Anda di halaman 1dari 26

Metode Pelaksanaan

Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN


Nama Perusahaan : CV. HUSIBA
Pekerjaan : Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee
Lheue
Lokasi : Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue
Kab./Kota : Banda Aceh
Sumber Dana : APBA
Tahun Anggaran : 2019

A. LINGKUP PEKERJAAN

Pekerjaan Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue


merupakan Program Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan Aceh dengan sumber dana
APBA Tahun Anggaran 2019.

Adapun bagian-bagian pekerjaan konstruksi yang akan dilaksanakan yaitu :

I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Mobilisasi dan Demobilisasi
2. Pengukuran dan Positioning
3. Bangunan Direksi Keet
4. Gudang dan Barak Kerja
5. Keselamatan Kerja / K3
6. Papan Nama Proyek
7. Dokumentasi dan Administrasi

II. PEKERJAAN TALUD/REVETMENT KOLAM PELABUHAN


1. Galian Tanah Berpasir (AB), Diangkut dan Dibuang
2. Bongkar dan Susun Rapi Kembali Batu Revetment
3. Pengadaan Material Batu Pengunci

III. PEKERJAAN JETTY BREAKWATER KOLAM PELABUHAN


1. Bongkar dan Susun Rapi Kembali Jetty Breakwater
2. Susun Batu Jetty Breakwater > 1000 Kg yang didatangkan

Sosialisasi dan Pengenalan Lokasi


Tahap awal pada pekerjaan ini, adalah sosialisasi di lingkungan sekitar pekerjaan.
Prosedur Pelaksanaan : Sosialisasi Lingkungan Masyarakat.
Man Power : Staf Kontraktor, Direksi dan Konsultan Pengawas

Umum
Setelah Penandatanganan Kontrak dan diterimanya surat penyerahan lapangan (SPL), kontraktor
mengadakan rapat pra pelaksanaan dengan direksi untuk membahas semua kegiatan yang
berhubungan dengan proyek baik teknis maupun non teknis. Langkah selanjutnya kontraktor
mengajukan Jadwal Pelaksanaan (Time Schedule), Jadwal Pendatangan Material (Material
Schedule), alternatif-alternatif Lokasi Quarry untuk Timbunan Pilihan, Rencana Kendali Mutu
(RMK), Jadwal Mobilisasi (baik alat kerja dan peralatan penunjang, maupun personil dan tenaga
kerja) serta hal-hal lain yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan secara keseluruhan.

Pemberi Tugas
Pemberi Tugas (Owner) adalah PA/KPA Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan
Penyeberangan Ulee Lheue Dinas Perhubungan Aceh
Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

Sumber Dana
Sumber Dana APBA Tahun Anggaran 2019

Lokasi Pekerjaan
Lokasi Pekerjaan adalah Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue (sesuai lelang dokumen)

Waktu Pelaksanaan
Waktu Pelaksana Pekerjaan adalah 180 (seratus delapan puluh) hari kalender.

Pengendalian Waktu Pelaksanaan


Pengendalian waktu pelaksanaan dilakukan dengan metode Jadwal Waktu Pelaksanaan
menggunakan Bar carth dan S-Curve.

Hari Kerja Efektif


Secara Umum, Hari kerja efektif perbulan ditetapkan 25 hari kerja
Jam kerja efektif per hari :
- Jam kerja efektif normal = 7 Jam/hari ± 1 Jam istirahat
- Jam kerja efektif lembur = 10 Jam/hari ± 2 Jam istirahat
- Jam kerja efektif 2 shift = 14 Jam/hari ± 2 Jam istirahat

Pengendalian Mutu Pelaksanaan


Untuk menjamin mutu pekerjaan maka dalam pelaksanaannya akan mengacu pada spesifikasi
teknis yang ada didalam tender dokumen, Berita acara rapat tinjauan lapangan, addendum (jika
ada) dan dikendalikan dengan Quality Control Plan.
Persiapan pelaksanaan merupakan bagian yang penting untuk dilakukan adalah melakukan
koordinasi dengan polisi, peraturan yang berkaitan tatacara dan Pengendalian Traffic kendaraan/
peralatan proyek dan penjaminan keamanan dan keselamatan oleh team K-3 proyek.

PENGENDALIAN TEKNIS / PENGUASAAN TEKNIS LAPANGAN


Pengendalian teknis adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan untuk menjamin suatu
hasilpekerjaan sesuai dengan yang dipersyaratakan di dalam dokumen kontrak. Kepuasan suatu
hasil pekerjaan untuk selanjutnya diwujudkan dalam bentuk diterbitkan Sertifikat Serah Terima
Pertama (PHO) dan Serah Terima Terakhir (FHO).
Dalam Melaksanaan Pengendalian Teknis, Sebelum - Selama - Sesudah Pelaksanaan Pekerjaan,
mengacu pada :

1. Dokumen Kontrak Pekerjaan, terdiri atas :


Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan, Bill of Quantity, Gambar kontrak, Spesifikasi Teknis,
Tata cara pembayaran dan pengukuran, Addendum Kontrak (jika ada). Dan rujukannya yaitu
Peraturan Teknis Kontruksi dan pengadaan barang konstruksi,

2. Engineering :
Kegiatan meliputi dan tidak terbatas pada Pengukuran/ perhitungan bersama, pengecekan
kesiapan Lahan, proses Approved Shop Drawing dan Asbuilt Drawing, proses usulan/ persetujuan
material konstruksi, dokumentasi, Quality Control Plan (QCP), test, inspection &cek untuk
pekerjaan. Proses persetujuan dan pengadaan barang / bahan, peraturan dan perijinan yang
berlaku.

3. Manajemen Pelaksanaan Pekerjaan :


Manajemen Pelaksanaan Pekerjaan ini dikelola oleh team manajemen proyek yang terdiri dari
personal inti. Team manajemen proyek membuat rancangan urutan pekerjaan mengacu pada
denah pentahapan yang ada di dalam dokumen kontrak. Untuk selanjutnya berdasar pada urutan
pelaksanaan pekerjaan tersebut dibuat metode kerja sesuai dengan item pembayaran sesuai bill of
Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

quantity (daftar kuantitas) dimaksudkan untuk mendapatkan suatu cara pelaksanaan yang effektif
dan effisien berdasarkan kondisi lapangan yang ada dengan tetap mengendalikan resiko selama
pelaksanaan hingga selesai pekerjaan.

Pengaturan Lokasi
Kegiatan ini merupakan penataan penempatan peralatan, bahan dan tenaga yang disesuaikan
dengan urutan pekerjaan dan metode kerja yang akan diterapkan.

Urutan pekerjaan
Urutan pekerjaan ini merupakan urutan pelaksanaan fisik pekerjaan dilapangan dan sangat
penting dan sebagai dasar untuk memobilisasi/ demobilisasi tenaga, alat, material sesuai dengan
ukuran dan waktu pada saat dibutuhkan.

Metode kerja
Berdasarkan urutan pekerjaan tersebut selanjutnya dibuat metode kerja secara rinci sesuai dengan
persyaratan teknis konstruksi dan persyaratan lain yang dicantumkan didalam dokumen kontrak.
Metode kerja ini dimaksudkan untuk menentukan keperluan alat, material dan tenaga untuk
mencapai suatu target produktivitas yang telah dirancang dan juga berfungsi untuk tools
pengendalian mutu dan pengendalian waktu untuk memenuhi target komitment kontrak.

Rencana Kendali Mutu (Quality Control Plan)


Untuk menjamin tercapainya suatu mutu pekerjaan sesuai yang dipersyaratkan maka dibuatlah
pedoman pengendalian mutu pekerjaan yaitu Rencana Kendali Mutu (Quality Control Plan) yang
dimulai dari proses kegiatan pembuatan shop drawing, proses pengadaan dan mobilisasi material,
alat dan proses pemilihan tenaga pelaksana trampil.

Pengendalian Waktu
Berdasar metode kerja yang telah dipilih maka baik keterurutan, produkstivitas dan
keperluan alat, bahan dan tenaga dapat diendalikan sehingga waktu yang yang telah dirancang
juga secara otomatis dapat dikendalikan dengan benar.

Pemeliharaan pekerjaan dan Serah Terima Pekerjaan (PHO/FHO)


Sesuai dengan ketentuan didalam dokumen lelang maupun dokumen kontrak maka pekerjaan
dapat diserah terimakan jika telah selesai dan sesuai dengan persyaratan teknisnya. Tahapan serah
terima pekerjaan yaitu Serah Terima Pertama (disebut PHO) kemudian diikuti dengan
pemeliharaan dan perbaikan minor pekerjaan untuk selanjutnya sesuai dengan batas waktu masa
pemeliharaan dan jika pekerjaan telah dapat diterima dengan baik oleh pemilik proyek maka akan
dilakukan Serah Terima Kedua (disebut FHO).Dengan telah diterbitkannya Sertifikat FHO maka
seluruh tanggung jawab telah diserahkan kepada pemilik proyek dan kontraktor pelaksana
dibebaskan dari segala macam tuntutan.

METODE SOSIALISASI DAN KOORDINASI MASYARAKAT


DI SEKITAR LOKASI PEKERJAAN
Sosialisasi dan Koordinasi
Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai kontraktor bersama - sama konsultan pengawas dan
pemilik pekerjaan beserta instansi terkait melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat agar
masyarakat bisa memahami kegiatan yang akan dilaksanakan sehingga dapat
meminimalisirtimbulnya konflik atau persepsi - persepsi negatif dari masyarakat.
Sosialisasi dan koordinasi tetap dilakukan selama jalannya proyek sehingga dapat memperoleh
informasi dan masukan dari masyarakat serta pemecahan masalah yang timbul selama
pelaksanaan proyek.
Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

 Sosialisasi melalui media surat kabar khususnya lokal, selain daripada itu dapat dilakukan
melalui tatap muka langsung di lokasi proyek dengan melibatkan tokoh masyarakat
setempat, perangkat desa atau kecamatan.
 Hari pertemuan dipilih pada hari dimana masyarakat kurang melakukan aktivitas sehari-hari
dan di informasilkan 7 (tujuh) hari sebelum acara sosialisasi dimulai, tempatnya dibalai
pertemuan di tingkat Kecamatan atau di Balai Desa/ Meunasah, dengan kata lain tempat
acara sosialisasi harus mudah dicapai tanpa menggunakan kendaraan, sehingga masyarakat
dapat hadir untuk mendengarkan penjelasan.
- Sosialisasi mengenai pengadaan Material Pekerjaan, Peralatan Kerja dan Lokasi
Pekerjaan.
- Dukungan masyarakat akan diminta secara tertulis pada saat itu juga, yang di tanda
tangani oleh Kepala Desa atas nama masyarakat.
- Masyarakatakan diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menyampaikan pendapat atau
pandangannya pada acara sosialisasi tersebut.
- Apabila terjadi pertentangan/ perbedaan pendapat akan diselesaikan secara
musyawarah dan mufakat dengan melibatkan berbagai unsur terkait, termasuk tokoh
masyarakat.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3)


Keamanan dan keselamatan baik bagi tenaga kerja proyek maupun pihak lain harus dijamin yaitu
dengan mengadakan team K-3 proyek.

PENGENDALIAN K3 (PROJECT SHE PLAN)

Gambar SHE Plan Flowchart


Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

a. Company Policy
Company policy atau kebijakan perusahaan adalah ketentuan-ketentuan yang ditetapkan
oleh direksi perusahaan sebagai pegangan manajemen dalam melaksanakan kegiatan
usaha. Sebagai wujud dari kepeduluan perusahaan terhadap keselamatan dan
kesehatan pekerjaan dan lingkungan, maka kebijakan safety, health and environmental
company policy.

Safety Health & Environmental Company Policy (SHE)


 Mencegah terjadinya Cidera & Sakit akibat kerja
 Melakukan perbaikan berkesinambungan terhadap Kesehatan, Keselamatan Kerja
dan Pengelolaan Lingkungan dengan Melibatkan pihak terkait
 Menciptakan Lingkungan Kerja yang Sehat dan mempertimbangkan Dampak
Lingkungan dalam setiap Kegiatan Kerja
 Penerapan Sistem Manajemen K3 (SHE) selalu mengacu & mengikuti peraturan-
peraturan yang berlaku

a. Safety Target
Sebagai langkah awal tim proyek menentukan target sebagai tujuan dari safety plan. Safety target
pada proyek ini terdiri dari penyediaan dan pemasangan rambu & slogan k3, alat pengaman diri,
pekerjaan Persiapan, Pekerjaan Galian, pekerjaan Bongkar dan Susun Rapi Kembali Batu
Revetment, Pengadaan Material Batu Pengunci, Pekerjaan Bongkar dan Susun Rapi Kembali Jetty
Breakwater dan Pekerjaan Susun Batu Jetty Breakwater > 1000 Kg yang didatangkan.

Ilustrasi Safety Target


Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

Flow Chart Persiapan K3

Flow Chart Pengendalian K3


Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

Flow Chart Pengendalian K3


Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

Listrik dan Air Kerja


Pelaksana akan menyediakan sumber daya Listrik Kerja untuk barak dan direksi keet, dan
menyediakan Air Bersih layak minum untuk semua kebutuhan selama pelaksanaan pekerjaan.

Sumber daya listrik berupa mesin generator set akan disediakan kelokasi pekerjaan selama
pelaksanaan pekerjaan. Sumber daya air bersih akan diangkut menggunakan water tanker dan
ditampung dalam bak penampung yang tersedia.

PADA SAAT PELAKSANAAN / PENGATURAN LALU LINTAS/


MANAJEMEN LALU LINTAS

Secara umum, pekerjaan dilaksanakan pada lokasi dimana aktivitas lalu lintas masih
berjalankeluar masuk jalan akses ke lokasi pekerjaan. Dalam pelaksanaan pekerjaan, lalu lintas
existing tidak terganggu, Untuk itu diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :

Pengaturan lalu lintas.


Koordinasi dengan pihak yang berwenang

Pengaturan lalu lintas dilaksanakan dengan melakukan koordinasi denganpihak DLLAJR dan
kepolisian sector setempat, sehingga diharapkankelancaran lalu lintas tetap terjaga, demikian pula
halnya pada saat mobilisasi / demobilisasi peralatan.
Petugas Bendera
Petugas bendera ditempatkan di semua tempat kegiatan pelaksanaan yang menggangu arus lalu
lintas, terutama pada keluar masuk jalan akses kerja.

Jalan Akses

Jalan Existing

Ilustrasi Management Lalu lintas


Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

Rambu-rambu lalu lintas


Rambu lalu lintas dengan material, Bentuk dan dimensi mengacu pada spesifikasi teknis dan
gambar kerja dibuat dengan jumlah dan jenis sesuai dokumen pelelangan dan kebutuhan
dilapangan. Dalam pelaksanaannya menggunakan tenaga manusia dibantu dgn alat pendukung
lainnya seperti palu, gergaji, dll. Rambu-rambu lalu lintas ini dipasang pada lokasi pekerjaan yang
bersinggungan dengan lokasi existing/kepentingan publik/pengguna jalan.

Penyediaan Material.
Hal yang sangatlah sensitive dan sangat penting diperhatikan adalah penyediaan material. Kami
akan mengajukan semua sampel material yang akan digunakan dan semua material yang akan
digunakan adalah material yang telah disetujui Konsultan Supervisi dan Direksi teknis (Owner).
Material harus memenuhi semua syarat-syarat yang tersebut dalam spesifikasi teknis dan semua
peraturan bahan yang berlaku sesuai dengan Standar Nasional Indonesia dan Standar lain yang
ditentukan (ASTM ataupun AASTHO).

PENGENDALIAN MUTU
Pekerjaan Pengendalian Mutu
Pengujian /testing dilakukan sesuai yang dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis dan standar yang
berlaku umum.

QA/QC Engineer bertanggung jawab atas segala kegiatan konstruksi dilapangan sebagai berikut:
- Mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan inspeksi dan tes di proyek.
- Melaporkan hasil pelaksanaan inspeksi dan tes kepada direksi/pengawas.
- Menjamin peralatan yang digunakan untuk pelaksanaan inspeksi dan tes maupun
pengukuran sudah terkalibrasi.
- Mengendalikan dan mengirim sample bahan yang telah disetujui oleh direksi/ pengawas
untuk dilakukan pengetesan dilaboratorium pengujian.
- Membuat laporan hasil pengujian kepada pihak direksi/pengawas.
- Memelihara kelangsungan implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO dan K3 serta
meningkatkan daya guna dan hasil gunanya bagi perusahaan.

Teknisi Laboratorium
- Bertanggung jawab atas segala dokumentasi pengujian mutu pekerjaan sebagai bahan
laporan kepada Pihak Pemberi Tugas atau yang mewakilinya maupun kepada Quantity
Engineer.
- Melakukan pengujian terhadap seluruh raw material dari berbagai sumber yang digunakan
dalam proses pekerjaan lapangan.
- Melakukan survey material dan mengidentifikasi sumber - sumber material yang sesuai
dengan spesifikasi yang dapat digunakan dalam proses pekerjaan di lapangan.
- Merencanakan Job Mix Material untuk digunakan dalam pekerjaan beton.
- Melaksanakan seluruh pengetesan atas segala hasil pekerjaan di lapangan baik tes langsung
di lapangan maupun tes di laboratorium.
- Memonitor kalibrasi alat - alat laboratorium yang sudah ditentukan jadwalnya.
Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

Pembersihan Lapangan
Setelah melakukan sosialisasi pelaksana akan melaksanakan pembersihan lapangan yang
bertujuan untuk penyiapan lokasi kerja, pembersihan lokasi yang disewa sebagai direksi keet,
barak dan gudang kerja. Pembersihan termasuk pemebrsihan semak-semak pada area kerja dan
pembuangan hasil pembersihan ke TPA atau tempat lain yang telah direncanakan.

Selama pelaksanaan pekerjaan kontraktor harus membersihkan dari semak-semak dan pohon-
pohon,yang dalam hal ini Kontraktor harus melaksanakannya setelah mendapat persetujuan
Direksi. Semua pohon dan semak yang dibiarkan, harus dilindungi dari kerusakan. Di tempat yang
perlu dibersihkan untuk jalan pemilikan dan tempat pengambilan tanah diluar garis pemilikan,
semua bahan hasil pembersihan yang mudah menyala harus dibakar atau dibuang dari tempat
pekerjaan atau ditempatkan sebagaimana yang telah ditetapkan.Semua sampah yang harus
dibakar ditumpuk dengan rapih dan dibakar seluruhnya pada kesempatan yang tepat.
Penumpukan harus dilakukan pada lokasi yang sedemikian rupa, sehingga tidak akan
menimbulkan api yang teralalu besar dan dibakar menjadi abu. Kontraktor harus senantiasa
menjaga agar api tidak menjalar dan untuk mencegah hal ini harus selalu tersedia peralatan yang
sesuai untuk memadamkan api. Yang dimaksud dengan pembersihan ialah pembongkaran tunggul
pohon sampai akarnya, hutan belukar, semak-semak dan kotoran dari lokasi pekerjaan yang akan
dikerjakan terutama untuk bangunan–bangunan permanen, jalan-jalan dan saluran, dari
permukiman tempat penggalian tanah, dari tempat tempat penimbunan material dan dari tempat
lain sebagaimana petunjuk Direksi.

Ilustrasi Pembersihan Lapangan dengan Alat Mekanis

Ilustrasi Pembersihan Lapangan Manual


Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

B. METODE PELAKSANAAN
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Mobilisasi dan Demobilisasi
Proses Mobilisasi dilakukan setelah persiapan dilokasi kerja dan kemudian mendatangkan
peralatan, Perlengkapan di datangkan ke lokasi pekerjaan juga termasuk mobilisasi perlengkapan
kerja dan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan.
Prosedur Pelaksanaan : Alat berat akan didatangkan dengan menggunakan truk mobilisasi
(trailer) setelah berkoordinasi dengan Polisi Lalu Lintas demi
menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Penyedia akan
menyediakan flagman (petugas bendera) dalam proses mobilisasi dan
demobilisasi peralatan.

Ilustrasi Mobilisasi dan Demobilisasi

Volume Pekerjaan : 1,00 Ls


Alat yang digunakan : Trailer, Light Truck, Excavator, Dump Truck, Genset dan
Alat Bantu
Jumlah org yang digunakan : 14,00 Org
Faktor tenaga kerja :-
Kapasitas Produksi :-
Produksi Per hari :-
Waktu Pelaksanaan : = 20,00 Hari
= 3,00 Minggu
Waktu Pelaksanaannya = 3,00 Minggu
Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

Tenaga Kerja yang digunakan :


Pekerja : 2,00 Orang
Mandor : 1,00 Orang
Operator : 3,00 Orang
Pembantu Operator : 3,00 Orang
Supir : 5,00 Orang

Upaya Pengendalian Resiko K3 :


- Menggunakan APD Standar
- Siaga P3K dan Petugas K3
- Menyediakan Petugas Bendera (Flagman)
- Memakai Alat Pelindung Kerja
- Mengikuti Metode/Instruksi Kerja
- Membina Komunikasi yang Baik
- Memasang Police line, Rambu dan Barikade

2. Pengukuran/Uitzet (dan Depositioning)


Pengecekan titik-titik referensi (existing BM) dengan pengukuran polygon dan waterpass sehingga
dapat diketahui koordinat (x,y,z) titik-titik BM yang sesungguhnya lalu dibandingkan dengan data-
data titik BM dalam gambar untuk mengetahui apakah titik BM tersebut masih baik atau sudah
rusak. Pembuatan/ pemasangan titik duga pokok yang ditentukan oleh direksi pekerjaan bersama
dengan kontraktor/ pemborong yang berguna untuk mempermudah kegiatan staking out selama
pelaksanaan pekerjaan.

Pelaksanaan pengukuran akan dilakukan team pengukuran yang dikoordinir oleh seorang
surveyor yang sudah berpengalaman pada bidangnya dengan menggunakan peralatan-peralatan
antara lain :
- Total Station atau EDM, untuk pengukuran polygon.
- Automatic Level wild NAK 2 lengkap dengan statisnya dan bak ukur aluminium panjang 4
meter untuk pengukuran waterpass.
- Hasil pengukuran akan dilaporkan kepada Konsultan Pengawas dan Pimpro untuk
mendapatkan comments atau approval.

Untuk selanjutnya data hasil pengukuran/survey lapangan tersebut dapat dipakai sebagai bahan
untuk menyiapkan rekayasa engineering, dan perhitungan volume MC0, serta sebagai acuan dalam
pelaksanakan pekerjaan fisik seperti : Pekerjaan Saluran Beton dan Box Culvert, dan lain-lain
sesuai dengan pekerjaan yang dilelangkan.

Gambar. Melakukan pengukuran Gambar. contoh pematokan polygon terbuka

Volume Pekerjaan : 1,00 Ls


Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

Alat yang digunakan : Alat Ukur Waterpass dan Theodolite, Meteran 50 M, bak
ukur dan Alat-alat Bantu
Jumlah org yang digunakan : 14,00 Org
Faktor tenaga kerja : 0,0110
Kapasitas Produksi : 90,91M1/Org/Hari ( 7 Jam / Hari )
Produksi Per hari : 3,00 x 90,91 = 272,73 M1/Hari
Waktu Pelaksanaan : 850,00 / 272,73 = 3,12 Hari
= 4,00 Hari
= 0,57 Minggu
Waktu Pelaksanaannya = 1,00 Minggu

Tenaga Kerja yang digunakan :


Pekerja : 2,00 Orang
Juru Ukur : 1,00 Orang
Pembantu Juru Ukur : 3,00 Orang

Upaya Pengendalian Resiko K3 :


- Menggunakan APD Standar
- Siaga P3K dan Petugas K3
- Menyediakan Tenaga Penyelam
- Memakai Alat Pelindung Kerja
- Mengikuti Metode/Instruksi Kerja
- Membina Komunikasi yang Baik
- Memasang Police line, Rambu dan Barikade

3. Bangunan Direksi Keet


Pelaksanaan Kantor Lapangan (Base Camp), dilaksanakan sesuai dengan yang KONTRAKTOR
ajukan (sesuai dengan Spesifikasi yang telah ditentukan). Dalam hal ini, KONTRAKTOR
melaksanakan Pekerjaan Pembuatan Kantor Direksi, berikut dengan perlengkapan-perlengkapan
pendukung lainnya (sesuai dengan kemampuan dalam RAB). Pengajuan Direksi Keet (bila ada)
harus mendapat persetujuan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Pekerjaan. Seperti
direncanakan direksi keet akan disewa/ dibagnun sementara dilokasi terdekat dengan area kerja.
Sedangkan untuk papan nama proyek dikerjakan sesuai dengan standart yang telah ditentukan
sesuai dengan spesifikasi teknis dan ditulis dengan jelas dan dipasang ditempat yang terlihat dan
mudah dibaca.
Prosedur Pelaksanaan : Approval Design Direksi Keet dan kelengkapannya

Volume Pekerjaan : 1,00 Ls


Alat yang digunakan : Pick Up dan Alat Bantu
Jumlah org yang digunakan : 6,00 Org
Faktor tenaga kerja :-
Kapasitas Produksi :-
Produksi Per hari :-
Waktu Pelaksanaan : = 10,00 Hari
= 1,43 Minggu
Waktu Pelaksanaannya = 2,00 Minggu

Bahan yang digunakan :


- Meja Kerja Semi Biro : 3,00 x 1,00 = 3,00 Unit
- Meja Rapat Kap. 10 Org. : 1,00 x 1,00 = 1,00 Unit
- Kursi Plastik : 5,00 x 1,00 = 5,00 bh
- White Board / Formika : 1,00 x 1,00 = 1,00 Lbr
- Bill Board Gambar : 1,00 x 1,00 = 1,00 Lbr
Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

Tenaga Kerja yang digunakan :


Pekerja : 4,00 Orang
Mandor : 1,00 Orang
Supir : 1,00 Orang

Upaya Pengendalian Resiko K3 :


- Menggunakan APD Standar
- Siaga P3K dan Petugas K3
- Memakai Alat Pelindung Kerja
- Mengikuti Metode/Instruksi Kerja
- Membina Komunikasi yang Baik
- Memasang Police line, Rambu dan Barikade

4. Gudang dan Barak Kerja


Kontraktor Pelaksana dengan biaya sendiri harus membuat Barak Pekerja untuk keperluan
pekerja yang menginap dilokasi pekerjaan. Pemanfaatan bangunan lama yang ada dilokasi
pekerjaan untuk keperluan Barak Kerja harus dengan persetujuan Konsultan Supervisi dan Owner.
Barak Pekerja harus sanggup menampung semua pekerja yang menginap dilokasi pekerjaan atau
minimal berukuran 50 m2. Pada Barak Pekerja harus disediakan juga dapur untuk keperluan
kosumsi sehari-hari para pekerja. Barak Pekerja tidak boleh dibuat dari material hasil bongkaran
bangunan lama.

Lantai Barak Pekerja minimal dari perkerasan beton dengan campuran 1 Sm : 2 Ps : 3 Kr dengan
permukaan yang rata dan diperhalus dengan acian beton. Jika Barak Pekerja harus dibuat dalam
bentuk bangunan panggung maka lantai Gudang Penyimpanan Material dibuat dari papan ukuran
2.5/25 cm dengan jarak balok-balok lantai ukuran 5/10 cm minimal 50 cm dari kayu dengan kelas
II.

Dinding Barak Pekerja minimal papan ukuran 2/20 cm dengan rangka dinding kayu ukuran 5/10
cm dari kayu kelas II. Dinding dapat juga dibuat dari bahan multiplek tebal 6 mm.

Atap Barak Pekerja dari bahan seng BJLS 0,20 mm. Pengantian bahan dan material berbeda dari
seperti yang telah disebutkan diatas harus dengan persetujuan Konsultan supervisi. Posisi dan
letak Barak Pekerja ditentukan bersama antara Konraktor Pelaksana dengan Konsultan Supervisi.
Barak Pekerja tidak boleh diletakkan didalam lokasi pekerjaan.

Gambar Hanya Ilustrasi tidak terikat pada ukuran


Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

Volume Pekerjaan : 1,00 Ls


Alat yang digunakan : Pick Up dan Alat Bantu
Jumlah org yang digunakan : 6,00 Org
Faktor tenaga kerja :-
Kapasitas Produksi :-
Produksi Per hari :-
Waktu Pelaksanaan : = 14,00 Hari
= 2,00 Minggu
Waktu Pelaksanaannya = 2,00 Minggu

Bahan yang digunakan :


- Material Pembuatan Pondok Kerja : 1,00 Ls

Tenaga Kerja yang digunakan :


Pekerja : 4,00 Orang
Mandor : 1,00 Orang
Tukang : 1,00 Orang

Upaya Pengendalian Resiko K3 :


- Menggunakan APD Standar
- Siaga P3K dan Petugas K3
- Memakai Alat Pelindung Kerja
- Mengikuti Metode/Instruksi Kerja
- Membina Komunikasi yang Baik
- Memasang Police line, Rambu dan Barikade

5. Keselamatan Kerja / K3
Peralatan K3 (yang dipakai oleh para pekerja proyek) dalam bidang konstruksi, ada beberapa
peralatan yang digunakan untuk melindungi seseorang dari kecelakaan atau pun bahaya yang
kemungkinan bisa terjadi dalam proses konstruksi. Peralatan ini wajib digunakan oleh seseorang
yang bekerja dalan suatu lingkungan konstruksi. Peralatan ini wajib digunakan oleh seseorang
yang bekerja dalam suatu lingkungan konstruksi. Kesehatan dan keselamatan kerja adalah dua hal
yang sangat penting. Oleh karenanya, semua perusahaan konstraktor berkewajiban menyediakan
semua keperluan peralatan/perlengkapan perlindungan diri (APD = Alat Pelindung Diri) atau
personal protective Equipment (PPE) untuk semua karyawan yang bekerja, yaitu :

Prosedur Pelaksanaan : Approval Design Direksi Keet dan kelengkapannya

Volume Pekerjaan : 1,00 Ls


Alat yang digunakan : Pick Up dan Alat Bantu
Jumlah org yang digunakan : 3,00 Org
Faktor tenaga kerja :-
Kapasitas Produksi :-
Produksi Per hari :-
Waktu Pelaksanaan : = 6,00 Hari
= 0,86 Minggu
Waktu Pelaksanaannya = 1,00 Minggu

Bahan yang sediakan :


- Tali Keselamatan : 1,00 x 1,00 = 1,00 Pkt
- Topi Pelindung : 6,00 x 1,00 = 6,00 Unit
- Pelindung Mata : 6,00 x 1,00 = 6,00 Unit
- Masker Selam : 6,00 x 1,00 = 6,00 Roll
- Sarung Tangan : 6,00 x 1,00 = 6,00 Unit
Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

- Sepatu Keselamatan : 6,00 x 1,00 = 6,00 Unit


- Perlengkapan P3K : 2,00 x 1,00 = 2,00 Unit
- Rompi Proyek : 8,00 x 1,00 = 8,00 Unit
- Police Line : 2,00 x 1,00 = 2,00 Roll
- Rambu Larangan : 2,00 x 1,00 = 2,00 Unit
- Rambu Informasi : 2,00 x 1,00 = 2,00 Unit

Tenaga Kerja yang digunakan :


Pekerja : 2,00 Orang
Petugas K3 : 1,00 Orang

Gambar Perlengkapan K3

Gambar Perlengkapan K3

6. Papan Nama Proyek


Papan Nama tersebut harus dibuat dengan ketentuan sebagai berikut :
- Ukuran papan (80 x 150) cm harus dibuat dari Lat papan kayu kelas II.
- Tiang penyangga dan penyokong dibuat dari kayu kelas I ukuran (5x7) cm2
- Pemasangan papan nama sedemikian rupa sehingga tepi bawah terletak setinggi 2 cm dari
tanah tiang penyangga dan penyokong ditanam, di dalam lubang yang kemudian dicor
dengan beton tumbuk campuran 1 : 3 : 5 (dalam volume) sedalam 40 cm di dalam tanah 10
cm di atas tanah.
Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

- Pengecetan tiang papan nama tersebut harus dilakukan dengan cat meni sekali, cat dasar
sekali dan penutup sekali. Papan nama dicetak diatas Material yang tahan terhadap cuaca,
Papan nama dicetak dibengkel dan ditulis sebagai sesuai dengan petunjuk Direksi atau
sekurangnya mencakup :

JUDUL KEGIATAN PROYEK


Nama Proyek
 Nama Pekerjaan
 Tanggal permulaan dan terakhir pelaksanaan pekerjaan
 Besar Nilai Kontrak
 Nama (Badan) Sumber Dana
 Nama Kontraktor

Kontraktor wajib memelihara dan merawat papan nama dan menjaga agar tetap dalam keadaan
baik sampai dengan penyerahan pekerjaan yang terakhir kalinya kepada Direksi Pekerjaan.

Pengajuan Papan Nama Proyek harus mendapat persetujuan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi
Pekerjaan. Papan nama proyek dipasang sesuai dengan standart yang telah ditentukan ditulis
dengan jelas dipasang ditempat yang terlihat dan mudah dibaca.

Prosedur Pelaksanaan : Approval Design Papan Nama

Volume Pekerjaan : 1,00 Bh


Alat yang digunakan : Alat Bantu
Jumlah org yang digunakan : 2,00 Org
Faktor tenaga kerja :-
Kapasitas Produksi :-
Produksi Per hari :-
Waktu Pelaksanaan : = 2,00 Hari
= 0,29 Minggu
Waktu Pelaksanaannya = 1,00 Minggu

Bahan yang digunakan :


- Material Pembuatan Nama Proyek : 1,00 Ls

Tenaga Kerja yang digunakan :


Pekerja : 2,00 Orang

Upaya Pengendalian Resiko K3 :


- Menggunakan APD Standar
- Siaga P3K dan Petugas K3
- Memasang Alat Pelindung Kerja
- Mengikuti Metode/Instruksi Kerja
- Membina Komunikasi yang Baik
- Memasang Police line, Rambu dan Barikade

7. Administrasi dan Dokumentasi (Dokumentasi/ Administrasi, Shop Drawing, As-Built


Drawing, Site Management)

Pelaksanaan tiap-tiap jenis pekerjaan diawali dengan pembuatan usulan shop drawing untuk
mendapat persetujuan Konsultan Pengawas. Shop Drawing dibuat oleh Site Engineer (masing-
masing bidang) dan ditandatangani oleh Project Manager sebelum diserahkan ke Konsultan
Pengawas. Shop Drawing yang telah disetujui Konsultan Pengawas di-distribusikan ke masing-
Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

masing Pelaksana Proyek untuk dijadikan acuan pelaksanaan tiap jenis pekerjaan. Hasil
pelaksanaan tiap-tiap jenis pekerjaan dituangkan dalam As Built Drawing. Setiap tahapan suatu
jenis pekerjaan dibuat dokumentasinya untuk keperluan laporan pelaksanaan proyek. Kegiatan
pembuatan shop drawing, as built drawing, dokumentasi berlangsung sejak proyek dimulai hingga
berakhirnya masa pelaksanaan proyek.

1. Photo Dokumentasi
a. Dalam setiap pelaksanaan kegiatan dilapangan kami mengambil photo
dokumentasi dan menyerahkan photo tersebut kepada konsultan pangawas dan
Direksi mengenai kemajuan pekerjaan dengan ukuran 8 cm x 12 cm pada lokasi
yang telah ditentukan oleh Direksi selama masa kontrak. Photo diambil pada waktu
awal/ sebelum pelaksanaan, sedang dalam pelaksanaan dan setelah selesainya
pelaksanaan pekerjaan, serta pada waktu lain yang ditentukan oleh konsultan
pengawas dan Direksi.
b. Photo–photo tersebut juga menjadi indikator dalam penilaian kemajuan
pelaksanaan pekerjaan dilapangan yang mencerminkan setiap aitem pekerjaan fisik
dan non fisik yang tercantum dalam RAB kontrak. Dalam proses pengambilan photo
dokumentasi pihak kami merujuk pada rahan Direksi.

2. Adm. Progress dan Pelaporan


a. Kami membuat program pelaksanaan sesuai dengan syarat-syarat kontrak yang
program tersebut kami buat dalam dua bentuk yaitu bar chart dan daftar yang
memperlihatkan setiap kegiatan, antara lain :
- Mulai, tanggal paling awal,
- Selesai, tanggal paling akhir,
- Waktu yang diperlukan,
- Waktu flot, dan
- Sumber tenaga kerja, peralatan dan bahan yang diperlukan.
b. Aktifitas yang terlihat pada program kami sudah termasuk pelaksanaan pekerjaan
sementara dan tetap, kelonggaran waktu yang diperlukan untuk persiapan dan
persetujuan pengiriman peralatan dan bahan ke lapangan dan juga kelonggaran
dengan adanya hari libur umum maupun keagamaan.
c. Dalam pelaksanaan pembuatan administrasi progress dan pelaporan, kami
membuat dan mencatat segala aktifitas kegiatan lapangan dalam beberapa bagian :
- Laporan Harian
Dimana laporan tersebut merupakan laporan periodik atas setiap bagian
pekerjaan yang diminta konsultan pengawas dan Direksi dalam bentuk yang
disetujui konsultan pengawas da Direksi. Laporan dimaksud memuat data-data;
keadaan cuaca, jumlah tenaga staf dan buruh yang dipekerjakan serta sesuai
ketrampilannya, jumlah bahan-bahan ditempat pekerjaan, jumlah bahan yang
sedang dipesan, volume kemajuan pekerjaan, persiapan pekerjaan dan
peralatan serta data-data percobaan laboratorium, kecelakaan kerja dan
informasi lainnya yang berkaitan erat dengan kemajuan pekerjaan.
- Laporan Mingguan
Memuat rekapitulasi kemjaun volume dari pelaksanaan kegiatan fisik dan non
fisik yang tercantum pada RAB yang telah dicatat pada laporan harian, dan
untuk disampaikan kepada Direksi guna disetujui dan juga untuk perbaikan
apabila terdapat kesalahan dalam penulisannya.
- Laporan Bulanan
Memuat rekapitulasi kemajuan volume dari pelaksanaan kegiatan fisik dan non
fisik yang tercantum pada RAB yang telah dicatat pada laporan harian dan
laporan mingguan untuk disampaikan kepada konsultan pengawas dan Direksi
guna disetujui dan juga untuk perbaikan apabila terdapat kesalahan dalam
penulisannya.
Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

Volume Pekerjaan : 1,00 Bh


Alat yang digunakan : Alat Perekam digital, Alat pengolah data (laptop),
Pencetak (printer) dan Alat Bantu
Jumlah org yang digunakan : 3,00 Org
Faktor tenaga kerja :-
Kapasitas Produksi :-
Produksi Per hari :-
Waktu Pelaksanaan : = 180,00 Hari
= 24,00 Minggu
Waktu Pelaksanaannya = 24,00 Minggu

Bahan yang digunakan :


- ATK : 1,00 Ls

Tenaga Kerja yang digunakan :


- Pelaksana Lapangan : 1,00 Orang
- Draftman : 1,00 Orang
- Tenaga Administrasi : 1,00 Orang

Upaya Pengendalian Resiko K3 :


- Menggunakan APD Standar
- Siaga P3K dan Petugas K3
- Menyediakan Tenaga Penyelam
- Memakai Alat Pelindung Kerja
- Mengikuti Metode/Instruksi Kerja
- Membina Komunikasi yang Baik
- Memasang Police line, Rambu dan Barikade

II. PEKERJAAN TALUD/REVETMENT KOLAM PELABUHAN


1. Galian Tanah Berpasir (AB), Diangkut dan Dibuang
2. Bongkar dan Susun Rapi Kembali Batu Revetment
3. Pengadaan Material Batu Pengunci

Pelaksanaan dilakukan sesuai peil rencana setelah dilakukan pengukuran ulang (MC-0).

1. Galian Tanah Berpasir (AB), Diangkut dan Dibuang


Pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan menggali tanah berpasir yang telah menutupi badan
bangunan revetment dan jetty breakwater yang akan direhab. Pelaksana akan memperhatikan
kondisi pasang surut air laut sebelum melaksanakan pekerjaan. Excavator melakukan penggalian
sesuai dimensi yang direncanakan (sepanjang jalur rencana rehab batu Revetment/ jetty
breakwater) kemudian memuat ke dalam bak dump truck untuk di buang kelokasi pembuangan
yang ditentukan oleh direksi teknis. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai harus terlebih dahulu
dilakukan pengukuran memanjang dan melintang sehingga diperoleh titik-titik elevasi dasar yang
akurat. Untuk menentukan titik-titik elevasi, dipasang patok-patok yang berjarak antara 20 meter
hingga 50 meter atau sesuai arahan Direksi. Tanah hasil galian akan diratakan setempat dan
dirapikan membentuk badan tanggul sesuai dimensi rencana.

Penggalian harus dilakukan menurut jalur, kedalaman dan ukuran sebagaimana tercantum dalam
gambar, atau ditentukan oleh Direksi. Tidak dibenarkan menggunakan tanah hasil pengupasan
untuk pemadatan tanggul atau tempat lainnya.
Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

Penggalian harus dilakukan menurut jalur, kedalaman dan ukuran sebagaimana tercantum
dalam gambar.

Prosedur Pelaksanaan : Pengajuan Shop Drawing

Volume Pekerjaan : 2.196,00 m3


Alat yang digunakan : Excavator, Dump Truck, Alat Bantu
Jumlah alat yang digunakan : 1,00 Alat
Faktor alat kerja Excavtor : 0,0438 (Faktor Alat yang menentukan Kap. Produksi)
Kapasitas Produksi : 159,82 M3/Alat/Hari ( 7 Jam / Hari )
Produksi Per hari : 1,00 x 159,82 = 159,82 M3/Hari
Waktu Pelaksanaan : 555,00 / 159,82 = 13,74 Hari
= 14,00 Hari
= 2,00 Minggu
Waktu Pelaksanaannya = 2,00 Minggu

Bahan yang digunakan :

Alat yang digunakan :


Excavator : 1,00 Unit
Dump Truck : 2,00 Unit

Tenaga Kerja yang digunakan :


Pekerja : 2,00 Orang
Mandor : 1,00 Orang
Operator : 1,00 Orang
Co. Operator : 1,00 Orang
Supir : 2,00 Orang

Upaya Pengendalian Resiko K3 :


- Menggunakan APD Standar
- Siaga P3K dan Petugas K3
- Menyediakan Tenaga Penyelam
- Memakai Alat Pelindung Kerja
- Mengikuti Metode/Instruksi Kerja
- Membina Komunikasi yang Baik
- Memasang Police line, Rambu dan Barikade

2. Bongkar dan Susun Rapi Kembali Batu Revetment


Pembongkaran serta penyusunan Batu revetment dilaksanakan bersamaan hal ini mengingat
kondisi pasang surut air laut yang dapat menimbun hasil galian/ atau permukaan batu revenment
lama yang digali. Pembongkaran dilakukan bertahap sebab hasil pembongkaran akan ditempatkan
disisi badan revetment kemudian dilanjutkan dengan pemasangan ulang batu revetment. Hasil
pembongkaran merupakan Batu dengan berat > 1.000 Kg dan batu pengunci dengan berat < 250
Kg atau > 250 Kg – 1000 kg. Batu dengan berat > 1.000 Kg merupakan batu primer yang dipasang
dengan menggunakan alat berat Excavator. Batu ini dipasang sebagai pondasi dan dinding
bangunan revetment sesuai gambar rencana hingga mencapai elevasi atau dimensi yang
ditentukan, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan batu dengan berat < 250 Kg sebagai batu
mengunci, untuk memperkuat batu satu dengan lainnya (menutupi pori/rongga) dipasang batu
yang ukurannya lebih kecil dari batu primer. Hal ini diperlukan agar lebih kokoh dan kompak.
Penempatan batu harus disesuaikan agar mencapai bentuk dan dimensi rencana. Hasil
pemasangan harus rapi dan mendapat persetujuan direksi teknis dan konsultan supervise.
Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

Volume Pekerjaan : 7.811,27 m3


Alat yang digunakan : Excavator
Jumlah alat yang digunakan : 3,00 Unit
Faktor alat kerja Excavator : 0,1678 (Faktor Alat yang menentukanKap. Produksi)
Kapasitas Produksi : 41,72 M3/Alat/Hari ( 7 Jam / Hari )
Produksi Per hari : 3,00 x 41,72 = 125,15 M3/Hari
Waktu Pelaksanaan : 518,00 / 125,15 = 62,42 Hari
= 63,00 Hari
= 9,00 Minggu
Total Waktu Pelaksanaannya = 9,00 Minggu

Bahan yang digunakan :


Batu hasil Bongkaran revetment : 1,2000 x 7.811,27 =9.373,52 M3

Peralatan yang digunakan :


Excavator : 3,00 Unit

Tenaga Kerja yang digunakan :


Pekerja Alat Berat : 2,00 Orang
Mandor Alat Berat : 1,00 Orang
Operator : 3,00 Orang
Co. Operator : 3,00 Orang

Upaya Pengendalian Resiko K3 :


- Menggunakan APD Standar
- Siaga P3K dan Petugas K3
- Menyediakan Tenaga Penyelam
- Menyediakan Petugas Bendera (Flagman)
- Memakai Alat Pelindung Kerja
- Mengikuti Metode/Instruksi Kerja
- Membina Komunikasi yang Baik
- Memasang Police line, Rambu dan Barikade

Ilustrasi Bongkar dan Susun Batu Revetment dan pengunci


Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

3. Pengadaan Material Batu Pengunci


Material Batu Pengunci akan didatangkan ke lokasi pekerjaan oleh supplier. Pemasangan Batu
Pengunci dengan berat yang bervariasi antara < 250 Kg atau > 250 Kg – 1000 kg. Batu Pengunci
dipasang dengan menggunakan alat berat Excavator. Batu Pengunci dipasang memperkuat batu
satu dengan lainnya (menutupi pori/rongga) dipasang yang ukurannya lebih kecil dari batu
primer. Hal ini diperlukan agar lebih kokoh dan kompak. Penempatan batu harus disesuaikan agar
mencapai bentuk dan dimensi rencana. Hasil pemasangan harus rapi dan mendapat persetujuan
direksi teknis dan konsultan supervise.

Volume Pekerjaan : 195,28 m3


Alat yang digunakan : Excavator
Jumlah alat yang digunakan : 1,00 Unit
Faktor alat kerja Excavator : 0,1176 (Faktor Alat yang menentukanKap. Produksi)
Kapasitas Produksi : 59,52 M3/Alat/Hari ( 7 Jam / Hari )
Produksi Per hari : 1,00 x 59,52 = 59,52 M3/Hari
Waktu Pelaksanaan : 195,28 / 59,52 = 3,28 Hari
= 4,00 Hari
= 1,00 Minggu
Total Waktu Pelaksanaannya = 1,00 Minggu

Bahan yang digunakan :


Batu Pengunci : 1,2000 x 195,28 = 234,34 M3

Peralatan yang digunakan :


Excavator : 3,00 Unit

Tenaga Kerja yang digunakan :


Pekerja Alat Berat : 2,00 Orang
Mandor Alat Berat : 1,00 Orang
Operator : 1,00 Orang
Co. Operator : 1,00 Orang

Upaya Pengendalian Resiko K3 :


- Menggunakan APD Standar
- Siaga P3K dan Petugas K3
- Menyediakan Tenaga Penyelam
- Menyediakan Petugas Bendera (Flagman)
- Memakai Alat Pelindung Kerja
- Mengikuti Metode/Instruksi Kerja
- Membina Komunikasi yang Baik
- Memasang Police line, Rambu dan Barikade

III.PEKERJAAN JETTY BREAKWATER KOLAM PELABUHAN


1. Bongkar dan Susun Rapi Kembali Jetty Breakwater
2. Susun Batu Jetty Breakwater > 1000 Kg yang didatangkan

1. Bongkar dan Susun Rapi Kembali Jetty Breakwater


Pembongkaran serta penyusunan Jetty Breakwater dilaksanakan bersamaan hal ini mengingat
kondisi pasang surut air laut yang dapat menimbun hasil galian/ atau permukaan Jetty Breakwater
lama yang digali. Pembongkaran dilakukan bertahap sebab hasil pembongkaran akan ditempatkan
disisi badan Jetty Breakwater kemudian dilanjutkan dengan pemasangan ulang Jetty Breakwater.
Hasil pembongkaran merupakan Batu dengan berat > 1.000 Kg dan batu pengunci dengan berat <
250 Kg atau > 250 Kg – 1000 kg. Batu dengan berat > 1.000 Kg merupakan batu primer yang
dipasang dengan menggunakan alat berat Excavator. Batu ini dipasang sebagai pondasi dan
Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

dinding bangunan Jetty Breakwater sesuai gambar rencana hingga mencapai elevasi atau dimensi
yang ditentukan, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan batu dengan berat < 250 Kg sebagai
batu mengunci, untuk memperkuat batu satu dengan lainnya (menutupi pori/rongga) dipasang
batu yang ukurannya lebih kecil dari batu primer. Hal ini diperlukan agar lebih kokoh dan kompak.
Penempatan batu harus disesuaikan agar mencapai bentuk dan dimensi rencana. Hasil
pemasangan harus rapi dan mendapat persetujuan direksi teknis dan konsultan supervise.
Volume Pekerjaan : 21.069,37 m3
Alat yang digunakan : Excavator
Jumlah alat yang digunakan : 5,00 Unit
Faktor alat kerja Excavator : 0,1678 (Faktor Alat yang menentukanKap. Produksi)
Kapasitas Produksi : 41,72 M3/Alat/Hari ( 7 Jam / Hari )
Produksi Per hari : 5,00 x 41,72 = 208,58 M3/Hari
Waktu Pelaksanaan : 21.069,37/ 208,58 = 101,01 Hari
= 102,00 Hari
= 14,57 Minggu
Total Waktu Pelaksanaannya = 15,00 Minggu

Bahan yang digunakan :


Batu hasil Bongkaran revetment : 1,2000 x 21.069,37 = 25.283,24 M3

Peralatan yang digunakan :


Excavator : 5,00 Unit

Tenaga Kerja yang digunakan :


Pekerja Alat Berat : 5,00 Orang
Mandor Alat Berat : 1,00 Orang
Operator : 5,00 Orang
Co. Operator : 5,00 Orang

Upaya Pengendalian Resiko K3 :


- Menggunakan APD Standar
- Siaga P3K dan Petugas K3
- Menyediakan Tenaga Penyelam
- Menyediakan Petugas Bendera (Flagman)
- Memakai Alat Pelindung Kerja
- Mengikuti Metode/Instruksi Kerja
- Membina Komunikasi yang Baik
- Memasang Police line, Rambu dan Barikade

2. Susun Batu Jetty Breakwater > 1000 Kg yang didatangkan


Material Batu Pengunci akan didatangkan ke lokasi pekerjaan oleh supplier. Pemasangan Batu
>1000 kg dipasang dengan menggunakan alat berat Excavator. Batu ini dipasang memperkuat batu
satu dengan lainnya (menutupi pori/rongga) dipasang batu yang ukurannya lebih kecil dari batu
primer. Hal ini diperlukan agar lebih kokoh dan kompak. Penempatan batu harus disesuaikan agar
mencapai bentuk dan dimensi rencana. Hasil pemasangan harus rapi dan mendapat persetujuan
direksi teknis dan konsultan supervise.

Volume Pekerjaan : 526,73 m3


Alat yang digunakan : Excavator
Jumlah alat yang digunakan : 1,00 Unit
Faktor alat kerja Excavator : 0,1176 (Faktor Alat yang menentukanKap. Produksi)
Kapasitas Produksi : 59,52 M3/Alat/Hari ( 7 Jam / Hari )
Produksi Per hari : 1,00 x 59,52 = 59,52 M3/Hari
Waktu Pelaksanaan : 526,73 / 59,52 = 8,85 Hari
Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

= 9,00 Hari
= 1,29 Minggu
Total Waktu Pelaksanaannya = 2,00 Minggu

Bahan yang digunakan :


Batu Pengunci : 1,2000 x 526,73 = 632,08 M3

Peralatan yang digunakan :


Excavator : 1,00 Unit

Tenaga Kerja yang digunakan :


Pekerja Alat Berat : 2,00 Orang
Mandor Alat Berat : 1,00 Orang
Operator : 1,00 Orang
Co. Operator : 1,00 Orang

Upaya Pengendalian Resiko K3 :


- Menggunakan APD Standar
- Siaga P3K dan Petugas K3
- Menyediakan Tenaga Penyelam
- Menyediakan Petugas Bendera (Flagman)
- Memakai Alat Pelindung Kerja
- Mengikuti Metode/Instruksi Kerja
- Membina Komunikasi yang Baik
- Memasang Police line, Rambu dan Barikade
Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

Kami menegaskan kembali tentang Implementasi K3 pada Pelaksanaan Proyek

Safety Target
Sebagai langkah awal tim proyek menentukan target sebagai tujuan dari safety plan. Safety target
pada proyek ini terdiri dari 6 bagian yaitu rambu & slogan k3, alat pengaman diri, pekerjaan
Persiapan, Pekerjaan Tanah dan Pekerjaan Pasangan Batu & Geotextile.

Pemakaian APD pada pekerjaan


Alat Pelindung Diri (APD) adalah kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya
dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di sekelilingnya.
Peralatan standar pada pekerjaan adalah helm proyek, tali helm, kacamata pelindung, masker,
tutup telinga, sarung tangan, sabuk pengaman dan sepatu safety. Penggunaannya sendiri
menyesuaikan lokasi dan jenis risiko bahaya pekerjaan.

Rambu-Rambu K3
Rambu-Rambu K3 merupakan instrumen yang digunakan sebagai peringatan kepada seluruh tim
Proyek untuk selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan K3.

Ilustrasi Penggunaan Rambu-rambu K3


Metode Pelaksanaan
Rehabilitasi Talud Pengaman Kolam Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

PENUTUP
Untuk Pekerjaan yang tidak diuraikan dalam Makalah Metode kerja ini, akan dilaksanakan sesuai
dengan seluruh detail dan tahapan pelaksanaan akan mengacu dan sesuai dengan tahapan
pelaksanaan yang dijelaskan di dalam “Spesifikasi teknis” yang ada dalam dokumen pelelangan
termasuk dokumen tambahan/ addendum (jika ada) yang merupakan bagian dari Dokumen
Pelelangan.

Seluruh pekerjaan, dengan bentuk, dimensi, jenis, detail, mengacu pada Gambar Kerja/Shop
drawing.

Seluruh pekerjaan mengacu dan menggunakan serta akan memenuhi seluruh standard yang
ditentukan dalam “Spesifikasi teknis” yang ada dalam dokumen pelelangan termasuk dokumen
tambahan/ addendum (jika ada) dan standar lain yang berlaku dilingkungan Negara Republik
Indonesia.

Pelaksanaan pekerjaan akan dilakukan oleh tenaga ahli dan aplikator dibidangnya.

Pekerjaan akan menghasilkan hasil yang maksimal, presisi dan rapih sesuai dengan Spesifikasi
Teknis dan Gambar Kerja .

Demobilisasi
Walaupun pekerjaan telah selesai dilakukan, kontraktor belum dapat melakukan demobilisasi alat
maupun personil, sebelum mendapat persetujuan direksi.

Pada tahap meninggalkan lokasi pekerjaan setelah semua proses pekerjaan selesai dilakukan dan
telah ada persetujuan dari direksi, kontraktor berkewajiban untuk ; disamping membawa kembali
semua peralatan kerja dan peralatan bantu, demobilisasi tenaga kerja, juga bertanggung jawab
untuk membersihkan lokasi pekerjaan secara keseluruhan, juga pembongkaran bangunan-
bangunan penunjang untuk pelaksanaan pekerjaan, sesuai dengan petunjuk direksi, kecuali direksi
memutuskan lain.

Masa Pemeliharaan
Setelah pekerjaan selesai 100% pelaksana pekerjaan bertanggung jawab terhadap pemeliharaan
pekerjaan untuk waktu yang telah ditentukan oleh direksi. Jika terdapat kekeliruan selama
pelaksanaan pekerjaan yang mengakibatkan kekurangan/kerusakan pada pekerjaan maka
pelaksana pekerjaan wajib memperbaiki pekerjaan hingga pekerjaan dianggap selesai oleh direksi.

Demikian sekilas Prosedur dan Metode Pelaksanaan Pekerjaan dibuat sebagai syarat dalam
lampiran pembuatan Rencana Mutu. Dalam segala hal, Metode Pelaksanaan yang kami uraikan,
masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Mudah-mudah dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya untuk memastikan diperolehnya mutu pekerjaan sesuai dengan spesifikasi
teknis yang ditentukan.

Banda Aceh, 31 Mei 2019


Penawar,
CV. HUSIBA

(TEUKU FUADI, ST)


Wakil Direktur