Anda di halaman 1dari 2

VARICELLA-ZOSTER

No. Dokumen : 870/315/SOP/IV/2018


No. Revisi : 00
SOP
Tanggal Terbit : 17/04/2018
Halaman : 1/2
Puskesmas ASEP RUSWANDI. A.Md. Kep
Girijaya NIP.197002041991031008
1. Pengertian Infeksi akut primer oleh virus Varicella-zoster yang menyerang kulit dan mukosa,
klinis terdapat gejala konstitusi, kelainan kulit polimorf, terutama berlokasi di bagian
sentral tubuh. Masa Inkubasi 14-21 hari. Penularan melalui udara (air-borne) dan
kontak langsung.
2. Tujuan Sebagai acuan Penerapan langkah-langkah untuk menegakkan diagnosa
Varicella-zoster
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. 870/012/SK/PKM-GRJ/I/2018 tentang Pelayanan Klinis
4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.02.02/MENKES/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
5. Prosedur/ 1. Alat dan Bahan
Langkah- a. Alat tulis
langkah b. Tensimeter
c. Stetoskop
d. Termometer
2. Petugas yang melaksanakan
a. Dokter
b. Perawat
c. Bidan
3. Langkah-langkah
a. Petugas melakukan anamnesa dan menemukan gejala berupa demam, dan
nyeri kepala,kemudian disusul timbulnya lesi kulit berupa papul eritem yang
dalam waktu beberapa jam berubah menjadi vesikel,biasanya disertai rasa
gatal
b. Petugas melakukan pemeriksaan fisik dan menemukan tanda berupa erupsi
kulit berupa papul eritematosa yang dalam waktu beberapa jam berubah
menjadi vesikel. Bentuk vesikel ini khas berupa tetesan embun (tear
drops).Vesikel akan menjadi keruh dan kemudian menjadi krusta.
Penyebaran terjadi secara sentrifugal, serta dapat menyerang selaput lendir
mata, mulut, dan saluran pernapasan
c. Petugas menegakkan diagnosa berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan
fisik
d. Petugas memberikan terapi non medikamentosa dengan pemberian diet
tinggi kalori,tinggi protein,istirahat dan mencegah kontak dengan orang lain
e. Petugas memberikan terapi
f. Petugas melakukan konseling dan edukasi berupa bahwa varisella
merupakan penyakit yang self-limiting pada anak yang
imunokompeten.Komplikasi yang ringan dapat berupa infeksi bakteri
sekunder. Oleh karena itu, pasien sebaiknya menjaga kebersihan tubuh.
Penderita sebaiknya dikarantina untuk mencegah penularan
6. Bagan alir -
7. Hal-hal yang Rujukan bila didapatkan gangguan imunitas dan mengalami komplikasi yang berat
perlu seperti pneumonia, ensefalitis dan hepatitis
diperhatikan
8. Unit terkait 1. Ruang pemeriksaan umum
2. Ruangan pemeriksaan balita sakit
9. Dokumen 1. Rekam medis
terkait
10. Rekam
historis No Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai diberlakukan
perubahan

2/2