Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH DAN BIBIT

ACARA I
IDENTIFIKASI BENIH DAN KECAMBAH

Disusun Oleh :
Nama : Adam Al Fakih
NPM : 1510401097
Kelompok :D
Asisten : Novia

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TIDAR
2017
ACARA I
IDENTIFIKASI BENIH DAN KECAMBAH

I. TUJUAN
1. Mengidentifikasi biji berdasarkan atas sifat fisik, yaitu bentuk, ukuran, warna, embrio,
permukaan kulit, endosperm, dan warna serta bagian-bagian kecambah.

II. TINJAUAN PUSTAKA


Benih merupakan biji tanaman yang dipergunakan untuk keperluan pengembangan
usahatani dan mempunyai fungsi agronomis. Benih yang bermutu adalah benih yang telah
dinyatakan sebagai benih yang bekualitas tinggi. Benih yang baik dan bermutu akan sangat
menunjang dalam peningkatan produknya baik dari segi kuantitas maupun kualitas
(Kartasapoetra, 1986).
Penentuan berat untuk 1000 butir benih dilakukan karena karakter ini merupakan salah
satu ciri dari suatu jenis benih yang juga tercantum dalam deskripsi varietas. Benih dapat
dihitung secara manual dengan menggunakan sebuah spatula dan diletakkan pada sebuah
tempat dengan warna permukaan kontras terhadap berwarna benih, kemudian jumlah benih
tersebut ditimbang. Pekerjaan menghitung jumlah benih akan lebih mudah dengan alat
penghitung automatik. Bila alat tersebut digunakan secara benar maka tingkat ketepannya
adalah sekitar+5 % (Sutopo, 2002).
Kemurnian benih diartikan sebagai komposisi dari suatu lot benih tertentu. Hal itu
didasarkan pada penentuan atau determinasi fisik komponen-komponen yang ada. Sifat fisik
benih yang dimaksud yaitu: ukuran (panjang, lebar, tebal, besar), berat jenis, permukaan kulit
(halus, kasar), bentuk, warna, dan sifat fisik. Adanya perbedaan sifat fisik inilah yang
memungkinkan untuk memilahkan benih secara mekanis dengan mudah, berdasarkan diatas
satu atua lebih perbedaan sifat fisik tersebut (Sutopo, 1998).
Permulaan kehidupan tumbuhan. Terjadi karena pertumbuhan radikal (calon akar) dan
planula (calon batang). Tumbuhan yang masih kecil, belum lama muncul dari biji dan masih
hidup dari persediaan makanan yang terdapat dalam bijiPerkecambahan diawali dengan
penyerapanairdari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya.
Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi
(Tjitrosoepomo, 1985).
Berdasarkan posisi kotiledon dalam proses perkecambahan dikenal perkecambahan
hipogeal dan epigeal.
a. Tipe perkecambahan di atas tanah (Epigeal)Tipe ini terjadi, jika plumula dan kotiledon
muncul di atas permukaan tanah.Contoh: perkecambahan kacang hijau (Vigna radiata)
b. Tipe perkecambahan di bawah tanah (Hipogeal)Tipe ini terjadi, jika plumula muncul ke
permukaan tanah sedangkan kotiledon tinggal di dalam tanah.Contoh: perkecambahan kacang
kapri (Pisum sativum), Jagung (Zea mays)
Makanan untuk pertumbuhan embrio diperoleh daricadangan makanan karena belum
terbentuknya klorofil yang diperlukan dalam fotosintesis. Pada tumbuhan dikotil makanan
diperoleh dari kotiledon, sedangkan pada tumbuhan monokotil diperoleh dari endosperm
(Sutopo, 2002).
III. METODE PRAKTIKUM
Praktikum ini dilaksanakan dilab Fakultas Teknik Universitas Tidar pada hari Selasa
Tanggal 28 November 2017. Untuk itu alat dan bahan yang dgunakan antara lain, alat: pinset,
alat tulis, timbangan. Serta bahan yang digunakan benih jagung, padi, kedelai dan kacang
tanah.
Adapun cara kerja yang dilakukan dalam praktikum ini antara lain menyiapkan contoh
benih secukupnya, amati sifat fisik benih : bentuk, warna, ukuran, permukaan kulit, alat
tambahan dan lainnya.Selanutnya menimbang 1000 biji (3x ulangan). Serta menggambar
bentuk kecambah dan sebutkan bagian-bagiannya.
IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
Tabel pengamatan
Contoh Berat Warna Ukuran Bentuk Permukaan Alat Gambar Gambar
benih 1000 kulit tambahan kecambah embrio
benih
(g)
Padi 25,94 Kuning Panjang Lonjong Kasar Sekam
berbulu
Jagung 226,68 Kuning Lebar Gigi Licin -
Kedelai 184,29 Coklat Tebal Lonjong Licin -
Kacang 516,45 Pink Besar Oval Halus -
tanah

Pembahasan
Dari data diatas diperoleh hasil Padi rata-rata berat 1000 benih sebesar 25,94 g,
dengan warna kuning, Panjang, lonjong, permukaan kulit halus dan alat tambahan sekam.
Jagung rata-rata berat 1000 benih sebesar 184,29 g, dengan warna kuning, lebar, gigi dan
permukaan kulit licin. Kedelai rata-rata berat 1000 benih sebesar 226,68 g, dengan warna
coklat, tebal, lonjong dan permukaan kulit licin. Kacang tanah rata-rata berat 1000 benih
sebesar 516,45 g, dengan warna pink, besar, oval dan permukaan kulit halus. Setiap benih
mempunyai sifat fisik yang berbeda-beda, mulai berat, warna, bentuk, ukuran serta embrio.
Adanya perbedaan sifat fisik inilah yang memungkinkan untuk memilahkan benih secara
mekanis dengan mudah, berdasarkan diatas satu atau lebih perbedaan sifat fisik tersebut.
Berdasarkan posisi kotiledon dalam proses perkecambahan dikenal perkecambahan hipogeal
dan epigeal. Hipogeal adalah pertumbuhan memanjang dari epikotil yang meyebabkan
plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah. Pada epigeal hipokotillah yang
tumbuh memanjang, akibatnya kotiledon dan plumula terdorongke permukaan tanah.
V. KESIMPULAN
1. Pada benih padi, kedelai, jagung dan kacang tanah mempunyai sifat fisik yang
berbeda-beda, mulai berat, warna, bentuk, ukuran serta embrio. Adanya perbedaan
sifat fisik inilah yang memungkinkan untuk memilahkan benih secara mekanis dengan
mudah. Berdasarkan posisi kotiledon dalam proses perkecambahan dikenal
perkecambahan hipogeal dan epigeal.
DAFTAR PUSTAKA

Sutopo, L.1998. Teknologi Benih. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.


Sutopo, lita. 2002. Teknologi benih. Rajawali press; Jakarta.
Tjitrosoepomo, Gembong. 1985. Morfologi Tumbuhan. UGM Press; Yogyakarta.