Anda di halaman 1dari 8

PROPOSAL

“PENERAPAN HYGIENE DAN SANITASI PENGELOLAAN MAKANAN


INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVINSI 2018

DISUSUN OLEH :
RIA ROMANDANG BULAN
1613201113

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
HARAPAN IBU JAMBI

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Makanan adalah semua substansi yang dibutuhkan oleh tubuh, tidak


termasuk air, obat- obatan, dan substansi-substansi lain yang digunakan untuk
pengobatan. Untuk menghasilkan makanan dan minuman yang berkualitas tinggi,
ada banyak faktor yang mempengaruhi seperti air, tempat pengolahan makanan,
peralatan, dan pengolah makanan.Pengolah makanan memegang peran penting
dalam upaya penyehatan makanan karena sangat berpotensi dalam menularkan
penyakit. Proses penularan dapat terjadi melalui makanan dan minuman dari
dirinya kepada makanan dan minuman yang disajikan kepada orang yang
mengkonsumsi makanan tersebut atau dikenal dengan kontaminasi silang.(Amalia,
2008)
Rumah sakit adalah salah satu sarana kesehatan yang memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat yaitu menampung dan merawat orang
sakit serta berperan dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan
masyarakat. Oleh sebab itu, rumah sakit dituntut untuk memberikan Pelayanan
yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan dan dapat menjangkau
seluruh lapisan masyarakat.(Adhini, Mustika, Elida, & Syarif, 2015)
Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi telah melaksanakan berbagai
upaya yang ditujukan dalam membantu pelayanan penyembuhan penderita yang
datang berobat. Salah satu bentuk pelayanan tersebut adalah pelayanan gizi yang
mempunyai peran yang sama penting dengan pelayanan medik ataupun pelayanan
keperawatan lainnya. Untuk itu perlu memperhatikan Hygiene dan Sanitasi karena
Hygiene adalah suatu usaha kesehatan masyarakat yang mempelajari pengaruh
kondisi lingkungan kesehatan manusia dan upaya mencegah timbulnya penyakit,
sedangkan Sanitasi merupakan suatu usaha pencegahan untuk membebaskan
makanan dan minuman dari segala bahaya yang dapat mengganggu, merusak
kesehatan, mulai dari dalam proses pengolahan, penyimpanan sampai ke tahap
penyajian makanan dan minuman itu siap di konsumsi.(Adhini et al., 2015).
Berdasarkan hasil penelitian (Aprianti & Sari, 2014) higiene tenaga penjamah
makanan dalam kategori kurang (100%) karena tenaga penjamah tidak mencuci
tangan dengan benar, kuku panjang, merokok, tidak memakai celemek dan
penutup kepala. Penelitian serupa (Adhini et al., 2015) menyatakan bahwa secara
keseluruhan penerapan hygiene dan sanitasi di instalasi gizi Rumah Sakit Umum
Pusat (rsup) Dr.M.Djamil Padang belum terlaksana secara optimal dilihat dari
personal hygiene, hygiene lingkungan, hygiene makanan dan fasilitas sanitasi, hal
ini sejalan dengan penelitian (Sonia, Koesyanto, & Wahyuningsih, 2015) bahwa
kelaikan fisik untuk higiene sanitasi makanan jasaboga di RSUD Sunankalijaga
Kabupaten Demak menunjukkan hasil di bawah nilai minimal yaitu 80.

Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan terhadap proses persiapan ,


pengolahan, makanan cair dan distribusi di Instalasi Gizi tersebut terlihat belum
dikelola sebagai mestinya seperti petugas pelaksana gizi yang bekerja, terlihat
sering kali tidak berpakaian kerja yang lengkap seperti; tidak menggunakan masker
dengan baik, tidak mengunakan sepatu kerja malah menggunakan sandal plastik,
menggunakan perhiasan saat sedang bekerja dan ada yang tidak menggunakan
sarung tangan dalam melakukan pekerja yang berhubungan dengan bahan
makanan langsung. Meja pengolahan tidak dibersihkan setelah melakukan
pekerjaan, dan terlihat lantai tempat melakukan persiapan bahan makanan licin
karena air dan sayuran yang jatuh dilantai. Teknik penyimpanan bahan makanan
seperti: sayuran yang telah di bersihkan dan dipotong-potong digabungkan dengan
sayuran yang belum di bersihakan serta tempat penyucian bahan makan sayuran
memakai wadah yang kurang bersih/terdapat sisa makanan.
Berdasarkan permasalahan yang ditemukan di Instalasi Gizi Rumah Sakit
Jiwa Daerah Provinsi Jambi diatas, penulis tertarik untuk mengkaji PENERAPAN
HYGIENE DAN SANITASI PENGELOLAAN MAKANAN DI INSTALASI GIZI
RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVINSI JAMBI.

.1.2. RUMUSAN MASALAH

Pengolah makanan memegang peran penting dalam upaya penyehatan


makanan karena sangat berpotensi dalam menularkan penyakit. Proses penularan
dapat terjadi melalui makanan dan minuman dari dirinya kepada makanan dan
minuman yang disajikan kepada orang yang mengkonsumsi makanan tersebut atau
dikenal dengan kontaminasi silang.(Amalia, 2008)
Untuk itu perlu memperhatikan Hygiene dan Sanitasi karena Hygiene adalah
suatu usaha kesehatan masyarakat yang mempelajari pengaruh kondisi lingkungan
kesehatan manusia dan upaya mencegah timbulnya penyakit, sedangkan Sanitasi
merupakan suatu usaha pencegahan untuk membebaskan makanan dan minuman
dari segala bahaya yang dapat mengganggu, merusak kesehatan, mulai dari dalam
proses pengolahan, penyimpanan sampai ke tahap penyajian makanan dan
minuman itu siap di konsumsi.(Adhini et al., 2015).
Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi telah melaksanakan berbagai
upaya yang ditujukan dalam membantu pelayanan penyembuhan penderita yang
datang berobat. Salah satu bentuk pelayanan tersebut adalah pelayanan gizi yang
mempunyai peran yang sama penting dengan pelayanan medik ataupun pelayanan
keperawatan lainnya. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan di Instalasi Gizi
Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi diatas, penulis tertarik untuk mengkaji
PENERAPAN HYGIENE DAN SANITASI PENGELOLAAN MAKANAN DI
INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVINSI JAMBI.
1.3. TUJUAN PENELITIAN

1.3.1 Tujuan Umum

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan hygiene dan sanitasi


pengelolaan makanan di instalasi gizi rumah sakit jiwa daerah provinsi jambi.
1.3.2 Tujuan khusus

1.3.2.1. Mengetahui penerapan hygiene dan sanitasi pengelolaan makanan di


instalasi gizi rumah sakit jiwa daerah provinsi jambi
1.3.2.2. Mengetahui gambaran penerapan hygiene dan sanitasi pengelolaan
makanan di instalasi gizi rumah sakit jiwa daerah provinsi jambi
1.3. KERANGKA TEORI

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penyelenggaraan higiene dan sanitasi


makanan dan minuman di instalasi gizi rumah sakit meliputi: faktor tempat atau ba-
ngunan, faktor makanannya sendiri, faktor manusia, dan faktor peralatan. (Putri et al.,
2016)
Kepmenkes RI No 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan
Lingkungan Rumah Sakit termasuk didalamnya upaya hygiene dan sanitasi pada
proses pengelolaan makanan dan minuman pada tahapan pemilihan bahan makanan,
penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, penyimpanan makanan masak,
pengangkutan makanan, dan penyajian makanan.

PRINSIP HIGIENE SANITASI MAKANAN

1. Pemilihan bahan makanan


2. Penyimpanan bahan makanan
3. Pengolahan makanan PENERAPAN HYGIENE
4. Penyimpanan makanan jadi/masak DAN SANITASI
5. Pengangkutan makanan PENGELOLAAN MAKANAN
6. Penyajian makanan
DI INSTALASI GIZI
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 1096/Menkes/Per/VI/2011 tentang higiene
sanitasi jasaboga. (RI, 2011)

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi


penyelenggaraan higiene dan sanitasi makanan dan
minuman di instalasi gizi rumah sakit meliputi:

1. Faktor tempat atau bangunan


2. Faktor makanannya sendiri,
3. Faktor manusia
4. Faktor peralatan

(Putri, Sudaryanto, & Purwanto, 2016)


1.4. KERANGKA KONSEP

“PENERAPAN HYGIENE DAN SANITASI PENGELOLAAN MAKANAN DI


INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVINSI JAMBI”

PRINSIP HIGIENE SANITASI


MAKANAN

1. Pemilihan bahan makanan


2. Penyimpanan bahan makanan PENERAPAN HYGIENE DAN
3. Pengolahan makanan SANITASI PENGELOLAAN
4. Penyimpanan makanan jadi/masak MAKANAN DI INSTALASI GIZI
5. Pengangkutan makanan RUMAH SAKIT JIWA DAERAH
6. Penyajian makanan PROVINSI JAMBI

Peraturan Menteri Kesehatan Republik


Indonesia Nomor 1096/Menkes/Per/VI/2011
tentang higiene sanitasi jasaboga. (RI, 2011)
DAFTAR PUSTAKA

Adhini, W., Mustika, D., Elida, E., & Syarif, W. (2015). Penerapan Hygiene dan Sanitasi
di Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Pusat (Rsup) Dr. M. Djamil Padang. Journal
of Home Economics and Tourism, 9(2).
Amalia, G. (2008). EVALUASI HIGIENE DAN SANITASI PENGELOLAAN MAKANAN
DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT ISLAM JEMURSARI SURABAYA
(Berdasarkan KepMenKes RI No 1204/MENKES/SK/X/2004). UNIVERSITAS
AIRLANGGA.
Aprianti, A., & Sari, L. (2014). GAMBARAN HIGIENE TENAGA PENJAMAH
MAKANAN, SANITASI BAHAN MAKANAN DAN PERALATAN
PENYELENGGARAAN MAKANAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK
KLAS II A MARTAPURA. AL'ULUM, 62(4).
Putri, E. C., Sudaryanto, S., & Purwanto, P. (2016). Kajian Higiene dan Sanitasi
Makanan Minuman di Instalasi Gizi Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM
Soedjarwadi, Klaten. Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 7(4), 160-167.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096/Menkes/Per/VI/2011
tentang higiene sanitasi jasaboga.[Internet]; 2011.[Cited 2013 June 12] (2011).
Sonia, V., Koesyanto, H., & Wahyuningsih, A. S. (2015). EVALUASI PENERAPAN
HIGIENE DAN SANITASIPENYELENGGARAAN MAKANAN DI RSUD
SUNANKALIJAGA KABUPATEN DEMAKTAHUN 2013. Unnes Journal of Public
Health, 4(2).