Anda di halaman 1dari 23

BUPATI BARITO TIMUR

PROVINSI I{ALIMANTAN TENGATI

PERATURAI{ BUPATI BARITO TIMUR


NOMOR 16 TAIIUN 2018

TENTANG

STAI{DAR BIAYA TUASUKAIT TAHUN ANGGARA}I 2018

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MATIA ESA

BUPATI BARITO TIMUR,

Menimbang : a. bahwa sebagai upaya mencapai efisiensi dalam


penJrusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Kabupaten Barito Timr"tr Tahun Anggaran 2A18, perlu
ditetapkan Standar Biaya Tahun 2Ol8;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a perlu menetapkan dengan
Peraturan Bupati Barito Timur tentang Standar Biaya
Masukan Tahun Anggaran 2018 ;

Mengingat 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2OA2 tentang


Pembentukan Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan,
Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten
Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten
Murung Raya dan Kabupaten Barito Timur dalam
Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2OO2 Nomor 18, Tambahan
Lembaran Negara Nomor a18O);
2. Undang-Undang Nomor L7 Tahun 2OO3 tentang
Keuangan Negara (lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2OO3 Nomor 4i', Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor a2861;
3. Undang-Undang Nomor 1 ?ahun 2OO4 tentang
Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2OA4 Nomor 5, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4356);
4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2}ll tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-undangan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2Ol1
Nomor 82, TambaharL Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 523il;
5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2Al4 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2Ol4 Nomor 244, Tambahan Nomor
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 55g7)
sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan
Undang-Undang Nomc,r 9 Tahun 20 1S tentang
Perubahan Kedua Atas tlndang-Undang Nornor 23 Tabun
2Ol4 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan
Lembaran Negara Repubtik Indonesia Nomor 36T9l;
6. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2Ot4 tentang
Administrasi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2Ol4 Nomor 292, Tarnbahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 56O1);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2OOS tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahrrn 2OO5 Nomor 14O, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor aSZSl;
8. Peraturan Menteri Dalarn Negeri Nomor 13 Tahun 20A6
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan
Peraturan Menteri Dalanr Negeri Nomor 21 Tahun 2OLl
tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 13 Tanun 2A06 tentang pedoman
Pengelolaan Keuangan I)aerah (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2OlL Nomor 31O);
9. Peraturan Menteri Dalanr Negeri Nomor 31 Tahun 2Ag
tentang Pedoman Pen5rusunan Anggaran pendapatan dan
Belanja Daerah Tahun Anggaran 2Al8 (Berita Negara
Republik Indonesia Tahurr 2OI7 Nomor 8Tg;
10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 49 lpMK.O2 /2017
Tahun 2OLT tentang S tandar Biaya Masukan Tahun
Anggaran 2A18 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun
2077 Nomor 533);
11. Peraturan Daerah Kabupaten Barito Timur Nomor S
Tahun 2013 tentang; Pokok-Pokok pengelolaan
Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Barito
Timur Tahun 2013 Nomo: 13);
MEMUTUSI(AN:

Menetapkan PERATURAIT BUPA?I TEITTAI{G STAISDAR BIAYA


MASUKAIT TATIUN AI{GGARAN 2018.

BAB I
KBTENTUAIT UMUM

Pasal 1

Dalam Peratrrran Bupati ini, yang dimaksud dengan :

1. Daerah adalah KabupaterL Barito Timur.


2. Bupati adalah Bupati Barito Timur.
3. Standar Biaya adalah satuan biaya yang ditetapkan
sebagai acuan penghitungan kebutuhan anggaran dalam
Rencana Kerja Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah,
baik berupa Standar Biaya Masukan maupun Standar
Biaya Keluaran.
4. Standar Biaya Masukan adalah satuan biaya berupa harga
satuan, tarif, dan intleks yang digunakan untuk
men5rusun biaya kornponen masukan kegiatan.
5. Harga Satuan adalah nilai suatu barang yang ditentukan
pada waktu tertentu untuk penghitungan biaya komponen
masukan kegiatan.
6. Tarif adalah nilai srratrr jasa yang ditentukan pada waktu
tertentu untuk penghiturlgan biaya komponen masukan
kegiatan.
7. Indeks Biaya Masukar. adalah satuan biaya yang
merupakan gabungan teberapa barang/jasa masukan
untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan.
8. Total Biaya Keluaran adalah besaran biaya dari satu
keluaran tertentu yang merupakan akumulasi biaya
komponen masukan kegiatan.

BAB II
STANDAR BIAYA MASUITAN TATIUIT AITGGARAS 2OL8
Pasal 2

(1) Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2018 berfungsi


sebagai pedoman bagr Satuan Kerja Perangkat Daerah
untuk men5rusun biaya komponen masukan kegiatan
dalam Rencana Kerja Arrggaran Satuan Kerja Perangkat
Daerah berbasis kinerja Tahun Anggaran 2018.
(2) Selain berfungsi sebagalmana dimaksud pada ayat (1),
dalam rangka pelaksanaan kegiatan, Standar Biaya
Masukan Tahun Anggaran 2Ol8 berfungsi sebagai:
a. batas tertinggi; atau
b. estimasi
(3) Besaran Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2}lg
yang berfungsi sebagai batas tertinggi sebagaimana
dimaksud pada ayat l2l huruf a tercantum dalarn
Lampiran I yang merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari Peraturan Bupati ini.
(4) Penjelasan Besaran Standar Biaya Masukan Tahun
Anggaran 2018 yang berfungsi sebagai estimasi
sebagaimana dimaksud pada ayat (21 huruf b tercantum
dalam Lampiran II yang merupakan bagran yang tidak
terpisahkan dari Peraturan Bupati ini.

Pasal 3

(1) Terhadap SKPD yang tidak berpedoman atau belum


tercantum pada standar biaya yang telah ditetapkan
dalam peraturan ini maka wajib membuat surat
pernyataan tanggung jawab mutlak yang ditandatangani
diatas materai oleh PA/KPA, dengan format sebagaimana
tercantum dalam lampiran IV dan merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini.
(2)Surat pernyataan tanggung jawab mutlak sebagaimana
dimaksud pada ayat (U merupakan bentuk
pertanggungiawaban PA7'KPA atas penggunaan satuan
biaya yang melebihi atau diluar standar biaya yang telah
ditetapkan.

Pasal 4

Khusus untuk Tim Anggaran Pemerintah Daerah, sllsunan


personil keanggotaan dan besaran honorariumnya ditetapkan
tersendiri dengan Keputusan Bupati.
BAB III
KBTENTUAN PEITUTUP

Pasal 5

Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal


diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya
dalam Berita Daerah Kabupaten Barito Timur.

Ditetapkan di Tamiang Layang


pada tanggal 25 7\fLl 2018

BUPATI BARITO TIMUR,

AMPERA A.Y. MEBAS

Diundangkan di Tamiang Layang


pada tanggal >5 )Vut 20i8

SEKRETARIS DAERAH
KABUPATEN BARITO TIMUR,

ESKOP

BERITA DAERAH KABUPATEN BARITO TIMUR TAHUN 2018 NOMOR .!.Q


fuiMPIRA!{ I
PERATURAIT BT'PATI BARITO TIMI'R
NOUOR 16 TArrrr{ 2018
TEITTAT{G STAITDAR BIAYA MAST'XAI{ TAIIT'N
ANGGARAII 2018

SIAIIDAR BIAYA IUASTIXIIAIT TAIIT'il AITGGARAIT 2018


YAT{G BTRFT'I{G8T SEBAGN BATAS TERTI}IGGI

PETAIIG<il'T{G T'AWAB PEI{GDIPLA IIEUAtrGAX/XECIIATAJ|

1! rysgryl4lggltl! / ElasapErc(r{,xaAr(xiraar
-a_I{4- ?14{ry4.,np. 1qt!*e
!:- L{4!:e dl1a !!E1!p: !Ql*.!4Epj ?!9.E1
9: r!4!t4qryl*!:$p. ?5(}rota3.d. Rp. soojnts

__i: Mlr:qilr: ii",ht!*!,sekt r4:_!p. s n{tr - - 1419:999


l: ltlla !!8[!11:: li"t alp: 5 cnbr s.d. Rp. 10 Efli-r 1,25iO.OOO
\ !{"i rg!ry: q.tsrEs. 10 QiIr., '.d. Rp. 25 aflrar
i. !,!l$!!4 {t larttsl_nr. zs -sri'r-d. S:. soeitirr
i. _ xlal!:_s,"-gryl {l1tsa Ep: 5(, nitr-r s.& Rp. ?5 -rr.r
_ {:!1! s': 75 nrrar *.d. Rp. roo rnrr.
_L_!{$_xi1q!111
_ !: -!4{ f:9qq,14!aRp. loo nffr? !.d. Rp. 250 nlliu
_g: !4"r pE {pl {a{11!p- zso 6ltr-' r.d. gr- Eoo mrtar
1: rr!4r:e {gr 9r{lr_l!p_: r99gflrl
1.2 PG.'ABATPBUBUATEOUTTUGT
j! Iryl|:glErl ::* rellmjEta
b: !{"i *g rgf {gtsiry. lff}juta s.d. Rp. zsorrh
91 !.il4!!S_f3r1{qtu-Rp.2soj[tr s.d. np. soojrra
_ {:_-!,!4ff*lqlq"ry Rp.s.x}Jut E.d. Ep. 1rn;r
a: f,lslll+ l11li!Et!c: l,-1ry":d: !f.?:sa41r
_!!I{ PgT{nd!1tslxp- 2,5 Eflr.r a.d. &,. 5 -nr..
!._ 1,(fiflr,(Xx'
_€: !!gf:g igl93r!!p. 5 millar :"d. Rp. 1o nrrr- r4lor@
_ !: !!4_fg lry:_diatu &r, 1O mlliar !.d. Rp. a5 nflr* 1,53{},(xx}
1 !-14f:g gr4: dtrtr Br. 25 -nrf e.d. $r. 50 rllhr
_$ !A!ry11[111{!!! !p:Soaillars.d. Ee. ?Sriliry
q !I$!!g]9 llryldrrjfa ry{s r44r:.$ Eg]loo_q1|!t 211?9{99
t. !a* ffsn Ip!t"!9! rya4q *llr1: t,4, Q. aso- rottar
. !9 !!ryry8 !ryl l+t!f!p: 25o nillar *.d. Rp- S{xt orrir-
' r:'.r{4r-*!l'{lFg'!q15rx}iri'?
1.3 P&'ABAT PELAIISIiIA TEXrIS I(rGIATAtr

I{ry rre_{4ai-:.j: EL!99,J.B


_ b.
!:,!qi?:gn!qtdr"h.
4q3 !!tsal!p: 19o t"!" f:qrp,. 2so i.rta
-_ !: _ t-rE e{3 ia= d9ei &4!qJuta c.d. Rp. soojnta 5?O,Oq'
- q._{{4 !gqdql!-!ljg:.slfi}jute r.d. &,. *nrr
1

]9]. !!4!14itlie.tsi!9 1 r-rriars.{, np, 2,s inr-?


r-.
!!q e_"q rgl !Fq!&:454ry11,"j4. Rp- s ailt*
g. ..L:|4ryg-E 411_!*!:n-r!. ! qflb?.d. Rr,. ro anir
_Lqll3l-IEg1_d"!& _dli!!! ry! ro n{fT s.d- Brr. 25 6utr.
i. fiht F*rr da!. *tats RD. 25 nithr r.d.. Ro. 50 aflir.
- !l!4es, rqt_IElr !p:Pn$ry.9_!L?i Try
J. _
9 !!4 c1s !4:q !!ErS:?i_+4ltr'.i:,Ep_1!9_p14.
I !14_$8!_a!*1 $rat.1-!Il 19q !!ttr.r r.d. ftr, 25o -nr.r.
In: jq.d'!3{E]!l1 {4Fr x& zsoE{res.d. Itp.5{xt pff.,
a. tllal rnla d.-a diats RD. 5OO iilllr

1.4 t!:liElT!!!r9{rJl DAr PErArDAtAtrcAr sFil/ SE2D /Fejatet Rmrtran}m f,*uaagu


,_ a !+t_J!gt_jht1_s4. ry. loorlt .lOO,(xX)

_ -- b. mii!}4IB,{*,"$lq" E,: loorllte ad- Rp, 2s{rjfi. 9E 4ao,o(x,


9: t{{rye sqr_!&ea npfq_o_j"! *q:-s:!gglr! OE sao,qn
{: !i!4.!!9!1{l drat{. Rp. sqrjEta r.d. &r. 1 frnr-r
_ r: _t-13lE{1.q!11{!tra-I-b. 1s{!F!:tIr.,1rt4f* - _ g
np. 2,5 mllLr *..1. Rg" 5 a;rirr
- ,_!:_!*1ll!Sl_d-pl4r"tal OB aao,ooo
&- !_r9{ plry ll3l -{l$! !Y i *tr-r *.d. np. 10 -+u. 9!Xr,{XlO
u !,t!"i!lS! if:lqqtylp. lqexr:rr.d- Rp.25 hna* 1,zso,flX,
L !!"iEg[-,{!a1 lEgi lp_---35 qryr r.d. B'. 50 -ni.. __1f?9,oqq
J. l[llii p.gE d*a. di.tas np. $i(t rntrr g.{. Rp- ?5 aittq"
!:29-o-lQ
-
E -$fsrfltur rd. gr. l{xt rtller
!_+ll!49E11 {!l!tl 2,O4{r,@(}
!!!ht, Plg {fff {f,tr 9. 1oo nllrar 6.6. Rp. 2so aiua,
-! ?,4/rc,OOO
_ !!. [f{!!41li{t!&!L_S:rl!qq{iEr..t.Rp. soomst r 2,a3O,(xX'

- -!--- !!!i EnEr {11t{.e! !!E rq9=i!!r':q:_Ep,: 1?e4?" - !4!9-1999


_o. LISr!C..E-!:a1!r..t"! Rp. ?5Oh*-.r-d. Q. 1*ittur 3,64l,,0(,0
, E !-ili!p.q_{114!qry: lt'rlh8 1a?9-:999

1.5 BEITDAIIAI'APETGELT'ANAT

!!4,ry{13r i:{:!& !9o J"e


a- &fir,uxl
Il49ry_{rq{l1!*pj 1994F "..|. Ep. 2Eo JEta
!:_ 42O,fiX)
, _ g: _Il"iI1*:,!1ry i4ql Bp:25o juta s.d, R?. soordr 5@,oloo
_ t !14fqs'E4*1,{4tslry. s{xrr[tas.d. tp. 1 *;r:r
- , ]!: !!8*,p.9" !:1:-99ts!R&
r gfliar ad. np. 2,s ailiar
,l_ ry-ltC9-!T. {qtsl E?,qgqal r.d. er. 5 ailiu
, !.try p.g1-q1! da1qa BJ !q{Ef .:!,.3L 1o aili:r s60,ooo
_!. _ rI$ e$tjg st"ts":!* .1o -{!{'.qRp. !s_=L

--
i rlSl1g!t11,qs!!&'2l_+$ryr:!: 3r!g -ais
i !il!l!?€E,1ry44!:l Q! 59lq:ujlqs.d. Rp. 75 -nrt 1,55{t {roo
r -q4"{P1gl_dry1
q+i! 3!:?1*t4q::q. Rp. 199 *nr-.
_ t' !.tf{ff8! afl -.dfrts Rp. 1oO mltiu c.d. Il?. 25O -;t+ry
Il:_I14gglryt r!El- E-pj ?q9 q4+: t g.
E: S(xr rrlrrr
L l1{{-!lq411!f+." RP. 5{}o nllr'r

t1!{4Dlnlrl!1!l!f!4tBxrs xEcrrfiAr/ ptxBAxrg EsrDrsAnA/ EHDlrflARA c&rrl


-15,
PEilGI'BI'A DA,tt ?MTITPAi EABANG
a. r!"i._tlg !lll*:&.199&F 25rO,O@

,b-: ril"i!3+ dryt i!!!::,9,:-!998ts ?:i: Rp ?!9i4t 3ro,o(x,


9r =!-{4!!g-!g{49!r:399,{tE 19. Rp- soo Jrt 9q 37O{xrO
4: !!lfS4e ry. r$!31!r_Ig9_&q'4 xp. 1 n:r-r 9E rt30,(xro
c. Xilit trEgE dua .ltrta: Rp. 1 nillr r-d. Rp- 2,5 -l$rr ,-oP 5OO,(xX,
L _.!!"tffg1 -affl r49f!B: 2,s_llfllar..d: &t- 5 uiar OB 570,Ofl'
t,il{!1gu.13"'.qEqs Re. ! ldliE ld. Rp. 1(, nrlr,' 64.(,,{XX'
-_9.
-__!. _!Id_g4l1a.: l4Er Rp. 10 EShr ad" Rp. 2s -*r. alo,qx)
L luar:1g9 iqf l!Qr_Ep: ?_5 g!!ltd. Rp. s, Etrs 9AO,OOO

l!!49+ _q3gl_{!E& !9 Ln!.r ".d. Rp. 75 aa* 1,1sO,O{X'


ts_ ry$,ffg. ta*l dlats np. 75 EiIt tr s.d. RIL loo -s--
L Itllai pngn a.-. aurtas &). l(,o oilier t.d. tur. 25O nttr-r
rE. Ifilat darr dlrts ?!9 gr!!g ..dlxel99 eil:,
a. trfl.i due die&r 5OO alllar

PE.'ABAT / PATTTI.A PGf,GADAAf, BARATG / JASA / UtrIT IAYATAI{


rylg4q4ry,ryptl___
1 PE.'AEAT PEITGIADA.iil BARATG / J'SA 68(l,Om
fctdlsIILP t,fixr,(x)o
Seket rL I,LP 3(x),ooo
I(lrTI'A POE.'A PEi'GADAAX DART'rG /JTSA
e. Itllat s['IEt dergu Rf ._f OO Jute 5@,&X'
b. Xllal dt ta. Rp. lq)J[t r.d. Rp.25?Juta 6ao,ooo
c. Iltlai dtlg tP€!9Jgtrl.daBp. 5oo JEtg
d. rf,ar dlatar RD. B(Xl iute :.d. Ra. 1 miltar
e. f,ilai df.tar Rp. I ulllar s.d. Rp. 2,5 oiltar
f. lllllprgl pelgsdaar dr&ts rf: rE *ilt ff .a: np: I -lrgt
Ililrt dtatil RD. 5 nIIIar r.d. Ito. 1O mlltar
h. ril.t lau dtata: RpJoalltar t.d. Rp. 29 mtllil
_-1, I{llet pagu pengadau dr$E lSfn ailiar:d. RI}. sO Etliu
ftlal qhg! np: qo.,-qhry:{:!p:E
-qg
L trrt-i dr.ta. Rp.?S-aUt r.d. Rp. 199 Bflrar
l. Nit..
m. l[fl.i diats RP. 25O utllar r.d. Bp. 5OO "'rrtlf
t. Ifilet lngE lreng.d.an dtata Rp. 5OO nrlltar

SETRETARTS prOE rA ptrcAlraAr aARAITG/JASA


a. llllrl tl!!rylLlgo,t'*a
- t. _E$taE r""Slgf3 !t'.t{.!Llgq$g!d:Bp4!. joh
o. fllalpagu trteagoalaas itlrt$@
d. rilrl dirtir Rp. 5oojut r.d. Rp, lallr.l
c. fllat pqgu lErgrd.r! dLqr Rp. 1 rrttlar r.d. Rp. 2,5 nlliu
f. f,U.r dlatg Rp 2,5 aillrr r.d. Fp 5 alller
f,tLt aut*@
h. rilrt altct . Rp. 10 alli.r 3.d. Rp. 25 atltar
t. _UFr!!lto!""g.i1l3 d..t 1tL?.s_gllisry.d._!L!gg&g
I{lter 5O nlltar:.d. RD. 75 alllu
L. rllat pa{r penladaaa dt*ta; !p. !! a:!trg{fg.,l!.o ullrr
I. f,il8f drater Rp. 1_fl, nlttarc.d. Rp.3!9g44g
rD-fiht df.tr. nD. 28O Etlt r rd. Rr. 5OO otuer
a. trthl iu.t r RD, 5@ nlliq?

AIIGGOTA POIGTA PETGADAAT BATATG/JASA


e. filrt lragu pcsgtda.r.aE.lnf d.rgrr Rtr,, lOOJat
b. f,llrt dtat . RD. l(x) luti i.d. Ra. 25O
c. Itlhl dtattr RD. 25O luta r.d. RD. 5{X,
d. rfilat E0o,luta r.d. Bp. 1 alllar
e. Xllet diatu 1 alltar s.d, Bp. 2,! ailier
f. filrf ellt r..d. Rfr. 5 ntq!
,

rthr diats Rp. 5 EllLr..d. np. 1(, ailhr


h. Illlal It"t . ry'lq *iug!.q!g.!! -ltrq
I. rilal {iataa RD. ,S 'rrrfir..d. R.. SO BlIt r
lflrt dtat r RD, 5O nlllar r.d. ?5 nllic
h Xtlrt dt t . nrr. 75 6ttrr,3.d. 1(X) alllet
URAIAT SATUAT BIAYATA 2OII
t3t t4t

I rild r.gu ryg$* dt.t* R!,. 1_ryery*:.4{L?!9"nlllar OB 2,560,000


aa. f,Ilal dlrts Rp. 250 alrra, t.A- Rp. SOiO rall{u OB ,'-33r)-tXX)
n. ttlat dtrt8 RD. 5(X, nili.r OB 3.200.ooo

HOI{ONARII'U PA'ABAI / PAT?flA PETTRIUA HAAIL PEIIER.'AAI{

3.1 PEIITBAT PEITERIIA HASIL PEB|ER.'AAII/PETGADAAT BARAI{G/JAE/I OB 420,O@


OB 42O,O(x)
b. Pcl8ffiBara8g OB 42O,OOO
c. Paaylnpal Eanag OB 42O,OOO
NTTUA PAITITIA PETERITA IIASII" PEIIEII.'AAT
a. tfilai pagtr peterj@ / pcagadmr BUIEI dcngan Rp. 10O iuta OB
42O,OOO

b. X:l"t P.gu lEted.ar / pengadau Rp. lOOJEta OB


42O,OOO

pagu pelgedaan dt ts Rp.2soJuta e,d . Rp. SO0juta OB


s2(,,fix,
/ pengadaoa drsts Rp. S)Ofute r.tl. Rp. i;f,trr OB
620,OOO
e. fll&i pegu petcdaal / pergadeal dtetsr Rp. 1 mtllar r.d, Rp.2,5 Dilir OB
77O,OOO

f. lltlai pagu IELcrJa.a / peagadaan dist$ Rp. 2,5 alliar r.d. Rp, 5 Etliar 910,O@
OB
Rp. 1() Eilid OB 1,O6O,(XX)
h. ililei fEgr lEksrjmr / pengadmr auata Bp. 1O mtllar r.il, Rg,25 nlltar 1,26(,,000
OB
l@;sn atGi ap. zs ntttar aa, Rp. 50 mlllar r,45O,OOO
OB
Ilflat pagu pGterjain / peaged*r dlets Rp. 5O nlller ..d. Rp. ?5 -tltat t.650,0()0
OB
L. IItlat pagu peLe4im / pengadml dt tc Rp, 75 alllar .d. Rp. 1O0 alltar 1,a4O,(xX,
OB
l. fihi pagE pel<Jau / peagaa.al RO. Elllar zrrwr@
OB
;. nIar pagu peLerJma / p6g.daa! Itp: 25o 3.d. Bp. 5OO nrllq'
nltt.r e 2.3?O,OOO
OB
n -mfi Ffrirel;d* f p6gpd.-eeiat"" trrr s@;itdi- a63qaoo
OB
SETIRETARIS PATTTIA PETERIIIA ITASIL PEXER.'AAIT

Pegu / peagadaan supai derg.r Bp. 1OO iuta OB


42o,W
prgu pclerJau / peagufaaa dirtx Rp. lOOJat t.d. Rp,2sojut OB
42o.,@et
c. tlllai pegu peherjiar / pongad."a dtrts! Rp. 250 Juta r.d, Rp.5(X)Juta OE
SUUrtrru
d. I{II8I pagr pe]erJau / proagadcrl dtat.r np. s@Jutr r.d. Rp. l alllar OB
62O,O(X'
'p"te4m
c. tifai pagr I peagaaau diatai np.inflfar r-d.iRp. 2,5 niltar OB
Tao,ooo
f. Xtlai pagu peLerjaa! / pcagedaaa dtat t Rp.2'5 l. Rp.5 oln t 9Lo,qro
OB
g, Xilii pag! pekerJaal / IEngrdaaa dtrta. Rp. 5 mtUer 3.d, Rp, 1O rolliar I,(,60,000
OB
h. Nil&i pagu p€LerJarn / peagadam dlatu Rp. 1O ulltar r.d, RP. 25 illtrr 1,260,(xX'
OE
L.- mld pagE pet ed / pcrg.d;an dt tg3 ltp.'25 nnter r"d,
-Re.
so;ilre; 1.rtsro,@O
OE
@Rp.50Ext"""t" Rp, 75 mtltar 1,650,()00
OB
k. tllsi lBgtr petG{iaan / peagsdma df"ta. Rp. 75 nllhr t.d. Rp.1oo 1,a4{r,o@
OB
l. I{tlat pagu pelorJaaa / pergadru Rp. kpfr5 2,1@,OOO
OB
m. f,ilei lngu trcLcrje., I psgcdlat dlattt Rp. 25O 6rlr'r :.d. Rp.5@ mlltar 2,37A,O{xt
OB
!. ltil*i trgr pe&erJao / pcagrdam dLtat RF saoEllis 2,690.,@0
OB
A'IGGKYfA PATITIA IEIIMI}IA HASIL PEITE.R.'AAT
OB
a. I{ilal pagr lrctsrjmn / trrcagadlu rupat dergrn RP. lOO irta OB
175,Oq'
pagu-pei[ertma I peogaOm diatat Rp. loofita i.d- nD. 2SOJirts OB 225,(xX)
c, lfilal pagu / p€rgrddE diatar Rp.250 juta s.d. Rp. s{X}Juta OB 300,o(xt
d. I{llat pegu pekerjaer / pengadul diatar Rp. SOOJutr Rp. i--lilr. OB
325,qX)
c. I'Iili pagn p€ee{reu / Pcryadar! diats RP. 1 lllllr r.d . RP.2,5 OB
4(x',O(X'
BIAYA TA 2O1A
t3t t4t
f. flldpagEpeferjae/ 2,5 allla; r.d. Rp. 5 Eilt8r OB soo(xro
c.g OB 6d),ooo
h. f,fiaf p6]erjau / Pelgadrar df.t8 Rp. 1o nlller s.d. Rp. 25 aluu
pagu 75O,(xX)
OB
t. tIifst prgE peterJro / P€ngldro diatu Rp. 25 atllar r-it- Rp. 5O mllirr OB
9OO,OOO

75 mtllar 1,OOO,O(x,
OB
L" Mlat pagu peterJaea / pergadear alists Rp. 75 alller t.d. RP. mlllar 1,1q,,OOO
OB
Xllet pogr pet3rjm / Petgedro dtatE RIr. 1OO slllar r.d. Rp. mlltar l,rtoo,qx,
OB
E. tIfld Ing! peterJau ,/ pelgedeu di.ta RP 2SOslliat*d-, f,;r SOOrtller 1,5OO,qxr
OB
rn"tp"@. soorlllter 1.?sO,qX)
OB

Ee[dslen Peaodma OB 7@,(xx)

HOIIORARIT'X PETGELOI.A SISTEII AITI,,trTATT6I ITSTAITSI SAI}

I ualt I(.bEI,atc! yEryditetiPtas.t$ Da..rNePutc.n Bupat{

OE 3,4OO,fiX)
Pea nm OB 2,75t,OOO
c. Ket[i (B 2,BOO,(xXt
d. Wrtil xetra OB 225o.W
seEretarir OB 1,asO,(xX'
! -4rss"t" ---
OE 1,75O,OOO

Honora:lu.a Sctrctrrtat
S€kretariat OB 2,150,OOO
b. Saldl Hcpala S€Lretrriat OB 1,950,OOO
c. Aa{{ota OB 1,8OO,(xX'
Urlt Afultaui yug dttetsPtaa rts Dan, K€Inla SBPD
a. PeaaggugJamb OB 3OO,(x)O
Kcte OB 25(},OOO
c. SeLretqrir oa 2OO,OOO

d. OB 1s(},Oq'

Urlt Aturt nsl Pqata t PfD aea;ladl I(PA


Jarrab OB 300,(xx)
b. Iletua (,B 250,OOO
c. Selretarlr OB 2O(},O(x'
d. ArErots OB lso,(xx)

PEil(iELOLA PEREf,CAIIAAI{ DA,r PELAPORAIT

@ drtetaptaa atu Dsar lleprtu3e

Jasab OB 4.150,Oq)
b, Peabtna 9!__ 9,15e,ooq
c. I(etta OB 2,85O,OOO
Yaldl Kelna OB 2,zOO,@a
e. se*retslr OE 2,sso,ofi,
f. WaldlSotret ttt OB 2,3OO,flX)
OB -" 2,oq9,ooo

Bqorerls Aclrctctat
SekGtartat OB 2,3(x,,qx)
b. gafil S€tretuiet OB 2,O50,@O
OB 1,9()0,(xx)

5.2 Urtt Perelm ditet ptra ata Dsu lttPata SXPD


o! 3O9,ooo
b. I(etu OB 25O,Ooo
c. Sclretartt OB
d. OB
I{o SATUAT BIAYA ?A 2O1A
lll 12l t3l l4t
6 !9-!9!4!{ru_tP!aqT { lIrRvEY

Peselitl UtaDs o, 60,oo(,


5.2 Penellfi Uadya (I, 5(),O(x)
6.3 Pencliti uEda G' .lo,ooo
6.4 Peaclltt Pertua G' 3s,ooo
6,5 Pcrelitt 0for Fulgriorrl Peaeuttl (\, 3O,Ooo
6.6 Penbutu Perelltl o, 20,off)
5.7 KoordtuatorPelollti OB 42O,W
Sckletertat Fer3llti C'B 3@,OOO
2 lelgor&Dsta Peaolitiaa 1,14o,ooo
fO Petugu Sumy o.gr'R-P. 8,OOO
1l Peubartu Lpugm OH 80,ooo
12 Petugu Eurvey PeDetmr / Pclge8ballu Bat6 OE 25O,@O

7 TIOf,ORARII'II IIABASI'UBER Sf,fNI{R / RAI(OR / SOSIALIS/AST / DISEUITAAI /


DINI,AT / EITTDK

I l{arrrunbor / Poabahar :
.. Ueated / Pcj.bat S€tlngt!.t MG[tetl o, 1,?q),ooo
b. PeJ.bat E elo! I / yaag dirct nta! q, l,.loo,qx)
c. _tgaEulllgf r I y.!C!1!eEIl!1 a, I,OOIO,OO10
d. PeJabrt Ecclor Itr / yeag dl.etar.tel o, 9OO,O@
c, l"i4rl T{da Iv / FEgdlretanLaa o, 7@,OOO
f. Widyatrm q, 3OO,qX'
gl. f,ot Pf,S a, w,@
o, 35(},fiX)

a BDUITAR / 8O€[ALIgAst I DTAEUU|AAI / DrXrAt I EITXTEIT

1 Pea.ag[agJ.rab ox 45O,(xX)
2 l(6tu ot( .loo,ooo
8.3 fbkerir OK 3(xr,(xro
4.4 OB 30(,,ooo

9
IORARITIf, TEITAGA AITII / PEITYT'LUH / PUST:ESWAT XOIT PEGAWAI I(EGERI

9.1 SLTA OB 1,9@,O@


.2 Sedeaa Uud. OB 2,1OO,@O
Sad.!a OB 2,300.o(X1

10 HOTORTRruU TO:rPilS

lO-1 DolrtuApeciallr OB l5,(xXr,OOO


lO.2 Doh.er Umum OB 8,O(xl,o@
O.3 Satpin ()B 1,3@,OOO
1O.4 Petugar XobeBlh.E, Pengentrru da8 Pnmubaht OB 1,3@,O@
1O.5 PeaJrga{rr.- OE 1,3(xr,o(x,
1(),6 Tcraga Koatnt OE 1,5(x),OOO
1O.7 T6agc AGtDirXaehrtm OB 1,600,ooo
1O.8 Te!.ga Gun KoatraL/Bahl OB r,soo,fix,
1O.9 Petngar l(cbclhu lbgletan or 2(}o,oq,
lO,1( Rohmirm! ot( 2SO,(XX)

11 IIOIIORARII'U MU PEI|T'TJATG BIGIATA,II

Ialg Ditstaptan Oleh Bupatt


e. PEbtrs I ()E 1,OOO,OOO
oa 95O,OOO
c. Peagerah OB 75(,,qro
d. Penaaggug.Iamb OB T(xr,ooo
OB 5Fi(l rl(l(l
11.2 Yaag
a. Pea.lg.trlg
b. X€trr
c. Sctrctsrir
, d. Alggoq

e. Xetua
S€trstrrt
c.

ffipewffineltcrrcer

Oleh BrfEtl
a. x€tua
t. tfs*f_
a. Ketua

a. I(et[e

a. K€tua
ea*ota
Dttetaglea olel xrA
r. I(stlr

a. Letaa
a
TII PEI TI'AU]rA,U JT'RilAI,

14,1 PerarggutigJat ab
14.2 Rsdsttrt
14.3 Peryrat&g / Edltor
14.4 Deala Grafc da[ trotogrsf€r
I4,5 SeHadnt
14.6 Pcobrat Artlttl

TIII PETTUSUTAf, BTTLETTX / IIATALATT

l5.l Pclrlgguag.rawrb
16.2 R€dsttut

15,4 D€.etu Gnfit d.n Fotogt fet


15.5 acMartat
15.6 Peaburt Artttel

ffi DL&rffRorur (r.rsul I sIuDA


I SIUDAEARATG / SIAB
tio 8ATUAT BIAYA TA 2OTA
t1l (21 t3t l4t
16:! 911! !4=!!{r4 8!!? ElP- &rqgr{ (,B I,(xxrlxxt
_r5-:9-ud!Ed.!t41=L{_trf 4_ OB 1,(xxr,(xp
16.7 UEit lall.rrr r.n IrEtuEgFa ()B r,qxr,qxr
OB 9OO,{l(x'

L7 rtu PETCELOLA IIEBAITB TABUPATEI|

17.1 P€taagguD'gJrr.b OB 5OO,(}0o


7,2 licddrtur oa 45o,O(X'
17.3 ldltor OB 4.qr,ooo
17.4 BcbAdntn OB 350,(xx,
7.5 tfeb Dcv€lop€r OB 3OO,qX)
1?-7 Pabuat Artttel _ Itotln.n lOO,O(x)

1A lrononenruu rnr rtrrr-ruxse idurn i-peupnrxserr rcruinrs / uomronrro

re.i Eo"o;"rrua-TiL-Pemerihg n"gui;-/ P;-.tit eu."t


a. PmnggragJamb " (,H 325,O@
b. Pergetrddl f,utr OH 3OO,O(x)
c. Feage!,ddlTelnir or 275,OOO
d. Ketue OH 250,OOO
e. Selretrdr OIl 225,W
f. Arggot OH 2(xl,o@

18.2 Eororarlun Tln foaltortog


a. Penblm OH o@,ooo
b. Peqpreh OH 25(l,O(x)
c. Koordlnator OH 226,@O
d. FeaeaggungJrrat OH 2OO,OOO
Ketur OIl 175,OOO
f. Setrctarlr OE 15O,OOO
g. Arggota oll 125,O0O

l9 SATUAII BIAYA UAIIG SIACK PEGATTAI f,EGIIRI STPIL I?II8I

19.1 Enacl Hartaa FcSesat OH 7,Oaro


t9.2 S!.ct H.da! PGIrxrl (P.naqUr dl hrtaaul OIl 6,(xx)
P"s"!f l tG.Al OH 2,soo
P.3 -S:l-!llrtq
20 SATUAI BIAYA UT'trG I.EIIBUN DAtr UATG r^rAll LETBI'R,

O.1 UATGLEIAUR
'
a. I o, 13,OOO
b. -<rob;Fr
cotonlaru ol 17pOO
c. Coloagu tI! o, 2OIxX'
d. cologu W (t 25,@O

eo2 lrtrc x IIAr r.Errnuta ox 25,Om

2t EO]rOR.AruUlI KT'ASA HI'XUU


1.1 lareatlf Kuua Hukur OK 5q),oq)
OIt _- 190't!9
22 EOITONARII'XPEITGEII)LIT AANAIG TILT I'ATRAE
22.1 Pcregalg Eelro.raaD Felgeloh Arct OB 4,58O,(xxt
Pctrgelol Aret Daent OB 3.450,Oo('
F.abarltu P€ag.lola Aret D.os.h OB 3,620,(xX)
22.4,ltdnta Stoda OB 1,78O,O(x'

23 EOIIORARTI,U T]ORI,U KOONDITASI PIUDIISAT D/IERAII


23.l Pcngmh OE 6,aoo,qx,
23.2 PenaaggugJamt OB !'8991999
23.3 Ketua s,8oo,o@
s.Herlr -o;OB 4,SOO,OOO
13.5 Aoggotg OB 5,8(X),OOO
LAMPIRAN II
PERATURAN BUPATI BARITO TIMUR
NOMOR t6 TAHUN 2018
TENTANG STANDAR BIAYA MASUI(AN
TAIIUN ANGGARAI{ 2018

PENJELASAIT

STAITDAR BIAYA MASUKAN TAHUN AITGGARAN 2AIA


YANG BERFUT{GSI SEBAGAI BATAS TERTINGGI

1. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuaagan / Kegiatan


Pengelola keuangan /kegiatan pada setiap satuan kerja, diberi
honorarium berdasarkan besaran pagu yang dikelola, dengan ketentuan
sebagai berikut :

a. Pengguna Anggaran bertanggungiawab terhadap seluruh pengelolaan


keuangan pada masing - masing SKPD;

b. Dalam rangka pengadaan barang 7 jasa, Pengguna Anggaran dapat


bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen sesuai peraturan
perundang-undangan di bidang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah;

c. PPK harus memiliki sertifikasi pengadaan barang dan jasa sesuai


peraturan perundang-undangan ;

d. Pejabat Pengguna Anggaran dalanr melaksanakan tugasnya dapat


melimpahkan sebagian kewenangannya sesuai dengan peraturan
perundang-undangan kepada Kuasa Pengguna Anggaran dengan
mempertimbangkan besaran SKPD, trcsaran jumlah uang yang dikelola,
beban kerja, lokasi, kompetensi, rentang kendali, dan I atatt
pertimbangan objektif lain;

e. Untuk Pengguna Anggaran tidak diperbolehkan merangkap sebagai


Pejabat Penatausahaan Keuangan;

f" Untuk membantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dalam


pelaksanaan kegiatan, Pengguna Anggaran (PA) / Kuasa Pengguna
Anggaran (KPA) dapat menunjuk staf administrasi kegiatan maksimal 2
(dua) orang;

g. Honorarium pengelola keuangan dimasukkan pada masing - masing


kegiatan;

h. Honorarium pengelola keuangan/kegratan dibayar sesuai dengan jangka


waktu pelaksanaan kegiatan selama 12 (Dua Belas Bulan) bulan.
2. Honorarlum Pejabat / Panitia Pengadaan Barang / Jasa / ULP

a. Honorarium Pejabat Pengadaan Barang / Jasa


Honoraraium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh
Pengguna / Kuasa Pengguna Barang / Jasa untrrk melaksanakan
pemilihan penyedia barang / jasa melalui penunjukan langsung I
pengadaan langsung untuk paket pengadaan barang / pekerjaan
konstruksi / jasa lainnya yang bernilai paling tinggi Rp. 2OO.OOO.OOO,-
(dua ratus juta rupiah) untuk paket pengadaan jasa konsultasi yang
bernilai paling tinggi Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dan
honorarium Pejabat Pengadaan Bararrg I Jasa diberikan per paket per
pekerjaan atau per bulan.

b. Honorarium Panitia Pengadaan Barang / Jasa I ULP


Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh
Pengguna / Kuasa Pengguna Barang I Jasa menjadi Panitia Pengadaan
Barang 1 Jasa atau Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk melaksanakan
pemilihan penyedia barang / jasa. Anggota Panitia Pengadaan Barang /
Jasa atau ULP sekurang kurangnya 3 (tiga) orang dan honorarium
-
Panitia Pengadaan Barang / Jasa diberikan per bulan.

3. Honorarium Pejabat / Panitia Penerima Hasil Pekerjaan

Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang dituqiuk oleh PA I KPA


untuk melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah
diselesaikan dan menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh hasil
pekerjaan dilaksanakan sesrrai dengan ketentrran kontrak. Honorarirrm
Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan dan honorarium Panitia Penerima Hasil
Pekerjaan diberikan per paket per pekeqiaan atau per bulan.

4. Honorarium Pengelol,a Sistem Akuntansi Instansi (SAI|

Honorarium diberikan kepada Tim Pengelola yang diberi tugas melakukan


pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran sampai dengan pelaporan
posisi keuangan dan operasi keuangan pada SKPD sesuai dengan unit
akuntansi masing - masing, baik yang dikelola secara prosedur manual
maupun terkomputerisasi.

SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Akuntansi
Barang Milik Daerah

Ketentuan mengenai jumlah pengelola SAI adalah sebagai berikut:


a) Ditetapkan atas dasar keputusan Elupati, Anggota paling banyak 10
(sepuluh) orang;
b) Ditetapkan atas dasar keputusan Kepala SKPD, Anggota paling banyak 6
(enam) orang;
c) Ditetapkan atas dasar keputusan XPA, Anggota paling banyak 3 (tiga)
orang.
5. Honorarium Pengelola Pereacanaaa dan Pelaporan
Honorarium diberikan kepada Tim Perrgelola Perencanaan dan Pelaporan
yang diberi tugas melakukan pen$rmpulan data,, pengolahan data,
pen5rusunan dan pelaporan perencanaan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku, diberikan honor perbulan selanra 12 (Dua Belas) bulan.

Ketentuan mengenai jumlah pengelola perencanaan adalah sebagai berikut :


a) Ditetapkan atas dasar keputusan Rupati, Anggota paling banyak lO
(sepuluh) orang;
b) Ditetapkan atas dasar keputusan Kepala SKPD, Anggota paling banyak
6 (enam) orang;
c) Ditetapkan atas dasar keputusan KPA, Anggota paling banyak 3 (tiga)
orang.

6. Honorarium Peneliti / Survey


Honorarium penelit: /petugas survey diberikan kepada pegawai negeri dan
non pegawai negeri yang berdasarkan surat perintah pejabat yang
berwenang diberi tugas untuk melakukan penelitian / survey. Honorarium
yang diberikan atas kelebihan jam kerja normal atau diluar jam kerja paling
banyak 4 (empat) jam sehari. Dalam hal peneliti / petugas survey
mendapatkan honorarium tidak berhak mendapatkan uang lembur.

Petugas Survey Pemetaan / Peneliti apabila turun ke lapangan dapat


diberikan uang harian dan biaya perjalanan dinas.

7. Hoaorarium Narasumber / Seminar / Rakor / Sosialisasi / Diseminasi /


Diktat I Bimtek
Honorarium narasumber diberikan kepada pegawai negeri / non - pegawai
negeri yang memberikan informasi / pengetahuan kepada pegawai negeri
lainnya / masyarakat.

Honorarium narasumber dapat diberikan dengan ketentuan :


a) berasal dari luar lingkup SKPD penyelenggara;
b) berasal dari lingkup SKPD penyelenggffa sepanjang peserta yang
menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar SKPD penyelenggara
atau berkenaan dengan masyarakat.

Dalam hal narasumber melakukan perjalanan dinas, narasumber dapat


diberikan uang harian perjalanan dinas dan honorarium selaku
narasumber.

Honorarium moderator hanya diberikarr untuk kegiatan seminar, sosialisasi


dan disemininasi.

8. Honorarium Panitia Seminar / Sosialisasi I Diseminasi / Diktat I


Bintek
Honorarium dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas
sebagai panitia untuk melaksanakar, kegiatan seminar / sosialisasi I
diseminasi / diklat / bintek sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama
kegiatan berasal dari luar lingkup penyelenggara.
Jumlah personil kepanitiaan dengan ketentuan :
a) Untuk seminar / sosialisasi / diseminasi maksimal 2O Yo (d:ua puluh)
dari jumlah peserta;
b) Untuk bintek dan diklat maksimal 9 lsembilan) orang;
c) Honorarium pendamping sudah melekat pada tim pelaksanaan diklat.
9. Honorarium Tenaga Ahti / Peayuluh / Puskeswan l[on - Pegawai Negeri
Honorarium diberikan kepada non - pegawai negeri yang ditunjuk untuk
melakukan penJruluhan berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang
atau tenaga ahli yang telah diatur oleh Pemerintah Fusat.

1O. Honorarium Non PNS

Pemberian honorarium sebagai penghasilan tetap dapat diberikan bagi


tenaga tidak tetaplpegawai honorer sampai dengan 12 bulan dengan
ketentuan telah bekeda pada Pemerintah Kabupaten Barito Timur.

Satuan biaya honorarium diperuntukkan bagi non - pegawai negeri yang


ditunjuk untuk melakukan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya,
seperti untuk satpam, pengemudi, petugas kebersihan dan petugas
resepsionis (untuk kantor sekretariat <laerah) dengan melalui jasa pihak
ketiga / diborongkan, alokasi biaya dapat ditambah sesuai ketentuan yang
berlaku.

1 1. Honorarium Tim Penunjang Kegiatan

Honorarium tim penunjang kegiatan dapat diberikan kepada pegawai negeri


atau non pegawai yang diberi f"rgas untuk menunjang kegiatan
berdasarkan keputusan Bupati / Kepala SKPD / KPA.
Ketentuan pembentukan tim adalah sebagai berikut:
a) tim penunjang dapat ditetapkan dengan Keputusan Bupati sepanjang
diperintahkan oleh Peraturan Perundang-undangan;
b) mempunyai keluaran (output)jelas dan terukur;
c) bersifat koordinatif yang mengharuskan untuk mengikutsertakan satuan
kerja lainnya;
d) bersifat temporer, pelaksanaannya perlu diprioritaskan atau diluar jam
kerja;
e) merupakan perangkapan fungsi atau tugas tertentu kepada pegawai
negeri disamping tugas pokoknya sehari - hari; dan/atau
f) dilakukan secara selektif, efektif, dan efisien.
Jika pendekatan output berdasarkan proses, maka diberikan honorarium
dengan satuan orang per bulan, tetapi jika output berdasarkan kegiatan
maka diberikan honorarium dengan satuan orang per kegiatan
12. Honorarium Tim Pen5rusunan / Asistensi Penbahasan Rancaugaa
Produk Hukum

Yang dimaksud dengan Tim Penyusunan Rancangan Produk Hukum


adalah Tim Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah, Tim Penyusunan
Peraturan Bupati dan Tim Penyusunan Peraturan Bersama Bupati.
Yang dimaksud dengan Tim Asistensi Pembahasan Rancangan Produk
Hukum adalah Tim Asistensi Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah
yang telah disampa.ikan kepada DPRD.
Bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 41 dan Pasal 46 Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 8O Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum
Daerah, Bupati membentuk Tim PenSrusunan Rancangan Peraturan Daerah
dan Tim Asistensi Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah.
Susunan anggota Tim ditetapkan sebagai berikut :
a) Penanggungjawab 1 Bupati
b) Penanggungiawab 2 Wakil Bupati
c) Pembina Sekretaris Daerah
d) Ketua Kepala SKPD pemrakarsa atau pejabat yang
ditunjuk
e) Sekretaris Kepala Bagian Hukum
f) Anggota SKPD terkait sesuai kebutuhan.
Bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 43 Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 8O Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah,
Bupati membentuk Tim Pen5rusunan Peraturan Bupati dan Peraturan
Bersama Bupati dengan susunan sebagai berikut :
a) Ketua : Kepala SKPD pemrakarsa atau pejabat yang ditunjuk
b) Sekretaris : Kepala Bagian Hukum
c) Anggota : SKPD terkait sesuai kebutuhan.

Honorarium diberikan untuk tiap produk hukum yang disusun.

Tim Penlrusunan Rancangan Produk Hukum dianggarkan pada SKPD


pemrakarsa, sedangkan untuk Tim Pembahas Rancangan Produk Hukum
dianggarkan pada Bagian Hukum kecuali Rancangan Peraturan
Daerah/Peraturan Bupati tentang APBD, RTRW dan hal-hal khusus
lainnya berdasarkan Program Legislasi Daerah yang telah ditetapkan.

13. Honorarium Tim Sekretariat Penuajang Kegiataa


Honorarium diberikan kepada pegawai negeri / non * pegawai negeri yang
diberi tugas untuk menunjang kegiatan administratif yang berfungsi untuk
menunjang kegiatan tim penunjang kegiatan. Sekretariat hanya dapat
dibentuk untuk menunjang tim penunjang kegiatan yang ditetapkan
Bupati I Kepala SKPD / KPA.
Jumlah sekretariat tim pelaksana kegiatan paling banyak 7 (tujuh) orarlg.

14. Hoaorarium Tim Penyusunaa JuruaI


Honorarium tim per5rusunan jurnal dapat diberikan kepada pegawai negeri
yang diberi tugas untuk men5rusun dan menerbitkan jurnal berdasarkan
keputusan pejabat yang berwenang. IJnsur sekretariat adalah pembantu
ltmrtm, pelaksana dan yang sejenis, dan tidak berupa struktur organisasi
tersendiri.
15. Honorarium Tim Penyusuran Buletin / Maialah
Honorarium tim penJrusunan bulletin / laaajalah dapat diberikan kepada
pegawai negeri yang diberi tugas untuk men5rusun dan menerbitkan
bulletin I majalah, berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang.

Majalah adalah terbitan berkala yang isinya berbagai liputan jurnalistik,


pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca.

Bulletin adatah media cetak berupa selebaran atau majalah berisi warta
singkat atau pernyataan tertulis yang diterbitkan secara periodic yang
ditujukan untuk lembaga atau kelompok profesi tertentu.

16. Hoaorarium Tim Layanan Pengadaan Secara Elektronik I SIMDA


Keuaagan / SIMDA Barcng I SIAI(

Honorarium tim layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) / SIMDA


Keuangan / SIMDA Barang / SIAK dapat diberikan kepada pegawai negeri
sipil dan non pegawai negeri sipil yang bertugas melaksanakan pengelolaan
website pelelangan elektronik / pengelolaan keuangan I barang secara
elektronik d^n sistem informasi adm.inistrasi kependudukan di tingkat
Kabupaten.
Susunan anggota dapat disesuaikan ctengan peraturan yang berlaku dan
honorarium diberikan per bulan selama 12 (dua belas) bulan.

l7.Hronorariua Tirn Pengelola Website Kabupatea


Honorarium Tim Pengelola Website Kabupaten dapat diberikan kepada
pegawai negenl non PNS yang diberikan tugas untuk mengelola website,
berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang. Website Kabupaten yang
dimaksud disini ad.alah yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Barito
Timur.

Pengelola website dapat diberikan honorarium dengan ketentuan :


a) Paling banyak 12 (dua belas) bulan:
b) data / berita harus selalu di update ;
c) Tim pengelola berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang.
l8.Honorarium Tim Pemeriksa
Tim dengan tugas harian dapat rliberikan untuk tugas pemeriksa
inspektorat dengan jabatan dalam tim menyesuaikan kebutuhan.

19. Honorarium Kuasa Hukum

Diberikan untuk tim kuasa hukum yang mewakili pemerintah daerah


dalam beracara dipengadilan.

2O. Honorarium Saksi

Diberikan untuk menunjang dan rnemperlancar penanganan perkara


perdata atau tata usaha Negara dalanr rangka menguatkan argumen atau
,1""*t hukum terhadap perkara yang dihadapi oleh pemerintah daerah.
Honorarium diberikan untuk tiap saksi setiap persidangan.
21.Satuan Biaya Uang Snack Pegawai Negeri Sipil (PilSl

Uang snack diberikan kepada pegawai negeri sipil yang dihitung


berdasarkan jumlah hari masuk kerja, pengalokasian dana dalam RKA
SKPD paling banyak per pegawai 22 (dua puluh dua) hari dalam 1 (satu)
bulan. Satuan Uang snack ini merupakan batas tertinggi dalam penyediaan
snack pegawai negeri sipil.

Besaran satuan biaya uang snack sudah memperhitungkan pajak


penghasilan.

22. Satuan Biaya Uang Lenbur dan Uang Makan Lembur


Uang lembur merupakan kompensasi bagi pegawai negeri yang melakukan
kerja lembur berdasarkan surat perintah dari pejabat yang berwenang.

Uang makan lembur diperuntukkan tragi semua golongan dan diberikan


setelah bekerja lembur paling kurang 2 (dua) jam secara berturut * turut
dan diberikan maksimal 1 (satu) kali per hari.

23. Besaran Pembagian Honorarium Tlm

Besaran biaya honorarium yang diterima anggota tim diberikan


menyesuaikan dengan tanggung jawab, kinerja dan keaktifan anggota tim
dalam kegiatan.

BUPATI BARITO TIMUR,

ADIPERA A.Y. MEBAS


LAMPIRAN III
PERATURAN BUPATI BARITO TIMUR
NOllroR t6 TAHUN 2018
TENTANG STAI{DAR BIAYA MASUI{AN
TAIIUN ANMARAil 2()18

PENJELASAIY

STANDAR BIAYA MASUI{AIIT TATIUN AITGGARAIT 2AIA


YAITG BERT'UNGSI SEBAGAI ESTIMASI

1. Satuan Biaya Diklat Pimpinan / Struktural


Satuan biaya yang digunakan untuk ,rerencanaan kebutuhan biaya diklat
penjenjangan untuk pejabat / pegawai yang akan / telah menduduki
jabatan tertentu. Satuan biaya sudah termasuk biaya observasi lapangan,
namun belum termasuk biaya perjalanan dinas dan uang saku peserta.
Apabila dalam pelaksanaan anggaran terjadi perubahan tarif biaya diklat
pimpinan, satuan biaya dapat mengacu kepada peraturan perundang-
undangan yang berlaku.

2. Satuan Biaya Latihan PraJabatan

Satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya


latihan prajabatan bagr calon pegawai negeri sebagai syarat untuk
diangkat sebagai pegawai negeri. Satuan biaya sudah termasuk biaya
observasi lapangan namun, belum termasuk biaya perjalanan dinas
peserta. Apabila dalam pelaksanaan anggaran terjadi perubahan tarif
biaya diklat pimpinan, satuan biaya dapat mengacu kepada peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

Catatan :
Satuan biaya Diklat Pimpinan dan Diklat Prajabatan mengacu pada
Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2OO9 Tentang Jenis dan Tarif atas
Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Lembaga
Administrasi Negara.

3. Satuaa Biaya Koasuasi Rapat / Pertemuan

Satuan biaya yang digunakan unt'rk perencanaan kebutuhan biaya


pengadaan konsumsi makanan termasuk minuman dan kudapan untuk
rapat yang diselenggarakan dikantor/ gedung pertemuan.

Rapat Koordinasi Tingkat Bupati adalah rapat koordinasi Bupati yang


pesertanya adalah dari Pejabat Pusat ,t Pejabat Provinsi / Unsur Forpimda
/ pejabat yang setara / unsur masyarakat.
Rapat Kerja / Koordinasi Tingkat Kabupaten adalah rapat koordinasi yang
pesertanya adalah Satuan Organisasi Perangkat Daerah atau masyarakat
yang bertempat di Kabupaten.

Rapat Kerja / Koordinasi Tingkat Kecamatan adalah rapat koordinasi yang


pesertanya adalah Satuan Organisasi Perangkat Daerah atau masyarakat
yang bertempat di Kecamatan.
4. Satuan Biaya Konsumsi Tamu

Satuan biaya konsumsi tamu yarlg digunakan untuk perencanaan


kebutuhan biaya pengadaan konsumsi tamu dikantor. Untuk tamu Bupati
dan Wakil Bupati biaya dapat disesuaikan dengan jumlah dan intensitas
tamu.
5. Satuan Biaya Peagadaan Bahan Makanan

Satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya


pengadaan bahan makanan rumah sakit, anak asuhan (panti) dan tuna
sosial, sedangkan untuk pasien rumah sakit diberikan dengan ketentuan:
a. Untuk kelas Super VIP mendapatkan 3 (tiga) kali makan dan 2 {dua)
kali snack;
b. Untuk kelas VIP mendapatkan 3 {tiga) kali makan dan 2 (dua} kali
snack;
c. Untuk kelas I mendapatkan 3 (tiga) kali makan dan 2 (dua) kali snack;
d. Untuk kelas II mendapatkan 3 (tiga) kali makan dan 2 (dua) kali snack;
e. Untuk kelas III mendapatkan 3 (tiga) kali makan dan 2 (dua) kali
snack.

Angka tersebut diluar diet tinggi kalori dan tinggi protein (TKTP).

6. Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Diaas

Satuan biaya pemeliharaan dan operasional digunakan untuk


mempertahankan kendaraan dinas agar tetap dalam kondisi normal dan
siap pakai sesuai dengan peruntukk€ulnya, tidak termasuk rekondisi.

7. Satuan Biaya Pemeliharaan Sarana Kantor

Satuan biaya pemeliharaan sarana kantor digunakan untuk


mempertahankan barang inventaris ,/ peralatan dan mesin lainnya agar
berada dalam kondisi normal (beroperasi dengan baik).

8. Satuan Biaya Pemeliharaan Gedung / Baagunan Kantor

Satuan biaya digunakan untuk pe meliharaan rutin dengan maksud


menjaga / mempertahankan gedung dan bangunan kantor agar tetap
dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang
dari atau sama dengan 2o/o {d'ura persen).

Catatan :
Pengertian Istilah :

a. OJ Orang/Jam
b. oH Orang/Hari
c. OB Orang/Bulan
d. oP Orang/Paket
e. OK Orang/Kegiatan
f. oR Orang/Responden
RITO TIMUR,
L/IMPIRAIT TV
PERATURAN BUPATI BARITO TIMUR
NOIUOR (6 TAIIUN2O1S
TEITTANG STANDAR BIAYA MASUI(AN
TATIT'il AITGGARAIT 2018

SURAT PERTTTATAAIY TAI{GGT'ISG JAWAB MUTI,AI(


NOIIOR : .................. r................

Kode dan Nama Satuan Kerja


Kode dan Nama Kegiatan

Yang bertanda tangan dibawah ini, saya selaku Pengguna Anggaran /


Kuasa Pengguna Anggaran, menyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh
atas satuan biaya yang digunakan dalam pen5rusunan Standar Biaya Masukan
...,....*) di luar Standar Biaya yang ditetapkan oleh
Bupati Barito Timur.

Perhitungan satuan biaya tersebut telah dilakukan secara professional,


efisien, efektif, transparan, dan dapat dipertanggungj awabkan.

Demikian surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran

NrP /
n) Diisi nama kegiatan yang Menjadi standar Biaya
Masukan

BUPATI BARITO TIMUR,