Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU PENYAKIT TANAMAN

ACARA 2
PENYEBAB PENYAKIT TANAMAN

Nama : Hanif Dwi Nurani

NIM : 1610401052

Kelompok- Sub Kelompok : B-4

Asisten : Niken Ambarwati

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS TIDAR

2018
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Judul Acara : Penyebab penyakit tanaman


1.2 Tujuan : Untuk mengetahui penyebab penyakit pada berbagai
macam tanaman.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Pengenalan jenis - jenis penyakit pada tanaman dapat dilakukan dengan cara percobaan
di lapang pada setiap fase pertumbuhan tanaman. Timbulnya penyakit dapat bervariasi
tergantung dari fase pertumbuhan tanaman, musim, lokasidan varietas. Kombinasi dari
beberapa penyakit dapat terjadi misalnya kombinasi beberapa cendawan atau bahkan
kombinasi dari cendawan, bakteri, dan virus (Semangun, 1996).

Penyakit tanaman dapat didefinisikan sebagai penyimpangan sifat normal yang


menyebabkan tanaman tidak dapat melakukan kegiatan fisiologis seperti biasanya.Penyakit
tumbuhan dapat disebabkan oleh faktor biotik dan abiotik. Penyebab penyakit yang bersifat
biotik umunya parasitik pada tumbuahn, dapat ditularkan, dan disebut penyakit biogenik.
Adapun penyakit yang bersifat abiotik tidak parasit, tidak menular, dan biasa disebut penyakit
fisiogenik. Penyebab yang parasitik terdiri dari beberapa golongan seperti virus, viroid,
fitoplasma bakteri, cendawan, riketsia, protozoa, nematode dan tumbuhan tingkat tinggi
(Sinaga, 2003).

Gangguan adalah perubahan pertanaman yang mengarah kepada pengurangan kuantitas


atau kualitas hasil yang diharapkan sebagai akibat gangguan. Timbulnya gangguan pada
tumbuhan inang sangat bervariasi tegantung faktor pendukung diantaranya lingkungan yang
sesuai, inang yang rentan dan penyebab jasad pengganggu yang agresif dan virulen(Semangun,
1996).

Penyakit tumbuhan yang belum ada campur tanganmanusia merupakan hasil interaksi
antara patogen, inang dan lingkungan. Konsep inidisebut dengan segitiga penyakit atau plant
disease triangle, sedangkan penyakittanaman yang terjadi setelah campur tangan manusia
adalah interaksi antara patogen, inang, lingkungan dan manusia. Konsep ini disebut segi empat
penyakit atau plant disease square(Triharso, 1996).
Tanaman yang sakit adalah tanaman yang tidak dapat melakukan aktifitas fisiologis
secara sempurna, yang akan mengakibatkan tidak sempurnanya produksi baik secara kualitas
maupun kuantitas. Secara umum penyakit tanaman diakibatkan oleh faktor biotik dan abiotik.
Faktor biotik adalah penyakit tanaman yang disebabkan oleh mikroorganisme (mahluk hidup)
yang antara lain berupa jamur, bakteri, virus, nematoda, MLO dan lain-lain. Sedangkan faktor
abiotik antara lain pengaruh dari suhu, kelembaban, defisiensi unsur hara atau keracunan unsur
hara. Penyakit dapat dikenal dengan mata telanjang dari gejalanya (Mynature-faiq, 2010).

Biasanya tumbuhan sakit menunjukan gejala yang khusus, Gejala (symptom) adalah
perubahan perubahan yang ditunjukan oleh tumbuhan itu sendiri,sebagai akibat dari adanya
penyebab penyakit. Seringkali penyakit tertentu tidak hanya menyebabkan timbulnya satu
gejala, tetapi serangkaian gejala, yang sering disebut sindroma (syndrom)sehingga dengan
memperhatikan gejala saja, tidak dapat ditentukan diagnosis penyakit dengan tepat. Dalam hal
ini harusdiperhatikan adanya tanda (sign) dari penyebab penyakitnyadengan tanda adalah
semua pengenal dari penyakit selain reaksi tumbuhan inang (selain gejala), misalnya bentuk
tubuh buah parasit, miselium, warna spora, damar (blendok), lendir, dan sebagainya (Ali.
2013).

Gejala dapat setempat (lesional) atau meluas (habital, sistemik). Gejala dapat dibedakan
yaitu gejala primer dan sekunder. Gejala primer terjadi pada bagianyang terserang oleh
penyebab penyakit. Gejala sekunder adalah gejala yang terjadi di tempat lain dari tanaman
sebagai akibat dari kerusakan pada bagian yang menunjukkan gejala primer. Berdasarkan
perubahan-perubahan yang terjadi di dalam sel, gejala dapat dibagi menjadi tigatipe pokok
yaitu:a.Tipe nekrotis : Gejalanya disebut nekrosis, meliputi gejala-gejala yang terjadinya
karena adanya kerusakan pada sel atau matinya sel.b.Tipe hipoplastis : Gejalanya disebut
hipoplasia, meliputi gejala-gejala yang terjadinya karena terhambatnya atau terhentinya
pertumbuhan sel (underdevelopment).c.Tipe hiperplastis : Gejalanya disebut hiperplasia,
meliputi gejala-gejala yang terjadinya karena pertumbuhan sel yang melebihi biasa
(overdevelopment) (Eko, 2013).

BAB III. METODE PRAKTIKUM

1.1 Pelaksanaan
Waktu : Rabu , 10 Oktober 2018 pukul 07.00 – 09.00.
Tempat : Ruang P2.03, Laboratorium Fakultas Pertanian
1.2 Alat dan Bahan
 Mikroskop
 Preparat dan kaca penutup
 Pinset
 Jarum Ose dan Ent
 Alat tulis dan kertas buram
 Aquadest
 Bahan penyakit tanaman :
- Tempe - Kubis
- Timun - Mangga
- Tembakau - Wortel

1.3 Langkah Kerja


1. Mencari tanaman atau bagian tanaman yang sakit pada lahan tertentu.
2. Mengambil bagian tanaman tersebut, masukkan dalam plastk dengan bagian
pangkal batang tertutup kapas.
3. Mengambil bagian bahan yang terkena penyakit menggunakan pinset atau jarum
sebanyak 1 gores (bagian yang diambil yaitu antara bagian yang sehat dan sakit).
4. Meletakkan bahan sakit ke atas preparat dan menetesinya menggunakan aquadest,
kemudian menutup preparat menggunakan kaca penutup.
5. Mengamati penyebab penyakit pada mikroskop.
6. Mencatat dan menggambar hasil pengamatan.

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Cucumber Mosaic Virus (CMV)


Gambar Tangan Gambar Mikroskop Gambar Literatur
Nama Tanaman : Timun (Cucumis sativus)

Jenis patogen : Virus CMV

Deskripsi

Virus ditularkan oleh kutu Myzus persicae dan Aphis gossypii. Daun yang
terserang penyakit CMV menunjukkan gejala terjadi perubahan warna secara nyata
seperti pola mosaik, kebanyakan tanaman kerdil, daun menyempit dan mengalami
distorsi. Daun-daun yang sakit mempunyai garis-garis putus-putus berwaarna hijau tua,
hijau muda, dan kuning. Tanaman menjadi terhambat pertumbuhannya, pembentukan
tongkol tidak biasa, sehingga tanaman hanya berproduksi sedikit.

4.2 Tobacco Mosaic Virus (TMV)


Gambar Tangan Gambar Mikroskop Gambar Literatur

Nama Tanaman : Tembakau (Nicotiana tabacum)

Jenis patogen : Virus TMV

Deskripsi
Penyakit TMV adalah virus tembakau mosaik dengan gejala munculnya bercak
hijau muda dan hijau tua serta membuat pertumbuhan tanaman menjadi lambat. TMV
dapat bertahan selama dua tahun di dalam tanah, apabila tidak segera dicabut atau tidak
ada pengeringan dan pembusukan yang sempurna. Penanggulangannya adalah dengan
melakukan sanitasi, mencabut tanaman sakit maupun sisa pertanaman dan gulma
kemudian dikumpulkan dan dimusnahkan serta mendisinfeksi tangan para pekerja
dengan sabun trinatrium fosfat. Gejala dapat termasuk nekrosis pada setiap bagian
tanaman, penggundulan dan gejala mosaik pada daun, batang, dan buah. Umumnya,
tanaman yang terinfeksi memiliki mosaik khlorosis dengan distorsi pada daun muda,
dan pendek.

4.3 Busuk Hitam Kubis


Gambar Tangan Gambar Mikroskop Gambar Literatur

Nama Tanaman : Kubis (Brassica oleracea)

Jenis patogen : Bakteri Xanthomonas campestris

Deskripsi

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris pv.campestris.


Patogen ini dapat bertahan pada biji kubis, dalam tanah atau dalam sisa tanaman sakit.
Umumnya penyakit mulai dari daun-daun bawah dan dapat menyebabkan gugurnya
daun satu per satu. Bakteri mempertahankan diri pada biji-biji kubis, dalam tanah, pada
tumbuhan inang lain, atau dalam sisa-sisa tanaman sakit. Bakteri masuk ke dalam
tanaman kubis melalui pori air yang terdapat pada ujung-ujung berkas pembuluh di tepi
daun.

Bakteri X. campestris sebagai penyebab busuk hitam dari golongan cruciferae


memasuki jaringan tanaman akan menunjukkan lingkaran hitam pada pembuluh. Irisan
melintang dari petiole (tangkai daun) menunjukkan jaringan xylem yang seperti
tersumbat serta berwarna hitam.

Gejalanya mula-mula di bagian tepi daun terdapat daerah-daerah yang berwarna


kuning atau pucat, yang kemudian meluas ke bagian tengah. Di daerah ini tulang-tulang
daun berwarna coklat tua atau hitam. Pada tingkatan yang lebih lanjut penyakit meluas
melalui tulang-tulang daun dan masuk ke dalam batang. Pada penampang melintang
daun atau batang yang sakit tampak berkas pembuluh yang berwarna gelap. Jaringan
helaian daun yang sakit mengering, menjadi seperti selaput, dengan tulang-tulang daun
berwarna hitam.

4.4 Busuk Basah Wortel


Gambar Tangan Gambar Mikroskop Gambar Literatur

Nama Tanaman : Umbi wortel (Daucus carota)

Jenis patogen : Bakteri Erwinia carotovora

Deskripsi

Penyebab penyakit busuk lunak (soft rot) yaitu bakteri patogen E. carotovora.
Patogen busuk lunak Erwinia, termasuk dalam kelompok Enterobacteriaceae. Bakteri
ini bersifat anaerobik fakultatif, berflagela peritrik, dan Gram negatif. Erwinia spp.
berukuran (0,5-1) x (1,5-4) µm. bakteri ini memiliki karakteristik berbentuk batang dan
koloni berbentuk putih atau kuning. Bakteri patogen busuk lunak dapat menyerang dan
menghancurkan jaringan akar, umbi, batang, daun, dan buah. Patogen ini dapat
memperbanyak diri pada ruang interseluler serta menghasilkan sekresi berupa enzim
pektolitik dalam jumlah besar. Suhu merupakan faktor utama yang menentukan
patogenisitas beberapa bakteri busuk lunak. E. carotovora dapat berkembang baik pada
suhu diatas 22o C yaitu pada daerah dengan iklim hangat.

E. carotovora telah diketahui menjadi penyebab busuk lunak pada beberapa


tanaman buah, sayuran dan tanaman hias. Gejala awal yang terlihat yaitu terbentuk luka
basah kecil, yang semakin membesar baik diameter maupun kedalamannya. Daerah
yang terinfeksi menjadi lunak sementara warna permukaannya memudar. Jaringan pada
daerah yang terinfeksi menjadi berwarna krem dan tipis, kemudian menjadi hancur.
Permukaan luar bagian tanaman bergejala akan terlihat utuh namun dibagian dalamnya
berubah menjadi lunak, berair, dan berwarna coklat. (Agrios, 1997).

4.5 Busuk Tempe


Gambar Tangan Gambar Mikroskop Gambar Literatur

Nama Tanaman : Kedelai (Glycine max)

Jenis patogen : Jamur Rhizopus oligosporus

Deskripsi

R. oligosporus merupakan kapang yang banyak digunakan dalam pembuatan


tempe, banyak terdapat di alam karena hidupnya bersifat saprofit. Struktur morfologi
kapang ini tersusun ini atas dua bagian yaitu miselium dan spora. Gejala atau proses
perkembangbiakan jamur R. oligosporus adalah salah satunya ketika melewati tahap
fermentasi tempe.

BAB V. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat disimpulkan beberapa hal yaitu:
1. Penyebab penyakit tanaman ada 2 yaitu biotik yaitu patogen (jamur, bakteri,
virus, nematode, protozoa dll) dan abiotik faktor dari lingkungan.
2. Sesuai konsep segitiga penyakit. Penyakit akan timbul jika memenuhi ketiga
faktor antara lain : inang, patogen, dan lingkungan. Dimana ketiga faktor itu
saling mendukung satu dengan yang lainnya. Sebaliknya, jika ketiga faktor
tidak terpenuhi atau salah satu dari ketiga faktor tersebut tidak mendukung,
tidak akan timbul penyakit pada suatu tanaman.
DAFTAR PUSTAKA

Ali. 2013. Gejala Penyakit


Tumbuhan.http://mahrusalliekanzoell313.blogspot.com/2013/04/gejala-
penyakit-tumbuhan.html.Diakses tanggal 15 Oktober 2018
Eko, Stefanus. 2013. Mengenal Gejala Penyakit
Tumbuhan.http://stefanusekoo.blogspot.com/2013/06/dasperlintan-mengenal-
gejala-penyakit.html. Diakses tanggal 15 Oktober 2018
Mynature-faiq. 2010. Pengenalan penyakit tanaman pangan.http://mynature-
faiq.blogspot.com/2010/07/pengenalan-penyakit-tanaman-pangan.html.
diakses 15 Oktober 2018.
Semangun, H. 1996. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gadjah Mada University Press.
Yogyakarata
Sinaga, M.S., 2003.Dasar-dasar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Penebar Swadaya: Jakarta
Triharso. 2004. Dasar – dasar Perlindungan Tanaman. Gadjah Mada University Press.
Yogyakarta