Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PROMOSI KESEHATAN PADA KEMISKINAN (POVERTY)


DENGAN GIZI BURUK

Dosen Pengampu : Ns. Susi Andriani, M.Kep

Di susun oleh :

KELOMPOK TIK 4

ASRAINI
FITRI YANTI
HUMAIRA MAULIZA
ICA MELISA YOFIANA
IKSAN ZULFANNUR
INDRIANI
MAIZA MASYITAH
ISNA APRILIA KHATUN NADA
MAULIDA RIANI RIZKI
NAZIRATUL HUSNA
NOVIA SHINTA
SYAHRUL IKRAM
RIMA AFRIANI
RISPA YANTI
SYARIFAH MIFTAH KHAIRINA
SYARIFAH RAUDHAH
YUNI ZAHARA

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
MEDIKA NURUL ISLAM SIGLI
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN
( SAP )

Topik : Gizi Kurang


Hari / Tanggal :
Tempat : Aula STIKes Medika Nurul Islam Sigli
Sasaran : Keluarga Miskin
Sub Pokok Bahasan : Pendidikan kesehatan tentang Gizi Kurang
 Pengertian Gizi Kurang
 Penyebab Gizi Kurang
 Tanda dan gejala Gizi Kurang
 Memantau Gizi Kurang
 Pencegahan Gizi Kurang

A. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah di lakukan penyuluhan keluarga miskin dapat mengetahui apa itu
Gizi Kurang
2. Tujuan Khusus
Setelah di lakukan penyuluhan,di harapkan :
a. Keluarga Dapat Mengetahui Pengertian Gizi Kurang
b. Keluarga Dapat Mengetahui Penyebab Gizi Kurang
c. Keluarga Dapat Mengetahui Tanda dan Pejala Gizi Kurang
d. Keluarga Dapat Mengetahui cara Memantau Gizi Kurang
e. Keluarga Dapat Mengetahui Penatalaksanaan Gizi Kurang

B. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi
C. Media/ Alat
a. Leaflet
b. Power Point

D. Pelaksanaan Kegiatan
No Tahap Waktu Kegiatan Kegiatan Metode
Kegiatan Penyuluhan Peserta
1 Orientasi 5 menit 1. Mengucapkan  Menjawab Ceramah
salam salam dan Tanya
2. Memperkenal  Mendengarkan jawab
kan diri  Memperhatikan
3. Menjelaskan  Brain storming
tujuan mengenai Gizi
kegiatan yang Kurang
akan
dilakukan
2 Kegiatan 10 1. Menjelaskan  Mendengarkan Ceramah
menit pengertian dan Tanya
Gizi Kurang jawab
2. Menjelaskan  Memperhatikan.
penyebab Gizi
Kurang
3. Menjelaskan  menyimak
tanda dan
gejala Gizi
Kurang
4. Menjelaskan
Memantau
Gizi Kurang
5. Menjelasakan
Penatalaksana
an Gizi
Kurang
3 Terminas 15 1. Memberi  Mendengarkan. Ceramah
i menit kesempatan dan Tanya
pada keluarga  Memperhatika jawab
untuk n.
bertanya.
2. Beri pujian  Menjawab
3. Menyimpulka salam
n hasil
penyuluhan
4. Mengucapkan
salam.
E. MATERI : Terlampir

F. Evaluasi
1. Evaluasi struktur
a. Keluarga ikut dalam kegiatan penyuluhan.
b. Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di rumah keluarga miskin
2. Evaluasi proses
a. Keluarga antusias terhadap materi penyuluhan.
b. Keluarga terlibat langsung dalam kegiatan penyuluhan (diskusi).
3. Evaluasi hasil
a. 80% keluarga mampu menjelaskan pengertian Gizi Kurang
b. 75% keluarga mampu menyebutkan penyebab Gizi Kurang
c. 75% keluarga mampu menyebutkan tanda dan gejala Gizi Kurang
d. 70% keluarga mampu menyebutkan memantau Gizi Kurang
e. 75 % keluarga mampu menyebutkan Penatalaksanaan Gizi Kurang
GIZI KURANG

A. Definisi
Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang di
konsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transfortasi,
penyimpanan metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan
untuk mempertahankan kehidupan dan fungsi normal dari organ-organ serta
menghasilkan energi (Hasanah, 2009).
Gizi kurang adalah kekurangan bahan-bahan nutrisi seperti protein,
karbohidrat, lemak dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh (Medical, 2015).

B. Penyebab Gizi Kurang


Gizi kurang dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain
(Hasanah, 2009):
1. Faktor diet / makanan
Makanan yang mengandung cukup energi tetapi kurang protein dapat
menyebabkan akan menderita Kwashiorkor sedangkan anak yang kurang
energi walaupun zat-zat gizi essensialnya seimbang akan menyebabkan
anak menderita marasmus.
2. Faktor sosial
Di masyarakat pedesaan masih memegang tradisi yang sebenarnya salah
bila dilihat dari segi kesehatan, pantangan untuk menggunakan bahan
makanan tertentu banyak sekali di temukan, dapat mempengaruhi status
gizi terutama anak-anak, faktor sosial yang lain diantaranya keluarga
yang mempunyai banyak anak dan berpenghasilan rendah.
3. Faktor infeksi/ penyakit
Penyakit infeksi apapun dapat memperburuk keadaan gizi karena di
sebabkan karena penurunan daya tubuh terutama pada anak karena
asupan yang kurang akibat anak tidak nafsu makan.
4. Faktor kemiskinan.
Kemiskinan merupakan dasar penyakit KEP, serta penghasilan
masyarakat negara yang rendah dapat menyebabkan ketidakmampuan
masyarakat memenuhi bahan makanan sendiri di tambah dengan banyak
timbulnya penyakit infeksi dan lingkungan yang kotor, maka timbul
gejala KEP lebih cepat.

C. Manifestasi Klinis Gizi Kurang


Anak dengan gizi kurang memiliki gejala klinis yang terbagi menjadi
3 tahap antara lain (Hasanah, 2009):
1. Kurang energi protein ringan:
Kurang energi (malas), Kenaikan berat badan berkurang atau berhenti
dan ada kalanya berat badan menurun, ukuran lingkar lengan atas
menurun, maturasi tulang terhambat, rasio berat terhadap tinggi normal
menurun, lipatan kulit normal kurang, aktivitas dan perhatian anak
berkurang dibandingkan anak yang sehat, kelainan kulit dan rambut
jarang ditemukan.
2. Kurang enargi protein sedang :
Pucat karna anemia, mata tampak besar dan dalam, ubun-ubun besar dan
cekung, terjadi atropi otot, perut membucit dan cekung, rambut tipis,
kulit kusam, kering dan bersisik.
3. Kurang energi protein berat.
Dibagi dalam tiga klasifikasi yaitu :
a. Kwashiorkor, gejala yang ditemukan :
Pertumbuhan anak terganggu, gangguan perkembangan mental,
banyak menangi, edema, penderita tampak lemah, tidak nafsu
makan, rambut tipis dan mudah di cabut, kulit kering, disertai
penyakit infeksi, anemia dan terjadi diare.
b. Marasmus gejalanya yang ditemukan :
Anak tampak sangat kurus, wajah seperti orang tua, cengeng, rewel,
kesadaran menurun, kulit biasanya kering, dingin dan mengendur,
terjadi atropi otot, anak sering diare, perut cekung.
c. Marasmus dan kwashioorkor, gejala yang ditemukan:
Gambaran klinis memperlihatkan gejala campuran antara penyakit
marasmus dan kwshioorkor. Dengan penurunan berat badan dibawah
60% dari berat badan normal serta memperlihatkan tanda-tanda
kwashiorkor seperti, oedem, serta adanya kelainan perrtumbuhan
rambut dan jaringan kulit.

D. Untuk Memantau Gizi kurang


Untuk menangani kasus malnutrisi yang terjadi pada anak
dibutuhkan perhatian khusus dari keluarga dan harus adanya kerjasama yang
terpadu dan konfrehensif antara orang tua dan petugas kesehatan.
Pemeriksaan kesehatan yang harus dilakukan dokter dalam mendiagnosa Gizi
buruk pada anak mencakup: Pemeriksaan berat badan dan tinggi badan anak
untuk menentukan Body Massa Index, pemeriksaan darah dan pemiriksaan
X-ray untuk mengetahui ada atau tidak nya kelainan-kelainan pada organ
tubuh dan kondisi penyakit tertentu yang mungkin berpengaruh terhadap
asupan nutrisi pada anak (Medical, 2015).
Kemudian setelah itu dianjurkan untuk konsultasi pada ahli gizi
tentang pengaturan pada pola makan, termasuk pada jenis serta jumlah
makanan tertentu untuk mencukupi kebutuhan gizi anak. Kemungkinan juga
akan diberikan vitamin dan berbagai suplemen tertentu (Medical, 2015).
Namun Apabila dari pemeriksaan dokter diketahui penyebab gizi
buruk pada anak karena penyakit dan kondisi medis tertentu maka dibutuhkan
terapi lanjutan lainnya (Medical, 2015).

E. Penatalaksanaan Gizi Kurang


Adapun cara mengatasi gizi kurang adalah:
1. Pemberian makanan TKTP dengan ukuran yang telah dianjurkan dan
diberikan secara bertahap.
2. Tetap memberikan ASI sesuai dengan aturan secara terus-menerus bagi
anak dibawah usia 2 tahun.
3. Pemberian makanan tambahan.
4. Pemberian terapi cairan dan elektrolit bila perlu.
5. Kontrol berat badan secara rutin.
6. Berikan obat/ vitamin sesuai dengan anjuran pengobatan.
7. Penyuluhan tentang gizi seimbang terutama bagi orang tua yang memiliki
anak balita (Medical, 2015).
DAFTAR PUSTAKA

Hasanah, Siti Uswatun. (2009). Peningkatan prevalensi gizi kurang pada balita
setelah pemberian bantuan langsung tunai. http://eprints.undip.ac.id/

News medical. (2015). Penyebab Gizi Kurang. http://www.news-


medical.net/health/Causes-of-malnutrition-(Indonesian).aspx