Anda di halaman 1dari 2

PELABELAN OBAT DAN BAHAN KIMIA

NO. DOKUMEN : NO REVISI : HALAMAN :


800/RSUD-TK/320- 00 1/2
RSUD
SPO/V/2015
TOTO KABILA
PROSEDUR TETAP TANGGAL TERBIT: DITETAPKAN OLEH :
04 Mei 2015 DIREKTUR

Dr. Tonie Doda, Sp.OG


Nip. 19710205 200012 1 005
PENGERTIAN  Pembuatan Label Produk adalah proses pemberian tanda
terhadap suatu produk yang bertujuan untuk menjamin agar
produk obat tersebut senantiasa dikondisikan sesuai dengan
persyaratannya dan tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaanya.
 Label adalah penanda identitas produk yang dibuat oleh
produsen guna memudahkan dalam proses identifikasi suatu
produk perbekalan farmasi.
 Ruang lingkup prosedur ini adalah dimulai dari proses
penulisan/pencetakan label penempelan label pada produk yang
sesuai.
TUJUAN 1. Tersedianya pedoman untuk melakukan pembuatan label produk
di Instalasi Farmasi.
2. Terjaminnya kemudahan dalam identifikasi produk yang
dihasilkan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.
3. Tersedianya label dari perbekalan farmasi yang dibuat oleh
Instalasi Farmasi.
KEBIJAKAN Seluruh perbekalan farmasi baik obat maupun alat kesehatan habis
pakai harus dapat teridentifikasi dengan mudah dan jelas melalui
Label yang menempel pada sediaan. Pembuatan label produk
dengan menggunakan Prosedur Pembuatan Label Produksi.
(Keputusan Direktur RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone
BolangoNomor: 800/RSUD-TK/5157/VIII/ 2015 tentang pelabelan
obat dan bahan kimia
PROSEDUR 1. Pelaksanaan penyiapan bahan-bahan untuk pembuatan label
produk oleh petugas farmasi.
2. Pemilihan label produk oleh petugas farmasi dengan jenis label :
PELABELAN OBAT DAN BAHAN KIMIA

NO. DOKUMEN : NO REVISI : HALAMAN :


800/RSUD-TK/320- 00 2/2
RSUD
SPO/V/2015
TOTO KABILA
PROSEDUR TETAP TANGGAL TERBIT:
04 Mei 2015
PROSEDUR 2.1. Label untuk obat injeksi dan cairan infus
2.2. Label untuk produk high alert warna merah
2.3. Label untuk obat LASA dengan tulisan LASA ditempelkan
pada kotak/obat
 Warna Biru :
- untuk Lasa dengan nama mirip
- untuk obat lasa dengan kemasan mirip
- untuk obat lasa dengan kekuatan besar (contoh :
Captopril 50 mg)
 Warna Kuning :
- untuk Lasa dengan nama mirip
- untuk obat lasa dengan kemasan mirip
- untuk obat lasa dengan kekuatan sedang (contoh :
Captopril 25 mg)
 Warna Hijau
- untuk Lasa dengan nama mirip
- untuk obat lasa dengan kemasan mirip
- untuk obat lasa dengan kekuatan sedang (contoh :
Captopril 12,5 mg)
 Jika obat Lasa (nama sama) hanya ada 2 kekuatan yang
berebeda, maka, digunakan warna biru dan hijau
UNIT TERKAIT 1. Apoteker;
2. Asisten apoteker.