Anda di halaman 1dari 3

PENGERTIAN DIET RENDAH PROTEIN

Konsumsi protein disesuaikan dengan kemampuan ginjal menyaring sisa metabolism protein, agar sisa
tersebut tidak menumpuk di dalam darah karena dapat bersifat racun

TUJUAN DIET

 Mencukupi kebutuhan zat gizi agar status gizi optimal sesuai dengan fungsi ginjal.
 Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit
 Memperlambat penurunan fungsi ginjal lebih lanjut
 Menjaga agar pasien dapat beraktifitas normal

SYARAT DIET

 Bentuk makanan disesuaikan dengan kondisi pasien.


 Energi 35 kkal/kg BB Ideal (BBI).
 Protein 0,6-0,75 g/kg BBI, 50% protein hewani dan 50 % protein nabati.
 Lemak 25-30 % dari energi total, diutamakan lemak tidak jenuh.
 Karbohidrat 60-65 % dari energi total.
 Kebutuhan cairan sesuai dengan jumlah urine 24 jam + 500 ml (cairan yang keluar melalui
keringat dan pernapasan).
 Kalium dibatasi jika terjadi Hiperkalemia.
 Garam dapur/Natrium dibatasi apabila pasien mengalami edema/bengkak karena penumpukan
cairan serta hipertens

BAHAN MAKANAN YANG DIANJURKAN DAN TIDAK DIANJURKAN

BAHAN MAKANAN DIANJURKAN TIDAK DIANJURKAN


Sumber Karbohidrat Nasi,bihun, jagung, kentang, -
macaroni, mi, tepung-tepungan,
singkong, ubi, selai, madu,
permen
Sumber Protein Telur, daging, ikan, ayam, susu Tahu, tempe, oncom, kacang
tanah, kacang merah, kacang
tolo, kacang hijau, kacang
kedelai
Sayuran Semua sayuran kecuali Sayuran tinggi Kalium seperti
hyperkalemia peterseli, buncis, bayam, daun
pepaya muda, dll apabila
pasien mengalami
hiperkalemia
Buah-buahan Semua buah kecuali Buah-buahan tinggi Kalium
hiperkalemia seperti apel, alpukat, jeruk,
pisang, pepaya, dll apabila
pasien mengalami
hiperkalemia
Sumber lemak Minyak jagung, minyak kacang Minyak kelapa sawit, santan
tanah, minyak kelapa , minyak kental, mentega, dan lemak
kedelai, dan margarin rendah hewan
garam

BAHAN MAKANAN TINGGI KALIUM


 Sumber karbohidrat : beras ketan, biscuit, jagung kuning, roti coklat dan roti susu.
 Sumber protein hewani : daging sapi, daging bebek, jeroan, ikan sardine dan udang.
 Sumber protein nabati : kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah, kacang tanah dan kecap.
 Sayuran : bayam, daun papaya muda, kembang kol, buncis dan kapri.
 Buah-buahan : alpukat, apel merah, duku, papaya dan pisang.
 Susu : susu penuh bubuk, susu skim bubuk, susu coklat, susu kental manis dan susu kental tak
bergula.
 Lemak : kelapa dan santan

CARA MENGATUR DIET

 Hidangkan makanan yang menarik, sehingga menimbulkan selera makan


 Makanan diberikan porsi kecil, padat kalori dan sering, misalnya 6 kali sehari.
 Makanan tinggi kalori, rendah protein seperti sirup, madu, permen, baik sebagai menambah
kalori, tetapi hendaknya tidak diberikan dekat waktu makan, karena dapat mengurangi nafsu
makan.
 Pilihlah makanan sumber protein hewani dalam jumlah yang telah ditentukan.
 Bila ada odema atau bengkak pada bagian tubuh dan atau tekanan darah tinggi, perlu
mengurangi garam dan makanan-makanan yang diberi natrium dalam pengolahannya
 Bila jumlah air senisehari berkurang dari normal, maka minum perlu dibatasi.

CARA MEMASAK YANG BAIK

 Masakan lebih baik dibuat tidak berkuah, seperti di tumis, dipanggang, dikukus atau dibakar.
 Cairan lebih baik dibuat dalam bentuk minuman segar atau siru.
 Bila harus membatasi garam, gunakanlah lebih banyak bumbu seperti gula, asam dan bumbu
dapur lainnya untuk menambah rasa (lengkuas, kunyit, daun salam, dan lain-lain).

CONTOH MENU SEHARI

Pagi jam 07.00-08.00 Siang jam 12.00-13.00 Malam jam 18.00-19.00


Nasi goreng Nasi Nasi
Telor ceplok Capcay goreng Ayam goreng
Ketimun Daging bistik Setup bunciS
Susu Papaya Setup nenas
Madu Pudding saus karamel
Selingan jam 10.00 Selingan jam 16.00 Selingan jam 21.00
Kue klepon ubi Kue cantik manis Kue lapis
Sirup Teh sirup