Anda di halaman 1dari 4

HASIL ANALISIS

1. Dalam situng banyak terjadi banyak kesalahan perhitungan, menurut Anda ini adalah
kesengajaan, kebodohan programmer atau situs diretas. Jelaskan analisis Anda !

KOMPAS.com - Hasil hitung cepat atau quick count menjadi proses menarik untuk diikuti,
setelah berlangsungnya pemungutan suara Pemilu 2019 pada Rabu, (17/4/2019).
Penayangan hasil quick count dilakukan sejak Rabu sore pukul 15.00 WIB. Ini dilakukan
sesuai putusan Mahkamah Konstitusi terkait tayangan hasil pemilu. Namun, hasil quick
count berlangsung hingga lebih dari 24 jam. Hingga Kamis (18/4/2019) malam pukul 18.45
WIB, belum ada lembaga survei yang menayangkan hasil dari 100 persen sampel yang
dipilih. Tahun ini ada lima lembaga yang turut bekerja sama dengan Kompas.com dalam
penghitungan cepat. Lembaga adalah Litbang Kompas, Indo Barometer, Charta Politika,
Poltracking Indonesia, dan Indikator Politik Indonesia. Hasil penghitungan suara dari
lima lembaga ini nantinya bisa dibandingkan antara pasangan calon nomor urut 01 Joko
Widodo-Ma'ruf Amin dengan paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Meski demikian, perlu diingat bahwa hasil resmi tetap menunggu rapat pleno yang dilakukan
Komisi Pemilihan Umum
https://nasional.kompas.com/read/2019/04/18/18495211/infografik-ini-hasil-quick-count-
pilpres-2019-versi-5-lembaga.

Berdasarkan hasil quick count, menurut hasil analisis saya 5 lembaga quick count diatas
merupakan hasil yang sudah cukup valid untuk perhitungan suara secara nasional berdasarkan
sampel masing-masing TPS dan untuk kemungkinan bahwa ada kesengajaan ataupun kesalahan
dalam pemungutan dan perhitungan suara saya rasa tidak ada. Dan untuk berita di medsos yang
menyatakan ada kecurangan, diretas sistemnya ataupun human error saya rasa ini hal yang
wajar untuk “mereka” yang merasa kalah. Karena ini merupakan “jalan terakhir” bagi mereka
(tim sukses) masing2 paslon sebagai bentuk pembelaan diri terhadap hasil yang keluar. Dan
berdasarkan hasil dari situs resmi KPU sendiri pun yang telah saya akses pada hari ini (10/5) hasil
masih tetap saja menunjukkan bahwa paslon nomor urut satu masih memenangkan pilpres
tahhun ini. Pada intinya, saya tidak ada merasa ada kesalahan pada quick count 5 lembaga ini.
2. Lakukan tabulasi hasil situng kpu pada pilpres, copy seluruh tabel secara nasional. Copy ke excel
dan lakukan penjumlahan, buat grafiknya, bandingkan dengan situng KPU. Apa analisis anda!

Saya masih bingung untuk menghadapi masalah yang diangkat dalam hal ini. Karena saya harus
membandingkan data di KPU pada KPU itu sendiri. Namun jika harus menjabarkan hasil suara
pada saat ini, saya mengakses situs KPU pada;
Hari/tgl : Jum’at/10 May 2019
Pukul : 22:02 WIB
Adalah sebagai berikut;
3. Perhatikan tabel anda dan cari apa ada perbedaan koma dan titik, sesuai pernyataan komisioner
KPU. Apa hasil analisis Anda !

Sesuai hasil analisis saya diatas, tidak ada yang salah dalam penghitungan suara yang telah di
upload di laman KPU oleh komisioner KPU sendiri. Mereka sudah bekerja dengan transparan,
adil, dan netral. Yang menjadi salah adalah ketika kita mencoba membandingkan hasil laman
KPU dengan cara meng-copy-paste nya langsung ke excel. Maka tentu itu akan membuat hasil
dari tabel akan berbeda, karena excel sendiri berbeda penulisan fromat cell nya. Yang harusnya
dilaman KPU tanda baca titik menjadi pemisah angka ribuan, namun saat di pindahkan di excel,
tanda baca titik justru menjadi pemisah desimal.