Anda di halaman 1dari 5

Asupan Gizi Ideal pada Anak Sekolah Dasar

Calvin Augurius

102016074/C6

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Alamat korespndensi: Jl. Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510

Email: calvin.2016fk074@civitas.ukrida.ac.id

Abstrak

Asupan gizi yang ideal merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi manusia
selain berdampak pada kesehatan. Terutama pada anak SD. Karena anak SD merupakan fase
dimana mereka membutuhkan gizi yang ideal untuk dapat tumbuh dan berkembang. Mereka
sehari-hari melakukan aktivitas seperti belajar, bermain, dan berpikir memerlukan asupan gizi
yang cukup agar mereka dapat melakukan aktivitas tersebut dengan lancar. Adapun faktor yang
mempengaruhi asupan gizi ideal pada anak SD sulit dijangkau dan solusi permasalahan
tersebut serta gizi sebagai pengetahuan dasarnya. Asupan gizi yang ideal menjadi sangat
penting terhadap anak SD karena mereka merupakan generasi penerus bangsa yang akan
membawa perubahan pada bangsa ini.

Kata kunci: Asupan gizi, gizi, anak SD

Abstract

Ideal nutrition intake is one of the important factors that affect humans as well as impacts on
health. Especially for elementary school children. Because elementary school children is a
phase where they need ideal nutrition intake to grow and develop. Their daily activities such
as learning, playing, and thinking requires adequate nutrition so that they can perform these
activities smoothly. Also, there are the factors that affect nutrient intake ideal for elementary
school children are difficult to reach and solutions to these problems and nutrition as
knowledge base. Ideal nutrition is essential to elementary school children because they are the
future generation who will bring about change in this nation.

Keywords: Nutrition intake, nutrition, elementary school children


Pendahuluan

Asupan gizi ideal pada anak sekolah dasar merupakan salah satu hal yang penting dan
berpengaruh terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal ini dikarenakan
asupan gizi dapat mempengaruhi kualitas kesehatan, dan daya tahan (imunitas) pada anak
tersebut, gizi yang sehat dapat membantu perkembangan otak pada anak agar anak tersebut
dapat belajar, berpikir, dan melakukan aktivitas sehari-hari dengan lancar. Asupan gizi yang
ideal dipengaruhi oleh banyak faktor seperti peran orang tua, perilaku pada si anak, dan faktor
lingkungan yang mempengaruhi si anak tersebut. Bahasan utama yang akan saya bahas pada
asupan ideal apa itu gizi sebagai dasar pengetahuan, bagaimana asupan gizi yang ideal atau
seimbang pada anak sekolah dasar dapat diperoleh, dan pengaruh atau faktor mengapa gizi
ideal pada anak SD tidak yang timbul pada si anak bilamana asupan gizi yang diperoleh tidak
sesuai dengan kadar normal yang diperlukan oleh tubuh. Tujuan pembuatan makalah ini adalah
agar dapat mengedukasi dan memberi wawasan kepada pembaca maupun masyarakat bahwa
asupan gizi pada anak sekolah dasar merupakan hal yang penting karena, selain dapat
mencegah berbagai penyakit, mereka dapat berpikir, berkarya, dan kelak mereka merupakan
generasi penerus bangsa.

Gizi atau Nutrisi

Secara etimologi, gizi berasal dari dialek bahasa Mesir yang berarti “makanan”. Gizi juga
merupakan hasil terjemahan dari bahasa Inggris yaitu nutrition yang jika diterjemahkan ke
bahasa Indonesia berarti nutrisi atau gizi. Gizi atau nutrisi didapatkan dari makanan dan
minuman yang kita nikmati dalam kehidupan sehari-hari. Makanan dan minuman merupakan
bahan nutrisi yang digunakan untuk memelihara dan mempertahankan hidup serta untuk
pertumbuhan dan untuk perbaikan jaringan tubuh. Adapun zat gizi yang berasal dari makanan
dan minuman yang kita nikmati. Zat gizi itu sendiri adalah substansi yang diperoleh dari
makanan dan digunakan tubuh untuk pertumbuhan, pemeliharaan dan perbaikan jaringan
tubuh.1 Zat gizi dalam makanan maupun minuman terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu
zat gizi makro dan zat gizi mikro. Zat gizi makro adalah zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh
dalam jumlah yang banyak. Zat gizi makro berupa karbohidrat, protein dan lemak. Sementara
zat gizi mikro adalah zat gizi berupa vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dalam
jumlah yang sedikit (hanya miligram atau mikrogram per hari).2
Karbohidrat adalah komponen atau senyawa yang terdiri atas atom C, H, dan O. Merupakan
sumber energi utama bagi tubuh. Digunakan dalam bentuk gula, bersama dengan oksigen
menghasilkan energi dalam ukuran satuan kalori. Untuk satu gram karbohidrat dihasilkan
sebesar 4 kkal. Selain itu, karbohidrat memilki fungsi sebagai pelindung lemak dari oksidasi
tak sempurna yang menjadi senyawa keton yang beracun terhadap tubuh serta membantu
membersihkan sampah hasil pencernaan yang dikeluarkan sebagai feses. Senyawa karbohidrat
bersumber dari makanan seperti roti, nasi, kentang, sereal gandum, putih telur, bji-bijian,
singkong, jagung, dan lain-lain.3

Protein adalah komponen yang terdiri atas atom karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan
beberapa ada yang mengandung sulfur. Protein merupakan susunan yang terdiri atas asam
amino, turunan dari vitamin, lemak maupun karbohidrat.1 Selain itu, protein juga dapat
tersusun dari ion logam seperti Fe2+, Zn2+, Cu2+, dan Mg2+. Protein memiliki fungsi, yaitu
sebagai transportasi aktivitas sel, pertahanan dalam tubuh, sebagai enzim, sebagai regulator,
sebagai pendorong pertumbuhan, perbaikan tubuh dan lain-lain. Protein terdiri atas dua jenis,
yaitu protein nabati dan protein hewani. Protein nabati bersumber dari tumbuh-tumbuhan
seperti padi-padian, kacang-kacangan, gandum dan sayuran. Sementara protein hewani
bersumber dari daging ayam, ikan, telur, susu, keju, dan lain-lain.4

Lemak adalah sekelompok besar molekul-molekul alam yang terdiri atas unsur-unsur karbon,
hidrogen, dan oksigen meliputi asam lemak, malam, sterol, vitamin-vitamin yang larut di
dalam lemak (contohnya A, D, E dan K), monogliserida, digliserida, fosfolipid, glikolipid,
terpenoid (termasuk di dalamnya getah dan steroid) dan lain-lain. Satu gram lemak
menghasilkan sekitar 9 kkal.5 lemak memiliki fungsi sebagai pembawa zat-zat makanan
esensial, sumber energi paling besar, pelindung alat-alat tubuh yang lunak, melindungi tubuh
dari suhu yang rendah, bahan penyusun membran sel, dan lain-lain. Lemak berdasarkan
sumbernya terbagi atas dua sumber, yaitu lemak hewani dan lemak nabati. Lemak hewani
dipeoleh dari daging, keju, menega, susu, minyak ikan, telur, dan lain sebagainya. Semetara
lemak nabati bersumber dari kelapa, kemiri, zaitun, kacang tanah, alpukat, dan lain-lain.4

Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang
berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Tanpa vitamin manusia,
hewan dan makhluk hidup lainnya tidak akan dapat melakukan aktifitas hidup dan kekurangan
vitamin dapat menyebabkan memperbesar peluang terkena penyakit pada tubuh kita. Secara
garis besar, vitamin dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu vitamin yang larut
dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Hanya terdapat 2 vitamin yang larut dalam air,
yaitu B dan C, sedangkan vitamin lainnya, yaitu vitamin A, D, E, dan K bersifat larut dalam
lemak. Sumber vitamin adalah susu, mentega, wortel, ragi daging, hati, kedelai, bayam,
makanan dan minuman yang kita nikmati sehari-hari.6

Mineral adalah nutrisi mikro yang dibutuhkan dan salah satu fungsi utamanya adalah bekerja
dalam proses metabolisme tubuh. Mineral dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu
mayor dan minor. Yang termasuk mineral mayor adalah kalsium, fosfor, kalium, natrium,
klorida, magnesium, sulfur. Sementara minor terdapat pada kromium, kobalt, flourida,
mangan, selenium, silikon, dan lain-lain. Mineral bersumber dari semua makanan dan
minuman yang kita nikmati sehari-hari.7

Asupan Gizi Seimbang pada Anak Sekolah Dasar

Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) hendaknya diterapkan dalam menyusun makanan
anak-anak. Makanan dengan kandungan gizi seimbang, cukup energi dan zat gizi sesuai
kebutuhan gizi anak-anak sangat dianjurkan. Makanan yang dianjurkan untuk memenuhi
kebutuhan anak sebaiknya terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan buah. Sebaiknya
seorang ibu melakukan pengaturan-pengaturan dalam menyusun makan untuk anak-anaknya.
Pengaturan tersebut bertujuan untuk membentuk kebiasaan makan yang baik dan berpartisipasi
dalam aktivitas olahraga secara teratur.

Kebutuhan zat gizi untuk anak usia 7-9 tahun berdasarkan Widya Karya Pangan dan Gizi, maka
kecukupan energi dan zat-zat gizi sehari adalah 1900 kalori. Sedang untuk anak usia 10-12
tahun membutuhkan 1800 kalori per hari. Untuk mencukupi energi tersebut dapat diperoleh
dari makanan pokok seperti nasi, mie, roti, dan biskuit. Sedangkan kebutuhan akan protein
yang dapat diperoleh dari lauk pauk seperti ikan, daging, ayam, kacang-kacangan, tempe, dan
tahu. Dengan memenuhi kebutuhan tersebut dapat mencegah terjadinya gizi kurang dan
kegemukan pada anak.8

Pengaruh Mengapa Asupan Gizi Anak SD Tidak Mudah Dijangkau dan Solusinya

Pengaruh atau faktor mengapa asupan gizi pada anak sekolah dasar masih kurang adalah karena
faktor lingkungan sosial, faktor ekonomi karena bahan makanan sulit dijangkau dan harganya
yang mahal bagi masyarakat menengah ke bawah, faktor keluarga, terutama orangtua yang
kurang akan pengetahuan mengenai gizi yang ideal, serta perilaku anak itu sendiri karena malas
dan lain sebagainya.

Solusi agar asupan gizi ideal pada anak sekolah dasar adalah dengan adanya penyuluhan
kepada orangtua anak mengenai pentingnya gizi ideal pada anak, peran serta pemerintah dalam
melakukan kebijakan dan subsidi pada bahan makanan, adanya peran masyarakat dan orang-
orang berprofesi seperti pengadaan bakti sosial, promosi kesehatan terhadap gizi, dan lain-lain.

Kesimpulan

Asupan gizi yang ideal pada anak SD merupakan hal yang yang penting karena selain
memberikan dampak terhadap kesehatannya, dapat juga pada kelancaran aktivitas yang
dilakukan sehari-hari. Selain itu, adapun faktor mengapa gizi ideal sulit dijangkau dan
bagaimana solusi dari masalah ini.

Daftar Pustaka

1. Dewi N. Nutrition and food: gizi untuk keluarga. 1st ed. Jakarta: PT Kompas Media
Nusantara; 2010: h. 5-6, 33.
2. Tim PERSAGI. Kamus gizi: pelengkap kesehatan keluarga. Jakarta: PT Kompas
Media Nusantara; 2009: h. 270.
3. Ide P. Health secret of pepin. Jakarta: PT Elex Media Komputindo; 2010: h. 79.
4. Aryulina D, Muslim C, Manaf S, Winarni EW. Biologi: -jilid 2. Jakarta: ESIS; 2006:
h. 158-60.
5. Suhardjo, Kusharto CM. Prinsip prinsip ilmu gizi. Yogyakarta: Penerbit Kanisius;
2006: h. 36.

6. Godam. Pengertian dan Definisi Vitamin. Jakarta. 2006.


7. Tim VitaHealth. Food supplement. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama; 2006: h. 15.
8. Almatsier, S. Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama; 2006.