Anda di halaman 1dari 20

BAB II

PEMBAHASAN

1. Faktor-faktor Humas Internasional


Aspek-aspek yang perlu diperhatikan/ dipertimbangkan/dipersiapkan dalam
melaksanakan humas internasional,yaitu:
 Agama (keyakinan imani) mayoritas pendudukan atau masyarakat.
Agama menjadi salah satu hal yang sensitif bagi umat manusia. Karena itulah
dalam upaya melakukan hubungan internasional, seorang ptaktisi humas internasional
harus memperhatikan faktor agama, terutama agama yang dianut mayoritas warga
negara tersebut. Agama yang dianut seseorang memperngaruhi norma, adat, serta
budaya yang diyakininya. Oleh karena itu dengan memperhatikan agama mayoritas di
sebuah negara sangat membantu seorang humas untuk lebih memahami rekannya
dalam melakukan sebuah hubungan internasional.

 Sejarah pertumbuhan bangsa dan perkembangannya (nasionalisme)


Sejarah seebuah negara juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan
humas internasional dalam memaksimalkan tugasnya. Banyak hal-hal sensitif tentang
sejarah sebuah negara yang tentunya bisa menjadi pisau bermata dua apanbila humas
tidak menaruh perhatian ekstra.

 Makanan dan kebiasaaan makan.


Hal-hal sederhana seperti makanan dan kebiasaan makan juga menjadi faktor
penting yang harus diketahui oleh seorang praktisi humas internasional. Karena
dibesarkan dengan budaya yang berbeda, hal-hal dianggap sepele bisa menjadi sangat
penting bagi negara lain. Seperti makanan dan kebiasaan makan. Maka dari iru,
sebelum melakukan hubungan internasional, seorang humas sejatinya harus
memperhatikan hal-hal teknis seperti ini agar menjadi kesan yang baik bagi negara
rekan. Dalam hal makanan, salah satu contoh yang paling sederhana adalah tidak
menyediakan makanan yang haram bagi umat Muslim apabila sedang melalukan
hubungan kerjasama dengan negara mayoritas Muslim.
 Bahasa (dalam hal ini komunikasi verbal,bahasa resmi atau formal,bahasa non
formal).
Dalam sebuah komunikasi bahasa memiliki peranan yang sangat penting dan
mutlak adanya. Bahasa menjadi sebuah alat dalam komunikasi yang mana bahasa dan
komunikasi ini memiliki hubungan yang tak terpisahkan. Bahasa merupakan
interpretasi dari apa yang hendak disampaikan oleh komunikator terhadap komunikan.
Penggunaan bahasa yang baik dan mudah untuk dimengerti oleh orang lain akan
berdampak pada komunikasi yang berjalan dengan baik pula. Seorang praktisi humas
harus mampu melihat lingkungan agar bahasa yang diguankan tidak salah konteks.
Misalnya ketika sedang dalam acara resmi maka sebaiknya bahsa yang digunakan pun
resmi. Begitu pula sebaliknya.
 Pola komunikasi non verbal (termasuk gerak, sikap dan penampilan)
Komunikasi nonverbal memainkan peranan yang sangat penting dalam
kehidupan kita ketika kita berkomunikasi dengan orang-orang yang kita temui.
Komunikasi nonverbal adalah sebuah proses menggunakan pesan-pesan tanpa kata
untuk menyamakan makna. Studi ilmiah pertama tentang komunikasi nonverbal dapat
kita ketahui melalui buku Charles Darwin, sang penemu teori evolusi. Dalam bukunya
ia berpendapat bahwa semua mamalia menunjukkan emosi melalui raut wajah. Emosi
merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang menggambarkan pentingnya
arti komunikasi apapun konteksnya.
Berbicara mengenai pola komunikasi non verbal,maka akan berhubungan
dengan gerak,sikap dan bahkan tampilan seseorang. Selain memahami bahasa verbal
yang baik,seorang praktisi humas juga harus mampu mengetahui pola komunikasi non
verbal dengan negara yang sedang melakukan hubungan baik. Hal ini dilakukan agar
tidak terjadi kesalahpahaman.
 System politik dan kondisi sosial politik setempat
Sebelum terjalinnya suatu hubungan msyarakat internasiona, seorang praktisi
humas sebaiknya mengetahui terlebih dahulu mengenai system politik dan kondisi
sosial dari suatu negara yang ingin di ajak untuk menjalin hubungan. Kesaman
ideology politik akan lebih mempermudah terjalinya suatu hubungan. Hal ini
dikarenak kedua begara akan beranggapan bahwa keduanya memiliki visi dan misi
yang sama sehingga komunikasi akan terjalin dengan baik.
 Sistem budaya dan pola hubungan sosial

Dalam menjalin hubungan internasional, tidak akan terlepas dari yang


namanya budaya. Setiap negara memiliki sistem budaya dan pola hubungan sosial
yang berbeda-beda. Ini menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan. Dengan
mengetahui pola hubungan sosial suatu negara ,maka kita dapat memprediksikan
bagaimana pola hubungan yang akan terbangun jika kita menjalin suatu hubungan
dengan negara tersebut.

 System hukum dan derajat kebebasan pers


Setiap negara memiliki system hukum dan derajat kekebasan pers yang
berbeda pula. Ada beberapa negara yang memberikan kebebasan sebesar-besarnya
kepada lembaga pers di negaranya. Akan tetapi ada juga negara yang sangat
membatasi system persnya. Hal ini juga menjadi salah satu aspek yang harus
diperhatikan sebelum melaksanakan humas internasional. Hal ini dilakukan agar
hubungan yang terjadi kedepannya saling menguntungkan dan saling menyennagkan
antar kedua negara. Sejarah pertumbuhan bangsa dan perkembangannya
(nasionalisme)
 Penghargaan atas waktu
Setiap negara memiliki karakteristiknya sendiri-sendiri. Dalam hal
penghargaan waktu misalnya. Ada negara-negara yang begitu menghargai waktu.
Swiss , Jepang dan negara lainnya merupakan sebagian negara yang sangat
menghargai waktu. Untuk menjalin hubungan dengan negara-negara yang memiliki
penghargaan yang tinggi, maka negara tersebut harus menyesuaikan dengan negara
tersebut.
 Tingkat pendidikan dan penguasaan teknologi
Selain aspek-aspek diatas,salah satu aspek yang juga penting untuk
diperhatikan adalah tingkat pendidikan dan penguasaan teknologi. Seiring dengan
perkembangan zaman , suatu negara yang memilik tingkat pendidikan dan
penguasaan terhadap teknologi yang tinggi akan menjadi negara yang sangat
berpengaruh. ingkat pengetahuan seseorang menjadi faktor utama dalam komunikasi.
Seseorang dapat menyampaikan pesan dengan mudah apabila ia memiliki
pengetahuan yang luas. Seorang komunikator yang memiliki tingkat pengetahuan
tinggi, ia akan lebih mudah memilih kata-kata (diksi) untuk menyampaikan informasi
baik verbal maupun non verbal kepada komunikan. Hal ini berlaku juga untuk
seorang komunikan. Seorang komunikan dapat merespon atau menginterpretasikan
informasi yang diberikan komunikator dengan baik apabila ia memiliki pengetahuan
Maka dari itu sebelum melaksanakna hubungan international, hal tersebut harus
diperhatikan.

2. Karakteristik Humas Internasional


1. Ruang lingkup kegiatan melintassi wilayah negara (mencakup sampai ke negara-
negara lain)
Humas internasional timbul karena adanya perkembangan yang begitu pesat
dalam masyarakat di segala aspek kehidupan dan melibatkan hubungan antara sat
negara dan negara lain. Hal ini menandakan bahawa ruang lingkup kegiatan humas
internasional tidak hanya berada pada satu wilayah negara tetapi luas mencakup
negara-negara lain.
2. Khalayak adalah bangsa-bangsa lain.
Dilihat dari ruang lingkup kegiatannya yang mencakup berbagai negara,
humas internasional memilki khalayak yang banyak dan tersebar di berbagai wilayah
negara di dunia.
3. Kegiatannya tertuju kepada bangsa lain (masyarakat di luar negeri).
Karena mencakup banyak negara di dunia, tugas dan tanggung jawab serta
kegiatan humas internasional tidak hanya mengelilingi satu negara tetapi berputar ke
berbagai wilayah negara di dunia.
4. Menggunakan bahasa asing.
Berbeda dengan humas domestik yang menggunakan bahasa nasional, humas
internasional tentu harus menggunakan satu bahasa utama yang dipakai dunia yaitu
bahasa Inggris untuk lebih memudahkan proses kegiatannya yang mencakup dunia
internasional.
5. Budaya (relatif) berbeda.
Karena melintasi berbagai batas negara, humas internasional mengkaji
berbagai kebudayaan-kebudayaan dunia.
6. Selera terhadap produk (desain, warna, jenis, model dll) berbeda.
7. Kondisi geografis( relatif) berbeda.
8. Iklim dan tafografi (relatif) berbeda.
9. Tingkat pendidikan (berdasarkan usia) dan kemampuan menyerap informasi bisa
berbeda (dengan bangsa-bangsa lain.
10. Tingkat kepuasaan teknologi serta penggunaan model/sarana informasi(komunikasi)
mungkin berbeda-beda (a.l : rendahnya minat baca, tiras surat kabar, penggunaan
internet di Afrika).
11. System hukum berbeda-beda (menurut hokum UU Nasional masing-masing dan bila
timbul perselihan dan claim (tuntutan) kemungkinan menggunakan kententuan hokum
internasional dan berlandaskan perjanjian internasional.
12. System perekonomian berbeda termasuk tingkat pertumbuhan dan kemajuan ekonomi
dalam kehidupan masyarakatnya.
13. Sistem politik dan tatanan birokrasi yang berbeda pada masing-masing Negara.

3. Media Humas Internasional

Kegiatan Humas Internasonal dapat dilakukan melalui berbagai macam teknik


(cara) dan menggunakan berbagai macam media (saluran) serta berbagai bentuk
kegiatan, antara lain :
1. Kunjungan (muhibah).
Misi PR dan kegiatan kehumasan dapat dilakukan dengan melakukan kunjungan
(muhibah, silaturahmi secara langsung), baik oleh kepala Negara, pejabat pemerintah,
tokoh kalangan bisnis, sampai pada kunjungan muhibah oleh actor atau seniman
kondang. Tentu saja dengan tugas atau misi tertentu yaitu untuk memelihara citra atau
membantu pembentukan opini public (yang positif).
Sebagai contoh : petinju legendaries dunia Mohamad Ali (warga Negara AS) di
utus untuk untuk mengunjungi Pakistan dan Afganistan (November 2002), dalam
rangka upaya memperbaiki citra As (pasca invasi ke Afganistan); KH Abdurahman
Wahid (Ketika menjadi presiden RI) beserta beberapa pengusaha Anggota Kamar
Dagang Dan Industri (KADIN) berkunjung ke Beijing untuk menghimbau masuknya
inverstasi RRC ke Indonesia; Jimmy Carter (Mantan presiden As) berkunjung ke
Indonesia sebagai peninjau (observer) yang ikut mengamati jalannya pemilu Juni
1999.
Selain itu, dapat pula dengan menunjuk para pesohor (tokoh popular) di suatu
Negara untuk memsosialisasikan kebijakan dari organisasi internasional. Misalnya
Rano Karno ditunjuk sebagai duta kehormatan UNICEF di Indonesia, Shahnaz Haque
diangkat sebagai duta UNESCO di Indonesia untuk memperjuangkan hak-hak anak.
Aktris peraih Oscar UNHCR (United Nations High Commisioner For Refugees;
Komisi tinggi PBB untuk urusan pengungsi). Ia mengunjungi Bosnia, Kosovo,
Rwanda, Kenya dan berbagai wilayah konflik lainya ke tempat yang membludaknya
para pengungsi. Roger Moore (actor pemeran James Bond) berkunjung ke Indonesia
sebagai utusan dari UNICEF guna mendorong sosialisasi penggunaan garam
beryodium bagi anak-anak. Sedangkan contoh humas Domestik, misalnya petenis
Anjelique Wijaya pernah ditonjolkan untuk menjadi icon anti narkoba (Narkotika dan
obat terlarang) di Indonesia.
Demikian pula kunjungan (muhibah) menteri luar negeri AS, Colin Powell Ke
Indonesia dan beberapa Negara lainnya untuk menjelaskan kebijakan dan program
pemerintah AS (serta mengajak Negara yang dikunjungi untuk bergabung menyokong
AS) dalam memberantas terorisme Internasional. Kunjungan Menlu Inggris, Jack
Straw ke Indonesia (pertengahan Januari 2003). Kunjungan” silaturahmi” Dubes AS
di Jakarta (Raph L. Boyce) ke Pondok pesentren, Panti asuhan dan kamps perguruan
tinggi di beberapa daerah di Indonesia (November-Desember 2002).

2. Pameran (fair)

Baik pemerintah (departemen/kementerian, instansi/badan/lembaga) maupun


pihak swasta (organisasi-organisasi atau perusahaan-perusahaan) dari suatu Negara
seringkali ikut berpartisipasi dalam kegiatan pameran (fair) yang diselenggarakan
Negara-negara lain. Tentunya dengan maksud antara lain memperkenal kan budaya
dan potensi ekonomi bangsa dan Negaranya. Selain, juga bertujuan untuk memelihara
atau meningkatkan citra Negara dan bangsanya, memyampaikan pesan/informasi agar
penduduk/masyarakat di Negara lain itu mengenal produk-produk, objek-objek wisata
serta peluang dan potensi untuk penanaman modal (investasi) asing.
Contoh: pameran industri di Vancouver, Pawai (Festival) bunga di Pasadena.
3. Acara/program televisi (TV).
Media publik relations internasional lainnya yang digunakan yaitu acara
atau program televisi. Acara atau program televisi merupakan suatu kegiatan
program atau acara yang berisi berita atau informasi atau hanya sekedar hiburan
yang perlu diketahui oleh masyarakat di seluruh dunia.
Media acara atau program televisi internasional ini digunakan oleh
pemerintahan, organisasi maupun perusahaan dari suatu negara yang
menyelenggarakan suatu kegiatan untuk nantinya dapat ditayangkan melalui
program atau acara televisi internasional dari suatu negara yang kemudian acara
atau program televisi internsdional tersebut dapat dikonsumsi oleh masyarakat
dari negara lain pula. Tujuan adanya program atau acara televisi internasional ini
yaitu untuk memberikan informasi atau hiburan kepada para audiennya diseluruh
dunia

4. Berita di Surat Kabar/Majalah.


Salah satu media yang dapat digunakan pemerintah maupun swasta adalah
berita di surat kabar. Pemuatan berita ini dilakukan dengan tujuan tertentu misalnya
untuk sekedar meningkatkan citra, mengenalkan produk atau mensosialisasikan
kebijakan pemerintah. Terutama untuk surat kabar atau majalah asing yang memiliki
pembaca di seluruh dunia, memiliki pengaruh yang signifikan pada penyebaran
informasi ke seluruh dunia. Itulah mengapa penggunaan surat kabar atau majalah
dianggap efektif sebagai media humas internasional. Beberapa contoh penggunaan
berita di surat kabar antara lain Pemberitaan mengenai pertemuan Kim Jong Un dan
Donald Trump di surat kabar The New York Times edisi 9 Maret 2018.

5. Sister City (Mitra Kota atau kota kembar).


Sister City merupakan persetujuan kerjasama antara dua kota, daerah setingkat
provinsi, negara bagian atau prefektur yang memiliki satu atau lebih kemiripan
karakteristik dimana dua daerah tersebut terdapat pada dua negara yang berbeda.
Kemiripan tersebut misalnya ada pada kemiripan budaya, latar belakang sejarah atau
jika dilihat dari segi geografis kedua daerah sama-sama daerah pantai atau daerah
kepulauan.
Sister City dapat meningkatkan volume kerjasama dengan perkembangan di
berbagai bidang kerjasama yang dianggap perlu bagi kesejahteraan masyarakat di
suatu kota. Kota Bandung mengadakan hubungan kerjasama Sister City sejak tahun
1960 dengan Kota Braunschweig, Jerman, sehingga menjadi kota pertama sekaligus
kota terlama dalam penyelenggaran kerjasama Sister City di Indonesia. Seiring
dengan perkembangan jaman dan teknologi, Kota Bandung memperluas jalinan
hubungan kerjasama dengan kota-kota lain di luar negeri seperti Kota Forth Woth –
Texas, Amerika Serikat; Kota Suwon, Republik Korea; Yingkou dan Liuzhou,
Republik Rakyat China. Kota Bandung telah memiliki kerjasama Sister City sebagai
jembatan bagi potensi masyarakat Kota Bandung untuk berkembang dalam
masyarakat dunia dan menjadikan penting bagi pengembangan kegiatan Pemerintah
Kota Bandung dengan masyarakat dunia.

6. Pertukaran pelajar (student exchanges).

Sekolah dapat meningkatkan peranan dan fungsinya pada era-globalisasi,


maka perlu menjalin dan meningkatkan hubungan kerja sama dengan sekolah-sekolah
lain, baik di dalam maupun di luar negeri. Dengan terjadinya hubungan antar sekolah
tersebut maka dapat dilakukan kerja sama sama dalam mendukung peningkatan kualitas
sekolah. Upaya seperti ini dilakukan agar sekolah menjadi sekolah unggul,inovatif serta
kreatif. Departemen Pendidikan Nasional terus menggalakan program pertukaran
pelajar, memingat akan pentingnya program ini.
Melalui program ini, berlangsung kegiatan pengenalan budaya dan
membangun rasa saling memahami atau saling percaya diantara orang-orang berbeda
bangsa. Program pertukaran pelajar dapat dilakukan baik untuk program
belajar/kuliah ataupun sekadar kunjungan singkat seperti karya wisata atau study
excursion.

7. Pemberian penghargaan
Penganugrahan gelar kepada negarawan asing atau pejabat negara lain, baik
gelar akademik maupun gelar adat merupakan bagian dari upaya kehumasan.
Tujuannya antara lain untuk melambangkan telah berlangsungnya hubungan bilateral
yang harmonis. Contoh, presiden Jokowi mendapat gelar warga kehormatan dari
walikota Seoul atau gelar ksatria yang diperoleh presiden SBY dari Ratu
Inggris.Penghargaan berupa nobel pada tokoh-tokoh tertentu juga merupakan bentuk
kegiatan kehumasan.
8. Kegiatan Olah raga
Tentunya kita pernah menyaksikan berita tentang betapa negara-negara
tertentu saling berlomba untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan suatu event
seperti Sea Games, Piala Dunia ataupun Olimpiade. Tentu ada kepentingannya, yaitu
bahwa event tersebut mempunyai arti penting bagi peningkatan citra suatu negara.
Kegiatan Olahraga yang cukup populer adalah Asian Games. Asian Games adalah
ajang olahraga yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali, dengan atlet-atlet dari
seluruh Asia dan diselenggarakan oleh Dewan Olimpiade Asia. Tujuan dari Asian
Games sendiri adalah untuk memperat hubungan dan kerja sama dari negara-negara di
Asia.. Sampai saat ini Asian Games sudah diselengarakan sebanyak 18 kali, pertama
diadalakan pada tahun 1951 di New Delhi, India dan yang terakhir pada tahun 2018 di
Jakarta-Palembang, Indonesia.

9. Video, film, dan program TV


Video, film, siaran TV dari masing – masing negara merupakan media bagi
kegiatan humas internasional, selain tentu saja bisa mendatangkan keuntungan
ekonomi bagi negara asalnya. Misalnya India sangat terkenal dengan filmnya,
Meksiko dengan telenovela, demikian juga AS melalui film serialnya. Melalui film
serial misalnya, kehebatan agen rahasia ataupun polisi yang ditampilkan mampu
membuat orang yang menyaksikannya berpandangan bahwa agen rahasia dan polisi
AS benar-benar hebat. Contoh lain adalah Taiwan bisa memanfaatkan keberhasilan
serial “Meteor Garden” serta para pemeran serial tersebut untuk kegiatan humas
internasionalnya demi mengangkat citra Negara tersebut. Demikian juga dengan serial
Korea yang mengangkat keindahan tempat – tempat tertentu di Korea sehingga
mampu meningkatkan citra Negara tersebut sekaligus menambah devisa melalui
peningkatan kunjungan wisata di Negara tersebut.
4. Humas Internasional dalam Perspektif Bisnis dan Diplomatik
a. Humas dalam pelayanan konsumen
Upaya humas dapat dikatakan berhasil bila citra perusahaan berjalan dengan baik
tanpa ada kecaman atau keluhan dari dalam maupun dari luar. Tugas humas dalam
perspektif bisnis adalah melakukan pendekatan kepada para karyawan dan juga
masyarakat didaerah itu agar karyawan bias bekerja sebaik mungkin dan agar
terhindar dari masalah-masalah yang timbul dari masyarakat tersebut. Perlu pula
disadari bahwa upaya untuk memenuhi permintaan pasar akan memerlukan informasi
yang berbeda bila dibandingkan dengan mengerjakan produk pesanan. Untuk dapat
melaksanakan proses produksi sesuai permintaan pasar, maka kelompok produsen
perlu mencari informasi yang jelas dan beragam tentang permintaan produk.
Disamping itu dalam pelaksanaan proses produksi, masing-masing produsen
memerlukan informasi tentang seberapa jauh proses tersebut dilaksanakan.
Setelah langkah diatas, kegiatan humas perlu diarahkan untuk mengetahui
keadaan pasar, misalnya dengan pemantauan daya beli masyarakat. Oleh karena
teknologi telah menyatukan dunia, persepsi publik terhadap beberapa perusahaan
menerapkan indikator yang seragam dalam bisnis praktis (Curtin & Gaither, 2007).
Oleh karena itu kegiatan humas pelu memperhatikan hal ini. Bila produk yang akan
dijual sesuai dengan selera masyarakat maka hasil produksi akan meningkat dan tidak
perlu ada penurunan produksi yang bisa berakibat pada PHK (Rudy, 2005).

b. PR disektor pariwisata
Tujuan PR yakni memelihara dan memantapkan citra yang dimiliki suatu
lembaga. Citra yang diupayakan harus sesuai dengan kenyataan sebagaimana adanya
agar tujuan public relations lebih berhasil dan dapat menciptakan iklim penilaian dan
sikap simpatik yang memuaskan. Hal tersebut juga berlaku dalam dunia pariwisata.
Dalam pariwisata, institusi atau lembaga yang menaunginya yakni Dinas Kebudayaan
dan Pariwisata.

Pariwisata membutuhkan humas dalam pengembangannya. Seperti, menyusun


strategi atau teknik komunikasi diantaranya promosi tempat wisata, kampanye
program wisata (misalnya Wonderful Indonesia) dan pengenalan budaya dan objek
wisata yang merupakan faktor penting yang dapat menarik minat pengunjung untuk
datang.

Teknik promosi tempat wisata dapat dilakukan dengan mengundang pejabat,


pebisnis dan media massa untuk datang meninjau dan mengunjungi suatu kawasan
wisata. Melalui kegiatan ini diharapkan mereka dapat menyebar luaskan apa yang
mereka saksikan dan nikmati. Sehingga secara, tidak langsung hal ini merupakan
kegiatan promosi. Teknik yang lain adalah dengan menyelenggarakan program-
program menarik secara berkesinambungan dengan nuansa modern maupun
tradisional misalnya event “Bali for the world” atau “Borobudur international
festival”.

c. Promosi dan pelatihan


Promosi adalah mengiklankan suatu produk atau merek, menghasilkan
penjualan, dan menciptakan loyalitas merek atau brand. Ini adalah salah satu dari
empat elemen dasar bauran pemasaran, yang mencakup empat P: price, product,
promotion, and place atau harga, produk, promosi, dan tempat.Promosi mencakup
metode komunikasi yang digunakan pemasar untuk memberikan informasi tentang
produknya. Informasi bisa bersifat verbal dan visual. Menurut Suryana, Promosi
adalah cara mengkomunikasikan barang dan jasa yang di tawarkan supaya konsumen
mengenal dan membeli.
Pelatihan merupakan salah satu usaha dalam meningkatkan mutu sumber daya
manusia dalam dunia kerja. Karyawan, baik yang baru ataupun yang sudah bekerja
perlu mengikuti pelatihan karena adanya tuntutan pekerjaan yang dapat berubah
akibat perubahan lingkungan kerja, strategi, dan lain sebagainya.Menurut Payaman
Simanjuntak (2005) mendefinisikan pelatihan merupakan bagian dari investasi SDM
(human investment) untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja, dan
dengan demikian meningkatkan kinerja pegawai.
Agar produksi yang dihasilkan dikenal banyak orang, humas perlu
mengadakan suatu promosi yang dilakukan lewat radio, TV, pameranatau brosur dan
majalah. Hal ini akan mempermudah masyarakat mengetrahui produk yang dibuat.
Kegiatan produksi juga perlu didukung oleh karyawan yang terampil dan
professional. Untuk keperluan itu maka perusahaan harus melakukan upaya
pendidikan dan pelatihan secara berkesinambungan pada karyawan berbakat ataupun
dengan pertukaran karyawan ke perusahaan lain baik dalam maupun luar negeri.

d. Konseptualisasi humas dalam diplomasi


Kegiatan humas dalam perspektif diplomatik dapat dikategorikan sebagai
diplomasi pragmatis (pragmatic diplomacy). Jadi, bukan diplomasi dalam arti formal
yang hanya berlangsung diantara perwakilan diplomatik dengan instansi pada Negara
penempatannya, tetapi juga mencakup upaya kehumasan oleh pihak non-pemerintah
melalui cara – cara diplomatis.
Demikian juga dengan topik yang dikomunikasikan, bukan hanya menyangkut
urusan politik dan ekonomi saja tetapi juga menyangkut hal-hal lain yang berkaitan
dengan pemeliharaan atau pemulihan citra positif berdasarkan fakta yang
mempengaruhi opini masyarakat internasional. Misalnya, penyelenggaraan konferensi
kebun raya internasional (International Botanical Gardens Conference) di Bali, tahun
2003. Hal ini untuk memperbaiki citra Indonesia bahwa Indonesia masih bagian dari
Mega Biodiversity dan tidak benar bahwa hutan-hutan lindung Indonesia sudah
hampir punah.

e. Hutan dan humas internasional


Indonesia pernah mendapat julukan Mega Biodiversity karena keragaman
dan kekayaan ekosistemnya. berarti Indonesia adalah salah satu tempat yang
didalamnya terdapat keseluruhan dari keanekaragaman jenis gen, spesies dan
berbagai ekosistem di planet bumi.Sebagian besar kekayaan dan keragaman itu
tersimpan dalam hutan-hutan tropis yang luas. Akan tetapi upaya pelestarian
hutan-hutan tropis itu menjadi sorotan dunia internasional karena pemerintah
Indonesia dianggap tidak serius menjaganya. Menyikapi hal ini, pemerintah
Indonesia mulai melakukan perumusan strategi kehumasan internasional dengan
departemen departemen yang terkait mengenai pengelolaan hutan., tindakan ini
diambil dikarenakan pemerintah Indonesia merasa bahwa masalah mengenai
pengelolaan biodiversitas seperti ekosistem hutan ini tidak bisa sepenuhnya
ditanggulangi lagi melalui kementrian dan badan maupun department yang
berhubungan dengan masalah ini namun perlu adanya campur tangan dengan
organisasi internasional, dikarenakan masalah ini tidak lagi berada diranah
nasional namun telah masuk pada ranah internasional. Pada tahun 2003,
departemen kehutanan dan perkebunan akhirnya mulai merintis strategi tersebut,
antara lain ditempuh dengan jalur konferensi dan kerjasama internasional dengan
uni Eropa (Illegal Logging Response Center), World Wildlife Fund (WWF), dan
The Nature Conservacy (TNC).

f. Isu Terorisme
Dalam hal tudingan Negara – Negara barat mengenai posisi Indonesia sebagai
salah satu sarang aksi terorisme internasional, RI pun melakukan upaya kehumasan
untuk menyangkal dan menolak tudingan itu. Indonesia perlu menjelaskan bahwa
dalam beberapa kejadian terorisme yang terjadi, posisi Indonesia adalah sebagai
korban.
Upaya kehumasan juga diperlukan untuk menunjukan bahwa wilayah
Indonesia sangat luas, dan bahwa terorisme yang terjadi hanya pada sebagian kecil
tempat saja. Jadi, sangat tidak beralasan menganggap Indonesia sebagai sarang
teroris. Hal ini juga diperlukan agar masyarakat internasional tidak salah paham
mengenai situasi sosial politik di Indonesia dan beranggapan bahwa seluruh wilayah
Indonesia tidak aman.
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Upaya peningkatan citra suatu Negara bisa dilakukan dengan berbagai cara
dan tentu saja membutuhkan program humas yang terencana. Dinamika hubungan
antarnegara dan isu-isu internasional yang terus berubah mengakibatkan kegiatan
humas yang berkesinambungan perlu diupayakan untuk meningkatkan citra suatu
Negara terhadap isu tertentu, ataupun mengatasi krisis kepercayaan dari bangsa
lain.
Untuk mewujudkan terbentuknya citra yang layal di kancah global, maka
suatu Negara tentunya perlu memiliki humas yang mampu membawa nama
Negara tersebut menjadi Negara yang diperhitungkan oleh Negara lain.
Dalam menjalankan tugasnya tentu saja humas memerlukan media untuk
dapat menyalurkan ide dan gagasan untuk mempromosikan negaranya di tingkat
internasional. Media humas internasional dan strategi-straategi yang dijalankan
oleh humas internasional tentu saja akan berperan penting dalam pencapaian citra
yang baik oleh suatu Negara.
Pada dasarnya prestasi sebuah Negara bukan kerja humas semata, tetapi
merupakan kerja sama dari seluruh warga suatu Negara demi menghantar
negaranya menjadi sebuah Negara maju yang diterima di dunia. Namun untuk
mewujudkan itu semua humas suatu Negara memiliki peranan penting. Oleh
karena itu, dalam tulisan ini kami akan membahas terkait dengan media humas
internasional dan Humas Internasional dalam Perspektif Bisnis dan Diplomatik.
2. Rumusan Masalah
 Apa saja media-media Humas Internasional ?
 Bagaimana Humas Internasional jika ditinjau dalam perspektif bisnis
dan diplomatic ?

3. Tujuan
 Menjelaskan media-media Humas Internasional.
 Menjelaskan Humas Internasional jika ditinjau dalam perspektif bisnis
dan diplomatic.
BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan
Dalam level internasional, kegiatan humas / public relations menggunakan
beragam media seperti kunjungan, pameran, media massa, pertukaran pelajar,
pemberian penghargaan dan lain sebagainya. Semua media ini memiliki peran dan
fungsinya masing-masing untuk mempromosikan dan membentuk citra suatu Negara
di mata dunia.
Humas internasional memiliki tanggungjawab penting untuk dapat
memanfaatkan media-media humas internasional yang tersedia untuk memaksimalkan
tugas mereka sebagai humas international.

2. Saran
Dalam melakukan tugasnya tentu saja akan ada berbagai tantangan yang tidak
sesuai dengan perencanaan awal humas internasional. Oleh karena itu dalam
menjalankan tugasnya alangkah lebih baik jika humas internasional selalu
membangun kerja sama dengan pemerintah agar jika menemukan hambatan atau
masalah dalam melaksanakan tugasnya dapat mencari solusi demi kebaikan bersama.
Humas internasional juga diharapkan mampu memanfaatkan semua media yang ada
untuk memaksimalkan kerja mereka.
TUGAS KOMUNIKASI Internasional
“Hubungan Masyarakat Internasional”

OLEH

Kelompok IV

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
2017
Kata Pengantar

Puji, syukur dan terima kasih kami limpahkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena

hanya atas berkat dan anugerah-Nya yang tak terbatas, kami dapat menyelesaikan makalah

ini tepat pada waktunya. Makalah ini disusun untuk memenuhi kriteria penilaian tugas pada

Mata Kuliah Komunikasi Internasional .

Makalah ini berisi tentang materi-materi media humas internasional yang berguna

bagi humas internasional dalam memaksimalkan kerja mereka. Materi ini bertujuan agar

pembaca dapat mengetahui bahwa dalam hidup bernegara diperlukan kerjasama dengan

Negara lain untuk mendukung kehidupan Negara tersebut. Oleh karena itu, penulis merasa

penting untuk menyajikan materi ini dalam makalah ini.

Dalam penulisan makalah ini kami menyadari bahwa makalah sederhana ini tidaklah

sempurna. Oleh karena itu, kami mohon maaf dan kami sangat mengharapkan segala

perbaikan berupa kritik, saran dan masukan dari segala pihak . Akhir kata semoga makalah

ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkannya.

Kupang, Mei 2019

Penulis
Daftar Isi

 KATA PENGANTAR ......................................................................................


 DAFTAR ISI ..................................................................................................
 BAB I PENDAHULUAN
 Latar Belakang .................................................................................
 Rumusan Masalah ...........................................................................
 Tujuan Penulisan .............................................................................
 BAB II PEMBAHASAN
 Faktor Humas Internasional.............................................................
 Karakteristik Humas Internasional................................
 Media Humas Internasional....................................................
 Humas Internasional dalam perspektif bisnis dan Diplomatik
 BAB III PENUTUP
 Kesimpulan .....................................................................................
 Saran ...............................................................................................
Lampiran Nama Anggota Kelompok :

1. Yosefiani Dewi Tamatur

2. Ilham Mardiansyah

3. Agus M. Tanesib

4. Natasya E Lenggu

5. Welmi E Loudue

6. Julita P Dahen

7. Maria M. O . P Atulolon

8. Maria C C Klau

9. Andry Saputra Mubarek

10. Yakobus Modena

11. Romy Y T Labu

12. Ananda V H Jambak

13. Kresensia Usfinit

14. Hendrik Thanlilo

15. Aurel C Bako

16. Betseba M Tulanggalu