Anda di halaman 1dari 15

TUGAS 1 PKN

Nama : Bimo Adam

NIM : 672018274

A. Bentuk Negara

1. Negara kesatuan adalah suatu negara yang merdeka dan berdaulat di mana di seluruh
negara yang berkuasa hanya satu pemerintah (pusat) yang mengatur seluruh daerah.
Pemerintah pusat berkuasa mengatur seluruh daerah secara totalitas. Bentuk negara ini
tidak terdiri atas beberapa negara yang menggabungkan diri sedemikian rupa sehingga
menjadi suatu negara. Contoh negara berbentuk negara kesatuan adalah
Indonesia. Negara kesatuan dapat berbentuk sebagai berikut.
a) Negara kesatuan dengan sistem sentralisasi, di mana segala sesuatu dalam negara
itu langsung, diatur dan diurus oleh pemerintah pusat, dan daerah-daerah tinggal
melaksanakannya.
b) Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi, di mana kepala daerah diberikan
kesempatan dan kekuasaan untuk mengurus rumah tangganya sendiri (otonomi
daerah) yang dinamakan daerah swatantra.

Ciri-Ciri Negara Kesatuan

 Pada Negara kesatuan peraturan dasarnya didasarkan pada satu Undang-Undang


Negara. Selain itu Negara kesatuan juga memiliki hanya satu kepala Negara, dewan
perwakilan rakyat dan juga dewan Negara.Pada Negara kesatuan maka semuanya
terpusat dan berdasarkan dari satu undang-undang tersebut, pemerintahannya pun
terorganisir pada pusat. Hal ini memiliki manfaat yang baik dimana peraturan dan
roda pemerintahan pun selalu seragam namun ada kalanya mengundang kesulitan
ketika ada hal-hal yang harus diselesaikan di daerah namun harus menunggu
keputusan dari pusat terlebih dulu.

 Semua hal yang berkaitan dengan kedaulatan Negara baik itu kedaulatan untuk
urusan dalam negeri maupun urusan luar negeri semuanya diserahkan kepada pusat
untuk disetujui dan ditandatangani.

 Berbagai macam masalah seperti budaya, ekonomi, politik, keamanan, sosial dan
pertahanan hanya memiliki satu buah kebijakan saja.

Kelebihan Negara Kesatuan

 Semua urusan dikendalikan pusat sehingga diharapkan bisa terjadi pemerataan di


berbagai bidang di seluruh wilayah Indonesia
 Kualitas tokoh nasional lebih bermutu karena seleksinya dilakukan secara nasional;
 Biaya demokrasi lebih murah;
 Kepemimpinan pusat dan daerah dalam ”satu komando” sehingga koordinasi lebih
mudah;
 Biaya kegiatan perekonomian lebih murah sehingga bisa meningkatkan daya saing
bangsa;
 Kesejahteraan rakyat diharapkan lebih merata karena daerah yang minus akan
dibantu pemerintahan pusat;
 Korupsi lebih bisa dikendalikan karena daerah tidak bersifat otonom;
 Konflik masyarakat karena pemilihan pejabat bisa diminimalkan.

Kekurangan Negara Kesatuan

 Implementasi yang salah mengakibatkan pemerataan tidak terjadi, kualitas


pemimpin nasional buruk.
 Kewenangan daerah dibatasi kepentingan pusat;
 Daerah kurang ditonjolkan karena yang diutamakan adalah kesatuan.
2. Negara serikat (Federasi) adalah suatu negara yang merupakan gabungan dari beberapa
negara yang meredeka dan berdaulat serta berdiri sendiri. Dengan menggabungkan diri
dengan negara serikat, berarti suatu negara melepaskan sebagaian dari kekuasaannya
dan menyerahkannya kepada negara serikat tersebut. Kekuasaan yang diserahkan itu
disebutkan satu demi satu (limiatif) dan merupakan kekuasaan yang didelegasikan.
Kekuasaan asli ada pada negara bagian karena negara bagian itu berhubungan langsung
dengan rakyatnya. Penyerahan kekuasaannya kepada negara serikat adalah hal-hal
yang berhubungan dengan hubungan luar negeri, pertahanan negara, keuangan, dan
urusan pos. Contoh negara berbentuk negara serikat adalah Amerika Serikat.

Ciri-Ciri Negara Federasi

1. Kepala Negara yang berada di pusat dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan
umum dan memiliki tanggungjawab yang besar kepada rakyat.
2. Setiap Negara bagian di dalamnya memiliki kekuasaan asli terhadap daerahnya
sendiri namun tidak memiliki kedaulatan sebab kedaulatan Negara tetap dipegang
oleh kepala Negara.
3. Setiap Negara bagian itu berhak mengatur undang-undangnya namun tetap harus
selaras dengan undang-undang yang ada pada pemerintah pusat.
4. Pemerintah pusat juga memiliki kedautan bagi Negara bagian terutama untuk
urusan yang berkaitan dengan bagian luar, sedangkan pada urusan dalam Negara
bagian pemerintah pusat memiliki sebagian kedaulatan.
Kelebihan Negara Serikat

 Kewenangan pejabat daerah lebih luas sehingga diharapkan lebih kreatif.


 Tokoh daerah di tingkat nasional merata berasal dari seluruh daerah walaupun
sebenarnya ada yang tidak berkualitas.
 Daerah yang memiliki potensi alam yang baik bisa lebih cepat berkembang.

Kekurangan Negara Serikat

 Tidak semua bidang dikendalikan pusat sehingga bisa terjadi kesenjangan dalam
bidang yang urusannya diserahkan kepada daerah, misalkan: pendidikan,
kesehatan, dll;
 Kualitas tokoh nasional tidak terjamin karena yang diutamakan merupakan
perwakilan daerah;
 Biaya demokrasi mahal karena pemilihan pejabat dilakukan berkali-kali;
 Kepemimpinan pusat dan daerah bisa tidak sejalan karena merasa memiliki
kepentingan masing-masing;
 Biaya kegiatan perekonomian menjadi tinggi karena pejabat daerah menjadi “raja-
raja kecil”;
 Kesejahteraan rakyat bisa tidak merata sehingga terbentuk kelompok daerah kaya,
sedang, dan miskin;
 Korupsi semakin meningkat, baik pelaku maupun jumlah nilai uang yang
dikorupsi;
 Seringkali ketidak-puasan terhadap apa yang terjadi di daerah disikapi dengan
amuk massa yang akibatnya merusak kesinambungan kerja bangsa, dan anggaran
negara terkuras untuk merenovasi akibat kerusakan yang terjadi.
Selain dua bentuk negara di atas, seiring perkembangan kenegaraan maka dikenal pula
gabungan negara, yaitu sebagai berikut

1. Serikat negara (konfederasi)

Bentuk Negara ini adalah bentuk Negara yang dibuat tidak permanen karena adanya
perjanjian antara Negara yang berkonfederasi untuk tujuan bersama yaitu mempertahankan
kedaulatan. Urusan di dalam Negara masing-masing tetap menjadi urusan masing-masing
pihak, namun untuk urusan bersama dilakukan karena adanya perjanjian.

Masalah yang ada dalam negeri yang bergabung dalam sebuah konfederasi tidak boleh
dicampur dengan kepentingan bersama dalam Negara-negara yang melakukan konfederasi.
Dulu Malaysia dan Singapura pernah menjalin kerjasama dan bergabung menjadi Negara
konfederasi karena adanya politik luar negeri yang terjadi di Indonesia masa pemerintahan
Presiden Soekarno.

Meski sifatnya sementara namun dengan adanya kerjasama maka masalah yang dialami
oleh Negara-negara yang berkonfederasi itu bisa dicari solusinya dan cepat terselesaikan.

Contoh negara konfederasi adalah Persatuan Bangsa-Bangsa ( PBB) dan ASEAN

Kelebihan Negara Konfederasi :

 Cocok bagi negara yang memiliki wilayah sangat luas.


 Tetap menjamin persatuan dan kesatuan nasional.
 Memungkinkan sistem pembatasan kekuasaan.
 Memungkinkan tiap daerah bagian mengembangkan sistem hukum pada masing-
masing negaranya.
 Memungkinkan upaya pembangunan negara bagian berdasarkan kekhasan dan potensi
riil.

Kekurangan Negara Konfederasi :

 Begitu banyak sistem hukum yang berlaku, sehingga rumit bagi mereka yang awam
hukum.
 Sering dicurigai sebagai negara tanpa persatuan meskipun tidak terbukti.
 Sistem pemilihan distrik, gubernur dan senator acapkali bermasalah sebab rule of the
game-nya tidak seragam.
 Kurang tepat bagi negara yang memiliki wilayah kurang luas.
 Menyulitkan upaya kodifikasi dan unifikasi hukum (legalitas).

2. Koloni

Koloni adalah suatu negara (daerah) yang dijajah oleh bangsa (negara) lain.

Ciri-ciri negara Koloni:

 Dikuasai sepenuhnya secara fisik oleh Negara lain, biasanya disebut Negara jajahan
 Tidak mempunyai hak-hak dan nasibnya bergantung kepada Negara penjajah
 Urusan politik, hukum, dan pemerintahan masih bergantung pada negara yang
menjajahnya

Contoh negara Koloni pada masa lalu : Tunisia, Maroko (jajahan Prancis), Malaysia dan
Hongkong (jajahan Inggris), Indonesia. Sekarang Negara-negara tersebut sudah merdeka
penuh.
Kelebihan: -,

Kekurangan: tidak berdaulat, tidak dapat menentukan nasib sendiri.

3. Trusteeship (perwakilan)

Trustee adalah wilayah jajahan dari negara-negara yang kalah perang dalam perang Dunia
II dan berada di bawah naungan Dewan Perwalian PBB serta negara yang menang perang.
Pemerintahan di daerah trustee melibatkan Dewan Perwalian PBB dengan tujuan untuk
mempertinggi kemajuan dalam bidang ekonomi, politik, sosial, pendidikan rakyat di
daerah tersebut menuju ke arah pemerintah sendiri. Hal ini selaras dengan hak menentuan
nasib sendiri. Tujuan utama sistem perwalian ialah untuk meningkatkan kemajuan wilayah
perwalian menuju pemerintahan sendiri.

Contoh negara perwakilan :

 Tanzania menjadi perwalian PBB sejak tahun 1945 (merdeka tahun 1962).
 Nimibia menjadi perwalian PBB sejak tahun 1967 (merdeka tahun 1990)
 Papua Nugini merupakan negara bekas negara jajahan Inggris berada dibawah naungan
PBB sampai dengan tahun 1975
4. Dominion

Dominion adalah bentuk negara yang hanya terdapat dalam sejarah ketatanegaraan Inggris.
Bentuk negara ini mula-mula merupakan tanah jajahan Inggris, namun sekarang sudah
menjadi negara merdeka dan berdaulat dalam suatu gabungan negara yang diberi nama
"The British Commonwealth of Nation".

Dalam perkembangan zaman, ada beberapa negara jajahan Inggris yang merdeka dengan
status dominion seperti India dan Pakistan (meskipun sekarang dua negara tersebut telah
mengubah bentuk pemerintahan menjadi republik).

Akhirnya, bentuk dominion pun menjadi hilang. Karena yang duduk dalam The British
Commonwealth of Nation tidak hanya negara dominion saja maka The British
Commonwealth of Nation diubah menjadi Commonwealth of Nation.

Anggota-anggota negara persemakmuran itu antara lain :

 Inggris
 Malaysia
 Selandia Baru
 Afrika Selatan
 Australia
 Kanada
 India
Kelebihan: mendapat bantuan, terutama bidang ekonomi, dari negara Induk.

Kekurangan: setengah berdaulat karena harus mengakui kekuasaan raja/ratu dari negara
induk.

5. Uni (Union)

Dua negara atau beberapa negara merdeka dan berdaulat penuh memiliki seorang kepala
negara yang sama.

Ada dua macam uni, yaitu uni riel dan uni personil.

 Uni riel, yaitu apabila negara yang tergabung itu dalam dalam mengatur kepentingan
bersama diselenggarakan oleh suatu badan (lembaga) yang dibentuk oleh mereka.

 Uni personil adalah apabila negara-negara yang bergabung itu dalam mengurus
kepentingannya diselenggarakan secara sendiri walaupun secara kebetulan memiliki
kepala negara yang sama.

Kelebihan: Mudah untuk bekerjasama dalam sesama negara uni.

Kekurangan: Rawan konflik politik dan kepentingan.

6. Mandat
Negara mandat merupakan sebuah negara yang awalnya adalah jajahan dari negara yang
kalah dalam Perang Dunia I yang kemudian diletakkan di bawah perlindungan suatu negara
yang menang perang dengan pengawasan dari Dewan Mandat Liga Bangsa-Bangsa.
Ketentuan-ketentuan tentang pemerintahan perwalian ini telah ditentukan dalam suatu
perjanjian di Versailles.

Contohnya, Kamerun merupakan negara bekas jajahan Jerman menjadi mandat Prancis.

Kelebihan : Mendapat perlindungan keamanan dari PBB.


Kekurangan : Tidak berdalat penuh, rawan konflik politik dan militer.
B. Bentuk Pemerintahan

1. Monarki

Kaisar Hirohito dari Jepang yang memerintah dari tahun 1926-1989

Monarki adalah bentuk dari pemerintahan yang dipimpin oleh raja atau ratu sebagai
pemegang kekuasaan negara. Monarki juga termasuk bentuk dalam pemerintahan tertua di
dunia. Setiap raja dan ratu ini memiliki julukannya masing-masing seperti di Jepang, raja
dipanggil dengan sebutan Kaisar, Brunei Darussalam dengan sebutan Sultan, dan sebutan
Yang di-Pertuan Agong di Malaysia.

2. Tirani

Sekilas, tirani sama seperti monarki yang kekuasaan negaranya dipegang oleh satu orang.
Tapi, tirani dijalankan dengan sewenang-wenang secara otoriter dan absolut. Contoh
negara yang pernah menjalankan bentuk tirani adalah Adolf Hitler di Jerman dan Joseph
Stalin dari Uni Soviet.
3. Aristokasi

Louis XIV di Prancis

Jika monarki dan tirani dipegang oleh satu orang, berbeda dengan aristokrasi yang
dipegang oleh beberapa orang. Orang-orang tersebut memiliki peranan penting seperti
halnya kaum cendikiawan. Pada tahun 1700-an, Prancis pernah menganut aristokrasi
dimana kekuasaan yang mereka miliki ditunjukkan untuk kepentingan umum.

4. Oligarki

Nelson Mandela

Seperti aristokrasi, kekuasaan dalam oligarki juga dipegang oleh beberapa orang. Tetapi,
yang memiliki peranan dalam oligarki dibedakan berdasarkan kekayaan, keluarga, ataupun
militer. Negara yang pernah menganut bentuk oligarki salah satunya adalah Afrika Selatan
yang berakhir pada tahun 1994 ketika Nelson Mandela menjabat sebagai presiden.
5. Demokrasi

Abraham Lincoln

Indonesia adalah salah satu negara yang menganut system Demokrasi. Dalam demokrasi,
setiap warga negara memiliki hak setara dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, kita
juga mengenal istilah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat yang dicetuskan oleh
Abraham Lincoln. Karena memang, dalam demokrasi pemegang kekuasannya adalah
rakyat.

6. Teknokrasi

Simbol teknokrasi

Tidak hanya politisi yang memiliki kekuasaan dalam suatu negara, ternyata pakar teknis
juga memiliki kesempatan untuk mengambil keputusan negara,. Teknokrasi adalah bentuk
dari pemerintahan dimana pakar teknis mempunyai kekuasaan. Dalam teknokrasi, para
pengambil keputusan akan dipilih berdasarkan seberapa jauh mereka menguasi bidang
tertentu seperti insinyur, ilmuwan, dan profesional kesehatan.
7. Timokrasi

Timokrasi adalah bentuk dari pemerintahan dengan ideal tertinggi negara diatur oleh
para pemimpin yang memiliki kehormatan dan kelayakan. Timokrasi ini merupakan
lawan dari kepemimpinan yang berdasarkan kelas, keturunan, kekuasaan, dan hak
istimewa.

8. Kleptokrasi

Bentuk dalam pemerintahan dimana pemegang kekuasaan menggunakan posisinya


untuk mencuri kekayaan negara atau korupsi. Mereka mengambil pajak yang berasal
dari rakyat untuk memperkaya kelompok tertentu atau dirinya sendiri. Semakin massal
tindak korupsi yang dilakukan pejabat publik, maka negara tersebut semakin merujuk
kepada kleptokrasi.
9. Oklokrasi

Amerika Serikat pada tahun 1930-an

Oklokrasi terjadi saat negara dalam anarki massa dengan pemerintahan yang tidak legal.
Mereka memiliki kekuasaan senjata dalam jumlah besar, sehingga rakyat lain menjadi
takut. Pada tahun 1930-an, Amerika Serikat hampir masuk ke dalam kategori ini dimana
keluarga mafia mengendalikan negara secara ilegal dan inkonstitusional.

10. Plutokrasi

Ketimpangan antara orang kaya dengan orang miskin

Ketimpangan antara yang kaya dan yang miskin sangat telihat pada plutokrasi. Hal ini
karena bentuk dalam pemerintahan tersebut disetir oleh orang-orang kaya yang tercipta
dari suatu kondisi ekstrem. Mereka tidak hanya menguasi sumber ekonomi dan politik,
tetapi juga sumber militer seperti senjata, dan lain-lain. Negara yang memiliki sumber daya
alam seperti minyak dan logam mulia berpotensi mengalami jenis pemerintahan
ini. Karena pada umumnya, badan yang mengontrol sumber daya tersebut ingin
mempertahankan kondisi yang menguntungkan mereka.