Anda di halaman 1dari 58

MODUL HASTHALAKU

PENDAHULUAN
Kota Solo merupakan kota yang istimewa, banyak etnis dan suku yang tinggal di Kota
Solo. Kami mencatat setidaknya terdapat empat etnis yang tinggal di Solo, yaitu etnis Jawa,
China, Banjar, dan Arab. Melihat catatan sejarah menunjukkan bahwa konflik di masa lalu
banyak berkaitan dengan perbedaan etnis dan agama. Ada beberapa hal yang menyebabkan
konflik tersebut seperti fragmentasi sosial, etnisitas, kesenjangan ekonomi, kekuasaan politik,
serta perbedaan budaya dan agama.
Masalah sosial dan ekonomi tersebut terjadi dikarenakan munculnya sikap intoleran
terhadap keberagaman. Padahal di Indonesia sendiri, keberagaman adalah hal yang sudah dari
dulu ada. Kondisi geografis yang terdiri dari ribuan pulau kecil dan besar dengan ciri dan
keunikan sendiri tidak dipungkiri lagi menjadi faktor pemicu keberagaman. Patih Gadjah
Mada bahkan untuk menyatukan keberagaman tersebut membuat sebuah ikrar “Bhinneka
Tunggal Ika” yang banyak dikenal masyarakat Indonesia, dimana ia akan sekuat tenaga
memersatukan keberagaman di Nusantara untuk bersatu. Bersatu tentu hal yang mudah jika
seragam namun untuk memersatukan keberagaman membutuhkan sebuah kemauan yang kuat,
kemauan untuk menerima perbedaan demi kebaikan yang lebih besar. Kemauan menerima
perbedaan tersebutlah yang disebut toleransi.

Melihat dari aspek geografis, Kota Solo terletak di tengah pulau Jawa dan menjadi salah
satu Kota dengan tingkat keberagaman yang tinggi dan merupakan salah satu kota pendidikan
yang menarik berbagai pelajar dari luar daerah untuk menimba ilmu di Solo. Hal tersebut
menjadi pemicu tingginya keberagaman di Kota Solo. Sedangkan dari aspek sosial, kota Solo
terkenal dengan budaya Jawa yang kental. Nilai-nilai budaya Jawa kuno bahkan banyak yang
memiliki nilai toleransi dan hal tersebut berusaha kami angkat. Kami berusaha menjadikan
pedoman untuk mengajarkan masyarakat Solo dalam memberi arah dan orientasi dalam
berperilaku karena banyak mengandung nilai positif kehidupan. Dalam kegiatan ini, kami
mengusung tema “Hastha Laku Solo” atau delapan nilai yang dikenal di Jawa yakni: 1.) Tepa
Slira (tenggang rasa); 2.) Lembah Manah (rendah hati); 3.) Andhap Ashor (berbudi luhur); 4.)
Grapyak Semanak (ramah tamah); 5.) Gotong Royong; 6.) Guyub Rukun (kerukunan); 7.) Ewuh
pekewuh (saling menghormati); dan 8.) Pangerten (saling menghargai). Delapan nilai tersebut
berkaitan erat terhadap nilai-nilai kehidupan yang harmonis, namun sayangnya saat ini nilai
tersebut sudah jarang diajarkan dan ditinggalkan. Harapannya adalah melalui delapan nilai
tersebut mampu meningkatkan kesadaran bertoleransi di generasi muda.
Tujuan utama dari pengembangan modul ini adalah sebagai dasar atau pijakan awal
membentuk bahan dan model pembelajaran berdasarkan hasil penelitian dan analisa sosial
untuk pemetaan konflik ideologi. Penerapan Hastha Laku dari kegiatan ini diharapkan
bermanfaat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang masalah anti-radikalisme dan
intoleransi yang di masa depan diharapkan menjadi tonggak sejarah dalam masyarakat yang
harmonis. Selain itu, nilai toleransi dan keragaman dalam masyarakat yang tercipta akan
menjadi proyek percontohan nasional, dan bisa menjadi wujud keberagaman di Indonesia. Hal
ini untuk menjaga keberlanjutan perdamaian, keharmonisan hidup dan memberi ruang bagi
masyarakat lintas etnis, agama, budaya dan masyarakat untuk berinteraksi dan
mengekspresikan pandangan mereka mengenai perdamaian, keragaman dan toleransi.

i
Selanjutnya, modul disusun berdasarkan hasil penelitian dan pemetaan konflik
ideologis. Pemetaan dilakukan melalui rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dengan nara
sumber utama adalah tokoh masyarakat, pemerhati dan pelaku budaya sekaligus akademisi di
bidang terkait. Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam menanggapi isu-isu yang
berkaitan dengan anti radikalisme dan intoleransi di masyarakat. Selain itu juga melibatkan
organisasi kepemudaan, lintas agama, lintas provesi, lintas budaya, lintas gender, MUSPIDA,
penyandang disabilitas dan sebagainya untuk memonitor dan mengoptimalkan tujuan Solo
Bersimfoni.

Pendekatan berikutnya yaitu menggunakan Modul Hastha Laku untuk pelatihan atau
Training for Trainers (TOT) kepada para agen atau pelopor perubahan atau agen toleransi
untuk kelompok dan komunitasnya. Modul ini dapat digunakan untuk:

1. Memberikan Pelatihan dan Pembinaan masyarakat tentang hal-hal yang terkait dengan
toleransi dan kebersamaan, sosial dan budaya, kerjasama antar lintas agama berlandasakan
kearifan local yang sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan di Kota Solo
seperti: tepo sliro, andhap asor, lembah manah, sithik eding, grapyak, semanak, ewuh
pekewuh, pangerten dan lain sebagainya.
2. Mempererat hubungan persahabatan dan tali persaudaraan antar lintas organisasi
kepemudaan dan anggota masyarakat sehingga tercipta suasana yang nyaman dan kondusif.
3. Mengadakan kerjasama di bidang pendidikan dan pelatihan serta - penelitian dengan pihak-
pihak lain, baik pemerintah maupun swasta, sesuai dengan perundang-undangan yang
berlaku
4. Usaha usaha lain yang sah dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang undangan
yang berlaku yang berkaitan dengan maksud dan tujuan perkumpulan

Semoga modul “Hastha Laku Solo” yang disusun oleh Solo Bersimfoni ini dapat
bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat yang bertoleransi dan harmonis yang berkeadilan
social.

ii
DAFTAR ISI
Pendahuluan.................................................................................................................. i
Daftar Isi ....................................................................................................................... iii
1. Guyub Rukun
A. Pengertian Guyub Rukun ................................................................................ 1
B. Manfaat/Pentingnya Guyub Rukun ................................................................. 3
C. Karakteristik/Ciri-ciri Guyub Rukun ............................................................... 4
D. Contoh Sikap Guyub Rukun ........................................................................... 8
E. Aktivitas Siswa............................................................................................... 9
2. Gotong Royong ....................................................................................................
A. Pengertian Gotong Royong ............................................................................. 11
B. Manfaat/Pentingnya Gotong Royong .............................................................. 13
C. Karakteristik/Ciri-Ciri Gotong Royong ........................................................... 14
D. Contoh Gotong Royong .................................................................................. 15
E. Ketahui Lebih Lanjut Apa Itu Gotong Royong ................................................ 16
F. Aktivitas Siswa............................................................................................... 18
3. Tepa Selira ...........................................................................................................
A. Pengertian Tepa Selira....................................................................................... 21
B. Manfaat Memupuk dan Mengembangkan Konsep Tepa Selira......................... 21
C. Ciri-Ciri Tepa Selira........................................................................................... 22
D. Contoh Tepa Selira............................................................................................. 23
E. Aktivitas Siswa................................................................................................... 25
4. Ewuh Pakewuh..................................................................................................... 27
A. Pengertian Ewuh Pakewuh................................................................................. 27
B. Ciri-Ciri Ewuh Pakewuh.................................................................................... 27
C. Contoh Kasus Sikap Ewuh Pakewuh................................................................. 28
D. Aktivitas Siswa.................................................................................................. 29
5. Pangerten .............................................................................................................
A. Tinjauan Pangerten............................................................................................. 31
B. Ciri-Ciri Pangerten.............................................................................................. 31
C. Contoh Sikap Pangerten...................................................................................... 33
D. Aktivitas Siswa.................................................................................................... 34
6. Grapyak Semanak ................................................................................................ 35
A. Konsep Sikap Grapyak Semanak........................................................................ 35
B. Manfaat Sikap Grapyak Semanak....................................................................... 35
C. Karakteristik Grapyak Semanak...................................................................... 37
D. Aktivitas Siswa............................................................................................... 38

iii
7. Lembah Manah .................................................................................................... 40
A. Konsep Lembah Manah....................................................................................... 40
B. Manfaat Sikap Lemba Manah............................................................................. 40
C. Karakteristik Sikap Lembah Manah ................................................................ 41
D. Contoh Sikap Lembah Manah......................................................................... 42
E. Aktivitas Siswa............................................................................................... 45
8. Andhap Asor ........................................................................................................ 47
A. Konsep Sikap Andhap Asor................................................................................ 47
B. Manfaat Sikap Andhap Asor ........................................................................... 47
C. Karakteristik Sikap Andhap Asor.................................................................... 48
D. Contoh Sikap Andhap Asor ............................................................................ 48
E. Aktivitas Siswa............................................................................................... 50
Referensi.................................................................................................................... 52

iv
GUYUB RUKUN
A. Pengertian Guyub Rukun
Guyub rukun secara bahasa berasal dari kata berguyub yang bermakna berkumpul,
berkelompok, yang dapat bermakna pula sebagai rukun (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
Guyub sendiri dapat bermakna kebersamaan sedangkan rukun bermakna keselarasan,
kehidupan tanpa adanya perselisihan, pertikaian, dan konflik. Apabila digabungkan maka
istilah guyub rukun merupakan sebuah kondisi situasi yang damai, selaras tanpa adanya
pertikaian yang dijaga secara bersama-sama. Konsep guyub rukun dalam Jawa yang
dipaparkan oleh Suseno merujuk pada kata rukun yang berarti keselarasan, keadaan yang
damai, suka bekerja sama, saling membantu, saling menerima, dalam suasana tenang dan
sepakat. Rukun adalah keadaan ideal yang diharapkan dapat dipertahankan dalam kehidupan
sosial. Masyarakat Jawa memandang, permasalahan tidak terletak pada penciptaan keadaan
keselarasan sosial melainkan lebih kepada tidak mengganggu keselarasan yang sudah ada.
Secara leksikal, kerukunan sepadan dengan kata harmoni yang dalam bahasa Inggris
kerap diasosiasikan dengan inter-religious harmony (kerukunan antar umat beragama).
Guyub rukun merupakan bentuk cerminan dari Pancasila. Ketakwaan dan keimanan kepada
Tuhan Yang Maha Esa sebagaimana sila pertama akan membuat seseorang takut berbuat
radikal, intoleran dan sikap merugikan lain yang merusak kerukunan. Menjunjung tinggi
hidup yang sesuai sila kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab akan mendorong
seseorang untuk berlaku adil, respect terhadap orang lain apapun latar belakangnya, dan lebih
manusiawi dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga dengan sila ketiga dimana seseorang
yang menjaga kerukunan berarti ia juga mengutamakan terjaganya persatuan, tidak
memaksakan pemikirannya kepada orang lain. Sedangkan sila keempat menjelaskan
pentingnya menjaga kerukunan tidak hanya kepada sesama warga masyarakat tetapi juga
kepada pemerintah. Berusaha menghormati dan melaksanakan perannya sebagai warga
negara dan mendukung program positif pemerintah demi kemaslahatan bersama. Sila kelima
atau terakhir, menjelaskan sikap adil dan beradab yang artinya seseorang dalam kehidupan
yang plural tidak bisa hanya mendukung kelompoknya, ia juga harus menghormati
keputusan-keputusan dan perbedaan kelompok lain dengan cara hidup rukun, tidak saling
mencari kesalahan satu sama lain.

1
Budaya Jawa mengenal pepatah rukun agawe sentosa, crah agawe bubrah yang
berarti bahwa kerukunan akan menciptakan kedamaian, keharmonisan dan kesejahteraan,
sedangkan pertikaian akan menciptakan perpecahan dan disharmonisasi antar sesama. Guyub
rukun digambarkan sebagai situasi ideal dimana masyarakat hidup dalam keharmonisan,
bukan karena semua sama tetapi mampu menyelaraskan keberagaman ke dalam satu situasi
yang diperjuangkan bersama. Guyub rukun hanya dapat dicapai jika keseluruhan komunitas
masyarakat menjaga kestabilan dan keharmonisan.
Kerukunan berarti hidup dalam suasana baik dan damai, tidak bertengkar dan
bersepakat antar umat yang berbeda-beda baik suku, agama, ras, etnis, dan lain sebagainya.
Kerukunan sudah sejak lama diperhatikan oleh pemerintah sebagai elemen kunci dalam
menjaga stabilitas politik dan ekonomi karena kondisi masyarakat di Indonesia sangat
beragam. Menurut A. Mukti Ali, Menteri Agama RI 1971-1978, kerukunan hidup beragama
adalah suatu kondisi sosial dimana semua golongan agama bisa hidup bersama-sama tanpa
mengurangi hak dasar masing-masing untuk melaksanakan kewajiban agamanya. Hal ini
terkait jelas dengan unsur keberagaman yaitu agama. Menurut Lukman Hakim Saifuddin,
Menteri Agama RI 2014-2019, bahwa setiap orang yang berasal dari kelompok agama
manapun dan apakah negara mengakui keyakinan keagamaannya atau tidak, berhak
memperoleh perlindungan negara, karena yang lebih penting adalah bagaimana negara
memenuhi hak-hak sipil dan melindungi semua kelompok umat beragama.
Agama dan etnis menjadi salah satu bagian keberagaman dalam masyarakat Indonesia
yang kerap dijadikan alasan ketika ada konflik. Belajar dari peristiwa di masa lalu tersebut
pemerintah membuat kebijakan-kebijakan yang meminimalisir konflik atas dasar
keberagaman. Berkaitan dengan upaya tersebut, Indonesia yang tergabung dalam negara-
negara muslim (OKI) menandatangani deklarasi HAM yang dikenal sebagai deklarasi
Marrakeshi di Maroko yang menjadikan Piagam Madinah. Deklarasi ini menjamin
pelaksanaan kehidupan beragama harus sejalan dengan Hak Asasi Manusia (HAM).
Penegakan HAM di negara-negara muslim seperti Indonesia harus melihat kebutuhan-
kebutuhan masyarakatnya. Artinya, dalam kasus di Indonesia yang sangat plural atau sangat
beragam, gagasan saling menghargai dan menghormati hak-hak sipil termasuk kelompok
minoritas harus dilakukan. Kerukunan hanya dapat terwujud apabila ada penghormatan atas
nilai-nilai, agama, keyakinan, serta hak-hak komunal pada masyarakat.

2
Gambar 1. Kerukunan Antar Umat Beragama di Indonesia

B. Manfaat /Pentingnya Guyub Rukun


Berdasarkan penjelasan guyub rukun tersebut, setidaknya terdapat manfaat positif
apabila kehidupan guyub rukun dapat dilaksanakan yaitu:
1. Memperkuat rasa toleransi antar keberagaman,
2. Menciptakan harmonisasi yang membawa kedamaian tanpa merasa khawatir akan
perbedaan,
3. Terpenuhinya hak-hak setiap orang,
4. Mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan
5. Terciptanya keamanan, stabilitas, dan ketentraman dalam hidup bermasyarakat,
6. Menumbuhkan persatuan dan kesatuan,
7. Mencegah terjadinya konflik yang didasari perbedaan,
8. Rasa kepuasan batin karena munculnya rasa aman, bebas khawatir, saling menghargai
dan kekeluargaan,
9. Terjalinnya komunikasi yang baik,
10. Terjaganya pluralisme dan kekayaan identitas bangsa,
11. Tidak mudah dipecah belah oleh pihak luar,
12. Mengurangi peluang terjadinya radikalisme, intoleransi, dan perilaku lain yang
merugikan masyarakat.

3
C. Karakteristik/ciri-ciri Guyub Rukun
Terdapat tiga prinsip dasar dalam konsep kerukunan yang harus dipenuhi yaitu: (1)
prinsip mengakui (to cooperate); (2) prinsip menghargai (to respect); dan (3) prinsip
bekerjasama (to cooperate). Sehingga apabila suatu kelompok yang beragam ingin hidup
rukun maka ketiga prinsip tersebut harus dipenuhi, bukan hanya dalam kelompok namun
antar kelompok.
Menurut Nuhrison M. Nuh dalam buku terbitan Badan Litbang dan Diklat
Kementerian Agama RI, terdapat enam keadaan yang menjadi indikator kerukunan
terutama terkait keberagaman agama yaitu:
1. Saling menerima keberadaan umat beragama lain,
2. Saling percaya dan tidak saling curiga antar sesama umat beragama,
3. Kemauan saling mengerti kebutuhan umat beragama lain,
4. Ada kemauan tumbuh dan berkembang bersama,
5. Rela berkorban untuk kebaikan bersama, dan
6. Mengedepankan nilai-nilai ajaran universal agama.
Adapun faktor penghambat integrasi dan kerukunan yaitu:
1. Warisan politik penjajah,
2. Fanatisme yang dangkal,
3. Sikap kurang bersahabat,
4. Cara agresif dalam penyebaran agama,
5. Pengaburan nilai ajaran agama satu dengan agama lain,
6. Ketidakmatangan dan tertutupnya penganut agama (eksklusif),
7. Masih kuatnya budaya patrilokal.
Sedangkan faktor pendorongnya integrasi dan kerukunan yaitu:
1. Nilai gotong royong,
2. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agamanya,
3. Kerja sama antarumat beragama,
4. Kematangan berpikir,
5. Sikap terbuka para penganut agama (inklusif).

4
Tahukah Kamu...
Bahwa strategi penjajah
Belanda yang diterapkan
zaman dahulu supaya
Nusantara dapat dikuasai
adalah Devide et Impera,
yaitu dengan mengadu
domba dan memecah belah
berdasarkan perbedaan
supaya timbul rasa benci
dan permusuhan di
masyarakat. Dengan begitu,
Belanda sangat mudah
menaklukkan wilayah
Nusantara satu per satu.
Ayo, berpikir cerdas! Jangan
mau di adu domba!!
Gambar 2. Jangan Mau di Adu Domba

Stop Bullying!!!

Gambar 3. Stop Bullying

5
Bullying atau perundungan adalah perilaku intimidasi yang dilakukan oleh seseorang
atau sekelompok orang terhadap pihak lain, umumnya terhadap satu orang. Perilaku
bullying merupakan bentuk intoleransi terhadap orang lain.
Bullying biasanya berbentuk kekerasan fisik, ancaman, persekusi, pengucilan, ejekan
(dalam maksud merendahkan, menghina), penindasan, sampai dengan menjatuhkan
reputasi seseorang. Bullying seringkali terjadi di sekolah, terutama dari senior terhadap
siswa yang lebih muda.
Dampak bullying sangat merugikan bagi orang lain dan meski terlihat remeh, dampaknya
sangat berbahaya bagi korban. Secara psikologis korban akan merasa tertekan dan depresi
dalam jangka panjang, bahkan akan menarik diri dari pergaulan.
Beberapa kasus bullying bahkan berujung pada bunuh diri seperti yang dilakukan oleh
bintang komedi Robin Williams, vokalis grup Linkin Park Chester Bennington, artis asal
Korea Selatan Kim Jonghyun dan masih banyak lagi lainnya. Terbukti, bullying tidak bisa
dianggap remeh dan harus dihentikan.
Waspada Cyber Bullying!
Perilaku bullying sudah berkembang seiring perkembangan teknologi, saat ini lingkungan
pergaulan sudah semakin luas dengan adanya media sosial seperti facebook, twitter,
instagram, dan lain sebagainya. Perilaku bullying pun sudah mulai masuk dalam media
sosial, dikenal dengan cyber bullying.
Cyber bullying terjadi ketika seseorang menyudutkan, menghina, mengejek, dan
menjatuhkan reputasi seseorang melalui media sosial sehingga banyak orang melihatnya.
Perilaku ini tidak kalah berbahayanya dengan bullying di dunia nyata, bahkan lebih parah
dan luas dampaknya.
Ayo, sebagai generasi muda kita galakkan sikap anti bullying dan kita junjung tinggi hak
asasi orang lain. Mari kita jaga kerukunan dengan tidak melakukan bullying. SAY NO
TO BULLYING!!!

6
Gambar 4. Ilustrasi oleh Emily V S

Mari Kita Renungkan Sejenak...


Indonesia adalah negara dengan penduduk terbanyak ke-4 di dunia dengan populasi
sebanyak 260 juta jiwa, tersebar di lebih dari 13 ribu pulau dari Sabang sampai
Merauke. Indonesia memiliki beragam kekayaan alam dan budaya.
Hampir setiap wilayah memiliki ciri khas masing-masing yang unik dan berbeda
dengan wilayah lain, misalnya bahasa, etnis, wisata, adat istiadat, flora fauna, dan lain
sebagainya. Indonesia sungguh beruntung diberi keanekaragaman seperti itu, tidak
semua negara memiliki kekayaan seperti Indonesia.
Saking banyaknya, Indonesia memiliki gelaran turnamen olahraga sendiri yaitu PON
(Pekan Olahraga Nasional) yang mempertandingkan berbagai cabang olahraga dari
berbagai daerah di Indonesia. Apabila berprestasi, mereka dapat lebih lanjut mewakili
Indonesia dalam turnamen antar negara seperti SEA GAMES, ASIAN GAMES, AFC
Cup, Piala Thomas, dan lain sebagainya. Semua memiliki kesempatan untuk
mengharumkan nama Indonesia.
Kita bisa melihat salah satu cabang olahraga yaitu sepakbola. Sungguh indah jika
melihat timnas sepakbola Indonesia bermain. Ada sang gelandang Evan Dimas yang
asli Surabaya, ada penjaga gawang Andritany yang dari Jakarta, ada bek I Putu Gede
Juni Antara yang dari Gianyar Bali, penyerang Boaz Solossa dari Papua, dan banyak
pemain lainnya. Kalau kita pikirkan satu persatu, semua pemain dari Indonesia
memiliki kesempatan yang sama dimanapun asalnya. Saat bermain, mereka bersatu
untuk memberikan hasil terbaik bagi timnas Indonesia.
Mari kita renungkan dan pikirkan...
Sudahkah kita memiliki semangat bersatu tanpa melihat perbedaan di lingkungan
sekitar kita?
Sudahkah kita sebagai pelajar menunjukkan sikap yang toleran terhadap teman, guru,
karyawan sekolah, orang tua dan saudara kita?
Kalau belum, yukk mulai dari diri kita memperbaiki sikap kita pada orang lain
meskipun mereka berbeda dengan diri kita, karena perbedaan adalah keberagaman,
dan keberagaman adalah kekayaan. Kapan kita mulai? Yukk Mulai dari Sekarang!!!

7
D. Contoh Sikap Guyub Rukun

AMBON, KOMPAS.com - Gubernur Maluku Said Assagaff menyatakan, upaya


berbagai elemen masyarakat untuk membangun kembali Maluku pasca-konflik
kemanusiaan beberapa tahun lalu, kini telah membuahkan hasil. Maluku kini
telah bertransformasi menjadi salah satu daerah yang paling rukun di Indonesia.

Berdasarkan indeks kerukunan umat beragama, Maluku menempati urutan


ketiga provinsi paling rukun di Tanah Air. “Berdasarkan success story
pembangunan perdamaian pasca-konflik 1999, kini Maluku sudah
bertransformasi menjadi salah satu daerah yang paling rukun di Indonesia,
selain Bali dan NTT,” ucap Said saat menyampaikan sambutan di acara Tanwir
Muhamadiyah di Gedung Islamic Centre Ambon, Jumat (24/2/2017).

Dia menyebutkan, pihaknya terus mengembangkan daerah itu untuk menjadi


laboratorium sosial keagamaan yang diharapkan akan menjadi contoh
kerukunan umat beragama di Indoensia. “Sehingga dari Maluku orang bisa
belajar bagaimana membangun dialog dan kerukunan umat beragama.
Sebagaimana tercermin dalam ungkapan luhur orang Maluku, Potong di kuku
rasa di daging, ale rasa Beta rasa, dan sagu salempeng di bagi dua,”ucapnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Said, Pemerintah Provinsi Maluku telah
membangun sejumlah pusat keagamaan, seperti Islamic Centre, Kristiani
Centre, Buddha Centre, dan Hindu Centre, dengan harapan dari sana keadaban
agama-agama bisa dikembangkan. “Selain itu, kami juga akan membangun
perkampungan multietnis dan multirelijius sebagai Baeleo atau rumah bersama
untuk belajar saling memahami, saling mempercayai, saling menghargai, saling
mencintai, saling membanggakan, saling menopang, dan saling menghidupi,"
ucapnya.

Maluku, sejak berabad-abad silam, memang sangat kaya dengan local wisdom,
yang selama ini dijadikan sebagai alat pemersatu dan pendamai umat Kristen
dan Muslim dalam ikatan persaudaraan.

Kini, mereka sedang berusaha kuat melakukan revitalisasi aneka kebijaksanaan


lokal ini, demi mengembalikan Ambon dan Maluku ke "altar perdamaian" sejati
antara basudarasalam dan sarane (Kristen-Muslim).

Di saat Indonesia kembali dirundung duka akibat munculnya berbagai kelompok


intoleran, Ambon dan Maluku bisa dijadikan sebagai cermin sekaligus teladan
yang sangat baik dan inspiratif, bagi siapa saja yang mendambakan hidup rukun,
toleran, dan damai dalam kemajemukan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dari Maluku Orang Bisa
Belajar tentang Kerukunan ",
https://regional.kompas.com/read/2017/02/24/16574361/dari.maluku.orang.bisa.
belajar.tentang.kerukunan.. 8
Penulis : Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty
AKTIVITAS SISWA
1. Perhatikan studi kasus berikut ini!

Saat ini banyak pemuda dari berbagai macam usia yang membentuk atau
bergabung dalam kelompok geng motor. Alih-alih melakukan kegiatan sosial,
mereka lebih suka berkumpul, mabuk-mabukan, balapan liar, dan bahkan
merusak fasilitas umum, terkadang mereka tidak segan melukai orang lain yang
bukan dari kelompoknya. Secara moral, yang dilakukan oleh mereka tentu tidak
dapat dibenarkan, namun bagi pemuda tersebut, asalkan mereka dapat diterima
kelompoknya, apa pun akan mereka lakukan. Pemuda tersebut seolah
menganggap moral dan nilai yang berlaku dalam masyarakat bukan hal yang
penting untuk dijaga, anggapan mereka bahwa jaman sudah berubah. Menurut
Anda, apakah yang dilakukan oleh pemuda tersebut sudah mencerminkan sikap
guyub rukun dan menjaga kerukunan? Apabila anda berada pada posisi sebagai
pemuda tersebut, apakah Anda yakin bahwa suatu saat ketika Anda sudah sadar,
perilaku semasa muda tersebut dapat dimaafkan oleh semua orang? Apa yang akan
anda lakukan apabila lingkungan pergaulan anda ternyata didominasi oleh
pemuda gang motor tersebut? Jika Anda diberi tanggung jawab untuk merubah
2. Berdasarkan pengalaman Anda, tuliskan ke dalam kolom di bawah ini terkait hal-hal yang
pernah anda alami!

Tabel ini bukan untuk menilai siapa diri Anda tetapi untuk merefleksi apa yang sudah
dilakukan untuk belajar bersama-sama memperbaiki diri
Tabel Refleksi Diri
Perilaku guyub rukun yang sudah pernah Perilaku bukan guyub rukun yang pernah
dilakukan dilakukan
Sekolah Luar sekolah Sekolah Luar sekolah

Tuliskan perilaku apa yang ingin Anda lakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan sikap
guyub rukun tersebut!

9
3. Permainan
a. Siapkanlah dua lembar kertas kosong.
b. Tuliskan pada bagian atas kertas: 1 kertas diberi tulisan HAL YANG KUSUKAI, dan 1
kertas diberi tulisan HAL YANG TIDAK KUSUKAI.
c. Tuliskan masing-masing hal yang disukai atau pun tidak disukai terkait sikap/perilaku
pada masing-masing kertas sesuai judul (bukan hobi atau makanan kesukaan).
d. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan kertas berjudul HAL YANG DISUKAI ke
wadah A, dan HAL YANG TIDAK KUSUKAI ke wadah B.
e. Acaklah masing-masing wadah tersebut.
f. Mintalah masing-masing siswa untuk mengambil kertas dari wadah A dan B.
g. Mintalah siswa untuk menebak siapa pemilik kertas tersebut, bagi 5-10 siswa tercepat
yang bisa menebak secara tepat dapat diberikan reward.
h. Guru kemudian membimbing siswa bersama-sama menuliskan hal-hal apa saja yang
disukai dan tidak disukai di papan tulis.
i. Guru kemudian membimbing siswa untuk membuat kesimpulan terkait hal-hal yang tidak
disukai supaya dihindari untuk dilakukan, dan hal-hal yang disukai untuk dibahas dan
dilakukan apabila baik.
4. Identifikasikan sikap yang harus kamu lakukan berikut!
a. Teman kelas saya ada yang berbeda agama/keyakinan dan saya ingin
mengajaknya mengerjakan tugas kelompok. Saat itu sudah jam istirahat dan
biasanya ia melakukan ibadah pada jam tersebut. Sebaiknya, apa yang saya
lakukan?
b. Saya memiliki saudara di rumah, kebetulan kami sama-sama suka bermain
sepakbola. Kami memutuskan untuk bermain bersama bergabung dengan
teman di komplek perumahan, saat itu sepatu bola ternyata tinggal satu
pasang. Sebaiknya sapa yang saya lakukan?
c. Di lokasi sekitar rumah saya terdapat satu rumah yang diisi oleh keluarga
pendatang baru, ternyata mereka berasal dari luar provinsi dan tidak bisa
menggunakan bahasa daerah yang biasa kami gunakan dan keyakinan
mereka juga berbeda. Suatu hari keluarga mereka mengadakan acara pesta
dan keluarga kami diundang untuk datang. Sikap saya adalah?
d. Di lingkungan sekolah saya banyak teman-teman yang bergabung dalam
geng motor, dan hampir semua teman pergaulan saya kini ikut bergabung
juga dengan alasan solidaritas. Saya juga diajak untuk ikut bergabung,
pilihannya jika saya tidak bergabung maka saya kehilangan teman yang
biasanya saya bergaul bersama. Sebaiknya apa yang saya lakukan?

10
GOTONG ROYONG
A. Pengertian Gotong Royong
Gotong royong berasal dari bahasa Jawa dari kata gotong yang artinya memikul atau
mengangkat dan royong yang artinya bersama-sama. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, gotong royong adalah bekerja bersama-sama secara tolong menolong, bantu
membantu. Dalam bahasa Inggris, gotong royong disebut sebagai mutual assistance.
Gotong royong merupakan istilah asli Indonesia yang menjadi landasan semangat
membangun bangsa. Melalui pidatonya kepada peserta sidang BPUPKI, Presiden Soekarno
menyampaikan makna gotong royong sebagai pembantingan tulang bersama, pemerasan
keringat bersama, dan perjuangan bantu-membantu bersama. Pada Pancasila, semangat
gotong royong tertuang terutama dalam sila ketiga dan sila keempat. Saking pentingnya
gotong royong, pemerintah RI pernah mengadopsinya ke dalam kabinet pemerintahan era
Orde Lama.
Gotong royong sesuai dengan definisi Aristoteles tentang manusia sebagai makhluk
sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan manusia lain. Interaksi yang terjadi
antara manusia tersebut diantaranya berbentuk kegotongroyongan.
Gotong royong saat ini jarang digunakan masyarakat untuk menyebut kerja sama,
mereka lebih sering menggunakan istilah cooperate, sharing, dan lain sebagainya. Padahal,
semua kegiatan tersebut merupakan bentuk gotong royong. Sehingga dapat dikatakan bahwa
gotong royong tidak lekang oleh perubahan jaman. Kegiatan penggalangan dana
(fundraising) untuk membantu korban bencana alam misalnya, merupakan istilah modern
yang menggunakan konsep gotong royong. Nilai-nilai gotong royong sebagai budaya
Indonesia merupakan bentuk solidaritas sosial. Sebagai contoh adalah kegiatan bersih desa,
kerja bakti, kirab budaya merupakan bentuk kegotongroyongan masyarakat yang sudah
dikenal sejak jaman dahulu. Bahkan hal itu menjadi karakter bangsa yang turun-temurun
diwariskan yang didalamnya kaya akan nilai edukatif.
Koentjaraningrat membagi gotong royong menjadi dua jenis, gotong royong tolong
menolong dan gotong royong kerja bakti. Gotong royong tolong menolong terjadi pada
aktivitas pertanian, rumah tangga, hajatan atau pesta, perayaan, serta peristiwa bencana.
Gotong royong kerja bakti biasanya dilakukan untuk mengerjakan sesuatu yang untuk
kepentingan umum seperti bersih desa.

11
Gotong royong mustahil dilakukan jika di dalam diri masyarakat tidak ada rasa
empati atau saling mengasihi. Gotong royong perlu tetap dipupuk dan dipelihara sebagai
nilai kekayaan bangsa meskipun zaman berkembang secara cepat. Nilai gotong royong ada
dalam Pancasila yang didalamnya terkandung nilai kemanusiaan, persatuan,
permusyawaratan, serta keadilan sosial.
Sejarah gotong royong tidak terlepas dari sejarah Indonesia yang sebagian besar
penduduknya petani dan sering melibatkan banyak saduara atau tetangga pada saat
menanam padi maupun panen. Beberapa daerah di Jawa misalnya, dikenal istilah sambatan
yang sering dijumpai pada orang yang memiliki hajat. Sambatan berasal dari kata sambat
yang maknanya meminta pertolongan sehingga melibatkan banyak orang. Ferdinand
Tonnies menyebut istilah gotong royong sebagai gemeinschaft karena masyarakat secara
bersama-sama dan sukarela melakukan kegiatan untuk tujuan bersama, meskipun kini sudah
banyak berubah menjadi tidak lagi secara sukarela.
Koentajraningrat membagi konsep gotong royong di masyarakat antara lain:
1. Tetulung layat, artinya adalah gotong royong spontan ketika ada penduduk yang
meninggal dunia (musibah kematian dan kecelakaan),
2. Guyuban, artinya adalah gotong royong yang dilakukan untuk melakukan pekerjaan
kecil di sekitar rumah atau kebun (pekerjaan rumah tangga),
3. Nyurung, artinya adalah gotong royong saat ada warga yang memiliki hajat, pesta,
perkawinan, kelahiran dan lain sebagainya (pesta atau hajatan).
Gotong royong adalah simbol persatuan yang sudah dikenal luas di Indonesia
bukan hanya di Jawa. Di masyarakat Gayo misalnya juga memiliki tradisi kuru, sebuah
adat dalam pernikahan yang melibatkan keluarga besar. Gotong royong merupakan sikap
pro sosial yang menguntungkan orang lain atau bersama sehingga merupakan warisan yang
perlu dijaga dan dilestarikan. Melalui kecanggihan teknologi, nilai gotong royong akan
tetap terpelihara manakala seseorang mampu memanfaatkan kemajuan zaman untuk tujuan
sosial yang positif. Gerakan sosial dalam membantu dan menggalang dukungan ataupun
penggalangan dana melalui media sosial adalah salah satu contohnya.
Beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang untuk berlaku gotong royong yaitu:
1. Keuntungan diri atau Self gain, yaitu harapan untuk memperoleh dan menghindari
sesuatu seperti penghargaan, pengakuan, pujian, dan takut dikucilkan.

12
2. Nilai dan norma diri atau Personal values & norms, yaitu nilai dan norma sosial yang
diinternalisasi oleh individu dan sebagian nilai serta norma tersebut berkaitan dengan
tindakan pro sosial seperti kewajiban menjalankan kebenaran.
3. Empati, yaitu kemampuan seseorang untuk merasakan perasaan atau pengalaman orang
lain.
Sikap tersebut akan membantu menjaga terpeliharanya sikap gotong royong dalam
masyarakat Indonesia bagaimana pun zaman akan berubah.

B. Manfaat/Pentingnya Gotong Royong


Manfaat positif yang bisa dirasakan jika gotong royong yaitu:
1. Pekerjaan menjadi lebih ringan, karena pekerjaan seberat dan sebanyak apa pun dapat
lebih ringan jika dikerjakan bersama. Dalam hal ini tentunya adalah pekerjaan yang
boleh dikerjakan bersama.
2. Memperkuat hubungan antar warga di tempat mereka berada,
3. Menyatukan seluruh warga yang terlibat di dalamnya. Kebersamaan yang terjalin melalui
gotong royong akan menumbuhkan persatuan diantara anggota masyarakat. Persatuan
akan membawa masyarakat lebih kuat,
4. Kebersamaan. Gotong royong mencerminakan kebersamaan karena lebih dari satu orang
melakukan hal secara bersama-sama untuk tujuan bersama.
5. Rela berkorban. Melalui gotong royong seseorang belajar untuk rela berkorban,
mengorbankan waktu, tenaga, dan materi untuk tujuan bersama. Masyarakat bisa belajar
berbagi dan mengesampingkan sikap individualis.
6. Tolong menolong. Kegiatan dalam gotong royong melibatkan aktivitas saling mambantu,
hal ini menciptakan sebuah kegiatan tolong menolong. Tolong menolong akan
menumbuhkan sikap empati dan rasa ingin membalas budi.
7. Sosialisasi. Sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan orang lain dalam kehidupan
sehari-hari. Melalui gotong royong, masyarakat memnuhi kodratnya sebagai makhluk
sosial dan terhindar dari sifat individualistis. Pada zaman sekarang, sikap sosial akan
mencegah perilaku kejahatan yang tersembunyi seperti terorisme.

13
C. Karakteristik/Ciri-Ciri Gotong Royong
Gotong royong merupakan sikap sosial yang menguntungkan bagi orang lain dan
masyarakat. Aspek-aspek dalam gotong royong terkandung dalam aspek sikap pro sosial
sebagai berikut:
1. Sharing (sithik eding), merupakan sikap kesediaan berbagi kepada orang lain baik dalam
bentuk materi atau pun non materi.
2. Cooperating (asah asih asuh), merupakan sikap berkerjasama dengan orang lain demi
tercapainya tujuan.
3. Helping (tulung tinulung), merupakan sikap kesediaan menolong orang lain yang berada
dalam kesusahan.
4. Donating (nyumbang), merupakan sikap berderma atau menyumbang secara sukarela
baik berupa uang atau barang yang dibutuhkan.
5. Honesty (jujur), merupakan kesediaan untuk jujur, transparan, dan tidak berbuat curang
terhadap orang lain.
Ciri-ciri lain dari gotong royong antara lain sebagai berikut:
1. Bertujuan mensejahterakan kepentingan banyak orang.
2. Menyelesaikan suatu tantangan secara bersama.
3. Memiliki rasa peduli terhadap orang lain.
4. Menganggap masalah merupakan tanggung jawab bersama
5. Umumnya melibatkan banyak orang.

Gambar 5. Gotong Royong Merupakan Ciri Khas Bangsa Indonesia

14
D. Contoh Gotong Royong

Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 41 orang luka-luka akibat serangan bom


bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). Warga
Kota Buaya pun beramai-ramai mendatangi rumah sakit buat
mendonorkan darah mereka, demi membantu para korban luka yang
kritis.

Ratusan warga itu mendonorkan darahnya di UTD Palang Merah


Indonesia (PMI) Kota Surabaya Jalan Embong Ploso.

"Ayo warga Surabaya, bagi yang punya kepedulian dan mampu


mendonorkan darahnya, kita berdonor di PMI untuk para korban ledakan
bom gereja di Surabaya," kata salah seorang warga, Teguh Prihandoko
usai mendonorkan darah di PMI Embong Ploso, sebagaimana dilansir
Antara.
Menurut Teguh, dengan mendonorkan darah diyakini bisa
menyelamatkan para korban ledakan bom, yang saat ini membutuhkan
darah dan dalam perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Surabaya.

Imbauan sama juga disampaikan oleh para pengurus dan anggota


Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur. Humas PDOI
Jatim Daniel Rorong mengatakan imbauan itu sebagai bentuk kepedulian
dari PDOI untuk menyumbangkan darah guna membantu para korban
teror bom.

"Setetes darah rekan-rekan driver online R2 dan R4 sangat membantu


untuk menyelamatkan saudara-saudara kita yang membutuhkan donor
darah," katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pelayanan Donor UTD PMI Surabaya, dr.
Martono Adi Triyuko, memperkirakan jumlah pendonor pada hari ini
mencapai 600 orang. Jumlah tersebut melebihi target dalam situasi
normal.

"Kalau biasanya, per harinya kami ada target sekitar 400-an. Tapi hari ini
membeludak setelah insiden itu. Masyarakat rasa pedulinya luar biasa,"
katanya.
Martono mengatakan antusiasme warga ini sangat membantu para
korban ledakan bom, khususnya yang kondisinya sangat membutuhkan
darah. Ia memuji kepedulian masyarakat yang sangat tinggi untuk
membantu para korban ledakan bom gereja di Surabaya. (ayp/asa)

15
E. Ketahui Lebih Lanjut Apa Itu Gotong Royong!
Gotong royong selalu dihubungkan dengan kegiatan bekerjasama yang bernilai
positif dan membangun, namun tidak semua kegiatan yang melibatkan kerjasama bisa
disebut sebagai gotong royong.
Gotong Royong (Positif) Bukan Gotong Royong (Negatif)
Bekerja kelompok Mengerjakan PR teman lain
Membersihkan lingkungan sekolah Bekerjasama dalam mencontek saat ujian
Menggalang bantuan untuk yang terkena Bekerjasama dalam membolos, termasuk
musibah/bencana mengisikan absen teman yang membolos
Mempersiapkan acara pentas seni atau ulang Tawuran atau berkelahi
tahun sekolah secara bersama-sama
Berbagi tugas dalam menyelesaikan proyek Bullying atau secara bersama-sama
kelompok mengintimidasi orang lain
Membagi jadwal piket kebersihan kelas Beramai-ramai menutup jalan umum untuk
balapan liar bersama komunitas atau
kelompok
Berpartisipasi pada kegiatan sekolah apabila Bergabung dengan geng motor dan merusak
dibutuhkan (paskibraka, pramuka, PMR, fasilitas umum beramai-ramai
olahraga)

16
Gotong Royong dalam Olahraga
Tahukah kamu: Pada Piala Eropa 2016, Portugal keluar sebagai juara kompetisi tersebut berkat
kerja sama dan gotong royong antar pemainnya. Pada partai final melawan Perancis, Portugal
terpaksa tidak diperkuat pemain andalan mereka, Cristiano Ronaldo, yang mengalami cedera.
Meskipun demikian, para pemain timnas Portugal tidak berputus asa dan menunjukkan semangat
gotong royong hingga menit akhir pertandingan dan akhirnya mereka keluar sebagai juara.

Gambar 6. Gotong Royong dalam Olahraga

Gotong Royong di Sekolah dan di Rumah:


Sebagai pelajar tentunya kamu tidak asing dengan kegiatan kerja bakti membersihkan
lingkungan sekolah. Nah, apakah peranmu dalam kegiatan tersebut sudah maksimal? Bagaimana
dengan kegiatan bersih-bersih rumah? Apa yang kamu lakukan setiap libur sekolah? Bermain
atau kamu meluangkan waktu untuk membantu keluargamu membersihkan rumah?
Mari kita selalu berpartisipasi setiap kali ada kegiatan kerja bakti, kalau lingkungan bersih, kita
juga yang mendapatkan manfaatnya.

Gambar 7. Gotong Royong di Sekolah Gambar 8. Gotong Royong di Lingkungan Rumah

17
AKTIVITAS SISWA

1. Perhatikan studi kasus berikut!

Pada tahun 2004, di beberapa wilayah Indonesia dilanda bencana tsunami yang
meluluhlantakkan hampir seluruh bangunan dan perekonomian masyarakat. Khususnya
di Aceh, korban jiwa diperkirakan berjumlah 280.000 dan kerugian materi mencapai
19.9 juta dolar. Mereka tidak siap dengan bencana alam yang tiba-tiba datang
menghampiri mereka dan hampir tidak ada tempat untuk bersembunyi, transportasi
darat terputus dan tidak ada sumber energi lumpuh total. Bisa dikatakan bahwa musibah
tsunami telah menghancurkan struktur sosial dan ekonomi masyarakat. Namun, tidak
berselang lama bantuan datang dari berbagai penjuru daerah dan dunia. Berbagai
organisasi kemanusiaan turut serta memberikan upaya terbaiknya dalam memulihkan
kondisi di Aceh. Saat itu, semua fokus penduduk negeri seolah mengarah kepada
saudara mereka yang sedang ditimpa musibah tanpa memperdulikan latar belakang
masing-masing. Menurut anda, apa yang mendorong masyarakat untuk melakukan
kegiatan tersebut? Apakah mereka mendapat keuntungan materi dari kegiatan yang
mereka lakukan? Jika peristiwa tersebut terjadi pada saat ini, apa yang anda lakukan?
Bantuan seperti apa yang bisa anda berikan kepada korban tersebut?

2. Refleksi Diri
Isilah tabel di bawah ini dengan kegiatan yang mencerminkan gotong royong yang pernah
anda lakukan!
Lingkungan sekolah Lingkungan keluarga

18
3. Perhatikan gambar di bawah ini!

Coba kamu ceritakan menggunakan bahasamu sendiri maksud dalam gambar tersebut!

4. PANJANG-PANJANG GAMES
a. Bentuklah kelompok dari jumlah siswa secara merata dan perintahkan siswa untuk
berkumpul sesuai dengan kelompoknya
b. Minta siswa untuk berbaris per kelompok
c. Bentuklah baris yang panjang, boleh dengan posisi berbaring atau menggunakan
perlengkapan lain yang saat itu dibawa oleh siswa se-kreatif mungkin. Siswa tidak
diperbolehkan mengambil benda dari luar ruangan atau area.
Nilai yang diharapkan dari permainan tersebut adalah adanya gotong royong, rela berkorban
untuk mencapai tujuan bersama, saling bekerja sama.

19
5. Identifikasi Sikap apa yang harus kamu lakukan pada peristiwa berikut!

1.) Minggu ini adalah liburan terakhir sebelum besok masuk sekolah.
Kebetulan di desa saya sedang mengadakan kerja bakti setelah sekian
lamanya. Teman-teman saya berencana datang ke rumah hari ini
untuk bermain bersama di sisa liburan. Sebaiknya, apa yang saya
lakukan?
2.) Hari ini adalah ujian matematika, saya merasa sangat kesulitan
mengerjakannya dan jika nilai saya tidak mencapai KKM, saya harus
mengulangi ujian lagi dan belajar lagi sepanjang malam. Kebetulan
satu hari sebelumnya teman saya yang jago matematika menawarkan
untuk membantu teman sekelas saat ujian dengan teknik yang tidak
diketahui oleh guru. Sebaiknya apa yang saya lakukan?
3.) Hari ini adalah hari terakhir tugas kewarganegaraan dikumpulkan,
saya biasanya mendapat nilai tertinggi dan kali ini saya berkesempatan
mengulanginya lagi jika mengumpulkan tugas di awal. Saat itu, adalah
persiapan upacara bendera dimana saya bertugas sebagai anggota
paduan suara, namun apabila saya ikut berlatih maka saya
kemungkinan tidak memperoleh nilai tertinggi karena ada teman lain
yang akan lebih dulu mengumpulkan. Sikap saya adalah?

20
TEPA SELIRA (TENGGANG RASA)

A. Pengertian Tepa Selira


Tepa selira merupakan sebuah konsep masyarakat Jawa dalam bersikap dimana
setiap tindakan yang dilakukan oleh seseorang akan diterima atau dirasakan oleh orang
lain. Tepa selira sendiri berarti cerminan diri, contohnya kalau kita tahu dicubit itu terasa
sakit maka janganlah mencubit orang lain.
Konsep tepa selira memiliki padanan dengan konsep tenggang rasa. Sikap
tenggang rasa adalah suatu sikap hidup dalam ucapan, perbuatan, dan tingkah laku yang
mencerminkan sikap menghargai dan menghormati orang lain. Setiap orang harus
mampu bergaul dengan siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Melalui sikap tenggang
rasa, kita dapat merasakan atau menjaga perasaan orang lain sehingga orang lain tidak
merasa tersinggung. Sikap tenggang rasa merupakan sikap yang memiliki nilai budi
pekerti yang baik. Ketika memiliki sikap tenggang rasa ini, kita bisa menempatkan diri
pada lingkungan pergaulan dengan benar sehingga tercipta suasana yang rukun,
harmonis, serasi, selaras, dan seimbang. Sikap ini juga tercermin di dalam pancasila sila
yang ke tiga, yaitu persatuan Indonesia
Dalam pergaulan di masyarakat, sikap tenggang rasa dapat diwujudkan dalam hal:
1. Menghormati hak-hak orang lain
2. Rela membantu teman yang mengalami musibah
3. Menjenguk teman yang sedang sakit
4. Mau mengendalikan sikap, perbuatan, dan tutur kata yang dapat menyinggung atau
melukai perasaan orang lain

B. Manfaat Memupuk dan Mengembangkan Konsep Tepa Selira


Sikap tenggang rasa merupakan suatu sikap yang sangat perlu untuk
dikembangkan dalam kehidupan, baik di keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Jika
sikap tenggang rasa senantiasa dikembangkan dalam hidup sehari-hari maka akan
memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Manfaat-manfaat tersebut
diantaranya:
1. Menumbuhkan rasa kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama
2. Menciptakan suasana yang aman dan tentram dalam kehidupan antar sesama
3. Mempererat rasa kekeluargaan dan keakraban antar sesama sehingga akan melahirkan
suatu masyarakat yang adil dan makmur yang berdasarkan Pancasila
4. Memupuk rasa tanggung jawab pada diri sendiri untuk melindungi dan membantu
satu sama lainnya
5. Memupuk rasa kebersamaan sehingga dapat menciptakan suatu kerukunan dalam
kehidupan.

21
Sikap tenggang rasa sangat perlu dipupuk dan dikembangkan dalam kehidupan
sehingga dapat tercipta suatu kehidupan yang harmonis dengan sesama. Namun tidak
semua orang dapat mengembangkan dan memupuk sikap tenggang rasa dalam diri
mereka. Apabila dalam kehidupan sehari-hari sikap tenggang rasa tidak dikembangkan,
maka akan menimbulkan hal-hal yang berdampak negatif sehingga merugikan banyak
orang. Akibat-akibat yang ditimbulkan tersebut antara lain:
1. Tumbuhnya rasa individualisme yang tinggi sehingga senantiasa lebih mementingkan
kepentingan dirinya sendiri dari pada kepentingan bersama
2. Banyak terjadi pertentangan dalam masyarakat yang dapat menyebabkan terjadinya
kekacauan bahkan retaknya persatuan dan kesatuan bangsa
3. Dikucilkan dalam pergaulan di masyarakat. Penyebabnya adalah tidak mampu
menghargai dan menghormati perasaan orang lain sehingga banyak orang yang tidak
senang bergaul dengannya
4. Tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas dan kewajibannya
5. Tidak memiliki rasa kepedulian terhadap sesama yang sedang memerlukan bantuan
6. Tidak akan pernah tercipta kerukunan hidup yang serasi, selaras, dan seimbang antar
sesama

C. Ciri-Ciri Tepa Selira


Berikut ini merupakan ciri-ciri orang yang menunjukkan perilaku tepa selira
dalam hidup bermasyarakat yakni sebagai berikut:
1. Saling menghormati antar umat beragama
2. Hidup rukun dan damai antar sesama
3. Tidak menyinggung atau menyakiti perasaan orang lain
4. Memberikan kesempatan kepada orang lain untuk melaksanakan ibadah sesuai
dengan kepercayaan yang dianutnya
5. Tidak membeda-bedakan serta mau bergaul dengan orang yang berbeda latar
belakang suku, ras, agama, maupun pendidikan
6. Tidak bersikap sombong dan memamerkan kekayaan yang dimiliki kepada orang lain
7. Menghargai persamaan derajat, harkat, dan martabat setiap manusia

22
Gambar 9. Cerminan Tepa Slira

D. Contoh Kasus Sikap Tepa Selira


TOLERANSI UMAT BERAGAMA SAAT KEGIATAN KEAGAMAAN DI
SEKOLAH

Siswa rohani Kristen terlihat khusyuk melaksanakan kegiatan keagamaan yang


berbarengan dengan pesantren ramadhan. Sementara siswa muslim mengikuti pesantren
kilat, siswa non muslim melakukan kegiatan Rohani Kristen (Rokris) keduanya
mekalsanakan kegiatan pada hari dan waktu yang sama.
Suara puji-pujian diiringi alunan musik jelas terdengar di salah satu ruang aula
laboratorium SMA Negeri 12 Bekasi, di ruangan lainnya puluhan siswa muslim asyik dan
khusuk menerima materi tentang keagamaan. Sebanyak puluhan siswa non msulim
terlihat berdiri menyanyikan lagu puji-pujian, tiga siswa memegang gitar mengiringi
teman-temannya yang terlihat khusyuk menendangkan lagu puji-pujian pada Tuhan.
Tak lama berselang, seorang siswa serta merta memberikan pidato tentang keagamaan
dan dilanjutkan dengan puji-pujian berikutnya. Ketua Rokris SMA Negeri 12 Bekasi,
Wiliam, kepada Radar Bekasi menuturkan, kegiatan ini dilakukan untuk menghormati
umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa. “Sebagai penghormatannya,
mereka juga mendoakan umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa agar
diberikan kekuatan,” jelas Wiliam.
Kendati melakukan kegiatan di lokasi dan waktu yang berbarengan, kegiatan berjalan
aman dan tenang. Siswa-siswi muslim tetap melakukan ibadah puasa dan sholat
sedangkan siswa Rokris melakukan kegiatan keagmaannya dengan tenang dan nyaman.
Kepala Sekolah SMA Negeri 12 Bekasi, Ekowati, menuturkan adanya kegiatan pesantren

23
ramadhan dan juga kegiatan Rokris ini bukan berarti memecah belahkan antara umat
beragama, tetapi menyatukan kerukunan antar umat beragama, yaitu dengan saling
toleransi. “Dengan kegiatan seperti ini, siswa muslim mendapatkan pendalaman agama
melalui kegiatan pesantren ramadhan, sedangkan siswa non muslim mendapatkan materi
melalui kegiatan Rokris” ttur Ekowati.
Dikatakan Ekowati, bersikap toleran merupakan solusi agara tidak terjadi perpecahan
dalam mengamalkan agama, harus menjadi kesadaran pribadi yang selalu dibiasakan
dalam wujud interaksi sosial. Salah satu wujud dari tolerannsi hidup beragama lanjut
Ekowati, menjalin dan memperkokoh tali silaturahmi antar umat beragama dan menjaga
hubungan yang baik dengan manusia lainnya.
Sumber: https://duniakamudanaku.wordpress.com/2011/04/17/toleransi-di-sekolah-smp/

24
AKTIVITAS SISWA
1. Berikanlah pendapat anda mengenai kasus di bawah ini!

PEMICU PENGEROYOKAN SISWA SMP DI KARANGANYAR

KARANGANYAR - Pengeroyokan terhadap pelajar sekolah menengah pertama (SMP)


negeri dengan swasta di Kerjo terjadi di kebun karet Kerjo pada Kamis (8/2/2018) siang.
Video itu menjadi viral di media sosial (medsos).
Dikutip dari situs Solopos.com, perkelahian antarpelajar beda sekolah itu terjadi karena
salah paham. Pelajar dari SMP swasta menuding pelajar dari SMP negeri di Kerjo
menantang. Saat kejadian, pelajar dari SMP negeri melintas di depan sekolah swasta dan
menggeber gas sepeda motornya.
“Tindakan itu, diduga membuat pelajar dari sekolah swasta salah paham. Dikira
menantang. Dikira bleyer (mainkan pedal gas) sepeda motor di depannya,” kata
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Agus Haryanto.

Agus menuturkan dinas berkoordinasi dengan kepolisian setempat, Polsek Kerjo, dan
Unit PPA Polres Karanganyar untuk menangani kasus itu. Menurut dia, pihak sekolah
masing-masing sudah memberikan reaksi cepat dan sigap.
“Pihak sekolah itu langsung panggil anak-anak murid, orangtua dan wali murid, termasuk
dengan guru-guru. Ambil langkah cepat berkoordinasi dengan pihak terkait. Sudah
ditemukan semua pelajar itu,” tutur dia.
Kejadian perkelahian antarpelajar itu viral di sejumlah medsos. Isi video menunjukkan
sejumlah pelajar mem-bully salah seorang pelajar yang duduk di tanah sembari menekuk
lutut. Dia menerima pukulan, tempeleng, dan tendangan pada bagian kepala, paha, dan
lain-lain. Pelajar yang di-bully hanya pasrah sembari melindungi diri.

Sumber: https://news.okezone.com/read/2018/02/09/512/1856916/ternyata-ini-pemicu-
pengeroyokan-siswa-smp-di-karanganyar

2. Tuliskan kasus yang pernah anda alami atau anda lihat yang berkaitan dengan sikap
tenggang rasa lalu identifikasi kasus tersebut!

Kasus Sikap anda Sikap yang seharusnya

25
3. Ekstrakulikuler seperti pramuka dan Palang Merah Remaja (PMR) yang terdapat di
sekolah merupakan sebuah ekstrakulikuler yang mengajak siswa untuk bersama-sama
saling membantu tanpa melihat latar belakang setiap orang. Ekstrakulikuler ini mengajak
siswa untuk berbuat baik atas nama kemanusiaan.

Langkah-langkah kegiatan:
 Melakukan kerjasama dengan organisasi pramuka atau PMR yang ada di sekolah
 Siswa bersama dengan organisasi pramuka melakukan kegiatan sosial bersama
seperti membersihkan sekolah dan membantu masyarakat di sekitar lingkungan
sekolah
 Siswa bersama dengan organisasi PMR melakukan kegiatan donor darah. Melalui
kegiatan ini siswa diajak untuk saling membantu tanpa melihat siapa yang akan
menerima donor darah yang telah dilakukan. Kegiatan ini juga mengajarkan
bahwa berbuat baik tidak selalu berbicara tentang materi atau harta namun juga
dapat dilakukan dengan mendonorkan darah sehingga setiap orang dapat
melakukannya.
 Setelah selesai melakukan kegiatan bersama pramuka atau PMR siswa diajak
untuk melakukan refleksi menceritakan pengalaman yang dia dapat.

26
EWUH PAKEWUH (SALING MENGHORMATI)

A. Pengertian Ewuh Pakewuh


Geertz (1961) menyebutkan bahwa ewuh pakewuh terkait dengan perilaku
kesopanan seseorang. Indikator kesopanan orang Jawa adalah tidak melakukan penolakan
seperti mengatakan “tidak” pada perintah atau permintaan seseorang. Tobing (2010)
menyatakan bahwa ewuh pakewuh dapat muncul akibat individu sudah mengenal atau
banyak menerima suatu kebaikan dari orang lain sehingga bagi individu itu akan sulit
untuk menolak atau mengabaikan permintaan orang tersebut. Ewuh pakewuh biasanya
cenderung dihadapi orang yang lebih muda terhadap orang yang lebih tua.
Soeharjon (2011) mendefinisikan ewuh pakewuh sebagai sikap sungkan atau rasa
segan serta menjunjung tinggi rasa hormat. Menurut Tobing (2010), ewuh pakewuh yang
merupakan nilai dalam masyarakat Jawa terdiri dari beberapa prinsip yang sangat erat
hubungannya dengan aspek-aspek dalam ewuh pakewuh, yaitu prinsip kerukunan dan
prinsip hormat. Prinsip ini sesuai dengan sila ke tiga persatuan Indonesia dan sila ke ke
empat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan
perwakilan. Saling menghargai di dalam hidup bermasyarakat akan membawa
kerukunan, ketenangan, perdamaian di dalamnya sehingga membawa persatuan pada
bangsa. Saling menghargai juga berarti saling mendengarkan pendapat, tidak
memaksakan kehendak dalam memutuskan suatu perkara.

B. Ciri-Ciri Ewuh Pakewuh


Berikut ini merupakan ciri-ciri orang yang menunjukkan perilaku ewuh pakewuh
dalam hidup bermasyarakat yakni sebagai berikut:
1. Saling pengertian, menghargai, dan menghormati perbedaan
2. Tidak mengolok-olok dan memberikan gelar yang baik kepada orang lain
3. Memberikan salam terhadap orang yang lebih tua
4. Dapat menerima kemenangan dan memberikan selamat pada lawan bertanding
5. Tidak ingin membuat orang lain kecewa
6. Tidak egois
7. Segan untuk meminta pertolongan kepada orang yang belum memiliki hubungan erat

27
Gambar 10. Cerminan Ewuh Pakewuh

C. Contoh Kasus Sikap Ewuh Pakewuh


Sekolah merupakan tempat bagi siswa untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Di
sekolah kita tidak hanya menjumpai guru dan siswa saja, tetapi ada beberapa profesi yang
sering luput dari perhatian kita dan mungkin saja kita tidak begitu peduli dan tidak
menganggap penting apa yang telah mereka kerjakan bagi sekolah. Kita biasanya hanya
berfokus pada orang-orang yang memiliki interaksi langsung dengan kita dan dapat kita
rasakan manfaatnya secara langsung, misalnya kita hanya menaruh hormat dan perhatian
pada guru atau staf tata usaha.
Tanpa disadari bahwa ada orang-orang yang memiliki peran di dalam sekolah namun
keberadaannya sering dihiraukan. Contohnya seperti satpam sekolah yang bertugas
menjaga keamanan dan ketertiban sekolah serta membantu merapikan dan mengatur
kendaraan guru dan siswa. Selain itu ada petugas kebersihan sekolah yang sering
dilupakan jasanya dan bahkan mungkin dianggap rendah atau sebelah mata karena
pekerjaannya. Hal-hal demikian tidak menunjukkan bahwa saling menghormati masih
belum menjadi sebuah budaya yang ada di sekolah, sehingga bila hal tersebut tidak
dibiasakan maka akan berdampak pada munculnya sikap semena-mena terhadap orang
yang memiliki status sosial lebih rendah. Hal ini tentu sangat tidak diharapkan karena
dapat menimbulkan ketidakharmonisan di dalam lingkungan
Seharusnya sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk siswa mendapatkan ilmu
pengetahuan tetapi juga siswa dapat mendapatkan pendidikan mengenai nilai-nilai budi
luhur yang dapat diperoleh melalui interaksi yang terjadi di sekolah. Membiasakan diri
untuk menghargai satpan ataupun petugas kebersihan sekolah dengan cara menyapa,
ramah, bersikap sopan, selalu mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah
diterima, meminta tolong dan tidak memerintah merupakan beberapa cara yang dapat
dilakukan untuk menunjukkan bahwa kita menghormati orang tersebut. Apabila kita
terbiasa melakukan hal tersebut maka niscaya akan tercipta suasana damai dan tentram di
lingkungan kita

28
AKTIVITAS SISWA
1. Berikanlah pendapat anda mengenai kasus di bawah ini!

GURU ALAMI LUKA PARAH PADA MATA KARENA PUKULAN SISWANYA

Peristiwa ini terjadi pada 2015 lalu di Sukabumi, Agung Aditya Putra, salah satu guru
honorer di SMA mendapati salah satu muridnya membolos di jam pelajaran. Agung
menegur muridnya karena tidak masuk kelas pada jam pelajarannya. Setelah dicari
ternyata pelajar itu sedang tiduran di ruang Pramuka. Namun pelajar ini langsung
menantang sang guru. Karena tersinggung dengan ucapan anak didiknya itu, maka Agung
menegurnya kembali dengan sindiran agar tidak masuk kelas. Karena tersulut emosi,
pelajar itu langsung memukul dan menganiaya gurunya. Akibatnya, kacamata yang
dikenakan guru honorer ini pecah dan serpihan kacanya melukai pelipis korban dan
terpaksa menjalani perawatan dengan 10 jahitan.

Sumber: http://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2016/08/11/5-kasus-penganiayaan-guru-
murid-inikah-mental-pelajar-indonesia/

2. Tuliskan kasus yang pernah anda alami atau anda lihat yang berkaitan dengan sikap
tenggang rasa lalu identifikasi kasus tersebut!

Kasus Sikap anda Sikap yang seharusnya

3. Lakukanlah langkah-langkah kegiatan berikut ini:


 Setiap anak berdiri di depan cermin lalu mengamati dirinya sendiri dengan cermat
 Setelah selesai mengamati diri sendiri, lalu setiap anak saling berpasangan dan
berhadapan
 Setiap anak saling mengamati apakah yang sama dan yang beda antara dirinya
dan temannya
 Setelah selesai mengamati, setiap anak mengisi lembar pengamatan di bawah ini

29
LEMBAR PENGAMATAN

Nama pengamat :
Nama yang diamati:
Persamaan diantara kami Perbedaan diantara kami

Setelah mengetahui persamaan dan perbedaan yang terdapat diantara kami,


langkah atau tindakan apa yang harus kami lakukan untuk dapat menerima
perbedaan diantara kami?

30
PANGERTEN (SALING MENGHARGAI)

A. Tinjauan Pangerten
Dalam budaya Jawa, pangerten adalah kunci utama dari kehidupan
bermasyarakat. Pangerten yang dalam bahasa indonesia berarti pengertian atau peka akan
kondisi sesama merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari diri kita sebagai manusia
Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan berbagai perbedaan. Sebagai masyarakat
yang majemuk, masing-masing anggota masyarakat dituntut untuk dapat hidup dengan
orang lain yang memiliki perbedaan tersebut. Perbedaan yang ada di dalam masyarakat
hendaknya dipandang sebagai rahmat Tuhan yang harus disyukuri. Perbedaan yang ada
pada diri kita maupun orang lain dapat dimanfaatkan untuk menyempurnakan diri. Hal
semacam ini hanya mungkin terjadi apabila tiap-tiap manusia memiliki sikap saling
menghargai satu sama lain.
Emory Bogardus (1989) menyatakan bahwa sikap adalah suatu kecenderungan
bertindak kearah atau menolak suatu faktor lingkungan. Secara etimologi menghargai
berarti memberi, menilai, menghormati, mengindahkan, memandang penting
(bermanfaat, berguna). Menghargai orang lain berarti menghargai dan mengindahkan hak
asasi diri sendiri dan hak asasi orang lain. Dapat disimpulkan bahwa sikap menghargai
adalah kecenderungan seseorang untuk bereaksi dalam menghormati atau memandang
penting orang lain.
Pentingnya menjalankan hidup penuh toleransi ditengah-tengah kemajemukan,
serta mau mendengar dan menerima pendapat orang lain lalu mempertimbangkannya
secara cermat. Manakala pendapat orang tersebut lebih tepat, benar, mendasar, sementara
pendapat kita sendiri tidak demikian, maka hendaknya mengakui dan menerimanya
dengan lapang dada, apalagi pendapat tersebut didukung dengan fakta dan bukti yang
kuat, sehingga tidak ada alasannya bagi kita untuk tidak menerima argumentasi tersebut,
disinilah dibutuhkan kebesaran hati untuk menerima pendapat orang lain. Konsep
pangerten ini berbeda dengan konsep tepa slira dan ewuh pakewuh. Meskipun serupa,
konsep pangerten ini memiliki karakteristik yang lebih membumi, tulus, dan tidak
mengharapkan imbal balik.
Sama seperti sikap saling menghormati, sikap saling menghargai ini juga akan
membawa pada persatuan bangsa yang terdapat pada sila ke tiga. Saling menghargai di
dalam hidup bermasyarakat akan membawa kerukunan, ketenangan, dan perdamaian.
Maka dari itu sangat penting untuk dapat saling menghargai serta memahami perbedaan-
perbedaan yang terdapat di dalam masyarakat agar bangsa ini tidak mudah terpecah belah
oleh adanya perbedaan-perbedaan.

B. Ciri-Ciri Pangerten
Berikut ini merupakan ciri-ciri orang yang menunjukkan perilaku pangerten dalam
hidup bermasyarakat yakni sebagai berikut:
1. Mengikuti proses pembelajaran dengan baik
2. Menyimak penjelasan guru dengan seksama
3. Tidak memotong pembicaraan

31
4. Memberikan masukan, kritik, atau sanggahan dengan menggunakan bahasa yang
sopan
5. Memberikan apresiasi atas usaha yang telah dilakukan orang lain
6. Tidak mencela, menghina, atau meremehkan orang lain
7. Memahami bahwa setiap orang memiliki pemahaman yang berbeda berdasarkan
perspektivnya masing-masing

Gambar 11. Cerminan Pangerten

32
C. Contoh Sikap Pangerten

TOLERANSI Oleh:
Siti Puji Astuti

Kata yang menyatukan perbedaan


Kata yang banyak dibicarakan
Namun masih sedikit orang yang melaksanakan

Karena perbedaan fisik lah


Karena perbedaan agama lah
Dan hal lain yang ganjil di mata mereka
Yang membuat toleransi itu belum dihargai

Seharusnya
Kita tidak mencemooh orang lain hanya karena perbedaan

Karena kita diciptakan juga dengan banyak perbedaan


Dan perbedaan itu yang membuat hidup kita berwarna
Perbedaan itu lah yang seharusnya kita hargai

33
AKTIVITAS SISWA

1. Berikanlah pendapat anda atas kasus di bawah ini!

Berdiskusi merupakan sebuah interaksi antara dua orang atau lebih untuk menemukan
solusi atas permasalahan. Namun sering dijumpai dalam sebuah diskusi ada pihak yang
merasa bahwa pendapatnya yang paling benar atau memaksakan kehendak untuk
mengikuti sarannya. Ketika anda berada dalam kondisi diskusi yang demikian, apa yang
akan anda lakukan? Bagimana cara anda agar diskusi berjalan dengan baik? Menurut
anda sikap bagaimana yang harus dimiliki seseorang dalam menyampaikan pendapat?

2. Tuliskan kasus yang pernah anda alami atau anda lihat yang berkaitan dengan sikap
tenggang rasa lalu identifikasi kasus tersebut!

Kasus Sikap anda Sikap yang seharusnya

34
GRAPYAK SEMANAK
A. Konsep Sikap Grapyak Semanak

Grapyak artinya seneng aruh-aruh (menyapa) dan semanak berarti hangat dan
mudah akrab. Sikap grapyak semanak dapat mencerminkan nilai Pancasila yaitu Sila ke-2
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Grapyak dan semanak ditunjukkan dengan
kebiasaan untuk menyapa kepada kenalan atau orang yang ditemui. Sikap grapyak
semanak adalah sikap pada diri seseorang yang akrab dalam pergaulan seperti suka
senyum, sopan serta hormat dalam berkomunikasi, suka menyapa, serta suka membantu
tanpa pamrih.
Sikap grapyak semanak dapat menjadikan orang yang baru saja ditemui merasa
nyaman dan tidak merasa terasing serta dapat membunuh kejenuhan dan memecahkan
kekakuan dan kebuntuan komunikasi. Sebagai pribadi yang senang berkelompok dan
bersahabat manusia Jawa tidak bisa hidup menyendiri. Mereka bersosialisasi dengan
orang lain untuk menjaga kenyamanan hidup. Oleh karena itu, mereka selalu mencoba
menambah kerabat atau kenalan dan berusaha mempertahankan kekerabatannya dengan
membentuk diri sebagai pribadi yang grapyak dan semanak.

B. Manfaat Sikap Grapyak Semanak


Grapyak semanak perlu ditanamkan sejak anak masih kecil. Sikap grapyak
semanak dapat membuat seseorang meredam amarahnya. Amarah yang terjadi tidak
diluapkan dengan cara yang tidak benar. Hal tersebut dapat juga mengurangi risiko
seseorang terkena suatu hukuman. Seseorang yang memiliki sikap ramah tamah ini lebih
memilih mempunyai banyak sahabat atau saudara daripada memiliki banyak musuh.
Sikap grapyak semanak merupakan suatu sikap yang sangat perlu untuk
dikembangkan dalam kehidupan, baik di keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Jika

35
sikap grapyak semanak senantiasa dikembangkan dalam hidup sehari-hari maka akan
memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Manfaat-manfaat tersebut
diantaranya:
1. Membuat orang lain menjadi semangat.
2. Menerima kebaikan yang tidak terduga.
3. Mendapat teman baru.
4. Memulai ranta kasih.
5. Membuat kesan yang baik.
6. Membuka pintu komunikasi
7. Membangun rasa saling hormat.
Seseorang yang mempunyai sikap grapyak semanak biasanya murah senyum
kepada orang lain. Hal tersebut dapat memberikan dampak yang cukup baik kepada orang
lain yaitu bisa saja menjadi penyemangat untuk orang tersebut. Orang tersebut juga bisa
mendapatkan teman baru dari sikap ramah tamahnya tersebut. Teman baru tersebut
didapatkan karena orang lain sudah membuat kesan baik pada seseorang yang
mempunyai sikap ramah tamah.
Seseorang yang mempunyai sikap grapyak semanak biasanya dapat membangun
komunikasi yang baik dengan orang lain. Komunikasi yang baik dengan orang lain ini
dapat juga memberikan manfaat bagi kehidupan kita. Komunikasi yang dibangun juga
dapat meningkatkan rasa saling menghormati atas pendapat orang lain.
Sikap grapyak semanak sangat perlu dipupuk dan dikembangkan dalam
kehidupan sehingga dapat tercipta suatu kehidupan yang harmonis dengan sesama.
Namun tidak semua orang dapat mengembangkan dan memupuk sikap grapyak semanak
dalam diri mereka. Apabila dalam kehidupan sehari-hari sikap grapyak semanak tidak
dikembangkan, maka akan menimbulkan hal-hal yang berdampak negatif sehingga
merugikan banyak orang. Seseorang yang tidak memiliki sikap grapyak semanak akan
dijauhi orang lain karena dianggap sombong sehingga tidak memiliki banyak teman.

36
Puisi tentang Senyum
Senyum, ringan tak bersuara
Tapi penuh dengan makna
Senyum, begitu murah
Tapi tak ternilai dengan rupiah

Senyum, tak bertenaga Tapi


besar motivasinya Senyum,
suatu hal yang mudah Tapi
selalu nampak indah

Senyum, suatu hal yang biasa


Tapi memberi dampak yang luar biasa
Senyum, ibadah termudah
Tapi setara dengan sedekah

Senyum, sangat sederhana Tetapi, dapat


mencerahkan suasana Tersenyumlah,
agar semua terasa indah Meski hidup
tak begitu mudah

(sumber: http://sabilaazzahra28.blogspot.co.id/2015/05/puisi-tentang-senyum.html)

C. Karakteristik Sikap Grapyak Semanak

Ramah tamah perlu ditanamkan pada anak sejak kecil, yaitu dimulai dengan
ramah dengan teman, guru, dan semua warga sekolah. Siswa yang mempunyai sikap
ramah tamah biasanya ia akan menyapa teman-temannya serta tidak menutup diri dari
pergaulan. Siswa yang mempunyai sikap ramah tamah juga akan menolong seseorang
yang membutuhkan bantuan tanpa diminta karena ia yang akan mulai menanyakannya
terlebih dahulu. Siswa yang memiliki sikap ramah tamah juga senang berinteraksi dengan
warga sekolah misalnya teman, guru, maupun petugas sekolah. Hal tersebut dapat
berdampak pada kerjasama yang baik saat proses pembelajaran terjadi.

37
AKTIVITAS SISWA
1. Cobalah untuk menjadi pribadi yang grapyak semanak dengan cara:
a. Murah senyum.
b. Memulai percakapan.
c. Menawarkan bantuan di setiap situasi.
d. Mengajukan pertanyaan dan terlihat tertarik.
e. Memberikan pujian kepada seseorang.

2. Berikanlah pendapat anda mengenai kasus di bawah ini!


NA merupakan salah satu siswa di SMP Negeri Kabupaten X, dalam kegiatan
pembelajaran, NA merupakan salah satu anak yang cepat mengerti dan memahami
petunjuk dari guru, NA anak yang pintar dalam bidang kognitif. Namun, NA pendiam
dan tertutup, ia anak yang tidak banyak bicara. NA terlihat kurang aktif dalam kegiatan
pembelajaran, meskipun ia selalu mengerjakan dan menyelesaikan kegiatan
pembelajaran dengan baik dan sesuai petunjuk yang diberikan. NA jarang berbicara
dengan teman-temannya, ia lebih sering hanya mendengarkan suatu obrolan daripada
ikut berbicara dalam obrolan tersebut. Saat teman-temannya istirahat di teras (luar
kelas) dengan membentuk suatu kelompok, NA biasanya duduk sendirian di bangku
teras, ia tidak langsung bergabung dengan teman lainnya karena ia sulit menyesuaikan
diri. Sampai pada suatu hari teman-teman NA mendapat kabar bahwa NA adalah
seorang pemakai narkoba.

a. Bagaimana pendapat Anda mengenai kasus ini?


b. Menurut Anda apa penyebab kasus ini dapat terjadi?
c. Menurut Anda apa yang seharusnya dilakukan untuk mencegah kasus ini dan apa
yang harus dilakukan agar kasus ini tidak terulang lagi?

3. Tuliskan kasus yang pernah anda alami atau anda lihat yang berkaitan dengan sikap
grapyak semanak lalu identifikasi kasus tersebut!
Kasus Sikap anda Sikap yang seharusnya

38
4. Lakukanlah langkah-langkah berikut ini!
a. Pelatih memberitahu pada siswa bahwa mereka harus dapat mengenal orang lain
dengan cara bersosialisasi dengan mereka.
b. Pelatih meminta siswa untuk menuliskan salah satu hal mengenai dirinya (kecuali
fisik) pada dua lembar kertas.
c. Pelatih meminta siswa untuk mengumpulkan satu kertas kepada pelatih dan satu
kertas lainnya untuk digulung lalu dimasukkan ke dalam kotak yang telah disediakan.
d. Pealtih meminta siswa untuk mengambil satu gulungan kertas yang terdapat dalam
kotak.
e. Pelatih meminta siswa untuk dapat menemukan penulis dari kertas tersebut dengan
cara bertanya kepada teman-temannya.
f. Siswa yang telah menemukan penulis dari kertas yang didapatkan meminta pelatih
untuk dapat mengecek kebenarannya.
g. 10 siswa yang dapat menemukan penulis dari kertas tersebut adalah pemenangnya.

39
LEMBAH MANAH
A. Konsep Lembah Manah

Sikap lembah manah adalah sikap seseorang yang tidak merasa lebih dari orang
lain. Sikap lembah manah mencerminkan nilai Pancasila pada sila ke-2 yaitu
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Seseorang yang memiliki sikap lembah manah
dapat memposisikan dirinya sama dengan orang lain, tidak merasa lebih pintar, mahir,
baik, atau menyombongkan jabatan yang dimilikinya sehingga dapat menghargai orang
lain. Hal tersebut menjadikan seseorang yang mempunyai sikap lembah manah tidak akan
meremehkan orang lain serta tidak akan bersikap sombong atas apa yang dimiliki.
Seseorang yang telah memiliki sikap lembah manah atau rendah hati memandang orang
lain sama sebagai ciptaan Tuhan yang memiliki keistimewaan dan keunikan masing-
masing sehingga dapat merasakan pentingnya orang lain di dalam kehidupannya.
Perbedaan yang ada merupakan suatu hal yang seharusnya dihargai. Rendah hati bukan
berarti harus merendahkan diri dan menutup diri, akan tetapi dapat mendengarkan,
berbagi, serta berempati dengan orang lain sehingga akan terjalin hubungan dua arah
yang harmonis.

B. Manfaat Sikap Lembah Manah


Setiap manusia diciptakan Tuhan dengan berbeda, maka setiap orang harus dapat
menghormati dan menghargai hal tersebut dengan cara rendah hati. Sikap lembah manah
sudah mulai hilang pada saat sekarang ini. Orang-orang lebih mementingkan dirinya
sendiri tanpa mau melihat kepentingan orang lain. Seharusnya sikap lembah manah ini
perlu dimiliki oleh seseorang untuk dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.
Sikap lembah manah merupakan suatu sikap yang sangat perlu untuk
dikembangkan dalam kehidupan, baik di keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Jika

40
sikap lembah manah senantiasa dikembangkan dalam hidup sehari-hari maka akan
memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Manfaat-manfaat tersebut
diantaranya:
1. Orang lain menjadi simpatik.
2. Mempunyai banyak teman.
3. Dihormati oleh orang lain.
4. Hatinya selalu tentram dan tenang.
5. Terhindar dari sifat sombong.
6. Memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain.
Lembah manah menjadi penting bagi seseorang karena akan memberikan manfaat
bagi orang tersebut. Seseorang yang memiliki sikap lembah manah akan mempunyai
banyak teman karena ia dapat menghargai orang lain. Orang lain menganggap bahwa
orang yang memiliki sikap lembah manah dapat memberikan dampak positif dalam
pertemanannya. Selain itu, orang lain juga lebih simpatik dan lebih menghormati. Hal itu
dikarenakan, seseorang yang memiliki sikap lembah manah tidak pernah
menyombongkan kelebihan yang dimilikinya karena sikap sombong tidak disukai oleh
banyak orang. Sikap lembah manah juga dapat menjadikan hati seseorang menjadi lebih
tentram dan tenang karena tidak menyombongkan apa yang dimilikinya.

C. Karakteristik Sikap Lembah Manah

Seseorang yang memiliki sikap lembah manah akan mendengarkan dan menerima
pendapat, saran serta kritik dari orang lain. Lembah manah dapat mengajarkan seseorang
untuk tidak berprasangka buruk kepada orang lain yang memberi pendapat, saran serta
kritik untuk dirinya. Seseorang yang mempunyai sikap rendah hati akan berprasangka

41
baik bahwa yang orang lain lakukan itu untuk membangun kita menjadi seseorang yang
lebih baik di masa yang akan datang.
Seseorang yang memiliki sikap lembah manah akan sangat peduli dengan
perasaan orang lain. Ketika melakukan kesalahan berani bertanggungjawab, mengakui
kesalahannya serta meminta maaf baik kesalahan yang disengaja maupun tidak sengaja.
Seseorang yang memiliki sikap rendah hati tidak akan melempar kesalahannya kepada
orang lain karena jabatan yang dimilikinya.
Seseorang yang memiliki sikap lembah manah akan berusaha membahagiakan
orang lain yang ada disekitarnya. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan cara memberikan
apresiasi pada kelebihan orang lain yang tidak kita miliki. Seseorang yang memiliki sikap
ini dapat lebih dicintai dan dihormati oleh orang lain.
Ciri-ciri seseorang yang memiliki sikap lembah manah antara lain:
1. Mau menerima kritik dan saran.
2. Mengetahui kapasitas diri.
3. Menjadi pendengar yang baik.
4. Berani meminta maaf dan memaafkan.
5. Tidak terlalu banyak berbicara tentang dirinya.
6. Mau menerima kekurangan dan kelebihan orang lain.

D. Contoh Sikap Lembah Manah


Kisah Sepatu Sombong Dan Kaos Kaki Yang Rendah Hati

Oleh: Halley kawistoro

Seorang pria melangkahkan kaki ke pusat perbelanjaan. Ia berkeliling berjalan-jalan di


pusat perbelanjaan. Matanya memandang toko yang memajangkan jejeran sepatu-sepatu.
Sebelum Pria itu memasuki toko yang menjual sepatu. Para sepatu sibuk berbincang.
Setiap hari silih-beganti pengunjung yang datang.

“kali ini aku pasti yang dipilih, lihat pria itu. Pasti ia pengusaha sukses. Jasnya mahal,
kantongnya tebal. Uang nya pasti banyak.” Ujar sepatu Kulit

“mungkin kami yang dipilih. Ia pasti ingin berolahraga dan kami lah yang paling cocok”
ujar sepatu olahraga

“hehe...tampangnya biasa saja mungkin ia ingin bersantai jadi kami lah yang paling
cocok” ujar sepatu santai.

Pria itu pun mulai melangkahkan kaki memasuki toko sepatu tersebut. Ia mulai berbicara
dengan pelayan toko. Pria itu berkeliling mengamati sepatu satu-persatu. Tampak ia mulai

42
melirik ke arah jajaran sepatu kulit. Ia menunjuk ke arah sepatu yang harganya fantastis.
Tak salah lagi, pria itu memang kaya raya dan pengusaha sukses. Ia pun mengambil salah
satu sepatu kulit pilihan nya bernomor dan berukuran 40. Tampak sepatu yang dipilih
riang.

“ kalian lihat kan pria ini memilih ku. Aku yang beruntung kali ini. Bye-bye” teriak sepatu
kulit kepada semua sepatu lainnya.

Transaksi pun dilakukan. Pria itu lalu mengambil kartu debit nya dan menyerahkan ke
pelayan toko. Selang beberapa waktu pria itu pergi dari toko dan pusat perbelanjaan
dengan membawa bungkusan yang berisi sepatu pilihannya tersebut. Menuju parkiran dan
mengambil mobilnya untuk pulang kerumah di minggu sore.

Pria itu pun sampai di rumah dan keluar dari mobil mewahnya memasuki rumah menuju
kamarnya. Kamar yang berukuran luas sepanjang 10 meter itu memiliki tempat
penyimpanan sepatu. Dibukanya bungkusan tersebut dan diambilnya sepatu kulit yang
baru dibelinya, diletakkan di jajaran sepatu yang lain.

“hai-hai aku adalah sepatu baru. Pantas saja aku dipilih, kalian rupanya telah usang dan
tak layak pakai. Warna kalian telah pudar dan aku akan menggantikan kalian semua
menjadi sepatu pilihan tuan kalian.” Kata sepatu tersebut ke sepatu yang lain.

Sepatu lain hanya tersenyum dan tidak memperdulikan kata-kata sepatu baru itu.

Keesokan hari di senin pagi jam 06.30 wib. Lemari penyimpanan sepatu pun dibuka. Pria
itu mulai mengamati susunan sepatu yang berjajar rapi di rak. Diambilah sepatu baru
tersebut.

“kalian lihat akulah yang dipilih bukan kalian. Kalian hanya sepatu usang dan tidak
berharga”

Sebut sepatu baru tersebut membanggakan dirinya.

Sepatu tersebut dipakai oleh pria itu dan menuju ke kantor. Selama perjalanan menuju
kantor. Sepatu tersebut mengejek kaoskaki yang tersemat di dirinya.

Hei kaoskaki. Kau tahu hargaku jutaan sedangkan kamu itu murahan jadi jangan terlalu
dekat dengan ku.

Aku juga hanya kaoskaki usang sepatu. Esok juga aku akan dibuang. Lihat aku sudah
mulai berlubang” jawab kaoskaki.

Oh kalau aku tentu nya berumur panjang sepuluh tahun aku bisa tahan dan aku sangat
nyaman untuk dipakai. Sepatu menjelaskan. Setiap hari kerja kaos kaki selalu dihina.
Beragam kaoskaki tak luput dari hinaan sepatu. Sampai suatu saat hari hujan lebat.
Tampak sang pria kebingungan, dia melihat diparkiran mobil ada genangan air sampai
betis. Karena waktu yang mendesak pria itu langsung keluar bersama sepatu baru itu dan
kaoskaki. Merka terendam oleh genangan air tersebut.

Sesampainya di ruang kerja sepatu dan kaoskaki dilepaskan. Disamping tempat duduk
pria tersebut dan ia mulai bekerja seperti biasa.

43
“aku tentu tahan terhadap air dan akan dikeringkan kembali, hei kaki apakah kau senang
memakai ku.” Berkata kepada kaki.

Iya aku senang karena setiap hari kaoskaki melindungiku. Jawab kaki

“bukannya aku yang meninggikan kau kaki, membuat tampilan mu indah. Bukan si
kaoskaki yang bersembunyi didalamku.” Sepatu terus berujar kepada kaki.

“kaoskaki kamu akan dibuang hari ini. Kau tak layak lagi dipakai.” Sepatu mengejek
kaoskaki.

“iya aku dibuat memang hanya untuk menjaga kaki. Menyelimutinya setiap hari dan aku
bersyukur aku bisa berguna, bermanfaat bagi pria ini dan kakinya.” Jawab kaoskaki.

Memang benar apa yang disampaikan oleh sepatu tersebut mengenai kaoskaki. Kaoskaki
pun diangkat dan dimasukkan kedalam kotak sampah. Sepatu tertawa melihat kaoskaki
yang dibuang.

“kau lihat kaki. Kini akulah yang menjagamu. Tanpa kaoskaki pun aku sanggup tidak
butuh dengan kaoskaki kumal itu” ujar sepatu kepada kaki pria itu.

Pria itu mengenakan sepatu dan pulang menuju rumahnya. Selama per jalanan, terjadi
kemacetan. Ternyata selama mengendarai mobil dan menempuh kemacetan. kaki
berteriak kesakitan. Sepatu yang basah dan karena gesekan yang terjadi. Kaki terluka dan
mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Pria itu pun kesal melihat kakinya terluka dan bau kakinya yang kurang sedap. ia
menendang sepatu tersebut.

“kenapa aku ditendang” teriak sepatu.

“Kau juga akan dibuang karena kau melukai ku.” Jawab kaki

“Tetapi aku kan sepatu baru dan mahal hargannya” sepatu menggerutu.

Pria itu pun bangkit dari tempat duduknya dan mengambil sepatu tersebut dan dibuangnya
sepatu itu ke tempat sampah. Sepatu tersebut pun bersedih atas apa yang menimpa nya. Ia
menyesal atas keangkuhan dan kesombonganya.

Pria itu akan beraktivitas seperti biasa karena ia punya segalanya. Mudah sekali ia untuk
membeli sepatu baru. Ternyata kegunaan sepatu tersebut tak lebih lama dari kaoskaki dan
dalam waktu beberapa minggu sepatu tersebut dibuang.

(Sumber: https://halleykawistoro.blogspot.co.id/2017/10/cerpen-kisah-sepatu-sombong-
dan-kaos.html)

44
AKTIVITAS SISWA
1. Berikanlah pendapat anda mengenai kasus di bawah ini!
Sakit Hati Ditegur, Siswa Pukul Guru Seni Rupa hingga Tewas

Sampang - Peristiwa pilu kembali mencoreng dunia pendidikan Indonesia. Seorang


siswa tega menganiaya gurunya hingga tewas. Pemicunya sepele, si murid tidak terima
ditegur gurunya karena berisik di dalam kelas. Kasus tersebut terjadi di SMAN 1
Torjun, Kabupaten Sampang, Jawa Timur (Jatim), Kamis, 1 Februari 2018, sekitar
pukul 13.00 WIB. Korban bernama Ahmad Budi Cahyono yang merupakan guru mata
pelajaran seni rupa. Sedangkan, penganiayanya berinisial MH yang masih duduk di
bangku kelas XI.
Berdasar keterangan yang diperoleh kepolisian dari Kepala SMAN 1 Torjun Sampang,
awalnya Budi mengisi materi seni lukis. "Itu sesi jam terakhir," kata Kabid Humas
Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada JawaPos.com, Jumat
(2/2/2018) pagi.Saat pelajaran berlangsung, MH tidak mendengarkan materi yang
disampaikan Budi. Dia mengganggu teman-teman sekelasnya. "Dia (MH) mencoret-
coret lukisan teman-temannya," ucap Barung.

Melihat tingkah usil itu, guru seni rupa itu kemudian menegur MH. Namun bukannya
diam, MH justru semakin menjadi-jadi mengganggu teman-temannya. Budi kemudian
mengambil cat lukis dan mencoret pipi MH. Rupanya, apa yang dilakukan sang guru
itu tidak bisa diterima MH. Sejurus kemudian dia memukul Budi. Aksi penganiayaan
itu sempat dilerai para guru dan teman-teman sekelas MH.

"Korban kemudian diminta kepala sekolah ke ruang guru untuk menjelaskan duduk
perkara yang terjadi," ucap Barung. Saat berbincang dengan Budi, Kepala SMAN 1
Torjun Sampang tidak melihat adanya luka di tubuh maupun wajah Budi. Budi pun
dipersilakan pulang terlebih dahulu. Tidak lama berselang, sekolah mendapat kabar
dari keluarga korban bahwa Budi mengeluh sakit di leher.

"Selanjutnya korban tidak sadarkan diri dan langsung dirujuk ke RSUD dr Soetomo,"
ungkap alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1992 tersebut. Kamis malam, sekitar
pukul 21.40 WIB, polisi mendapat kabar bahwa Budi sudah meninggal dunia.
Keterangan yang disampaikan para guru kepada polisi, rumah sakit sempat
menyatakan Budi mengalami mati batang otak sebelum meninggal, sehingga seluruh
organnya tidak berfungsi. Polisi sendiri sudah mengamankan MH di rumahnya. "Yang
bersangkutan sudah diamankan Polres Sampang dan saat ini masih dimintai
keterangan," kata Barung.

(Sumber: https://www.liputan6.com/regional/read/3250395/sakit-hati-ditegur-siswa-
pukul-guru-seni-rupa-hingga-tewas)

45
a. Bagaimana pendapat Anda mengenai kasus ini?
b. Menurut Anda apa penyebab kasus ini dapat terjadi?
c. Menurut Anda apa yang seharusnya dilakukan untuk mencegah kasus ini dan apa
yang harus dilakukan agar kasus ini tidak terulang lagi?

2. Tuliskan kasus yang pernah anda alami atau anda lihat yang berkaitan dengan sikap
lembah manah lalu identifikasi kasus tersebut!
Kasus Sikap anda Sikap yang seharusnya

46
ANDHAP ASOR
A. Konsep Sikap Andhap Asor

Andhap asor tidak berarti rendah diri, tetapi rendah hati. Sikap andhap asor
mencerminkan Pancasila sila ke-2 yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sikap
andhap asor adalah sikap seseorang yang tidak membedakan golongan, pangkat,
kedudukan, atau kekayaan. Orang yang bersikap andhap asor tidak mau menonjolkan diri
meskipun sebenarnya ia memiliki kemampuan. Orang Jawa sangat mengutamakan sifat
andhap asor bila berhubungan dengan orang lain. Orang yang bersikap andhap asor akan
ditinggikan atau dihormati oleh orang lain. Sebaliknya orang merendahkan orang lain dan
tidak menunjukkan rasa hormat kepada orang lain baik dalam bertuturkata maupun
bertindak ia akan dianggap tinggi hati.

B. Manfaat Sikap Andhap Asor


Sikap andhap asor saat ini sudah mulai langka dan sulit ditemukan dalam
pembelajaran di sekolah- sekolah. Walaupun sebenarnya masih ada atau diajarkan namun
karena memiliki porsi kecil bahkan terkadang hanya sebagai formalitas dalam format
penilaian. Sikap andhap asor yang sebenarnya merupakan bagian penting dalam rangka
melestarikan budaya bangsa yang luhur yakni pembentuk moral, per ilaku, perangai, tabiat
serta akhlaq yang baik dan bijak berdasarkan paduan akal dan perasaan yang baik juga
terpuji bahkan menghindarkan diri dari perilaku tercela dan buruk. Pentingnya sikap
andhap asor bagi kita dan generasi penerus kita agar dapat tetap menjunjung tinggi
budaya atau tradisi luhur bangsa kita dan kebaikan hidup bersama. Apabila semua orang
sadar dan mau memahami serta mengamalkan nilai-nilai dan budi luhur dalam
kehidupannya sehari-hari dengan baik dan benar sehingga anak akan menirukan perilaku

47
tersebut maka tidak akan lagi krisis moral dalam negara kita ini. Berbicara memang
mudah dan melakukan tidak semudah berbicara.

C. Karakteristik Sikap Andhap Asor

Manusia sebagai makhluk sosial harus dapat berinteraksi dengan lingkungan


sekitar dengan baik. Sikap andhap asor diperlukan agar dapat menjadi seseorang yang
bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Karakteristik yang dimiliki oleh
orang yang andhap asor yaitu ketika berbicara dengan orang lain menggunakan bahasa
yang baik serta sopan. Dalam berbicara dengan orang lain harus menekankan tata krama,
berbicara dengan nada yang baik dan kata-kata yang enak didengar. Selain itu juga harus
dapat menyesuaikan kondisi dan situasi pembicaraan dan lawan bicara.
Sikap andhap asor juga dapat terlihat ketika seseorang jujur dan dapat dipercaya.
Walaupun menjadi orang jujur tidak mudah karena terkadang akan mendatangkan orang-
orang yang tidak suka dengan kejujuran tersebut. Kejujuran dapat membuat orang
menjadi percaya sehingga tidak timbul konflik di masa yang akan datang sehingga
keharmonisan akan tetap terjaga. Seseorang yang memiliki sikap andhap asor akan
mampu mengendalikan emosi atau perasaannya sehingga tidak akan melakukan hal yang
tidak seharusnya dilakukan. Sikap ini juga dapat menjadikan seseorang menjadi lebih
rukun dengan lingkungan sekitarnya.

D. Contoh Sikap Andhap Asor


Berkorban Demi Menolong
Pada suatu ketika di sore hari yang tenang, tampaklah seorang pertapa muda sedang
berjalan menyusuri tepi sungai. Tiba-tiba matanya menangkap suatu gerakan di dekat tepi
sungai tempatnya berjalan. Ternyata di sana, tampak seekor kepiting, yang sedang
berusaha keras mengerahkan tenaganya untuk meraih tepian sungai. Melihat hal itu,
pertapa muda segera saja mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk membantunya.
Dan tentu saja kepiting tadi menjepit jari si pertapa muda. Meskipun jarinya terluka

48
karena jepitan capit kepiting, tetapi hati pertapa muda puas karena bisa menyelamatkan si
kepiting. Kemudian ia melanjutkan perjalanannya kembali. Tak jauh dari tempat itu,
ternyata terlihat juga seekor kepiting lain juga sedang berjuang agar bisa meraih tepian
sungai.
Dengan tanpa keraguan, si pertapa muda kembali mengulurkan tangannya dan
membiarkan jarinya dicapit oleh kepiting itu demi membantunya. Tampaknya memang
ada sekelompok kepiting yang berusaha untuk tidak terseret arus sungai. Karena terlihat
ternyata masih ada 3 ekor kepiting lain yang juga sedang berjuang meraih tepian sungai.
Tangan si pertapa muda pun terjulur untuk menolong kepiting ketiga dan keempat. Meski
tangannya terluka dan mulai membengkak, pertapa muda justru terlihat senang karena ia
bisa membantu menyelamatkan banyak ekor kepiting itu.
Melihat kejadian itu, datanglah seorang Pak Tua yang bijaksana menghampiri dan
menegur si pertapa muda. “Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu
yang baik. Tapi mengapa demi menolong kepiting-kepiting itu, engkau biarkan capit
kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?”
“Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. Dan
saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa menolong nyawa
makhluk lain, walaupun itu hanya seekor kepiting, “jawab si pertapa muda.
Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian Pak Tua bijaksana itu memungut sebuah
ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang kelima, yang masih berjuang
untuk meraih tepian sungai. Segera saja si kepiting itu menangkap ranting dengan
capitnya. “Lihat anak muda, menolong makhluk hidup memang baik, tetapi harus pula
disertai dengan kebijaksanaan. Bila tujuan kita baik, yaitu ingin mengembangkan cinta
kasih kepada sesama, bukankah tidak harus kita mengorbankan diri sendiri? Kita bisa
gunakan ranting ini, bukan”.
Seketika, si pertapa muda tersadar, “Terima kasih Paman. Hari ini saya belajar sesuatu,
bahwa mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan kebijaksanaan. Saya akan selalu
ingat kebijaksanaan ini.”

(Sumber: https://yprindonesia.wordpress.com/2014/04/27/cerita-pendek-berkorban-demi-
menolong/)

49
AKTIVITAS SISWA
1. Berikanlah pendapat anda mengenai kasus di bawah ini!
Baper diejek nilai ulangan jelek, 4 siswa SD bakar rapor satu kelas
Ejek mengejek antara teman sekolah tuh emang bisa jadi seru, tapi bisa juga jadi
baper. Kadang yang bikin baper tuh ledekan fisik, keluarga, atau ejekan dengan kata-
kata kasar. Tapi ternyata ejekan soal nilai ulangan bisa bikin baper juga lho, saking
bapernya sampai-sampai kelas dibikin kebakaran.
Empat siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sumberjo, Lamongan, Jawa Timur,
pada hari Senin kemarin nekat membakar rapor dan catatan nilai yang ada di meja
guru kelas mereka. Katanya sih mereka malu, teman-teman mereka sering mengejek
kalau nilai ulangan mereka jelek-jelek.
“Mereka mengaku malu nilai Ulangan Kenaikan Kelas (UKK)-nya dikatakan teman-
temannya jeblok dan kemudian sering diolok-olok lagi sebelumnya. Padahal sejatinya
mereka ini belum tahu pasti hasil nilai UKK karena rapor kenaikan kelas juga belum
dibagikan,” ujar Kepala Sekolah, Wiku Handoko, pagi tadi seperti dikutip Berita Satu.
Padahal, menurut Wiku, belum tentu juga anak-anak ini nilainya jelek karena rapor
mereka memang belum dibagikan. Tapi sekarang gak gampang untuk mengetahui nilai
para siswa kelas V, karena data nilai juga ikut terbakar dengan 20 buku rapor siswa.
“Padahal gurunya saja belum tahu, apakah jelek benar atau tidak. Masalahnya data
nilai juga ikut dibakar dengan menggunakan korek batangan kayu.” ujar Wiku.
Kasus ini sempat dilaporkan ke Polsek Kota Lamongan, tapi menurut Wiku, kebakaran
ini gak perlu dilanjutkan ke jalur hukum karena para pelakunya masih anak-anak.
Tapi pihak sekolah bersama kepolisian udah memanggil orang tua keempat siswa yang
membakar rapor ini. Para orang tua diminta untuk lebih intens mengawasi anak-
anaknya agar gak terjerumus ke perilaku kriminal lain di kemudian hari.
Jahat juga sih tuh teman-temannya yang ngeledekin (ikutan baper).

(Sumber: https://www.batok.co/2016/06/02/baper-diejek-nilai-ulangan-jelek-4-siswa-
sd-bakar-rapor-satu-kelas/)

a. Bagaimana pendapat Anda mengenai kasus ini?


b. Menurut Anda apa penyebab kasus ini dapat terjadi?
c. Menurut Anda apa yang seharusnya dilakukan untuk mencegah kasus ini dan apa
yang harus dilakukan agar kasus ini tidak terulang lagi?

50
2. Tuliskan kasus yang pernah anda alami atau anda lihat yang berkaitan dengan sikap
andhap asor lalu identifikasi kasus tersebut!
Kasus Sikap anda Sikap yang seharusnya

3. Lakukanlah langkah-langkah berikut ini!


a. Pelatih menjelaskan pada siswa bahwa kegiatan yang akan dilakukan bertujuan untuk
meningkatkan sikap budi luhur siswa.
b. Pelatih membagi siswa dalam beberapa kelompok heterogen (terdiri dari berbagai
macam etnis, agama, dll).
c. Pelatih membagikan nomor untuk digunakan dikepala siswa pada tiap kelompok.
d. Pelatih membagikan soal sesuai dengan nomor kepala yang didapatkan oleh siswa.
e. Pelatih meminta siswa untuk berkumpul dengan siswa yang lain yang mempunyai
nomor sama dengannya.
f. Pelatih meminta siswa untuk menyelesaikan masalah yang diberikan.
g. Setelah selesai, pelatih meminta siswa untuk kembali ke kelompok yang semula dan
membagikan informasi yang didapatkan dari hasil diskusi bersama kelompok lain.
h. Siswa diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi dari kelompoknya.

51
Referensi
Abdullah, I. (2000, 22 Juni). Kondisi Sosial dan Bayangan Disintegrasi Tanpa Ujung dalam
Indonesia Abad XXI. Kompas.
Baron, R.A., Byrne, D. & Brascombe, R.N. (2006). Social Psychology (11th edition). USA:
Allyn & Bacon.
Bowen, J.R. (1986). On the political construction of tradition: gotong royong in Indonesia.
The Journal of Asian Studies, 45(3), pp. 545-561.
Ciputraceo.com. (2016, Februari 15). Gotong royong dan manfaat gotong royong bagi
kehidupan. Diperoleh pada 16 Mei 2018 dari
http://ciputrauceo.net/blog/2016/2/15/gotong-royong-dan-manfaat-gotong-royong-bagi-
kehidupan
Dayakisni, T. & Hudainah. (2003). Psikologi Sosial. Malang: UMM Press.
Emory, Bogardus. (1989). Sociology. New York: The Macmillan Company.
Fauzi, I.A., Rafsadi, I., Sila, M.A., Sumaktoyo, N.G., Nuraniyah, N., Maarif, S., Jaffrey, S.,
Solahudin & Bagir, Z.A. (2017). Kebebasan, Toleransi dan Terorisme (Riset dan
Kebijakan Agama di Indonesia). Jakarta: Pusat Studi Agama dan Demokrasi Yayasan
Paramadina.
Geertz, Hilderd. (1961). The Javanese Family. New York: The Free Press of Glencoe Inc.
Hamdi, A.Z. & Muktafi. (2017). Wacana dan Praktik Pluralisme Keagamaan di Indonesia.
Jakarta: Daulat Press.
Hayat, B. (2012). Mengelola Kemajemukan Umat Beragama. Jakarta: PT. Saadah Cipta
Mandiri.
Irfan, M. (2016). Crowdfunding sebagai pemaknaan energi gotong royong terbarukan. Social
Work Jurnal, 6(1), pp. 30 – 42.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2018).
Koentjaraningrat (2000). Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
Mussen, P.H., Bieber, S.L., Eichorn, D.H., Honzikm M.P. & Meredith, W.M. (1980).
Continuity and change in womens characterictics over four decades. International
Journal of Behavioral Development. 3, pp. 333-347.
Nuh, N.M. (2011). Dimensi-Dimensi Kehidupan Beragama: Studi tentang Paham/Aliran
Keagamaan, Dakwah dan Kerukunan. Jakarta: Kementerian Agama RI, Badan Litbang
dan Puslitbang Kehidupan Keagamaan.

52
Rahmi, D.H., Wibisono, B.H. & Setiawan, B. (2017). Rukun and gotong royong: Managing
public places in an Indonesian kampung. Public Places in Asia Pacific Cities, 60, pp.
119-134.
Sari, A.M. (2015). Menegakkan tradisi kerja bakti sebagai bentuk revitalisasi nilai gotong
royong. Departemen Pendidikan Sastra Jepang Universitas Airlangga.
Soeharjono, H.I. (2011). Pengaruh Budaya Birokrasi “Ewuh-Pakewuh” Terhadap Efektivitas
Sistem Pengendalian Intern. Jurnal Ilmu AdministrasiVol. VIII No. 3.
Soekanto, S. (2000). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Radja Grafindo Persada.
Suseno, F.M. (1996). Etika Jawa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Tobing, D.H. (2010). Asertivitas Perokok Pasif Dalam Budaya Ewuh Pakewuh. Thesis.
Yogyakarta: Program Magister Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gad jah Mada.

53