni 2015

15. Michael S. Kramer. Incidence, Risk


Factors, And Temporal Trends In
Severe Postpartum Hemorrhage.
American Journal of Obstetrics &
Gynecology. 2013; Vol. 209 (Issue 5):
Pages 1–7.
16. Rosmadewi, Yamin M. Faktor Risiko
yang Berhubungan dengan Perdarahan
Post Partum. Jurnal Kebidanan
Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang.
2010; 2(1):290- 8.
17. Fitriani. Faktor yang Berhubungan
Dengan Kejadian Komplikasi Persalinan
Di RSIA Siti Fatimah Makassar Tahun
2008. Skripsi. Universitas Hasanuddin;
2008.
18. Wuryanti A. Hubungan Anemia dalam
Kehamilandengan Perdarahan
Postpartum karena Atonia Uteri di
RSUD Wonogiri. Skripsi. Universitas
Sebelas Maret Surakarta; 2010.

61
Riset
Informasi
Kesehatan

Kepada:
Redaksi
Riset Informasi Kesehatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Jln. Tarmizi Kadir No. 71 Pakuan Baru Jambi
Telp/ Fax : 0741-7552270/7552710
rik_stikes.hi45@yahoo.com
Riset Informasi Kesehatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Langganan Per Terbit (Triwulan)


(termasuk ongkos kirim) Rp. 100.000

Harap Dikirim Jurnal Riset Informasi Kesehatan Mulai Edisi

Kepada :
Nama :
Alamat :
Telp/fax :
Uang sejumlah : Rp ...............................(terbilang) ..........................................................................................
Telah kami transfer langsung ke Bank Mandiri No.Rek. 110004658057 an. Sekolah Tinggi
Ilmu Kesehatan Harapan Ibu
Bukti trasfer mohon di fax ke nomor: 0741-7552270/755271, sebagai bukti berlangganan

View publication stats