Anda di halaman 1dari 3

FORM DATA DESTINASI WISATA RELIGI DI KOTA SURAKARTA

TAHUN 2019
AMENITAS AKTRASI DAN
NO NAMA DESTINASI WISATA RELIGI STORYTELLING ALAMAT NOMOR TELP, WEB, EMAIL DAN WEBSITE AKSEBILITAS SDM FOTO
Prasarana Umum Fasilitas Umum Fasilitas Pariwisata AKTIVITAS
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Masyarakat Solo menyebut Ki Gede Sala sebagai sesepuh yang dahulu


berkuasa di desa yang kini ditempati Keraton Surakarta Hadiningrat.
Sebuah desa yang sebelumnya adalah rawa, kemudian dikeringkan
oleh Ki Gede Sala. Pada tahun 1745 terjadi peristiwa "Geger Pacinan", Akses Mobil dan Motor, Waktu
Ndalem Mloyokusuman, pokdarwisbaluwarti@gmail.com /
1 Makam Ki Gede Sala pusat Kerajaan Mataram yang dulunya di Kartasura mengalami Tersedia Cukup Belum Tersedia Tempuh -/+ 15 menit dari Ada
Kelurahan Baluwarti valent27carolina@gmail.com
kerusakan sangat parah. Sehingga Sri Sultan Paku Buwana II pusat kota
memerintahkan utusan untuk meninjau Desa Sala sekaligus meminta
izin secara baik-baik kepada tokoh dan Kepala Desa Sala, yaitu Kyai
Sala (Ki Gede Sala).

Sumur Tiban adalah sebuah sumber air yang berada di Baluwarti


didalam lingkungan Kraton Solo. Tepatnya berada didalam kompleks
Pura Mandira Seta. Lokasi ini merupakan tempat peribadatan umat Akses Mobil dan Motor, Waktu
2 Sumur Tiban Baluwarti Hindu. Konon sumber air ini berasal dari jatuhnya cahaya dari langit Kelurahan Baluwarti pokdarwisbaluwarti@gmail.com Tersedia Cukup Belum Tersedia Tempuh -/+ 15 menit dari Ada
dan ternyata jatuhnya lokasi cahaya ini menjadi sumber air. Air yang pusat kota
berasal dari jatuhnya cahaya ini konon bisa menyembuhkan berbagai
macam penyakit.

Mandira Seta terdiri dari dua suku kata yang diambil dari bahasa
Sansekerta yaitu Mandira yang artinya Beringin, dan Seta yang artinya
Putih maka Mandira Seta adalah pura terdapat Beringin Putih, tempat
Akses Mobil dan Motor, Waktu
pemujaan terhadap Sang Hyang Widhi Wasa. Pura Mandira Seta
3 Pura Mandira Seta Kelurahan Baluwarti pokdarwisbaluwarti@gmail.com Tersedia Cukup Belum Tersedia Tempuh -/+ 15 menit dari Ada
didirikan oleh mendiang Romo Hardjanto Pradjapangarsa. Tokoh
pusat kota
agama Hindu Jawa Tengah di era tahun 1960 an ini memeluk agama
Hindu setelah melalui tapabrata, yoga dan samadinya di sebuah delta
sungai Bengawan Solo yang dijalaninya selama 20 tahun.

Kyai Ageng Henis adalah putera Ki Ageng Sela, keturunan langsung


Brawijaya V, raja terakhir Majapahit. Kyai Ageng Henis memiliki dua
putera, yaitu Ki Ageng Pemanahan dan Ki Ageng Karatongan. Akses Mobil dan Motor, Waktu
Dusun Belukan, Kelurahan
4 Makam Kyai Ageng Henis Pemanahan menikah dengan sepupunya bernama Nyai Sabinah dan www.pariwisatasolo.surakarta.go.id Tersedia Cukup Belum Tersedia Tempuh -/+ 20 menit pusat Ada
Pajang, Kecamatan Laweyan
mempunyai 26 putra-putri. Sulungnya bernama Adipati kota
Manduranegara, dan putera kedua adalah Sutawijaya yang kemudian
menjadi Raja Mataram pertama bergelar Panembahan Senopati.

Kyai Haji Samanhudi (lahir di Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah, 1868;


meninggal di Klaten, Jawa Tengah, 28 Desember 1956) adalah
pendiri Sarekat Dagang Islam, sebuah organisasi massa
di Indonesia yang awalnya merupakan wadah bagi para
pengusaha batik di Surakarta. Dalam dunia perdagangan, Samanhudi Akses Mobil dan Motor, Waktu
5 Makam Kyai Haji Samanhudi merasakan perbedaan perlakuan oleh penguasa Hindia Belanda Desa Banaran www.pariwisatasolo.surakarta.go.id Tersedia Cukup Belum Tersedia Tempuh -/+ 20 menit pusat Ada
antara pedagang pribumi yang mayoritas beragama Islam dengan kota
pedagang Tionghoa pada tahun 1905. Oleh sebab itu Samanhudi
merasa pedagang pribumi harus mempunyai organisasi sendiri untuk
membela kepentingan mereka. Pada tahun 1905, ia mendirikan
Sarekat Dagang Islam untuk mewujudkan cita-citanya.
Putri Cempo adalah tokoh yang mendirikan desa Nusukan dan Akses Mobil dan Motor. Waktu
6 Makam Putri Cempo Banyuagung. Putri Cempo adalah keturunan antara silsilah Kelurahan Nusukan www.pariwisatasolo.surakarta.go.id Cukup Belum Tersedia Belum Tersedia Tempuh -/+ 15 menit dari Ada
Mangkunegaran dan Keraton Kartasura. pusat kota

Di sini tempat dimana dimakamkan Adipati Pura Mangkunegaran,


Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegoro VI, Akses Mobil, Motor dan Bus.
Kampung Nayu, Kelurahan
7 Astana Oetara Keluarga dan Abdi Dalemnya. Ir. Soekarno yang kelak merupakan www.pariwisatasolo.surakarta.go.id Tersedia Tersedia Tersedia Waktu Tempuh -/+ 15 menit Ada
Nusukan
Presiden Pertama Republik Indonesia disebut-sebut sebagai arsitek dari pusat kota
Astana Oetara.

Masjid Agung Surakarta, dahulu masjid ini bernama Masjid


Ageng Keraton Hadiningrat dan dibangun oleh Pakubuwono III
pada sekitar tahun 1749. Masjid Agung Kraton Surakarta pada Kelurahan Kauman, Akses Mobil, Motor dan Bus.
8 Masjid Agung Surakarta www.pariwisatasolo.surakarta.go.id Tersedia Tersedia Tersedia Ada
masa pra-kemerdekaan adalah masjid agung milik kerajaan Kecamatan Pasar Kliwon Berada di pusat kota
dan berfungsi selain sebagai tempat ibadah juga sebagai pusat
syiar Islam bagi warga kerajaan.

Yayasan Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) adalah sebuah lembaga


pendidikan dan dakwah Islamiyah yang berkedudukan
di Surakarta. MTA didirikan oleh Alm. Ust. Abdullah Thufail Saputra di
Akses Mobil, Motor dan Bus.
Surakarta pada tangal 19 September 1972 dengan tujuan untuk Kelurahan Timuran, Telp/Fax: 0271-663299/663977 Website:
9 MTA (Majelis Tafsir Al-Qur'an) Tersedia Tersedia Tersedia Waktu Tempuh -/+ 10 menit Ada
mengajak umat Islam kembali ke Al-Qur’an. Sesuai dengan nama dan Kecamatan Banjarsari www.mta.or.id
pusat kota
tujuannya, pengkajian Al-Qur’an dengan tekanan pada pemahaman,
penghayatan dan pengamalan Al-Qur’an menjadi kegiatan utama
MTA.

Bangunan utama vihara berukuran besar dengan atap limasan.


Jl. Ir. Juanda No.223B, Akses Mobil dan Motor. Waktu
Candi Putih / Bangunan ini dikelilingi empat limasan lain berukuran lebih kecil.
10 Kelurahan Pucangsawit, Telepon: (0271) 643749 Tersedia Tersedia Tersedia Tempuh -/+ 10 menit dari Ada
Vihara Dhamma Sundara Ruang utama Vihara Dhamma Sundara berisi sebuah Arca Buddha
Kecamatan Jebres pusat kota
bersila berwarna emas dengan telapak tangan kiri terbuka ke atas.

Kampung Mutihan, Kelurahan Akses Mobil dan Motor, Waktu


Salah satu Pura di wilayah Surakarta. Pura disini yang sering menjadi
11 Pura Indra Prasta Sondakan, Kecamatan Telepon: 0851-0290-0131 Cukup Cukup Belum Tersedia Tempuh -/+ 20 menit pusat Ada
tempat persembahyangan kebanyakan umat Hindu dari Bali.
Laweyan kota

Pada bulan November 1983 seorang pastor bernama Romo Suntono,


Pr. menggagas pembangunan sebuah tempat ziarah. Awalnya Gua
Kampung Debegan, Akses Mobil dan Motor. Waktu
Maria Mojosongo berupa tanah lapang belukar dan hanya terdapat
12 Gua Maria Mojosongo Kelurahan Mojosongo, Telepon: (0271) 856203 Tersedia Tersedia Tersedia Tempuh -/+ 15 menit dari Ada
salib besi di tengahnya. Gua Maria Mojosongo pertama kali diberkati
Kecamatan Jebres pusat kota
tanggal 25 Desember 1983 oleh Bapa Uskup Agung Semarang Mgr.
Julius Darmaatmadja.
Tempat ibadah untuk Tri Dharma (Taoisme, Khonghucu, dan Budha)
ini sudah berusia lebih dari 300 tahun. Dibangun sekitar tahun 1748,
tiga tahun setelah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat beridiri
tahun 1745. Kelenteng sebagai tempat ibadah warga dan masyarakat
keturunan Tionghoa ini awalnya berada di Kartasura. Geger Peninan Kelurahan Sudiroprajan, Akses Mobil, Motor dan Bus.
13 Kelenteng Tien Kok Sie www.pariwisatasolo.surakarta.go.id Tersedia Tersedia Tersedia Ada
(pertempuran etnis Tionghoa melawan Belanda di Kartasura Kecamatan Jebres Berada di pusat kota
membuat keraton harus pindah ke Desa Sala (tempat yang sekarang
dibangun Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat). Seiring
perpindahan ibu kota kerajaan, pusat nagari termasuk keramaiaan
juga berpindah. Begitu pula dengan kelenteng.

Sekaten merupakan acara tahunan yang sudah ada sejak lama di Solo
dan Yogyakarta. Tradisi yang digelar sejak abad 15 ini bertujuan untuk
memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sekaten juga
merupakan tradisi yang selalu ditunggu oleh masyarakat Solo
menjelang penutupan akhir tahun. Sekaten sendiri dipercaya sebagai Alun-alun Keraton Surakarta Akses Mobil, Motor dan Bus.
14 Sekaten Solo www.pariwisatasolo.surakarta.go.id Tersedia Tersedia Tersedia Ada
perpaduan antara kesenian dan dakwah. Tradisi ini merupakan salah Hadiningrat Berada di pusat kota
satu bentuk penyebaran agama Islam di Jawa. Walisongo
menggunakan kesenian untuk menarik masyarakat agar datang dan
menikmati acara ini. Dari acara ini masyarakat mulai diperkenalkan
dengan agama Islam.

Bagi masyarakat Jawa, malam satu Suro dalam penanggalan Jawa


adalah sebuah malam sakral nan kramat. Pada malam itu, orang-
orang ramai menggelar berbagai ritual maupun semadi sebagai wujud
laku prihatin. Ritual ini selama ratusan tahun selalu dilaksanakan oleh
Kerajaan yang ada di Jawa, seperti di Surakarta secara turun temurun.
Makna dari Ritual Malam 1 Suro ini ialah refleksi diri atau mengingat
Keraton Kasunanan Surakarta Akses Mobil, Motor dan Bus.
15 Kirab Satu Suro kembali kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat selama satu tahun www.pariwisatasolo.surakarta.go.id Tersedia Tersedia Tersedia Ada
Hadiningrat Berada di pusat kota
ini. Malam satu suro menandai bergantinya tahun, sehingga pada
lembaran baru ini diharapkan berubahnya sifat kita menjadi lebih baik
dari sebelumnya. Abdi dan sentono dalem Keraton Kasunanan
Surakarta menggelar tradisi Kirab Kebo Bule keturunan Kyai Slamet
sebagai cucuk lampah memimpin barisan terdepan kirab pusaka
mengelilingi kota.

Habib Ali merupakan putra dari pasangan ibunda Hababah Alawiyah


binti Husein Al Jufri dan ayahandnya Habib Muhammad bin Husein Al
Habsyi. Ayahanda beliau termasuk mufti kota Makkah. Habib Ali Al
Habsyi mendirikan masjid yang diberi nama Riyadh dan mendirikan
ribath atau pesantren. Kitab maulid karangan Habib Ali Al Habsyi
berisi ringkasan sejarah Nabi Muhammad SAW yang difokuskan dari Akses Mobil, Motor dan Bus.
16 Haul Habib Ali Masjid Riyadh, Pasar Kliwon www.pariwisatasolo.surakarta.go.id Tersedia Tersedia Tersedia Ada
masa sebelum dilahirkannya Rasulullah, masa kecil, perjalanan hidup Berada di pusat kota
hingga ketika diutus olleh Allah SWT dan dibahas tentang Isra’ Mi’raj.
Habib Ali Al Habsyi meninggal dunia pada 20 Rabiul Akhir 1333 H
bertepatan dengan tahun 1913. Ia meninggal di Seiwun, Hadramaut.
Sohibul Simtut Durar meninggalkan 5 orang anak, 4 putera dan 1
puteri dari 2 orang perempuan.